Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Implementasi Ekosistem Bisnis Digital untuk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan: Studi Kasus di Kabupaten Gowa, Indonesia
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk melakukan pendampingan penerepan ekosistem bisnis digital pada program pemberdayaan desa “One Village One Product” pada UMKM Binaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa. Program PkM meliputi pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi product branding dengan menggunakan pendekatan pemasaran digital. Progam PkM dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi mitra beserta binaannya yang memiliki kesulitan branding, dan pemasaran, sehingga Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa terkendala untuk melakukan evaluasi efektivitas program “One Village One Product” yang digagasnya. Program PkM bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa dan Kecamatan Bontomarannu yang meliputi UMKM binaan pada tiga desa, yaitu Desa Romang Lompoa, Balang-Balang, dan Borongloe. Kecamatan Bontomarannu dipilih dari 18 Kecamatan dibawah binaan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa karena UMKM pada ketiga desa tersebut menjadi percontohan bagi UMKM di 17 kecamatan lainnya. Luaran wajib ditargetkan dari PkM ini adalah publikasi pada jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, sedangkan luaran tambahannya berupa publikasi media masa setempat
Pemberdayaan Unit Mahasiswa Melalui Pelatihan Pembuatan Produk dan Pendampingan Usaha Olahan Ikan Asap Sebagai Pangan Lokal Gorontalo
Data tracer study yang dilakukan oleh Poltekkes Gorontalo pada tahun 2021 menunjukkan bahwa 33,56% lulusan belum bekerja. Lulusan yang memiliki usaha sendiri masih sedikit yaitu 0,5%. Hal ini menunjukkan bahwa sedikitnya minat lulusan dalam memulai wirausaha yang saat ini menjadi salah satu pekerjan menjanjikan. Permasalahan yang dihadapi oleh calon wirausahawan yaitu ide, inovasi produk, sumber daya, manajemen, permodalan, produksi, pengemasan, pemasaran, hingga perijinan. Hal ini melatarbelakangi pengembangan kewirausahaan Poltekkes pelatihan pembuatan produk dan pendampingan usaha olahan ikan asap sebagai pangan lokal Gorontalo. Tujuan: Pengembangan kewirausahaan Poltekkes dengan pemberdayaan unit mahasiswa melalui pelatihan pembuatan produk dan pendampingan usaha olahan ikan asap sebagai pangan lokal Gorontalo. Metode pelaksanaan: Perekrutan mahasiswa melalui seleksi, diskusi penyadaran kewirausahaan, pelatihan pembuatan olahan ikan, pembuatan bisnis plan dan praktek pemasaran produk. Hasil yang dicapai yaitu terpilihnya 10 orang peserta melalui seleksi, tersusunnya 4 bisnis plan produk olahan ikan asap, terlaksananya diskusi motivasi kewirausahaan dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, adanya produk olahan ikan asap yang layak dipasarkan (Papica, Panada Tore, Sambal Roa, dan Basreng Roa), terlaksananya praktek pemasaran produk olahan ikan asap di Pojok Gizi HIMAJU, ruang Publik Gelanggang Remaja, secara digital. Selain itu peserta terfasilitasi pembuatan NIB (Nomor Induk Berusaha) dan sertifikat halal oleh Dinas Kumperindag. Simpulan: Pengabdian kepada masyarakat ini telah memberikan motivasi kewirausahaan, mendampingi pembuatan bisnis plan produk olahan ikan asap, pemberian pelatihan pembuatan produk olahan ikan asap serta praktek pemasarannya pada mahasiswa
Analysis of Convergence Actions in Efforts to Prevent and Manage Stunting in Gorontalo City
The government has formulated a National Strategy (STRANAS) to acceleration of stunting reduction. The prevention of stunting throughout integrated interventions (convergence actions), including nutrition-specific focused on pregnant women and children while nutrition sensitif focused on environment and sanitation. Presidential Regulation concerning the acceleration of stunting reduction is carried out holistically, integratively, and with quality carried out through coordination, synergy and synchronization. This study aims to determine the action-based convergence acceleration of the stunting reduction program and evaluate the motivational elements that influence the program's effectiveness in Gorontalo City. The study was qualitative study. The research informants were the coordinator of stunting convergence of 6 Regional Goverment Organization (RGO) level and nutritionist in the nutrition program as a key informant and regular informant as targeted group in the convergence action, health cadres and village apparatus. The study showed that stunting convergence has implemented by related RGO with 8 convergence actions including with situation analysis, activity plans, stunting crackdowns, governor regulations, human cadre development, data management systems, stunting data measurement and publication as well as annual reviews. The conclusion about the implementation of stunting convergence actions by RGO in Gorontalo City shows positive efforts to support the acceleration of stunting reduction
Health Seeking Behaviour pada Pasien dengan Ulkus Diabetikum
Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi tersering pada pasien diabetes. Perilaku pencarian layanan kesehatan sangat penting untuk merencanakan perawatan dan manajemen diabetes setelah ditegakkan diagnosis sehingga komplikasi dapat diminimalkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara demografi dengan perilaku mencari penyembuhan ke fasilitas pelayanan kesehatan professional. Penelitian kuantitatif dengan desain analisis korelatif menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Total sampel sebanyak 112 subjek, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen Health Seeking Behaviour. Pasien ulkus diabetikum berjenis kelamin perempuan lebih banyak (60,7%), usia subjek terbanyak berada dalam rentang 35 sampai 60 tahun (75%), Status subjek yang sudah menikah sebanyak 78,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara Health Seeking Behaviour dan Persepsi manfaat, Persepsi hambatan, Persepsi keparahan, serta Persepsi kerentanan dengan p-value<0,05. Tenaga Kesehatan di klinik/rumah sakit agar dapat memberikan pendidikan kesehatan terkait penyakit ulkus diabetikum serta meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya mencari pertolongan penyembuhan ke fasilitas pelayanan kesehatan profesional
Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri: Nutritional Status and the Incidence of Anemia in Adolescent Girls
Anemia gizi besi pada remaja merupakan masalah gizi yang paling utama di Indonesia, yang disebabkan karena kekurangan zat besi, protein, vitamin C, vitamin K. Anemia pada remaja putri disebabkan karna kehilangan zat besi sebasar 1,3 mg/hari setiap menstruasi. Pervalensi anemia gizi besi pada remaja putri di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) khususnya kabupaten sleman pada tahun 2018 adalah 22,86%, jumlah ini meningkat 12,5% dari tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode penelitian ini menggunakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 subjek dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat pengumpulan data diantaranya timbangan berat badan, pengukur tinggi badan, HB elektrik dan lembar observasi. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil analisis status gizi normal sebanyak 24 subjek (48%), status gizi kurus sebanyak 14 subjek (28%), status gizi gemuk sebanyak 12 subjek (24%). Sedangkan remaja mengalami anemia sebanyak 29 subjek (58%), remaja tidak mengalami anemia sebanyak 21 subjek (42%). Hasil uji statistik chi square nilai p value = 0.049 dengan p value < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa “Ha diterima”. Artinya ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia di SMA Negeri 1 Godean. Diharapkan dapat berguna untuk menambah informasi kepada remaja anemia khususnya tentang terpenuhinya status gizi remaja agar terhindar dari anemia
Caring di Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan Kepuasan Keluarga Pasien
Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan awal pelayanan medis pasien bagi pasien gawat darurat di Rumah Sakit. Pelayanan di IGD harus sesuai dengan standar yang berlaku. Jika tidak, maka konsekuensinya dapat berakibat fatal bagi pasien. Menurunnya perilaku caring perawat di IGD menyebabkan menurunnya kualitas layanan dan berdampak pada kepuasan pasien dan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan caring di pelayanan IGD dengan kepuasan keluarga pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 109 subjek dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisa data menggunkan uji Spearman rho. Hasil penelitian ini menunjukan hasil caring pelayanan IGD RSUD W Kabupaten Cirebon dalam kategori baik (45%), cukup (45,9%) dan kurang (9,2%). Sedangkan kepuasan keluarga pasien dalam kategori sangat puas (48,6%), puas (44%) dan cukup puas (7,3%). Hasil uji hubungan menunjukan terdapat hubungan kuat antara caring pelayanan dan kepuasan keluarga pasien di IGD RSUD W Kabupaten Cirebon dengan arah hubungan bersifat positif (p-value=0,001; r=0,774). Sehingga, semakin baik caring pelayanan di IGD maka akan semakin tinggi kepuasan keluarga dan/atau pasien
Efektivitas Aromaterapi Inhalasi Lavender dalam Upaya Meredakan Ansietas Pra-Operasi: Tinjauan Literatur
Ansietas pra-operasi sering dialami pasien dan dapat mempengaruhi fisik serta psikis, berisiko menyebabkan komplikasi seperti gangguan hemodinamik, nyeri pascaoperasi, dan pemulihan yang terlambat. Terapi komplementer yang dapat diaplikasikan untuk meredakan ansietas yaitu pemberian aromaterapi inhalasi lavender. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aromaterapi inhalasi lavender dalam meredakan ansietas pra-operasi. Metode berdasarkan literature review yang dipilih dari berbagai database (Pubmed, ResearchGate, Google Scholar dan Portal Garuda). Artikel dipilih berdasarkan kriteria, yaitu artikel dapat diakses penuh (full text) dalam bahasa Indonesia dan Inggris, tahun publikasi dalam rentang 10 tahun terakhir (2014-2024), tidak duplikasi dan artikel yang sesuai. Dari pencarian tersebut terdapat 13 artikel yang dianalisis sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Hasilnya menunjukkan bahwa aromaterapi inhalasi lavender efektif dalam meredakan ansietas tanpa dampak negatif, sehingga dapat diaplikasikan oleh perawat sebagai intervensi yang aman dan efisien untuk pasien pra-operasi
The relationship of dietary patterns, and behavior of MP-ASI with nutritional status in children aged 6-12 months in Cigeulis Village, Banten Province
The growth of children in infancy is very rapid. If at this time the toddler's nutritional needs are not met, it will cause disturbances in the growth and development of toddlers. Underweight in toddlers occurs as a result of acute malnutrition. In the long term, children with underweight will experience cognitive impairment, decreased learning achievement, behavioral disorders, and increase the risk of death. Nutritional status in children can be influenced by several factors such as maternal knowledge regarding nutrition, diet, and complementary feeding behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional knowledge, diet, and complementary feeding behavior with nutritional status at the age of 6-12 months in Cigeulis Village, Banten Province in 2022. This study was conducted in February-July 2022. The number of samples is 38 babies and baby mothers. This research has a cross-sectional design. Data were collected by measuring body weight and interviewing questionnaires to determine nutritional knowledge, eating patterns, and complementary feeding behavior. The results showed that 65.8% of toddlers had normal nutritional status, 65.8% of mothers had good nutritional knowledge, and 63.2% demonstrated appropriate complementary feeding practices. The dietary patterns of toddlers indicated adequate energy intake (65.9%), protein intake predominantly in the excessive category (47.4%), insufficient fat intake (60.5%), and adequate carbohydrate intake (50%). There was a significant association between complementary feeding practices and the nutritional status of toddlers. However, no significant relationship was found between energy, protein, and fat intake and the nutritional status of toddlers. In contrast, carbohydrate intake was significantly associated with the nutritional status of children under five (p<0.05)
Effect of 5% Binahong (Anredera cordifolia) Leaf Extract Gel on Macrophage Activity in Wound Healing After Tooth Extraction in Wistar Rats
Tooth extraction is an action that is often performed in the world of dentistry to remove intact teeth or remaining roots from the sockets in the alveolar bone. Macrophage cells are important processes in wound healing during the inflammatory phase. Binahong leaves (Anredera cordifolia) contain flavonoids, ascorbic acid, tannins, terpenoids, saponins, alkaloids which influence macrophage activity. The aim of the research was to determine the effect of 5% binahong (Anredera cordifolia) leaf extract gel on the increase in macrophages after tooth extraction in Wistar strain white rats. This type of research was pure experimental research with a post test only group design. The research subjects were 36 mice divided into negative control, positive control and treatment groups. The left mandibular incisor was removed and CMC-NA 1%, glycerin iodine 1%, and 5% binahong (Anredera cordifolia) leaf extract gel were applied. The lower incisors of mice were extracted and then made histological preparations stained with hematoxylin then divided into 3 groups, then the number of macrophages was counted using a microscope with 400x magnification. The One Way Anova parametric test showed that there was a significant difference (p<0,05) between groups in the number of macrophages. The results of the LSD test showed that there was a significant difference (p<0,05) between the treatment group and the positive and negative controls. Based on this research, 5% binahong leaf extract gel has an effect on the number of macrophages cells in the wound healing process after tooth extraction
Overview of educational level, nutritional knowledge, and dietary adherence among patients with type 2 diabetes mellitus
Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by impaired insulin action, resulting in uncontrolled blood glucose levels. Dietary management, including adherence to recommended meal timing, portion size, and food choices, is a fundamental component of type 2 DM management. However, dietary adherence among patients with type 2 DM remains a major challenge in routine health care practice. This study aimed to describe the educational level, nutritional knowledge, and dietary adherence among patients with type 2 DM. This quantitative study employed a cross-sectional design. The study subjects were patients with type 2 DM receiving outpatient care at Karawang District Hospital in 2017, selected using purposive sampling. Data were collected through interviews using structured questionnaires to obtain information on subject characteristics, educational level, nutritional knowledge, and dietary adherence. The results showed that none of the subjects demonstrated adherence to the recommended dietary guidelines. These findings indicate that poor dietary adherence remains a key issue in the management of type 2 DM, regardless of patients’ educational level and nutritional knowledge. This condition highlights the need for strengthening continuous nutrition education and implementing more intensive and accessible nutrition counseling approaches. Increasing patient engagement in nutrition counseling services is expected to improve understanding and application of appropriate dietary management, thereby supporting optimal glycemic control in patients with type 2 DM