Open Journal System Yapenas 21 Maros
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
Terapi Relaksasi Benson terhadap Penurunan Nyeri Kepala pada Subjek Hipertensi
Hipertensi adalah kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan pada pembuluh darah sistolik dan diastolik. Hipertensi menghambat proses penyediaan oksigen dan nutrisi melalui darah, yang kemudian disalurkan ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. Penanganan sakit kepala pada subjek hipertensi dapat dilakukan dengan teknik relaksasi Benson, yang terbukti dapat mengurangi rasa sakit dan menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik relaksasi Benson dalam mengurangi sakit kepala pada subjek hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan memberikan intervensi berbasis bukti keperawatan berupa teknik relaksasi Benson selama 5-10 menit kepada lima subjek hipertensi yang berusia 45-65 tahun dan mengalami sakit kepala ringan hingga sedang, yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) 0-10. Pengukuran intensitas sakit kepala dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, dengan evaluasi lanjutan dilakukan 30 menit setelah intervensi. Penerapan teknik relaksasi Benson terbukti efektif dalam mengurangi intensitas sakit kepala pada subjek hipertensi. Teknik relaksasi Benson dapat menjadi pendekatan non-farmakologis yang bermanfaat untuk membantu mengurangi sakit kepala pada subjek hipertensi dan mendukung proses pemulihan mereka
Aplikasi Mobilisasi Progresif Level I pada Pasien dengan Recent STEMI Anterior Ekstensif dan Ruptur Septum Ventrikel
ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) merupakan salah satu bentuk serangan jantung yang ditandai dengan adanya perubahan elektrokardiogram (EKG) pada segmen ST pada. Ventricular Septal Rupture (VSR) merupakan kondisi medis yang serius yang terjadi akibat komplikasi dari infark miokard (serangan jantung) akut. VSR terjadi ketika terdapat robekan atau lubang pada septum interventrikular. Secara umum, prevalensi VSR saat ini diperkirakan terjadi pada sekitar 0,2% hingga 0,5% dari seluruh pasien dengan infark miokard akut. Pemberian intervensi keperawatan berdasarkan evidence based praktis pada kasus VSR adalah mobilisasi progresif level 1. Untuk mengevaluasi aplikasi intervensi keperawatan mobilisasi progresif level 1 pada kasus recent stemi extensive anterior dengan ventrikuler septal ruptur. Studi ini menggunakan laporan kasus (case study) dengan praktik berbasis bukti. Subjek yang digunakan yaitu pasien dengan yang dirawat di ruang perawatan intensif jantung, analisa data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penerapan yang dilakukan selama 2 jam dalam rentang waktu 5 hari, didapatkan hemodinamik yang stabil dan peningkatan aktifitas fisik yang toleransi dengan kondisi pasien. Mobilisasi progresif level 1 efektif diterapkan pada kasus VSR dengan masalah penurunan curah jantung dan intoleransi aktifitas. Mobilisasi progresif level 1 merupakan intervensi keperawatan yang efektif untuk pasien dengan VSR, yang dapat mempromosikan stabilitas hemodinamik dan meningkatkan fungsi fisik
Effect of Ethanol Extract and Fractions of Saluang Balum Root Lavanga Sarmentosa (Blume) Kurz) on Aphrodisiac Activity and Spermatogenesis in Hyperglicemia Rats
High blood glucose levels or hyperglycemia can increase reactive oxygen species (ROS). Complications of secondary diabetes mellitus in the form of sexual dysfunction and impaired fertility in men. This is one of the causes of decreased sexual desire and sperm count, which can cause infertility in men. Saluang balum root (Lavanga sarmentosa (Blume) Kurz) with flavonoid, steroid, and tannin compounds is a traditional medicine that has the potential as an aphrodisiac and spermatogenesis. The purpose of this study was to obtain a histological picture of the seminiferous tubules, a decrease in blood glucose levels, aphrodisiac activity, and spermatogenesis. This study used 35 male wistar rats which were divided into 7 groups, normal group, negative control (CMC Na 1%), positive control (pasak bumi), ethanol extract of saluang balum root at a dose of (225 mg/kgBW), n-hexane fraction. (19.81 mg/kgBW), ethyl acetate fraction (64.5 mg/kgBW) and water fraction (140.67 mg/kgBW). All of these groups were induced by alloxan (100 mg/kgBW), except the normal group. The extracts and fractions were given for 14 days, then observed a decrease in blood glucose levels, aphrodisiacs, spermatogenesis and histological features in the seminiferous tubules. The results showed that the extract and fractions of saluang balum root had reduced blood glucose levels, aphrodisiac and spermatogenesis in hyperglycemic rats
Simplications Documentation Format of the Midwifery Care SOAP
The recording format used by midwives in midwifery services is often not in accordance with the midwife's procedures and authority. Recording formats are often complicated, time consuming, and filled out incompletely. This research aims to determine the effectiveness of the SOAP documentation format for midwifery care. This type of comparative design research on 52 samples uses the old SOAP assessment format sheet and SOAP simplifications, research implementation February-November 2023. The data analysis technique uses Paired Sample T-Test analysis. The results of statistical tests show that there is a difference in the length of time for filling out the old SOAP and the simplified SOAP, seen from the competence of the subject who are competent in recording the simplified SOAP. It is hoped that this research will become a reference for midwifery lecturers and students in compiling documentation according to standards, considering that the results show that a simplified format is more effective, efficient and in line with midwife competencies
Pemberdayaan Kelompok Tani "Mitra Kana" Melalui Pertanian Ramah Lingkungan dengan Azolla dan Limbah Lokan Menuju LEISA
Pemakaian pupuk organik mampu meningkatkan produksi pertanian baik kualitas dan kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Kerang/lokan, yang banyak ditemukan di Kabupaten Aceh Barat, merupakan salah satu sumber daya hayati yang potensial. Limbah kulit lokan dapat menjadi aset bernilai ekonomi jika dimanfaatkan, karena kandungan CaCO3 (Kalsium Karbonat) dalam abu cangkang lokan dapat meningkatkan pH tanah asam menjadi netral, sehingga memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah dan mendukung keberhasilan budidaya tanaman. Selain itu, tumbuhan liar juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan informasi dan pendampingan kepada kelompok tani dalam pembuatan pupuk organik berbahan tumbuhan Azolla dan limbah kulit kerang sebagai alternatif pengganti pupuk kimia untuk meningkatkan produksi padi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi program pembuatan pupuk berbahan tumbuhan liar dan limbah organik kepada kelompok tani "Mitra Kana" di Kecamatan Meurebo, Kabupaten Aceh Barat. Dari hasil identifikasi permasalahan yang disampaikan oleh mitra, diketahui bahwa saat ini petani sangat bergantung pada penggunaan pupuk anoranik dan mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi. Oleh karena itu, diadakan sosialisasi program pembuatan pupuk organik agar masyarakat dapat beralih dari pupuk anorganik ke pupuk organik untuk pertanian berkelanjutan
Peningkatan Kapasitas Kader: Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Makanan Tambahan untuk Ibu Hamil di Posyandu Dahlia
Masa kehamilan merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian khusus terhadap kebutuhan gizi untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin. Kader posyandu memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui pemantauan dan peningkatan status gizi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan ibu hamil melalui peningkatan keterampilan kader dalam pembuatan makanan tambahan di Posyandu Dahlia. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Posyandu Dahlia, Desa Kabasiran, Kabupaten Bogor pada September-Oktober 2024, melibatkan 26 kader. Program ini berfokus pada pelatihan pembuatan cookies inovatif menggunakan kombinasi tepung mocaf dan tepung ISP (Isolated Soy Protein). Evaluasi dilakukan melalui pre dan post test serta evaluasi langsung di lapangan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan kader, dari 24% sebelum intervensi menjadi 94% setelah pelatihan (p-value<0,05). Para kader menunjukkan kemampuan yang meningkat dalam berbagai aspek, termasuk pemilihan bahan, pengukuran yang akurat, dan pemahaman tentang higienitas dalam proses produksi. Kegiatan pendampingan juga menunjukkan antusias kader dalam mengimplementasikan pelatihan yang telah diperoleh sebelumnya. Kesimpulan pada kegiatan pengabdian ini yaitu pelatihan dan pendampingan yang dilakukan berhasil meningkatkan keterampilan kader dalam pembuatan makanan tambahan bagi ibu hamil. Saran untuk kegiatan selanjutnya perlu dilakukan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal yang lebih bervariasi
Formulation and Characterization of Secretome Hydrogel Based on Sodium Alginate as Anti-Aging
Hydrogel can be developed as a secretome delivery strategy for controlled release, thereby extending the residence time of the secretome and providing safer and more effective therapeutic effects. Secretome has great potential to prevent skin aging. The enzymes contained in the secretome have antioxidant activity. This study aimed to determine the characterization and anti-aging activity of sodium alginate-based secretome hydrogel preparations. In this research, hydrogel secretome characterization tests were carried out in the form of organoleptics, pH, viscosity, spreadability, HRTEM and also anti-aging activity testing using the DPPH scavenging assay method. The organoleptic test showed that all formulas were pale yellow in color, soft and homogeneous in consistency. pH, viscosity and spreadability tests showed that all formulas entered the standard range for topical preparations. Taking images of the hydrogel surface using HRTEM shows that the secretome has been successfully dispersed into the hydrogel. Anti-aging activity testing carried out has also proven an increase in the percentage of inhibition and IC50 value in the formula along with increasing the secretome dose
Bladder Training Sebelum Pelepasan Kateter pada Pasien Post Operasi dengan Inkontensia Urine: Literatur Review
Pasien yang menjalani kateter urin pasca operasi dapat mengalami kesulitan berkemih, baik dalam bentuk inkontinensia maupun retensi urin. Latihan kandung kemih bertujuan untuk memperpanjang interval buang air kecil, menstabilkan kandung kemih, dan mengurangi urgensi. Umumnya, latihan kandung kemih dilakukan dengan mengklem kateter selama dua jam dan melepasnya setelah satu jam sebelum kateter urin dilepas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas kandung kemih pelatihan sejak dini sebelum pelepasan kateter urin terhadap kejadian inkontinensia urin. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka melalui data dasar seperti PubMed, Crossref, dan Cochrane dengan kata kunci “Bladder Training” dan “Urinary Incontinence” atau “Inkontinensia Urin” atau “Eliminasi Urin” dan “Post Operation” atau “Post Operasi” dalam rentang tahun 2019-2024. Hasil pencarian memperoleh delapan artikel yang memenuhi kriteria PRISMA. Kriteria inklusi meliputi pasien dewasa (usia 30-60 tahun) yang menjalani operasi dengan kateterisasi, menggunakan metode Quasi-Experiment, RCT, dan Pre-Post Test, serta artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang dapat diakses secara gratis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandung kemih pelatihan dapat direkomendasikan sebagai terapi non-medis bagi pasien pasca operasi setelah irigasi dan selama pemasangan kateter. Terapi ini membantu memperkuat otot detrusor dan mengembalikan pola berkemih normal
Serum Vascular Endothelial Growth Factor (Vegf) Levels and Alberta Stroke Program Early CT Score (Aspects) in Ischemic Stroke Patients
Stroke is the second leading cause of death and disability worldwide. Where the most common occurrence of ischemic stroke is 85% of all stroke cases. Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) is a dimeric glycoprotein with angiogenic and neuroprotective effects. Alberta Stroke Program Early CT Score (ASPECTS) can be used to assess the extent of acute ischemic stroke in the middle cerebral artery territory as a simple semiquantitative instrument. Method a cross-sectional study in acute ischemic stroke patients with an onset of 3-14 days. The VEGF assessed was serum VEGF and ASPECTS assessment to determine the extent of the lesion. Total ASPECT score is 10 points (normal), score > 7 (lesion area < 1/3 MCA), score < 7 (lesion area > 1/3 MCA). Of the 37 patients, the majority of patients were women (62,2%) with hypertension being the most common comorbid. All risk factors had no significant relationship to VEGF levels (p-value>0,005). There was a significant difference between the two ASPECTS categories on serum VEGF levels (p-value=0,001), A significant correlation occurred in serum VEGF levels with ASPECTS (p-value=0,000; r-0,600). Conclusion higher VEGF levels increase cerebral infarction
Pemberian Zat Gizi Enteral Metode Intermittent Feeding terhadap Volume Residu Lambung pada Pasien Kritis
Zat gizi memegang peranan penting pada perawatan pasien dengan penyakit kritis, karena sering dijumpai gangguan zat gizi sehubungan dengan meningkatnya metabolisme dan katabolisme. Masalah primer dari keadaan sakit pasien akan memburuk bila pemberian zat gizinya kurang adekuat, pasien akan sulit sembuh dan kemungkinan akan menderita berbagai komplikasi serta dampak buruk yang terjadi pasien sering mengalami sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat gizi enteral metode intermittent feeding terhadap volume residu lambung pada pasien kritis di Ruang ICU RS AU dr. Dody Sardjoto. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan pendekatan pre test post test design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini Consecutive sampling. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sebanyak 10 orang, teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon Rank Test. Hasil uji statistic Wilcoxon Rank Test diperoleh p-value 0,005 artinya terdapat pengaruh pemberian zat gizi enteral metode intermittent feeding dalam menurunkan volume residu lambung di Ruang ICU RS AU dr. Dody Sardjoto. Diharapkan Rumah Sakit dapat menerapkan metode pemberian zat gizi intermittent feeding menjadi pilihan dalam pemberian zat gizi enteral khususnya pada pasien kritis.