E-Journal Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA'45)
Not a member yet
2285 research outputs found
Sort by
POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI APOTEK "X" KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD SULAWESI UTARA
Antibiotika merupakan pengobatan utama dalam penatalaksanaan penyakit infeksi. Pemahaman masyarakat tentang penggunaan antibiotik masih lemah, sehingga antibiotik sering digunakan secara tidak sesuai atau tidak rasional. Hal tersebut menyebabkan kejadian resistensi antimikroba semakin meningkat secara signifikan. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik dengan menggunakan resep dan tanpa resep di salah satu apotek “X” yang berada di Kabupaten Kepulauan Talaud Provisinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bersifat retrospektif deskriptif, dilakukan pada bulan Januari 2022 dengan mengambil data periode 01 Oktober sampai 31 Desember 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase penggunaan antibiotik dengan resep dokter sebesar 66% sedangkan tanpa resep dokter sebesar 34%, hal tersebut tidak sesuai dengan regulasi yang ada dimana penggunaan antibiotik harus berdasarkan dengan resep dokter. Persentase penggunaan tiga antibiotik terbanyak adalah Cefixime (41%), Amoxicillin (23%) dan Azitromicin (15%). Persentase antibiotik yang sering dibeli dengan menggunakan resep dokter yaitu Cefixime (55%) dan Azitromisin (21%) yang termasuk kategori watch serta antibiotik yang sering dibeli tanpa resep dokter yaitu Amoxicillin (57%) termasuk kategori access dilanjutkan dengan Cefixime (15%). Dapat disimpulkan bahwa masih terdapat penggunaan antibiotika tanpa menggunakan resep dokter, maka dari itu pentingnya edukasi dan informasi seorang apoteker sebagai upaya pencegahan terjadinya resistensi antibiotik
ANALISIS CACAT KAKE PADA PRODUK CYLINDER BLOK HASIL PROSES DIE CASTING DI PT. TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA
AbstrakProses pengecoran dengan isilah lain foundry merupakan proses dasar dalam pengembangan di dunia industri. Negara korea sekarang ini merupakan negara yang sangat maju dalam dunia industri. Hal ini dikarenakan teknologi pengecoran atau foundry yang pertama kali mereka kuasai pengecoran merupakan salah satu proses pembentukan bahan baku/bahan benda dimana pengendalian kualitas benda kerja dimulai sejak bahan masih dalam keadaan mentah. Cacat kake atau cacat produk yang disebabkan karena adanya sisa alumunium yang lengket di area cavity hal ini dapat menyebabkan adanya cacat kake. Data yang diperoleh dari perusahaan terutama data produksi dan data produk rusak kemudian diolah menjadi tabel secara rapi dan terstruktur. Jenis-jenis defect yang terjadi pada proses die casting yang ada di pt tmmin adalah diantaranya sebagai berikut , kajiri, ibutsu, yumawari, yujiwa, crack, pin patah dan kake. Di analisis kembali dengan metode 4m. Dengan metode ini, implementasi perbaikan akan lebih jelas dalam pemberian gambaran-gambaran dalam upaya perbaikan tersebut.Kata kunci: Analisis cacat kake, cylinder blok, Die casting,PT TMMINAbstractThe casting process with another term foundry is a basic process in development in the industrial world. Korea is now a highly developed country in the industrial world. This is because foundry or foundry technology, which they mastered for the first time, casting is one of the processes for forming raw materials/object materials where quality control of workpieces begins when the materials are still in a raw state. Foot defects or product defects caused by the presence of sticky aluminum residue in the cavity area can cause kake defects. The data obtained from the company, especially production data and damaged product data, is then processed into tables in an orderly and structured manner. The types of defects that occur in the die casting process at pt tmmin are as follows, kajiri, ibutsu, yumawari, yujiwa, crack, broken pins and kake. Re-analyzed with the 4m method. With this method, the implementation of improvements will be clearer in providing descriptions of the improvement efforts.Keywords: Kake defect analysis, cylinder block, Die casting, PT TMMI
ANALISA BIAYA DENGAN METODE EARNED VALUE DENGAN STUDI KASUS PROYEK GEDUNG KOJO C1, TAMAN TEKNO BUMI SERPONG DAMAI
Controlling adalah salah satu fungsi dari manajemen. Dan Earned Value adalah salah satu metode dari Controlling. Untuk menggunakan metode Earned Value, diperlukan data-data sebagai berikut : Budgeted Cost for Work Scheduled (BCWS), Actual Progress, dan Actual Cost. Dalam penulisan ini, Early dan Late BCWS didapatkan dari Oracle Primavera P6 dan Actual Cost didapatkan dari SAP ERP. Dari data-data tersebut dapat dihitung Performance Factor, Estimate at Complete Cost, and Cost Variance. KOJO Project C1 terletak di Taman Tekno Bumi Serpong Damai. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar 17,000,000,000 IDR. Pada akhir proyek, Budgeted Cost for Work Scheduled sebesar 17,000,000,000 IDR, Earned Value sebesar 17,000,000,000 IDR, Actual Cost sebesar 15,837,447,886 IDR dan Cost Variance sebesar 1,162,552,115 IDR. Positive Cost Variance tidak hanya dapat ditemukan pada akhir proyek, namun dapat ditemukan pula pada bulan pelaksanaan keenam dan ketutuh. Sedangkan Negative Cost Variance dapat ditemukan pada bulan pelaksaan pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima
PЕRЕNCАNААN JАRІNGАN DІSTRІBUSІ АІR BЕRSІH MЕNGGUNАKАN ЕPАNЕT 2.0 DІ DЕSА АІR KUMBАNG PАDАNG PЕRMАTА
Dі Dеsа Kumbаng Pаdаng Pеrmаtа tеrdаpаt аnаk sungаі musі dеngаn kuаlіtаs аіr sungаі mеnurut yuаnіtа wіndusаrі dаn pеrmаtа sаrі dаlаm pеnеlіаtіаn “Kuаlіtаs Pеrаіrаn Sungаі Musі Dі Kоtа Pаlеmbаng Sumаtеrа Sеlаtаn” tіdаk lаyаk dіgunаkаn untuk kоnsumsі kаrеnа tеrіndіkаsі tеrcеmаr pоlutаn dаrі іndustrі dаn fеsеs yаng dіtunjukkаn pаdа bеbеrаpа nіlаі dаrі pаrаmеtеr ujі yаng mеlеbіh bаtаs аmbаng yаng dіpеrkеnаnkаn untuk pеrаіrаn sungаі. Untuk mеmеnuhі kеbutuhаn аіr bеrsіh mаsyаrаkаt hаnyа mеngаndаlkаn sumur buаtаn dаn аіr hujаn, sеbаgіаn pеnduduk mеmbuаt sаrіngаn buаtаn dеngаn pаsіr dаn bаtu untuk mеnghаsіlkаn аіr yаng jеrnіh аkаn tеtаpі tіdаk mеngubаh tіngkаt kеаsаmаnnyа (survеі lаpаngаn). Kаrеnа mаsyаrаkаt hаnyа mеngаndаlkаn аіr hujаn, sumur buаtаn dаn аіr sungаі dеngаn kuаlіtаs tіdаk lаyаk, mаkа dіlаkukаn pеnеlіtіаn pеncаrіаn sumbеr аіr bеrsіh sеbаgаі cоntоh аіr tаnаh dаlаm dеngаn sіstеm dіstrіbusі pеrpіpааn.Pеnеlіtіаn іnі mеnggunаkаn mеtоdе аrіtmаtіk, gеоmеtrіk dаn еkspоnеnsіаl untuk mеmprоyеksіkаn pеnduduk. Kеbutuhаn аіr dоmеstіk dаn nоn dоmеstіk mеnurut kеtеntuаn bhаskоrо 2007. Kеtеrsеdіааn аіr mеnggunаkаn mеtоdе thоrnwаіtе dаn mоck. Untuk mеndеsаіn sіstеm pеnyеdіааn аіr bеrsіh pеrpіpааn mеnggunаkаn sоftwаrе еpаnеt 2.0. Bеrdаsаrkаn hаsіl pеnеlіtіаn, jumlаh pеnduduk Dеsа Kumbаng Pаdаng Pеrmаtа pаdа tаhun 2030 аdаlаh 3946 jіwа dеngаn mеtоdе tеrpіlіh аdаlаh mеtоdе аrіtmаtіk. Jumlаh kеbutuhаn аіr mаsyаrаkаt pаdа аkhіr tаhun pеrеncаnааn аdаlаh 333.703 l/hаrі dеngаn pеmаkаіаn jаm puncаk sеbеsаr 621.642 l/hаrі. Jumlаh kеtеrsеdіаn аіr dі dеsа kumbаng pаdаng dаlаm kаtеgоrі mеncukupі sаmpаі аkhіr pеrеncаnааn yаіtu 10 tаhun. Rеncаnа аnggаrаn bіаyа yаng dаlаm mеmbuаt jаrіngаn dіstrіbusі аіr dеsа kumbаng pаdаng pеrmаtа sеbеsаr Rp. 1,731,689,670.8
Peran Kebudayaan Nasional Dalam Membentuk Kebijakan Luar Negeri: Studi Komparatif Pengaruh Kelompok Ideologis, Dinamika Sosial Dan Budaya Di Swedia Dan Indonesia Dalam Konteks Hak Asasi Manusia Dan Pengaruhnya Terhadap Kebijakan Luar Negeri
AbstractThis research explores how culture, social behavior, and ideology shape the foreign policies of the two countries and examines their impact on the promotion and protection of human rights in the international dynamics of each country. The theoretical framework emphasizes the importance of national culture in foreign policy formulation and its interaction with human rights considerations. Adopting a comparative approach, this study aims to identify similarities and differences between Sweden and Indonesia in terms of how cultural factors influence foreign policy decisions related to human rights. This case study provides a deeper understanding of the factors driving foreign policy choices and how national culture interacts with human rights considerations in shaping those decisions. The implications of this research highlight the importance of understanding the role of national culture in shaping foreign policy and its influence on human rights issues. Overall, this research contributes to the field of international relations by providing valuable insights into the intersections of national culture, human rights, and foreign policy, thereby fostering a deeper understanding of the complexities involved in addressing global challenges in culturally diverse contexts. Keywords: cultural, religious, and ideological groups; foreign policy; human rights; Sweden; Indonesia AbstrakPenelitian ini mengeksplorasi bagaimana budaya, perilaku sosial, dan ideologis membentuk kebijakan luar negeri kedua negara dan mengkaji dampaknya terhadap pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia dalam dinamika internasional masing-masing negara. Kerangka teoritis menekankan pentingnya budaya nasional dalam perumusan kebijakan luar negeri dan interaksinya dengan pertimbangan hak asasi manusia. Dengan mengadopsi pendekatan komparatif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesamaan dan perbedaan antara Swedia dan Indonesia dalam hal bagaimana faktor budaya mempengaruhi keputusan kebijakan luar negeri terkait dengan hak asasi manusia. Studi kasus ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang faktor-faktor yang mendorong pilihan kebijakan luar negeri dan bagaimana budaya nasional berinteraksi dengan pertimbangan hak asasi manusia dalam membentuk keputusan tersebut. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya memahami peran budaya nasional dalam membentuk kebijakan luar negeri dan pengaruhnya terhadap isu-isu hak asasi manusia. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi pada bidang hubungan internasional dengan memberikan wawasan yang berharga kepada persimpangan budaya nasional, hak asasi manusia, dan kebijakan luar negeri, sehingga mendorong pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas yang terlibat dalam mengatasi tantangan global dalam konteks keragaman budaya. Kata kunci: kelompok budaya, agama, dan ideologi, kebijakan luar negeri, hak asasi manusia, Swedia, Indonesi
Pemberdayaan Masyarakat Bekasi Timur Melalui Budi Daya UMKM Usaha Ikan Lele
This Community Service Program aims to determine the Empowerment of the East Bekasi community through Cultivating MSME in the Catfish Business Bekasi so that it is right on target. Catfish is a favorite food in Indonesia and is a factor that needs to be considered in view of the large number of people who consume catfish, the amount in the market, the proximity to raw materials, the availability of facilities and transportation costs and the availability of places to expand their business. While its special use for the people of East Bekasi is to increase the nutrition of the surrounding community so they don't experience malnutrition and so on. Frequent consumption of fish can improve thinking for the better, especially for children who are in their infancy. Clean catfish farm locations increase sales profits and attract more buyers to shop for catfish. While the benefits for partners are getting a work partner, in addition to this what the lecturer gets adds new insights that will be used in further learning about entrepreneurship
Sosialisasi dan Edukasi Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Pelecehan Seksual
ABSTRAKPasca pandemi Covid 19 yang melanda dunia dan Indonesia, anak rentan mengalami kejadian diluar kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan berkegiatan disegala bidang mengalami perubahan signifikan dimasa endemic Covid 19. Fenomena kekerasan seksual yang memunculkan kejahatan seksual merupakan ancaman bagi perkembangan anak Meningkatnya kejahatan seksual yang berbasis kekerasan seksual diindikasikan dengan banyaknya kasus kekerasan seksual yang terjadi dimasyarakat. Tingginya tingkat kepadatan penduduk memicu kerentanan anak sebagai korban kejahatan seksual. Kelurahan Kalibaru merupakan salah satu dari 7 kelurahan di wilayah kecamatan Cilincing Jakarta Utara, yang kepadatana penduduknya tergolong tinggi, sehingga berpotensi untuk terjadi gesekan antar warga. Untuk menjaga agar anak warga Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta Utara mendapatkan perlindungan dari kemungkinan menjadi korban kekerasan seksual, maka dilakukan sosialisasi dan edukasi pelecehan seksual. Guna memperkuat pemahaman tentang Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Pelecehan Seksual. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan tanggal 22 Juli 2022 pada masyarakat RT. 008/RW. 004 dan RT. 009/RW. 004 Kelurahan Kalibaru kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Metode pelaksanaan dengan penyuluhan, pretest, dan posttest. Hasil kegiatan diperoleh: aspek kognitif (pengetahuan pelecehan seksual) terjadi peningkatan dari memahami ke sangat memahami, peningkatan terjadi satu tingkat. Demikian juga untuk aspek affektif (sikap terhadap pelecehan seksual) terjadi kenaikan satu tingkat yaitu dari memahami ke sangat memahami. Sarannya kelanjutan pelaksanaan pengabdian masyarakat tidak hanya bidang perlindungan anak tetapi pada bidang hukum lainnya. Hal ini bertujuan sebagai tindakan preventif terhadap kejahatan yang mungkin akan menyerang warga kelurahan Kalibaru kecamatan Cilincing Jakarta Utara.
Tinjauan Yuridis Aktivisme Filantropi Dalam Upaya Pemenuhan Pelayanan Kesehatan Sebagai Implementasi Dari Hak Asasi Manusia
Aktivisme filantropi saat ini merupakan suatu upaya dalam pemenuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat guna tercapainya pemberdayaan bagi masyarakat,sehingga di butuhkan regulasi terkait kegiatan filantropi tersebut agar lebih efektif dalam mengatur kegiatan filantropi itu sendiri serta dapat mewujudkan kepastian hukum terhadap masyarakat.Secara fundamental kesehatan merupakan kondisi sejahtera dari badan,jiwa,dan social yang memungkinkan setiap orang produktif secara ekonomis.oleh karena itu kesehatan merupakan dasar diakuinya derajat manusia.maka dari itu penulis ingin meneliti kegiatan filantropi tersebut dengan kedermawanan untuk melakukan perubahan dan keadilan sosial secara struktural berkaitan dengan kemiskinan, hak asasi manusia, pendidikan, kesehatan,lingkungan hidup dan masalah social budaya dalam arti luas. Karena kedekatannya makna asli filantropi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan social.adapun tujuan dilakukannya penelitian ini guna mermberikan pandangan pentingnya pemberdayaan terhadap masyarakat dalam bidang kesehatan yang merupakan hak dasar dari manusia/masyarakat yang bersifat fundamental dalam konstitusi yang menjadi tugas dan tangung jawab dari pemerintah untuk merealisasikannya.Metode pendekatan yang di gunakan yakni yuridis normatif yang menjelaskan dan menganalisis baik dari peraturan perundang-undangan dan doktrin hukum lainnya.Sebagai upaya untuk melindungi, menghormati, dan memenuhi,hak atas kesehatan tersebut dengan mengimplementasikan norma-norma hak asasi manusia melalui kegiatan filantropi kesehatan sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan
Pengaruh Airfoil dan Jumlah Sudu pada Perancangan Vertikal Axis Wind Turbine (VAWT) untuk Kecepatan Angin Rendah
AbstrakSelain potensi angin karena bentuk geografisnya, Indonesia juga memiliki potensi angin yang dapat dimanfaatkan dari pergerakan arus lalu lintas di jalan raya atau jalan tol. Pergerakan kendaraan berkecepatan tinggi di jalan raya menghasilkan angin lokal, yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Angin lokal ini memiliki variabilitas yang lebih kecil, terutama jika lalu lintas jalan raya konstan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendesain Vertical Axis Wind Turbine yang dapat bekerja pada kecepatan angin rendah. Pada pendekatan teoritis, software Qblade digunakan untuk menganalisa beberapa jenis Airfoil yaitu NACA 0012, NACA 0013, NACA 0014, NACA 0015, NACA 0016 dengan variasi sudu 2, 3 dan 4 angka pada masing-masing konfigurasi aerodinamis. Koefisien performa turbin angin sumbu vertikal yang optimal dapat diperoleh pada simulasi turbin yang menggunakan airfoil NACA 0016 sebesar 1,33 dengan konfigurasi jumlah sudu adalah empat buah pada TSR 3,5 sehingga diperoleh daya sebesar 87,78 watt pada kecepatan angin 5 m/s dan kecepatan putar 300 rpm. Kata kunci: VAWT, Darrieus, Qblade AbstractApart from wind potential due to its geographical shape, Indonesia also has wind potential which can be exploited from the movement of traffic flow on highways or toll roads. The movement of high-speed vehicles on the highway generates local wind, which can be used to generate electrical energy. These local winds have less variability, especially if road traffic is constant. The main objective of this research is to design a vertical axis wind turbines to operate in low wind speed. In the theoretical approach, Qblade software is used to analyze several types of airfoils, namely NACA 0012, NACA 0013, NACA 0014, NACA 0015, NACA 0016 with 2, 3 and 4 number blade variations on each aerodynamic configuration. The optimal vertical axis wind turbine performance coefficient can be obtained in a turbine simulation that uses a NACA 0016 airfoil of 1.33 with a configuration of four blades at a TSR of 3.5 so that a power of 87.78 watts is obtained at a wind speed of 5 m/s and rotating speed 300rpm. Keywords: VAWT, Darrieus, Qblade
Moderasi Pengawasan Perpajakan atas Pengaruh Penggunaan E-Form dan Edukasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pebisnis E-Commerce
This article proves the effect of the Use of E-Form and Tax Education on Taxpayer Compliance of E-commerce Businessmen moderated by Tax Supervision. The results tested, the effect of using e-forms and Tax Education on Taxpayer Compliance of E-commerce Businessmen. The sample of this research is 220 respondents from the E-commerce Businessmen. The analysis uses Structural Equation Modeling to test this research model. Next, examine the effect of the Effect of E-Form Use and Tax Education on Taxpayer Compliance of E-commerce Businesses moderated by Tax Supervision. The results of the study prove that Tax Education has proven to have an impact on E-commerce Business Taxpayer Compliance. Then, Moderation of Tax Supervision on Taxation Education proved to have an effect on E-commerce Business Taxpayer Compliance. The results of this study recommend that creating E-commerce Businessman Taxpayer Compliance in individuals is to have adequate Tax Education within the Taxpayer