RUMAH JURNAL STAI AL-AZHAR GRESIK
Not a member yet
    265 research outputs found

    Kezaliman Dalam Qur’an Dan Implikasinya Terhadap Hak Asasi Manusia (Pendekatan Tematik)

    No full text
    Tulisan ini menjelaskan tentang kezaliman manusia yang berarti berbuat aniaya terhadap orang lain sehingga berimplikasi terhadap hak asasi manusia yang harus dihormati. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan pendekatan tematik dalam memahami ayat-ayat Qur'an. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: a. Ayat tentang kezaliman ada 283 yang disebutkan dalam 96 surat dan terdapat 7 bentuk kata  dari term z}ulm yakni: fi’il ma>d}i (z}alama, z}alamat, z}alamtu, z}alamtum, z}alamaka, z}alamna>, z}alamahum, z}alamu>, z}alamu>na, z}alima, z}alamu>, az}lama), fi’il mud}a>ri’ (Taz}lim, taz}limu>, tazlimu>na, yaz}limu, liyaz}limahum, yaz}limu>na, tuz}lamu, tuz}lamu>na, yuz}lamu>na),  isim mas}dar (z}ulmun, z}ulman, z}ulmihi, z}ulmihim, z}alu>mun, z}alu>man, z}uluma>t), isim fa>’il (z}a>lim, z}a>limatan, z}a>limu>n, z}a>limi>, z}a>limi>n muz}liman, muz}limun), isim tafd}i>l (az}lamu, az}lama), isim maf’u>l (maz}lu>man), s}ifat (z}alla>min), b. Ayat dengan term baghyun ada 18 yang disebutkan dalam 14 surat dan terdapat 2 bentuk kata baghyun yakni: isim mas}dar (baghyun, baghyan, baghyukum, baghyihim, ba>ghin), fi’il ma>d}y (bagha>, baghat, baghaw). Makna kezaliman manusia dalam Qur'an adalah a. Kegelapan, yang mencakup 4 hal yakni kegelapan mata hati, kegelapan malam, tiga kegelapan (di dalam perut, rahim, dan selaput ketuban),  kegelapan di daratan dan lautan, b. Rugi atau berkurang, c. Melampaui batas dan keluar dari norma, d. Meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, e. Aniaya. Kezaliman dalam Qur'an yang berimplikasi terhadap HAM adalah: a. Menzalimi hak milik orang lain, berimplikasi pada pelanggaran hak kepemilikan sehingga muncul rasa tidak aman, persengketaan dan permusuhan, dan hilangnya rasa persaudaraan, b. Menzalimi harta anak yatim, berimplikasi pada pelanggaran terhadap hak personal, hak kepemilikan dan hak pengembangan diri sehingga kesejahteraan dan kesehatannya tidak terpenuhi, putus sekolah, tidak bisa mengembangkan potensi dirinya, c. Menghalangi orang-orang mukmin dari jalan-Nya, berimplikasi pada pelanggaran terhadap hak kebebasan memeluk agama dan beribadah sehingga tidak terwujudnya toleransi beragama dan kerukunan umat beragama yang mempengaruhi perdamaian dunia

    Ujroh Dana Talangan Haji (Studi Analisis Istinbath Hukum)

    No full text
    Sekarang kita telah memiliki landasan teori yang kuat, serta prinsip-prinsip sistem ekonomi islam yang mantap. Namun, dua hal ini belum cukup karena teori dan sistem menuntut adanya manusia yang menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam teori dan sistem tersebut. Dengan kata lain, harus ada manusia yang berperilaku, berakhlak secara professional (ihsan, itqan) dalam bidang tertentu yakni ekonomi. Baik dia berada pada posisi produsen, konsumen, pengusaha, karyawan atau sebagai pejabat pemerintah sekaligus. Karena teori yang unggul dan sistem ekonomi yang sesuai syariah sama sekali bukan merupakan jaminan bahwa perekonomian umat islam akan otomatis maju. Sistem ekonomi islam hanya memastikan bahwa tidak ada transaksi ekonomi yang bertentangan dengan syariah. Tetapi chimera bisnis tergantung pada man behind the gun-nya. Karena itu pelaku ekonomi dalam kerangka ini dapat saja dipegang oleh umat non-muslim. Perekonomian umat islam baru dapat maju bila pola pikir dan pola laku muslimin dan muslimat sudah itqan (tekun) dan ihsan (professional). Berdasarkan pada hal itu penulis tertarik untuk mengungkapkan sebuah realitas sosial yang terjadi pada sistem atau program dari perbankan syari’ah tentang adanya pembayaran ujroh dana talanagan haji, maka penulis mengangkat persoalan yang sudah terjadi dikalangan umat islam tersebut sebagai imbas dari terjadinya sistim antrian masa tunggu pemberangkatan haji dari Kementrian Agama  yang hampir 15 tahun, sehingga anak yang baru berumur 15 tahun sudah harus ikut daftar haji agar nanti berangkat dia genap berusia 30 tahun. Adapun orang dewasa yang sudah berumur 40 tahun ketika dia mendaftarkan masa tunggu haji, maka dia berangkat haji dipastikan berumur 55 tahun dengan berbagai macam resiko yang diterima terutama kesehatannya. Berkaitan dengan itu maka pihak perbankan syari’ah membuat program dana talangan haji bagi setiap orang muslim yang ingin menunaikan haji, pihak bank membayarkan kepada pihak Kementrian Agama sejumlah uang  atas nama perorangan yang ikut program aqad dana talangan haji tersebut untuk mendapatkan kuota haji, sedangkan bagi orang tersebut melunasi hutangnya  dengan cara di angsur tiap bulan sampai batas yang di tentukan oleh kedua belah pihak bersama dengan membayar ujroh kepada pihak bank senilai  10 % pertahun yang harus dibayarkan diawal bulan, pembayaran ujroh itu tidak akan terhenti selama orang tersebut belum melunasi hutangnya kepada bank. Menurut analisa istibath hukum dana talangan haji adalah berhukum boleh sesuai dengan akad yang di sepakati oleh kedua belah pihak ( antara perbankan syari’ah dengan calon jama’ah haji untuk mendapatkan porsi pemberangkatan haji). Adapun akad yang dipakai oleh perbankan adalah dengan menggunakan akad Kafalah bil Ujroh, yaitu akad penjaminan pelunasan porsi haji kepada kantor Kemenag RI sebagai instansi penyelenggaraan pemberangkatan haji ( selaku pihak ketiga) untuk memenuhi kewajiban calon jama’ah haji dalam mendapatkan porsi pemberangkatan haji ( selaku pihak kedua), maka atas kesepakatan akad inilah maka pihak perbankan syari’ah boleh menerima biaya (ujroh) dari pihak calon jama’ah haji

    Peran Dakwah Jamaah Hadrah Hubbun Nabi Dalam Meningkatkan Semangat Aktivitas Keagaman Remaja Desa Tanjungan Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik

    No full text
    Islam is a religion of da'wah, meaning religion that always encourages its adherents to always active Islamic teachings. Even the advanced pullback of Muslims relies heavily on the da'wah activities it does. Da'wah can be done by means of Bill-oral, Bil Qalam, bil of things and can go through various forums as long as its purpose is to invite to live the command of Allah SWT in the form of faith and exempvises his apostles. Through Da'wah which is filled with Dhikrullah, praise the Prophet Muhammad with the accompaniment of the music that will captivate the society especially the youth follow the religious activities carried out by the congregation Sulthan. From the background, there will be a desire from researchers to know the extent of the role of the propagation of the Congregation of the Hubbun Prophet in increasing the spirit of the activity of youth religious activities village of Driyorejo District of Gresik Regency. And what are the encouraging factors in increasing the spirit of the youth's religious activities. This research uses qualitative descriptive research. Data collection using observations, interviews, and documentation. Through interviews and observations it is known that the main subjects studied were the youth members of the Hubbun prophet. The results showed that the mosque returned to life with all the religious activities and the taxon of youth by the worshippers of the Prophet Hubbun. This activity is done by preaching the congregation is a dhikr, shalawat with the suffix Sulthan rebana, Tahlil, Ad-Diba'i, Yellow Book and others. With the dhikr and Shalawat the youth will feel calm in their souls so that they can think clearly and do good things. And through the Mauidzah Hasanah and good guidance can affect the morality and the lives of the youth who follow the congregation of the Sulthan. The spirit, cooperation, feeling of sincerity and high sacrifice from the managers in spending time for the activities of the congregation and the community who are conducive to make the activities of the Congregation of the Prophet Hubbun can run well. Keywords: da'wah, Hadrah, religious activity

    Psikologi Kanak-Kanak Awal Dan Akhir Prespektif Islam

    No full text
    Masa kanak-kanak awal adalah masa yang sangat penting, karena dalam rentang 5 masa kanak-kanak (Pranatal, masa bayi dan terlatih,masa kanak-kanak pertama, masa kanak-kanak kedua dan masa remaja), pribadi dan sikap seseorang dibentuk. Bila pada masa penting itu seseorang anak ” salah bentuk”, akibatnya bisa fatal. Maka mempelajari perkembangan Masa kanak-kanak awal, tidak terlepas dari memperlajari teori-teori perkembangan pengamatan anak. Dalam polanya kedua aspek tersebut memang berbeda tapi antara keduanya saling terkait ada kesamaan yang sangat mendasar yakni: adanya proses belajar mengenal atau menguasai objek, atas stimulus yang datang kepadanya, dengan menggunakan potensi yang dimilikinya

    Penanaman Nilai-Nilai Islam Dalam Membentuk Akhlak Mulia Melalui Kegiatan Mendongeng di TK Terpadu Nurul Amal Buyuk Bringkang Menganti Gresik

    No full text
    Islamic religious values ​​are all rules or rules of good behavior, which all have been regulated by Allah SWT. These rules include how to establish a relationship with God, relationships between human beings, and relationships with nature. Implanting Islamic Values ​​through Storytelling is a way to instill Islamic values ​​in children with a pleasant art of storytelling where in the story there are rules or rules of behavior that have been arranged by God, how to behave to Him, to others humans or friends, and to the natural surroundings. Some of the problems that researchers want to find out through this research are: a). What is the process of planting noble morals through storytelling activities at Nuradu Amal Kindergarten Buyuk Bringkang Menganti Gresik? b). What are the advantages and disadvantages of storytelling in the cultivation of noble moral values ​​in the Integrated Kindergarten Nurul Amal Buyuk Bringkang Menganti Gresik? The method used in this research is interview, observation, and documentation. The results showed that storytelling activities at Nurul Amal Buyuk Kindergarten were held every 2 weeks, with 1 hour duration, without class grouping. Fairytale material can be obtained from various sources. Before carrying out activities there are always preparations made including setting goals, preparing material, understanding content, and preparing visuals. The values ​​conveyed include courtesy, courtesy, and worship. Before starting the fairy tale the teacher will condition the atmosphere first, then say hello, convey today's activities, mention the title, convey the contents of the tale, evaluate with questions and answers. The weakness of this activity according to the teachers is the atmosphere is not conducive, misunderstanding the needs of children, children's hearts are unpredictable. The advantages of this activity are the children's favorite, facilitating the delivery of values, closer teacher and children's relationships

    Konsep Kebenaran Dalam Perspektif Al-Qur'an

    No full text
    Dalam kehidupan sehari-hari kata “benar” dan “kebenaran” berulang kali kita gunakan. Dalam bahasa pemberitaan, kata ini sangat populer untuk melawan kata “Bohong” atau “kebohongan” (Hoax). Dalam sejarah pemikiran Islam pun, kebenaran pernah menjadi bahan renungan (berpikir) serius oleh seorang ulama besar yaitu imam al-Ghazali, sebagai titik awal menemukan pengetahuan akan hakekat segala sesuatu. Dengan demikian dapat dikatakan disini bahwa kebenaran itu sesuatu term penting bagi kehidupan manusia. Dalam epistemologi kebenaran, selain bersumber dari kekuatan akal, kebenaran juga dapat didapatkan melalui wahyu yang berasal dari Tuhan Yang Maha Benar. Namun kebenaran wahyu ini pun tidak mudah diambil kesimpulan, karena kebenaran wahyu itu sering dianggap merupakan kebenaran muthlak dari Tuhan, tentunya untuk memahaminya masih membutuhkan penjelasan lebih mendalam. Untuk itu, Penulis tertarik untuk mengkaji  “Konsepsi Kebenaran dalam prespektif Al-Qur'an, yang diungkapkan melalui ayat-ayat al-Qur'an yang mempunyai kata al-Haq dengan mengunakan metode analisis-kualitatif. Dari ayat-ayat itulah kemudian dicari apa yang dimaksud dengan sesungguhnya dengan kata al-Haq tersebut. Hasil penelitianya dapat dikemukakan disini adalah lafadz Al Haq yang mengandung beberapa makna, antara lain: kebenaran menurut al-Qur'an, memiliki arti atau makna sesuatu yang wajib dinyatakan dan wajib ditetapkan, dan akal tidak akan bisa mengingkari eksistensinya, artinya pembenaran terhadap realitas

    Problematika Dan Tantangan Pendidikan Pondok Pesantren Di Era Informasi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis masalah yang dihadapi oleh pondok-pondok pesantren yang ada di Gresik dan peran aktif mereka berpartisipasi dalam pelaksanaan tujuan pendidikan nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Jumlah partisipan dalam penelitian ini meliputi Pengasuh /pimpinan pondok  pesantren, guru/ustadz Pengajar, dan pengelola yang bekerja di basis pendidikan islam tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan teknik diskusi kelompok. Hasil observasi disajikan secara deskriptif. Analisis data hasil wawancara dimulai dengan mentranskrip hasil, melakukan pengecekan ulang, menghilangkan bagian yang tidak diperlukan, dan mengodifikasi hasil untuk dijadikan tema-tema. Data hasil diskusi kelompok disajikan untuk memperkuat data hasil wawancara, dikodifikasi, dan dianalisis. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa problematika yaitu kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas, metode pengajaran yang masih bersifat tradisional dan belum banyak variasi, kebijakan kurikulum yang berubah- ubah, fasilitas pendidikan yang belum memadai, dan keuangan pesantren yang belum dapat mencukupi

    Drafted Leadership Theories; Modern And Islamic Perspectives Sources, Stand-Points And Leadership Spatialization On Educational Institution

    No full text
    Actually, in my sense, this paper theme was a difficult thing to be constructed. Because, the term of leadership was a huge discourse and still studied until this contemporary era. In other side, the shift of leadership study that far away from; collective evidence of leaders (in mean-stream) to personality and individual subjectivity; from common condition to situations were faced; and braches of method-theoretical framework were used, contributed the difficulties to write this paper more simply. So that, the paper will be focused, steered, and discussed three aspects of leadership studies: firstly, sources of leadership style and model based on scientific tradition (modern) or Islamic tradition. Secondly, the stand-point that contributes to frame leadership type. Thirdly, spatialization based on spatial theory what they call for leadership in educational administration or management studies. In the last, may this paper will give a new paradigm, how to frame and explain what leadership is, without bringing the normative perspective from religious life, because the leadership was a universal value that can arise from every human being, every place, and every situation based on the challenges face and the treat and solved them

    Hubungan Filsafat Dan Bahasa Arab (Studi Tentang Keterkaitan Filsafat Dan Bahasa Arab)

    No full text
    Filsafat merupakan "induk" atau "ibu" ilmu pengetahuan atau "Master Scientiarum" (Kaelan, 1996:1). Oleh karena itu, perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia terutama pada abad pertengahan munculnya ilmu pengetahuan‑ilmu pengetahuan khusus, seperti ilmu‑ilmu alam, fisika, kimia, kedokteran, biologi, pertanian, antropologi, ekonomi, sosiologi, psikologi, dan ilmu‑ilmu pengetahuan lainnya tidak dapat dipisahkan  dengan ilmu filsafat,  termasuk diantaranya adalah bahasa arab. Jadi, dengan demikian, ada pemahaman yang salah dari sebagian besar pembelajar Bahasa Arab yang menganggap bahwa mempelajari bahasa arab itu rumit dan sulit karena melulu mempelajari materi tentang nahwu, sharaf, balaghah tanpa mengaitkan dengan kajian filsafat. Dari sini, perlu diteliti lebih jauh mengenai hubungan keterkaitan Filsafat dengan Bahasa Arab dengan tujuan agar mendapatkan informasi ilmiah yang konprehensif dan utuh terkait hubungan keduanya. Jenis data penelitian ini adalah library research, yang digali mengikuti pemikiran‑pemikiran dari buku‑buku filsafat dan bahasa, khususnya bahasa Arab. Sumber data terdiri dari sumber primer yang berupa buku‑buku yang ada sangkut pautnya dengan analisis abstraksi (Aristoteles) dan tiga masalah utama dalam filsafat dan bahasa Arab. Sumber sekunder adalah buku‑buku yang kaitannya dengan filsafat dan bahasa Arab yang lain. Adapun hasil penelitiannya adalah bahwa bahasa arab itu merupakan cabang dari ilmu pengetahuan yang mengadung aspek yang luas, dalam arti bukan sekedar mengadung aspek linguistik semata tetapi juga aspek filosofis sehingga benar bila ada keterkaitan erat antara filsafat dan bahasa arab baik dari aspek ontologis, epistemologis maupun aksiologi

    Pemikiran Gus Dur Tentang Pendidikan Islam Multikultural

    No full text
    This study aims to explore Gus Dur's views on multiculturalism and the concept of multicultural Islamic education. This research belongs to the category of library research, because the main data source comes from literature review. The collected data is then analyzed using content analysis techniques with a descriptive approach. Indonesia is a country that consists of various ethnic groups, races, ethnicities, religions, languages. This diversity is a uniqueness that characterizes the Indonesian nation, diversity is sunnatullah, but on one side of the diversity often lead to conflicts between groups that have differences from one another. Multiculturalism is an understanding that upholds the values ​​of tolerance between groups with differing views on ethnicity, religion, culture, race, ethnicity and gender, this understanding offers equality between groups, and further promotes human values, namely equal rights to life. One of the ways to provide multicultural understanding is through education. The results showed that Gus Dur's multiculturalism thinking included several aspects, namely, the indigenization of Islam who wanted to integrate Islam with local culture. Democracy and the enforcement of human rights is a logical consequence that is considered as one of the dimensions and an inseparable part of Islamic teachings, so that the commitment to uphold humanitarian values ​​is obligatory. Humanism and plurality are entirely based on a deep understanding of the teachings of Islam and NU's own scientific traditions. The characteristics of Gus Dur's multiculturalism thinking are highly anthropological theological that emphasizes social contextualism. And the results of Gus Dur's thoughts on the concept of Multicultural Islamic education include the idea of ​​Gus Dur in an effort to display the image of Islamic education into social life is a multicultural-based Islamic education. Gus Dur believes that multicultural Islamic education can be done with various approaches and strategies. The curriculum that must be achieved in multicultural-based Islamic education must contain the universalism of Islamic teachings, humanitarian principles, the purpose of education must be emphasized more on the affective and psychomotor aspects coupled with spiritual and humanism aspects. Application of multicultural Islamic education, so that students who study are students who have religious knowledge and have a strong general knowledge in a balanced way

    0

    full texts

    265

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    RUMAH JURNAL STAI AL-AZHAR GRESIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇