Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
    592 research outputs found

    Obesitas dan Obesitas Sentral pada Masyarakat Usia Dewasa di Daerah Perkotaan Indonesia

    No full text
    Obesity is a problem in various parts of the world where its prevalence is increasing rapidly, both in developed and developing countries Obesity can occur because of an imbalance between the energy from the food that comes in, which is greater than the energy used by the body. This study aimed to see the characteristics of obesity and central obesity in adult society in urban areas of Indonesia. This study used a cross-sectional study, by analyzing advanced data on Basic Health Research (Riskesdas) in the biomedical field. The results of this study indicated that in general obesity and central obesity increase with age, with the highest prevalence being at the age of 40-59 years. Both obesity and central obesity were more prevalent in female subjects. Obesity and central obesity were also more common among subjects who graduated from high school and who work as housewives. Subjects of obesity and central obesity experienced more abnormalities in biomedical examination than those with normal BMI and abdominal circumference. For this reason, it is advisable to maintain a normal BMI and abdominal circumference, especially for adults. This study proves that there are significant differences in biomedical examination in those who are obese and not obese.Obesitas menjadi masalah di berbagai belahan dunia dimana prevalensinya meningkat dengan cepat, baik di negara maju maupun negara berkembang. Obesitas dapat terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara energi dari makanan yang masuk lebih besar dibanding dengan energi yang digunakan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik obesitas dan obesitas sentral pada masyarakat usia dewasa di daerah perkotaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi cross sectional, dengan menganalisis lanjutan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) bidang biomedis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada umumnya obesitas dan obesitas sentral meningkat seiring dengan pertambahan usia, dengan prevalensi tertinggi berada pada usia 40-59 tahun. Baik obesitas maupun obesitas sentral lebih banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan. Obesitas dan obesitas sentral juga lebih banyak ditemukan pada mereka dengan tingkat pendidikan tamat SLTA dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Mereka dengan obesitas dan obesitas sentral lebih banyak mengalami ketidaknormalan pemeriksaan biomedis daripada mereka dengan IMT dan lingkar perut yang normal. Untuk itu disarankan perlu menjaga IMT dan lingkar perut yang normal, khususnya bagi orang dewasa agar mengurangi risiko mengalami ketidaknormalan pemeriksaan biomedis. Penelitian ini membuktikan bahwa ada perbedaan bermakna pada pemeriksaan biomedis pada mereka yang obesitas dengan tidak obesitas

    Determinan Kejadian Hipertensi Masyarakat Pesisir Berdasarkan Kondisi Sosio Demografi dan Konsumsi Makan

    No full text
    Hypertension is still a public health problem, including in the coastal areas. Socio demographic dan unbalanced food consumptions in coastal communities becomes determinant of hypertension. The purpose of this study is to find out hypertension’s determinant in coastal communities based on socio demographic and food consumption. This research uses a descriptive-analytic method with cross-sectional study in December 2019 with a sample of 90 people using the chi-square test. The results showed a significant relationship between food consumption patterns (p = 0.009; POR = 3.780), educational status (p = 0.001; POR = 5.350), age (p = 0,000; POR = 9,000) The conclusion of the study is that there is a significant relationship between food consumption patterns, educational status and age of hypertension in the coastal areas of Percut Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Suggestions for health workers to be able to increase efforts to promote health on an ongoing basis, especially for patients with hypertension.Penyakit hipertensi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat termasuk di daerah pesisir. Faktor sosio demografi dan konsumsi makan masyarakat pesisir yang tidak seimbang menjadi determinan kejadian hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan kejadian hipertensi masyarakat pesisir berdasarkan kondisi sosio demografi dan konsumsi makan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan study cross sectional pada bulan Desember 2019 dengan sampel penelitian berjumlah 90 orang dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi makanan (p=0,009; POR=3,780), status pendidikan (p=0,001;POR=5,350), usia (p=0,000;POR=9,000) Kesimpulan penelitian yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara pola konsumsi makanan, status pendidikan dan umur terhadap kejadian hipertensi di wilayah pesisir Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Saran kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkat upaya promosi kesehatan secara berkesinambungan khususnya kepada penderita hipertensi

    Aktivitas Fisik, Konsumsi Makanan Asin dan Kejadian Hipertensi Masyarakat Pesisir Kota Medan

    No full text
    Physical activity and consumption of salty foods are some of the factors associated with the incidence of hypertension. People who consume a lot of salty foods and have less physical activity will be at greater risk of being affected by hypertension. This study aimed to find a physical activity, consumption of salty foods and the incidence of hypertension based on sociocultural coastal communities in Medan in 2019. This study used a cross-sectional study approach. The subjects in this study were 90 people in Belawan II Village. The instrument used was the basic health Research questionnaire. This study presents data on frequency distribution and cross-tabulation between physical activity and food consumption with hypertension. The results showed that the majority of subjects in this study had hypertension were adults (25-59 years) as many as 66 people, research subjects doing moderate physical activity as many as 67 people, consuming salty foods often (?1 time a day) as many as 40 people. Most of the subjects in this study who had hypertension rarely ate salty foods and undertook moderate physical activity (20.9%). It is expected that Belawan coastal communities will adopt a healthy lifestyle by reducing the consumption of salty foods and often doing physical activities in a day. Puskesmas staff is also expected to routinely check blood pressure levels and often give education about hypertension in the coastal communities of Medan City.Aktivitas fisik dan konsumsi makanan asin merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan kejadian hipertensi. Masyarakat yang banyak mengkonsumsi makanan asin dan memiliki aktivitas fisik yang kurang akan beresiko tereka hipertensi lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik, konsumsi makanan asin dan kejadian hipertensi berdasarkan sosial budaya masyarakat pesisir di Kota Medan tahun 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Belawan II yang berjumlah 90 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Riskesdas 2018. Penelitian ini menyajikan data distribusi frekuensi dan tabulasi silang antara aktifitas fisik dan konsumsi makan dengan kejadian hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas subjek dalam penelitian ini mengalami hipertensi adalah usia dewasa (25-59 tahun) sebanyak 66 orang, subjek penelitian yang melakukan aktifitas fisik sedang sebanyak 67 orang, konsumsi makanan asin sering (?1 kali sehari) sebanyak 40 orang. Mayoritas subjek dalam penelitian ini mengalami hipertensi jarang mengonsumsi makanan asin dan melakukan aktivitas fisik sedang (20,9%). Diharapkan kepada masyarakat pesisir Belawan untuk melakukan pola hidup sehat dengan mengurangi konsumsi makanan asin serta sering melakukan aktivitas fisik dalam sehari. Petugas puskesmas juga diharapkan rutin melakukan pengecekan kadar tekanan darah serta sering memberikan edukasi tentang hipertensi pada masyarakat pesisir Kota Medan

    Mini Poster Berbahasa Daerah sebagai Alternatif Media Promosi Kesehatan Kepatuhan Mencuci Tangan

    No full text
    The incidence of diarrhea in Prosperous Village has increased from year to year. One effort to prevent diarrhea is to wash hands with soap and running water after defecation, before preparing food, and before eating. This study aimed to look at the effectiveness of regionally-colored mini posters on the compliance of mothers washing their hands in Sejahtera Village. A quasy experimental design (quasy experiment) non-equivalent control group was used. The research sample of 30 people taken by quota sampling technique. The statistical test used was the T-Test and the Kruskall-Wallis Test with a 95% confidence level. The results showed there were significant differences in compliance of mothers washing their hands with soap and running water in the experimental group mounting regional-language mini posters and soaps, installing local-language mini posters only, and the control group at the time after defecation, before preparing food, and before eating between before and after the intervention (p value <0.05). The mini-poster media in local languages ??is effective in increasing compliance with mothers washing their hands. Regional language poster media can be an alternative in health promotion media for the prevention of primary disease.  Angka kejadian diare di Desa Sejahtera mengalami trend peningkatan dari tahun ke tahun. Salah satu upaya pencegahan penyakit diare adalah mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir setelah buang air besar, sebelum menyiapkan makanan, dan sebelum makan. Penelitian bertujuan mengetahui efektivitas mini poster berbahasa daerah terhadap kepatuhan ibu mencuci tangan di Desa Sejahtera. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (quasy experiment) non-equivalent control group. Sampel penelitian sebanyak 30 orang yang diambil dengan teknik quota sampling. Uji statistik yang digunakan T-Test dan Kruskall-Wallis Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan kepatuhan ibu mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir pada kelompok eksperimen pemasangan mini poster berbahasa daerah dan sabun, pemasangan mini poster berbahasa daerah saja, dan kelompok kontrol pada waktu setelah buang air besar, sebelum menyiapkan makanan, dan sebelum makan antara sebelum dan setelah intervensi (p value < 0,05). Hal ini menunjukkan media mini poster berbahasa daerah efektif dalam meningkatkan kepatuhan ibu mencuci tangan. Media poster berbahasa daerah dapat menjadi alternatif dalam media promosi kesehatan guna pencegahan penyakit tingkat dasar

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keteraturan Pemeriksaan Antenatal Care di Puskesmas Biru-Biru Kabupaten Bone

    No full text
    One effective way to reduce morbidity and maternal mortality is to do antenatal checks. This study aims to determine the factors that influence the regularity of antenatal care examinations in health service units Bone Regency. The research design used in this study was cross sectional. The study population was 322 women who performed antenatal examination. Sampling 32 people selected by axal sampling. Research results show a significant relationship between knowledge (p value = 0,028) and regularity of antenatal visits with the attitude of Subjekts (p value = 0,01). Thus it can be concluded that there is a relationship between Subjekts knowledge and attitudes with regular K1-K4 antenatal visits and there is no relationship with husband’s suports with regular K1-K4 antenatal visits. This research recommends that health workers improve the counseling program for pregnant women, the need for the addition of medical deices to complete the need for antenatal checks at the puskesmas Biru-Biru Kabupaten Bone, and the need to increase awareness of family members, especially husbands,, to support pregnant women to examine their pregnancies as early as possible.Pemeriksaan antenatal merupakan cara efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keteraturan pemeriksaan antenatal care di puskemsas unit Pelayanan tenaga dinas kesehatan Kabupaten Bone. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian adalah 322 wanita yang melakukan pemeriksaan antenatal. Besar pengambilan  32 orang yang dipilih secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan hubungan bermakna antara pengetahuan (? vlue = 0,000) dan keteraturan kunjungan antenatal dengan sikap subjek dengan (? vlue=0,01) sedangkan hubungan dukungan suami dengan keteraturan kunjungan antenatal didapatkan (? vlue=0,912). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap  dengan keteraturan kunjungan antenatal K1-K4, dan tidak ada hubungan dengan dukungan suami dengan keteraturan kunjungan antenatal K1-K4. Penelitian ini menyarankan petugas kesehatan agar meningkatkan program penyuluhan kepada ibu hamil, perlunya penambahan alat kesehatan untuk melengkapi kebutuhan  pemeriksaan antenatal di puskemsas Biru-Biru Kabupaten Bone, serta perlunya meningkatkan kesadaran anggota keluarga khususnya suami untuk mendukung ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya sedini mungkin

    Studi Fenomenologi: Pengalaman Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang Menjalani Terapi Antiretroviral

    No full text
    Antiretroviral (ARV) influences various side effects that cause discomfort both physical and psychosocial dimensions in people with HIV / AIDS (PLWHA). This study aims to explore and uncover the experiences of ODHA who are undergoing ARV therapy (ART) in Sumenep Regency. This research design was a qualitative phenomenological study. Data collection techniques used to interview and observation. Interviews were conducted with PLWH participants (n = 11), responsible people of HIV at the Community Health Center (CHC), and Public Health Office. Interview transcripts were thematically analyzed. The results of this study found 7 themes that describe the PLWH's experiences receiving ARV, those were comprehension of HIV / AIDS while the following ART,  the feelings of knowing HIV positive, experiences of stigmatization and discrimination, the main supporter in undergoing ART, prior experience starting ART, experiences during the improvement of ART, and efforts to reduce drug side effects. The conclusion of this study was the PLWHs' experiences were revealed in various stories based on the underlying perspective. Each individual's experience contains information, expressions of feelings, and hopes that need to be the focus of the attention of health workers in assisting and providing care for PLHIV who are on ART. Suggestions for further research are quantitative research using objective and more measurable instruments on basic knowledge, opportunistic infections, the severity of ART's side effects, CD4 cell counts, viral load, and psychological, social, and spiritual well-being related to PLWH receiving ARV.Antiretroviral (ARV) telah diketahui menimbulkan berbagai efek samping yang menimbulkan ketidaknyamanan baik dimensi fisik maupun psikososial pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengungkap pengalaman ODHA yang sedang menjalani terapi ARV (ART) di Kabupaten Sumenep. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan pada partisipan ODHA (n= 11), penanggung jawab HIV di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Masyarakat. Transkrip hasil wawancara dan observasi dianalisis secara tematik. Hasil dari penelitian ini didapatkan 7 tema yang menggambarkan pengalaman ODHA yang menjalani ART, yaitu pemahaman tentang HIV/AIDS selama menjalani ART, perasaan saat mengetahui positif HIV, pengalaman stigmatisasi dan diskriminasi, pendukung utama dalam menjalani ART, pengalaman sebelum memulai ART, pengalaman setelah menjalani ART, dan upaya mengurangi efek samping obat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengalaman ODHA yang mengikuti ART diungkapkan dalam berbagai cerita berdasarkan sudut pandang yang melatarbelakangi. Pengalaman masing-masing individu berisi suatu informasi, ungkapan perasaan, dan harapan yang perlu menjadi fokus perhatian tenaga kesehatan dalam mendampingi dan memberikan asuhan pada ODHA yang menjalani ART. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dilakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan instrumen yang lebih terukur tentang pengetahuan ODHA, infeksi oportunistik, keparahan efek samping ART, jumlah CD4, jumlah virus, dan kesejahteraan psikologis, sosial, dan spiritual terkait dengan ODHA yang menerima ARV. &nbsp

    Evaluasi Program Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Jakarta Timur

    No full text
    In Indonesia, anemia in adolescents increased from 37.1% in 2013 to 48.9% in 2018, with the proportion of anemia in the age group 15-24 years and 25-34 years. Female adolescents who have anemia will be at risk of anemia during pregnancy, at risk of giving birth to LBW, and stunting. This study was to evaluate an iron tablet supplementation program for female adolescents in Pasar Rebo Health Care. This study was evaluation research that used the qualitative method with purposive sampling in January - February 2020. A qualitative study was conducted by in-depth interviews with nutritionists, health teachers, school administrators, and female adolescents. Data were analyzed by content analysis, included input, process, and output. Quantitative data were also collected which is hemoglobin and iron tablet compliance. At the input stage, there were discrepancies in the facilities and infrastructure. At the process, stage nonconformities occur in distribution, monitoring, recording, and reporting. At the output, stage nonconformities occur in target accuracy, time, and distribution. There were still incompatibilities in its implementation in Pasar Rebo Health Care.Anemia pada remaja putri meningkat dari 37,1%di tahun 2013 menjadi menjadi 48,9% di 2018, dengan proporsi anemia pada kelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun. Remaja putri yang mengalami anemia akan berisiko mengalami anemia pada saat hamil, dan berisiko melahirkan bayi BBLR dan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Pasar Rebo Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan metode kualitatif dengan teknik purposive sampling di bulan Januari - Februari 2020. Metode kualitatif menggunakan wawancara mendalam pada ahli gizi, guru UKS dan siswi SMP. Data kualitatif diolah dengan menggunakan metode content analysis meliputi input, proses dan output. Data kuantitatif dikumpulkan berupa data hemoglobin dan kepatuhan konsumsi TTD. Terdapat ketidaksesuaian terjadi dalam aspek input pada sarana dan prasarana.  Pada aspek proses ketidaksesuaian terjadi pada aspek pendistribusian, pemantauan, pencatatan dan pelaporan. Pada aspek output ketidaksesuai terjadi pada ketepatan sasaran, waktu dan distribusi. Dalam penelitian ini,  masih ada ketidaksesuaian aspek input, proses, serta output dalam implementasi program TTD di wilayah kerja Puskesmas Pasar Rebo

    Latihan Penguatan Kaki terhadap Keseimbangan Postural dan Kemampuan Fungsional Kaki pada Anak Usia 6-10 Tahun dengan Flexible Flatfoot

    No full text
    The activities of children more involve the foot. One of the common problems in the foot is flexible flatfoot. A disturbance in the process of the formation of the arch foot could result in a deformation of the foot and increases the risk of an injury due to postural balance change. Normally, the arch of the foot formed the first five years for the age range of 2-6 years. The right choices of the intrinsic muscle exercises of the foot can prevent deformation and improve postural balance. This study aimed to discuss the effectiveness of foot strengthening exercise to improving postural balance and functional ability of foot on a flexible flatfoot 6-10 years old. This study was pre-experimental research with two groups of pre-post test design. The subjects of this research were 30 students that had been divided into two groups, case, and control. Each group consists of 15 students selected used purposive sampling method based on the criteria of inclusion that had been set. There was a significant difference after foot strengthening exercise between the case and control group, p-value = 0,000. The foot strengthening exercise could improve the postural balance and functional ability of the foot on a flexible flatfoot 6-10 years old.Aktivitas anak-anak lebih banyak melibatkan kaki. Salah satu masalah yang terjadi pada kaki diantaranya adalah flexible flatfoot atau kaki datar. Ketika terjadi gangguan pada proses pembentukan lengkung kaki, maka dapat mengakibatkan adanya deformitas pada kaki dan meningkatkan risiko cidera akibat perubahan keseimbangan postural. Normalnya lengkung kaki terbentuk sejak 5 tahun pertama selama rentang usia 2-6 tahun. Pemilihan latihan yang tepat pada otot-otot intrinsik kaki dapat mencegah terjadinya deformitas dan meningkatkan keseimbangan postural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan penguatan kaki dalam meningkatkan keseimbangan postural dan kemampuan fungsional kaki pada anak dengan flexible flatfoot usia 6-10 tahun. Penelitian pra eksperimental dengan rancangan two groups pre-post test. Jumlah sampel 30 siswa usia 6-10 tahun yang terbagi ke dalam dua kelompok, kasus dan kontrol. Setiap kelompok terdiri dari 15 siswa yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Terdapat perbedaan bermakna sesudah pemberian latihan penguatan kaki antara kelompok kasus dan kontrol dengan nilai p = 0,000. Latihan penguatan kaki mampu meningkatkan keseimbangan postural dan kemampuan fungsional kaki pada anak dengan flexible flatfoot usia 6-10 tahun

    Intervensi Penyuluhan Gizi Seimbang dengan Media Video terhadap Perubahan Asupan Zat Gizi Remaja Putri

    No full text
    Women play an important role as determinants of the quality of future generations, therefore it is important to ensure that women's nutritional status does not have problems as early as possible. The risk of chronic lack of energy (KEK) in pregnant women because the mother has experienced KEK in adolescence, one of which is caused by the intake of nutrients that are not adequate. The purpose of this study was to find out the effect of nutritional counseling interventions balanced with video media on changes in the nutritional intake of Adolescence Girls of SMPN 1 Turikale Kab. Maros This research used experimental pre-design with one group of pre-post test design. Variable research on nutritional intake was measured before and after being given balanced nutrition counseling with video media. Data collection used online questionnaires and research subjects numbered 40 people, female gender. Statistical analysis used Kolmogorov and Paired t-test. The results showed that there was no difference in energy intake (p= 0.412), carbohydrate intake (p=0.052), and protein intake (p=0.559) before and after balanced nutrition counseling, but there were differences in fat intake (p=0.008) and iron intake (p=0.007) before and after balanced nutrition counseling. It can be concluded that there was a significant change between fat intake and iron intake after receiving counseling.  Wanita berperan penting sebagai penentu kualitas generasi di masa depan, oleh karenanya penting memastikan bahwa status gizi wanita tidak memiliki masalah sedini mungkin. Besar resiko terjadinya Kurang Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil dikarenakan ibu sudah mengalami KEK dimasa remaja yang salah satunya diakibatkan oleh asupan zat gizi yang tidak adekuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi penyuluhan gizi seimbang dengan media video terhadap perubahan asupan zat gizi remaja putri SMPN 1 Turikale Kab. Maros. Penelitian ini menggunakan design pre eksperimental dengan rancangan one group pre pos-test design. Variabel penelitian asupan gizi diukur sebelum dan sesudah diberi penyuluhan gizi seimbang dengan media video. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner online dan subjek penelitian berjumlah 40 orang, berjenis kelamin perempuan. Analisis statistik menggunakan uji kolmogorov dan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan asupan energi (p=0,412), asupan karbohidrat (p=0,052) dan asupan protein (p=0,559), sebelum dan sesudah penyuluhan gizi seimbang, namun terdapat perbedaan asupan lemak (p=0,008) dan asupan zat besi (p=0,007) sebelum dan sesudah penyuluhan gizi seimbang. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan antara asupan lemak dan asupan zat besi setelah mendapatkan penyuluhan

    Pemberian Edukasi tentang Peran Telegizi Masa Pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19) pada Petugas Gizi

    No full text
    Papua Barat mengalami peningkatan jumlah penderita positif Corona Virus Disease-19 (Covid-19), yaitu sebanyak 276 jiwa (8,9%) dari total 3113 orang yang diperiksa, dan di Kota Sorong jumlah penderita positif covid-19meningkat secara signifikan sebanyak 112 jiwa. Pada kondisi peningkatan kasus Corona Virus Disease-19 (Covid-19) telehealth gizi secara online membantu orang tua dalam manajemen berat badan anak, perbaikan asupan zat gizi protein dan energi, kebiasaan makan anak sebesar 93% Sehingga perlu diterapkan telegizi dalam pelayanan gizi di Rumah Sakit. Penerapan telegizi kepada pasien non Covid-19 dan Covid-19 oleh petugas gizi di Rumah Sakit Kota/Kabupaten Sorong belum terlaksana hingga 80% dikarenakan kurangnya pemahaman para petugas gizi dalam penggunaan telegizi tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah para petugas gizi dapat memahami dan menerapkan telegizi dalam pelaksanaan asuhan gizi  pada masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian edukasi melalui sistem online dengan aplikasi zoom meeting, serta diberikan kuesioner pre dan post untuk mengukur keberhasilan pada kegiatan ini. Hasil yang diperoleh dari kegaitan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peserta petugas gizi atau petugas madya gizi dapat menerima dengan baik dan berdiskusi tentang pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat penting dan dibutuhkan oleh petugas gizi dan petugas madya gizi

    0

    full texts

    592

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System Yapenas 21 Maros
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇