RUMAH JURNAL STAI AL-AZHAR GRESIK
Not a member yet
265 research outputs found
Sort by
Signifikansi Pemikiran Sayyid Abdullah Bin Alwi Al-Haddad Dalam Kitab Risalah Al-Muawanah Tentang Pendidikan Akhlak
Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad is a famous figure of Sufism. One of the books is the Minutes of Al-Mu'awanah, this study aims to find out how moral education according to Sayyid Abdullah Bin Alwi Al-Haddad in the Book of Al-Mu'awanah. The questions to be answered through this research are: (1) How is moral education according to Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad in the Book of Minutes of Al-Mu'awanah (2) What are the implications of the moral education of the Book of Al-Muawanah treatise according to Sayyid Abdullah bin Alwi Al- Haddad in everyday life. The research method used is library research. The data obtained is sourced from the literature. The primary data source is the Al-Mu'awanah Risalah, the secondary source is the translation and the other sources are the books and other books that are relevant and relevant to the research. The technical data analysis (content analysis) uses the Deductive method, the Inductive method. The findings of this study, show that the values of moral education contained in the book of the Book of Al-Mu'awanah by Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad is very relevant to education now, and is needed to change students who are currently still madhmumah. ), be a person of morality (good). The model of moral education in the Book of Al-Mu'awanah is arguably very practical and still holds fast to the Qur'an and the Hadith. The thoughts of Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad about the moral education contained in the Book of Al-Mu'awanah can be grouped into three large-scale writers. First: Morals to Allah SWT. Second: Moral towards yourself. Third: Moral towards the environmen
Pengaruh Kompetensi Guru Dan Latar Belakang Pendidikan Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Mi Bustanul Muta’alimin Menganti Gresik
Perkembangan dunia pendidikan memang akan dan selalu meningkat, peningkatan ini bukan hanya konten (isi) pembelajaran, media maupun metode tapi tuntuntan kualitas guru professional yang mempunyai kompetensi yang mumpuni. Kompetensi guru disini terdiri dari empat komponen yaitu pedagogik, professional, kepribadian dan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis data menggunakan model regresi linear dummy dengan variabel independennya adalah kompetensi guru dan latar belakang pendidikan, sedangkan variabel dependennya adalah hasil belajar siswa. Dengan menggunakan teknik dokumentasi diketahui bahwa kompetensi guru di MI Bustanul Mutaalimin berada dalam kategori cukup. Sehingga diperoleh model regresi linear dummynya adalah . Dimana Y menyatakan hasil belajar siswa, X menyatakan kompetensi guru, D1 menyatakan S1 PGMI dan D3 menyatakan S1 PGSD. Selain itu diketahui juga nilai R-square sebesar 0.838 atau sebesar 83.8% yang artinya model tersebut 83.8% telah mewakili untuk variabel independen (kompetensi guru dan latar belakang pendidikan) terhadap variabel dependen (hasil belajar siswa)
Problematika Pendidikan Moral Di Sekolah Dan Upaya Pemecahannya
Sekolah merupakan sebuah lembaga yang berusaha memproses input yang berupa siswa menjadi out put yang tidak hanya menguasai pengetahuan dari salah satu ranah saja, melainkan dari ketiga ranahnya yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik secara komprehensif termasuk di dalamnya pendidikan moral. Namun kenyataannya, sering dijumpai penyimpangan perilaku siswa, yang pada akhirnya muncul adanya degradasi moral pada siswa. Sekolah akan bermakna lebih jika sudah menerapkan pendidikan moral pada siswa secara totalitas
Sms Berhadiah Perspektif Fikih ( Komparasi Metode Istinbath Hukum MUI Dan NU)
Metode istinbat} adalah cara yang teratur dan berfikir baik-baik untuk mengeluarkan (menetapkan) kesimpulan hukum dalil-dalil (nas}) dengan sungguh-sungguh. Dalam menetapkan hukum-hukum MUI dan NU bertujuan untuk kemaslahatan umat Islam khususnya anggota-anggotanya dan para simpatisan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nahdlatul Ulama (NU) berbeda pendapat dalam istinbat} hukum pada masalah-masalah yang sama disebabkan adanya metode yang dipakai itu berbeda, yang demikian itu akan menimbulkan perbedaaan. Dalam konteks kuis SMS berhadiah, fatwa MUI dan NU sama yaitu kuis SMS hukumnya haram, namun dilihat dari aspek metodelogi, tanpaknya berbeda. MUI dalam mengistinbat}kan hukum kuis SMS berhadiah menggunakan metode qiya>s, kuis SMS berhadiah diqiya>skan dengan judi (maysir) karena illat-nya sama yaitu ada unsur untung-untungan dan spekulasi. NU dalam mengistinbat}kan hukum kuis SMS berhadiah menggunakan metode qaul ulama , bukan diqiya>skan secara illat karena secara definitif kuis SMS berhadiah sudah termasuik maysir karena dari permainan itu semua orang mengharapkan dirinya yang keluar sebagai pemenang untuk mendapatkan uang oprang lain dengan cara tidak benar. Dan hal tersebut diterangkan dalam al-Qur’a>n, Hadi>s| dan kitab-kitab kuning. Persamaanya adalah MUI dan NU dasar hukum yang digunakan untuk mengistimbat}kan hukum kuis SMS berhadiah sama yaitu menggunakan surat al-Maidah ayat 90-91. Sedangkan perbedaanya adalah MUI dalam mengistimbat}kan hukum kuis SMS berhadiah, pertama yang dikaji al-Qur’a>n dan hadi>s| terlebih dahulu baru kemudian pendapat para ulama. Sedangkan NU dalam mengistimbat}kan hukum kuis SMS berhadiah, pertama yang dikaji adalah pendapat para ulama terdahulu dalam kitab-kitab kuning baru kemudian diperkuat oleh al-Qur’a>n dan hadi>s|
Filsafat Pendidikan Islam Perspektif Ibnu Khaldun Dan Ikhwan Shafa
Melalui pendidikan, potensi yang terdapat dalam diri manusia akan diasah dan diperdayakan intelektualitasnya. Melalui konsep pendidikan yang beragam rumusannya dalam pemikiran para cendikiawan baik cendikiawan muslim maupun non muslim, diharapkan tumbuh generasi-generasi penerus yang berkarakter Islami. Meskipun dalam teori tentang pembentukan karakter manusia juga terdapat rumusan yang berbeda. Benarkah manusia lahir bagaikan selembar kertas putih yang akan terisi dengan goresan-goresan materi pendidikan yang akan membentuk karakter kepribadiannya. Ataukah manusia lahir dalam pola karakter yang sudah terbentuk, sehingga pendidikan hanya memupuk kesuburan modal karakter yang sudah ada. Lantas bagaimana dengan pemikiran Ibnu Khaldun dan Ikhwan Shafa dalam merumuskan pendidikan pembentukan karakter. Dua pemikir ini mempunyai pola pemikiran yang berbeda, namun ada titik persamaan dalam dasar teori yang ditemukan
Fungsi Pencatatan Perkawinan Dan Implikasi Hukumnya
Fenomena yang terjadi di masyarakat tidak jarang menimbulkan masalah yang butuh solusi atau penyelesaian yang terintegrasi dengan baik. Kasus yang diangkat dalam tulisan ini adalah fenomena perkawinan yang tidak dicatatkan atau tidak didaftarkan pada pegawai pencatat nikah dan implikasi hukumnya yang perlu dicarikan jalan keluarnya. Perkawinan yang tidak didaftarkan di dalam masyarakat masih sering kita jumpai, padahal perkawinan yang tidak didaftarkan implikasi hukumnya ada pihak-pihak yang dirugikan hak keperdataannya, meskipun dari aspek agama sah karena terpenuhinya syarat-syaratnya. Implikasi hukum yang muncul bisa berupa posisi hukum pihak perempuan yang lemah, status anak yang kelak akan dilahirkan, hak waris, harta waris dan lain-lain yang akan menjadi problem hukum bagi para pihak yang terkait. Perkawinan memang ada dua syarat yang harus dipenuhi supaya aman dan tidak ada pihak yang dirugikan. Kedua syarat itu ialah syarat materiil ,yaitu syarat yang telah ditentukan dalam agama terkait dengan perkawinan, sementara syarat yang kedua adalah syarat formil, yaitu bahwa perkawinan itu harus didaftarkan ke pegawai pencatat nikah sehingga posisi hukumnya kuat jika timbul persoalan hukum maka negara bisa memberi perlindungan dengan baik terhadap warganya karena status hukumnya jelas dan kuat disebabkan perkawinannya telah didaftarkan sehingga fungsi pencatatan nikah bisa memberi kepastian hukum dan para pihak posisi hukumnya tidak ada yang dirugikan
Mengenal Supervisi Manajerial Dalam Lembaga Pendidikan
Supervisi memiliki urgensitas untuk proses pengembangan lembaga pendidikan. Supervisi, bisanya, terbagi-bagi menjadi beberapa tingkatan dan perbedaan scope garapan. Tulisan ini tak ubahnya selayang pandang berbasis akademik tentang supervisi manajerial di lembaga pendidikan. Sebagaimana diektahui bahwa proses supervisi memiliki banyak cakupan dan campur tangan banyak orang. Oleh karenanya, tulisan ini ingin menawarkan beberapa proseduralisme dan kerangka tekhnis yang bisa dilakukan oleh seorang supervisor dalam melaksanakan supervisinya di sekolah. Fokus utama, sebagaimana tertera dalam judul di atas, adalah pada proses manajerialisme kelembagaan pendidikan. Artinya, supervisi yang dilakukan tidak berhubungan dengan satu pokok persoalan semata, misalnya supervisi di bidang pengembangan kurikulum sekolah atau peningkatan profesionalisme guru. Tulisan ini akan mengulas seluruh aspek yang ada di dalam tataran struktur dan manajemen sekolah. Keywords; Supervisi Manajerial, Lembaga Pendidikan 
Konseling Trait And Factor Bagi Siswa Yang Kesulitan Dalam Memilih Program Belajar
Bimbingan dan Konseling, pada hari ini, sudah merupakan elemen penting di dalam dunia pendidikan. Bimbingan dan konseling tak ubahnya instrumen terbarukan yang bisa membawa keberhasilan terhadap pembelajaran siswa, khususnya bagi mereka yang memiliki masalah. Tulisan ini adalah varian baru dalam menjalankan proses bimbingan dan konseling di sekolah. Secara teoritik, model ini cukup berhasil dilaksanakan untuk menghilangkan kesulitan belajar yang dihadapi oleh para siswa. Trait and Factor bisa diartikan sebagai suatu ancangan directive-counseling atau counselor centered, memiliki pandangan dasar bahwa kepribadian manusia merupakan suatu sistem sifat dan faktor yang saling bergantung. Bedasarkan hasil penelitian ini, di sebuah sekolah di Jawa Timur, dampak trait and factor dalam menangani siswa yang mengalami kesulitan dalam memilih program jurusan membawakan hasil yang positif. Dan bisa dilakukan generalisasi pada sekolah-sekolah yang memiliki masalah sama, karena prosesnya menggunakan aspek kebergantuangan antara kedua belah pihak.
Keywords; Trait and Factor, Bimbingan Konseling, Kesulitan Belaja
Manajemen Kewirausahaan Pondok Pesantren Berbasis Agrobisnis (Studi Kasus Di PP Mukmin Mandiri Dan PP Nurul Karomah)
Artikel ilmiah ini adalah hasil penelitian penulis terkait perkembangan model-model kemandirian yang diimplementasikan di pondok pesantren. Selama ini, kemandirian pesantren diasumsikan dengan tiga hal; pertama, ‘kekayaan’ Sumber Daya Alam yang dimiliki kiai. Kedua, kekuatan swadaya dan partisipasi masyarakat di dalam membantu pesantren. Ketiga, kegiatan bisnis yang ada di dalam pondok pesantren berbentuk koperasi dan kantin. Penelitian ini mengangkat dimensi yang berbeda di dua lokus pondok pesantren. Di PP. Mukmin Mandiri yang mengandalkan tata kelola agrobisnis modern. Yakni, memiliki SDM mumpuni, alat produksi, dan hal-hal lainnya. Serta di PP. Nurul Karomah yang mengorientasikan bisnis pertanian di pondok pesantrennya pada proses pengambilan laba langsung tanpa mereproduksi menjadi produk baru secara masif. Kendati ada, namun tidak begitu signifikan. Selain akan mendeskripsikan manajemen kewirausahaan, tulisan ini juga akan menggambarkan seberapa besar kontribusi yang diberikan kepada pondok pesantren melalui dunia usaha pertanian tersebut.
Keyword: Manajemen, Kewirausahaan, Agrobisnis, Pondok Pesantren  
Studi Pemikiran Pendidikan Islam Modern
Pendidikan Islam semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Banyak para pakar yang mendefinisikan dan bahkan mendesain ulang format pendidikan Islam khususnya pendidikan Islam modern seperti sekarang ini. Pendidikan Islam bukan hanya transfer of knowledge tetapi lebih merupakan pondasi keimanan dan kesalehan. Oleh karena itu, format pendidikan Islam yang bagaimanakah yang sesuai dengan kehidupan modern seperti sekarang. Melalui tulisan ini didapatkan bahwa Dalam menghadapi perubahan masyarakat modern, secara internal pendidikan Islam harus menyelesaikan persoalan dikotomi, tujuan dan fungsi lembaga pendidikan Islam, dan persolalan kurikulum atau materi yang sampai sekarang ini belum terselesaikan, Lembaga-lembaga pendidikan Islam perlu mendesain ulang fungsi pendidikan, dengan memilih model pendidikan yang relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat, Pendidikan Islam didesain untuk dapat membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan untuk bekerja lebih produktif, dan Pendidikan Islam harus mengembangkan kualitas pendidikannya agar memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang selalu berubah-berubah.
Key Word: Pendidikan Islam, modernisasi, pengembangan pendidika