RUMAH JURNAL STAI AL-AZHAR GRESIK
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS DIRECT METHODE DALAM MENINGKATKAN KEMAHIRAN BERBICARA BAHASA ARAB
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menggunakan bahasa Arab bagi mahasiswa lulusan dari SMA/ SMK yang belum pernah mendapatkan pembelajaran bahasa Arab, terutama dalam hal melafadzkan maupun menulisbahasa Arab dengan fasih,upaya untuk mengefektifkan metode langsung dalam pembelajaran bahasa Arab dikelas merupakan langkah yang sangat tepat untuk menghasilkan mahasiswa yang memiliki empat kemahiran yaitu; kemahiran menyimak, kemahiran berbicara, kemahiran membaca, dan kemahiran menulis.oleh karena itu keberhasilan dalam penguasaan bahasa Arab terutama kemahiran mahasiswa dalam berbicara bahasa Arab yang menjadi salah satu ketertarikan peneliti pada pembelajaran bahasa Arab di STAI Al-Azhar Menganti Gresik, makadalam pembelajaran bahasa Arab penulis memilih direct method metode langsung selama satu semester. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan interview .Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field research) bersifat penelitian kualitatif (Qualitative Research). Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana pengertian pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran bahasa Arab,serta pengaruhnya terhadap peningkatan mahasiswa menggunakan Bahasa Arab, serta adakah peningkatan kemampuan berbicara Bahasa Arab bagi mahasiswaKata kunci:,Direct Method, kemahiran berbahasa Arab, Program regular PA
Madzhab Dan Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan
Mazhab adalah pokok pikiran atau dasar yang digunakan oleh Imam mujtahid dalam memecahkan masalah; atau mengistinbathkan hukum Islam. Munculnya mazhab, sebagai bagian dari proses sejarah penetapan hukum islam tertata rapi dari generasi sahabat, tabi’in, hingga mencapai masa keemasaan pada khilafah Abbasiyah, akan tetapi harus diakui madzhab telah memberikan sumbangsih pemikiran besar dalam penetapan hukum fiqh Islam.Sebab-sebab terjadinya perbedaan pendapat/mazhab dikarenakan perbedaan persepsi dalam ushul fiqh dan fiqh serta perbedaan interpretasi atau penafsiran mujtahid.Menganut paham untuk bermahzab, dikarenakan faktor “ketidakmampuan” kita untuk menggali hukum syariat sendiri secara langsung dari sumber-sumbernya (Al-Quran dan as-Sunnah). Bermadzhab secara benar dapat ditempuh dengan cara memahami bahwa sungguhnya pemahaman kita terhadap perbedaan pendapat di kalangan mazhab-mazhab adalah sesuatu yang sehat dan alamiah, bukan sesuatu yang janggal atau menyimpang dari Islam.
Kata Kunci : Madzhab dan Perbedaa
Executive Summary Harmoni Empat Agama dalam Satu Desa
Studi Pemahaman Terhadap Nilai Pluralitas dan Toleransi Beragama di Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasa
Teknologi Pembelajaran Pai (Pendidikan Agama Islam) Dalam Paradigma Konstruktivistik
Pengajaran Pendidikan Agama Islam di lembaga-lembaga sekolah seringkali menuai kegagalan, karena meskipun para siswa sudah diberi pelajaran tersebut, namun di masyarakat mereka seringkali tidak menggunkannya atau mengaplikasikan apa yang mereka peroleh melalui sekolahnya, pembelajaran PAI di sekolah seolah-olah menjadi pelajaran selingan, tidak lebih penting dari pada pelajaran-pelajaran seperti Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi, padahal Pendidikan Agama Islam seharusnya mempunyai dua karakteristik Pembelajaran yaitu transfer of knowledge dan transfer of value, oleh karena itu dalam pemikiran konstruktivistik iniakan dijumpai bagaimana pembelajaran PAI tidak harus dilakukan, agar materi-materi PAI tidak hanya sekedar menjadi wacana bagi penerimanya, tetapi menjadi buah yang mempribadi bagi mereka.
Kata kunci: Konstrukvistik, Teknologi Pembelajaran, Pendidikan Agama Isla
Al-Tsabit Wa Al-Mutahawwil, Adonis Dan Kritik Terhadap Kejumudan Budaya Arab Islam
This article seeks to provide a theoretical concept of how to understand Adonis thought. Historical analysis, combine with literary overview, is deployed to trace the empirical passage of Adonis thought al-Tsabit wa al-Mutahawwil concept. This article argues that al-Tsabit wa al-Mutahawwil is the new concept for Arabs cultural studies. Following this process, the concept of al-Tsabit wa al-Mutahawwil have been found the two mindstream in the Arab world, aql (rational) and naql (text).
Keywords: Sastra Arab, kebudayaan, al-Tsabit wa al-Mutahawwi
Hubungan Antara Persepsi Tentang Program Multimedia Dan Minat Belajar Dengan Motivasi Belajar Siswa Jurusan Multimedia
Abstract. This study aims to prove a correlation between perceptions of multimedia program and learning interest of student’s learning motivation on multimedia department. The samples of this study are 80 students of SMK YPM 3 Taman Sidoarjo. The results of this study are there is a correlation between perceptions of multimedia program and learning interest of studen’t learning motivation. According to the data analysis result by using Multiple Regression Analysis known F=7.792 with a significance level (p)<0.001. the effective contribution of these variables 16,8% and the remaining is 83,9%, it is caused by other variables that are not measured by the researcher.
Abstraksi: penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara persepsi tentang program multimedia dan minat belajar terhadap motivasi belajar siswa jurusan mltmedia. Sampel penelitian ini sebanyak 80 siswa SMK YPM 3 Taman, Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi siswa tentang program multimedia dan minat belajar dengan motivasi belajar siswa ( F= 7.793 dengan taraf signifikasi (p)<0.001). sumbangan efektif kedua variable tersebut adalah 16,8% sisanya sebesar 83,9% di sebabkan oleh variable lain.
Kata kunci: persepsi, minat belajar, motivasi belaja
Syair Dalam Perspektif Hadis Nabi
Syair sebagai salah satu produk karya sastra telah lahir sejak zaman nabi bahkan lebih jauh sebelum itu, sebab bangsa Arab dikenal dengan jago syair, bahkan akar syair yang dipelajari di Indonesia pun berasal dari Arab. Dalam literatur hadis banyak ditemukan hadis yang melarang melakukan dan mengucapkan syair. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji secara detail apa sebenarnya status hads tersebut. hadis tentang larangan syair dan bersyair bersifat temporal karena syair yang terlarang adalah syair yang menyalahi aturan-aturan syariat, dan syair yang tercela adalah syair-syair yang disusun untuk merendahkan martabat manusia secara umum dan kaum muslimin secara khusus dan syair yang sangat menyibukkan melebihi kesibukan dalam membaca al-Qur'an dan beribadah kepada Allah. Adapun syair-syair yang disusun dengan tidak mengenyampingkan apalagi meninggalkan ibadah kepada Allah dengan tujuan untuk menyadarkan manusia dari keterpurukan mereka atau membangkitkan semangat kaum muslimin dan melemahkan semangat kaum kafir dan sesuai dengan al-Qur'an dan Sunnah, maka syair tersebut adalah syair yang dibolehkan dan bahkan mendapatkan posisi terpuji dalam Islam
Kata Kunci: Syair, kontekstualisasi, hadis Nab
Komunikasi Dalam Manajemen Pendidikan
Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makhluk sosial, di antara yang dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik. Dalam hubungan seseorang dengan orang lain tentunya terjadinya proses komunikasi itu tentunya tidak terlepas dari tujuan yang menjadi topik atau pokok pembahasan, dan juga untuk tercapainya proses penyampaian informasi itu akan berhasil apabila ditunjang dengan alat atau media sebagai sarana penyaluran informasi atau berita. Proses komunikasi akan efektif apabila komunikator melakukan perananya, sehingga terjadinya suatu proses komunikasi yang baik dan sesuai dengan harapan, di mana gagasan-gagasan atau ide dibahas dalam suatu musyawarah antara komunikator dengan komunikan, dan terjadi pemahaman tentang informasi atau segala sesuatu hal menjadi pokok dari pembahasan untuk mengarah pada kesepakatan dan kesatuan dalam pendapat. Selanjutnya bahwa dalam proses komunikasi terbagai dalam dua macam, yang meliputi komunikasiaktif dan komunikasi pasif. Proses komunikasi akan berjalan dengan baik dan efektif jika ide, gagasan dan informasi dimiliki secara bersama-sama oleh manusia yang terlibat dalam perilaku komunikasi. Begitu juga dengan komunikasi instruksional. Materi pelajaran akan dicerna dengan baik, jika materi yang disampaikan dapat dimaknai sama oleh peserta didik sebagaimana yang dimaksudkan oleh pendidik.
Kata Kunci : Komunikasi, Pendidikan, Komunikator, Manajeme
Kontribusi Al-Syafi’i Dalam Masalah Ikhtilaf Al-Hadits
Kajian hadis-hadis bertentangan telah dimulai sejak sebelum masa al-Syafi’i. Namun, baru di tangan al-Syafi’i, kajian ini menemukan bentuk teoretisnya terutama melalui karya yang berjudul Ikhtilâf al-Hadîts. Karya ini muncul sebagai bagian dari usaha al-Syafi’i dalam mengkonstruksi bangunan fikih, terutama aliran ahli hadis dengan memberikan penguatan pada basis teoretisnya untuk menghadapi serangan ahli ra’yu, inkar al-Sunnah, dan kelompok Kalam. Al-Syafi’i merasa berkepentingan meneguhkan eksistensi sunnah dengan segala variannya. Secara intern, al-Syafi’i harus menghadapi dan menyelesaikan problem hadis-hadis yang saling bertentangan yang merupakan celah yang dapat dimanfaatkan kaum yang menolak hadis sebagai bagian dari syariah. Di sinilah perlunya mengetahui perjalanan awal Mukhtalif al-Hadîts.
Kata Kunci: Mukhtalif, Ikhtilaf, Hadis, al-Syafi’
Pendidikan Islam (Perspektif Tafsir Emansipatoris) Solehuddin Al-Ayyubi
Pendidikan bermakna variatif, mencakup pengembangan, peningkatan dan perubahan Islam memberikan makna pendidikan lebih dari sekedar makna tadi. Aksentrasi pendidikan Islam terletak pada proses pembebasan manusia yaitu pembebasan dari keterbelengguhan teologis, dari keterpurukan histories-sosiologis dari jebakan sosial politik dan anarki moralitas pendidikan akan bermakna lebih jika sudah memfungsikan dirinya sebagai alat pembebas.
Kata kunci : pendidikan, pendidikan Islam, Pembebasan