Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Pelatihan E-Modul Menggunakan Flip Pdf untuk Pembelajaran Masa Pandemi Covid 19
Pembelajaran daring masa pandemi Covid-19 mengalami kendala terutama di daerah dengan infrastruktur komunikasi yang masih minim. Kesulitan akses sinyal internet menjadi halangan paling dominan. Oleh karena itu, teknologi berbasis modular luar jarring (luring) sangat diperlukan. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini betujuan untuk membantu guru menggunakan Flip PDF sebagai alternative modul digital yang lebih menarik dan dapat digunakan secara luring untuk pembelajaran pada masa pandemic. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PKBM An Nur yang terletak di Paninggaran Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini dilakukan dalam waktu 4 bulan yang mencakup tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi program. Metode yang digunakan dalam Pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini bermanfaat bagi guru PKBM yang masih kesulitan untuk membuat e-modul yang sesuai dengan aturan pemerintah, kearifan local, menarik dan interaktif. Dengan e-modul, pembelajaran mandiri menjadi lebih menarik, kaya akan sumber belajar dan tidak terhambat dengan ketiadaan sinyal internet
Penerapan Higiene dan Sanitasi Lingkungan pada Pasien Diare Balita di Puskesmas Surabaya
Surabaya has the most cases of diarrhea in East Java, with the highest detection targets in Gading Health Center (2346 cases) and Mojo Health Center, with diarrhea cases handled by 1322 cases. This study aimed to describe hygiene and environmental sanitation in under-five diarrhea patients in the working area of Surabaya Health Center. This study used a survey method, descriptive approach, interviews, and questionnaires in October 2019-March 2020. The results showed 62,2% of under-fives ‘drinking water sources were ineligible, 86,5% of mothers’ handwashing behavior were ineligible, 67,6% of the use of serving hoods were ineligible, 100% of food ripeness level were eligible, 59,5% of the distance between well and septic tank were eligible, 100% of latrines were eligible, 89,2% of sewerages were ineligible, and 83,8% of waste disposal facilities were ineligible. This research concluded that drinking water sources, handwashing behavior, serving hoods, sewerages, and waste disposal facilities were ineligible. The problems can be solved by consuming branded gallons of water / well water or refillable water that is boiled before consumption, improving how to wash hands with soap and running water, covering food using a serving hood, use the cover to close the sewerage, and throwing the trash into the temporary shelter (TPS) as much as two times a week or less than 3x24 hours.Kota Surabaya memiliki kasus diare terbanyak di Jawa Timur dengan target penemuan terbanyak di Puskesmas Gading sebanyak 2346 kasus dan Puskesmas Mojo dengan kasus diare ditangani sebanyak 1322 kasus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran higiene dan sanitasi lingkungan pasien diare balita di wilayah kerja Puskesmas Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode survei, pendekatan deskriptif, wawancara dan kuesioner pada bulan Oktober 2019-Maret 2020. Hasil penelitian menunjukkan 62,2% sumber air minum balita tidak memenuhi syarat, 86,5% perilaku cuci tangan ibu tidak memenuhi syarat, 67,6% penggunaan tudung saji tidak memenuhi syarat, 100% kematangan makanan memenuhi syarat, 59,5% jarak sumur dengan septic tank memenuhi syarat, 100% jamban memenuhi syarat, 89,2%, saluran pembuangan air limbah tidak memenuhi syarat, dan 83,8% sarana pembuangan sampah tidak memenuhi syarat. Simpulan penelitian ini adalah sumber air minum, perilaku cuci tangan, penggunaan tudung saji, saluran pembuangan air limbah, dan sarana pembuangan sampah masing- masing tidak memenuhi syarat. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan mengonsumsi air galon bermerk/air sumur atau air isi ulang yang direbus sebelum dikonsumsi, memperbaiki cara mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menutup makanan dengan tudung saji, memasang penutup untuk saluran pembuangan air limbah, dan membuang sampah ke TPS sebanyak 2 kali dalam seminggu atau kurang dari 3x24 jam.
 
Pernikahan Usia Dini Terhadap Status Gizi Anak Balita
The number of early marriages in Pinrang Regency is still quite high. Mothers who marry at an early age are at risk of having children with poor and short nutritional status. This study aimed to determine the effect of early marriage on the nutritional status of children under five based on BB/U and TB/U. The type of research used is observational analytic with a cross sectional study approach. The sample was some toddlers in the working area of ??the Suppa Health Center, Pinrang Regency. Sampling was done by accidental sampling method as many as 94 people. Children's nutritional status was collected by anthropometric measurements of weight and height. Data analysis used fisher exact test. The results showed that 9.6% of children under five were stunted, 8.5% were malnourished and 46.8% of mothers of children under five were married at an early age. There was no effect of early marriage on the nutritional status of children under five based on BB/U (p=0,431) and TB/U (p=0,279). It is suggested the need for education to the public about the dangers of early marriage and improvement of parenting for children under five.Jumlah pernikahan usia dini di Kabupaten Pinrang masih cukup tinggi. Ibu yang menikah di usia dini berisiko memiliki anak berstatus gizi buruk dan pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pernikahan usia dini terhadap status gizi balita berdasarkan BB/U dan TB/U. Jenis penelitian yang digunakan adalah observational analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel adalah sebagian balita di wilayah kerja Puskesmas Suppa Kabupaten Pinrang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling sebanyak 94 orang. Status gizi anak dikumpulkan dengan pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan uji fisher exact. Hasil penelitian diperoleh 9,6% balita mengalami stunting, 8,5% gizi kurang dan 46,8% ibu balita menikah di usia dini. Tidak ada pengaruh pernikahan usia dini terhadap status gizi balita berdasarkan BB/U (p=0,431) dan TB/U (p=0,279). Disarankan perlunya edukasi kepada masyarakat tentang bahaya pernikahan usia dini dan perbaikan pola asuh balita
Efektivitas Terapi Latihan pada Pasien Parkinson dengan Barthel Index Skor
Parkinson’s disease is the second most neurodegenerative disease after Alzheimer. This disease attacks approximately 1% of total world population. The proportion of the elderly population (?60 years) in Indonesia is increasing. This increase has a consequence, as a result of the decline in bodily functions causing increasingly the number of degenerative diseases in this age group. Until now, there has been no definitive treatment that can cure this disease thoroughly. Despite optimal medical treatment and neurosurgical intervention, people with Parkinson still experience progressive disability. The role of rehabilitation to maximize motoric and cognitive abilities as well as independence was suggested to improve the quality of life. This study aimed to determine the effectiveness of the exercise therapy in handling of Parkinson's patients in medical rehabilitation installation of RSUD Dr. Soetomo evaluated with Barthel Index. This research was a retrospective-analytic with a cross-sectional study design. The number of subjects was 24 with the criteria Parkinson patients who undergo exercise therapy for 3 months, had comorbid degenerative diseases, and did routine therapy twice a week. Subjects who met the criteria are interviewed using the Barthel Index questionnaire as an instrument. Statistical analysis was done with Wilcoxon-Signed Rank Test. P value of ? 0.05 was considered statistically significant. There was significant result of the effectiveness of exercise therapy in Parkinson's patients at the Medical Rehabilitation Installation at RSUD Dr . Soetomo (p=0,001). Exercise therapy is effective in treating Parkinson's patients at the Medical Rehabilitation Installation at RSUD Dr. Soetomo.Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif yang sering ditemukan pada lansia. Penyakit ini akan menurunkan fungsi tubuh manusia yang mempengaruhi produktivitas. Meskipun telah dilakukan pengobatan medis dan intervensi bedah saraf, penderita belum optimal. Peran rehabilitasi untuk memaksimalkan kemampuan motorik dan kognitif serta independensinya untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi latihan pada penanganan penderita Parkinson di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Dr. Soetomo dengan menggunakan instrumen Barthel Index. Penelitian ini merupakan jenis penelitian retrospektif-analitik dengan desain penelitian studi potong lintang (cross-sectional). Jumlah subjek 24 orang dengan kriteria inklusi, yakni menjalani terapi latihan selama 3 bulan, memiliki komorbid penyakit degeneratif lain, dan melakukan terapi rutin dua kali seminggu. Subjek yang sesuai kriteria diwawancarai menggunakan kuesioner Barthel Index sebagai instrumennya. Analisis statistik dilakukan dengan Wilcoxon-Signed Rank Test. P-value ? 0.05 dianggap signifikan secara statistik. Terdapat hasil yang signifikan dari efektifitas terapi latihan pada pasien Parkinson di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Dr. Soetomo (p=0,001). Terapi latihan efektif dalam menangani pasien Parkinson di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Dr. Soetomo
SIASAT (Edukasi Bahan Pangan Sumber Antioksidan) untuk Jaga Imunitas Tubuh di Masa Pandemi Covid-19
Tingkat penularan Covid-19 di wilayah Indonesia khususnya provinsi DKI Jakarta masih memegang peringkat tertinggi dengan jumlah kasus positif sebanyak 2186 kasus. Perlu dilakukan upaya untuk menghentikan tingkat penularan virus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan agar imunitas tubuh meningkat. Latar belakang diselenggarakannya kegiatan kulwap edukasi bahan pangan sumber antioksidan ini karena minimnya pengetahuan masyarakat Bahari III RT 04/01 Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara mengenai perilaku untuk meningkatkan dan menjaga kebugaran agar sistem imunitas tubuh meningkat di masa pandemi Covid-19. Kegiatan Edukasi Bahan Pangan Sumber Antioksidan (SIASAT) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pangan sumber antioksidan sehingga warga memiliki immunitas yang kuat dan tidak terinfeksi Covid-19. Adapun metode yang dilakukan yaitu kulwap (kuliah via whatsapp) dengan media video edukasi. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, sasaran diberikan Pre-test dan post-test. Terjadi peningkatan nilai post-test sasaran setelah dilakukan edukasi melalui kulwap. Edukasi terkait gizi dan kesehatan dengan berbagai cara dapat terus dilakukan dengan cakupan sasaran yang lebih luas untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran Covid-19
Frekuensi “Ngemil”, Konsumsi Junk Food dan Screen Time dengan Kejadian Overweight pada Mahasiswa
Adolescents who experience nutritional status are more due to the behavior of eating a lot but not doing physical activity so what happens is that the energy that enters the body is not appropriate and far more than the energy used for activity and growth. The purpose of this study was to determine the relationship between Frequency of "Snacking", Consumption of Junk Food, Screen Time with Overweight Incidence in UPN Veteran Jakarta Students. The method in this research was quantitative and used a cross sectional study design. The sample in this study was 38 samples with the simple random sampling technique. The instrument in this study was to use a questionnaire. Based on the results, there were 36.8% of subjects with more nutrition. Based on the results of the chi square test, it shows that there is a relationship between junk food consumption (p = 0,014) and screen time (p = 0,030) with the incidence of overweight. Meanwhile, the frequency of "snacking" there was no relationship with the incidence of overweight (p = 0,093). The conclusion is that there is a relationship between junk food consumption and screen time with the incidence of overweight in adolescents. There is no relationship between the frequencies of "snacking" with the incidence of overweight in adolescents.Remaja yang mengalami status gizi lebih disebabkan karena perilaku banyak makan tetapi kurang melakukan aktivitas fisik maka yang terjadi adalah energi yang masuk ke dalam tubuh tidak sesuai dan jauh lebih banyak daripada energi yang digunakan untuk beraktivitas dan masa pertumbuhan.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara Frekuensi “Ngemil”, Konsumsi Junk Food, Screen Time Dengan Kejadian Overweight Pada Mahasiswa UPN Veteran Jakarta. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan desain Cross Sectional Study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 sampel dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil, terdapat 36,8% subjek dengan gizi lebih. Berdasarkan hasil uji chi square menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi junk food (p=0,014) dan screen time (p=0,030) dengan kejadian overweight. sedangkan, pada frekuensi “ngemil” tidak terdapat hubungan dengan kejadian overweight (p=0,093). Kesimpulan adalah terdapat hubungan antara konsumsi junk food dan screen time dengan kejadian overweight pada remaja. tidak terdapat hubungan antara frekuensi “ngemil” dengan kejadian overweight pada remaja.
 
Pelatihan Manajemen Keuangan Berbasis Digital pada UMKM Kota Tasikmalaya
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan mitra UMKM Kota Tasikmalaya. Program ini bertujuan untuk membantu meningkatkan efektifitas pengelolaan dari aspek manajemen keuangan UMKM. Permasalahan yang dihadapi UMKM yaitu belum adanya pengelolaan keuangan secara profesional. Target khusus yang ingin dicapai yaitu adanya penambahan wawasan, ilmu pengetahuan, penggunaan teknologi, serta keterampilan dalam mengembangkan usaha yang dijalankan. Metode yang dilakukan untuk mencapai target tersebut yaitu melalui pelatihan dan pendampingan kepada mitra. Aspek manajemen yang diberikan yaitu adanya literasi manajemen keuangan UMKM. Melalui pelatihan ini, UMKM mengetahui cara mencatat transaksi dan membuat laporan keuangan dengan mudah. Informasi keuangan tersebut digunakan untuk mengetahui posisi keuangan secara detail, membantu mitra dalam memperkirakan potensi keuntungan, serta menentukan kebijakan terkait aspek keuangan. Digitalisasi ini dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan saat ini
Fenomenologi Trauma Geriatric di Kota Padang
In almost every developed country, the proportion of people aged over 60 years is growing faster than other age groups, judging from the biological aspect of the elderly belonging to age with an aging process characterized by decreased physical endurance, researchers claim that every individual over 65 years old has experienced falls once a year. The purpose of this study was to explore the experiences of the elderly who have experienced trauma or falls and what they expect using the interpretative phenomenology method carried out in the city of Padang. The selection of participants by randomly selecting areas in the scope of the city of Padang as many as 6 participants who fall into the category of elderly according to WHO. Data collection through interviews used open-ended interviews with semi-structured questions for 30-60 minutes. Interviews were recorded with a voice recorder and field notes were used to record things that could not be recorded. Five themes had been identified, among others, the description of the elderly's feelings about the decline in physical condition, the circumstances that cause falls, the main treatment in the event of trauma/falls, the ability to condition repeated falls, the availability of health services for the elderly. The conclusions of the themes that have been found show that health workers need to provide special services to the elderly who experience decreased function and realize that the elderly who have experienced trauma have limitations and difficulties due to physical incapacity so that they require prevention and health promotion so that repeated trauma can be avoided.Hampir di setiap negara maju, proporsi orang berusia lebih dari 60 tahun tumbuh lebih cepat dari kelompok usia lainnya, dilihat dari aspek biologis lansia tergolong usia dengan proses penuaan yang ditandai dengan turunnya daya tahan fisik, periset mengklaim bahwa setiap individu di atas 65 tahun pernah mengalami jatuh satu kali dalam setahun. Tujuan Studi ini mengeksplorasi pengalaman lansia yang pernah mengalami trauma atau jatuh serta hal yang mereka harapkan menggunakan metode fenomenologi interpretative yang dilakukan di Kota Padang. Pemilihan partisipan dengan cara memilih acak daerah di lingkup kota padang sebanyak 6 partisipan yang masuk kategori elderly menurut WHO. Metode Pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan open ended interview dengan pertanyaan semi struktur selama 30-60 menit. Wawancara direkam dengan voice recorder serta bantuan field not untuk mencatat hal yang tidak dapat direkam. Berdasarkan hasil wawancara Lima tema telah teridentifikasi anatara lain, gambaran perasaan lansia tentang penurunan kondisi fisik, keadaan yang menyebabkan jatuh, penanganan utama pada saat kejadin trauma/jatuh, kemampuan mengkondisikan jatuh berulang, ketersediaan pelayanan kesehatan lansia. Simpulan tema-tema yang sudah ditemukan memperlihatkan bahwa tenaga kesehatan perlu memberikan pelayanan khusus kepada lansia yang mengalami penurunan fungsi, dan menyadari bahwa lansia yang mengalami trauma mempunyai keterbatasan dan kesulitan karena ketidakmampuan fisik sehingga membutuhkan penanggulangan dan promosi kesehatan agar trauma berulang dapat dihindari.
 
Optimalisasi Protokol Kesehatan Selama Pandemi Covid-19 pada Siswa-Siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Banda Aceh
Salah satu kelompok yang paling berisiko tertular Covid-19 dan pengetahuannya masih rendah tentang Covid-19 adalah kelompok anak-anak. Pemahaman anak-anak terhadap Covid-19 dan pencegahannya yang masih minim dapat terjadi karena metode penyampaian atau media informasi yang belum sesuai tingkat pemahaman mereka. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk optimalisasi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 di madrasah ibtidaiyah negeri di Banda Aceh. Metode pengabdian yang dilakukan adalah edukasi, menonton video, demonstrasi, dan diskusi interaktif. Materi edukasi tentang protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Edukasi dilakukan pada 46 siswa-siswi yang terbagi dalam dua sesi, masing-masing sesi sekitar 45 menit. Setelah dilaksanakan edukasi didapatkan peningkatan pemahaman siswa-siswi madrasah ibtidaiyah tentang protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Simpulan, kegiatan ini efektif dilaksanakan, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa-siswi tentang protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Saran pada edukasi berikutnya, agar anak-anak didampingi orang tua masing-masing saat mendapatkan edukasi
Pelatihan Sistem Informasi Desa di Desa Bonne-Bonne
Program ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan tujuan membantu meningkatkan efektifitas pelayanan dari aspek administrasi persuratan ditingkat desa. Permasalahan utama yang dihadapi mitra selama ini yaitu belum adanya sistem pelayanan administrasi yang dikelola dengan ceopat serta profesional. Pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan, pengetahuan dan kecakapan penggunaan teknologi, serta memudahkan mitra dalam mengelola data desa dengan baik, efisien, dan tercatat. Untuk mencapai target peneliti menggunakan metode pelatihan dan pendampingan kepada mitra. Dalam bidang administrasi peneliti memberikan literasi mengenai pemanfaatan sistem informasi desa dalam berbagai bidang khususnya dalam bidang administrasi desa. Pelatihan ini, memberikan pengetahuan terhadap mitra dalam hal ini perangkat desa mengenai cara pembuatan beberapa jenis persuratan dengan menggunakan OpenSID dan membuat beberapa pencatatan administrasi desa dengan mudah dan efisien. Sistem informasi desa tersebut digunakan untuk memudahkan perangkat desa dalam bidang administrasi dan memberikan informasi mengenai kegiatan desa secara detail, membantu mitra dalam mempercepat layanan dan penyebaran informasi terkait desa dalam segala bidang khususnya dalam bidang administrasi. Digitalisasi ini dibutuhkan untuk memudahkan serta meningkatkan pelayanan mitra pada ditengah perkembangan teknologi yang semakin maju saat