Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Sayur Daun Kelor Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Anemia
Anemia yang tidak ditatalaksanai pada ibu hamil dapat berdampak pada perkembangan janin. Prevalensi anemia tertinggi di Kabupaten Sumenep ada pada Puskesmas Batang-Batang. Kabupaten Sumenep sangat kaya akan tanaman Kelor (Moringaoleifera) yang sudah terkenal akan manfaatnya dan sangat mudah didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sayur daun kelor terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen dengan desain pre-post tes dalam satu kelompok perlakuan. Responden penelitian didapatkan secara acak dari populasi ibu hamil (n=27). Data dianalisis dengan menggunakan uji Paired T-test. Hasil peneliltian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, hampir seluruhnya ibu mengalami anemia ringan (8-11 g/dl; 93%). Setelah perlakuan, hampir seluruhnya kadar hemoglobin ibu dalam rentang normal (> 11 g/dl; 96%). Sayur bening daun kelor dapat membantu meningkatakan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia. Perlu penelitian lebih lanjut dengan skala besar tentang pengaruh daun kelor secara independen terhadap kenaikan hemoglobin pada ibu hamil
Proses Penyusunan Masterplan Kampung melalui Focus Group Discussion (FGD)
secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Kampung Gedongkiwo sebagai salah satu pilot project program Gandeng Gendong 2020. Gandeng Gendong sendiri merupakan program milik pemerintah kota Yogyakarta yang sudah dicetuskan sejak 2018, dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat khususnya percepatan penanggulangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan dan kemajuan lingkungan dengan melihat potensi yang ada dengan pengembangan kebersamaan dan kepedulian semua stakeholder sesuai kapasitasnya. Kampus, Kampung, Komunitas, Kooperasi, Pemerintah Daerah (Kota) atau disebut 5K merupakan stakeholder dalam kegiatan Gandeng Gendong. Pengabdi sebagai bagian dari komunitas IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) DIY ikut mengawal dan memandu proses pembuatan masterplan. Sebagai langkah awal menjaring aspirasi warga dilakukan FGD, FGD sebagai metode yang lebih efisien untuk menjaring informasi dari warga kampung sehingga masterplan nantinya benar benar dari aspirasi warga. FGD dilakukan dua tahap, FGD yang pertama untuk menjaring potensi, masalah dan mimpi warga sedangkan FGD kedua merupakan diskusi untuk memantabkan branding kampung. Branding kampung inilah yang menjadi identitas kampung Gedongkiwo dan diterjemahkan dalam masterplan yang programnya diprogram secara bertahap selama 5 tahun
Determinan Masalah Gizi Remaja di Pondok Pesantren Tebuireng (Studi Kualitatif)
Adolescents are a strategic target in community nutrition improvement efforts, where adolescent nutrition problems are complex nutritional problems. This study aimed to examine the determinant factors that affect the nutritional problems of students at Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, East Java. This research used qualitative approach of phenomenology paradigm. Informants as many as 12 people were determined purposively. Data were collected through in-depth interviews and observations. Validation of data by triangulation method, processed and analyzed by content analysis and presented in narrative form. The research indicated that the nutrition problem among the students of Tebuireng Islamic Boarding School are not only skinny but also fat even obese in terms of their nutrition status. The determinant factors of nutriton problem among the students with fat nutrition status related to eating habit and activity habit are the lack of physical activity (excercise) because of minimum facilities, consuming food with high fat and sugar as it is easy to get around the boarding school, irreguler breakfast and dinner eating habit due to activity levels (schedule), the lack of knowladge on health eating habit, perception on body image, and a habit of consuming low number of vegetables related to taste. Meanwhile, the determinant factors of nutrition problem among the student with skinny nutrition status related to eating habit and activity habit are irreguler breakfast eating habit due to activity levels, low daily intake due less appetite, and low level of knowledge on healthy eating habit.Remaja merupakan sasaran strategis dalam upaya perbaikan gizi masyarakat, permasalahan gizi remaja merupakan permasalahan gizi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor determinan yang mempengaruhi masalah gizi santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif paradigma fenomenologi. Informan sebanyak 12 orang yang ditentukan secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Pengabsahan data dengan metode triangulasi, diolah dan dianalisis dengan analisis isi dan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan gizi yang dialami santri tidak saja status gizi kurus, tetapi juga status gizi gemuk. Faktor determinan permasalahan status gizi gemuk terkait pola makan dan pola aktivitas ialah kurangnya aktivitas fisik olahraga akibat fasilitas olahraga yang minim, pola makan jajanan tinggi lemak dan gula dipengaruhi oleh mudahnya akses dan banyaknya penjaja makanan di sekitar Ponpes, pola sarapan dan makan malam yang tidak teratur akibat tingkat aktivitas, kurangnya tingkat pengetahuan pola makan yang sehat, persepsi tentang citra tubuh dan konsumsi sayuran yang rendah terkait selera. Sementara faktor determinan permasalahan status gizi kurus terkait pola makan dan pola aktivitas ialah pola sarapan yang tidak teratur akibat tingkat aktivitas, rendahnya asupan harian akibat nafsu makan yang kurang dan rendahnya tingkat pengetahuan pola makan yang sehat
Active Cycle Breathing Technique Terhadap Fungsional Paru Pasien Post CABG (Laporan Kasus Berbasis Bukti)
Coronary Artery Bypass Graft (CABG) is an operative action in cases of coronary heart disease (CHD) by cutting and replacing clogged coronary arteries from healthy vessels taken from the legs, arms, or chest. The main clinical problem that arises in post-CABG patients is decreased lung functional capacity, this is due to shortness of breath, pain, decreased thoracic expansion, sputum retention, and decreased pulmonary ventilation. Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) is a physiotherapy modality that can be applied in cardiovascular cases. ACBT is a series of exercises that include breathing exercises, coughing exercises, and exercises to expand the chest. To determine the effectiveness of ACBT in increasing lung functional capacity in Post CABG patients, an electronic database search was performed, namely Pubmed, Cochrane, and Google Schoolar. From the search results, 6 articles were selected that met the criteria, namely 1 article on Pubmed and 5 articles on Google scholar. Based on the results of the research that has been presented, it can be concluded that ACBT can increase the functional capacity of the lungs in post CABG patients as evidenced by the evaluation of the results of the 6 minutes walking test, borg scale, and breath holding time
Pemenuhan Kebutuhan Istirahat Tidur dengan Tindakan Relaksasi Otot Progresif pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Tindakan keperawatan mandiri yang bisa diberikan kepada klien dengan DM Tipe 2 sebagai alternatif yang dapat dipilih untuk mengatasi gangguan istirahat-tidur adalah dengan memberikan terapi relaksasi otot progresif. Relaksasi otot progresif sebagai salah satu teknik yang telah terbukti mengatasi keluhan anxietas, insomnia, kelelahan, kram otot, nyeri leher dan pinggang, tekanan darah tinggi, phobia ringan dan gagap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur dengan relaksasi otot ptogresif terhadap kualitas tidur pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 Di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau Medan. Desain Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan rancangan studi kasus masalah keperawatan medikal bedah. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman teknik relaksasi progresif dan kuesioner. Hasil dari studi kasus ini didapatkan kedua pasien memahami dan mengaplikasikan tindakan relaksasi otot progresif. Kesimpulan studi kasus ini peneliti menemukan terdapat kesenjangan antara kedua responden meliputi umur, tanda-tanda vital, gangguan pola tidur dan terapi yang diberikan pada responden berbeda. Rekomendasi peneliti adalah sebaiknya peneliti selanjutnya melakukan asuhan keperawatan tentang kebutuhan istirahat tidur dengan tindakan relaksasi otot progresif sesuai prosedur dan menambahkan variabel lain dalam penelitian
Kecemasan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19
Kecemasan yang berlebihan dapat mengganggu kondisi psikis dan mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari sehingga produktivitas seseorang akan menurun atau berkurang. tujuannya untuk mengetahui kecemasan masyarakat ditengah pandemi covid-19 di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif, dimana Adapun besar sampel pada penelitian ini sebanyak 100 subjek dari 44.828 populasi yang ada di Kcematan Lalabata. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah quota sampling dengan menggunakan program SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah jumlah subjek mengalami panik sebanyak 53 subjek (53%), kurang dari setengah subjek mengalami kecemasan berat sebanyak 27 resonden (27%), kecemasan sedang sebanyak 9 subjek (9%), kecemasan ringan sebanyak 9 subjek (9%) dan tidak ada kecemasan sebanyak 2 subjek (2%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah masyarakat merasakan panik akan tertular dengan virus tersebut. Kecemasan terjadi dikarenakan informasi yang belum tentu benar dan kurangnya pengtahuan, sehingga masyarakat membatasi diri dengan lingkungannya. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk memanfaatkan data dan informasi yang telah didapat sebagai acuan untuk pengembangan penelitian tentang kecemasan masyarakat ditengah pandemi covid-19
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Sumber Antioksidan Secara Online untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Remaja
Pandemi covid-19 hingga saat ini belum dapat ditangani. Salah satu cara mengurangi penularan virus ini yaitu dengan meningkatkan imunitas tubuh, dikarenakan karakter virus covid-19 yang menyerang system imunitas tubuh manusia. Antioksidan adalah zat yang berguna untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Antioksidan terkandung pada bahan-bahan alami seperti rempah-rempah, buah dan sayur yang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E dan zink. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyebarkan informasi mengenai antioksidan dan meningkatkan pengetahuan mengenai antioksidan sehingga tumbuh kesadaran akan pentingnya mengkonsumsi pangan sumber antioksidan pada remaja. Media edukasi yang digunakan adalah power point dan video edukasi. Adanya pandemi mengakibatkan kegiatan pengabdian masyarakat hanya dapat dilakukan secara online. Hasil yang didapatkan yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai antioksidan pada remaja setelah dilakukan edukasi pada sasaran yang ditandai dengan meningkatnya persentase akurasi menjawab soal pre-testan post-test pada sasaran
Persepsi Klien Tentang Komunikasi Terapeutik Perawat Ditinjau dari Latar Belakang Pendidikan Perawat
The therapeutic communication is aimed to change the clients' behavior in reaching an optimal awareness. This research aimed to obtain a client perception view about Nursery Therapeutic Communication in Intensive Surgery Care Unit at Hospital Sidenreng Rappang Regency. The kind of research is descriptive with purposive sampling according to inclusive criteria. The variables are verbal and in-verbal communications. Instrument to collect data is questionnaire, whereas the questionnaires are directly fulfilled by the respondents. From the analysis, the researcher found that the 63,5 % of respondents have a good perception toward nursery verbal therapeutic communication and the non-verbal the researcher found that the 85% of respondents have a good perception toward nursery non-verbal terapeutik. The result shows a great clients' perception about nursery therapeutic communications. As for the suggestion, Hospital Sidenreng Rappang Regency shall give a fresh knowledge or seminars to operasional nurses about nursery therapeutic communications in hospital scope
Pengaruh Persepsi Pasien Tentang Mutu Pelayanan terhadap Minat Kunjungan Ulang di Puskesmas Lowu-Lowu
In the last three years, there has been a decrease in patient return visits at the Lowu-Lowu Health Center, visit data in 2018 showed a decrease of 35%. The purpose of the study was to determine the effect of patient perceptions of service quality on interest in revisiting the Lowu-Lowu Public Health Center in 2020. The materials and methods used in this study were analytical research with a cross sectional study approach. The population in this study were patients who made repeat visits to the Lowu-Lowu Health Center in 2019 were 768 patients. The sample in this study were 263 patients. The result of this research is that there is an influence between the patient's perception of the quality of health services based on the reliability of the interest in using it again (p = 0.000 < a = 0.05). There is an influence between the patient's perception of the quality of health services based on responsiveness to the interest in reusing the Lowu-Lowu Health Center (p = 0.039 < a = 0.05). There is an influence between the patient's perception of the quality of health services based on health insurance on the interest in reusing the Lowu-Lowu Health Center (p = 0.04 < a = 0.05). There is an influence between the patient's perception of the quality of health services based on physical evidence on the interest in reusing the Lowu-Lowu Health Center (p = 0.004 < a = 0.05).Dalam tiga tahun terakhir, terjadi penurunan kunjungan ulang pasien di Puskesmas Lowu-Lowu, data kunjungan pada tahun 2018 bahwa penurunan terjadi sebesar 35%. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh persepesi pasien tentang mutu pelayanan terhadap minat kunjungan ulang di Puskesmas Lowu-lowu tahun 2020. Bahan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang melakukan kunjungan ulang ke Puskesmas Lowu-Lowu tahun 2019 adalah 768 pasien. Sampel dalam penelitian ini yaitu 263 pasien. Hasil penelitian yaitu ada pengaruh antara antara persepsi pasien tentang mutu pelayanan kesehatan berdasarkan kehandalan terhadap minat memanfaatkan kembali (p = 0,000 < a = 0,05). Ada pengaruh antara persepsi pasien tentang mutu pelayanan kesehatan berdasarkan daya tanggap terhadap minat memanfaatkan kembali Puskesmas Lowu-Lowu (p = 0,039 < dari a= 0,05). Ada pengaruh antara persepsi pasien tentang mutu pelayanan kesehatan berdasarkan jaminan kesehatan terhadap minat memanfaatkan kembali Puskesmas Lowu-Lowu (p = 0,04 < a = 0,05). Ada pengaruh antara persepsi pasien tentang mutu pelayanan kesehatan berdasarkan bukti fisik terhadap minat memanfaatkan kembali Puskesmas Lowu-Lowu (p = 0,004 < a = 0,05)
Faktor Pengasuh dengan Self Esteem (Harga Diri) pada Remaja
Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood, a critical period of changes in the physical period, social problems, and psychological problems. Adolescence is one of the riskiest developmental stages in mental health. One of the psychological problems is low self-esteem. The formation of self-esteem in adolescent orphanages begins with individuals, caregivers, parents, peers, and the environment which will affect individual self-esteem. This study aimed to determine the relationship between caregiver factors and self-esteem. Analytical descriptive research design, cross-sectional study approach. The research location was 30 orphanages in the city of Padang, with a sample of 256 adolescents using a proportional stratified random sampling technique. Data were analyzed using chi-square and logistic regression analysis. The results showed that more than half (52.3%) of adolescents in orphanages experienced negative Self Esteem. There was a relationship between caregiver factors and self-esteem of adolescents in orphanages with p-Value <? (p = 0.005). It is hoped that with the results of this study, the nursing staff can increase the quality and quantity and in nursing practice can increase the knowledge effort for the special youth group program to provide Self Esteem education to adolescents in the orphanage.Remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, masa kritis terjadinya perubahan pada periode fisik, permasalahan sosial, dan permasalahan psikologi. Masa remaja merupakan salah satu tahap perkembangan yang paling beresiko dalam kesehatan jiwa .Salah satu permasalahan psikologis adalah harga diri yang rendah. Pembentukan harga diri remaja panti asuhan dimulai individu, pengasuh, orang tua, teman sebaya dan lingkungan yang akan mempengaruhi harga diri individu. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor pengasuh yang berhubungan dengan Self Esteem. Desain penelitian deskriptif analitik, pendekatan cross secsional study. Lokasi penelitian adalah 30 Panti Asuhan dikota Padang.Sampel 256 remaja dengan teknik proportional stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan chi square dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian adalah lebih dari setengah (52,3%) remaja di panti asuhan menagalami Self Esteem yang negatif. Ada hubungan faktor pengasuh dengan Self Esteem anak remaja dipanti asuhan dengan p Value < ? (p=0,005) . Diharapkan dengan hasil penelitian ini petugas panti dapat bertambah dalam jumlah kualitas dan kuantitas serta dalam praktek keperawatan dapat meningkatkat upaya pengetahuan untuk program kelompok khusus remaja untuk memberikan edukasi Self Esteem pada remaja dipanti asuhan