HR-Institut: Journal of Econimics and Scienties
Not a member yet
119 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KUALITAS PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DESKRIPSI BAHASA INGGRIS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 13 BATANGHARI
Penelitian ini bertujun mendeskripsikan peningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran menulis teks deskripsi Bahasa Inggris dengan model pembelajaran berbasis proyek pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 13 Batanghari, Jambi. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Pada siklus 1 peserta didik diminta langsung menulis deskripsi sebuah tempat wisata berdasarkan pengalamannya. Pada siklus 2 peserta didik ditugaskan menulis teks deskripsi berdasarkan gambar yang disediakan pendidik dan yang dicarinya sendiri dari internet. Sedangkan pada siklus 3 peserta didik membuat desain objek wisata melalui pembelajaran berbasis proyek, kemudian peserta didik menulis teks deskripsi berdasarkan desain objek wisata rancangannya tersebut. Untuk mengetahui peningkatan kualitas hasil pembelajaran, peneliti melaksanakan empat kali tes, yaitu tes awal/ prasiklus, tes akhir siklus 1, tes akhir siklus 2, dan tes akhir siklus 3. Melalui tes awal diketahui peserta didik yang mencapai KKM atau nilai 70 hanya 11 orang atau 44 %. Setelah siklus 2 atau menulis berdasarkan pengalaman, peserta didik yang mencapai nilai KKM meningkat menjadi 15 orang (setara 60 %). Setelah siklus 2, peserta didik yang mencapai nilai KKM meningkat lagi menjadi 17 orang (setara 68 %). Namun, ketuntasan pembelajaran secara klasikal (80%) belum tercapai. Setelah pelaksanan siklus 3, peserta didik yang mencapai nilai KKM berjumlah 21 orang (setara 84 %). Setelah siklus 3, ketuntasan secara klasikal sudah tercapai, bahkan sudah terkampaui. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kualitas proses dan hasil pembelajaran menulis teks deskripsi Bahasa Inggris dengan model pembelajaran berbasis proyek pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 13 Batanghari, Jambi
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN STORYTELLING BAHASA INGGRIS MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS EXPERIENCE
Laporan best practice ‘Meningkatkan Kemampuan Storytelling Bahasa Inggris Melalui Media Audio Visual Berbasis EXPERIENCE’ dilatarbelakangi karena adanya persepsi bahwa pelajaran Bahasa Inggris dianggap sulit, terutama pada pelajaran Storytelling (menceritakan kembali sebuah cerita). Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain keterbatasan: penguasaan kosa kata, cara pengucapan kata, ide/gagasan, percaya diri, dll. Oleh karena itu, peneliti menggunakan media yang peneliti desain sendiri yaitu media audio visual berbasis EXPERIENCE. Kata EXPERIENCE merupakan singkatan dari Example (contoh), Picture (gambar), Narration (narasi suara), Key Words (kata kunci), and Practice (latihan). Penelitian dilakukan pada 25 orang siswa di kelas IXD dalam dua siklus. Hasil penggunaan media di Siklus 1 menunjukkan terdapat 53,12% siswa yang mampu melakukan storytelling dengan baik (tuntas KKM 72). Hasil ini dianggap belum optimal, karena masih rendahnya aspek penilaian intonasi kalimat. Oleh karena itu, pada Siklus 2 peneliti melakukan tindakan tambahan dengan menggunakan media EXPERIENCE + repetition (pengulangan bacaan). Hasil Siklus 2 menunjukkan terdapat 90,62% siswa yang mampu melakukan storytelling dengan baik. Hasil ini meningkat 37,50% dibandingkan dengan hasil dari Siklus 1. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual berbasis EXPERIENCE telah berhasil meningkatkan kemampuan siswa melakukan storytelling dalam bahasa Inggris
PENINGKATAN PROSES PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN SISTEM ICARE PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS VII A SMP NEGERI 7 BATANGHARI
Penerapan Sistem ICARE merupakan materi Bahasa inggris monolog desctiptive yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman sebelumnya nilai yang diperoleh siswa belum memuaskan, masih ada 40% siswa yang belum memperoleh nilai di atas KKM pada ujian utama. Setelah dilakukan remedial baru ketuntasannya mencapai 82%. Metode pembelajaran yang digunakan sebelumya demonstrasi, yang hanya dialami oleh beberapa orang siswa saja. Untuk mengantisipasi nilai perolehan siswa yang lebih memadai maka digunakan alternatif pemilihan slain sistem yaitu sistem ICARE. Pada bahasa inggris ini semua siswa mengalami dan melakukan monolog descritive dalam Bahasa inggris dalam kehidupan sehari–hari. Adapun tujuan yang hendak dicapai dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan proses belajar mengajar siswa melalui penerapan sistem ICARE pada materi menolog descriptive sederhana ini dalam Kelas VII A di SMP Negeri 7 Batanghari dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan sistem ICARE pada meteri monolog descrietive sederhana dalam pembelajaran bahasa inggris kelas VII A di SMP Negeri 7 Batanghari. Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak dua siklus yaitu siklus I, II, III . Tiap siklus dilakasanakan dua kali tatap muka. Setiap siklus dilakasanakan evaluasi untuk melihat tingkat ketuntasan yang diperoleh siswa dan observasi proses pembelajaran siswa dalam mengikuti pembelajaran. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai dari proses pelaksanaan tindakan. Hasil yang dimaksud dapat berupa perubahan hasil belajar siswa. Evaluasi dilaksanakan pada akhir proses belajar mengajar di setiap siklus dengan memberikan tes akhir untuk melihat tingkat keberhasilan yang telah diperoleh siswa dalam memahami konsep yang diberikan. Sementara itu, observasi dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui kemajuan proses belajar mengajar yang dilaksanakan.Rata-rata hasil hasil belajar siswa pada siklus 1 adalah 75,00 dan pada siklus 2 adalah 79,17 serta pada . Rata-rata hasil observasi pelaksanaan pembelajaran pada siklus 1 adalah 75,15 dan pada siklus 2 adalah 84,78. Penerapan sistem lCARE pada meteri monolog descriptive sederhana dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa inggris kelas VII A di SMP Negeri 7 Batanghari. Ada peningkatan proses belajar mengajar siswa melalui penerapan sistem ICARE pada materi monolog descriptive sederhana dalam pembelajaran Bahasa inggris kelas VII A di SMP Negeri 7 Batanghari
PENERAPKAN MODEL DISCOVERY LEARNING MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA PEMBELAJARAN SISTEM PENCERNAAN MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII.4 SMP NEGERI 17 BATANGHARI
Sriliah Suzanti, 2019. Penerapan Model Discovery Learning melalui Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran Sistem Pencernaan Manusia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII.4 SMP Negeri 17 Batanghari. Discovery Learning (DL) adalah Memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Permasalahan yang ingin di kaji dalam penelitian ini adalah Apakah melalui penggunaan model pembelajaran Discovery Learning pada pembelajaran system pencernaan pada manusia dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII.4 SMP N 17 Batanghari? Tujuan dari penelitian tindakan ini untuk mengetahui hasil belajar IPA melalui penggunaan model pembelajaran Discovery Learning pada peserta didik kelas VIII.4 SMP N 17 Batanghari. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah Peserta didik kelas VIII.5 SMP N 17 Batanghari. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu dengan model pembelajaran Discovery Learning memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang di tandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, Pra siklus ( 40,00% ), Siklus I ( 68,00% ) dan Siklus II ( 92,00%
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SISWA KELAS VIII B SEMESTER II SMP NEGERI 8 BATANG HARI T.P. 2018/2019
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam menulis puisi. Hasil tes yang telah dilakukan materi menulis puisi mencapai nilai rata-rata 65, padahal kriteria ketuntasan minimal 70. Rendahnya kemampuan menulis puisi disebabkan oleh pembelajaran yang berlangsung masih didominasi oleh guru sehingga kegiatan belajar tidak memicu kreativitas siswa. Rancangan pembelajaran masih nampak statis. Guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menulis puisi kurang memberikan pengalaman yang nyata kepada siswa. Siswa sering menulis puisi tidak selesai dan membuat tugas puisi dengan mengutip yang sudah ada di buku paket.Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan menulis puisi dengan menggunakan media gambar siswa Kelas VIII B SMP Negeri 8 Batang Hari Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019.Metode dan teknik penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian 30 orang siswa kelas VIII B SMP Negeri 8 Batang Hari Tahun Pelajaran 2018/2019. Tindakan yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus, di mana pada masing-masing siklus dirancang dalam 4 kegiatan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, serta analisis/refleksi. Data diambil dengan menggunakan lembar observasi dan hasil belajar diambil dengan instrumen tes.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui media gambar dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan siswa menulis puisi. Pada siklus I sebanyak 20 siswa tuntas dari 30 siswa dengan nilai rata-rata 69 dan pada siklus II semua siswa tuntas sebanyak 30 siswa (100%) dengan nilai rata-rata 72,33 dan melebihi kriteria yang ditetapkan yaitu 70. Oleh karena itu, hipotesis tindakan yang diajukan dapat diterima.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan Media Gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa Kelas VIII B SMP Negeri 8 Batang Hari. Disarankan kepada guru untuk menerapkan penggunaan media gambar pada pokok bahasan lain
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA MENGGUNAKAN METODE PARTISIPATORI DENGAN TEKNIK ATTL (AMATI, TANYA, TULIS, LAPORKAN) PADA SISWA KELAS 8.4 SMPN 2 BATANGHARI
Kegiatan tulis menulis bertujuan untuk mengungkap fakta-fakta, perasaan, sikap, isi pikiran secara jelas dan efektif kepada pembacanya. Keterampilan menulis tidak datang secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan praktik. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti, keterampilan menulis teks berita siswa kelas 8.4 SMPN 2 Batanghari masih rendah. Hasil yang diperoleh belum mencapai KKM yang ditentukan, yaitu 75. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran, siswa belum dapat memasukan unsur berita dalam tulisan,dan strategi yang digunakan guru tradisional atau kurang menarik sehingga siswa mengalami kesulitan dalam kegiatan menulis. Oleh karena itu, sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode dan teknik pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi siswa. Metode yang digunakan yaitu metode pastisipatori dengan teknik ATTL yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas 8.4 SMPN 2 Batanghari. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu siklus I dan Siklus 2 dengan target nilai rata-rata kelas atau ketuntasan minimal, yaitu 75. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis teks berita pada siswa kelas 8.4 SMPN 2 Batanghari. Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel keterampilan menulis teks berita dan metode partisipatori dengan teknik ATTL. Pengumpulan data pada siklus I dan Siklus 2 menggunakan teknik tes dan nontes.Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian siklus I dan Siklus 2 diketahui adanya peningkatan ketuntasan yang diperoleh siswa dalam pembelajaran menulis teks berita. Hasil ketuntasan tes pada siklus I sebesar 33,33 % dengan nilai rata-rata sebesar 70,24 dalam kategori cukup. Pada Siklus 2, ketuntasan siswa mencapai 96,29 % dengan nilai rata-rata yang dicapai sebesar 84,81 dan termasuk dalam kategori baik. Terjadi peningkatan dari siklus I sebesar 62,96 %. Pembelajaran menulis teks berita menggunakan metode pastisipatori dengan teknik ATTL mampu mengubah perilaku siswa kelas 8.4 SMPN 2 Batanghari. Perubahan tersebut seperti siswa yang semula kurang siap, kurang bersemangat, dan kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menjadi siap, bersemangat, senang, dan menikmati pembelajaran. Siswa juga tampak lebih aktif dan tidak malu bertanya pada narasumber dan ketika menemui kesulitan
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN WRITING SKILL PADA TEKS INTERAKSI INTERPERSONAL DENGAN MENERAPKAN TEKHNIK PEMBELAJARAN TOTAL PHYSICAL RESPONSE PADA SISWA KELAS VII.1 SMP NEGERI 17 BATANGHARI
Saat ini bahasa inggris merupakan mata pelajaran yang dikaji olehsetiap jenjang kelas di sekolah. Termasuk juga di kelas VII pada tingkat Sekolah Menengah Pertama. Salahsatu materi yang di ajarkan adalah Teks Interaksi Interpersonal . Pada materi ini salah satu aspek yang di harapkan adalah siswa dapat meningkatkan ketrampilannya dalam menulis Teks Interaksi Interpersonal. Salah satu tekhnik pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran bahasa inggris adalah Tekhnik Pembelajaran Total Physical Response.TPR (Total Physical Response) merupakan suatu metode pembelajaran bahasa yang disusun pada koordinasi perintah (command), ucapan (speech) dan gerak (action); dan berusaha untuk mengajarkan bahasa melalui aktivitas fisik (motor).Oleh karena itu penelitian ini mengambil judul "Upaya Meningkatkan Ketrampilan Writing Skill Pada Teks Interaksi Interpersonal Dengan Menerapkan Tekhnik Pembelajaran Total Physical Response Pada Siswa Kelas VII.1 SMP Negeri 17 Batanghari Tahun Pelajaran 2017/2018". Pada pra siklus peneliti masih menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran, siswa yang tuntas belajar pada pra siklus hanya 11 siswa atau 40% siswa yang tuntas belajar. Kemudian pada siklus 1 peneliti mengadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Tekhnik Pembelajaran Total Physical Response. Hasilnya adalah pada siklus 1 ini jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat menjadi 20 siswa atau 71% siswa mampu tuntas belajar. Pada siklus 2 peneliti masih menggunakan Tekhnik Pembelajaran Total Physical Response dalam proses KBM, pada siklus 2 terdapat peningkatan jumlah siswa tuntas belajar menjadi 26 siswa atau 92% siswa mampu tuntas belajar.Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan di Kelas VII.1SMP Negeri 17 Batanghari Tahun Pelajaran 2017/2018, yaitu dalam jangka waktu kurang lebih 2 minggu, dengan konsep 4X pertemuan maka Tekhnik Pembelajaran Total Physical Response berdampak positif bagi proses peningkatan ketrampilan writing skill siswa pada Teks Interaksi Interpersonal di Kelas VII.1SMP Negeri 17 Batanghari Tahun Pelajaran 2017/2018
PENINGKATAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DI SMP NEGERI 3 BATANGHARI
Penelitian ini merupakan Penelititan Tindalan Kelas yang bertujuan untuk: (1) Mendiskripsikan penggunaan model pembelajaran matematika realistik dalam pembelajaran matematika, (2) Meningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan model pembelajaran matematika realistik. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Subyek penelitian, siswa kelas IX-7 SMP Negeri 3 Batanghari tahun pelajaran yang berjumlah 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX-7 SMP Negeri 3 Batanghari mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II setelah dilaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran matematika realistik. Pada siklus I skor rata-rata keterlaksanaan proses pembelajaran yaitu 63,0 dengan kategori cukup baik (C) untuk siklus II keterlaksanaan proses pembelajaran mengalami peningkatan dengan capaian rata-rata skor 78,0 dengan kategori baik (B). Untuk hasil tes kemampuan komunikasi matematis, pada siklus I rata-rata nilai hasil tes yang diperoleh 68,92 dengan jumlah siswa yang mencapai KKM (nilai ≥ 70) sebanyak 19 orang dari 33 orang siswa, dengan artian persentase ketuntasan hasil belajar pada siklus I adalah 57,8%, dan pada siklus II hasil tes kemampuan komunikasi matematis mengalami peningkatan dengan rata-rata nilai hasil tes yaitu 71,57 dengan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 27 orang dari 33 orang siswa, persentase ketuntasan hasil belajar pada siklus II ini adalah 81,8%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran matematika realistik mampu meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX-7 SMP Negeri 3 Batanghari pada materi bangun ruang sisi lengkung
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PESERTA DIDIK KELAS 93 SEMESTER II SMP NEGERI 2 BATANG HARI T.P. 2018/2019
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik dalam menulis cerpen. Hasil tes yang telah dilakukan materi menulis cerpen mencapai nilai rata-rata 74,15, padahal kriteria ketuntasan minimal 76. Tingkat ketuntasannya baru mencapai 48,15 %. Rendahnya kemampuan menulis cerpen disebabkan oleh pembelajaran yang berlangsung masih didominasi oleh guru sehingga kegiatan belajar tidak memicu kreativitas peserta didik. Rancangan pembelajaran masih nampak statis. Guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran sehingga pembelajaran menulis cerpen kurang memberikan pengalaman yang nyata kepada peserta didik. Peserta didik sering menulis cerpen tidak selesai dan membuat tugas cerpen dengan mengutip yang sudah ada di buku paket. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar peserta didik Kelas 9.3 SMP Negeri 2 Batang Hari Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Metode dan teknik penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian 27 orang peserta didik kelas 9.3 SMP Negeri 2 Batang Hari Tahun Pelajaran 2018/2019. Tindakan yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Masing-masing siklus dirancang dalam 4 kegiatan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, serta analisis/refleksi. Data diambil dengan menggunakan lembar observasi dan hasil belajar diambil dengan instrumen tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui media gambar dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan peserta didik menulis cerpen. Pada siklus I sebanyak 19 (70,37 %) peserta didik tuntas dari 27 peserta didik dengan nilai rata-rata 77,11 dan pada siklus II sebanyak 25 peserta didik (92,59 %) dengan nilai rata-rata 80,00 dan melebihi kriteria yang ditetapkan yaitu 76. Oleh karena itu, hipotesis tindakan yang diajukan dapat diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan Media Gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen peserta didik Kelas 9.3 SMP Negeri 2 Batang Hari. Disarankan kepada guru untuk menerapkan penggunaan media gambar pada pokok bahasan lain
P/ISSN 2655-6685 E/ISSN 2655-7223 UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN LOMPAT TINGGI MENGGUNAKAN METODE BERMAIN DI LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 BATANGHARI TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Siswa dalam melakukan aktivitas belajar memerlukan dorongan tertentu agar siswa tersebut memiliki ketertarikan dan keaktifan ketika belajar penjasorkes. Salah satu alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa adalah dengan menerapkan pembelajaran dengan metode barmain di lingkungan. Metode pembelajaran ini bermanfaat bagi siswa dalam meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa, dan siswa secara penuh terlibat aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dalam pembelajaran penjasorkes pokok bahasan lompat tinggi peneliti menerapkan metode bermain di lingkungan. Tujuan dari penerapan model metode bermain di lingkungan adalah siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mendorong siswa agar lebih kreatif, menumbuhkan kepercayaan diri dalam belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 7 Kabupaten Batanghari, dengan subyek penelitian adalah siswa kelas VIII B yang berjumlah 37 siswa. Peneliti bertindak sebagai observer. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tes dan angket. Untuk analisis data kualitatif digunakan lembar observasi aktivitas siswa dan angket digunakan untuk mengetahui respon siswa, sedangkan untuk data kuantitatif menggunakan tes, guna mengetahui hasil belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini terdapat 2 siklus dengan materi pokok bahasan yang sama, dimana tiap siklusnya terdiri dari 4 tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil belajar siswa menunjukan peningkatan yang cukup baik dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa tiap siklus. Rata-rata hasil belajar siswa siklus I sebesar 7,80 dan siklus II sebesar 8. Hal ini diperkuat lagi dengan obeservasi siswa yang mengalami peningkatan keaktifan siswa secara signifikans dan respon siswa terhadap penerapan metode bermain di lingkungan dengan presentasi siklus 1 64,86% dan siklus 2 92,43% Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang baik, hasil observasi siswa mengalami peningkatan keaktifan siswa yang mendukung proses pembelajaran dan respon siswa terhadap metode bermain di lingkungan sangat baik. Bagi siswa hendaknya bekerja sama dalam belajar supaya ada peningkatan hasil belajar siswa yang lebih signifikans dan guru selalu mencari inovasi pembelajaran yang lebih efektif lagi sehingga proses pembelajaran tidak monoton