Jurnal Geografi
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (MPIT) PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (MPIT) pada mata pelajaran Geografi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan subjek penelitian yaitu siswa/I kelas XI IPS di SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang. Efektivitas model pada tahap implementasi akan dilihat dari aktivitas belajar peserta didik yang meliputi ; meliputi aktivitas mendengar, melihat, membaca, mengamati, bertanya, berpendapat, menjawab, berinisiatif, berfikir aktif, bekerja aktif dan berkolaborasi. Dari tiga kali dilaksanakan, dengan satu kali uji coba dan dua kali implementasi didapatkan aktivitas belajar yang sudah melewati batas 80% sebagai batas penentuan keberhasilan penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing (MPIT) adalah aktivitas mendengarkan, melihat dan mengamati dengan persentase secara berurutan adalah sebesar 82, 35%, 82, 35% dan 86, 03%. Sedangkan aktivitas belajar yang memiliki tingkat ketercapaian rendah pada implementasi model kedua adalah pada aktivitas berkolaborasi (64, 71%), Berfikir aktif (67, 69%) dan bertanya (69, 85%). Secara keseluruhan aktivitas belajar peserta didik pada sebelas aktivitas mencapai angka 75%. Jika dikaitkan dengan tabel ketuntasan sebelumnya maka penerapan Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing (MPIT) pada Mata Pelajaran Geografi dengan subjek penelitian kelas XI. IS 1 SMA Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang masih perlu dilakukan diskusi dengan guru untuk merumuskan Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing yang lebih efektif yang dibuktikan dengan aktivitas belajar kelas minimal 80%
KAJIAN DAMPAK PENAMBANGAN BATUBARA TERHADAP KUALITAS AIR DAN ARAHAN KEBIJAKAN MITIGASI SUNGAI DI SUB DAS HILIR SUNGAI BENGKULU
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sungai dan menentukan arahan kebijakan mitigasi pengendalian pencemaran air sungai terhadap penambangan batubara di Sub DAS Hilir Sungai Bengkulu. Analisis kualitas air dengan menentukan setatus mutu air dengan baku mutu air sungai sesuai Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001 kemudian menentukan indeks pencemaran air sungai dengan menggunakan metode Storet sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.115 Tahun 2003 dan menentukan arahan kebijakan mitigasi terhadap pengendalian pencemaran air dilakukan dengan wawancara mendalam pada steakholder dengan teknik analisis AHP (Analytical Hierarchy Proces). Hasil penelitian (1). Analisis kualitas air sungai Sub DAS Hilir Sungai Bengkulu tercemar berat berdasarkan nilai indeks storet sungai bagian hulu, tengah dan hilir adalah -80, -75 dan -58, (2). Arahan kebijakan mitigasi difokuskan pada aspek ekologi yang didukung dengan pembentukan RAPERDA DAS melalui peningkatan peran pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten Bengkulu dalam upaya pengendalian pencemaran air
METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPREHENSION (CIRC) DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS VII.3 SMP NEGERI 1 PADANG GELUGUR KABUPATEN PASAMAN
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menggambarkan peningkatan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Cooperatif Integrated Reading and Comprehension (CIRC), yang dilaksanakan pada pembelajaran IPS di kelas VII.3 SMP Negeri1 Padang Gelugur. Prosedur penelitian memiliki 4 tahapan yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, baik pada siklus I maupun pada siklus II. Pada tiap-tiap siklus dilaksanakan tiga kali tindakan atau tiga kali proses pembelajaran. Pengambilan data dengan menggunakan format observasi. Data dianalisis dengan formula persentase. Hasil penelitian meliputi: Terjadi peningkatan aktivitas beajar siswa pada semua aspek dibandingkan dengan hasil observasi awal sebelum pembelajaran dilakukan. Peningkatan tertinggi aktivitas belajar siswa pada siklus pertama dari ketiga kali pembelajaran terjadi ada aspek membaca siswa dan paling rendah aktivitas bertanya. Peningkatan aktivitas belajar siswa di siklus kedua paling tinggi terjadi pada aktivitas membaca sedangkan aktivitas terendah ada pada aktivitas bertanya. Aktivitas belajar siswa yang melampau target keberhasilan untuk semua aspek terjadi pada kegiatan belajar pertama, kedua, dan ketiga di siklus kedua. Hipotesis yang diajukan tentang aktivitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan penggunaan metode CIRC pada pembelajaran IPS di kelas VII.3 SMP Negeri1 Padang Gelugur dapat diterim
EFEK RUMAH KACA DALAM PERSPEKTIF GLOBAL (PEMANASAN GLOBAL AKIBAT EFEK RUMAH KACA)
Abstrak
Permasalahan mengenai pemanasan global dan efek rumah kaca ini telah menjadi isu global yang saat ini menjadi perhatian sangat serius dari berbagai kalangan dan telah dibahas di berbagai negara dalam upaya mengurangi dampaknya terhadap kelangsungan hidup manusia di bumi ini. Peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20, kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8.
Pemansan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal dengan gas rumah kaca, yang terus bertambah di udara, hal tersebut disebabkan oleh tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon.Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit.
Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya Penanggulangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pemanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini
EVALUASI PELAKSANAAN KULIAH KERJA LAPANGAN GEOGRAFI DI JURUSAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Geografi yang diadakan pada tanggal 14-18 Mei 2014 di Nagari Sungai Durian Kec. VII Koto Kab. Padang Pariaman secara keseluruhan, yaitu mulai dari pelaksanaan, kendala-kendala dan upaya perbaikan KKL. Sehingga dengan proses evaluasi ini akan tergambarkan jalannya pelaksanaan KKL pada waktu yang bersangkutan. Selain itu, juga bertujuan untuk memperbaiki jalannya pelaksanaan KKL di periode yang akan datang melalui proses evaluasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian ini memberikan gambaran tentang pelaksanaan KKL geografi pada tanggal 14-18 Mei 2014 dan memberikan penilaian terhadap masing-masing langkah kegiatan.). Instrumen penelitian digunakan adalah angket, lembar observasi, dan wawancara kepada semua informan penelitian dalam FDG ( focus gruop discussion ).
Adapun hasil dan temuan dalam penelitian ini adalah meskipun dianggap sudah berjalan dengan lancar, namun terdapat beberapa kendala yang perlu dicari upaya meminimalisirnya. Kendala-kendala tersebut adalah (1) banyaknya jumlah mahasiswa Geografi yang akan mengikuti KKL menyebabkan sulitnya menetapkan lokasi KKL, (2) masih ada materi KKL yang ditetapkan dalam perencanakan tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan, (3) keterbatasan peralatan labor pada saat pelaksanaan KKL, (4) kurangnya komitmen beberapa dosen untuk berpartisispasi dalam perencanaan maupun pelaksanaan KKL, (5) besarnya kuantitas mahasiswa yang mengikuti KKL mengakibatkan kurang optimalnya pelaksanaan KKL. (6), kurangnya pengetahuan responden terkait data yang dibutuhkan, (7), adanya data yang diolah tidak sesuai dengan konsep yang telah dipelajari, (8) banyaknya mahasiswa yang kurang berpartisipasi dalam pembuatan laporan kelompok dan (9) sedikitnya mahasiswa dan dosen yang mengikuti seminar hasil KKL. Hal inil menujukkan bahwa perlu diadakannya evaluasi setiap pelaksanaan KKL di Jurusan Geografi FIS UNP
MINAT WISATAWAN ASING BERKUNJUNG KE OBJEK WISATA DI WILAYAH BAGIAN SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT
Abstrak
Salah satu strategi pembangunan yang dilakukan oleh Provinsi Sumatera Barat adalah pengembangan berbagai macam objek wisata di seluruh bagian wilayah provinsi, karena Sumatera Barat secara geografis merupakan wilayah yang berkendala dalam pengembangan sumber daya alam. Hampir 45 % wilayah merupakan kawasan lindung, sehingga terdapat keterbatasan dalam pengembangan sumber daya alam yang eksploitatif. Saat ini pariwisata Sumatera Barat identik dengan Bukittinggi dan Mentawai untuk mewakili wisata alam dan wisata bahari sebagai objek kunjungan wisatawan asing. Penelitian menunjukkan bahwa Bukittinggi dijadikan base camp bagi wisatawan untuk menjangkau objek-objek wisata lain yang umumnya berada di Wilayah Utara Sumatera Barat. Wilayah selatan dengan kawasan unggulan berupa wisata kawasan dataran tinggi Solok dan wisata bahari Kawasan Mandeh belum banyak dilirik oleh wisatawan asing yang berkunjung. Karakteristik dari sedikit wisatawan asing yang berkunjung ke bagian selatan terutama ke Pesisir Selatan, Alahan Panjang dan Sawahlunto umunya wisatawan Eropa, padahal kunjungan wisatawan asing ke Sumatera Barat didominasi oleh wisatawan dari ASEAN terutama Malaysia. Kebanyakan wisatawan tersebut tidak mengetahui adanya objek wisata lain selain objek wisata yang ada di sekitar Bukittinggi. Oleh sebab itu perlu ditingkatkan minat wisatawan asing untuk berkunjung ke selatan, apalagi wilayah selatan merupakan primadona wisata bahari di Pantai Barat Sumatera dengan kawasan unggulan Kawasan Wisata Mandeh di Pesisir Selatan. Hal tersebut akan bersesuaian dengan momentum MEA, sehingga sebagai wilayah yang minim sumber daya, Provinsi Sumatera Barat dapat memanfaatkan peluang-peluang MEA dengan baik untuk berkembang secara merata
PERUBAHAN KOMPOSISI PENDUDUK KABUPATEN DI SUMATERA BARAT
Perkembangan penduduk secara kuantitas dapat dilihat dari perubahan komposisi penduduk terutama berdasarkan kelompok umur. Kecenderungan di dunia saat ini menurut laporan PBB mengenai populasi dunia 2013 (United Nation, World Population Ageing 2013 ) berdasarkan kelompok umur terjadi penurunan jumlah anak-anak di dunia saat ini karena penurunan kematian dan fertilitas. Tulisan ini melihat perubahan signifikan dalam proses perubahan komposisi penduduk terutama berdasarkan kelompok umur di Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, yang menggambarkan perkembangan struktur dan komposisi penduduk di setiap kabupaten di Provinsi Sumatera Barat pada beberapa periode waktu. Bentuk piramida penduduk kabupaten-kabupaten di Sumatera Barat dari tahun 1990, 2000 dan 2010 cenderung mengalami sedikit perubahan yaitu dari ekspansif menuju konstriktif. Penduduk kabupaten-kabupaten di Sumatera Barat merupakan penduduk transisi dari umur muda bergerak menuju umur transisi. Hal ini ditandai dengan umur median yang tergolong intermediate (usia 20-29 tahun). Tidak ada satupun kabupaten di Sumatera Barat mendapatkan bonus demograf
PERUBAHAN SEBARAN PENULARAN PENYAKIT MALARIA AKIBAT PEMANASAN GLOBAL
Abstrak
Pemanasan global telah memperluas wilayah bersuhu hangat di lintang tinggi dan dataran tinggi tropis, pertanyaan umum yang selalu tersirat dikedepankan dalam kajian suhu dan penyakit malaria adalah: Apakah ada kaitan antara pemanasan global yang sedang terjadi dengan perubahan sebaran penularan penyakit malaria? Riview ini ditulis berdasarkan hasil kajian para ahli di bidangnya yang telah dipublikasikan. Penulis menarik benang merahnya kemudian disimpulkan sebagai jawaban dari pertanyaan di atas. Penularan penyakit malaria ternyata masih berada dalam wilayah-wilayah dimana nyamuk yang menjadi vektornya dapat bertahan hidup baik pada suhu panas maupun dingin yang sangat ekstrim.Masih terlalu dini dan perlu pembuktian yang lebih meyakinkan dan masuk akal untuk menyimpulkan bahwa pemanasan global mempunyai hubungan yang kuat dengan perubahan sebaran penularan penyakit malaria.Walau bagaimanapun, pemanasan global telah menjadi kambing hitam dari perubahan sebaran penularanpenyakit malaria saat ini
PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI MELALUI PENERAPAN METODE CIRC DI KELAS XI IS 1 SMAN 3 PARIAMAN
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui penerapan metode CIRC pada pembelajaran Geografi di kelas XI IS 1 SMAN 3 Pariaman. Penelitian ini tergolong Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan metode siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IS 1 yang berjumlah 39 orang di SMAN 3 Pariaman. Pelaksanaan tindakan pada semester Juli-Desember 2013. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga kali pembelajaran, dalam satu kali pembelajaran diberikan tugas, diakhir pembelajaran dilakukan post tes. Instrumen penelitian dengan menggunakan format observasi. Analisis data menggunakan formula persentase (%).
Hasil penelitian meliputi: 1) Terjadi peningkatan aktivitas beajar siswa pada semua aspek dibandingkan dengan hasil observasi awal sebelum pembelajaran dilakukan. 2) Peningkatan tertinggi aktivitas belajar siswa pada siklus pertama dari ketiga kali pembelajaran terjadi pada aspek membaca siswa dan paling rendah aktivitas menyanggah. 3) Peningkatan aktivitasbelajar siswa di siklus kedua paling tinggi terjadi pada aktivitasmenyimpulkan sedangkan aktivitasterendah ada pada aktivitas menyanggah. 4) Aktivitas belajar siswa yang melampau target keberhasilan rata-rata untuk semua aspek terjadi pada kegiatan belajar ketiga di siklus kedua. 5) Hipotesis yang diajukan tentang aktivitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan penggunaan metode CIRC pada pembelajaran Geografi di kelas XI IS 1 SMA Negeri 3 Pariaman dapat diterima
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERVISI SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY (SETS) PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran bervisi SETS pada mata pelajaran Geografi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan subjek penelitian yaitu siswa/I kelas X MIA SMAN 3 Padang. Efektifitas model pada tahap implementasi akan dilihat dari aktivitas belajar peserta didik yang meliputi ; meliputi aktivitas mendengarkan, mengamati, berpendapat, berinisiatif, berfikir aktif, berbuat, bertanya, dan berkolaborasi. Setelah empat kali melakukan pembelajaran dengan mengimplementasikan Model Pembelajaran Geografi Bervisi SETS (satu kali uji coba atau prasiklus, tiga kali implementasi model) memperlihatkan bahwa aktivitas belajar siswa meningkat. Peningkatan aktivitas belajar secara klasikal mulai dari tahap uji coba, implementasi 1 sampai 3 bergerak dari 43,40%, 59,30%, 73,40% dan 85, 90%. Dengan demikian, implementasi pembelajaran bervisi SETS pada Mata Pelajaran Geografi sudah berjalan dengan efektif karena melewati batas 80% seperti yang telah ditetapkan sebelumnya