Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Asupan Cairan dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dehidrasi pada Mahasiswa Universitas Nasional Jakarta
Dehydration is not only caused by loss of body fluids, but is also influenced by physical activity and adequate fluid consumption. Students carry out various kinds of activities, so that the level of fluid consumption from drinks in students varies. This study aimed to analyze the relationship between fluid intake and physical activity with the incidence of dehydration. This study used a cross sectional study design with 184 male students as subjects at the National University. Data were taken in the form of characteristics, smoking habits, fluid intake (amount and type), as well as physical activity and dehydration conditions. The prevalence of dehydration found among students at the National University of Jakarta was 36,4%. The average amount of fluids consumed by the National University students was 2346,49 ± 1142,05 SD. There was a significant relationship between the amount of fluids consumed and dehydrated conditions (p 0,000), and there was a significant relationship between physical activity and dehydration conditions (p 0,026). There were significant difference in the average fluid intake consumed and physical activity with dehydrated conditions.Dehidrasi tidak hanya disebabkan oleh kehilangan cairan tubuh, tetapi juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan kecukupan konsumsi cairan. Mahasiswa melakukan berbagai macam aktivitas, sehingga tingkat konsumsi cairan dari minuman pada mahasiswa pun bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan cairan dan aktivitas fisik dengan kejadian dehidrasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan subjek sebanyak 184 mahasiswa laki-laki di Universitas Nasional. Data yang diambil berupa data karakteristik, kebiasaan merokok, asupan cairan (jumlah dan jenis), serta aktivitas fisik serta kondisi dehidrasi. Prevalensi dehidrasi yang ditemukan pada mahasiswa Universitas Nasional Jakarta sebanyak 36,4%. Rata-rata jumlah cairan dari jenis minuman yang dikonsumsi oleh mahasiswa Universitas Nasional adalah 2346,49±1142,05 SD. Terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah cairan yang dikonsumsi dengan kondisi dehidrasi (p 0,000), serta terdapat hubungan yang sigifikan antara aktivitas fisik dengan kondisi dehidrasi (p 0,026). Ada perbedaan signifikan rata-rata asupan cairan yang dikonsumsi dan aktivitas fisik dengan kondisi dehidrasi
Pengaruh Bee Pollen Terhadap Daya Terima dan Kandungan Zat Gizi Dalam Pembuatan Crackers
Toddler nutrition problems are directly related to the quantity and quality of food they consume. The research aimed to obtain crackers products that contain amino acids and iron with substitution of bee pollen (bee pollen) flour for the toddler. The type of research used is a quasi-experimental design with laboratory analysis. The research was carried out in three stages: the first stage was an introductory research with laboratory tests on bee pollen flour and organoleptic test, the second stage was the product initial research, and the third stage proximate analysis was conducted, amino acid content, and iron suit of SNI. In the main research was the process of making crackers with the formula 25%,75%,100% and done by 20 panelists. The research result of crackers formula C2 gave the good preference level. For the product initial research was the proximate analysis, the selected formulas was 7,74% protein, 22,81% fat, 63,61% carbohydrates, 3,36% water content, and 2,52% ash content. Fe content in bee pollen flour was 145,7862 ppm after being processed into crackers at 88.4402 ppm. The bee polen flour has a good acceptability and nutrient content, although the iron content has decreased after being processed into crackers, this is due to the high temperature used when the crackers are baked.Masalah gizi balita berhubungan langsung dengan kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan produk crackers yang memiliki kandungan zat gizi dengan substitusi tepung bee pollen (serbuk sari lebah) untuk balita. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain analisis labolatorium. Penelitian dilakukan 3 tahap, tahap pertama melakukan penelitian pendahuluan dengan uji laboratorium terhadap tepung dan uji organoleptik, Penelitian awal produk dilakukan analisis proksimat dan penelitian analisis kandungan asam amino dan zat besi sesuai dari SNI. Pada penelitian utama adalah proses pembuatan crackers dengan penambahan tepung bee pollen menggunakan formula bee pollen 25%,75%,100% dan dilakukan oleh 20 orang panelis.Hasil penelitian formula crackers C2 memberikan tingkat kesukaan yang baik. Untuk penelitian awal produk yakni analisis proksimat, formula terpilih 7,74% untuk protein dan 7,50% formula kontrol, lemak 22,81% formula terpilih dan 21,95% formula kontrol, Karbohidrat 63,61% formula terpilih dan 64,67% formula control, Kadar air 3,36% formula terpilih dan 3,12% formula kontrol, kadar abu 2,52% formula terpilih, 2,75% formula kontrol. Kadar Fe pada tepung bee pollen sebesar 145.7862 ppm setelah diolah menjadi crackers sebesar 88.4402 ppm. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini yaitu kandungan zat besi mengalami penurunan setelah diolah menjadi crackers, hal ini disebabkan karena tingginya suhu yang digunakan ketika crackers tersebut dipanggang
Edukasi Remaja Putri tentang Ancaman HIV AIDS
Remaja merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, dimasa ini mulai terjadi kematangan seksual yaitu antara 11 sampai usia 20 tahun menjelang masa dewasa muda. Kondisi psikis dan emosi yang masih labil terutama pada remaja putri menyebabkan menjadi kelompok yang rentan terhadap risiko penularan HIV AIDS. Oleh karena itu, transfer ilmu pengetahuan yang diwujudkan dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan agar remaja dapat mengetahui ancaman HIV AIDS yang diadakan oleh FS-Frisma Kabupaten Maros. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang ancaman HIV AIDS dikalangan remaja. Metode pendekatan/solusi yang ditawarkan dalam program ini yaitu peningkatan pengetahuan tentang ancaman HIV AIDS melalui dialog interaktif sebagai bagian edukasi penyuluhan. Prosedur kerja untuk realisasi metode yang ditawarkan yaitu melakukan diskusi dengan FS-Frisma sebagai penyelenggara kegiatan, menyesuaikan materi pengabdian dengan topik kegiatan penyelenggara. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan kesadaran remaja tentang pentingnya menambah pengetahuan tentang bahaya HIV AIDS
Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Bangsal Perawatan Kronis Wanita Rumah Sakit Khusus Jiwa
Skizofrenia merupakan istilah untuk menggambarkan suatu gangguan psikiatrik yang ditandai dengan adanya perubahan pada persepsi, pikiran, afek, dan perilaku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyakit yang mempengaruhi kekambuhan pasien skizofrenia, regimen terapi yang mempengaruhi kekambuhan pasien skizofrenia dan faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan yang mempengaruhi kekambuhan pasien skizofrenia di Bangsal Perawatan Rumah Sakit Jiwa Khusus Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain studi cross sectional. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Bangsal Perawatan Rumah Sakit Jiwa Khusus Provinsi Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan chi-square tingkat kemaknaan (? =0,05). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan pada pasien Skizofrenia diantaranya faktor penyakit (p = 0,008), faktor regimen terapi dengan tingkat kemaknaan ? = 0,05 sehingga diperoleh hasil (p = 0,002), faktor interaksi pasien dengan profesional kesehatan (p = 0,002) dengan kekambuhan pasien skizofrenia. Peran keluarga dan petugas kesehatan dalam mendukung program pengobatan klien skizofrenia sangat berpengaruh karena berdampak pada motivasi dan kepatuhan kontrol ulang untuk kesembuha
Jenis Persalinan terhadap Kejadian Post Partum Blues di RSUD Dr. MM. Dunda Limboto
Post partum blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan biasanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga dua minggu sejak kelahiran bayi. Jenis persalinan juga diketahui sebagai pemicu munculnya gejala post partum blues. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Dr. MM. Dunda Limboto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis persalinan terhadap kejadian post partum blues. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan Deskriptif analitic dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian purposive sampling 38 subjek. Berdasarkan hasil penelitian hasil p-value sebesar 0,005 < ? 0,05; X2 hitung 7,758 >X2 tabel 3,841. Artinya ada pengaruh jenis persalinan terhadap kejadian post partum blues
Pengetahuan Berkorelasi Positif dengan Perilaku Pencegahan Covid–19 pada Mahasiswa di Gorontalo
Covid-19 is a disease caused by a new type of coronavirus that has never been identified as attacking humans before. Knowledge and attitudes are expected to have correlated with Covid-19 prevention behavior. The study aimed to determine the association between knowledge and attitude with Covid-19 prevention behavior among college students in Gorontalo. This study was a quantitative study with a correlation analytic design. A sample of 187 subjects was taken randomly through the google form application which was distributed via WhatsApp to students in Gorontalo Province. Measurement variables of knowledge, attitudes and behavior to prevent Covid-19 were used a questionnaire with a Likert and Guttman scale. Data were analyzed using the Spearman correlation analysis. The results were showed that the subjects more female (79.7%) than male (20.3%). Many of the scientific fields were in the health sector (77.0%), while the domicile was more from outside the district and city of Gorontalo (52.9%). The average knowledge score was 82.47 ± 14.10, attitude score 80.48 ± 7.82 and Covid-19 prevention behavior score 83.36 ± 17.89. Correlation analysis showed that there was an association between knowledge and Covid-19 prevention behavior (r = 0.178; p-value = 0.015) with the degree of weak relationship and there was no association between attitudes and Covid-19 prevention behavior in students (r = -0.012; p-value = 0.874). There was a relationship between knowledge and Covid-19 prevention behavior.Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh corona virus jenis baru dan belum pernah diidentifikasi menyerang manusia sebelumnya. Pengetahuan dan sikap diharapkan dapat berkorelasi dengan perilaku pencegahan Covid–19. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan Covid–19 pada mahasiswa di Gorontalo. Desain penelitian analitik korelasi dengan sampel berjumlah 187 subjek diambil secara random melalui aplikasi google form yang disebar melalui whatsapp kepada mahasiswa di Provinsi Gorontalo. Pengukuran variabel pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan Covid–19 menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan Guttman. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan subjek perempuan (79,7%) lebih banyak dibandingkan laki – laki (20,3%). Bidang keilmuan paling banyak pada bidang kesehatan (77,0%), sementara tempat domisili lebih banyak dari luar kabupaten dan kota Gorontalo (52,9%). Rata – rata skor pengetahuan pengetahuan 82,47 ± 14,10, skor sikap 80,48 ± 7,82 dan skor perilaku pencegahan Covid-19 83,36 ± 17,89. Analisis korelasi menunjukkan terdapat hubungan antara pengatahuan dengan perilaku pencegahan Covid-19 (r = 0,178; p value = 0,015) dengan derajat hubungan lemah dan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada mahasiswa (r = -0,012; p value = 0,874). Disimpulkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan Covid-19
Pemberian Jus Semangka terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi Usia Dewasa Muda
The incidence of hypertension in Southeast Sulawesi tends to increase each year. Many people with hypertension are tired of taking blood pressure-lowering drugs because they are addictive and have side effects. The objective of the study was to understand the effect of watermelon juice supplementation to decrease blood pressure on early adult hypertension sufferers in the working area of the Public Health Center of Poasia Kendari city. This study was a true experiment through pretest-posttest with a control group design. The sample size was 30 people who were determined by purposive sampling technique and was allocated by matching within 15 people for both treatment and control groups. The statistical test result showed that there were different blood pressure both systolic and diastolic blood pressures before and after receiving watermelon juice supplementation for 7 days with the dose was twice 350/gr/glass/day on treatment group with significance value ? = 0,000 (? = 0,05). Meanwhile, for the control group, there was no different blood pressure before and after receiving supplementation with significance value ? = 1,000 (? = 0,05) for systolic pressure and ? = 0,499 for diastolic one. There was different blood pressure after receiving watermelon juice supplementation between treatment and control groups with significance value ? =0,031 (? = 0,05) for systolic pressure and p = 0,012 for diastolic one. Hence, it’s concluded that there was a significant effect of watermelon juice supplementation to decrease the blood pressure on early adult hypertension sufferers. Angka kejadian hipertensi di Sulawesi Tenggara cenderung meningkat setiap tahunnya. Banyak penderita hipertensi lelah mengonsumsi obat penurun tekanan darah karena membuat ketagihan dan memiliki efek samping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dewasa awal di wilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Penelitian ini merupakan eksperimen sejati melalui pretest-posttest with control group design. Besar sampel sebanyak 30 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dan dialokasikan dengan cara mencocokkan sebanyak 15 orang baik untuk kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tekanan darah baik tekanan darah sistolik maupun diastolik sebelum dan sesudah pemberian suplementasi jus semangka selama 7 hari dengan dosis dua kali 350 / gr / gelas / hari pada kelompok perlakuan dengan nilai signifikansi ? = ??0,000 (?) = 0,05). Sedangkan untuk kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah mendapat suplementasi dengan nilai signifikansi ? = ??1.000 (? = 0,05) untuk tekanan sistolik dan ? = 0,499 untuk diastolik. Ada perbedaan tekanan darah setelah mendapat suplementasi jus semangka antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan nilai signifikansi ? = ??0,031 (? = 0,05) untuk tekanan sistolik dan p = 0,012 untuk diastolik. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa suplementasi jus semangka berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dewasa awal
Penerapan Fisioterapi Dada untuk Mengeluarkan Dahak pada Anak Yang Mengalami Jalan Napas Tidak Efektif
Anak yang menderita gangguan pada sistem pernapasan seringkali mengalami kelebihan produksi lendir di paru-parunya. Berdasarkan prevalensi tubercolosis sekitar 10 juta, sedangkan di Indonesia 0,42%. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (2007) di Sulawesi Selatan jumlah suspek sebanyak 41.092 orang dan kasus BTA+ sebanyak 6.902. Salah satu tindakan keperawatan yang efektif dapat mengeluarkan dahak pada anak yang mengalami jalan napas tidak efektif adalah fisioterapi dada. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penerapan fisioterapi dada untuk mengeluarkan dahak pada anak yang mengalami jalan napas tidak efektif. Proses pencarian dan seleksi artikel dalam literature review ini menggunakan bukti kuantitatif dalam database elektronik Pubmed, dan Google Scholar dengan melakukan review terhadap 4 artikel yang memiliki full text dari abstrak, tujuan, metode, dan hasil penelitian paling sesuai dengan tujuan literature. Penerapan fisioterapi dada terbukti efektif untuk mengeluarkan dahak pada anak yang mengalami jalan napas tidak efektif. Untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan jumlah dari responden agar lebih efektif untuk mengetahui pengaruh fisioterapi dada terhadap pengeluaran sputum pada anak dan disarankan peneliti selanjutnya dapat menyempurnakan penelitian ini dengan menggunakan 2 kelompok yaitu kelompok kontrol.
 
Edukasi Gizi Efektif Terkait Pemantauan Status Gizi Anak dengan Down Syndrome
Pertumbuhan fisik merupakan salah satu aspek penting pada anak dan remaja utuk menilai status kesehatannya. Oleh karena itu, pemantauan pertumbuhan fisik melalui penilaian status gizi sangat penting untuk dilakukan secara berkala. Hal ini berlaku tidak hanya untuk anak sehat, namun juga bagi anak-anak dengan kondisi khusus seperti anak dengan Down Syndrome (DS). Tujuan utama dari pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pengetahuan peserta webinar mengenai penilaian status gizi khusus untuk anak DS. Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung sejak bulan April 2020 dimulai dengan tahap persiapan yang meliputi kegiatan koordinasi antar anggota tim dan mengurus masalah administratif. Kegiatan utama pengabdian masyarakat yaitu pemberian edukasi metode penilaian status gizi pada anak down syndrome serta sosialisasi buku pemantauan status gizi anak dengan DS yang dilaksanakan pada Oktober 2020. Teknis pelaksanaan kegiatan melalui webinar dengan 72 peserta beserta dengan sosialisasi buku saku pemantauan status gizi bagi anak dengan DS
Penerapan Latihan Range of Motion (ROM) Pasif terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien dengan Kasus Stroke
Stroke is a condition that occurs when the blood supply to the brain is interrupted due to blockage or rupture of brain blood vessels with symptoms such as hemipareseis, slurred speech, difficulty walking, loss of balance and decreased muscle strength. The aim of knowing the application of passive Range of motion (ROM) exercises in non-hemorrhagic stroke patients with limb paralysis. This research method used a descriptive method with a case study approach in which one stroke patient was given passive ROM exercises. The results showed that data on decreased consciousness, BP 170/120 mm / Hg and decreased limb muscle strength. Nursing diagnosis of physical mobility impairment, the nursing intervention given was passive ROM exercises twice a day aimed at increasing muscle strength. Evaluation after six days of intervention, the patient could move his hands and feet. In the upper/ lower right limb from scale 2 to scale 3 and the upper / lower left limb from 0 to 1. The conclusion after being given passive ROM exercises, stroke patients experienced increased muscle strength in both extremities.Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak dengan gejala seperti hemiparesis, bicara pelo, kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan dan kekuatan otot menurun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan latihan Range of Motion (ROM) pasif pada pasien non haemoragik stroke dengan kelumpuhan ekstremitas. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yaitu 1 orang pasien non hemoragik stroke dan diberi latihan ROM pasif. Hasil penelitian didapatkan data penurunan kesadaran, TD 170/120 mm/Hg dan kekuatan otot ekstremitas menurun. Diagnosa keperawatan hambatan mobilitas fisik, intervensi keperawatan yang diberikan adalah latihan ROM pasif dua kali sehari bertujuan dapat meningkatkan kekuatan otot. Evaluasi setelah enam hari pemberian intervensi pasien dapat menggerakkan tangan dan kakinya. Pada ektremitas kanan atas/bawah dari semula skala 2 menjadi skala 3 dan ektremitas kiri atas/bawah dari semula skala 0 menjadi skala 1. Kesimpulan sesudah diberikan latihan ROM pasif pasien stroke mengalami peningkatan kekuatan otot pada kedua ekstremitas