Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Optimalisasi dan Penguatan PKK Remaja dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting
PKK Remaja dibentuk guna membantu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting khususnya di Kelurahan Watang Bacukiki. Namun mereka banyak terlibat di kegiatan posyandu khususnya bagian pengukuran status gizi. Keterampilan mereka masih kurang utamanya dalam menilai pertumbuhan dan status gizi anak serta memberikan edukasi terkait hasil dari pemantauan pertumbuhan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan terkait pemantauan pertumbuhan dan teknik melakukan edukasi/penyuluhan serta pelatihan kewirausahaan pembuatan produk MPASI. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan bertempat di Kantor Lurah Watang Bacukiki yang diikuti sebanyak 20 orang. Dalam kegiatan ini anggota PKK remaja dilatih melakukan pemantauan status gizi balita yakni bagaimana cara melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan lingkar lengan atas. Selain itu mereka juga dilatih bagaimana melakukan plotting hasil pengukuran di buku KIA dan interpretasi grafik pertumbuhan anak. PKK remaja juga dilatih bagaimana tehnik memberikan edukasi serta pembuatan MPASI berbasis bahan pangan lokal. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PKK Remaja utamanya dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan mulai berani memberikan edukasi menggunakan alat peraga yang diberikan. Anggota PKK remaja juga mulai mahir dalam membuat produk MPASI sesuai tekstur dan usia anak. Diharapkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan PKK remaja dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting
Edukasi dan Pelatihan Pemberian Makan Bayi dan Anak dari Bahan Lokal bagi Ibu Balita dan Ibu Hamil
Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang prevalensinya cukup tinggi di Provinsi Sulawesi Barat, dimana Sulawesi Barat adalah peringkat kedua kejadian stunting di Indonesia. Stunting merupakan suatu gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat defisiensi nutrisi yang kronik. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada anak, salah satunya adalah praktik pemberian makan yang tidak tepat. Pengetahuan serta keterampilan ibu yang baik dalam praktik pemberian makan dapat mendukung tumbuh kembang serta perbaikan gizi pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu hamil dan ibu balita dalam praktik pemberian makan anak. Peningkatan pengetahuan ibu dilaksanakan melalui edukasi mengenai PMBA dan peningkatan keterampilan ibu dilakukan melalui kegiatan pelatihan pembuatan MPASI, utamanya adalah pengenalan tekstur makanan yang tepat sesuai usia anak. Metode yang digunakan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang didapat terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian makan pada bayi dan anak dan peningkatan keterampilan ibu bagaimana pembuatan MPASI menggunakan bahan lokal
Implementasi Relaksasi Autogenik terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang sering terjadi pada lansia, terapi non farmakologi yang dapat dilakukan penderita diabetes melitus tipe II adalah relaksasi autogenik dimana penerapannya sangat mudah tidak memakan banyak waktu dan memiliki efek baik dalam menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini mengevaluasi implementasi dari terapi relaksasi autogenik pada partisipan yang mengalami DM tipe II. Studi kasus ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, merencanakan intervensi, implementasi serta evaluasi keperawatan dan penilaian dengan alat GDS atau glucometer sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi autogenik. Subjek pada studi kasus yaitu partisipan yang mengalami diabetes melitus tipe II, dan sesuai dengan kriteria inklusi. Studi Kasus dilakukan 21-23 juni 2024 diberikan intervensi dirumah partisipan kelurahan Loa Bakung RT 48. Hasil dari setelah dilakukan implementasi ditemukan bahwa ada pengaruh pemberian terapi relaksasi autogenik untuk menurunkan kadar gula darah tinggi yang dilakukan selama 3 hari berturut, partisipan pertama hari pertama 209 mg/dl pada hari ketiga setelah diberikan intervensi menjadi 197 mg/dl, kemudian partisipan kedua 315 mg/dl menjadi 308 mg/dl pada hari ketiga
Mutu Pelayanan Keperawatan dengan Kepercayaan Pasien
Penurunan jumlah kunjungan disebabkan oleh faktor-faktor mutu pelayanan keperawatan yang belum terpenuhi dan tingkat kepercayaan pasien yang rendah terhadap suatu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepercayaan pasien BPJS rawat jalan. Penelitian ini termasuk dalam dalam jenis analitik kuantitatif menggunakan cross sectional study. Pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan data primer disertai kuisioner, sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 293 subjek. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dan hasil uji chi-square mempunyai p-value=0,000<0,05 yang menjelaskan ada hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepercayaan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 293 subjek yang menilai mutu pelayanan keperawatan sebagian besar mengatakan cukup baik sebesar 45,1% dan yang menilai kepercayaan pasien sebagian besar mengatakan cukup baik sebesar 63,8%. Terdapat hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepercayaan pasien BPJS rawat jalan Rumah Sakit Tulangan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2024. Diharapkan bagi rumah sakit perlu mengembangkan beberapa indikator mutu untuk peningkatan kinerja pelayanan rumah sakit agar terpenuhinya kepercayaan pasien yang lebih baik
Aplikasi UMKM Sebagai Strategi Pemasaran Media Promosi Produk Lokal di Kota Dumai
Pada era digitalisai saat ini sudah canggih dan memiliki kemajuan pada sisi teknologi dan pola pikir manusia yang juga berkembang maju. Hal ini juga merambat pada bidang usaha yang menciptakan persaingan yang sangat ketat, para kompetitor berlomba memberikan produk terbaik untuk bisa berhasil dalam bidang usaha. Kamar dagang industri atau biasa kita kenal dengan nama KADIN merupakan sebuah organisasi bidang usaha yang di dalamnya terdapat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). UMKM masih menjadi alternatif penggerak perekonomian yang cukup efektif menghasilkan produk atau jasa yang menjadi kebutuhan masayarakat. Promosi dan pemasaran merupakan masalah yang masih menjadi perkerjaan rumah oleh UMKM, upaya pemasaran produk kepada konsumen, akan menjadi suatu hal yang sia-sia jika produk yang dihasilkan bagus namun tidak ada konsumen yang membeli dikarekan kurangnya pengetahuan dan informasi prodak yang dipasarkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mempermudah para penggiat UMKM untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk yang mereka produksi pada suatu media online. Sistem ini sepenuhnya akan dibuat dengan menggunakan framework codeigniter dengan konsep model, view,controler (mvc), framework ini dikombisnasikan dengan bootsrap untuk tampilan dari web dinamis. Hasilnya akan berupa aplikasi berbasis web untuk media promosi dan pemasaran produk yang akan disosialisasikan kepada UMKM cara penggunaannya untuk membantu UMKM tersebut
The factors that affect fruit and vegetable consumption behavior in adolescents at Junior High School 10 Tangerang South City
Consumption of fruit and vegetables in Indonesia is still very low, especially among teenagers. This can cause various kinds of health problems. This study aimed to determine what factors can affect fruit and vegetable consumption behavior in adolescents at Junior High School 10 Tangerang South City. Fruit and vegetable consumption behavior was measured using the SQ-FFQ. This study used a quantitative method with a cross-sectional study design and used accidental sampling technique with 116 respondents as a subject. Statistical analysis used in this study is the Independent T-test and Spearman Rank Correlation test. The results of the study showed that the average fruit and vegetable consumption of students in Junior High School 10 Tangerang South City was 283.98 grams/day. Bivariate results showed that there was a significant difference in the average consumption behavior of fruit and vegetables with gender (p=0.028), fruit and vegetable preference (p=0.029), fruit and vegetable availability (p=0.026), exposure to mass media (p=0.000) and intention to consume fruit and vegetables (p=0.000), but there was no significant difference in the average behavior of fruit and vegetable consumption with self-image perception (p=0.945) and nutritional knowledge (p=0.379)
Nanoparticles of Kalakai Leaf (Stenochlaena Palustris) and Lemon (Citrus Limon) to Changes Hemoglobin, Erythrocyte and Hematocrit Levels in Adolescent Women
The prevalence of anemia increases every year, this must be welcomed with innovations in preventing anemia in adolescents so that it does not increase the rate of increase in cases of anemia in adolescents and even pregnancy. One way to treat anemia is to use kalakai and lemon leaves which are processed into nanoparticles. Kalakai leaves contain iron, vitamin C which functions to increase hemoglobin, erythrocyte and hematocrit levels. This research aims to analyze the effect of kalakai leaf and lemon nanoparticles on increasing hemoglobin, erythrocyte and hematocrit levels in adolescent girls. This type of research is true experiment with simple random sampling technique. The total sample was 34 anemic adolescent girls, 17 samples from the intervention group and 17 samples from the control group. This research used kalakai leaf nanoparticles (2g) and lemon (3g) combined together and given once a day for 14 days. The research was conducted at STIKes Borneo Scholar Medika. The administration of kalakai and lemon leaf nanoparticles can significantly increase hemoglobin levels with a p-value=0,000 and an effect size value of 0,66 (Modest Effect) and a percentage in the intervention group of 11,1%, erythrocytes with a p-value=0,000 and an effect size of 0,82 (Modest Effect) and the percentage in the intervention group was 23,4%, Hematocrit value was p=0,000 and the effect size was 0,60 (Modest Effect) and the percentage in the intervention group was 7,6%
Breastmilk Management Education on Knowledge and Breastfeeding Practices Among Working Mothers
One of the factors causing the failure of exclusive breastfeeding is working mothers. Previous research has stated that working others are 2,3 times less likely to provide breast milk compared to non-working mothers. This study aimed to analyze the influence of education on expressed breast milk management using pocket books on knowledge and breastfeeding among working mothers in Palangkaraya City. This research was a quasi-experimental study using pretest-posttest control group structure. This study?s sample include breastfeeding women who work in the working area of Palangkaraya City Public Health Center, with 30 participants in each group. The sample was selected using consecutive sampling technique. Statistical tests were performed using the chi-square test. Observation of expressed breast milk feeding was carried out one month after the mothers returned to work. This study result found significant differences in knowledge and breastfeeding practices between the intervention and control groups (p-value<0,05). Most of the mothers who were given the pocket book had good knowledge, while most of the mothers who used the KIA book had sufficient knowledge. Mothers who were given the pocket book were also more likely to provide expressed breast milk to their babies compared to mothers who used the KIA book. Health workers can provide education about expressed breast milk to working mothers using pocket books that are easy to carry, allowing mothers to read them anywhere and manage expressed breast milk at work to increase the achievement of exclusive breastfeeding
Comparative Analysis Without and With Sensitivity Encoding (SENSE) on Signal to Noise Ratio (SNR) and Scan Time of Axial T2 Flair MRI Brain
T2 FLAIR has a long scanning time, because T2 FLAIR has additional TI (Time of Inversion) so patients feel uncomfortable. The SENSE produces image quality, namely contrast and spatial resolution, which is the same as standard image reconstruction, but the scan time required is only half of the standard scan time. This research aimed to determined the difference between SENSE and non-SENSE techniques in axial T2 FLAIR MRI Brain on SNR values and scan time. This study used 16 samples from all patients with T2 FLAIR axial MRI brain at Gambiran Hospital using SENSE and non-SENSE techniques. The results of the image were evaluated by quantitative method, by giving ROI (Region of Interest) to the cerebral cortex, basal ganglia, thalamus and noise background, then the signal intensity obtained from the organ image and the standard deviation (SD) of the background of the image was calculated by dividing the average signal of the measured area by SD at the noise to obtain the SNR value. The results of the SNR value were analyzed by the Paired T-Test and tested with the SPSS version 25. There was a difference between the SENSE and non-SENSE techniques in the axial T2 FLAIR MRI brain to the SNR value. This difference is because the T2 FLAIR non-SENSE does not experience the reduction in phase encoding lines needed to fill the image k-space on each coil element, a potential deficiency is met by the elimination of wrapping information that results in high image resolution spatial
Psycometric Test of Indonesian version of The Self-rated Fall Risk Questionnaire in Elderly Community
Falls are common problem and often occur in the elderly due to decreased body abilities, so a valid and consistent Instrumen is needed to see how high the risk of falls is in the elderly with the Self-rated Fall Risk Questionnaire (SRFQ). So, the practical application of this questionnaire is to pay attention to the dangers of environmental conditions regarding falls in the elderly and support the family to avoid the risk of falls in the elderly which can occur due to decreased balance disorders and the need for physiotherapy. Determining the validity and reliability of the Self-rated Fall Risk Questionnaire’s Indonesian version was the goal of this study. This study was in the methodological study that conducted in September 2023 at Elderly Community Gonilan village, Sukoharjo. There were 58 subjects. Participation this study that choosen by purposive sampling. The SRFQ was given 2 times with an interval of 2 weeks. Between the two measurement sessions, the Indonesian version of the SRFQ test-retest reliability results were very good (ICC 0,989, p-value < 0,001, and 95% CI: 0,982-0,994). Good Internal Consistency was a Cronbach’s Alpha value was 0,829. Based on the content validity results shown, the corrected correlation item value was below 0,3. There were 3 items. Concluded was that the Indonesian version of the SRFQ is declared reliable, but the content validity of the 3 items needed to be retested