RUMAH JURNAL STAI AL-AZHAR GRESIK
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
Signifikansi Nilai-Nilai Islam Dan Peraturannya Dengan Ilmu Pengetahuan Modern
Masyarakat muslim dewasa ini menyadari bahwa dirinya merasa tertinggal dari segi penguasaan ilmu teknologi. Sementara barat, lewat berbagai pengembangan dan penelitian yang tiada henti-hentinya didesain untuk semata-mata kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, semakin berada pada barisan terdepan dalam keunggulan sains. Kenyataan ini amat mengherankan mengingat dalam beberapa abad sebelumnya pengembangan ilmu pengetahuan berada ditangan cendikiawan muslim terlebih pada saat yang sama barat baru saja belajar pada peradaban muslim lewat poros Andalus (Spanyol). Untungnya, sekarang ini sudah mulai muncul usaha-usaha untuk menyadarkan kembali pada proses pencapaian dan penguasaan IPTEK yang lepas dari genggaman generasi muslim pada abad-abad sebelumnya. Sungguhpun usaha itu mengalami hambatan dan rintangan yang tidak gampang. Akan tetapi sebagai sebuah usaha awal, diharapkan adanya kesadaran qur’anik dari masyarakat muslim, bahwa kita harus mengejar segala ketertinggalan itu
Pengajaran Remedial Sebuah Upaya Peningkatan Pendidikan Non Formal
Pengajaran remedial merupakan suatu kegiatan pendidikan yang bertujuan membantu anak didik untuk mengusai materi pembelajaran yang dirasakan belum cukup dikuasai. Kebutuhan akan pengajaran remedial ini, bukan hanya bagi calon peserta tes masuk perguruan tinggi saja, melainkan juga para siswa, mahasiswa, bukan para sarjana yang “belum siap pakai”. Mengingat para jasa pengajaran remedial cukup luas, tulisan ini mencoba memaparkan ruang gerak pengajaran remedial, langkah-langkah pengembangan serta fungsi-fungsinya dalam dunia pendidikan
Kata kunci: Bimbingan tes, teknik bimbingan, pengajaran remedia
Problem Live Style Dalam Dunia Pendidikan Kita
Secara sederhana pendidikan dimaknai se bagai upaya untuk melahirkan manusia terdidik (being educated), yang secara normatif bercirikan kritis, rasional, social, bertaqwa, bermoral dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Jika dunia pendidikan kemudian disebut-sebut ikut mempunyai andil (untuk tidak mengatakan paling bertanggung jawab) terhadap terjadinya krisis multi dimensional yang melanda bangsa ini, itu tak lain karena kehidupan social dan dunia pendidikan memiliki tali-temali yang erat. Pendidikan sebagai salah satu pranata social, sudah tentu tidak bisa lepas dari keterpengaruhan saling budaya. Sehubungan dengan itu, mengamati dunia pendidikan tentu tidak cukup hanya dengan melihat problem internal pendidikan, misalnya dari sudut pandang komponen pendidikan, tetapi tidak bisa tidak, harus dengan berbagai perspektif, misalnya budaya, social, ekonomi, politik, sejarah, filsafat dan lain-lain. Bahkan beberapa hal ini sangat menentukan corak atau wajah dunia pendidikan. Makalah sederhana ini akan melihat serba sedikit dunia pendidikan kita –ya… bolehlah disebut – dari sudut pandang kefilsafatan. Hal ini dimaksudkan untuk menemukan akar persoalan atau problem mendasar yang ‘bermain’ dalam dunia pendidikan kita, agar kemudian kita dapat mengambil sikap sesuai dengan posisi masing-masing.
Kata kunci : Problem, Edukasi, Religi, Spiritualita
Problematika Pendidikan Moral di Sekolah
Sekolah merupakan sebuah lembaga yang berusaha memproses input yang berupa siswa menjadi out put yang tidak hanya menguasai pengetahuan dari salah satu ranah saja, melainkan dari ketiga ranahnya yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik secara komprehensif termasuk di dalamnya pe ndidikan moral. Namun kenyataannya, sering dijumpai penyimpangan perilaku siswa, yang pada akhirnya muncul adanya degradasi moral pada siswa. Sekolah akan bermakna lebih jika sudah menerapkan pendidikan moral pada siswa secara totalitas
Pernikahan Mut’ah Dalam Perbandingan Manhaj Sunnah Dan Syi’ah
Menurut madzhab Sunnah, pernikahan mut’ah adalah haram untuk selamanya, sedangkan menurut madzhab Syi’ah mut’ah adalah halal untuk selamanya. Perbedaan tersebut selain disebabkan perbedaan penggunaan dalil yang eksploitatif, juga disebabkan oleh perbedaan manhaj dalam menghukumi masalah pernikahan mut’ah. Kelompok Sunnah menggunakan metode nasakh-mansukh, qiyas dan istislahi, sedangkan kelompok Syi’ah menggunakan metode tarjih, ijma’ sahabah, istishab dan istislahi. Secara metodologis, manhaj Syi’ah lebih meyakinkan bagi penulis, meskipun penulis tidak sepakat dengan hasil ijtihad Syi’ah yang membolehkan mut’ah secara mutlak. Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, ditemukan bahwa dalil normatif dari al-Qur’an dan Sunnah yang digunakan untuk mengharamkan mut’ah atau untuk menghalalkannya, sama-sama tidak mencapai derajat yang meyakinkan (qath’i). Sehingga penulis menyarankan bahwa yang seharusnya digunakan untuk mengharamkan atau menghalalkan mut’ah adalah dalil kemaslahatan.
Kata Kunci: Nikah Mut’ah, Sunnah-Syiah, Manha
Konstruk Pemikiran Pendidikan Islam Berwawasan Masa Depan
Kemanakah arah pendidikan Islam di masa depan harus dibawa? Sebuah pertanyaan klasik yang sering muncul tetapi sekaligus menantang bagi para civitas akademikanya untuk selalu memberikan jawabannya. Entah siapa yang salah, hingga saat ini, masyarakat umum masih mempunyai persepsi kurang menguntungkan terhadap pendidikan Islam. Faktanya, masih banyak pilihan orang tua memasukkan anaknya ke pendidikan Islam sebagai pilihan kedua setelah pilihan pertama ke lembaga pendidikan umum. Satu masalah bagi civitas akademika pendidikan islam untuk terus meneruskan jati dirinya agar lebih acceptable bagi masyarakat luas. Karena itu, pendidikan Islam harus selalu memperbaruhi sumber daya ke pendidikannya agar relevan dengan perkembangan masyarakat pengunanya. Agar arah pendidikan Islam dimasa depan tidak sekedar mengikuti arus perubahan yang telah terjadi, maka pendidikan Islam perlu untuk memikirkan kembali filsafat, teori, dan kurikulum pendidikannya. Dengan demikian pendidikan islam tidak akan kehilangan jati dirinya sendiri, tetapi justru yang terjadi adalah pendidikan islam tidak akan memainkan peranan aktif dalam arus pergaulan global yang sedang berjalan ini.
Kata kunci : Pendidikan Islam, Globalisasi, Filsafat, Teori, dan Kurikulum  
Pencitraan “Liyan” Sebagai Musuh Telaah Gerakan Islam Radikal Di Indonesia
This research investigates hizbut tahrir (HTI) and majelis mujahidin Indonesia (HTI), as Islamic fundamentalist groups. The investigation deals thoroughly with three aspect of Islamic fundamentalist movement: (1) its ideological construct (roots) and its objectification, (2) the perception to the “other” as enemy, and (3) its expression to gain the idealism (applying sharia and khilafah). To conduct the investigation this study draws on qualitative research paradigma, which is implemented by the methods of documentation, depth interview and participant observation. The investigation of this research shows the following result. Firstly, HTI and MMI are to be regarded as an axemplar of universalistic religio-political fundamentalist group. This term is coined to suggest that the movement as HTI and MMI as a fundamentalist group is not only based on religious motives but also on political motives with universal orientation. HTI and MMI have as its political target the determination to reestablish the Islamic state of khilafah. In the opinion of them, this institution will constitute a political umbrella for all Islamic ummah. Secondly, HTI dan MMI have a feeling of being under attack coupled with distrust of kafir in friendship or alliance. Thirdly, they have attention to the perpetual conflict between muslims and non-muslims and insistence that it can cease only by non-Muslim submission to a muslim ruler or Islamic law under the status of dhimmi.
Kata Kunci: Islam radikal, liyan, pencitraa
Psikoterapi Islami Ala Pondok Pesantren Suryalaya Surabaya Sebagai Alternatif Penyembuhan Depresi Korban Penyalahgunaan Narkotika
Anak yang stres karena berbagai macam persoalan, mudah terjebak penyalahgunaan narkotika. Mereka menganggap dengan mengkonsumsi narkotika dapat melupakan permasalahan yang dihadapi, padahal justru akan menambah permasalah baru yang lebih parah yaitu depresi. Untuk mengatasi permasalahan depresi mental akibat korban penyalahgunaan narkotika tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan agama, karena agama dapat diperankan sebagai psikoterapi depresi mental korban penyalahgunaan narkotika. Hal tersebut telah dibuktikan oleh pondok pesantren Suryalaya Surabaya dalam menangani anak bina yang mengalami depresi mental akibat mengkonsumsi narkotika. Masalah ini ditulis berdasarkan hasil penelitian di Pondok Pesantren Suryalaya Surabaya dengan tujuan untuk mendeskripsikan fenomena yang terjadi dalam kasus rehabilitasi sosial depresi mental korban penyalahgunaan narkotika di pondok pesantren tersebut. Dan pertanyaan yang akan dijawab adalah apa program utama Pondok Pesantren Suryalaya dalam penyembuhan depresi mental korban penyalahgunaan narkotika? Bagaimana langkah-langkah penyembuhan yang dilakukan di Pondok tersebut?
Kata kunci : Psikoterapi Islam, depresi mental korban narkotika, penyembuhan
Metodologi Penafsiran Al-Qur’an
Begitu mendengar kata “tafsir” yang ada dalam benak kita biasanya langsung tentang suatu pemaparan atau penjelasan Al-Qur’an ayat demi ayat, surat demi surat sampai surat terakhir Al-Qur’an. Padahal tafsir bukanlah demkian. Pemaparan atau penjelasan ayat demi ayat secara beruntun dari ayat-ayat Al-Qur’an hanyalah salah satu dari sekian banyak metode penafsiran. Cara penafsiran seperti itu disebut metode tahlily, memaparkan atau menjelaskan ayat-ayat yang ada dalam Al-Qur’an secara beruntun dari awal sampai akhir.
Dalam tulisan ini akan dijelaskan model-model atau metode-metode penafsiran Al-Qur’an yang selama ini dikenal dalam masyarakat Islam, ditambah sedikit tentang kemunculan dan perkembangannya juga sumber-sumber yang digunakan dalam penafsiran.
Kata Kjunci : Tafsir, Metode, Ra’yi, Tahlily 
Pola Pikir, Sikap Dan Prilaku Toleran Peserta Didik
Pendidikan fiqih sangat berpengaruh terhadap peserta didik dalam membentuk pola pikir, sikap dan prilaku toleransi terhadap pendapat Mujtahid yang bervarian.Pola pendidikan yang digunakan adalah Pendidikan ideologi dengan cara internalisasi nilai, sosialisasi dan pengarahan.Perubahan yang dikehendaki (intended-change) atau perubahan yang direncanakan (planned-change) harus konsisten agar tidak terjadi penyimpangan dari yang direncanakan. Pokok dari materi ajar yang sangat mempengaruhi terhadap peserta didik agar bisa menjadi toleran terhadap pendapat lain yang varian, adalah; materi sumber hukum islam, yang mencakup sumber hukum yang disepakati (al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, dan Qiyas ) sedang yang diperselisihkan adalah (Istihsan, istishhab, maslahah mursalah, syad al-dzarai, syar’u man qablana ‘urf dan madhhab shahabi), dan materi tentang ijtihad. Metode yang bervarian inilah yang dipakai oleh para pakar hukum islam dalam berijtihad untuk menggali hukum. Tentunya, dengan metode yang bervarian ini akan menghasilan pendapat yang berbeda pula. Sedang hasil pendapat para mujtahid diakui oleh Nabi, terlepas benar atau salah. Sehingga tidak ada pilihan dalam mensikapi perbedaan pendapat tersebut kecuali saling menghormati dan toleransi
Kata Kunci : Fiqih, Pola Pikir dan Tolera