Journal Arbitrer (Universitas Andalas)
Not a member yet
269 research outputs found
Sort by
Blending Words Found In Social Media
There are many new words from the social media such as Netizen, Trentop, and Delcon. Those words include in blending. Blending is one of word formations combining two clipped words to form a brand new word. The researchers are interested in analyzing blend words used in the social media such as Instagram, Twitter, Facebook, and Blackberry Messenger. This research aims at (1) finding blend words used in the social media (2) describing kinds of blend words used in social media (3) describing the process of blend word formation used in the social media. This research uses some theories dealing with definition of blending and kinds of blending. This research belongs to descriptive qualitative research. Data of the research are English blend words used in social media. Data sources of this research are websites consisting of some English words used in social media and some social media users as the informant. Techniques of data collecting in this research are observation and simak catat. Observation is by observing some websites consisting of some English words used in social media. Simak catat is done by taking some notes on the data and encoding in symbols such as No/Blend words/Kinds of Blending. The researchers use source triangulation to check the data from the researchers with the informant and theory triangulation to determine kinds of blending and blend word formation in social media. There are115 data of blend words. Those data consists of 65 data of Instagram, 47 data of Twitter, 1 datum of Facebook, and 2 data of Blackberry Messenger. There are 2 types of blending used in social media;108 data of blending with clipping and 7 data of blending with overlapping. There are 10 ways of blend word formation found in this research
KOMPETENSI MAKROSTRUKTUR MAHASISWA UNIDHA DILIHAT DARI FUNGSI HEMISFER KANAN
Research on language competence of university students is critical since many people consider them have problem in well manner, especially in communication. Communication is not only passing information from speaker to hearer through language but also involve critical thinking and cognitive aspect of language. Macrostructure is competence which reflects speakers ability in using cognitive aspect to processing language. While microstructure is processed in left hemispher, macrostructure depends on process in right hemisphere. It is because macrostructure need holistic processing which connect partial informations and figure out the relation between the informations. Research toward students of Universitas Dharma Andalas shows that many students have problem in processing macrostructure aspect of language. About 81% participants have problem in summarizing, 75% participants have problem in memorizing adjective, 70% participants have problem in immidiate memory processing, 75% particiants have difficulty in figuring implicit relation, and 70% participants have difficult in using cohesion
THE IMPLICATION AND APPLICATION OF SIMALUNGUN LANGUAGE MAINTENANCE ON LEARNING ENGLISH
Penulisan tesis ini bertujuan untuk mengetahui pemeliharaan bahasa Simalungun dalam belajar bahasa Inggris. Dalam penulisan ini, untuk memecahkan masalah, digunakan beberapa teori, yaitu Lado (1964:23), Saragih (2012:5), Oriyama (2010:95), Kelly (2000:47), Jones (1958:15), Roach (2002), Kelly (2000:47), Unesco (2003:15), dan Holmes (2001: 21). Sumber data dikumpulkan dari sumber-sumber pertama berupa penelitian kepustakaan. Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan kata ganti personal dari buku Simalungun dan buku bahasa Inggris, seperti kamus dan ensiklopedi. Sumber kedua adalah penutur Simalungun asli. Penulis mewawancarai penutur yang menjadi subjek penelitian yang terdiri atas beragam usia, jenis kelamin, latar belakang. Penulis mendengar bunyi 'd' diucapkan 't' dalam kata dan terjadi penghilangan bunyi u, r, dan a. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemeliharaan bahasa pada pelafalan bahasa Simalungun terjadi pada pelafalan konsonan 'd' yang dilafalkan 't' yang memiliki implikasi dan aplikasi dalam bahasa Inggris. Setelah menganalisis data, penulis berupaya memberikan jawaban yang berhubungan dengan masalah. Penulis berharap dapat membantu pembaca untuk mengetahui implikasi dan aplikasi pemeliharaan bahasa Simalungun dalam belajar bahasa Inggris dan juga dapat membuat bunyi dari bahasa Simalungun sebagai kemudahan dalam belajar bahasa Inggris untuk memngembangkan pelafalan dari vokal dan konsonan
NEGASI DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA INGGRIS
This study is entitled Negation in Indonesia and English. Traditionally, people differentiate positive and negative sentences by identifying "not" in Bahasa and "tidak" as negation markers in English. These negation markers can be presented with words, phrases and clauses that form negation sentences in Bahasa Indonesia and English. This paper tries to describe and compare the other negation markers in these both languages. The data are written and unwritten from that taken from daily conversation
POLA-POLA PERUBAHAN FONEM VOKAL DAN KONSONAN DALAM PENYERAPAN KATA-KATA BAHASA ASING KE DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN FONOLOGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan fonem yang terjadi dalam kata-kata serapan bahasa Indonesia dari bahasa asing. Perubahan ini dilihat dari perubahan fonem vokal dan fonem konsonan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik kajian pustaka. Data yang diperoleh diambil dari berbagai sumber pustaka untuk kemudian dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima pola fonetik penyerapan kata--kata bahasa asing dalam bahasa Indonesia, yaitu pola penyerapan satu dan dua vokal, pola penyerapan satu konsonan, pola penyerapan dua konsonan, pola penyerapan tiga konsonan, serta pola penyerapan vokal dan konsonan. Salain itu, juga terdapat kata-kata serapan yang diserap secara utuh dari bahasa sumbernya tanpa mengalami perubahan
MODEL TERAPI PERILAKU PENDERITA MALOKLUSI BIBIR SUMBING
Seorang manusia yang normal fungsi otak dan alat bicaranya, relatif dapat berbahasa dengan baik. Namun, mereka yang memiliki kelainan fungsi otak dan alat bicaranya, sering mempunyai kesulitan dalam berbahasa. Dengan kata lain, kemampuan berbahasanya mengalami gangguan. Gangguan berbicara dapat disebabkan oleh karena terjadinya kerusakan pada alat-alat artikulasi, juga karena terjadinya kerusakan pada otak. Maloklusi adalah suatu kelainan susunan gigi geligi atas dan bawah yang berhubungan dengan bentuk rongga mulut serta fungsinya. Maloklusi yang parah dapat mempengaruhi semua aspek fungsi mulut antara lain pengunyahan, penelanan, dan bicara. Maloklusi juga terjadi pada penderita bibir sumbing yaitu suatu kelainan bawaan yang terdapat pada bibir dan langit-langit yang mengakibatkan komplikasi gangguan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesilapan fonologis penderita maloklusi bibir sumbing dan penerapan model terapi perilaku pada penderita maloklusi bibir sumbing.
Â
Penelitian ini adalah penelitian diskriptif yang analisisnya secara kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode cakap, simak, dan padan, sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik pancing, cakap semuka, rekam, dan catat. Data yang digunakan berupa daftar kata, cerita bergambar, dan membaca teks untuk penerapan model terapi perilaku terhadap penderita.
Â
Dari penelitian ini, ditemukan beberapa kesilapan fonologis pada penderita maloklusi bibir sumbing, yaitu verba penggantian bunyi [t], [k], [b], [p], [c], [m], [z], [s], [j], [d], [g], [f], [r], [É], [x], verba penghilangan bunyi [k], [t], [g], [p], verba penambahan bunyi [É] yang hanya terjadi pada subjek 1 pada setiap suku kata, dan verba ketidakteraturan juga hanya terjadi pada subjek 1. Model terapi perilaku yang telah dilakukan pada subjek 3, dalam waktu 5 minggu, dapat merubah kesilapan bunyi [c] yang awalnya diucapkan dengan bunyi [É]
VARIASI LEKSIKAL BAHASA MINANGKABAU DI KABUPATEN PESISIR SELATAN
Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menambah hasil penelitian dalam bidang dialektologi dan menginventarisasikan bahasa Minangkabau. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di daerah perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan. 2) Memetakan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di daerah perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan. 3) Menghitung persentase variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat 271 peta variasi leksikal dalam bahasa Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan, dari 530 daftar pertanyaan yang diajukan. Selanjutnya, berdasarkan peta segitiga antartitik pengamatan didapat delapan hubungan antartitik pengamatan. Dari hasil penghitungan dialektometri, disimpulkan bahwa terdapat 3 bagian wilayah yang termasuk kategori beda subdialek, yaitu TP 1 (Kecamatan Koto XI Tarusan) dan TP 3 (Kecamatan Lengayang) tergolong tidak ada perbedaan, tetapi termasuk kategori beda subdialek dengan TP 2, TP 4, dan TP 5. Untuk TP 2 (Kecamatan IV Nagari Bayang Utara) termasuk kategori beda subdialek dengan TP 1, TP 3, TP 4, dan TP 5. Selanjutnya, TP 4 (Kecamatan Basa IV Balai Tapan) dan TP 5 (Kecamatan Silaut) termasuk kategori beda wicara, tetapi termasuk kategori beda subdialek dengan TP 1, TP 2, dan TP3. Tingkat variasi kebahasaan antartitik pengamatan yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan termasuk kategori beda subdialek, beda wicara, dan tidak ada perbedaan
REPRESENTATION OF KIM JONG-UN’S SUCCESSION IN BBC NEWS: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS
This research attempts to reveal representation of Kim Jong-Un’s succession in BBC News through textual and discursive practice analysis. The data of this thesis are taken from BBC News website on 29 and 31 December 2011. The theory applied to seek the objective of the research is Critical Discourse Analysis developed by Fairclough. Through textual and discursive practice analysis, the writer finds pthat BBC employs more passive material clauses than active material clauses in depicting Kim Jong-Un’s succession. BBC also represents Kim Jong-Un’s succession as premature process where Kim Jong-Un is portrayed as a young and inexperienced leader. Besides the prematurity of the succession, the present writer finds that BBC represents Kim Jong-Un’s succession as continuity of Kim’s family dynasty. Thus, the succession is based on his resemblance to Kim Il-Sung, the founder of Democratic People’s Republic of Korea, rather than Kim Jong-Un ability and competency
PENANDA GENDER, JUMLAH DAN ARTIKEL PENDAMPING NOMINA BAHASA PRANCIS
Nomina merupakan salah satu jenis kata yang biasanya dapat berfungsi sebagai subyek atau obyek dari klausa, sering berpadanan dengan orang, benda atau hal lain yang dibendakan dalam alam di luar bahasa. Sebagai salah satu bahasa yang masuk dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, bahasa Prancis mempunyai kaidah nomina yang khas. Makalah ini akan membahas mengenai bagaimana sistem nomina bahasa Prancis secara umum, bagaimana bentuk penanda gender (maskula-femina) dalam nomina bahasa Prancis, bagaimana bentuk penanda jumlah (tunggal-jamak) dalam nomina bahasa Prancis, dan bagaimana penggunaan artikel pendamping nomina bahasa Prancis. Makalah ini ditujukan untuk mengungkapkan bentuk nomina bahasa Prancis secara umum, bentuk penanda gender (maskula-femina) nomina bahasa Prancis, bentuk penanda jumlah (tunggal-jamak) nomina bahasa Prancis, serta penggunaan artikel pendamping nomina bahasa Prancis. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu para pembaca untuk lebih mengenal karakteristik bahasa Indo-Eropa secara umum. Dengan adanya makalah ini, para pembaca juga diharapan dapat memahami mengenai bentuk nomina bahasa Prancis secara umum, bentuk penanda gender (maskula-femina) nomina bahasa Prancis, bentuk penanda jumlah (tunggal-jamak) nomina bahasa Prancis, serta penggunaan artikel pendamping nomina bahasa Prancis. Selain itu, dengan adanya makalah ini juga diharapkan dapat membantu para pembelajar agar lebih mudah dalam mempelajari bahasa Prancis. Dari pengamatan yang telah dilakukan, terdapat beberapa penanda gender (maskula-femina) serta penanda jumlah (tunggal-jamak) pada nomina bahasa Prancis. Dalam bahasa Prancis juga terdapat beberapa artikel pendamping nomina, yaitu artikel indefini, artikel defini dan artikel partitif
PENGARUH INTERNET DALAM PENGEMBANGAN BAHASA DAN BUDAYA DI KALANGAN REMAJA KOTA PADANG
Penggunaan internet di kalangan remaja berpengaruh terhadap bahasa dan budayanya. Dia menggunakan internet untuk berbagai ranah kehidupan. Metode yang digunakan adalah metode simak. Pengambilan data dilakukan dengan penyimakan data bahasa yang dituturkan oleh remaja dan disesuaikan dengan data yang ditampilkan oleh internet. Hasilnya, yaitu banyaknya kosakata di bidang komputer dalam bahasa Inggris yang masuk ke dalam bahasa Indonesia, baik dalam bentuk pemungutan, penyesuaian atau adaptasi, dan pengambilan secara lansung atau adopsi. Bahkan, remaja ini lebih kenal istilah dalam bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia karena istilah dalam bidang komputer dan internet yang mereka gunakan masih dalam bahasa Inggris. Melalui internet, juga terbangun kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik karena meningkatnya budaya menulis atau mengetik, membaca, bercerita, dan mengekspos diri. Dengan adanya peningkatan budaya tadi, lahirlah bahasa-bahasa gaul di kalangan netizen atau remaja. Keberadaan internet ini juga membangun budaya, baik positif maupun negatif. Budaya positifnya adalah menulis atau mengetik, membaca, mencari informasi dengan secara cepat, belajar secara online, berkirim surat secara online, tes online, adanya situs pemerintahan secara online, berbelanja online, toko online, budaya pertemanan, mengekspos diri, dan sebagainya. Kemudian, ada juga budaya negatif, seperti budaya kriminal, menimbulkan kecanduan ketika bermain game, membuka video porno, membuka facebook orang, mengurangi produktivitas, merusak otak, sulit tidur, kurangnya berinteraksi dengan lingkungan, dan sebagainya