Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Intensitas Bermain Game Online dengan Kecenderungan Perilaku Agresif pada Agregat Remaja
Saat ini, banyak orang menghabiskan waktunya dengan memainkan game online mulai dari anak-anak hingga orang dewasa termasuk remaja. Berdasarkan data Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024, dari 8.720 subjek, sebanyak 2.116 subjek (24,27%) pernah bermain game online. Berdasarkan kelompok konsumen game online tersebut, sebanyak 113 orang (13,52%) menghabiskan waktu bermain game online lebih dari 4 jam/hari. Dalam survei yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 25.164 subjek dengan rentang usia 10-18 tahun, terdapat 13.840 subjek (55%) yang bermain game online. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan correlational dan pendekatan cross-sectional bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas bermain game online dengan kecenderungan perilaku agresif pada agregat remaja di SMP Negeri 1 Rumbia. Sampel sebanyak 177 sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil uji chi-square, didapatkan p-value 0,001 (p-value ? 0,05) artinya ada hubungan signifikan antara intensitas bermain game online dengan kecenderungan perilaku agresif pada agregat remaja di SMP Negeri 1 Rumbia. Diharapkan remaja bisa lebih memperhatikan durasi bermain game online sehingga dapat mengurangi faktor penyebab perilaku agresif dan sekolah dapat menentukan kebijakan dalam pembatasan bahkan pelarangan untuk bermain game online di sekolah
Terapi Kelompok Terapeutik Meningkatkan Perkembangan Psikososial pada Remaja di Wilayah Pesisir
Kondisi sehat fisik dan mental serta pemahaman terhadap tugas perkembangan pada remaja menjadi hal yang sangat penting, karena akan menentukan kualitas remaja sebagai generasi penerus bangsa di masa yang akan datang. Pencapaian perkembangan psikososial pada remaja untuk mencapai pembentukan identitas diri salah satunya dengan pemberian terapi kelompok terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian terapi kelompok terapeutik terhadap perkembangan psikososial pada remaja di wilayah pesisir. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Quasi experimental pre-post-test with control group dengan intervensi Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) sebanyak 7 sesi. Pre-test dilakukan sebelum intervensi dan post-test setelah intervensi. Sampel diambil menggunakan purposive sampling sebanyak 59 orang remaja, yang terdiri dari 30 orang pada kelompok intervensi dan 29 orang pada kelompok kontrol. Analisa data menggunakan uji distribusi frekuensi dan uji independent t-test (Pooled t-test). Hasil penelitian menunjukkan terapi kelompok terapeutik berpengaruh terhadap perkembangan psikososial pada remaja di wilayah pesisir (p-value=0,00<0,05). Diharapkan remaja untuk terus melakukan stimulasi perkembangan psikososial pada dirinya sendiri sehingga tercapai tugas perkembangan diri yaitu terbentuknya identitas diri secara optimal
Deteksi Formalin pada Makanan dengan Limbah Kulit Buah Naga di Majelis Taklim Permata Babul Maghfirah Majene
Berdasarkan survei, pengetahuan masyarakat tentang bahaya formalin dan cara mendeteksinya masih terbatas karena pengujian formalin biasanya memerlukan laboratorium. Untuk itu, pelatihan diberikan dengan memanfaatkan kulit buah naga sebagai bahan alami yang sederhana dan mudah diakses. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan ibu-ibu di Majelis Taklim Permata Babul Maghfirah, Majene, dalam mendeteksi kandungan formalin pada bahan pangan secara mandiri. Kegiatan ini meliputi beberapa tahapan: persiapan melalui komunikasi dengan mitra, pelaksanaan berupa penjelasan teknik deteksi formalin dan eksperimen langsung, serta monitoring dan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pelatihan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta hingga 80%. Peserta mampu melakukan metode deteksi sederhana secara mandiri dan mengidentifikasi bahan pangan yang dicurigai mengandung formalin. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis peserta dalam mendeteksi formalin menggunakan bahan alami. Metode sederhana ini terbukti efektif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Disarankan agar program serupa diperluas dengan memanfaatkan bahan alami lain untuk mendeteksi zat berbahaya serta melibatkan peserta yang lebih beragam, termasuk laki-laki dan generasi muda, guna meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat secara luas
Pengetahuan dan Sikap Ibu Nifas tentang Manfaat Senam Nifas untuk Mencegah Terjadinya Perdarahan Post Partum: Postpartum Mothers' Knowledge and Attitudes About the Benefits of Postpartum Exercise to Prevent Postpartum Hemorrhage
Masa nifas (puerperium) dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Studi menunjukan bahwa gangguan pada proses involusi meningkatkan angka kematian ibu. Dalam masa nifas ada kegiatan ibu post partum yang harus diperhatikan untuk memastikan involusi uteri berjalan normal untuk mencegah adanya perdarahan. Upaya untuk mengendalikan perdarahan dari tempat plasenta dengan memperbaiki kontraksi dan retraksi serat myometrium yang kuat salah satunya dengan mobilisasi dini dan senam nifas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu nifas tentang manfaat senam nifas untuk mencegah perdarahan di PKM Jumpandang Baru Makassar. Jenis penelitian ini adalah Survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data primer yaitu membagikan lembar kuisener kepada subjek dalam hal ini adalah semua ibu nifas pada bulan September sampai dengan Desember 2021 sebanyak 33 orang dengan tekhnik accidental sampling, selanjutnya data diolah dengan aplikasi SPSS dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi.Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap subjek terhadap senam nifas sebagai bentuk pencegahan perdarahan post partum dimana didapatkan nilai p= 0,00 dengan uji chi square . Pengetahuan memilki hubungan yang signifikan terhadap sikap ibu nifas terhadap perilaku melakukan senam nifas. Pengetahuan yang baik tentang senam nifas menimbulkan pula sikap positif ibu dalam melakukan senam nifas sehingga diharapkan peran petugas kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan juga lebih maksimal baik yang dilakukan di sarana kesehatan maupun saat melakukan kunjungan rumah
Promosi Keluarga Sadar Gizi (Pro-Kadarzi) sebagai Upaya Pencegahan Balita Stunting di Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya
Kelurahan Singkup terletak di Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, merupakan daerah pedesaan yang masih tertinggal dari segi indeks pembangunan manusia, meliputi pendidikan, ekonomi dan kesehatan. Berdasarkan hasil observasi tim, daerah ini masih berupaya menghadapi permasalahan gizi yang ada dikeluarganya. Kasus stunting (pertumbuhan balita lambat akibat kurang gizi) di Kota Tasikmalaya mencapai 1.730 balita pada awal 2023. Terdapat 219 balita yang mengalami stunting di kecamatan Purbaratu. Tujuan pengabdian pada masyarakat ini yaitu bagaimana memberikan edukasi menggunakan booklet mengenai Promosi Keluarga Sadar Gizi (Pro-Kadarzi) terutama keluarga yang beresiko stunting, sehingga mereka dapat menerapkan perilaku konsumsi makan gizi seimbang di tingkat rumah tangga. Berdasarkan hasil perhitungan rata-rata skor pre-test adalah 85,93 dan rata-rata skor post-test adalah 89,08. Berdasarkan hasil uji perbedaan diatas, didapatkan nilai p-value 0,044 (<0,05) yang artinya ada perbedaan antara nilai pre-test dan post-test atau ada pengaruh pemberian materi terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita tentang perilaku keluarga sadar gizi. Metode ceramah dan pemberian booklet cukup efektif dalam menyampaikan materi penyuluhan kepada ibu balita terkait perilaku keluarga sadar gizi. Dari hasil kegiatan ini disarankan yaitu agar promosi Keluarga Sadar Gizi (Pro-Kadarzi) tersebar ke masyarakat lainnya maka perlu dibentuk pendamping Pro-Kadarzi sebagai duta penyampaian perilaku Kadarzi kepada masyarakat. Pendamping ini sifatnya sukarela dari masyarakat yang sudah dilatih tentang Kadarzi
Relationship between manganese minerals and type 2 diabetes mellitus
Indonesia is the fourth country with the largest prevalence of DM in the world which is caused by an unhealthy lifestyle. Risk factors for DM that cannot be modified include race, ethnicity, age, gender, genetics from a family with DM, history of giving birth >4 kg and LBW <2.5 kg. Meanwhile risk factors that can be modified include overweight, abdominal/central obesity, lack of physical activity, high blood pressure (hypertension), dyslipidemia, high calorie and unbalanced diet, prediabetes with impaired blood glucose tolerance levels (IGT 140 -199 mg/dl) or impaired fasting blood glucose levels (GDPT <140 mg/dl) as well as smoking habits. Several studies have revealed that dietary manganese is related to type 2 DM. However, the relationship between manganese diet and type 2 DM in women cannot yet be explained through a definite pathophysiological pathway after all confounding variables have been adjusted for, so it still needs to be studied further, especially regarding manganese analysis methods in assessing manganese status. which is usually based on the concentration of manganese in plasma/serum and all blood components
Blood Urea Nitrogen-Serum Albumin Ratio As a Predictor of Clinical Outcome in Acute Ischemic Stroke
Stroke is a global health issue with high morbidity and fatality rates. Treatment decisions for ischemic stroke rely on clinical outcome prediction. The NIHSS score is commonly used to predict the AIS's clinical outcomes. However, its use is hindered by its complexity, which requires the assessment of many variables. Therefore, there is an urgent need to develop a simpler yet still effective evaluation tool in assessing the AIS’s clinical outcome. The study aimed to predict AIS outcomes using the blood urea nitrogen to albumin serum ratio (RBA). This study was a prospective cohort study design, with subjects being first-time AIS patients hospitalized at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo and several hospitals in Makassar from December 2022–April 2023. Demographic and clinical data were collected, assessing RBA and comparing it according to the good (mRS 0-2) and poor (mRS 3-6) outcome groups. RBA performance was assessed by receiver operating characteristic curve (ROC) analysis to assess the AIS's clinical outcome. The study's findings on 62 participants meeting the criteria revealed a significant association between RBA and the AIS's clinical outcome (p-value=0,0004). The mean RBA differed significantly between the good and poor AIS outcome groups (p-value =0,006). In the ROC analysis, the area under the curve (AUC) was 0,75 with an optimal cut-off value was 2,05, yielding a sensitivity of 41,67%, a specificity of 98%, and a likelihood ratio of 20,83 (p-value=0,007). In conclusion, RBA can be used as a simple and objective tool to determine the clinical outcome predictors of AIS
Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Kehamilan Usia Dini
Kehamilan usia dini merupakan kehamilan di bawah umur 20 tahun yang disebabkan adanya pergaulan bebas akibat kurangnya pengetahuan dan informasi, rendahnya peran orang tua serta adanya pengaruh sosial budaya. Kehamilan usia dini dapat berisiko tinggi terhadap keguguran, infeksi, keracunan kehamilan, kematian ibu, serta masalah perkembangan dan pertumbuhan janin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang kehamilan usia dini. Teknik pengambil sampel dengan random sampling dan diperoleh jumlah subjek penelitian sebanyak 32 siswi. Dari hasil analisis data diperoleh 50,0% subjek memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, sedangkan dalam hal sikap 81,75% subjek telah memiliki sikap positif terhadap upaya pencegahan kehamilan usia dini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan mayoritas subjek masih dalam kategori cukup, sedangkan dalam hal sikap sebagian besar subjek telah mendukung upaya pencegahan kehamilan usia dini
Pengaruh Edukasi Ceria Menggunakan E-Modul dan Video terhadap Intention Siswa dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah
terlaksana sepenuhnya adalah aplikasi ceria yaitu sarana pencatatan dan pelaporan data elektronik yang bertujuan untuk memantau konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah) oleh remaja putri, namun demikian penerapan aplikasi ini belum sepenuhnya efektif karena kurangnya niat, kepercayaan dan kepatuhan dalam mengkonsumsi TTD (Tablet Tambah Darah). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan intention (niat) sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada remaja putri. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan desain pre-test and post-test control two group design. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan niat. Diharapkan remaja putri di SMAN 13 Bone mampu mengembangkan niat mengkonsumsi tablet suplemen darah melalui e-modul edukasi dan video edukasi
Pengaruh Peer Educator dan Media Leaflet terhadap Perceived Barrier to Action dalam Konsumsi Tablet Tambah Darah
Model Promosi Kesehatan (HPM) merupakan teori yang menjelaskan interaksi faktor lingkungan dan persepsi individu yang dapat mempengaruhi perilaku kesehatan. Berdasarkan teori Model Promosi Kesehatan dijelaskan mengapa individu melakukan atau tidak melakukan perilaku kesehatan dan bagaimana individu mengubah perilaku negatif atau menerapkan perilaku kesehatan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan intervensi pendidik sebaya dan media leaflet terhadap hambatan tindakan dalam mengonsumsi tablet suplemen darah. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian Experimental Factorial Design dengan 2 variabel independen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidik sebaya mempunyai pengaruh terhadap persepsi hambatan bertindak sehingga mampu meningkatkan perilaku kepatuhan mengonsumsi tablet suplemen darah di SMAN 4 Maros. Saran dalam penelitian ini adalah bagi remaja putri lebih meningkatkan perilaku kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menggunakan mix method dengan melakukan kegiatan lintas program sekolah dan puskesmas