HR-Institut: Journal of Econimics and Scienties
Not a member yet
    119 research outputs found

    PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN SILABUS DAN RPP MELALUI SUPERVISI AKADEMIK YANG BERKELANJUTAN DI SMPN 8 BATANGHARI T.P. 2019/2020

    No full text
    Proses perencanaan pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru meliputi kegiatan utama yaitu 1) Membuat program tahunan, 2) Membuat silabus, 3) Membuat program semester, 4) Membuat RPP dan 5) Membuat program ulangan/evaluasi. Dari kelima unsur tersebut, pembuatan silabus dan RPP merupakan unsur  minimal yang harus disiapkan seorang guru ketika hendak mengajar. Berdasar kepada hasil analisis kualitas silabus dan RPP guru tersebut, dilakukanlah penelitian untuk melihat sejauhmana langkah supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan silabus dan RPP. Penelitian tindakan sekolah ini dirancang dalam dua siklus dengan teknik supervisi akademik secara berkelanjutan. Dari segi kuantitas guru yang mengumpulkan perangkat pembelajaran mengalami peningkatan. Setelah dilakukan supervisi akademik berkelanjutan diperoleh peningkatan kualitas silabus guru dari semula nilainya hanya Cukup menjadi nilai Baik bahkan nilai Baik Sekali. Pada Siklus 1 nilai Silabus Cukup  55.56% dan nilai Baik 44,44 % meningkat menjadi Baik 94,44 % dan Baik Sekali 5,56%. Sedangkan penilaian RPP pada Siklus 1 dari Cukup 50 %, Baik 50 % meningkat menjadi Baik 83,33 % dan Baik Sekali 16,67 % setelah supervisi akademik. Kesimpulan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah supervisi akademik yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru SMPN 8 Batanghari dalam menyusun silabus dan RPP

    PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGUNGKAPKAN MONOLOG DESCRIPTIVE LISAN DENGAN SISTEM ICARE PADA SISWA KELAS VII.B SMP NEGERI 8 BATANGHARI T.P. 2019/2020

    No full text
    Pada standar kompetensi kurikulum bahasa Inggris SMP untuk kelas VII, ditawarkan dua jenis teks fungsional (Genre) pendek berupa monolog descriptive dan procedure. Dalam penelitian ini karena pelaksanaannya pada semester awal maka dipilih monolog descriptive sebab monolog procedure dianggap lebih kompleks dalam kompetensi pendukung linguistik. Tujuan PTK ini adalah meningkatkan keterampilan mengungkapkan monolog descriptive sederhana secara lisan siswa kelas VII.B SMP Negeri 8 Batanghari dengan ICARE. Konsep sistem ICARE merupakan suatu sistem pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta (siswa) dengan tahapan-tahapan pembelajaran 1) Introduce (Perkenalkan), 2) Connect (menghubungkan). 3)Apply (Terapkan), 4) Reflect (Refleksikan), dan 5) Extend (Perluaskan). Konsep ICARE ini diterapkan dalam 2 siklus di kelas VII.B SMPN 8 Batanghari. Setelah dilaksanakan 2 siklus maka diperoleh rata-rata skor pemahaman siklus II 37,63, selisih 0,40 dari siklus I (37,23). Rata-rata skor pengucapan siklus II 22,25 selisih 0,40 dari Siklus I (21,85). Rata-rata skor kelancaran siklus II 21,25, terdapat selisih 1,25 dari siklus I (20,00), dan rata-rata skor struktur kalimat siklus II 19,00, selisih 0,08 dari siklus I (18,92). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan, dengan menggunakan sistem belajar ICARE dapat meningkat keterampilan siswa. mengungkapkan monolog descriptive secara lisan sederhana pada pokok bahasan Personal Description.&nbsp

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA Q.S. AL INSYIROH PADA SISWA KELAS IX A SMP NEGERI 17 BATANGHARI MELALUI METODE TUTOR SEBAYA

    No full text
    Setiap akan mengajar, guru perlu membuat persiapan mengajar dalam rangka melaksanakan sebagian dari rencana bulanan dan rencana tahunan. Dalam persiapan itu sudah terkandung tentang, tujuan mengajar, pokok yang akan diajarkan, metode mengajar, bahan pelajaran, alat peraga dan teknik evaluasi yang digunakan. Karena itu setiap guru harus memahami benar tentang tujuan mengajar, secara khusus memilih dan menentukan metode mengajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, cara memilih, menentukan dan menggunakan alat peraga, cara membuat tes dan menggunakannya, dan pengetahuan tentang alat-alat evaluasi. Permasalahan yang ingin dikaji dalam dalam penelitian tindakan ini adalah: (a) bagaimana penerapan metode tutor sebaya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)  khususnya pada materi  QS. Al Insyiroh ? (b) Bagaimanakah  hasil  metode tutor sebaya terhadap peningkatan kemampuan memabaca  QS. Al Insyiroh ?. Tujuan penelitian yang hendak diperoleh adalah untuk mendapatkan gambaran tentang: (a) gambaran obyektif dari penerapan metode tutor sebaya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)  khususnya pada materi  QS. Al Insyiroh ? (b) hasil  metode tutor sebaya terhadap peningkatan kemampuan memabaca  QS. Al Insyiroh ? Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX A SMP NEGERI 17 BATANGHARI . Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (76,6 %), siklus II (86,6 %). Simpulan dari penelitian ini adalah metode tutor sebaya  dapat berpengaruh positif terhadap Kemampuan Membaca QS. Al Insyiroh Siswa IX A SMP NEGERI 17 BATANGHARI, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran ilmu pengetahuan sosial

    KEMAMPUAN MENULIS TEKS DISKUSI MELALUI PRAKTEK DISKUSI DENGAN MODEL KONTEKSTUAL PADA KELAS IX-3 SMP 3 BATANGHARI

    No full text
    Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peserta didik kelas IX SMP N 3 Batanghari tahun pelajaran 2018 / 2019 melalui model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus .Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan obseravasi secara langsung dan tes tertulis. Tindakan yang dilakukan adalah dengan melaksanakan praktek diskusi yang menjadi bahan untuk penulisan Teks diskusi secara langsung dengan metodl kontekstual. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar.Hal ini didukung dengan data penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan tes tertulis yang dlakukan pada pertemuan setiap siklus. Penerapan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas IX SMP N 3 Batanghari dengan Indikator prestasi terdiri dari kognetif, afektif dan psikomotor .Pada siklus satu peserta didik memperoleh skore 82,19 pada siklus dua peserta didik memperoleh 88,13

    MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SEJARAH SISWA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK PADA MATERI PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME DI INDONESIA DI SMA NEGERI 2 BATANGHARI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa melalui penerapan metode diskusi pada materi Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia di SMA Negeri 2 Batanghari. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus yaitu siklus I dan II. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan aktivitas siswa dalam mata pelajaran Sejarah Indonesia. Hal ini terlihat pada hasil penelitian yang menunjukkan pada siklus I jumlah rata-rata siswa yang aktif saat diskusi 63,3% dengan kriteria tinggi, sedangkan pada siklus II aktivitas siswa mengalami peningkatan dengan persentase rata-rata 70,8 %. Penelitian ini menyimpulkan penerapan metode diskusi pada meteri Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 2 Batanghari

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN DALAM MENGENAL SISTEM REPRODUKSI MANUSIA PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 3 BATANGHARI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) khususnya materi Sistem Reproduksi Manusia. Melalui penelitian ini, diharapkan siswa dapat meningkatkan keterampilan nya hingga dapat memperoleh pengetahuan dengan lebih mudah dan termotivasi uintuk meningkatkan minat dan keterampilan dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini di lakukan di SMP Negeri 3 Batanghari yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas IX pada semester I tahun pelajaran 2019- 2020 dengan lama penelitian hingga 2 bulan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dilihat dari keterampilan siswa dalam mengenal sistem reproduksi manusia dapat meningkat dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ((Student Teams Achievement Division). Observasi dianalisis dengan persentase keaktifan belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dalam 3 siklus terjadi peningkatan pada hasil dan aktivitas belajar siswa

    PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING(CTL)) PADA MATERI BESARAN-BESARAN PADA GERAK MELINGKAR DI KELAS X.IPA.4 SMAN 2 BATANGHARI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penerapan metode diskusi pada materi Besaran-besaran pada gerak melingkar di SMA Negeri 2 Batanghari. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus yaitu siklus I dan II. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan aktivitas siswa dalam mata pelajaran fisika. Hal ini terlihat pada hasil penelitian yang menunjukkan pada siklus I jumlah rata-rata siswa yang aktif saat diskusi kurang dari 50% dengan kriteria rendah, sedangkan pada siklus II aktivitas siswa mengalami peningkatan dengan persentase rata-rata 70,8 %. Penelitian ini menyimpulkan penerapan metode diskusi pada meteri Besaran- besaran pada gerak melingkar dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa IPA di SMAN 2 Batanghari

    PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE SMALL GROUP DISCUSSION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PAI PESERTA DIDIK KELAS IX.3 SMPN 3 BATANGHARI

    No full text
    Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar PAI di kelas IX.3 SMPN 3 Batanghari dapat meningkat setelah menggunakan model Kooperatif tipe Small Group Discussion . Subjek yang di maksud tindakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IX 3 SMP Negeri 3 Batanghari yang berjumlah 31 peserta didik . Mereka Merupakan Peserta didik siswi kelas IX 3 semester I tahun pelajaran 2018-2019. Sedangkan partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah guru kelas dan teman sejawat lain nya. Berdasarkan analisis data hasil penelitian yang telah di jabarkan pada bab sebelumnya,dapat di simpulkan hasil penelitian tindakan bahwa dengan menerapkan model SGD baik untuk peserta didik membaca dan menelaah berbagai literatur untuk dapat menjelaskan iman kepada hari akhir dengan benar seta meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX,3 SMP Negeri 3 Batanghari Increased Increased Peningkatan hasil belajar dari 31 peserta didik , dalam mencapai ketuntasan terus sangat baik pada Pra Siklus 51,61 %, 61,29 % dan 87,10

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS IV DI SDN 152/I TANJUNG MULYO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan melalui pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas (Classroom Action Research) sebanyak 2 siklus. Penelitian ini mulai dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan kontekstual pada materi mempelajari Perilaku terpuji Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan pendekatan kontekstual pada pelajaran Pendidikan Agama Islam, dengan baik dan benar, mampu meningkatkan keaktifan, semangat dan keinginan siswa untuk lebih menyukai pelajaran Pendidikan Agama Islam. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis ketercapaian hasil belajar pada kemampuan awal sebelum diadakan tindakan sebesar 60 kemudian setelah dilakukan tindakan dalam dua siklus,terdapat peningkatan di siklus I sebesar 70 dan pada siklus II pencapaian ratarata penilaian sebesar 78 dengan prosentase ketuntasan 94,11% . Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan kontekstual pada pokok bahasan perilaku akhlak terpuji dapat meningkatkan meningkatkan hasil belajar siswa

    UPAYA PENEGAKKAN DISIPLIN SEKOLAH MELALUI PENERAPAN HUKUMAN PADA SISWA DI SDN 191/VIII PEMATANG SAPAT KECAMATAN RIMBO BUJANG

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan hukuman mampu meningkatkan kedisiplinan siswa SDN 191/VIII Pematang Sapat, Kec. Rimbo Bujang. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SDN 191/VIII Pematang Sapat. Penelitian ini akan diterapkan pada semua siswa yang telah dilakukan selama dua siklus dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut Penerapan hukuman bagi siswa yang melanggar aturan sekolah mampu meningkatkan disiplin siswa SDN 191/VIII Pematang Sapat, Kec. Rimbo Bujang, dan peningkatan disiplin siswa melalui penerapan hukuman dapat terjadi melalui kerjasama guru, kepala sekolah dan sisw

    29

    full texts

    119

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HR-Institut: Journal of Econimics and Scienties
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇