Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
    592 research outputs found

    Keluar Rumah pada Malam Hari dan Penggunaan Kelambu Berinsektisida dengan Penyakit Malaria di Desa Lempasing

    No full text
    Malaria is an infectious disease caused by Plasmodium sp and is transmitted through a mosquito bite Anopheles females. Malaria is on of the diseases established in the Sustainable Development Goal (SDGs) which is the continuation of the Millennium Development Goals (MDGs) with the target to be denied in 2030. Malaria can occur due to the interaction between the environment, the individual and the Anopheles mosquito as a Plasmodium Sp carrier vector. The purpose of the study was to know the relationship Outdoors Activity on The Night and use of insecticidal nets with malaria in Lempasing village. Type of analytic studied with cross sectional approaches. Data collection used validated questionnaire. The number of subject in this study was 30 subjects. The statistical analysis used Chi Square Test. The results showed that there was an out-of-home relationship at night (p = 0,028) and the use of mosquito netting (p = 0,008) with malaria in Lempasing village.  It is suggest to people in Lempasing village to don’t go out of the house in the night and use insecticidal nets to avoid malaria.Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium sp dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Malaria termasuk kedalam salah satu penyakit yang di tetapkan dalam Sustainable Development Goal (SDGs) yang merupakan kelanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs) dengan target dapat diakhiri pada 2030. Penyakit malaria dapat terjadi karena adanya interaksi antara lingkungan, individu dan nyamuk Anopheles sebagai vektor pembawa Plasmodium sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keluar rumah pada malam hari dan penggunaan kelambu berinsektida dengan penyakit malaria di Desa Lempasing. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner tervalidasi. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 30 subjek. Analisis statistik menggunakan uji analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan keluar rumah pada malam hari (p = 0,028) dan penggunaan kelambu berinsektisida (p = 0,008) dengan penyakit malaria di Desa Lempasing. Disarankan kepada masyarakat yang berada di Desa Lempasing agar tidak keluar rumah malam hari dan menggunakan kelambu berinsektisida agar terhindar dari penyakit malaria

    Persepsi Pasien BPJS Rawat Jalan dengan Kualitas Pelayanan Petugas Kesehatan di Puskesmas Mawasangka Timur

    No full text
    The quality of health services is that refers to the level of perfection of health services, which one party can lead to satisfaction with each patient. The aim of the study was to determine the relationship of patient’s perception based on age, sex, education level, and knowledge with quality of health care services in the East Mawasangka. This type of research was observational analytic with cross sectional study approach. Sample in this study were 160 patients who came for treatment with BPJS Health status. The sampling technique using total sampling. Data were tested using chi-square. Based on the results of research shows that there is a relationship between patient’s perception based on age and health service quality (p = 0,043). There is no relationship between patient’s perception based on sex (p = 0,066), education level (p = 0,071) and knowledge( p = 0,071) with the quality of health workers in the East Mawasanka Health Center. It is recommended that there is a need for cooperation among health workers so that the utilization of services is carried out properly.Kualitas pelayanan kesehatan merujuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan ketika satu pihak dapat menimbulkan kepuasan kepada setiap pasien. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pasien ditinjau dari segi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pengetahuan pasien BPJS rawat jalan tentang kualitas pelayanan petugas kesehatan di Puskesmas Mawasangka Timur. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectonal study. Sampel pada penelitian ini adalah pasien berstatus BPJS kesehatan yang datang berobat sebanyak 160 orang. Penarikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data diuji menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara persepsi pasien berdasarkan usia (p = 0,043) dengan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Mawasangka Timur. Tidak ada hubungan antara persepsi pasien ditinjau dari segi jenis kelamin (p = 0,066), tingkat pendidikan (p = 0,071), dan pengetahuan (p = 0,071) dengan kualitas pelayanan petugas kesehatan di Puskesmas Mawasangka Timur. Disarankan perlunya ada kerjasama antar tenaga kesehatan sehingga pemanfaatan pelayanan terlaksana dengan baik

    Edukasi Gizi dengan Media Audiovisual terhadap Pola Konsumsi Sayur Buah pada Remaja SMP di Jakarta Timur

    No full text
    Consumption of fruits and vegetables is one of the components in fulfilling balanced nutrition. Consumption of fruits and vegetables of the Indonesian population is still low, especially in school-age children or teenagers. This study aimed to analyze the effect of nutrition education with the normal lecturer and audiovisual media on knowledge and consumption pattern of fruit and vegetable of junior high school students. This research used a quasi-experimental design pretest-posttest one control group design in class VII SMPN 246 January-February 2017. Targets were selected through screening then selected who have an average of at least fruit and vegetable consumption. There were 2 groups in this study, lecture group and video combination lecture group, consisting of 36 subjects. Knowledge and consumption data of fruits were measured before and after the intervention. The intervention was carried out once and the post-test measurement 1 week after the intervention. Data analysis using t-test. Knowledge increases after getting education both in group lectures and video combination lectures. There was a significant increase in knowledge and consumption of fruits and vegetables after the intervention in the lecture group and the combination group. There was no difference in knowledge (p = 0,169), fruit consumption (p = 0,417) and vegetable consumption (p = 0,417) between students who were given nutrition education with lecture media and those who were given nutrition education with video combination lecture media.Konsumsi buah dan sayur merupakan salah satu komponen penerapan gizi seimbang. Konsumsi buah dan sayur penduduk Indonesia masih rendah, terutama pada anak usia sekolah atau remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gizi dengan media ceramah dan audiovisual terhadap pengetahuan dan pola konsumsi buah dan sayur pada siswa kelas VII SMPN 246 Jakarta Timur tahun 2017. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental pretest-posttest one control group design pada kelas VII SMPN 246 bulan Januari-Februari 2017. Sasaran dipilih melalui skrining kemudian dipilih yang memiliki rata-rata paling kurang konsumsi buah dan sayur. Terdapat 2 kelompok dalam penelitian ini yaitu kelompok ceramah dan kelompok ceramah kombinasi video, terdiri dari 36 subjek. Data pengetahuan dan konsumsi sayur buah diukur pada sebelum dan sesudah intervensi, Intervensi dilakukan sebanyak satu kali dan pengukuran post-test 1 minggu setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji t-test. Pengetahuan meningkat setelah mendapatkan edukasi baik pada kelompok ceramah maupun ceramah kombinasi video. Ada peningkatan signifikan pengetahuan dan komsumsi buah dan sayur setelah intervensi pada kelompok ceramah dan kelompok kombinasi. Tidak ada perbedaan pengetahuan (p=0,169), konsumsi buah (p=0.417) dan konsumsi sayur (p=0.417) antara siswa yang diberikan edukasi gizi dengan media ceramah dan yang diberikan edukasi gizi dengan media ceramah kombinasi video

    Diare Akut pada Balita di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya

    No full text
    Diarrhea is a disease that still be a health problem in the world, including Indonesia. The number of cases of diarrhea in children under five in East Java had increased in prevalence from 6.6% in 2013 to 10.7% in 2018. Deaths in diarrhea usually occurred  as a result of severe dehydration which 70% -80% of them were children under-5 years. This study aimed to know the characteristics of children under-5 years who had acute diarrhea at Tanah Kali Kedinding Primary Health Care in September 2018 - January 2019. This type of research was a descriptive study, where the results was only a picture, using a cross-sectional approach. Statistical analysis was performed to describe the characteristics of each patient by using a frequency descriptive test. The results of this study found that in September 2018 - January 2019, of 116 children under-5 years suffering from acute diarrhea in the Tanah Kali Kedinding Health Care, Surabaya, most of them were females, within 1-2 years, had exclusive breastfeeding, had parents with the last education graduated from high school and family income under minimum of wage in Surabaya. It is hoped that this research will become a source of information for the Government and Primary Health Care to reduce the incidence of acute diarrhea.Diare merupakan penyakit yang keberadaannya masih menjadi masalah kesehatan di dunia, termasuk Indonesia. Angka kasus diare yang menyerang balita di Jawa Timur mengalami kenaikan prevalensi dari 6,6% di tahun 2013 menjadi sebesar 10,7% di tahun 2018. Kematian pada kasus diare biasanya terjadi akibat dehidrasi berat dengan 70-80% diantaranya berusia balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik balita dengan diare akut di Puskesmas Tanah Kali Kedinding pada bulan September 2018 – Januari 2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yang hasilnya hanya merupakan gambaran. Analisa statistik dilakukan untuk menggambarkan karakteristik dari setiap pasien dengan menggunakan uji deskriptif frekuensi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pada bulan September 2018 - Januari 2019, dari 116 balita yang menderita diare akut di Puskesmas Tanah Kali Kedinding, Surabaya, mayoritas dari mereka berjenis kelamin perempuan, berada dalam rentang umur 1-2 tahun, mempunyai riwayat pemberian ASI eksklusif, mempunyai orang tua dengan pendidikan terakhir tamat SMA dan pendapatan keluarga yang dibawah UMK Surabaya. Diharapkan penelitian ini menjadi sumber informasi bagi Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat untuk mengurangi kejadian diare akut

    Pasien Osteoarthritis Genu dengan Obesitas di Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya

    No full text
    Osteoarthritis is a degenerative disorder, which is characterized by the occurrence of thinning of the cartilage in the joints and causes bones to rub against each other so that stiffness, pain, and movement disorders arise. The condition of obesity can worsen osteoarthritis and cause complications of knee deformity. Objection of this study was to knowing the profile of knee osteoarthritis patients with obesity in the physical medicine and rehabilitation department of Airlangga University Hospital Surabaya. This research is a retrospective descriptive study by taking data from secondary data in the form of medical records for osteoarthritis patients in 2017 at the physical medicine and rehabilitation department of Airlangga University Hospital Surabaya. The results obtained was from a total sample of 36 obese knee osteoarthritis patients, the highest age group was 50-69 years (66,7%), dominated by female (69,4%), patients was grade 1 obese (77,8%), patients had bilateral knee osteoarthritis (47,2%), and the highest severity of osteoarthritis was grade 2 (61,1%). Then obtained osteoarthritis patients with obesity accompanied by knee deformity amounted to 9 people, with the most common deformity was varus deformity (81,25%) from total patients with deformity. Knee osteoarthritis was mostly found in elderly and female. Most patients were grade 1 obesity. More patients with bilateral osteoarthritis with grade 2-3. The knee deformity that more commonly found in patients was varus deformity.Osteoarthritis (OA) merupakan gangguan degeneratif, yang ditandai dengan terjadinya penipisan tulang rawan di persendian dan menyebabkan tulang saling bergesek sehingga muncul kekakuan, rasa sakit, serta gangguan gerak. Kondisi obesitas dapat memperburuk OA dan mengakibatkan komplikasi deformitas genu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien OA genu dengan obesitas di Poli Rehabilitasi Medik RSUA Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan pengambilan data dari data sekunder berupa rekam medik pasien OA tahun 2017 di Poli Rehabilitasi Medik RSUA Surabaya. Hasil yang diperoleh adalah dari total sampel 36 pasien OA genu dengan obesitas, didapatkan kelompok usia terbanyak adalah 50-69 tahun (66,7%), didominasi oleh jenis kelamin perempuan (69,4%), pasien mengalami obesitas tingkat 1 (77,8%), pasien mengalami OA genu bilateral (47,2%), dan derajat keparahan OA terbanyak adalah grade 2 (61,1%). Kemudian didapatkan pasien OA dengan obesitas disertai deformitas genu berjumlah 9 orang, dengan deformitas yang paling banyak ditemui adalah deformitas varus (81,25%) dari total pasien dengan deformitas. OA genu paling banyak ditemukan pada usia lansia, perempuan, dan pasien obesitas tingkat 1 dengan tipe OA bilateral grade 2-3. Deformitas genu yang lebih sering ditemui pada pasien adalah deformitas varus

    Identifikasi Tepung Ampas Kelapa Terhadap Kadar Proksimat Menggunakan Metode Pengeringan Oven

    No full text
    Coconut pulp is a byproduct of making coconut milk. The process of making coconut pulp flour is not widely used. This study aimed to analyze the difference in proximate levels (water, ash, protein, fat, carbohydrates, and total fiber) from organoleptic test results. This study used an experimental design with a Completely Randomized Design to find out the best quality coconut pulp flour that contains nutritional value. Formula T57 was the formula chosen from the organoleptic test with 5.70% water content, 7.30% fat, 4.91% protein, 0.34% ash content, 2.37% fiber, and 81.75% carbohydrate. It is necessary to test the shelf life of the selected formula.Ampas kelapa merupakan hasil samping pembuatan santan. Proses pembuatan ampas kelapa tidak banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat proksimat (air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan total serat) dari hasil uji organoleptik. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap untuk mengetahui kualitas tepung ampas kelapa terbaik yang mengandung nilai gizi. Formula T57 adalah formula terpilih dari uji organoleptik dengan kadar air 5,70 %, lemak 7,30 %, protein 4.91%, kadar abu 0,34%, serat 2,37 % dan karbohidrat 81,75 %. Perlu dilakukan lagi uji daya simpan terhadap formula terpilih

    Pengetahuan dengan Perilaku Merokok Remaja

    No full text
    Cigarettes was one of the industrial products and international commodities that contain around 1,500 chemicals harmful to human health, but the behavior of some Indonesian teenagers had assumed that smoking is an inevitable need, a need to get along, a need to relax or share other reasons which makes smoking a normal thing. This study aimed to know the relationship between adolescent knowledge about smoking with smoking behavior in adolescents. Type of research used in this study was descriptive correlational. The number of samples used by 45 respondents. Data analysis used univariate and bivariate gang analysis using the chi-quare test. The result showed that most of the adolescents have high knowledge about smoking namely 15 people (33.3%) of respondents, with the smoking behavior of adolescents showing that the majority of adolescents amounted to 34 people (75.6%) respondents, the relationship of knowledge with adolescent smoking behavior shows that adolescents who have high knowledge with smoking behavior are 34 people (75.6%) respondents. Chi square test results show there is a relationship between knowledge and smoking behavior of adolescents, so that the value of p = 0.002 (p> 0.05). Adolescents with high knowledge experience smoking behavior more than adolescents who lack knowledge about smoking behavior. It expected that the results of this study would be one of the sources of information for the local health office and health center in overcoming disease problems arising from smoking with adolescent smoking behavior. This is valuable information for conducting or determining adolescent smoking behavioral habits.Rokok merupakan salah satu produk industri dan komoditi internasional yang mengandung sekitar 1.500 bahan kimiawi berbahaya bagi kesehatan manusia namun perilaku sebagian remaja Indonesia telah menganggap bahwa merokok adalah suatu kebutuhan yang tidak bisa dielakkan, kebutuhan untuk bergaul, kebutuhan untuk santai atau berbagi alasan lain yang membuat merokok adalah hal biasa. Tujuan penelitia ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan remaja tentang merokok dengan perilaku merokok pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive correlational. Jumlah sampel digunakan 45 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat gengan menggunakan uju chi-quare. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja mempunyai pengetahuan tinggi tentang merokok yaitu sejumlah 15 orang (33,3%) responden, dengan perilaku merokok remaja menunjukkan bahwa sebagian besar remaja berjumlah 34 orang (75,6%) responden, hubungan pengetahuan dengan perilaku merokok remaja menunjukkan bahwa remaja yang memiliki pengetahuan tinggi dengan perilaku merokok adalah 34 orang (75,6%) responden. Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku merokok remaja, sehingga dengan nilai p=0,002 (p>0,05). Remaja yang pengetahuannya tinggi mengalami perilaku merokok lebih banyak dibanding remaja yang kurang pengetahuannya tentang perilaku merokok. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi salah satu sumber informasi bagi Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat dalam penanggulangan masalah penyakit yang timbul karena perilaku merokok remaja. Hal ini merupakan informasi yang berharga untuk melakukan atau menentukan kebiasaan perilaku remaja merokok

    Studi tentang Ketersediaan Obat di Puskesmas Meo-Meo Kota Baubau

    No full text
    Planning and procurement of medicine phases is part of that was important in meet the needs of medication at health. For puskesmas Meo-Meo, a problem which often happened that is they did not in accordance between the number of for medicines that are needed and received. The purpose of this study was to find information about the supply of shrubs mainly regarding the process needs planning and procurement of medicine. This type of research was qualitative research using a descriptive approach.  The informant in this research consisting of 4 informants that was a responsible for the procurement of medicine in the city health department Baubau, the head of, being responsible for the drug puskesmas, and staff a pharmacy in puskesmas Meo-Meo. Research showed that the availability of drugs in puskesmas Meo-Meo had not been in accordance with the needs. This was closely linked with the data conformity planning procurement medicine, the election medicine and stage compilation the use of medicine. Indicators consumption was the way traveled by researchers to able been given needs a drug used, because consumption drug seen as the projected amount of the drug needs years later. It is suggested that procedures and work systems planning the drug can be adapted to consumption and drug needs to responsible for drug and puskesmas staff Meo-meo to more attention to coordination and the mechanism use of medicine.Perencanaan dan pengadaan obat merupakan tahap yang penting dalam memenuhi kebutuhan obat-obatan di suatu pelayanan kesehatan. Pada Puskesmas Meo-Meo, masalah yang sering terjadi yaitu tidak sesuai antara jumlah permintaan obat yang dibutuhkan dan yang diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi tentang ketersediaan obat terutama mengenai proses perencanaan dan pengadaan kebutuhan obat. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 4 (empat) informan yaitu Kepala penanggung jawab pengadaan obat di Dinas Kesehatan Kota Baubau, Kepala Puskesmas, Penanggung jawab obat Puskesmas, dan Staf Apotik di Puskesmas Meo-Meo. Penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan obat di Puskesmas Meo-Meo belum sesuai dengan kebutuhan. Hal tersebut sangat erat hubungannya dengan data kesesuaian perencanaan pengadaan obat, tahap pemilihan obat serta tahap kompilasi pemakaian obat. Indikator konsumsi merupakan cara yang ditempuh oleh peneliti untuk dapat mengetahui perhitungan kebutuhan obat yang digunakan, karena konsumsi obat dipandang sebagai proyeksi jumlah kebutuhan obat tahun selanjutnya. Disarankan agar prosedur dan tata kerja perencanaan obat dapat disesuaikan dengan konsumsi kebutuhan obat dan kepada penanggung jawab obat serta staf Puskesmas Meo-Meo untuk lebih memperhatikan koordinasi dan mekanisme penggunaan obat

    Faktor-faktor Lingkungan Meningkatkan Insidensi Demam Berdarah di Sulawesi Selatan

    No full text
    Dengue fever is an increasing public health problem in South Sulawesi, Indonesia. The Dengue endemic area and dengue fever cases occur for the last 3 years is Maros Regency. The purpose of this study was to conduct a study of the relationship of environmental factors with the incidence of dengue in Maros Regency. Type of analytic research with cross sectional study approach. The number of subject in this study was 112 subjects. Data collection through interview using questioner. Data analysis using chi square statistical test. The result showed there is no relation of incidence of dengue fever disease with water management with p value=0.501, waste management with p value=0.000 have relationship with dengue fever incidence. Therefore, it is hoped that the related parties should improve health education and provide waste bins.Demam berdarah adalah masalah kesehatan masyarakat yang meningkat di Sulawesi Selatan, Indonesia. Daerah endemi demam berdarah terjadi selama 3 tahun terakhir adalah di Kabupaten Maros. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan studi tentang hubungan faktor lingkungan dengan kejadian DBD di Kabupaten Maros. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 112 subjek. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan kejadian penyakit demam berdarah dengan manajemen air dengan nilai p=0,501, pengelolaan sampah dengan nilai p=0,000 berhubungan dengan kejadian demam berdarah. Oleh karena itu, diharapkan pihak terkait harus meningkatkan pendidikan kesehatan dan menyediakan tempat sampah

    Kejadian Anemia pada Ibu Hamil: (Studi Analitik di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan)

    No full text
    oai:salnesia.id:article/1Anemia is caused by the lack number of red blood cells to distribute oxygen to system and fetus, anemia can be known if the content of Hb < 11 mg. The purpose of this research was to find out the relation of nutrition knowledge, food supply, and obedience in consuming Fe tablet with anemia in Pertiwi Health Center South Sulawesi Province. The type of research used was analytical survey with cross sectional design and collected using questionnaire with total samples of 158 people. The result of this research showed that there was relation of knowledge and anemia (p=0,009), there was relation of food supply and anemia (p=0,004), and there is relation of obedience in consuming Fe tablet with anemia (p=0,004). It is suggested to pregnant mother to always pay attention to the fetus by maintaining the food supply and routinely consume Fe tablets during pregnancy, because it affects the fetus health, growth and development.Anemia disebabkan karena kurangnya jumlah sel darah merah sehat untuk menghantarkan oksigen ke jaringan dan janin, anemia dapat diketahui bila kadar Hb < 11 mg. Jenis penelitian yang di gunakan adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional dan dikumpulkan dengan menggunakan kusioner dengan jumlah sampel sebanyak 158 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, hubungan asupan makanan, dan hubungan kepatuhan konsumsi tablet Fe di Puskesmas Pertiwi Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan anemia (p=0,009), ada hubungan asupan makanan dengan anemia (p=0,004), dan ada hubungan kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan anemia (p=0,004). Disarankan kepada ibu hamil agar selalu memperhatikan kandungannya dengan cara menjaga asupan makanannya dan rutin mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan berlangsung, karena berpengaruh pada kesehatan serta tumbuh kembang janin

    0

    full texts

    592

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System Yapenas 21 Maros
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇