Jurnal Geografi
Not a member yet
191 research outputs found
Sort by
PARTISIPASI MASYARAKAT PASCA BANJIR DI KAMPUNG AKAD KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, informasi, menganalisis dan membahas tentang: Partisipasi masyarakat terkait harta benda pasca banjir, partisipasi masyarakat terkait tenaga pasca banjir, dan partisipasi masyarakat terkait buah pikiran pasca banjir. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian adalah masyarakat Kampung Akad. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi menggunakan catatan lapangan serta rekaman video, wawancara dilakukan terhadap warga guna memperoleh data lebih lengkap. Hasil penelitian tentang partisipasi masyarakat pasca banjir yaitu: 1) kurang berpartisipasinya masyarakat dalam harta benda seperti iuran, makanan, P3K, peralatan gotong royong dan transportasi. Terlihat bahwa masyarakat kebanyakan hanya menunggu bantuan datang dari pemerintah daerah. 2) partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga pasca terjadi banjir yaitu banyaknya partisipasi masyarakat dalam bergotong royong membersihkan lingkungan Kampung Akad Kenagarian Kambang Utara, serta adanya bantuan dari luar daerah yang ikut berpartisipasi membantu masyarakat Kampung Akad seperti Tim SAR dan sanak-saudara yang ikut membantu. 3) pasca terjadi banjir adanya bentuk partisipasi masyarakat dalam buah pikiran dengan melakukan musyawarah dan mufakat, terlihat di lapangan sesama warga kurang berpartisipasi. Di kampung Akad ini tidak memiliki kotak suara sama sekali dalam memberikan pendapat atau saran, warga Kampung Akad hanya membicarakannya langsung kepada Kepala Kampung, sehingga Kepala Kampunglah yang akan mengajukan saran warga ke pihak yang lebih tinggi seperti Kenagarian, Camat dan Bupati.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, informasi, menganalisis dan membahas tentang: Partisipasi masyarakat terkait harta benda pasca banjir, partisipasi masyarakat terkait tenaga pasca banjir, dan partisipasi masyarakat terkait buah pikiran pasca banjir. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian adalah masyarakat Kampung Akad. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Observasi menggunakan catatan lapangan serta rekaman video, wawancara dilakukan terhadap warga guna memperoleh data lebih lengkap. Hasil penelitian tentang partisipasi masyarakat pasca banjir yaitu: 1) kurang berpartisipasinya masyarakat dalam harta benda seperti iuran, makanan, P3K, peralatan gotong royong dan transportasi. Terlihat bahwa masyarakat kebanyakan hanya menunggu bantuan datang dari pemerintah daerah. 2) partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga pasca terjadi banjir yaitu banyaknya partisipasi masyarakat dalam bergotong royong membersihkan lingkungan Kampung Akad Kenagarian Kambang Utara, serta adanya bantuan dari luar daerah yang ikut berpartisipasi membantu masyarakat Kampung Akad seperti Tim SAR dan sanak-saudara yang ikut membantu. 3) pasca terjadi banjir adanya bentuk partisipasi masyarakat dalam buah pikiran dengan melakukan musyawarah dan mufakat, terlihat di lapangan sesama warga kurang berpartisipasi. Di kampung Akad ini tidak memiliki kotak suara sama sekali dalam memberikan pendapat atau saran, warga Kampung Akad hanya membicarakannya langsung kepada Kepala Kampung, sehingga Kepala Kampunglah yang akan mengajukan saran warga ke pihak yang lebih tinggi seperti Kenagarian, Camat dan Bupati
PERENCANAAN WILAYAH BERBASIS KESERASIAN LINGKUNGAN FISIK DAN KONDISI KEPENDUDUKANDI PROVINSI LAMPUNG
Abstrak
Perencanaan wilayah yang matang merupakan kunci bagi keberhasilan pembangunan yang ada di wilayah tersebut. Dengan kata lain kegiatan perencanaan wilayah ini merupakan tahapan kegiatan yang wajib dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting seperti aspek fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan aspek-aspek yang lainnya. Semakin banyak aspek yang digunakan sebagai pertimbangan, maka hasil perencanaan wilayahnya akan semakin baik.
Penelitian ini mencoba mengkombinasikan antara aspek fisik dan aspek kependudukan sebagai pendekatan dalam melakukan perencanaan wilayah di Provinsi Lampung. Indikator aspek fisik yang dipilih adalah tingkat kekritisan lahan karena kekritisan lahan ini juga telah digunakan hampir di semua provinsi sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan perencanaan di wilayah masing-masing. Sedangkan indikator aspek kependudukan yang dipilih terdiri dari komponen demografi, ekonomi, sosial budaya, dan kesehatan. Tiap komponen ini terdiri dari beberapa variabel yang dipilih sesuai kelengkapan data yang ada kemudian diharkatkan dan dikelaskan. Pengharkatan atau scoring dilakukan dengan asumsi bahwa semakin baik keadaan penduduk maka harkat yang akan diberikan juga semakin besar dan pada akhirnya nanti akan diperoleh nilai indeks kependudukan.
Analisis data dilakukan dengan tumpangsusun (overlay) peta menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengetahui bentuk keserasian antara kekritisan lahan dengan indeks kependudukan pada masing-masing wilayah kabupaten di Provinsi Lampung. Hasil keserasian inilah yang akan digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan perencanaan wilayah di Provinsi Lampun
PERKEMBANGAN OBJEK WISATA DI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Penelitian ini membahas tentang perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk melihat perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota sesuai dengan Teori Butler tahun 1980 dari Model Tourism Area Life Cycle ( TALC)
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah objek wisata andalan Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu Objek Wisata Lembah Harau, Objek Wisata Batang Tabik, Objek Wisata Pusako Rumah Gadang, dan Objek Wisata Kapalo Banda. Jenis analisi data yang digunakan adalah analisis data sekunder (ADS) dan Scoring Model dari Gunn dan Model TALC sebagai alat ukur dalam penelitian yaitu perkembangan objek wisata ditahap Eksplorasi (exploration), Tahap keterlibatan (involvemento), Tahap Pengembangan (development), Tahap Konsolidasi (Consolidation), Tahap kestabilan (stagnation), Tahap penurunan kualitas (decline), dan Tahap peremajaan kembali (rejuvenate). Data yang diolah yaitu data sekunder yang didapatkan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lima Puluh Kota.
Hasil temuan peneliti diperoleh: 1) Tahap perkembangan objek wisata ditinjau dari aspek jumlah kunjungan dan sarana prasarana yaitu a) Objek Wisata Lembah Harau berada di Tahap Kestabilan (Stagnation), b) Objek Wisata Batang Tabik berada pada Tahap Konsolidasi (Consolidation), c) Objek Wisata Pusako Rumah Gadang berada pada Tahap Penurunan Kualitas ( Decline), d) Objek Wisata Kapalo Banda berada pada Tahap Keterlibatan (Involvement). 2) Jumlah kunjungan wisatawan dari tahun 2007 sampai 2014 terbanyak terjadi di Objek Wisata Lembah Harau 1.023.617 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 4,8, Objek Wisata Kapalo Banda 499.612 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 2,2, Objek Wisata Batang Tabik 447.096 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 3,2 , Objek Wisata Pusako Rumah Gadang 9.708 dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 4. Dapat disimpulkan perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota masih butuh perhatian khusus seperti kegiatan pemberdayaan SDM yang berkualis agar pengelolaan terlaksana dengan baik serta pemeliharaan sarana prasarana agar objek wisata tersebut dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, baik bagi pemerintah maupun masyarakatPenelitian ini membahas tentang perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tujuan penelitian ini untuk melihat perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota sesuai dengan Teori Butler tahun 1980 dari Model Tourism Area Life Cycle ( TALC)
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah objek wisata andalan Kabupaten Lima Puluh Kota yaitu Objek Wisata Lembah Harau, Objek Wisata Batang Tabik, Objek Wisata Pusako Rumah Gadang, dan Objek Wisata Kapalo Banda. Jenis analisi data yang digunakan adalah analisis data sekunder (ADS) dan Scoring Model dari Gunn dan Model TALC sebagai alat ukur dalam penelitian yaitu perkembangan objek wisata ditahap Eksplorasi (exploration), Tahap keterlibatan (involvemento), Tahap Pengembangan (development), Tahap Konsolidasi (Consolidation), Tahap kestabilan (stagnation), Tahap penurunan kualitas (decline), dan Tahap peremajaan kembali (rejuvenate). Data yang diolah yaitu data sekunder yang didapatkan dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Lima Puluh Kota.
Hasil temuan peneliti diperoleh: 1) Tahap perkembangan objek wisata ditinjau dari aspek jumlah kunjungan dan sarana prasarana yaitu a) Objek Wisata Lembah Harau berada di Tahap Kestabilan (Stagnation), b) Objek Wisata Batang Tabik berada pada Tahap Konsolidasi (Consolidation), c) Objek Wisata Pusako Rumah Gadang berada pada Tahap Penurunan Kualitas ( Decline), d) Objek Wisata Kapalo Banda berada pada Tahap Keterlibatan (Involvement). 2) Jumlah kunjungan wisatawan dari tahun 2007 sampai 2014 terbanyak terjadi di Objek Wisata Lembah Harau 1.023.617 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 4,8, Objek Wisata Kapalo Banda 499.612 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 2,2, Objek Wisata Batang Tabik 447.096 jiwa dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 3,2 , Objek Wisata Pusako Rumah Gadang 9.708 dan perkembangan sarana prasarana dengan skor 4. Dapat disimpulkan perkembangan objek wisata di Kabupaten Lima Puluh Kota masih butuh perhatian khusus seperti kegiatan pemberdayaan SDM yang berkualis agar pengelolaan terlaksana dengan baik serta pemeliharaan sarana prasarana agar objek wisata tersebut dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, baik bagi pemerintah maupun masyaraka
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA LINTAS MINAT GEOGRAFI TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X MIA SMA NEGERI 3 TELADAN KOTA BUKITTINGGI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh motivasi intrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi, (2) pengaruh motivasi ekstrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi, dan (3) pengaruh motivasi belajar siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi kelas X MIA tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa lintas minat geografi kelas X MIA SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi sebanyak 104 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode random sampling dan menggunakan rumus Slovin dalam Siregar, sehingga sampel penelitian berjumlah 82 orang. Instrumen yang digunakan berupa angket. Sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan uji coba angket untuk menentukan validitas dan realibilitas instrumen penelitian. Teknik analisis data adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi intrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi dengan kontribusi 19,8%, (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi ekstrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi dengan kontribusi 15,9%, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi kelas X MIA tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi dengan kontribusi 26,3%.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh motivasi intrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi, (2) pengaruh motivasi ekstrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi, dan (3) pengaruh motivasi belajar siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi kelas X MIA tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa lintas minat geografi kelas X MIA SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi sebanyak 104 orang. Sampel penelitian ini diambil menggunakan metode random sampling dan menggunakan rumus Slovin dalam Siregar, sehingga sampel penelitian berjumlah 82 orang. Instrumen yang digunakan berupa angket. Sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan uji coba angket untuk menentukan validitas dan realibilitas instrumen penelitian. Teknik analisis data adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi intrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi dengan kontribusi 19,8%, (2) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi ekstrinsik siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi dengan kontribusi 15,9%, (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa lintas minat geografi terhadap hasil belajar geografi kelas X MIA tahun pelajaran 2015/2016 SMA Negeri 3 Teladan Kota Bukittinggi dengan kontribusi 26,3%
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIKMODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN CAPAIAN KOMPETENSI LULUSAN PESERTADIDIK DI SMAN 3 MANDAU
ABSTRAK
Para Guru telah mencoba untuk menggunakan berbagai pendekatan dan metode untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran. Fokus dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi pembelajaran dan capaiankompetensi lulusan pembelajaran Geografi, dalam materi Potensi Geografi Indonesia dengan menerapkan pendekatan saintifik dengan model Discovery Learning. Penelitian ini dilakukan pada semester pertama siswa kelas XI IIS tahun pelajaran 2014/2015 di SMAN 3 Mandau. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas empat langkah: Perencanaan, pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Data dikumpulkan melalui penggunaan Lembar observasi dari aktivitas pembelajaran, dan juga dari peningkatan capaian kompetensi lulusan pembelajaran peserta didik. Untuk itu, penemuan dari penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pendekatan Saintifik dengan menggunakan Model Discovery Learning dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi pembelajaran dan capaian kompetensi lulusan peserta didik dalam materi Potensi Geografis Indonesia pada mata pelajaran Geograf
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS X.7 SMA NEGERI 1 NAN SABARIS KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ABSTRACT
This study aims to identify and understand the increased activity and student learning outcomes in the implementation of the learning model using a model cooperatif geography of NHT type.
This research is Classroom Action Research (PTK). The subjects were X.7 Class SMAN 1 Padang Pariaman District Nan Sabaris the second semester of academic year 2013/2014 the number of students as many as 33 people consisting of 17 men and 16 women, where the selection is based on the research subject activities and student learning outcomes are still low.
The results of this study indicate that: 1) Student learning activities with the learning model cooperatif NHT type the Geography classroom learning X.7 Nan Sabaris SMAN 1 Padang Pariaman District can be implemented according to plan, in which the activity of the students at the end of the cycle reaches a very high activity category with value of 88.79%. 2) The results of student learning in the classroom teaching Geography X.7 Nan Sabaris SMA 1 Padang Pariaman District with cooperatif NHT type can be improved with the achievement of mastery learning is able to provide the level of 87.5% and only 12.50% of students who are not able to provide completeness in learning Geography. This means that full implementation of each phase of a class action (PTK) may exceed the achievement of specified targets, namely 80%. 3) The student activity dibatu by the teacher directly collaborator in learning Geography with cooperatif NHT type can be considered excellent given. Activities students have been able to achieve the learning targets at each cycle III, so that students can achieve the learning outcomes exceeds a predetermined KKM
ANALISIS POLA PENYEBARAN PENYAKIT DIARE DI KABUPATEN BOGOR
Diarrheal disease is an endemic disease in Indonesia, meaning it occurs continuously in all regions both in the city and in the village, especially in poor areas. In poor areas are generally diarrhea diseases are considered not as a dangerous disease, so the way healing is not through medical treatment. In fact, diarrhea can cause system disturbances or complications that are very harmful for the sufferer. Some of them are fluid and electrolyte disturbances, hypovolemia shock, various body disorders, and if not handled properly can cause death. Thus it becomes important for the nurse to know more about diarrhea, the negative impact it has, and the handling and prevention of its complications.
The objective of this study was to determine the pattern of diarrheal disease spread in Bogor Regency. The method according to the purpose of this research is Ordinary Kriging. To know the distribution of diarrhea disease in Bogor Regency by looking at the result of countour plot. Based on the countour plot, the area that has the highest number of diarrhea sufferers around Barekah and Bojonggenteng villages is marked with White contour color with the range of diarrhea sufferer is 40 - 42 people. Areas with the highest number of diarrheal diseases indicate that the area has a relationship with the number of diarrheal diseases in the surrounding area. Therefore, the area needs to be prioritized in improving water sanitation, counseling to the community and improving health services
KARAKTERISTIK PELAKU MOBILITAS DI KELURAHAN SUNGAI PIRING KECAMATAN BATANG TUAKA KABUPATEN INDRAGIRI HILIR PROPINSI RIAU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang : :(1) Karakteristik pelaku mobillitas kepala keluarga laki-laki, (2) Karakteristik pelaku mobillitas kepala keluarga perempuan, (3) Karakteristik pelaku mobillitas istri, (4) Karakteristik pelaku mobillitas anak.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sungai Piring Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Penetapan sampel adalah masyarakat yang ada di Kelurahan Sungai Piring dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 82 Kepala Keluarga. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara pengisian angket oleh responden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan persentase, tabulasi menggunakan spss.
Hasil penelitian ini menemukan: (1) Karakteristik pelaku mobilitas kepala keluarga laki-laki berumur 19-60 tahun, jenis pekerjaan dominan adalah petani, tingkat pendidikan umumnya tamat SD. Alasan melakukan mobilitas karena pekerjaan, tujuan mobilitas adalah ladang. Jenis mobilitas adalah mobilitas harian dan mingguan, dengan durasi 5-10 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor, jalan kaki, mobil dan kapal, (2) Karakteristik pelaku mobilitas kepala keluarga perempuan berumur 41-50 tahun, pekerjaan paling dominan adalah IRT,tingkat pendidikan umumnya tamat SD. Alasan melakukan mobilitas untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tujuan mobilitas pasar. Jenis mobilitas adalah mobilitas harian dan mingguan, dengan durasi 2-8 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor dan jalan kaki, (3) Karakteristik pelaku mobilitas istri berumur 20-60 tahun, pekerjaan paling dominan adalah IRT, tingkat pendidikan umumnya tamat SD. Alasan melakukan mobilitas untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tujuan mobilitas adalah pasar. Jenis mobilitas adalah mobilitas mingguan, dengan durasi 2-9 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor dan jalan kaki, (4) Karakteristik pelaku mobilitas anak berumur 7-40 tahun, pekerjaan paling dominan pelajar, dengan tingkat pendidikan umumnya masih SD dan SMP. Alasan melakukan mobilitas karena pendidikan, dimana tujuan mobilitas adalah sekolah. Jenis mobilitas adalah mobilitas harian, dengan durasi 4-10 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor dan jalan kaki.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang : :(1) Karakteristik pelaku mobillitas kepala keluarga laki-laki, (2) Karakteristik pelaku mobillitas kepala keluarga perempuan, (3) Karakteristik pelaku mobillitas istri, (4) Karakteristik pelaku mobillitas anak.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sungai Piring Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Penetapan sampel adalah masyarakat yang ada di Kelurahan Sungai Piring dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 82 Kepala Keluarga. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara pengisian angket oleh responden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan persentase, tabulasi menggunakan spss.
Hasil penelitian ini menemukan: (1) Karakteristik pelaku mobilitas kepala keluarga laki-laki berumur 19-60 tahun, jenis pekerjaan dominan adalah petani, tingkat pendidikan umumnya tamat SD. Alasan melakukan mobilitas karena pekerjaan, tujuan mobilitas adalah ladang. Jenis mobilitas adalah mobilitas harian dan mingguan, dengan durasi 5-10 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor, jalan kaki, mobil dan kapal, (2) Karakteristik pelaku mobilitas kepala keluarga perempuan berumur 41-50 tahun, pekerjaan paling dominan adalah IRT,tingkat pendidikan umumnya tamat SD. Alasan melakukan mobilitas untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tujuan mobilitas pasar. Jenis mobilitas adalah mobilitas harian dan mingguan, dengan durasi 2-8 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor dan jalan kaki, (3) Karakteristik pelaku mobilitas istri berumur 20-60 tahun, pekerjaan paling dominan adalah IRT, tingkat pendidikan umumnya tamat SD. Alasan melakukan mobilitas untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tujuan mobilitas adalah pasar. Jenis mobilitas adalah mobilitas mingguan, dengan durasi 2-9 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor dan jalan kaki, (4) Karakteristik pelaku mobilitas anak berumur 7-40 tahun, pekerjaan paling dominan pelajar, dengan tingkat pendidikan umumnya masih SD dan SMP. Alasan melakukan mobilitas karena pendidikan, dimana tujuan mobilitas adalah sekolah. Jenis mobilitas adalah mobilitas harian, dengan durasi 4-10 jam, menggunakan sepeda, sepeda motor dan jalan kaki
KEARIFAN ARSITEKTUR RUMAH GADANG MINANGKABAU DALAM MITIGASI BENCANA
Abstrak
Sumatera Barat termasuk salah satu wilayah yang memiliki kerawanan bencana yang tinggi, kondisi ini dipengaruhi oleh tatanan geologi yang kompleks sehingga rawan dengan bencana geologi gempabumi. Arsitektur Rumah Gadang sebagai produk kearifan lokal yang bernilai mitigasi, merupakan sarana untuk mempertahankan dan melestarikan nilai luhur kebudayaan. Terjadinya gempa bumi di Sumatera Barat yang meluluhlantakkan sebagian daerahnya khususnya Padang dan Pariaman, masyarakat diingatkan kembali akan kemampuan rumah Gadang untuk bertahan dari sifat destruktif gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kearifan arsitektur rumah gadang minangkabau dalam mitigasi bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengkajian data deskriptif dalam bentuk uraian melalui metode naturalistik. Hasil penelitian menunjukkan: arsitektur rumah gadang Minangkabau sebagai kearifan lokal dalam mitigasi bencana merupakan suatu karya arsitektur yang seimbang dan disesuaikan dengan iklim alam yang tropis dan geologi yang labil
PENINGKATAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM TEACHING
Abstrak: Proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Kalirejo tidak kondusif dan pasif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu: primer dan sekunder. Analisis yang digunakan adalah persentase nilai hasil belajar tiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar disetiap siklusnya yaitu pada siklus I persentasenya 43,33%, siklus II persentasenya 81,81% dan siklus III persentasenya 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar geografi dapat menggunakan model quantum teaching