Online Journal Systems UNPAM (Universitas Pamulang)
Not a member yet
    22766 research outputs found

    Rancang Bangun Sistem Monitoring Stok Miniatur Berbasis IoT Menggunakan Sensor Ultrasonik dan Load Cell

    No full text
    Semua perusahaan perlu mengelola persediaan di gudang dengan benar. Memahami hal-hal dengan benar membantu memastikan proses produksi berjalan lancar, yang berarti perusahaan lebih mungkin menghasilkan lebih banyak keuntungan. Oleh karena itu, setiap bisnis perlu memeriksa persediaan di semua gudangnya. Tujuan evaluasi persediaan adalah untuk mengetahui jumlah produk yang tersedia. Selain itu, penting juga untuk memeriksa aset, utang, dan piutang. Di bisnis industri, penghitungan persediaan adalah cara untuk memeriksa jumlah bahan baku atau barang yang disimpan. Jika jumlah persediaan turun di bawah batas pesanan minimum, perusahaan dapat segera mengganti atau memesan ulang. Sebagian besar organisasi melakukan pemeriksaan persediaan secara manual, dengan karyawan menghitung barang di gudang. Hal ini memakan banyak waktu dan tenaga. Teknologi ini seharusnya membuat proses persediaan lebih cepat dan mengurangi jumlah staf yang dibutuhkan. Sensor sel beban dan sensor ultrasonik digunakan untuk mengukur tingkat persediaan. Sensor ultrasonik seperti HC-SR04 memantau cairan, sementara sensor sel beban mengukur benda padat. NodeMCU ESP8266 memproses data dari setiap sensor dan mengubahnya menjadi satuan dan liter sehingga dapat ditampilkan secara online. Uji coba menunjukkan bahwa sistem pemantauan persediaan, yang mengintegrasikan sensor Load Cell dan sensor ultrasonik ke dalam kerangka kerja IoT, dapat menampilkan data real-time yang dapat dilihat secara online.  Ketika diubah ke satuan (ea), data sensor Load Cell memiliki tingkat kesalahan 0%.  Ketika diubah ke volume (mL), sensor ultrasonik memiliki tingkat kesalahan 5,5%

    Cerdas Bersosial Media: Pembinaan Hukum Digital bagi Pelajar SMK Triguna

    No full text
    Era digital telah mengubah pola interaksi dan akses informasi di kalangan generasi muda, namun rendahnya literasi hukum digital di tingkat pelajar menyebabkan meningkatnya risiko pelanggaran hukum dalam penggunaan media sosial, seperti penyebaran hoaks, pencemaran nama baik, dan ujaran kebencian. Penelitian dalam bentuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa SMK Triguna mengenai etika digital serta ketentuan hukum dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Metode kegiatan meliputi penyuluhan hukum, diskusi interaktif, simulasi kasus berbasis problem solving, serta penyediaan modul edukatif yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai batasan perilaku bermedia sosial, kemampuan mengenali potensi pelanggaran hukum, serta sikap yang lebih kritis dan bertanggung jawab dalam aktivitas digital mereka. Program ini juga memperlihatkan efektivitas kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam memperkuat pendidikan hukum digital di lingkungan pelajar. Kesimpulannya, kegiatan PKM ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun ruang digital yang aman, etis, dan produktif bagi siswa, sekaligus menjadi model pembinaan hukum digital yang dapat direplikasi di sekolah lainnya

    Literasi Hukum sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja

    No full text
    Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan. Penelitian ini mengkaji efektivitas program literasi hukum dalam mencegah kenakalan remaja dan mengeksplorasi optimalisasi peran kolaboratif antara keluarga, sekolah, dan aparat penegak hukum. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai teori dan studi empiris mengenai literasi hukum dan pencegahan kenakalan remaja. Temuan menunjukkan bahwa program literasi hukum secara signifikan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap konsekuensi hukum dari perilaku menyimpang. Lebih lanjut, pencegahan efektif memerlukan kolaborasi sistematis antar semua pemangku kepentingan melalui program yang terintegrasi dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan implementasi literasi hukum sebagai strategi preventif melalui pendidikan karakter, metode pembelajaran interaktif, dan penguatan mekanisme kontrol sosial

    Sosialisasi Peningkatan Kesiapan Mental Kerja Siswa SMK melalui Workshop Manajemen Stres di SMK Nurul Huda Baros

    No full text
    Kesiapan mental kerja merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam memasuki dunia kerja yang kompetitif dan penuh tekanan. Namun, kenyataannya masih banyak siswa SMK yang memiliki keterampilan teknis memadai tetapi belum diimbangi dengan kesiapan mental kerja yang optimal, terutama dalam aspek manajemen stres, motivasi diri, dan kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan mental kerja siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan sosialisasi melalui workshop manajemen stres dan motivasi diri di SMK Nurul Huda Baros. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest satu kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket kesiapan mental kerja yang diberikan kepada siswa sebelum dan setelah kegiatan workshop. Metode kegiatan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus dunia kerja, dan praktik relaksasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesiapan mental kerja siswa secara signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata dari 62% pada kategori cukup menjadi 82% pada kategori baik. Peningkatan terbesar terjadi pada aspek kemampuan mengelola stres dan motivasi diri. Temuan ini menunjukkan bahwa workshop manajemen stres dan motivasi diri efektif dalam meningkatkan kesiapan mental kerja siswa SMK. Dengan demikian, kegiatan ini direkomendasikan untuk dijadikan program pendukung dalam pembelajaran vokasional guna mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja

    PENERTIBAN TANAH TERLANTAR OLEH BADAN PERTANAHAN NASIONAL DAN IMPLIKASINYA KEPADA MASYARAKAT

    No full text
    Konsepsi Hukum Tanah Nasional menegaskan bahwa tanah tidak boleh diterlantarkan karena hak-hak atas tanah bukan hanya wewenang melainkan sekaligus kewajiban untuk memakai, mengusahakan dan memanfaatkannya. Salah satu permasalahan mendasar pertanahan di Indonesia adalah adanya ketimpangan dalam pola distribusi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah. Kondisi ini diperburuk dengan banyaknya tanah yang diterlantarkan oleh pemegang hak atas tanah atau dasar penguasaan atas tanah (DPAT) .isu strategis bidang pertanahan, ketimpangan pemilikan, penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang ditandai dengan sebagian kecil orang menguasai sebagian besar tanah dan sebaliknya sebagian besar orang hanya menguasai tanah dengan luas yang sedikit.karena tidak semua hak atas tanah yang telah diberikan dikelola dengan baik oleh pemegang hak yang mengakibatkan banyaknya tanah yang diterlantarkan. Sehingga tanah menjadi kehilangan fungsi ekonomi dan sosialnya, tidak sedikit pula terjadi konflik yang berkepanjangan di wilayah yang telah ditetapkan sebagai tanah terlantar. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), secara konsisten berupaya mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah yang, salah satunya, dilakukan melalui penertiban tanah terlantar untuk tanah bersertipikat Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), dan Hak Pengelolaan yang tidak dimanfaatkan atau sudah habis masa berlakunya. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 tahun 2010 tentang Tata Cara Penertiban Tanah Terlantar, ada beberapa indikasi tanah terlantar yaitu tanah yang diduga tidak diusahakan, tidak dipergunakan, atau tidak dimanfaatkan sesuai dengan keadaan atau sifat dan tujuan pemberian hak atau dasar penguasaannya yang belum dilakukan identifikasi dan penelitian

    Implementasi Metode Time Blocking dalam Meningkatkan Motivasi Kerja

    No full text
    Taman Bacaan Perigi is a social institution focused on improving literacy and community empowerment, not only as a reading center but also as a vehicle for developing the capacity of local workers such as artisans, small traders, teachers, and volunteers. Observations indicate that many of the workers under their care experience difficulty managing time, setting priorities, and balancing work demands with personal needs. This condition leads to work delays, suboptimal work results, and decreased motivation. To address these issues, the Time Blocking method is offered as an effective time management strategy. The implementation of this method will be carried out at Taman Bacaan Perigi, Sawangan District, Depok City, which has a community of workers under their care from various sectors. The target group is 20–30 workers aged 20–45 who are active in the institution's activities. The application of time blocking is relevant for workers who carry out multiple roles simultaneously. It is hoped that it will help them create realistic schedules, reduce stress, and increase enthusiasm in carrying out their daily routines. Keywords: Time Blocking, Work Motivatio

    Membangun Literasi Ekonomi Digital Siswa Melalui Pembelajaran Mendalam Berbasis Proyek

    No full text
    This Community Service (PKM) activity aims to improve students' digital economic literacy through the application of a project-based deep learning approach (PjBL). The activity implementation method includes planning, implementation, reflection, and follow-up stages. The activity was held at Nurul Falaah Senior High School, Gunung Sindur, Bogor Regency, for three days, October 16–18, 2025, with 30 students participating. The activity was carried out through workshops, interactive presentations using digital media, and reflective discussions. The results of the activities showed an increase in students' understanding of the concept of digital economic literacy and their ability to connect economic theory with digital economic phenomena in everyday environments. Students were able to demonstrate a more critical and wise attitude in making technology-based economic decisions, as well as understanding the risks and opportunities that arise in digital economic activities. Teachers also gained new insights into the application of project-based learning and in-depth learning strategies that are contextual and applicable. Keywords: Digital Economic Literacy, Immersive Learning, Project-Based Learning, Economic Education, 21st Century

    2025 Business and Job Opportunities in Indonesia for Returning Migrant Workers from Hong Kong

    No full text
    Hong Kong remains one of the primary destinations for PMI, especially in domestic and service sectors. However, many returning PMI struggle to achieve sustainable economic resilience due to limited understanding of entrepreneurship, low financial literacy, and restricted access to business capital. Meanwhile, Indonesia’s shift toward a digital economy, the rapid development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), and increasing regional investment present significant opportunities for PMI to pursue business and employment prospects upon their return. To support this transition, a Community Service Program (PKM) was delivered through online training focused on business and job opportunities in Indonesia in 2025, as well as financing mechanisms through banking and non-banking financial institutions. Conducted in collaboration with the Indonesia International School Hong Kong, the program involved 150 active PMI who are still working in Hong Kong and aimed to strengthen financial literacy and entrepreneurial readiness. Keywords: Migrant Workers, Remittances, Business Opportunities, Financial Literacy, Entrepreneurshi

    Peningkatan Kompetensi Digital Guru SMPN 20 Dumai Melalui Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Canva

    No full text
    This training program is designed to enhance the digital competency of teachers at SMPN 20 Dumai, specifically focusing on the integration of Canva into the teaching and learning process. This initiative is driven by the urgent need for high-quality, interactive, and visually appealing instructional media that meets the demands of modern digital education. The program will be held over three days, from October 20 to 22, 2025. Given the geographical distance, the training will be conducted virtually via Zoom. The facilitating team consists of three lecturers from the Economic Education Study Program at Universitas Pamulang, supported by two students.The training methodology follows a structured approach, combining theoretical lectures, step-by-step demonstrations, and hands-on workshops. Participants will first explore the importance of visual media in education before moving into practical sessions where they learn to use Canva’s features to create presentations, infographics, and posters. To ensure every teacher masters the material, the program includes dedicated Q&A and discussion sessions, providing personalized guidance as they complete their creative projects. Keywords: Canva, SMPN 20 Dumai, Teache

    Penggunaan Media Sosial Tiktok dalam Mendukung Komunikasi di Kantor Kelurahan Kedaung Kecamatan Sawangan Kota Depok

    No full text
    Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini staf di Kantor Kelurahan Kedaung. Lokasi mitra di Jl. Ketapang No.5, RT.1/RW.2, Kelurahan Kedaung Kec. Sawangan, Depok, Jawa Barat. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada staf kelurahan tentang bagaimana menggunakan media sosial dalam mendukung komunikasi di Kantor Kelurahan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan studi kasus Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah: [1] Penggunaan media sosial dalam mendukung komunikasi masih menghadapi kendala seperti jaringan yang tidak stabil; [2] Platform yang masih sering terjadi gangguan dalam penggunaannya. Pelaksanaan kegiatan PKM berjalan lancar, selama 3 (tiga) hari waktu yang dialokasikan dapat terlaksana dengan baik.    Peserta terlihat antusias dan bersemangat, hal ini dapat dilihat dari adanya interaksi dua arah, ada tanya jawab, diskusi dan berbagi pengalaman dan menjadi wadah penyampain masalah yang mereka hadapi dalam penggunaan media sosial. Tim pengabdi   memberikan saran-saran sebagai berikut: [1] Bagi Kantor Kelurahan, agar lebih meningkatkan lagi komunikasi dengan publik dan membuat terobosan baru  lagi untuk mencapai tujuan organisasi.; [2] Bagi Tim Pengabdi, untuk pelaksanaan pengabdian selanjutnya perlu persiapan yang lebih matang seperti koordinasi tim dan kesiapan media pembelajaran untuk memberikan pelatihan terhadap khalayak sasaran, agar penyampaian kepada audiens diterima secara maksimal

    18,690

    full texts

    22,766

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Journal Systems UNPAM (Universitas Pamulang)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇