Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca linn) dalam Pembuatan Brownies
Banana peel flour is a by-product of processed bananas that have not been widely used. Brownies is a food that is loved by many people from the age of children to adulthood. The aimed of this study was to analyse the effect of substitution of Kepok banana peel flour on the formulation of brownies. There were 4 treatments of the formulation, consists of: F0 (without banana peel flour), F1 45%, F2 50% and F3 55%. All of the formula were tested organoleptically, the test including colour, flavour, aroma, and texture. Furthermore, the best formula compared with the control (F0) on the proximate level. Based on the organoleptic test, the best formula was F1 (45% banana peel flour), this product has 32.99% of water content, 1.37% of ash, 15.04% of fat, 5.93% of protein, 44.67% of carbohydrates, and 1.51% of fiber. The control formula (F0), contain 31.18% of water, 0.73% of ash, 12.23% of fat, 8.22% of protein, 47.64% of carbohydrate, and 1.55% of fiber. Based on t-test, the water content, ash, fat, protein and carbohydrate of control formula (F0) and F1 (45% banana peel flour) were different statistically (P<0.05). We conclude that, banana peel flour can be used to substitute wheat flour until 45%, also can be used to make other product that similar with brownies.
Tepung kulit pisang merupakan hasil samping dari olahan pisang yang belum banyak dimanfaatkan. Brownies merupakan makanan yang banyak disukai oleh masyarakat mulai dari usia anak-anak hingga usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung kulit pisang pada pembuatan brownies. Formulasi brownies tepung kulit pisang terdapat 4 perlakuan yaitu F0 (tanpa tepung kulit pisang), F1 (45% tepung kulit pisang), F2 (50%) dan F3 (55%). Semua formula diuji secara organoleptic yang mencakup warna, rasa, aroma, dan tekstur. Kemudian kadar proksimat pada formula terplih dibandingkan dengan formula kontrol. Hasilnya formula F1 (45% tepung kulit pisang) adalah formula terpilih, produk ini memiliki kadar air 32,99%, kadar abu 1,37%, lemak 15,04%, protein 5,93%, karbohidrat 44,67% dan serat 1,51%. Kandungan proksimat pada formula control yaitu; air 31.18%, abu 0.73%, lemak 12.23%, protein 8.22%, karbohidrat 47.64%, dan serat 1.55%. berdasarkan uji t-test, kandungan air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat pada formula control berbeda signifikan (p<0.05) dengan formula terpilih (F1). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tepung kulit pisang dapat dijadikan sebagai bahan tepung untuk substitusi tepung terigu dalam pembuatan brownies. Selain itu, tepung ini juga dapat diaplikasikan dalam pembuatan produk serupa brownies
Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi pada Bayi
Immunization is giving the body immunity to a disease by putting something in the body so that the body is resistant to diseases that are endemic or dangerous to someone. Immunization comes from the word immune, which means immune or resistant. This needs special attention from health workers because with a good level of knowledge will help reduce mortality in infants not being immunized. Purpose of this research was to know the description of your mother's level of knowledge about infant immunization. Researchers used descriptive research. The sampling technique uses the accidental sampling method where the sample is all those who happen to come to work at the Batua Makassar Public Health Center at the time of the study. The method of collecting data is based on the willingness of the subjekts by filling out statements and signing the consent form to be subjekts and filling in the questionnaire based on the time and place agreed by the subjekts then presented in the data tabulation. This research showed that of 40 subjekts, 25 subjekts (62.5%) had sufficient knowledge in the category, 8 subjekts (20%) had knowledge in the good category and 7 subjekts (17.5%) in the knowledge category were lacking. Therefore, the important role of nurses to do promotive and preventive efforts on matters relating to immunization programs for infants and can provide more information to the public so that people know more about immunization.Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti kebal atau resisten. Untuk mengurangi angka kematian pada bayi akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, maka ibu perlu memahami dengan benar mengenai imunisasi. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari tenaga kesehatan karena dengan tingkat pengetahuan yang baik akan membantu mengurangi angka kematian pada bayi tidak diimunisasi. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi pada bayi. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki bayi dengan umur 0-12 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling dimana sampel adalah semua orang yang kebetulan datang kerja Puskesmas Batua Kota Makassar pada saat penelitian. Cara pengambilan data dilakukan atas adanya kesediaan subjek dengan mengisi pernyataan dan menandatangani lembar persetujuan menjadi subjek dan mengisi lembar kuisioner berdasarkan waktu dan tempat yang disepakati oleh subjek kemudian disajikan dalam tabulasi data. Penelitian menunjukkan dari 40 subjek, didapatkan 25 subjek (62,5%) yang memiliki pengetahuan dengan kategori cukup, 8 subjek (20%) yang memiliki pengetahuan dengan kategori baik dan yang memiliki kategori pengetahuan kurang sebanyak 7 subjek (17,5%). Oleh karena itu, pentingnya peran perawat untuk melakukan upaya promotif dan preventif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan program imunisasi pada bayi serta dapat memberikan informasi lebih kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui lebih banyak tentang imunisasi.