Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Knowledge about Anemia and Physical Activity with the Incidence of Anemia Among Adolescent Girls
Adolescent girls with anemia in Indonesia was still high. Adolescents, especially girls were prone to anemia due to their menstrual cycle every month. This cross-sectional study intended to analyze the relationship between knowledge about anemia and physical activity of adolescent girls with the anemia incidence. This research was conducted in MTs. Fadlurrahman, Bekasi, West Java, Indonesia in 2022. This cross-sectional study with 49 samples used stratified random sampling to determine the subjects. The result showed that 36,7% of subjects had anemia, 69,4% had low knowledge and 65,31% had low activity. Chi-square analysis indicated that knowledge of anemia in adolescent girls significantly (p<0,05) related to anemia incidence, but no significant (p>0,05) relationship between physical activity in adolescent girls with the anemia incidence. These findings indicated that increasing the knowledge was important to prevent anemia. Physical activity did not directly affect anemia incidence and needs further investigation
Pengentasan Stunting Menuju Gondang Bebas Stunting
Stunting (kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun) merupakan salah satu permasalahan yang saat ini masih dihadapi oleh Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama pada saat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Masalah stunting tidak hanya mempengaruhi fisik, tetapi bisa mempengaruhi kesehatan, kognitif, dan kinerja di masa depan. Masalah kesehatan di Desa Gondang diantaranya kasus risti pada ibu hamil, stunting, dan gizi kurang. Faktor penyebab utama kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pola perilaku hidup sehat, terutama dalam pemberian asupan nutrisi untuk bayi dan balita, prevalensi stunting di desa Gondang masih tinggi yaitu dari 140 balita yang ada ditemukan sebanyak 35 balita mengalami stunting (21,42%), balita dengan wasted sebesar (4,9%) dan yang mengalami underweight sebesar (16%). Kegiatan pemecahan permasalahan dilakukan dengan beberapa pendekatan yang dilakukan secara bersama sama yaitu : berbasis kelompok ibu yang memiliki bayi/balitadan kelompok ibu-ibu PKK. Sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan ada sebanyak 9 (60%) orang memiliki pengetahuan kurang tentang stunting, setelah diberikan Pendidikan Kesehatan terdapat kenaikan yaitu sebanyak 11 orang (73,33%) berpengetahuan baik tentang stunting. Evaluasi penimbangan balita dan baduta selama tiga bulan berat badan naik sebanyak 46,66%, berat badan tetap sebanyak 33,33% dan turun sebanyak 20%. Perlu meningkatkan Kerjasama dengan toga/toma dalam rangka mengentaskan stunting di Desa Gondang
Implementasi Kebijakan Hospital Disaster Plan di RSUD Madising Kabupaten Pinrang
Perencanaan penanggulangan bencana di rumah Sakit adalah kegiatan perencanaan penanggulangan bencana, baik terjadi di Rumah Sakit (Rencana Rumah Sakit) dan rencana kerumah bila terjadi bencana di luar. Peran rumah sakit sebagai ujung tombak pelayanan medik harus aktif di saat bencana. Tujuan penelitian ini pertama mengetahui komitmen manajemen, kedua dukungan medis dan non medis yang ketiga mengetahui dukungan Pemerintah dalam implementasi kebijakan Hospital Disaster Plan di RSUD Madising Kabupaten Pinrang. Penelitian ini merupakan metode kualitafif desktriptif dengan mengambilan data secara wawancara, observasi dan telaah dokumen. Penelitian ini dilakukan di RSUD Madising Kabupaten Pinrang dengan 9 informan 2 informan utama dan 7 informan pendukung. Hospital Disaster Plan di rumah sakit Madising belum terinplentasi secara maksimal, untuk petugas ada yang sudah dan belum mengikuti pelatihan dan pemerintah memiliki peran dalam penanggulangan bencana bekerja sama dengan Rumah Sakit. Rumah sakit diharapkan tim penanggulangan bencana melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik
e-Marketing sebagai Strategi Pemasaran Produk Usaha UMKM Bertransformasi Digital
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah telah mampu membuktikan eksistensinya dalam perekonomian di Indonesia. Usaha kecil dan sektor riil mampu bertahan dan menopang roda perekonomian bangsa Indonesia. Undang-undang yang mengatur tentang seluk-beluk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008. Hasil Survei Aktivitas Bisnis UMKM menunjukan kenaikan indeks bisnis UMKM dari 104,6 pada kuartal I-2022 menjadi 109,4 pada kuartal II-2022. Sebagai informasi, indeks bisnis di atas 100 menunjukan kondisi ekspansi UMKM berada di level optimistis. Solusi atas permasalah UMKM saat ini adalah Implementasi IT pada pemberdayaan UMKM yang bertujuan mengoptimalkan pemasaran atau promosi produk-produk unggulan UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode: 1) komunikasi/audiens dengan UMKM mitra terkait beberapa permasalahan yang dihadapi, 2) pembuatan materi dan persiapan alat dan bahan termasuk perangkat digital yang dibutuhkan, 3) pelatihan operasional dan maintenance/updating system dan data, dan 4) evaluasi dan rencana tindak lanjut. Produk yang dihasilkan di kegiatan ini adalah video promosi produk unggulan UMKM Sal-Han dan website pemasaran (e-marketing). Kegiatan ini dapat meningkatkan penjualan produk unggulan UMKM Sal-Han secara efektif
Pembinaan Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital Interaktif di Sekolah Dasar Islam Terpadu Tahfidzul Qur'an Majene
Penerapan teknologi dalam pembelajaran di tingkat sekolah dasar memiliki signifikansi penting. Di era digital ini, penggunaan teknologi bukan hanya kebutuhan, melainkan suatu keharusan. Namun, masih ada sekolah dasar yang belum mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Beberapa faktor penyebabnya adalah pola pikir konservatif guru dan siswa serta minimnya pemahaman tentang peran teknologi dalam pembelajaran. Program pembinaan kreativitas dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi interaktif di SDIT Tahfidzul Qur'an Majene dilaksanakan untuk mendukung sekolah dalam memperkenalkan dan mengimplementasikan pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Program ini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah persiapan, melalui sosialisasi tentang manfaat dan tujuan pembelajaran berbasis teknologi interaktif bagi guru dan siswa. Tahap kedua, pelaksanaan, melibatkan pelatihan intensif tentang cara melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi interaktif secara efektif. Materi pembelajaran, penggunaan alat-alat digital, serta evaluasi hasil belajar. Tim pengabdian memberikan panduan dalam setiap pertemuan, dengan melakukan pendampingan berkelanjutan bagi guru. Tahap terakhir adalah penyusunan laporan akhir program pembinaan. Kegiatan ini memberikan solusi dalam mengatasi kendala penerapan teknologi dalam pembelajaran di sekolah dasar. Dengan mengurangi hambatan pola pikir konservatif dan meningkatkan pemahaman, program ini dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di SDIT Tahfidzul Qur'an Majene melalui pendekatan kreatif dan inovatif
Biological Environmental Conditions on the Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever
An infectious disease that is still a problem in the city of Bandung is dengue hemorrhagic fever which is transmitted through the vector aedes aegipty. The purpose of this study was to analyze the influence of biological environment on the incidence of dengue hemorrhagic fever. The design used was a control case. The subjects of this study were dengue hemorrhagic fever sufferers in the Sekejati Health Center work area. The sample size was 180 subjects and was taken using a simple random. The study sample consisted of 90 cases and 90 controls. Data were collected by direct observation using observation sheets. Data were analyzed using the chi-square test. The results showed that the variables that affect the incidence of dengue hemorrhagic fever are the presence of breeding place (p-value=0,001 and POR=3,2), Resting place (p-value=0,011 and POR=2,2), solid waste (p-value=0,033 and POR=2,0), and mosquito repellent plants (p-value=0,012 and POR=2,5). The biological environment that is resistant to dengue hemorrhagic fever is a breeding place, resting place, the presence of solid waste, and mosquito repellent plants. It is recommended for health workers to be more active in conducting socialization to the community regarding efforts to prevent dengue hemorrhagic fever
Implementation of Stunting Convergency Actions to the Coverage of Nutrition Sensitive Intervention Programs
Efforts to accelerate stunting will be more effective with specific and sensitive nutrition intervention programs provided in a convergent manner. Programs between government agencies to ensure the availability of each specific nutrition intervention service for priority target families and sensitive nutrition interventions for all groups of people, especially the lower middle class. The purpose of this research was to find out the implementation of stunting convergence action with the scope of sensitive nutrition intervention programs. This research method used a quantitative survey that was analytic in nature with a crossectional study, sampling was porposive sampling with a total sample of 102 subjek taken from a total population of 137 in the working area of PKM Lee, Kolonodale and Petumbea, Morowali Regency North. The results of the study showed that the value of implementing stunting convergence 1 was p-value = 0,000 (p-value<0,05). So, it is said that there is a relationship between the implementation of the stunting convergence action and the coverage of sensitive nutrition intervention programs in North Morowali Regency. It is necessary to make efforts to improve the quality of the program which includes improving the quality of planning, implementation and evaluation where action I which is a situation analysis must be carried out before the process of preparing a work plan local government
Quality of Health Services and Patient Satisfaction
Adhytyo DR, Mulyaningsih. 2013. Reliabilitas Mempengaruhi Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kesehatan di Salah Satu Puskesmas Kabupaten Ngawi. Gaster, 10(2): 22–32.
Afifah K. 2020. Relationship of Health Care Quality With Interest in Patient Re-Visits at Cangkringan Sleman Health Center. Jurnal EduHealth, 11(1): 26–32. https://doi.org/10.54209/jurnaleduhealth.v11i1.78
Ahmad H, Antoni A, Napitupulu M, Permayasa N. 2021. Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan terhadap Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Mangasa Kota Makassar. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia, 6(2):1-12. http://dx.doi.org/10.51933/health.v6i2.546
Anjayati S. 2021. Review Artikel?: Analisis Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Menggunakan Metode Servqual. Nursing Care and Health Technology Journal, 1(1): 31–38. https://doi.org/10.56742/nchat.v1i1.7
Astuti D. 2017. Persepsi Pasien tentang Mutu Pelayanan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Puskesmas. HIGEIA: Journal of Public Health Research and Development, 1(1): 65-72.
Kementerian Kesehatan RI. 2018. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lahaji LC, Wowor RE, Esther G, Korompis C. 2019. Hubungan antara Mutu Jasa Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Wawonasa Kota Manado. Jurnal Kesmas, 7(4): 1–9.
Maulina L, Madjid TA, Chotimah I. 2019. Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Peserta BPJS di Unit Rawat Inap Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor Tahun 2018. PROMOTOR: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 2(2): 130-136. https://doi.org/10.32832/pro.v2i2.1798
Ningsih NA, Hasmah H, Bhebhe AV. 2021. Hubungan Mutu Pelayanan dengan Minat Memanfaatkan Ulang Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Tamalanrea Kota Makassar. Jurnal Kesmas Jambi, 5(2): 71–80. https://doi.org/10.22437/jkmj.v5i2.14405
Nursalam. 2014. Manajemen Keperawatan?: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: Salemba Medika.
Purwoastuti E. 2014. Mutu Pelayanan Kesehatan dan Kebidanan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Puskesmas Tamalanrea Jaya. 2022. Profil Puskesmas Tamalanrea Jaya tahun 2021.
Riandi R. 2018. Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Wonorejo Samarinda Tahun 2018. [skripsi]. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Suwuh MK, Maramis FRR, Wowor RE. 2018. Hubungan antara Kualitas Jasa Pelayanan dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Walantakan Kecamatan Langowan Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(3): 1–8.
Taekab AH, Suryawati C, Kusumastuti W. 2019. Analisis Persepsi Pasien terhadap Mutu Pelayanan Puskesmas dan Hubungannya dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Leyangan Kabupaten Semarang Tahun 2018. JKM: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1): 31–40.
Weningsih S. 2014. Pelayanan dan Persepsi Masyarakat terhadap Jamkesmas (Studi Kasus di Puskesmas II Baturaden, Kabupaten Banyumas). Jurnal Organisasi dan Manajemen, 10(1): 44–58.
Zainafree I, Respati SA. 2016. Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap di Puskesmas Halmahera Kota Semarang. VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat J-Kesmas Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1): 1–6
Prediktor Perilaku Pengurangan Risiko Jatuh Pasien oleh Mahasiswa Praktik Keperawatan Berbasis Theory of Planned Behavior (TPB)
Banyak profesi kesehatan, tenaga pendukung dengan peralatan, teknologi, obat-obatan yang sangat kompleks menyebabkan rumah sakit menjadi tempat yang rawan terjadinya insiden keselamatan pasien, salah satunya adalah jatuh. Pencegahan risiko jatuh harus dilakukan seluruh sumber daya di rumah sakit, termasuk mahasiswa praktik. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan prediktor perilaku pengurangan risiko jatuh berdasar Teori Planned Behavior (TPB). Subjek dalam penelitian ditentukan dengan teknik quota sampling Rekrutmen subjek penelitian dilakukan secara online dengan subjek sebanyak 60 mahasiswa. Hasil studi menunjukkan variabel norma subjektif, perceived behavior control dan sikap mempengaruhi perilaku pencegahan jatuh melalui variabel moderator intensi (p-value<0,05). Analisis koefisien jalur menunjukkan pengaruh yang signifikan variabel perceived behavior control terhadap perilaku pencegahan jatuh (p-value=0,000) dan variabel sikap terhadap intensi (p-value=0,049). Institusi pendidikan dapat memperkuat pembelajaran yang memberikan pengalaman mahasiswa dalam pengurangan risiko jatuh melalui berbagai metode
Kejadian Tertusuk Jarum pada Perawat di Rumah Sakit
Kejadian tertusuk jarum atau needle stick injury (NSI) merupakan salah satu kejadian yang sering terjadi pada kecelakaan kerja di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian NSI pada perawat di RSUD Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek pada penelitian ini adalah perawat RSUD Kota Cilegon dengan besar sampel yaitu 56 sampel. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas pada 3 komponen yaitu pengetahuan, sikap, dan beban kerja. Analisis data yaitu uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28,6% subjek pernah mengalami kejadian NSI. Perawat dengan pengetahuan yang baik memiliki risiko 3,85 kali lebih tinggi untuk mengalami kejadian NSI. Perawat dengan sikap yang baik terhadap pencegahan kejadian NSI memiliki risiko 4,56 kali lebih tinggi untuk mengalami kejadian NSI. Perawat dengan beban kerja ringan memiliki risiko 0,289 kali lebih rendah untuk mengalami kejadian NSI. Kesimpulan yaitu pengetahuan, sikap, dan beban kerja berhubungan dengan kejadian NSI pada perawat di RSUD Kota Cilegon