Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan Melalui Pelatihan Pembuatan Pakan Berbasis Bahan Baku Lokal
Kecamatan Selayar memiliki potensi perikanan akuakultur yang besar. Potensi perikanan akuakultur yang besar tersebut harus ditunjang oleh kemampuan sumber daya manusianya yang terampil mengolah bahan baku pakan lokal menjadi pakan buatan yang nantinya dapat menekan biaya produksi ikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pembuatan pakan ikan kepada kelompok pembudidaya lokal di Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga. Tim PkM memperkenalkan teknologi screw press yang dapat dimanfaatkan dalam proses mencetak pakan berbentuk pelet secara mandiri. Tim juga memperkenalkan penggunaan berbagai bahan tambahan seperti tepung ikan, tepung jagung, tepung terigu, dan premix vitamin yang diperlukan untuk melakukan formulasi nutrisi pakan buatan. Keterampilan ini adalah aspek teknis yang dibutuhkan oleh masyarakat agar mampu memproduksi pakan ikan yang berkualitas sesuai kebutuhan nutrisi ikan yang dibudidayakan. Kegiatan dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan survei lokasi, pelatihan dan diskusi, hingga praktek lapangan pembuatan pakan berbentuk pelet menggunakan mesin screw press. Kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat, terutama dari kelompok pembudidaya ikan setempat
Pemberdayaan Kelompok Tani Masseddi Ati Melalui Teknologi Edukasi Kesehatan dan Inovasi Produk Olahan Jagung
Desa Larocci Kabupaten Bone menemukan tingginya angka penyakit diabetes mellitus pada petani sehingga menurunkan produktifitas kerja yang berakibat pada penurunan penghasilan. Tujuan pemberdayaan masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan kelompok tani dalam mengatasi permasalahan kesehatan, edukasi dan produksi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi dan praktik. Adapun materi yang diberikan spesifik pada penyakit diabetes melitus, jenis-jenis media edukasi kesehatan, pemanfaatan teknologi serta inovasi produk olahan jagung. Sasaran dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah Kelompok Tani Desa Larocci Kabupaten Bone dengan jumlah sebanyak 20 orang. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 14-15 Agustus 2024 yang dimulai pada pukul 09.00-14.00 WITA. Bertempat di Kantor Desa Larocci Kabupaten Bone. Hari pertama dilakukan pemberian materi kemudian hari kedua dilakukan praktik inovasi pengolahan produk. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat, terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan, sikap dan tindakan peserta melalui nilai skor dari kriteria hasil dan nilai mean dari 10% menjadi 100% kategori cukup. Peningkatan ini mencerminkan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan peserta sebagai kelompok tani
Effects of beetroot-pineapple juice on hypertensive elderly in Depok
The prevalence of hypertension, based on measurement results among the population aged ? 18 in Indonesia, increased by 8.3% from 2013 to 2018. Due to this rise, there is an evident need for treatments to decrease this rate. Introducing non-pharmacological therapies, such as beetroot and pineapple juice, maybe a viable solution. This study aimed to assess the difference in blood pressure before and after the consumption of beetroot and pineapple juice among elderly hypertensive patients in the Abadijaya Public Health Center region of Depok City. The research followed an experimental design, specifically a pretest-posttest one-group format. The study involved 15 elderly individuals aged between 60-80 years with blood pressure readings of ? 140/90 mmHg. They consumed 300 ml of the juice daily for seven consecutive days. Data analysis included the Shapiro-Wilk test for normality, the paired t-test, and the Wilcoxon test for statistical significance. The findings revealed a significant reduction in blood pressure after the consumption of beetroot and pineapple juice, with a p-value for systolic pressure at 0,000 and diastolic pressure at 0,020 (p<0,05). The average decrease in systolic blood pressure was 13,03 mmHg, and for diastolic blood pressure, it was 4,8 mmHg. There was a discernible difference in blood pressure measurements before and after juice consumption among the elderly hypertensive patients
Analysis of Stunting Incidence Based on Knowledge, Maternal Characteristics, and Nutritional Status
One of the issues impeding human development worldwide is stunting. This study's goal is to examine the prevalence of stunting according to characteristics, knowledge, and nutritional status in Kebayoran District, South Jakarta. This kind of study uses a cross-sectional research design and is quantitative in nature. This research was conducted in Kebayoran Baru District, South Jakarta, during November-December 2021. All mothers with toddlers made up the study's subjects, with a sample of 50 subjects participating in the Family Hope Program (PKH) with purposive sampling techniques. Data collection method using questionnaires. Logistic regression and the Chi-square test are the statistical tests that are employed. The results showed maternal knowledge with a p-value of 0,044, age (p-value = 0,031), educational attainment (p-value = 0,012), marital status (p-value = 0,837), economic status (p-value = 0,000), and nutritional status (p-value = 0,000). In conclusion, a relationship exists between knowledge, characteristics (age, mother's education level, mother's working status, economic status), and nutritional status in relation to stunting. Additionally, there is no connection between the prevalence of stunting and marital status. Education, economic status, and nutritional status are the primary determinants of stunting incidence in Kebayoran Baru, South Jakarta
Mekanisme Koping dalam Menghadapi Menarche pada Santriwati
Pubertas pertama dialami oleh santriwati di lingkungan pondok pesantren yang ditandai dengan terjadinya menarche. Terdapat berbagai respon yang dideskripsikan melalui sebuah mekanisme koping pada santriwati yang mengalami menarche terutama di lingkungan pondok pesantren. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana gambaran mekanisme koping dalam menghadapi menarche pada santriwati. Pendekatan cross sectional telah digunakan dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling dengan populasi berjumlah 252 orang dan didapatkan subjek sebanyak 70 orang santriwati sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner strategi koping Brief Cope. Dari total 70 santriwati yang berkontribusi dalam penelitian ini, santriwati menggunakan dua mekanisme koping termasuk PFC 66(±4,14) dan EFC 64 (±10,11), meskipun demikian, dengan rata-rata terbanyak koping yang digunakan yakni koping religion 2,15(±1,227), koping emotional support 1,47 (±1,230), acceptance 1,43(±0,194), serta self distraction 1,91(±1,211). Koping yang tidak pernah digunakan adalah substance
Studi Sequential Explanatory Sedentary Lifestyle dan Lingkar Pinggang sebagai Parameter Obesitas Abdominal pada Pegawai
Obesitas abdominal merupakan masalah kesehatan yang ditandai dengan penumpukan lemak viseral dan dapat menimbulkan gangguan metabolik. Obesitas abdominal dapat dipicu oleh sedentary lifestyle yang menjadi rutinitas pegawai kantor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sedentary lifestyle dengan lingkar pinggang pada pegawai. Penelitian ini menggunakan mixed-method dengan desain sequential explanatory. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan studi cross-sectional. Sampel berjumlah 140 pegawai di kantor badan daerah Kabupaten Sumedang melalui proportionate stratified random sampling. Penelitian kualitatif melalui wawancara semi berstruktur kepada dua orang pegawai. Analisis kuantitatif dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman, sedangkan penelitian kualitatif menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai berada pada tingkat sedentary lifestyle sedang (73,58%). Selain itu, subjek dengan obesitas abdominal didominasi oleh perempuan (52,50%). Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sedentary lifestyle dengan lingkar pinggang pada pegawai (p-value=0,407). Penelitian menghasilkan tema yaitu 1) Tipe Sedentary Lifestyle Pegawai dihari Kerja 2) Perilaku Sedentary dan Aktivitas Fisik Pegawai dihari Libur. Perilaku sedentary pegawai disertai konsumsi camilan yang mengandung karbohidrat dan lemak, kopi, rokok, serta aktivitas fisik. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis faktor-faktor lain penyebab obesitas abdominal pada pegawai
Tingkat Kecukupan Protein dan Lemak dengan Kejadian Underweight pada Balita
Salah satu dari tiga kriteria malnutrisi yang menunjukkan kegagalan pertumbuhan adalah underweight. Asupan zat gizi yang tidak cukup, yang menyebabkan penurunan massa otot dan metabolisme basal, adalah salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya underweight. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecukupan protein, dan lemak dengan kejadian underweight pada balita. Studi cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Jumlah subjek balita sebanyak 56 subjek diambil secara proporsional dari semua peserta uji. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan food recall 3x24 jam tidak berurutan. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara tingkat kecukupan protein dengan kejadian underweight (p = 0,004), dan tingkat kecukupan lemak dengan kejadian underweight (p = 0,025). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein dan lemak dengan kejadian underweight pada balita usia 24-59 bulan di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan peneliti selanjutnya mengenai faktor penyebab underweight
Sosialisasi dan Pendampingan Sertifikasi Halal melalui SIHALAL pada UMK Makanan Minuman di Desa Wonorejo Kabupaten Malang
Sertifikasi halal merupakan aspek penting dalam industri makanan dan minuman, terutama bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) yang beroperasi di sektor ini. Sertifikasi dapat mempengaruhi komposisi dan bahan-bahan yang digunakan dalam produk makanan, sehingga dapat membantu meningkatkan kesadaran konsumen untuk mengonsumsi produk yang memenuhi standar kemanan pangan dan halal. Sistem Informasi Halal (SIHALAL) merupakan platform yang dibuat dengan tujuan untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal bagi para pelaku usaha UMKM makanan maupun minuman. Para pelaku UMKM yang berada di desa masih mengalami kesulitan dalam mengakses dan menginput data dalam platform SIHALAL. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman UMK di Desa Wonorejo terkait pentingnya sertifikasi halal serta mendampingi pelaku UMK dalam melakukan registrasi dan pendaftaran sertifikasi halal melalui aplikasi SIHALAL. Metode yang digunakan yaitu wawancara dan observasi secara langsung dengan beberapa tahapan yaitu identifikasi masalah, tahap persiapan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu kegiatan sosialisasi dan pelatihan terkait sertifikasi halal dan pencarian produk halal meningkatkan pemahaman UMK di Desa Wonorejo terkait pentingnya sebuah industri pangan memiliki sertifikat halal. Adapun kegiatan pendampingan registrasi NIB dan sertifikasi halal melalui aplikasi SIHALAL menunjukkan bahwa 7 dari 12 UMK yang belum memiliki NIB berhasil mendapatkan NIB dan melakukan registrasi halal. Hasil dari pengajuan sertifikasi halal melalui aplikasi SIHALAL, terdapat 1 UMK yang berhasil mendapatkan sertifikat halal
Pengetahuan Ibu Hamil Primipara Trimester III Sebelum dan Sesudah Bimbingan Modul Inisiasi Menyusu Dini: Knowledge in Primiparous Mothers in Third Trimester Before and After Guidance in the Early Breastfeeding Initiation Module
Inisiasi Menyusu Dini atau sering disingkat dengan IMD adalah suatu kesempatan yang diberikan kepada bayi segera lahir dengan cara meletakkan bayi diperut ibu, kemudian dibiarkannya bayi untuk menemukan putting susu dan menyusuii hingga puas. Proses ini dilakukan paling kurang 2 jam pertama setelah bayi lahir. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Tingkat pengetahuan ibu primipara trimester III sebelum dan sesudah dilakukan bimbingan modul inisiasi menyusu dini. Metode penelitian ini adalahh deskriptif , dengan jumlah sampel sebanyak 25 ibu primpara trimester III, dimana Kriteria esklusi dalam penelitian ini adalah ibu hamil tidak tahu membaca, ibu hamil trimester I dan II. Kriteriaa inklusinya adalah semua ibu hamil trimester III yang tidak memiliki riwayat komplikasi penyakit yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pattallassang.Teknik pengambilan sampel yang di gunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian dapat diketahui sebelum bimbingan modul ibu mempunyai nilai rata-rata(mean) adalah 12,44 ,Standar deviasi adalah 3,02 ,maxsimum adalah 18 , dan minimum adalah 8. Setelah dilakukan bimbingan modul ibu mempunyai nilai rata-rata(mean) adalah 16,92, Standar deviasi adalah 2,53, maxsimum adalah 20, dan minimum adalah 11. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebelum dilakukan bimbingan Modul IMD mayoritas ibu mempunyai pengetahuan kurang dan setelah dilakukan penyuluhan mayoritas ibu mempunyai pengetahuan baik. Diharapkan semua ibu primipara khususnya trimester III bisa lebih aktif dalam mencari informasi salah satu dengan mengikuti bimbingan tentang pentingnya IMD bagi ibu dan bay
Electrocardiogram Analysis-Based to Track Fatigue during Commercial Home Construction Tasks
The presence of fatigue among workers in the commercial house construction industry presents substantial obstacles to both the personal welfare of individuals and the overall efficiency of construction projects. The objective of this study is to investigate how individual factors, namely nutritional status, affect degrees of fatigue in this specific occupational group. Data was gathered from 45 construction workers in November 2023 using a cross-sectional methodology. Total sampling approaches were employed, and persons with pre-existing health issues were excluded. Analyzed were the univariate and bivariate data, which uncovered a noteworthy correlation between nutritional status and tiredness level (p-value=0,028). Although there were no significant correlations between age and sleep quality, the results emphasize the significance of dietary determinants in influencing tiredness levels among construction workers. Implications arise from the necessity of implementing specific interventions for example wellness and occupational diet program to encourage adequate nutrition and improve the well-being and productivity of workers in the construction sector. These findings enhance the progress of occupational health research and offer potential applicability for guiding standard of procedure and practical methods to prevent fatigue-related hazards especially in construction environments