Online Journal Systems UNPAM (Universitas Pamulang)
Not a member yet
    22766 research outputs found

    Cognitive Expansion in Narrative–Descriptive Genre: A Gender-Responsive Diagnostic Study Across High School–Vocational College Transition

    No full text
    The transition from high school to vocational higher education represents a critical stage in which prior literacy knowledge shapes students’ readiness for academic and professional communication. Despite standardized EFL curricula, incoming vocational students often display uneven genre-based competence, particularly in narrative and descriptive writing. This study adopts a quantitative, diagnostic-oriented approach informed by Cognitive Diagnostic Assessment (CDA) principles to examine genre-related knowledge patterns and gender-mediated tendencies. A 30-item True/False diagnostic test, validated by two applied linguistics experts, was administered to 43 first-year students (27 females, 16 males) in the D4 English for Business and Professional Communication program at Politeknik Negeri Sriwijaya. The instrument targeted structural, linguistic, and functional attributes of narrative and descriptive texts, and data were analyzed descriptively and comparatively. Findings (RQ1) reveal uneven genre knowledge, with mean accuracy for narrative items (81%) exceeding descriptive ones (61%), reflecting differences in familiarity rather than linguistic deficiency. In addressing (RQ2), the gender-disaggregated results indicate that female students tended to excel in causal reasoning, thematic inference, and figurative interpretation, whereas males demonstrated stronger performance in factual coherence and structural precision. Regarding (RQ3), these disparities reflect cognitive diversification rather than inequality, illustrating differentiated learning pathways shaped by prior literacy exposure and gendered engagement. Although the study does not implement full psychometric CDA modeling, the diagnostic instrument provides formative insights into students’ genre cognition at a key educational transition. The findings suggest that gender-responsive, diagnostic-informed pedagogy can support equitable literacy development in vocational English contexts by leveraging complementary cognitive strengths

    Analysis of English Teachers’ Assessment Strategies Within a Differentiated Learning Context in EFL at SMP Negeri 4 Singaraja

    No full text
    This study aimed to analyze English teachers’ assessment strategies within a differentiated learning context and to identify the challenges encountered in implementing differentiated assessment in EFL classrooms. A qualitative research design was employed at SMP Negeri 4 Singaraja, involving three English teachers from different grade levels. Data were collected through classroom observations and unstructured interviews and analyzed using an interactive qualitative data analysis model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers applied five main assessment strategies: gamification, reading assignments, writing tasks, speaking performances, and storytelling activities. These strategies predominantly reflected assessment for learning and assessment of learning, while assessment as learning was not observed. Differentiated learning was evident in instructional processes and products; however, assessment criteria were frequently applied uniformly across students. Differentiated assessment was consistently implemented only in speaking performance and storytelling activities, where assessment criteria were adjusted to students’ ability levels. The study also identified several challenges that hindered the implementation of differentiated assessment, including large class sizes, limited instructional time, and teachers’ limited understanding of differentiated assessment concepts. Overall, the findings indicate a partial alignment between differentiated learning and assessment practices, highlighting the need for improved assessment literacy and structural support to enhance equitable assessment in EFL classrooms. In order to manage large classes and provide the best possible individual attention, teachers can first think about flexible grouping tactics or peer tutoring. Also, effective time management and preparation are essential

    Pengaruh Digital Marketing, Brand Ambassador dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Produk Scora di Sidoarjo

    No full text
    Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh digital marketing, brand ambassador, dan citra merek terhadap keputusan pembelian produk Scora di Sidoarjo. Metodologi penelitian ini didasari oleh pendekatan kuantitatif deskriptif, untuk populasinya meliputi semua pembeli produk Scora di Sidoarjo, dan sampel yang diambil 100 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan skala Likert digunakan untuk mengukur jawaban. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Square – Structural Equation Modelling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 5.0. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel digital marketing berpengaruh terhadap variabel keputusan pembelian dengan koefisien parameter sebesar 0.391, T statistic (3.645) > T tabel (1.96) dan P value < 0,5 sebesar 0.000. Variabel brand ambassador terhadap variabel keputusan pembelian menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0.264, nilai T statistic mencapai (2.702), melebihi T tabel (1.96) serta P value < 0,5 yaitu 0.007. Variabel citra merek berpengaruh pada keputusan pembelian dengan menghasilkan nilai koefisien parameter sebesar (0.287), nilai T statistic (3.273) > nilai T tabel (1.96) serta untuk P value < 0.5 yaitu sebesar 0.001. Temuan ini menegaskan bahwa ketiga variabel tersebut secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian produk Scora di Sidoarjo.

    Pengaruh Visual Merchandising dan Product Assortment Terhadap Impulsive Buying dengan Positive Emotion Sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus Konsumen Candy Lady Pringsewu)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana pengaruh Visual Merchandising dan Product Assortment terhadap Impulsive Buying dengan Positive Emotion sebagai variabel Mediasi pada konsumen Candy Lady Pringsewu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik analisis Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS), teknik pengumpulan data melalui kuesioner dengan skala pengukuran yakni skala likert. Pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling jumlah sampel sebanyak 96 responden. Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa Visual Merchandising dan Product Assortment berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying. Selain itu, Positive Emotion juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying. Positive Emotion juga memediasi secara parsial hubungan antara Visual Merchandising dan Product Assortment terhadap Impulsive Buying. Artinya, meskipun Visual Merchandising dan Product Assortment memiliki pengaruh langsung, kehadiran Positive Emotion memperkuat niat konsumen untuk melakukan pembelian impulsif kembali

    Transformasi Literasi Digital Melalui Pelatihan Pembuatan Pamflet Kreatif Di Kelurahan Cikoko, Jakarta Selatan

    No full text
    RT.05 Cikoko adalah sebuah lingkungan aktif di Jakarta Selatan dengan 155 Kepala Keluarga yang menghadapi tantangan dalam menyosialisasikan berbagai kegiatannya, seperti kerja bakti bulanan, acara keagamaan, dan pembagian zakat, kepada warganya yang mayoritas merupakan pekerja sibuk seperti karyawan swasta dan ojek online. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan pamflet dengan canva menjadi solusi yang sangat relevan untuk menjembatani kesenjangan informasi ini. Selain meningkatkan kemampuan dengan desain pamflet juga akan mendukung secara langsung misi RT untuk memperkuat tali silaturahmi antarwarga melalui peningkatan partisipasi dalam setiap kegiatan dan juga sebagai bentuk media promosi untuk warganya yang mempunyai usaha. Dengan adanya pelatihan ini, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pengurus RT dalam menyebarkan informasi, tetapi juga langsung oleh warga. Warga yang bekerja paruh waktu atau sebagai ojek online dapat menerapkan keterampilan ini untuk mempromosikan usaha kecil mereka sendiri, sehingga menciptakan peluang ekonomi di lingkungan internal. Selain itu, program ini akan menciptakan kader-kader digital yang dapat membantu pengurus RT seperti Ketua dan Sekretaris dalam membuat materi sosialisasi, sehingga tugas komunikasi tidak terpusat dan menjadi tanggung jawab bersama. Pada akhirnya, pelatihan ini akan membangun lingkungan yang tidak hanya lebih informatif tetapi juga lebih kolaboratif dan mandiri secara digital

    Penyusunan Buku Narasi Nilai Budaya Arsitektur Kelenteng Tay Kek Sie Sebagai Petunjuk Bagi Wisatawan

    No full text
    Keberadaan masyarakat dan budaya Tionghoa telah menjadi bagian dari keragaman sosial budaya Indonesia.  Semarang merupakan kota yang menjadi saksi dari kekayaan budaya Tionghoa dalam bentuk tradisi masyarakat maupun arsitektur seperti tempat tinggal dan rumah ibadah. Salah satu rumah ibadah atau kelenteng yang terkemuka adalah Kelenteng Tay Kek Sie atau Kelenteng Gang Lombok. Kelenteng yang dikenal sebagai rumah ibadah Tri Darma bagi masyarakat Tionghoa ini merupakan aset budaya tidak saja dipandang sakral namun mengajarkan nilai-nilai budaya positif sebagai pelajaran hidup bagi masyarakat. Rekreasi budaya ke kelenteng ini membawa banyak manfaat mengenai arsitektur, nilai-nilai budaya Tionghoa maupun sejarah kota Semarang. Saat ini para wisatawan memperoleh berbagai informasi dari petugas kelenteng namun karena keterbatasan waktu maka target pemahaman tidak tercapai. Bertitik tolak dari kondisi tersebut maka program pengabdian kepada masyarakat ditujukan untuk menyusun buku yang berisi narasi singkat terutama bidang arsitektur tentang kelenteng ini yang dapat dimanfaatkan pengunjung

    Pembuatan Hiasan Totebag dengan Teknik Ecoprint yang memanfaatkan Bahan Alami Lingkungan

    No full text
    Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas ibu-ibu PKK Desa Jaharun A, Dusun II, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, dalam memanfaatkan bahan alam sekitar melalui pembuatan totebag dengan teknik ecoprint. Subjek kegiatan dipilih karena memiliki potensi strategi dalam pengembangan usaha kreatif berbasis rumah tangga serta kemampuan mengelola sumber daya lokal. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi survei kebutuhan, penentuan lokasi, pemilihan bahan seperti daun jati, ketapang, dan bougenville, serta penyusunan perangkat pelatihan. Tahap pelaksanaannya dilakukan melalui pengeboran dan praktik langsung teknik ecoprint pounding, yang meliputi penataan daun, pemukulan, pengikatan, pengukusan, dan pengeringan. Tahap evaluasi dilakukan untuk menilai kualitas hasil karya, tingkat partisipasi peserta, dan keberhasilan transfer keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu membuat totebag ecoprint secara mandiri dengan motif alami yang estetik, ramah lingkungan, dan memiliki potensi nilai jual. Kegiatan ini turut meningkatkan kesadaran lingkungan serta membuka peluang usaha kreatif yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat

    SOSIALISASI DAMPAK KECERDASAN BUATAN DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN NAFIDATUNNAJAH

    No full text
    The development of artificial intelligence has brought significant changes to the education sector; however, understanding and utilization within Islamic boarding schools still face challenges, including limited technological literacy and concerns regarding negative impacts of digital technology. This activity aims to disseminate knowledge about the impact of artificial intelligence and to enhance the understanding of educators and students regarding its potential application in the learning process at Pondok Pesantren Nafidatunnajah. The method employed includes interactive material delivery, discussions, and demonstrations of artificial intelligence applications to support adaptive, effective, and contextually relevant learning activities. The results indicate an improvement in participants’ understanding of artificial intelligence concepts, its benefits in enhancing learning quality, and awareness of ethical considerations and usage limitations. Participants also demonstrated positive responses and interest in integrating this technology as a supporting learning medium while maintaining Islamic values and the unique character of the boarding school. In conclusion, the socialization of artificial intelligence serves as a strategic step in improving the quality of learning in Islamic boarding schools through appropriate, responsible, and competency-oriented technological utilization.   Keywords: Artificial Intelligence; AI Learning; Impact of AI Technolog

    PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN UNTUK MEMBANTU PENGUASAAN MATERI PEMBELAJARAN SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 29 SAWANGAN

    No full text
    Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan penguasaan materi pembelajaran siswa melalui pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) di SMP Muhammadiyah 29 Sawangan. Kegiatan dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep akademik siswa serta keterbatasan waktu guru dalam memberikan pendampingan individual, sehingga diperlukan media pembelajaran tambahan yang mampu memberikan penjelasan personal dan interaktif. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 30 siswa dengan satu guru pendamping melalui tiga sesi pembelajaran, yaitu pengenalan konsep dan etika AI, praktik pemanfaatan aplikasi AI berbasis mata pelajaran (Matematika, Bahasa, dan Pengetahuan Umum), serta pelatihan teknik prompting untuk memperoleh informasi akademik yang relevan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi teknologi AI, motivasi belajar, dan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran melalui fitur reasoning bertahap, umpan balik otomatis, dan rekomendasi belajar yang dipersonalisasi. Kesimpulan kegiatan ini mengindikasikan bahwa AI dapat berfungsi sebagai tutor digital pendukung pembelajaran yang efektif apabila digunakan secara etis, bijaksana, dan terarah. Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan melalui integrasi pemanfaatan AI dalam pembelajaran reguler dan pelatihan lanjutan bagi siswa serta guru. Kata Kunci : PKM, Artificial Intelligence, Siswa SMP, Pemanfaatan Teknolog

    Career Management Challenges Of Functional Health Workers After The Decree Of The Minister Of Religious Affairs (Kma) No. 1150 Of 2025 At The Ministry Of Religious Affairs' Primary Clinic

    No full text
    The Purpose Of This Study Is To Determine The Challenges Of Career Management Of Functional Positions Of Health Workers After The Decree Of The Minister Of Religious Affairs (Kma) No. 1150 Of 2025 At The Primary Clinic Of The Ministry Of Religious Affairs. The Research Method In This Study Is Descriptive Qualitative With Descriptive Analysis Methods. The Results Of This Study Show That Functional Positions Of Health Workers Still Face Challenges In The Form Of Limited Opportunities For Competency Development, Lack Of Clarity In Career Paths, And Credit Score Assessments That Are Not Yet Balanced With Workload. Therefore, Although Kma No. 1150 Of 2025 Has Been A Step Forward In Job Arrangement, Its Implementation Needs To Be Accompanied By Continuous Training Support, A Merit-Based Promotion System, And An Adaptive Mutation Mechanism So That Career Development Of Health Workers Can Run Optimally. The Results Of This Study Are Expected To Contribute To The Development Of Human Resource Management, Especially Related To The Arrangement Of Functional Positions Of Health Workers Within The Ministry Of Religious Affairs. In Addition, The Findings Of This Study Are Expected To Be The Basis For The Formulation Of Strategic Policies To Strengthen The Career System Of Health Workers And Improve The Professionalism Of Health Services At The Primary Clinic Of The Ministry Of Religious Affairs.Keywords: Career Managemen

    18,690

    full texts

    22,766

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Systems UNPAM (Universitas Pamulang)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇