Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
    592 research outputs found

    Efektivitas Pengetahuan Keluarga dalam Pemberian Jus Buah Alpukat pada Pasien Hiperkolesterolemia

    No full text
    Consuming avocado can maintain heart health. Avocados are rich in compounds called beta-sitosterol which have been shown to be effective in lowering blood cholesterol levels. This literature review aimed to analyze the effectiveness of family knowledge in administering avocado juice to hypercholesterolemic patients. The quantitative this study explores evidence published in electronic databases such as Google Scholar and Pubmed, using a search strategy, we identified 4 articles that are objectives potentially and relevant to the research objectives and these articles were included in the final analysis. This study showed the effectiveness of family knowledge in administering avocado juice to hypercholesterolemic patients. in results of research from several articles in in literature review indicate to  family knowledge is effective in administering avocado juice to hypercholesterolemic patients

    Edukasi Pemberian Makanan pada Ibu Balita Stunting dengan Picky Eater

    No full text
    Stunting merupakan kondisi anak usia 0 – 59 bulan, dimana tinggi badan menurut umur berada di bawah minus 2 Standar Deviasi (<-2SD) dari standar median WHO. Penyebab stunting terdiri dari banyak faktor, diantaranya yaitu terkait dengan asupan makanan dan status infeksi. Asupan makan pada anak dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya yaitu kejadian kesulitan makan (picky eater). Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dilakukan di RT 04 RW 06 Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, terdapat tiga anak usia 1-5 tahun yang memiliki tinggi badan menurut umur di bawah garis normal dan ketiganya mengalami picky eater. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan intervensi berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu balita yang memiliki anak dengan status gizi stunting agar dapat memperbaiki kualitas hidup balita. Subjek kegiatan adalah ibu balita yang memiliki balita stunting dan picky eatersebanyak tiga orang berdasarkan data dari Posyandu yang dilanjutkan observasi. Kegiatan dilakukan selama dua kali pertemuan dengan ibu balita yaitu pada tanggal 17 Juli 2021 dan 25 Juli 2021 di kediaman masing-masing. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan pre dan post test serta perubahan perilaku yang dilakukan dengan wawancara. Hasil dari kegiatan yaitu terdapat peningkatan pengetahuan subjek setelah diberikan penyuluhan, namun belum ada peningkatan untuk melakukan perubahan sikap subjek. Kegiatan ini mampu meningkatkan subjek mengenai gizi seimbang untuk balita dan keterampilan memberikan makanan pada balita picky eater

    Fitokimia, Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Jamur Sawit (Volvariella sp)

    No full text
    Palm mushroom (Volvariella sp) is an edible mushroom that grows on the empty palm oil bunches, where this waste is very abundant along with the increasing production of CPO (Crude Palm Oil) of the palm oil industry. This study aimed to determine phytochemicals, flavonoids, also their antioxidant activity. The investigation was conducted on aqueous water extract and ethanolic extract of palm mushrooms. It was revealed that palm mushrooms positively contained secondary metabolites, including flavonoids, tannins, saponins, and phenols. The ethanolic extract confirmed the highest total flavonoid content of 25,9 mg QE/g dw with an IC50 value of 19,14 ppm, then declared a powerful antioxidant among aqueous extract and BHT. It confirmed that this food could be an alternative as an antioxidant source.Jamur merang (Volvariella sp) merupakan jamur yang bisa dikonsumsi yang tumbuh pada tandan kosong kelapa sawit, dimana limbah ini sangat melimpah seiring dengan meningkatnya produksi CPO (Crude Palm Oil) dari industri kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan fitokimia, flavonoid, serta aktivitas antioksidannya. Penelitian dilakukan pada ekstrak air dan ekstrak etanol jamur sawit. Ternyata jamur sawit positif mengandung metabolit sekunder, antara lain flavonoid, tanin, saponin, dan fenol. Ekstrak etanolik mengkonfirmasi kandungan flavonoid total tertinggi 25,9 mg QE/g bk dengan nilai IC50 19,14 ppm, kemudian dinyatakan sebagai antioksidan kuat dibandingkan ektrak air dan BHT. Hal ini menegaskan bahwa makanan ini bisa menjadi alternatif sebagai sumber antioksidan

    Profil Remaja Putri dengan Kejadian Anemia

    No full text
    Anemia is a main teenage health problem. Indonesian teenage girl anemia prevalence was 32%. Several factors influencing the anemia condition were knowledge, attitude, and economic level. The aim of this study was knowing relationship the teenage profile of anemia. Hipothesis nol was there were no correlation between knowledge and anemia, no correlation between attitude and anemia, no correlation between economic level and anemia. The method of this study was analytic, cross-sectional, total sampling, and data  analysed unviariat and bivariat. Inclution criteria was teenage girls of class 9 at SMPN 9 Cimahi that agreed to join the study and exclution criteria was teenage girl not attending school. We tested the haemoglobine level using digital haemometer. We used questionnaire for attitude and knowledge.  The results were 54 teenage girls, 31,5% had anemia, 70,4% with good knowledge, 61,1% positive attitude, and 57,4% low economic level. Most of the anemia teenagers had low knowledge (70,6%), negative attitude (88,3%), low economic level (41,9%). There were correlation between knowledge, attitude, and  economic level with anemia (p value <0,05). We concluded that almost half teenagers had anemia, with good knowledge, positive attitude, and low economic level. The anemia teenagers had low knowledge, negative attitude, and low economic level. Hipothesis one was accepeted that were correlation between knowledge and anemia, correlation between attitude and anemia, and correlation between economic level and anemia.Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama remaja. Prevalensi anemia remaja putri di Indonesia sebanyak 32%. Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi anemia adalah pengetahuan, sikap, dan tingkat ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan profil remaja putri dengan kejadian anemia. Metode penelitian ini adalah studi analitik, cross-sectional, total sampling, serta data dianalisis dengan univariat dan bivariat. Kriteria inklusi adalah remaja putri kelas 9 di SMPN Cimahi yang bersedia ikut dal am penelitian. Kriteria eksklusinya adalah remaja putri yang tidak hadir saat penelitian. Pada penelitian dilakukan pemeriksaan level hemoglobin remaja putri dengan menggunakan haemometer digital kemudian remaja putri ditanyakan ekonomi keluarga dan juga diberikan kuesioner tentang sikap dan pengetahuan. Hasil penelitian dari 54 remaja putri didapatkan bahwa 31,5% anemia, 70,4% pengetahuan baik, 61,1% sikap positif tentang anemia, 57,4% tingkat ekonomi rendah. Remaja putri dengan anemia 70,6% pengetahuan rendah, 88,3% sikap negatif, dan 41,9% tingkat ekonomi rendah. Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tingkat ekonomi dengan anemia (nilai p value <0,05). Kesimpulannya hampir setengah remaja putri mengalami anemia, dengan tingkat pengetahuan baik, sikap positif, dan tingkat ekonomi rendah. Remaja putri yang mengalami anemia memiliki tingkat pengetahuan kurang, sikap negatif, dan tingkat ekonomi rendah. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan anemia, antara sikap dan anemia, dan antara tingkat ekonomi dan anemia

    Pola Konsumsi Berisiko dan Sosio-Demografi Sebagai Faktor Resiko Penyakit Hipertensi

    No full text
    Hypertension is the third largest disease in Aek Kuasan District, The high prevalence of hypertension  can be caused by so many factors such as sociodemography and risky dietary patterns. The purpose of this study was to determine the hypertension  risk factors based on socio-demographic and risky dietary  patterns. This study used a descriptive-analytic method  with a cross-sectional study design which was carried out in July-August 2021 in Aek Loba Afdeling 1 village. A total of 184 participants of age 18-80 were selected, taken by random sampling. The results showed that the prevalence of hypertension was 37%. There was a significant relationship between being aged ?60 years old (P<0,05, AOR; 5,976, 95% CI;2,13-16,7), excessive salt consumption (P<0.05, AOR; 2,226, 95% CI; 1,03-4,76), frequent consumption of instant noodles (P<0.05, AOR; 2,956, 95% CI; 1,34-4,79), frequent consumption of preserved foods (P<0.05, AOR; 4,511, 95% CI; 1,89-10,7), and frequent consumption of red meat (P<0,05 , AOR;2,411, 95% CI: 1,44-3,93) with hypertension. The conclusion of this study is that main factors of hypertension on this research is being aged ?60 years old. Suggestions for health workers to be able to increase promoting health and screening activities, especially for the elderly.Hipertensi merupakan penyakit ketiga terbesar di Kecamatan Aek Kuasan. Tingginya kejadian hipertensi ini bisa disebabkan banyak faktor seperti halnya sosio-demografi dan pola konsumsi beresiko. Tujuan studi ini untuk mengetahui determinan kejadian hipertensi berdasarkan faktor sosio-demografi dan pola konsumsi beresiko. Studi ini menggunakan metode deskriptif analik dengan desain studi Cross-sectional yang dilaksanakan pada Juli-Agustus 2021 di Desa Aek Loba Afdeling 1. Didapatkan Total responden sebanyak 184 orang dengan rentang umur 18-80 tahun, yang diambil dengan cara random sampling. Hasil menunjukan bahwa besar kejadian hipertensi pada responden penelitian adalah sebesar 37%. Terdapat hubungan yang signifikan antara berusia ?60 tahun (P<0,05, AOR;5,976, 95% CI; 2,13-16,7), konsumsi garam berlebihan (P<0.05, AOR; 2.226, 95% CI; 1,03-4,76), sering konsumsi mie instan (P<0,05, AOR; 2,956, 95% CI; 1,34-4,79) , sering konsumsi makanan yang diawetkan (P<0.05, AOR; 4.511, 95% CI; 1,89-10,7), serta sering konsumsi daging merah (P<0.05 , AOR; 2,411, 95% CI; 1,44-3,93) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan studi ini yaitu bahwa faktor penyebab utama dari hipertensi adalah berusia berusia ?60 tahun. Saran untuk tenaga kesehatan supaya untuk meningkatkan upaya promosi kesehatan serta deteksi dini terutama pada kepada lansia

    Anjuran Konsumsi Sayur Buah Menggunakan Komik “Gidza Jadi Suka Sayur dan Buah”

    No full text
    Laporan Riskesdas 2018 menyatakan bahwa proporsi kurang konsumsi sayur dan buah per hari di Indonesia sebesar 95,4%. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan melalui penyuluhan sayur buah menggunakan media komik digital berbasis hasil penelitian. Kegiatan ini dilakukan pada masa Pandemik Covid-19 bulan Desember 2020 di SMPN 11 Kota Tasikmalaya. Tahap awal kegiatan adalah sosialisasi komik kepada Guru kelas IPA, kemudian dilanjutkan penyuluhan Online (Whatsapp dan Instagram) yang berisi video ceramah dan media komik “Gidza Jadi Suka Sayur Dan Buah”. Evaluasi kegiatan dilakukan pretest dan posttest menggunakan google form. Rata-rata nilai pengetahuan sebelum penyuluhan sebesar 45,5 sedangkan setelah penyuluhan sebesar 70,9. Rata-rata pengetahuan sayur dan buah mengalami peningkatan. Perlunya keberlanjutan program dengan jangkauan lebih luas dan penerapan komik sebagai salah satu bahan referensi mata pelajaran

    Asupan Lemak Jenuh dengan Tekanan Darah pada Lansia Wanita

    No full text
    The population of the elderly people is increasing from time to time and there is a change in the diseases pattern from infectious diseases to degenerative diseases. One of degenerative diseases that frequently occur in the elderly people is an increased blood pressure or hypertension. This study aims to determine the relationship between saturated fat intake and blood pressure in elderly women. This type of research was quantitative using a cross sectional approach. Samples were taken with a total sampling technique of 40 subjects. Processing data was using The Pearson correlation test. Based on the results of the analysis test, there was no relations between saturated fat intake with systolic blood pressure and diastolic blood pressure (p-value=0,183 and 0,333). This was because many factors affect blood pressure. The conclusion of this study was that there was no relationship between saturated fat intake with systolic blood pressure and diastolic blood pressure.Populasi lansia dari masa ke masa semakin meningkat dan adanya peralihan pola penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakit degeneratif. Salah satu penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia adalah kenaikan tekanan darah atau hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan lemak jenuh dengan tekanan darah pada lansia wanita. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 40 subjek. Pengolahanan data menggunakan uji korelasi Pearson. Berdasarkan hasil uji statistik, tidak ada hubungan antara asupan lemak jenuh dengan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik (p-value=0,183 and 0,333). Hal ini dikarenankan banyak faktor yang mempengaruhi tekanan darah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara asupan lemak jenuh dengan tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik

    Tingkat Kepadatan Aktivitas Fisik dengan Denyut Jantung Istirahat

    No full text
    Human life quality is related to the density of daily physical activity. Human diseases are related to how many steps to take within a day. The level of human physical activity can be measured using the IPAQ scoring protocol, created by WHO in 1988. The relationship between IPAQ score and health problems show to be correlated. Nevertheless, the relationship between the level of physical activity using the IPAQ score instrument and resting heart rate is not known yet. This researcher conducted this study to determine the relationship between physical activity level using the IPAQ scoring protocol and rest heart rate. This study is an observative analytic with a cross-sectional study design using a simple random sampling technique. This study was conducted in Surabaya from November 2019 until March 2020 using primary data in the form of the IPAQ scoring method and resting heart rate examination using the Polar Heart Rate tool, which is then processed using IBM SPSS Statistics 22. The IPAQ score and resting heart rate measurement results using polar heart rate tools showed that the most college student has a high degree of physical activity level (72%) and a normal level of resting heart rate (90%). When measured with the Pearson correlation test, the correlation of those two components has a negative and weak correlation (r= -0,337, p<0,05). Overall, the correlation of physical activity level and resting heart rate are inverted and weak. For further research can be done to assess other things like one’s external stressors and lifestyle.Kesehatan dan kualitas hidup manusia berhubungan dengan kepadatan aktivitas fisik sehari hari orang tersebut. Penyakit penyakit seseorang berhubungan dengan banyak langkah per hari yang dilakukannya. Kepadatan aktivitas fisik seseorang dapat diukur dengan skor IPAQ, yang diciptakan WHO tahun 1998. Hubungan skor IPAQ dengan gangguan kesehatan seseorang sudah teruji dan dinyatakan berhubungan. Hubungan antara kepadatan aktivitas fisik menggunakan instrumen skor IPAQ dengan denyut jantung istirahat belum diketahui hubungannya. Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara kepadatan aktivitas fisik dengan menggunakan skor IPAQ dengan denyut jantung istirahat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional menggunakan teknik simple random sampling yang bertujuan untuk menentukan hubungan antara kepadatan aktivitas fisik dengan denyut jantung istirahat pada mahasiswa peserta Unit Kegiatan Mahasiswa Beladiri dan Olahraga Universitas Airlangga di Surabaya pada periode November 2019 hingga Maret 2020 dengan menggunakan data primer berupa kuisioner skor IPAQ dan pemeriksaan denyut jantung istirahat dengan menggunakan alat Polar Heart Rate yang kemudian diolah dengan IBM SPSS Statistics 22. Hasil menunjukan bahwa mahasiswa peserta memiliki distribusi kepadatan aktivitas fisik terbanyak pada kepadatan aktivitas fisik yang tinggi dan memiliki distribusi denyut jantung istirahat terbanyak pada denyut jantung istirahat yang normal. Hubungan antara kedua komponen tersebut memiliki hasil uji korelasi Pearson yang berbanding terbalik dan lemah (r= -0,337; p<0,05). Secara keseluruhan, hubungan antara kepadatan aktivitas fisik dan denyut jantung istirahat adalah terbalik dan lemah. Penelitian lebih lanjut bisa dilakukan dengan menilai hal-hal lain seperti stressor eksternal dan pola hidup seseorang

    Kebiasaan Konsumsi Minuman Remaja untuk Imunitas Tubuh

    No full text
    Covid-19 pandemic that is happening in Indonesia and throughout the world has caused changes in people’s eating habits. Food and beverages which can increase immunity become the main focus for the community during this pandemic. This study aimed to analyze the drinking habits on the immunity of SMA Muhammadiyah 25 Pamulang students. This study used a cross-sectional design. There were 78 subjects at the age of 16-17 years old who are 12th grade of SMA Muhammadiyah 25 Pamulang. Drinking habits were collected into 11 beverages types and divided into three categories (1: tea, coffee, and boba drinks; 2: fresh milk, powdered milk, sweetened condensed milk, ice cream containing milk, and yogurt; 3: date juice, honey, and traditional herbal medicine). Data were analyzed descriptively by applying the univariate test method. The results show that 66,67% of subjects consumed boba drinks more often. 32,05% of subjects always consumed coffee, and the last 39,74% of subjects rarely consumed tea. Furthermore, there are 62,82% of subjects more often consume ice cream, 25,64% of subjects constantly consume powdered milk, and 47,44% of subjects rarely consume fresh milk. Hereafter, there are 64,10% of subjects who always consume date juice. subjects often consume honey (47,44%) as well as traditional herbal medicine (46,15%). Subjects drink various beverages such as tea, milk, and their processed products, date juice, honey, and traditional herbal medicine to increase their immunity due to nutrient and antioxidant contents, to protect themselves from virus infection, including Covid-19.Kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dan seluruh dunia menyebabkan terjadinya perubahan kebiasaan makan di masyarakat. Makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imunitas menjadi fokus utama masyarakat pada masa pandemi Covid-19 ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran kebiasaan konsumsi minuman untuk imunitas tubuh pada siswa SMA Muhammadiyah 25 Pamulang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 78 remaja usia 16-17 tahun yang merupakan murid kelas 12 SMA Muhammadiyah 25 Pamulang menjadi subjek penelitian ini. Kebiasaan konsumsi minuman dikumpulkan untuk 11 jenis minuman yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori (1: teh, kopi dan minuman boba; 2: susu cair, susu bubuk, susu kental manis, es krim yang mengandung susu, dan yogurt; 3: sari kurma, madu dan jamu tradisional. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui uji univariat. Minuman boba lebih sering dikonsumsi subjek (66,67%). Sebanyak 32,05% subjek selalu mengonsumsi kopi, dan 39,74% subjek jarang mengonsumsi teh. subjek lebih sering mengonsumsi es krim (62,82%). Sebanyak 25,64% subjek selalu mengonsumsi susu bubuk, namun susu cair paling jarang dikonsumsi oleh subjek (47,44%). Minuman dari sari atau ekstrak buah kurma selalu dikonsumsi oleh sebagian besar subjek (64,10%). Madu sering dikonsumsi oleh subjek (47,44%). Sama dengan madu, jamu tradisional juga sering dikonsumsi oleh subjek (46,15%). Beberapa minuman seperti teh, susu dan hasil olahannya, sari kurma, madu, serta jamu dikonsumsi oleh subjek untuk dapat membantu meningkatkan imunitas karena kandungan zat gizi dan antioksidan, tetapi bukan untuk melindungi diri dari infeksi Covid-19

    Audiogram dan Audiometri Tutur pada Lansia dengan Presbikusis

    No full text
    Presbycusis or age-related hearing loss (ARHL) is one of the biggest health problems suffered by the elderly that causes side effects on the physical, cognitive, emotional, behavioral, and social functions, which will contribute to social isolation, even depression. The purpose of this study was to conduct hearing screening in the elderly diagnosed with presbycusis, determine the audiogram and audiometric features, and describe the characteristics of the elderly and the results of the screening. This was a descriptive study with a cross-sectional research design. Elderly aged 60 to 99 years were screened for hearing by audiogram and speech audiometry after being diagnosed with presbycusis, to analyze the general description of the audiogram and speech audiometry. The results obtained from July to August 2018 showed 61 elderly patients with presbycusis, most were female patients (52%) and were aged 70- 79 (56%). From the right and left ear audiogram screening results, only three patients (5%) had normal audiograms. Other patients have varying degrees of sensorineural hearing loss. Most of the patients (34%) had severe hearing loss in the right ear and moderate hearing loss in the left ear (28%). Based on the speech audiometry, most of the patients (57%) had SDS between 50-80%, which means there is a problem in distinguishing words or language discrimination. This study has successfully performed hearing screening in the elderly with presbycusis. Almost all patients have sensorineural hearing loss with a minimal moderate degree of hearing loss and language discrimination disorder based on the results of the screening.Presbikusis atau age-related hearing loss (ARHL) merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar yang diderita oleh lansia yang menyebabkan efek samping pada fungsi fisik, kognitif, emosional, perilaku, dan sosial, yang akan berkontribusi pada isolasi sosial, bahkan depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan skrining pendengaran pada lansia yang didiagnosis presbikusis, mengetahui gambaran audiogram dan audiometri, serta mendeskripsikan karakteristik lansia dan hasil skriningnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Lansia berusia 60 sampai 99 tahun diskrining pendengarannya dengan audiogram dan audiometri wicara setelah didiagnosis presbikusis, untuk menganalisis gambaran umum audiogram dan audiometri tutur. Hasil yang diperoleh dari Juli hingga Agustus 2018 menunjukkan 61 pasien lansia dengan presbikusis, sebagian besar adalah pasien wanita (52%) dan berusia 70-79 (56%). Dari hasil pemeriksaan audiogram telinga kanan dan kiri, hanya tiga pasien (5%) yang audiogramnya normal. Pasien lain memiliki berbagai tingkat gangguan pendengaran sensorineural. Sebagian besar pasien (34%) mengalami gangguan pendengaran berat di telinga kanan dan gangguan pendengaran sedang di telinga kiri (28%). Berdasarkan audiometri tutur, sebagian besar pasien (57%) memiliki Speech Discrimation Score (SDS) antara 50-80%, yang berarti ada masalah dalam membedakan kata atau diskriminasi bahasa. Penelitian ini telah berhasil melakukan skrining pendengaran pada lansia dengan presbikusis. Hampir semua pasien mengalami gangguan pendengaran sensorineural dengan tingkat gangguan pendengaran minimal sedang dan gangguan diskriminasi bahasa berdasarkan hasil skrining

    0

    full texts

    592

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System Yapenas 21 Maros
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇