Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Penyuluhan Pemilahan Sampah untuk Meningkatkan Pengetahuan Kader di Desa Sanrobone, Sulawesi Selatan
Sampah masih menjadi problematika di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Desa Sanrobone, Sulawesi Selatan. Wilayah Desa Sanrobone merupakan desa dengan banyak permukiman penduduk dan memiliki dampak pada timbulan sampah rumah tangga yang dihasilkan. Kegiatan ini sebagai upaya mengedukasi kader untuk dapat melakukan pemilahan sampah dan menyebarluaskan informasinya kepada masyarakat sehingga akan mempermudah proses pengolahan sampah di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan metode ceramah menggunakan tayangan presentasi dan tanya jawab. Jumlah peserta sebanyak 14 orang. Evaluasi penyuluhan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dibagikan kepada peserta. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyuluhan pemilahan sampah meningkatkan skor pengetahuan kader dari rata-rata 7,00 menjadi rata-rata 7,93
The Actions of Food Sellers about the Use of Styrofoam Containers
It is often found that they use styrofoam and plastic containers by people without the use of banana leaf mats or rice paper, so they do not understand the impact of using styrofoam on the environment and health. As an alternative to styrofoam and plastic food containers, you should use bamboo containers that are environmentally friendly. The purpose of this study was to analyze the relationship between the actions of food sellers regarding the use of styrofoam containers in the Gulun Field Madiun. The research design was quantitative using an analytical survey with a cross-sectional approach. The population was 80 people and asample of 67 subjects. This research was conducted in May 2022. The results showed that there was a significant relationship between independent variables, namely The results of the study found that there was a significant relationship between knowledge (p-value = 0,047) and attitude (p-value = 0,042) towards the action of using styrofoam containers in food vendors in Gulun Field, Madiun City. The conclusion of this study was that there was a significant relationship between the actions of using styrofoam containers in food vendors in the Gulun field in Madiun City. Researchers suggest traders to further enhance good actions by replacing the use of styrofoam containers with environmentally friendly containers and not endangering health
Kontribusi Usia dan Konsumsi Makanan Berisiko terhadap Penyakit Jantung di Provinsi Jambi
The prevalence of heart disease in Jambi Province has increased. This study aimed to determine the factors associated with heart disease in Jambi Province. This cross-sectional study used secondary data from the 2018 Basic Health Research (Riskesdas). Data regarding age, gender, type of occupation, domicile, smoking status, physical activity, consumption patterns, and Body Mass Index (BMI) from 15483 were analyzed. The relationship between independent variables and heart disease was analyzed bivariately using the Chi Square Test (X2) followed by multivariate analysis using the Multiple Logistics Regression Test. The results showed that the proportion of heart disease in Jambi Province was 0.96%. Factors related to the incidence of heart disease were age (AOR=4.075; 95%CI=2.735-6.073), consumption of sweet foods (AOR=0.367; 95%CI=0.162-0.831), and consumption of processed foods with preservatives (AOR=2.211). ; 95%CI = 1,290-3.789). The dominant factor associated with heart disease in Jambi Province was age (AOR=4,075; 95%CI=2,735-6.073). It is recommended for the community to be able to maintain a healthy consumption pattern to reduce the risk of heart disease.Prevalensi penyakit jantung di Provinsi Jambi mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung di Provinsi Jambi. Studi potong lintang ini menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Data menyangkut usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, domisili, status merokok, aktivitas fisik, pola konsumsi, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dari 15.483 dianalisis. Hubungan antara variabel bebas dengan penyakit jantung dianalisis secara bivariate menggunakan Uji Chi Square (X2) diikuti oleh analisis multivarat menggunakan Uji Regresi Logistik Berganda. Hasil penelitian diperoleh proporsi penyakit jantung di Provinsi Jambi sebesar 0,96%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung adalah usia (AOR=4,1; 95%CI= 2,73-6,07), konsumsi makanan manis (AOR=0,4; 95%CI= 0,16-0,83), dan konsumsi makanan olahan dengan pengawet (AOR=2,2; 95%CI= 1,29-3,79). Faktor dominan yang berhubungan dengan penyakit jantung di Provinsi Jambi adalah usia (AOR=4,1; 95%CI= 2,73-6,07). Bagi masyarakat disarankan untuk dapat menjaga pola konsumi yang sehat untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung
Pengetahuan Gizi dan Persepsi terhadap Perilaku Konsumsi Makanan Pemicu Kanker
One way to avoid the problem of degenarative disease or non-communicable disease is to have healthy eating behaviors. The goal of this study is to see if there is a link between nutrition education and perceptions of cancer-causing food consumption in Sriwijaya University students who are subjected to confounding variables. The distribution of a google form to 238 students was randomized using random sampling in this study. The perception variable 0,021 (p-value 0,05) was shown to be the most important factor in Sriwijaya University students consumption of cancer-causing foods. after being influenced by things such as friends knowledge and influence It is critical for prevention initiatives such as enhancing students nutritional understanding so that their knowledge and perceptions both improve.
Salah satu cara untuk menghindari masalah penyakit degenaratif atau penyakit tidak menular ini yaitu memiliki perilaku makan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah hubungan antara pengetahuan tentang gizi dengan persepsi terhadap perilaku konsumsi makanan pemicu kanker pada mahasiswa Universitas Sriwijaya yang dikontrol oleh variabel confounding. Pada penelitian ini pendistribusian menggunakan google form di 238 mahasiswa/I yang diacak menggunakan metode random sampling. Adapun variable yang paling dominan berhubungan dengan perilaku konsumsi makanan pemicu kanker pada mahasiswa Universitas Sriwijaya adalah variable pesepsi 0,021 (Pvalue < 0,05) setelah dikontrol oleh variabel confounding pengetahuan dan pengaruh teman. Penting adanya upaya pencegahan seperti peningkatan pengetahuan gizi pada mahasiswa/i agar pengetahuannya meningkat serta persepsinya juga meningkat.
Sleep Quality, Stress Level, Physical Activity, and Food Consumption with Nutritional Status
Obesity is one of the nutritional problems in Indonesia. Meanwhile, based on data from Basic Health Research in 2018, the prevalence of overweight was 13.6% and obesity was 21,8%. This study aimed to analyze sleep quality, stress, physical activity, and food consumption with nutritional status. A cross-sectional study design was applied with 60 subjects aged 20-30 years old selected by cluster random sampling method. Characteristics of subjects, sleep quality, stress levels, physical activity, and food consumption data were collected through interviews by structured questionnaires and direct measurements. The results showed no significant between age, gender, allowance, food expenditure, physical activity, and food diversity with nutritional status (p>0,05). In contrast, sleep quality and stress levels were significant to nutritional status (p<0,05), and stress level was the risk factor for the obesity incidence, OR= 6,2 [95% CI 1,9-20,3]. Thus, stress levels are a risk factor that affects individual nutritional status.Obesitas merupakan salah satu permasalahan gizi di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi overweight sebesar 13,6% dan obesitas sebesar 21,8%. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur, stres, aktivitas fisik dan konsumsi pangan dengan status gizi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang melibatkan 60 subjek usia 20-30 tahun secara cluster random sampling. Data karateristik subjek yaitu kualitas tidur, tingkat stres, aktivitas fisik dan konsumsi pangan diperoleh melalui wawancara dan pengukuran langsung. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, uang saku pengeluaran pangan, aktivitas fisik dan keragaman pangan dengan status gizi (p>0,05). Namun, kualitas tidur dan tingkat stres secara signifikan berhubungan dengan status gizi (p<0,05), dimana tingkat stres merupakan faktor risiko terjadinya obesitas, OR= 6,2 [95% CI 1,9-20,3]. Oleh karena itu, tingkat stres merupakan faktor risiko yang mempengaruhi status gizi individu
Stunting Risk Factor in Toddlers 6-59 Months
The number of toddlers experiencing stunting was still quite high and can have an impact on their growth and development. This study aims to analyzed the factors that influence the incidence of stunting in children aged 6-59 months in Parepare City. This type of research was observational with a cross-sectional study approach. The sample that became the subject of this study were children aged 6-59 months in Parepare city. Sampling was done by simple random sampling method as many as 49 people. Data were analysed using Chi-square test and Fisher Exact Test. The results showed that 49% of children under five were stunted. Birth length (p=0,425), low birth weight (p=1,000), mother's education (p=0,889), socioeconomic (p=0,667), age of complementary feeding (p=0,680) and type of food (p=0,951) were not significant effect on the incidence of stunting in children under five in the City of Parepare. It was suggested the need for education in increasing the knowledge of mothers of toddlers, especially in preparing first 1000 days of life
The Effectiveness of Giving Moringa Oleifera Formulation to Increase Hemoglobin Levels in Pregnant Women
Pregnancy accompanied by anemia was still a public health problem in Indonesia in recent years. This study aimed to determine the effectiveness of the formulation of Moringa oleifera on increasing hemoglobin levels in pregnant women. This type of research was quasy experimental with the One-Group Pre-Post test approach. The study was conducted for 6 months in Parepare City with a total sample of 33 pregnant women. Data was collected by measuring hemoglobin levels 2 times and filling out a questionnaire. Data analysis used paired sample t-test. The results showed that 33 subjects had hemoglobin levels of 10,86 mg/dl before treatment and after being given the formulation, the subjects' hemoglobin levels were 12,25 mg/dl with p value = 0,002. Based on the results of the study, it can be concluded that the administration of Moringa leaf formulation is effective in preventing the incidence of anemia in pregnant women
Dismenorea dan Dampaknya terhadap Aktivitas Sekolah pada Remaja
Dismenorea adalah masalah kesehatan pada remaja yang menimbulkan masalah ketidaknyamanan atau nyeri, dan sering berdampak terhadap aktivitas remaja di sekolah. Sebanyak 61,22% remaja SMK Al-Hidayah Kepulauan Arjasa mengalami dismenorea pada saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran dismenorea dan dampaknya terhadap aktivitas sekolah pada remaja di Kepulauan Arjasa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, yaitu sebagian remaja (n=30) di SMK Al-Hidayah Arjasayang mengalami dismenorea pada saat menstruasi. Hasil penelitian, remaja memiliki usia menarche 13 tahun (56,67%), lama menstruasi 4 – 7 hari (53,33), dismenorea muncul pada hari ke-1 dan ke-2 menstruasi (73,33%), skala nyeri 7 – 10 (50%), dan tidak menggunakan obat atau terapi lain saat dismenorea (90%). Gambaran aktivitas remaja di sekolah saat mengalami dismenorea yaitu pulang ke rumah saat dismenorea (43,33%), dismenorea muncul pada hari ke-1 dan ke-2 menstruasi (73,33%), mengalami penurunan konsentrasi (53,33%), merasa lemas saat pembelajaran (60%), dan memilih berdiam diri di kelas (63,33%). Remaja putri di SMK Al-Hidayah Kepulauan Arjasa membutuhkan promosi kesehatan tentang kesehatan reproduksi khususnya tentang manajemen dismenorea secara mandiri untuk mencapai derajat kesehatan remaja yang lebih baik dan mengurangi dampak dismenorea terhadap aktivitas akademis di sekolah
Sosialisasi dan Edukasi Gerakan Gemar Makan Sayur (Gemas) Berbasis Online Pada Remaja
Remaja adalah anak yang berusia 11-18 tahun dimana usia ini tergolong masih membutuhkan konsumsi makanan bergizi seimbang. Kondisi yang penting ini berpengaruh terhadap kebutuhan zat gizi. Kebiasaan hidup yang kurang sehat dan kurangnya aktifitas fisik itu semua dikarenakan kurangnya pengetahuan remaja tentang pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang bagi pertumbuhan mereka. Pengetahuan terkait gizi seimbang masih kurang dikalangan remaja saat ini termasuk siswa dan siswi SMP Triyasa yang masih kurang memahami pentingnya mengonsumsi sayuran. Pada dasarnya masalah gizi pada remaja ini bisa timbul karena perilaku gizi yang salah. Salah satu masalah gizi seimbang remaja adalah rendahnya konsumsi sayuran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkait sayuran. Metode yang digunakan kegiatan GEMAS ini dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi virtual meeting karena pandemi Covid 19. Pre-test dan post-test dilakukan pada sasaran untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. Terjadi peningkatan pengetahuan sasaran sebesar 88%setelah dilakukan sosialisasi dan edukasi
Edukasi Gizi Seimbang di Masa Pandemi Covid-19 pada Anak
Asupan nutrisi setiap manusia dibutuhkan dalam memenuhi keberlangsungan hidup. Hal ini penting karena untuk menjaga daya tahan tubuh tetap optimal sehingga tidak gampang tertular oleh virus covid 19. Anak-anak merupakan salahsatu dari beberapa kelompok yang beresiko tinggi penularan covid 19, salahsatu tempat berkumpulnya anak anak yang paling sering dan berkapasitas banyak adalah sekolah dasar. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan penularan Covid-19 dengan gizi seimbang pada anak sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan edukasi menggunakan material power point dan permainan interaktif. Metode tersebut dipilih karena pada kegiatan tersebut sasaran utama adalah anak-anak, sehingga metode yang digunakan menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan ini dilakukan pada siswa kelas lima dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang. Dari hasil kegiatan yang dilakukan menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan para siswa sebelum dan sesudah diberi penyuluhan dengan nilai p < 0,0