HR-Institut: Journal of Econimics and Scienties
Not a member yet
119 research outputs found
Sort by
ANALYSIS OF STUDENTS’ ABILITY IN FINDING CONJUNCTION IN SHORT STORIES AT SMP PGRI 3 MEDAN
This study examines the use of conjunctions in short stories for class VIII students of SMP PGRI 3 Medan. The purpose of this study was to determine the level of students' understanding in learning English by using short stories. This research is a qualitative descriptive study. The research data is in the form of short stories containing conjunctions taken from 2 short story texts. Data analysis begins by dividing data into 3 groups, namely conjunctions between words, conjunctions between clauses, and between sentences. Furthermore, the conjunctions of each group are examined one by one and then explain and calculate the use of conjunctions in the students' short stories. From the data analysis it can be concluded: first, the conjunctions used in student short stories include conjunctions between words including and (13 times), which (9 times), but (1 time), until (1 time). As for the conjunctions between clauses, they are as follows but (1 time). Furthermore, data analysis of the use of conjunctions between sentences is obtained as follows: then conjunction (1 time). Based on the results of the research above, it is hoped that this research will become material for consideration for teachers in teaching the use of conjunctions in students' short stories. The researcher hopes that students of the English language education study program are more careful in using conjunctions. The researcher also hopes that other researchers will examine the same or similar things so that the research results can contribute to the world of education
Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar PKn Siswa Kelas VIII. 2 SMPN 17 Batanghari Melalui Penerapan Pendekatan Cooperative Learning Tipe Jigsaw
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan pendekatan cooperative learning (CL) tipe Jigsaw dalam upaya meningkatkan aktifitas dan hasil belajar PKn Peserta didik kelas VIII.2 SMP Negeri 17 Batanghari. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan kajian dan bahan temuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas senyatanya. Bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dalam proses pembelajaran dan bagi peserta didik untuk meningktakan aktifitas belajar yang berdampak meningkatnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus kegiatannya adalah; perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil akhir tindakan pada siklus II menunjukkan bahwa hasil observasi guru memperoleh skor rata-rata (4,18) dan hasil observasi peserta didik mencapai skor rata-rata (4,22). Sedangkan hasil dari peningkatan aktifitas belajar peserta didik adalah meningkatnya perolehan hasil belajar peserta didik mencapai nilai rata-rata (87,15), artinya indikator keberhasilan (> 75,00) telah terlampaui. Karena indikator keberhasilan telah terbukti penelitian dinyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DALAM BAHASA INGGRIS MELALUI PERMAINAN SNAKE AND LADDER DI KELAS IX .2 SMPN 17 BATANGHARI
Pembelajaran yang dilakukan guru selama siklus I dan siklus II menunjukkan performance yang baik. Guru mulai menerapkan metode dan teknik pengajaran yang bervariasi, guru berusaha menstimulus keaktifan dan kreativitas siswa, guru menyajikan pembelajaran bahasa Inggris secara integral, guru tidak hanya berkomunikasi pada tuntasnya suatu materi pelajaran saja tetapi lebih memperhatikan kemampuan penguasaan yang diperoleh siswa. Hal ini dapat dilihat pada aspek kesesuaian merespon dengan instruksi terjadi kenaikan pada tahap I dengan nilai 70 ke 75 pada tahap II dan 85 pada tahap ke III, juga terjadi perubahan yang signifikan pada aspek peran aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran yang mengalami peningkatan dari 75 pada tahap I ke 90 pada tahap II dan 100 pada tahap III. Hal ini juga berpengaruh juga pada aspek tanggapan siswa tentang media snake and ladder penguatan dengan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dengan nilai berturut-turut 90, 95 dan 100 pada tahap III
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PAI MELALUI PEMBERIAN TUGAS BERBASIS PORTOFOLIO SISWA KELAS VII.A SMPN 22 BATANGHARI T.P. 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) mengetahui pelaksanaan pemberian tugas berbasis portofolio untuk meningkatkan prestasi belajar PAI pada siswa kelas VIII A SMPN 22 Batang Hari, 2) meningkatkan prestasi belajar PAI pada siswa kelas VII A SMPN 22 Batanghari melalui pemberian tugas berbasis portofolio. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), terdiri dari tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, analisis dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMPN 22 Batanghari yang mempunyai prestasi belajar rendah pada mata pelajaran PAI disebabkan kurangnya variasi metode pembelajaran yang selama ini berlangsung. Peneliti kemudian menggunakan strategi pembelajaran dengan pemberian tugas berbasis portofolio untuk meningkatkan prestasi belajar PAI pada siswa kelas VIIA SMPN 22 Batanghari. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode tes untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap konsep pendidikan agama Islam, metode observasi untuk mengamati proses pembelajaran pendidikan agama Islam melalui pemberian tugas berbasis portofolio (aktivitas guru, partisipasi siswa), dan metode dokumentasi untuk mengetahui nama siswa, jumlah siswa dan nilai pendidikan agama Islam baik sebelum / sesudah diberi pembelajaran dengan pemberian tugas berbasis portofolio. Setelah dilaksanakan tindakan melalui pemberian tugas berbasis portofolio, prestasi belajar PAI siswa kelas VII A SMPN 22 Batanghari meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rerata penilaian tes akhir siswa pada tiap siklusnya, yaitu : siklus I = 64,00, siklus II = 69,60 dan siklus III = 76,80. Dari hasil penelitian tersebut, diharapkan strategi pembelajaran dengan pemberian tugas berbasis portofolio untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dapat diterapkan oleh guru mata pelajaran PAI pada khususnya dan mata pelajaran lain pada umumnya
PENINGKATAN HASIL BELAJAR OPERSAI BILANGAN BULAT MELALUI MEDIA DOMINO MATEMATIKA (DOMIKA) PADA SISWA KELAS VII.1 SMP NEGERI 17 BATANGHARI
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Clasroom Action Recearch (CAR) yang bertujuan untuk meningkatan hasil belajar operasi bilangan bulat melalui media domino matematika (DOMIKA) pada siswa kelas VII.1 SMP Negeri 17 Batanghari Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII.1 SMP Negeri 17 Batangharipada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa 32 orang, yang terdiri 12 orang laki-laki dan 20 orang siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan setiap siklusnya dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan termaksud tes setiap akhir siklus. Pengambilan data dilaksanakan dengan menggunakan tes hasil belajar siswa pada setiap akhir siklus, dan observasi dilakukan setiap proses pembelajaran berlangsung. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisiss kualitatif. Hasil yang dicapai setelah pelaksanaan tindakan pembelajaran dengan menggunakan media domino matematika (DOMIKA) selama 2 siklus adalah meningkatnya hasil belajar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata hasil tes yaitu pada siklus I sebesar 69 berada pada kategori tinggi meningkat pada siklus II menjadi 80 berada pada kategori sangat tinggi. Terjadinya peningkatan keaktifan dan aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar sesuai dengan lembar observasi yang dilakukan selama penelitian. Di harapkan media domino matematika (DOMIKA) dapat meningkatkan kemampuan kongnitif siswa, keaktifan siswa, menambah motivasi belajar siswa untuk bekerja sama belajar sambil bermain dan sangat baik untuk di kembangkan perangkat pembelajaran ini, karena peneliti yakin banyak pemikir-pemikir kreatif yang dapat mengembangkan media domino matematika (DOMIKA).
 
PENINGKATAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) PADA PELAJARAN IPA MINIMAL PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DI KELAS VII B SMPN 22 BATANGHARI
Kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA meteri pencemaran dan kerusakan lingkungan kelas VII.B SMPN 22 Batanghari masih rendah. Hal ini disebabkan oleh model pembelajaran yang kurang tepat sehingga siswa merasa bosan pada saat mengikuti pembelajaran. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa perlu dilakukan dengan model pembelajaran yang tepat guna dan berdaya guna. Dalam hal ini guru sebagai fasilitator berperan penting memilih model pembelajaran yang sesuai materi. Model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) adalah model yang digunakan untuk materi pencemaran dan kerusakan lingkungan di kelas VII.B SMP Negeri 22 Batanghari. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah; apakah model Problem Based Instruction (PBI) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA materi pencemaran dan kerusakan lingkungan di kelas VII.B SMP Negeri 22 Batanghari. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus dengan subjek penelitian berpikir kritis siswa kelas VII.B SMP Negeri 22 Batanghari. Pengumpulan data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah melaksanakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) nilai rata-rata siswa kelas VII.B SMP Negeri 22 Batanghari mengalami peningkatan sebesar 30 -35 % dari nilai rata-rata siswa pada Siklus I sebesar 45,83. Selanjutnya pada siklus II, nilai tersebut meningkat menjadi 79,17. Perilaku siswa VII.B SMP Negeri 22 Batanghari pun menunjukkan perubahan yang positif, siswa lebih tertarik dan antusias dalam pembelajaran materi pencemaran dan kerusakan lingkungan
PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI TEKNIK LESSON STUDY SECARA KOLABORATIF DAN RUTIN DI SMPN 11 BATANGHARI T.P. 2019/2020
Kepala sekolah melakukan terobosan untuk menyikapi sekaligus memperbaiki pola-pola pemikiran yang salah dengan memberikan pengarahan/ pembinaan guru berbasis sekolah yang dinamakan dengan (Lesson Study) secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar, untuk membekali guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai agen pembelajaran. Kata kuncinya adalah "rutinitas" penulis mempunyai keyakinan bahwa dengan pengarahan secara rutin, terprogram dengan baik dan kontrol terhadap persiapan guru sebelum melaksanakan tugas mengajar di kelas maka akan terbentuk tenaga pendidik yang produktif/ profesional dan mampu meningkatkan mutu pembelajaran. Memang, dalam awal-awal pelaksanaan program ini ada beberapa diantara guru yang menunjukkan sikap acuh tak acuh, tetapi dengan kesabaran dan ketekunan akhirnya guru tersebut sangat antusias setelah merasakan dampak dan manfaat yang dapat dipetik dari pelaksanaan program tersebut. Penelitian tindakan sekolah ini dirancang dalam dua siklus dengan teknik supervisi akademik secara berkelanjutan. Dari segi kualitas guru mengalami peningkatan proses mengajar yang berkualitas. Pada Siklus 1 nilai rata-rata guru hanya 73,75, setelah dilakukan pembelajaran dengan teknik lesson study dan rutin, rata-rata nilai guru mengalami peningkatan menjadi 84,34. Kesimpulan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah terjadi peningkatan kinerja guru melalui teknik lesson study secara kolaboratif dan rutin di SMPN 11 Batanghari T.P. 2019/2020
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA MELALUI PRESENTASI DI SMP NEGERI 18 BATANGHARI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan metode pembelajaran diskusi kelompok dalam upaya meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik kelas IX.A SMP Negeri 18 Batanghari melalui presentasi. Manfaat penelitian ini adalah sebagai bahan kajian dan bahan temuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas senyatanya. Bagi guru untuk meningkatkan kompetensi dalam proses pembelajaran dan bagi peserta didik untuk meningktakan aktifitas belajar yang berdampak meningkatnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus kegiatannya adalah; perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil akhir tindakan pada siklus II menunjukkan bahwa hasil observasi guru diperoleh gambaran tentang sikap dan perilaku siswa perihal kesungguhan siswa. Perhatian sebagian besar siswa sudah mulai sepenuhnya berpusat pada pelajaran, hanya sebagian kecil siswa yang bermain saat mengerjakan tuas. Sedangkan semangat siswa dalam mengikuti pelajaran matematik terlihat mulai ada peningkatan, meskipun penyelesaian tugas masih tidak tepat waktu. Pada saat berdiskusi untuk membaca informasi dalam grafik fungsi kuadrat, Hampir semua siswa dalam setiap kelompok yang serius dan berusaha mengeluarkan pendapat. Pada saat pengambilan siswa secara acak untuk mempresentasikan hasil kerjanya sudah tidak lagi menolak. Karena indikator keberhasilan telah terbukti penelitian dinyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II
GAMBARAN TINGKAT STRESS AKADEMIK PADA MAHASISWA AKHIR YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI
Stress adalah suatu respon individu, baik berupa respon fisik, maupun psikis terhadap tuntutan atau ancaman yang berdampak negative bagi tubuh. Stress dapat terjadi pada mahasiswa dikarenakan masalah internal atau eksternal. Dalam Konteks mahasiswa, terdapat sumber stress pada mahasiswa yaitu interpersonal, intrapersonal, akademik dan lingkungan. Dalam jumlah tertentu stress menghasilkan kekuatan positif yang mampu meningkatkan produktivitas individu dan membantu individu untuk berkembang, setelah mencapai titik optimal, stress bersifat destruktif dan menimbulkan efek negative bagi individu. Pada stress akan menghasilkan respon distres dan eustres. Distres merupakan respon yang berdampak negatif, contohnya individu yang menghasilkan distres akan merasakan tertekan ketika menghadapi tugas yang banyak,dan merasa tidak termotivasi. distres yang dialami mahasiswa akan menghasilkan dampak negatif secara fisik, emosi, kognitif dan perilaku. Dampak secara fisik di antaranya, tidak nafsu makan, lemah, pusing, dan gangguan pencernaan. Dampak negatif secara emosi ditandai dengan kecemasan yang berlebihan hingga menyebabkan depresi. Dampak secara kognitif seperti hilangnya konsentrasi belajar, sulit memahami pembelajaran, prestasi yang menurun
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 17 BATANGHARI T.P. 2018—2019 DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PAJANGAN HASIL BELAJAR
Tri Astuti. 2019. Penelitian Tindakan Kelas ini berjudul “Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Kelas VIII-1 SMP Negeri 17 Batang Hari T.P. 2018—2019 dengan Media Pajangan Hasil Belajar”. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah “Apakah motivasi belajar bahasa Indonesia kelas VIII-1 SMP Negeri 17 Batang Hari T.P. 2018—2019 dapat ditingkatkan dengan media pajangan hasil belajar?. Sesuai dengan masalah tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang peningkatan motivasi belajar Bahasa Indonesia kelas VIII-1 SMP Negeri 17 Batang Hari dengan menggunakan media pajangan hasil belajar. Landasan teoritis penelitian ini meliputi hakikat motivasi belajar dan hakikat media pembelajaranObjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 17 Batang Hari yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus menggunakan waktu selama 2 jam mata pelajaran. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi.Hasil yang diperoleh menunjukkan penggunaan media pajangan hasil belajar dapat meningkatkan motivasi belajar Bahasa Indonesia kelas VIII-1 SMP Negeri 17 Batang Hari. Hal ini dapat dilihat dari hasil olah data jawaban angket refleksi siswa pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I, nilai rata-rata motivasi belajar bahasa Indonesia siswa 59,33 termasuk dalam kategori Cukup. Siswa yang motivasi belajarnya dalam kategori baik sebanyak 15 orang atau 50%. Pada siklus II, nilai rata-rata motivasi belajar Bahasa Indonesia siswa 73 termasuk dalam kategori Baik. Siswa yang motivasi belajarnya dalam kategori baik sebanyak 26 orang atau 87%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar Bahasa Indonesia kelas VIII-1 SMP Negeri 17 Batang Hari dapat ditingkatkan dengan menggunakan media pajangan hasil belajar. Hasil penelitian ini dapat menjadi alternatif bagi guru Bahasa Indonesia khususnya dan juga guru mata pelajaran lain untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didiknya