E-Journal Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta (UTA'45)
Not a member yet
2285 research outputs found
Sort by
AKUNTABILITAS SOSIAL PADA PEMERINTAHAN LOKAL (Studi Terbentuknya Akuntabilitas Sosial Masyarakat Kelurahan Kalisoro Kecamatan Tawangmangu)
ABSTRAK Reposisi administrasi publik telah menempatkan masyarakat sebagai aktor penting dalam upaya pelayanan public sebagaimana diatur dalam KEPMENPAN 63 / KEP / M.PAN / 7/2003. Akuntabilitas merupakan sarana dan tujuan yang akan dicapai dalam reformasi administrasi. Ketika akuntabilitas tidak berjalan maka masyarakat memiliki kekuasaan untuk memaksakan akuntabilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan akuntabilitas sosial serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan dalam penelitian ini memakai pendekatan kualitatif. Analisis data menggunakan pengkodean (coding) terbuka dan tertutup. Data dari setiap wawancara informan berlabel atau kode kemudian muncul kategori. Proses atau elemen yang membentuk akuntabilitas sosial adalah: a) Entry point dalam bentuk kemampuan pemimpin; b) Kemampuan untuk memproses dan menyampaikan tuntutan publik untuk pemimpin; c) Mendukung dari masyarakat; d) Pengiriman Klaim dengan penggunaan media demonstrasi, negosiasi, dan forum evaluasi kerja; e) Respon dari pemerintah; f) Hasil akuntabilitas tidak langsung menjadi media kontrol dalam peningkatan kinerja pemerintah. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah Pertama, kurangnya kemampuan pejabat negara untuk menerapkan tata kelola yang manusiawi (governance manusia). Kedua, karakter masyarakat untuk mengelola potensi yang ada, kemudian mengirimkannya ke pemerintah. Akuntabilitas sosial Kalisoro masyarakat desa terbentuk sebagai hasil dari suara publik terhadap pemerintah atau pemimpin. Penilaian ini kemudian membentuk akuntabilitas sosial dengan tuntutan suksesi kepala
REFORMASI STRUKTURAL ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (Dalam Perspektif PP No. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah)
ABSTRAK Reformasi birokrasi pada tatanan pemerintah daerah meliputi bidang organisasi perangkat daerah atau yang disebut dengan reformasi struktural. Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, kepala daerah dibantu oleh perangkat daerah yang diformulasikan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen yang terdiri atas unsur pimpinan, unsur staf, unsur pengawas, unsur perencana, unsur pelaksana, unsur pendukung dan unsur pelayanan. Pelaksanaan PP No.41 Tahun 2007 mengarahkan tata kelola organisasi perangkat daerah dan memberikan panduan reformasi struktural birokrasi kepada daerah untuk mampu mengembangkan ruang kerja birokrasi yang memungkinkan aparat publik melakukan perbaikan kinerja pelayanan yang efektif dan efisien sesuai fungsi dan tugas pokok organisasi perangkat daerah. Kata-kata kunci : perangkat daerah, pelayanan, reformasi birokrasi, reformasi struktura
Hubungan Antara Perempuan, Tayangan infotainment dan Gratifikasi Emosi
Televisi dengan segala program acaranya, hampir selalu mendapatkan penggemar fanatiknya. Mulai dari berita, tayangan infotainment hingga reality show. Untuk tayangan yang memiliki rating dan penggemar yang tinggi membuat stasiun televisi menciptakan acara yang sama, dengan sedikit polesan yang berbeda. Hal ini yang terjadi dengan acara infotainment. Acara yang mendapatkan rating tinggi ini secara gamblang mengupas gosip artis maupun public figur. Demi untuk mendongkrang rating, aib dan permasalahan keluarga bahkan diumbar atas nama infotainment. Meski banyak mendapatkan teguran baik dari Komisi Penyiaran Indonesia maupun dari Majelis Ulama Indonesia, namun bergosip dalam kemasan infotainment ini masih banyak digemari sebagain besar masyarakat Indonesia, atas nama hiburan atau sekedar iseng. Menonton Infotainment bagi para penggemarnya seolah menimbulkan “Gratifikasi emosi” atau kepuasaan emosi tersendiri. Sehingga tidak heran tidak ada hari terlewatkan tanpa menonton tayangan Infotainment. Kata Kunci: Tayangan, Perempuan, Infotainment, Kepuasa
Pengaruh Tayangan Talkshow "Sarah Sechan"di Net. TV Terhadap Minat Menonton (Studi pada Mahasiswa Psikologi UNJ Angkatan 2013)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh tayangan talkshow “Sarahsechan” terhadap minat menonton (Studi terhadap mahasiswa UNJ Jurusan Psikologi angkatan 2013) terhadap kebutuhan hiburan akan talkshow melalui perhatian (Attention), ketertarikan (Interest), hasrat menonton (Desire) dan tindakan menonton (Action). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Teori Baskin mengenai jurnalistik TV dan Teori Morrison mengenai program talk show yaitu program yang menampilkan satu atau beberapa orang untuk membahas suatu topik tertentu yang dipandu oleh seorang pembawa acara (host). Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kuantitatif dengan sifat eksplanatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan studi pustaka. Populasi berjumlah 100 mahasiswa dengan sampel berjumlah 50 mahasiswa UNJ Jurusan Psikologi angkatan 2013 yang dipilih dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Uji reliabilitas menggunakan koefisien alpha dan uji validitas menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara tayangan talkshow “Sarahsechan” terhadap minat menonton mahasiswa UNJ Jurusan Psikologi angkatan 2013.sebesar 0,890 (89%), menunjukkan adanya pengaruh antara tayangan talkshow “Sarahsechan” terhadap minat menonton mahasiswa UNJ. Kata Kunci: Pengaruh, Tayangan, Talkshow, Minat Menonto
PENGARUH KOMBINASI GELATIN-GOM ARAB SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP SIFAT FISIK TABLET HISAP EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper bettle L.) SECARA GRANULASI BASAH
Ekstrak kental daun sirih mengandung saponin, polifenol, minyak atsiri, dan flavonoid.Selain itu daun sirih juga mempunyai khasiat sebagai obat batuk, obat hidung berdarah, obatsariawan, obat sakit mata. Penggunaan ekstrak kental sebagai zat aktif diharapkan dapatmeningkatkan efek lokal antiseptik. Tingkat kekerasan pada tablet hisap merupakan parameterpenting dalam kualitas fisik tablet, yang dipengaruhi oleh bahan pengikat..Penelitian dilakukan dengan membuat formula granul pada tujuh konsentrasi bahan pengikatGelatin dan Gom Arab yang berbeda, yaitu 100% Gelatin, 100% Gom Arab, 50% Gelatin – 50%Gom Arab, Gelatin 40% - Gom Arab 60%, Gelatin 60% - Gom Arab 40%, Gelatin 30% - GomArab 70%, Gelatin 70%, Gom Arab 30%. Granul yang diperoleh di uji sifat alir, sudut diam,distribusi granul dan kerapuhan. Granul dikempa menjadi tablet hisap dengan bobot 1500 mg/tablet. Tablet yang diperoleh dievaluasi penampilan fisik tablet, keseragaman bobot, kekerasan,kerapuhan dan waktu hancur.Untuk konsentrasi gelatin 100%, Gelatin 60%, dan Gelatin 70% tingkat kekerasan tablet10,7 kg – 13,96 kg, nilai kerapuhan 0,99% - 0,25% dan waktu hancur 6,10 menit- 6,98 menit.Semakin besar konsentrasi gelatin maka nilai kekerasan dan waktu hancur semakin tinggi.Sedangkan untuk konsentrasi Gom Arab 100%, Gom Arab 60%, dan Gom Arab 70% tingkatkekerasan 10,7 kg – 13,50 kg dan waktu hancur 6,10 menit – 6, 70 menit. Untuk formula Gelatin50% - Gom Arab 50% memiliki hasil yang tidak jauh berbeda