Online Journal Systems UNPAM (Universitas Pamulang)
Not a member yet
22766 research outputs found
Sort by
How Capital Intensity, Sales Growth, and Inventory Intensity Influence Tax Aggressiveness
Taxation constitutes a major component of government revenue, serving as a crucial instrument for financing public expenditures and supporting national development programs. On the other hand, corporations tend to view taxes as a reduction in earnings and therefore seek ways to reduce the burden, one of which is through tax aggressiveness. Although still within the boundaries of tax regulations, such practices diminish potential state revenue and remain a concern for policymakers. This research explores the influence of capital intensity, sales growth, and inventory intensity on corporate tax aggressiveness. The study focuses on firms in the food and beverage sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange between 2019 and 2023. The sample was determined using purposive sampling in line with predetermined criteria, while panel data regression was employed for hypothesis testing. The findings reveal that capital intensity, sales growth, and inventory intensity jointly exert a significant impact on tax aggressiveness. Moreover, partial analysis confirms that each variable individually contributes to explaining variations in tax aggressiveness. These results underscore the importance of firm-level financial policies in shaping corporate tax behavior
Dampak Persepsi Risiko Transaksi dan Kepercayaan Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Skincare Halal di Marketplace Indonesia: Studi Komparatif Generasi Z dan Milenial (Pendekatan Studi Literatur)
Perkembangan industri skincare halal di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan seiring dengan meningkatnya minat konsumen terhadap produk yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan nilai-nilai kehalalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak persepsi risiko transaksi dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian skincare halal di marketplace Indonesia dengan pendekatan studi literatur. Analisis dilakukan terhadap berbagai jurnal terbitan 2019–2025 yang membahas persepsi risiko, kepercayaan, keputusan pembelian, serta perbedaan preferensi antara Generasi Z dan Milenial. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi risiko seperti ketidaksesuaian produk, kekhawatiran keaslian, dan keamanan transaksi cenderung menurunkan minat beli konsumen. Sebaliknya, kepercayaan terhadap brand halal maupun platform marketplace menjadi faktor dominan yang meningkatkan keputusan pembelian. Literatur juga memperlihatkan adanya perbedaan pola pembelian antara Generasi Z dan Milenial, di mana Generasi Z lebih cepat mengambil keputusan dan memiliki kepercayaan lebih tinggi terhadap brand halal, sedangkan Milenial lebih berhati- hati dan mempertimbangkan informasi sebelum membeli. Secara keseluruhan, keputusan pembelian skincare halal terbentuk dari hubungan antara tingkat risiko yang dirasakan, kepercayaan konsumen, dan karakteristik generasi.Kata Kunci: Persepsi Risiko, Kepercayaan Konsumen, Keputusan Pembelian, Skincare Halal, Marketplace, Generasi Z, Milenial
Pengaruh Brand Ambassador, E-WOM, dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Produk Azarine di TikTok Shop pada Generasi Z di Kota Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Brand Ambassador, Electronic Word Of Mouth, dan Brand Image terhadap Keputusan Pembelian produk Azarine di TikTok Shop Pada Generasi Z di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 127 responden yang ditentukan melalui rumus Hair et al. dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil analisis regresi menunjukkan persamaan Y = 3,313 + 0,198X1 + 0,280X2 + 0,389X3, yang menunjukkan bahwa Brand image memiliki pengaruh paling besar terhadap keputusan pembelian dibandingkan Brand ambassador dan Electronic Word Of mouth. Hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung sebesar 59,986 dengan tingkat signifikasi 0,000 (<0,05), yang menandakan bahwa Brand Ambassador, Electronic Word Of Mouth, dan Brand Image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,594 menunjukkan bahwa 59,4% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan skincare untuk meningkatkan peran Brand Ambassador, membangun Electronic Word Of Mouth yang positif, serta memperkuat Brand Image guna meningkatkan Keputusan Pembelian konsumen di TikTok Shop
Strategi Branding Digital Dengan Pengelolaan Konten untuk Meningkatkan Penjualan
Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pemasaran konvensional menjadi berbasis digital, di mana pengelolaan konten berperan penting dalam membangun citra merek (brand image) dan meningkatkan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi branding digital melalui pengelolaan konten yang efektif guna meningkatkan penjualan produk, khususnya pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta analisis media sosial yang digunakan oleh pelaku usaha. Hasil kegiatan ini menegaskan bahwa digital branding bukan hanya tentang promosi, tetapi juga tentang membangun identitas dan nilai merek yang kuat melalui komunikasi visual dan naratif yang konsisten. Tingkat pemahaman branding digital meningkat dari 40% menjadi 83%. Aktivitas digital peserta meningkat hingga 300% dalam jumlah posting dan interaksi. Omzet rata-rata meningkat sebesar 33% dalam satu bulan. 90% peserta menyatakan strategi branding digital membantu meningkatkan daya saing usaha mereka
Penerapan Sistem Energi Surya Off-Grid Untuk Optimalisasi Operasional Pompa Air Pada Budidaya Ikan Lele di Panongan Tangerang
Budidaya ikan lele di Kecamatan Panongan, Tangerang, menghadapi tantangan tingginya konsumsi energi dan ketergantungan pada listrik PLN untuk mengoperasikan pompa air, yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional dan rendahnya keberlanjutan usaha. Pengabdian ini bertujuan menerapkan Solar Home System (SHS) sebagai sumber energi alternatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada sistem aerasi dan sirkulasi air kolam. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Approach yang mencakup lima tahapan: identifikasi kebutuhan energi, pelatihan mitra terkait teknologi energi surya, perancangan teknis SHS, instalasi sistem, serta monitoring dan evaluasi performa selama empat minggu. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa beban pompa 350 W selama empat jam per hari memerlukan energi 1.400 Wh, yang dapat dipenuhi oleh sistem SHS berkapasitas 550 Wp dengan output energi harian bersih sekitar 1,98 kWh. Sistem baterai 200 Ah dan inverter 1000 W memberikan margin energi dan daya yang memadai untuk menjaga stabilitas operasi pompa, termasuk pada kondisi radiasi matahari yang menurun. Implementasi SHS mampu menurunkan konsumsi listrik PLN dan meningkatkan keandalan suplai energi bagi mitra, serta memperkuat kapasitas teknis mitra dalam pengelolaan teknologi energi terbarukan. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa SHS merupakan solusi yang layak, efisien, dan berkelanjutan untuk mendukung kegiatan budidaya ikan skala kecil
Pengaruh Current Ratio Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Net Profit Margin Pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Periode 2013 – 2022
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui Pengaruh Current Ratio dan Debt to Equity Ratioterhadap Net Profit Margin PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Periode 2013-2022 baik secaraparsial maupun simultan. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan metodedeskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan sampel laporan neraca dan laporan laba rugi dari PT.Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Selama 10 tahun.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitianini adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear sederhana, uji regresi linear berganda,analisis koefisien korelasi, uji hipotesis yang menggunakan uji t dan uji F dengan bantuan program Statistcal Product and Service Solution (SPSS) versi 26
Analisis Prediksi Kebangkrutan Menggunankan Model Altman Z”-Score Modifikasi,Springate (S-Score) Dan Zmijewski (X-Score) Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi kebangkrutan pada perusahaan sektorproperty dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2023menggunakan model Altman Z”-Score Modifikasi, Springate (S-Score), dan Zmijewski (XScore). Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dankomparatif, yang berfokus pada sampel 10 perusahaan sektor property dan real estate yangterdaftar di BEI. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Menggunakan modelAltman Z”-Score Modifikasi dari hasil rata-rata diketahui bahwa BKDP, DART, DILD dan MDLN diprediksi berpotensi bangkru
Optimalisasi Perawatan Mesin Ice Macer dengan Pendekatan Metode Total Productive Maintenance (TPM) dan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk Peningkatan Operasional Mesin
Micro and small businesses engaged in ice cube production are highly dependent on the reliability of their production machines. A decrease in machine performance can have a direct impact on product quality and quantity. This study aims to analyze the actual condition of the machine, determine the appropriate type of maintenance, and apply the Total Productive Maintenance (TPM) concept to improve machine effectiveness. The methods used include direct inspection, cycle time measurement, and Overall Equipment Effectiveness (OEE) calculation. The results showed that the OEE value was at 76.12%, with an availability value of 91.67%, a performance rate of 92.31%, and a quality rate of 90%. This value indicates that the machine is in fairly good condition but needs periodic preventive repairs. Maintenance recommendations include the implementation of Autonomous Maintenance, operator training, and a structured maintenance schedule.
Keywords: SME,Overall Equipment , Total Productive Maintenance
ANALISA KUALITAS PRODUK ZINC DIE CAST UNTUK MENURUNKAN TINGKAT REJECT DENGAN METODE SIX SIGMA (DMAIC) DI PT. TST: ANALISA KUALITAS PRODUK ZINC DIE CAST UNTUK MENURUNKAN TINGKAT REJECT DENGAN METODE SIX SIGMA (DMAIC) DI PT. TST
Micro and small businesses engaged in ice cube production are highly dependent on the reliability of their production machines. A decrease in machine performance can have a direct impact on product quality and quantity. This study aims to analyze the actual condition of the machine, determine the appropriate type of maintenance, and apply the Total Productive Maintenance (TPM) concept to improve machine effectiveness. The methods used include direct inspection, cycle time measurement, and Overall Equipment Effectiveness (OEE) calculation. The results showed that the OEE value was at 76.12%, with an availability value of 91.67%, a performance rate of 92.31%, and a quality rate of 90%. This value indicates that the machine is in fairly good condition but needs periodic preventive repairs. Maintenance recommendations include the implementation of Autonomous Maintenance, operator training, and a structured maintenance schedule.
Keywords: SME,Overall Equipment , Total Productive Maintenanc
Analisa Perhitungan Wall Thickness terhadap Hasil Pengujian Hydrotest pada Pipa Heating Coil dengan Material Stainless Steel ASTM A312 TP304L : Indonesia
Pengujian hydrotest merupakan metode penting dalam memastikan integritas dan ketahanan pipa terhadap tekanan internal sebelum digunakan dalam sistem perpipaan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara hasil perhitungan ketebalan dinding (wall thickness) pipa heating coil berbahan Stainless Steel ASTM A312 TP304L dengan hasil pengujian hydrotest. Perhitungan dilakukan berdasarkan standar ASME B31.3 dengan mempertimbangkan tekanan desain, diameter luar pipa, dan faktor keamanan. Pipa yang digunakan memiliki spesifikasi Schedule 20S, yang dikenal memiliki ketebalan dinding relatif tipis. Pengujian hydrotest dilakukan dengan tekanan 1,5 kali dari tekanan kerja maksimum untuk mengevaluasi potensi kebocoran dan deformasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan wall thickness yang sesuai standar mampu menjamin keberhasilan pengujian hydrotest tanpa terjadi kebocoran atau kerusakan struktural. Temuan ini memperkuat pentingnya validasi desain melalui simulasi perhitungan sebelum implementasi fisik, serta memberikan rekomendasi teknis untuk pemilihan material dan ketebalan pipa dalam aplikasi heating coil bertekanan.
Kata Kunci: Wall Thickness, Hydrotest, Heating Coil, Stainless Steel 304L, ASME B31.