HR-Institut: Journal of Econimics and Scienties
Not a member yet
    119 research outputs found

    IMPLEMENTASI EVALUASI PROSES DALAM PENINGKATAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR DAN KREATIFITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS VIII SMP NEGERI 7 BATANGHARI

    No full text
    Siswa diupayakan agar mampu mengkonstruksi sendiri pengetahuannya dengan mengidentifikasi, menguji, dan menafsirkan makna konsep yang sedang dipelajarinya melalui proses interaksi dengan lingkungannya seperti berinteraksi dengan konsep yang dipelajari, berdiskusi dengan teman, atau berdiskusi dengan guru. Oleh karena itu, dalam pembelajaran IPA guru harus menemukan cara-cara memahami pandangan siswa, merencanakan kerangka alternatif, merancang dan mengembangkan tugas-tugas yang meningkatkan proses konstruksi pengatahuan siswa. Selain itu, dalam pembelajaran IPA sudah seyogyanya siswa tidak hanya dibekali dengan keterampilan berhitung dan manipulatif saja, melainkan diperlukan adanya upaya nyata yang intensif untuk menumbuhkan kemampuan siswa dalam mengkonstruksi konsep-konsep fisika utamanya dalam rangka mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya. Adapun tujuan yang hendak dicapai dari pengembangan yang akan dilakukan ini adalah untuk  mengetahui implementasi evaluasi proses dalam peningkatan ketuntasan belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas VIII SMP Negeri7 Batanghari. Untuk mengetahui meningkatkan kreatifitas siswa kelas VIII pada pembelajaran IPA dengan mengimplementasikan  evaluasi proses  di SMP Negeri 7  Batanghari. Prosedur penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus yaitu siklus I, II, III. Tiap siklus dilakasanakan dua kali tatap muka. Setiap siklus dilakasanakan evaluasi proses dan observasi kreatifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai dari proses pelaksanaan tindakan. Hasil yang dimaksud dapat berupa perubahan  hasil belajar siswa. Evaluasi dilaksanakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan pada setiap akhir siklus dengan memberikan tes akhir untuk melihat tingkat keberhasilan yang telah diperoleh siswa dalam memahami konsep yang diberikan. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus 1 adalah 69,57 dan pada siklus 2 adalah 72,26 serta pada siklus 3 adalah 75,30. Rata-rata hasil kreatifitas siswa dengan implementasi evalusi proses pada siklus 1 adalah 66,17 dan pada siklus 2 adalah 70,09 serta pada siklus 3 adalah 71,83.Implementasi evaluasi proses dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas VIII SMP Negeri7 Batanghari. Kreatifitas siswa kelas VIII pada pembelajaran IPA dapat meningkat dengan mengimplementasikan  evaluasi proses  di SMP Negeri 7  Batanghari

    UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII.D SMPN 7 BATANGHARI TP. 2017/2018 MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO PADA MATERI PERBANDINGAN

    No full text
    Berdasarkan pengalaman penulis mengajar di kelas VII.D SMP Negeri 7 Batanghari, hasil belajar matematika siswa masih banyak yang belum memenuhi KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal). Hal ini diperkirakan disebabkan proses pembelajaran yang belum melibatkan siswa secara aktif. Untuk itulah di perlukan suatu strategi yang bisa digunakan untuk meningkatkan aktivitas siswa saat proses belajar mengajar sehingga diharapkan juga mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu strategi yang dapat digunakan adala strategi pembelajaran The Power Of Two.  Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran The Powerr Of Two dapat menigkatkan hasil belajar matematika siswa pada kelas VII.D SMPN 7 Batanghari TP. 2017 / 2018. Hipotesis dalam penelitian ini adalah penerapan strategi pembelajaran The Power Of Two dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada kelas VII.D SMPN 7 Batanghari TP. 2017 / 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan strategi pembelajaran The Power Of Two dalam mata pelajaran matematika akan meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa pada kelas VII. D SMPN 7 Batanghari TP. 2017 / 2018 pada materi perbandingan. Data tentang hasil belajar matematika diperoleh dari tes hasil belajar matematika siswa yang dilaksanakan pada akhir penelitian. Data tersebut dibandingkan dengan KKM yang telah ditetapkan untuk kelas VII SMPN 7 Batanghari, yaitu 71. Sedangkan data aktivitas belajar siswa diperoleh dari hasil observasi ( Pengamatan ) yang dilakukan setiap pertemuan di tiap pertemuan. Hasil penelitian memperlihatkan rata- rata hasil belajar matematika siswa meningkat yaitu menjadi 76,56 dengan ketuntasan klasikal 76%. Bagitu pula aktivitas belajar siswa semakin meningkat dari pertemuan I  sampai IV, sedangkan untuk aktifitas negatif siswa semakin menurun. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa pada materi perbandingan di kelas VII.D SMPN 7 Batanghari TP. 2017 / 2018

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGUNGKAPKAN MONOLOG DESCRIPTIVE LISAN SEDERHANA YANG BERTERIMA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 6 BATANGHARI MENGGUNAKAN SISTIM ICARE

    No full text
    Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini merupakan suatu upaya untuk meningkatkan keterampilan mengungkapkan monolog Descriptive sederhana yang berterima (literary) bagi siswa kelas VIII A di SMP Negeri 6 Batanghari. Penelitian ini sebagai jawaban dari kesulitan guru bahasa Inggris ketika membelajarkan siswa pada siklus lisan. Pelaksanaan (PTK) ini menggunakan tiga siklus dengan sistim ICARE yang melalui lima tahapan yaitu, Introduce (Kenalkan), Connect (Hubungkan), Apply (Terapkan), Reflect (Refleksikan) dan Extend (Perluaslah) pada bahasan Personal Descriptive (Diskripsi Orang) yang terdiri dari sub topik: (1) deskripsi wajah dengan memperkenalkan Possessive Pronoun, (Kata Ganti Milik) “his dan her”, (2) deskripsi postur tubuh dengan mengkaitkan Pronoun as Subject, (Kata Ganti Subyek) “He dan She” dan kata kerja “wears” yang diikuti dengan kata benda yang merujuk pada pakaian (clothes), (3) melaksanakan penilaian individu lanjutan dan melakukan kegiatan remediasi dengan tutor sebaya. Agar pembelajaran bermakna dan menarik bagi siswa, maka pada bahasan Personal Description dikemas untuk mendiskripsikan orang-orang terkenal dengan kriteria penilaian meliputi permahaman kosa kata, pengucapan, kelancaran dan ketepatan menggunakan struktur kalimat. Hasil analisis data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan angket siswa secara kualitatif dan secara kuantitatif diperoleh dari dokumen penilaian proses pembelajaran dan secara individu menunjukkan bahwa dengan menggunakan sistim ICARE, dapat meningkatkan keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive lisan sederhana yang berterima terdapat peningkatan sebagai berikut: (1) meningkatnya keterampilan siswa mengungkapkan monolog descriptive sederhana, (2) meningkatnya kemampuan siswa didalam menggunakan bahasa Inggris lisan yang beterima dengan pengucapan yang relatif tepat, pada umumnya lancar dan menggunakan struktur kalimat yang tepat, (3) meningkatnya keberanian siswa dalam mengungkapkan monolog descriptive sederhana

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX-1 SMP NEGERI 19 BATANGHARI MELALUI DISKUSI KELOMPOK SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2018/2019

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar  siswa kelas IX-1 SMP Negeri 19 Batanghari 2019  melalui diskusi kelompok. Dari penelitian ini dharapkan suatu tindakan yang efisien dan efektif dalam pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam dua siklus. Model yang digunakan adalah diskusi kelompok. Rata-rata hasil belajar siswa mengalami perubahan dari 69,56 meningkat 13,05 angka pada siklus 2, yaitu 82,61. Respon siswa terhadap pembelajaran kesebangunan dengan melalui diskusi kelompok sangat positif terlihat jelas dalam prilaku dan sikap siswa selama proses pembelajaran. Pada siklus I sejumlah 70% meningkat menjadi 75% di siklus 2. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran diskusi kelompok efektif untuk meningkatkan hasil belajar kesebangunan pada siswa kelas IX-1 SMP Negeri 19 Batanghari

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI SISTEM PERNAFASAN DENGAN METODE SIMULASI MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BUATAN PESERTA DIDIK DI KELAS VIII-4 SMP NEGERI 17 BATANGHARI TAHUN PEMBELAJARAN 2018—2019

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan hasil belajar  IPA materi sistem pernafasan dengan metode simulasi menggunakan alat peraga buatan peserta didik Kelas VIII-4 SMP Negeri 17 Batang Hari T.P. 2018—2019. Landasan teoritis penelitian ini meliputi hakikat hasil belajar, hakikat simulasi dan hakikat alat peraga dalam pembelajaran Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus menggunakan waktu selama 2 jam mata pelajaran. Setiap siklus terdiri dari tahap  perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Pada siklus I, nilai rata-rata hasil belajar IPA peserta didik adalah 59,28 termasuk dalam kategori Cukup. Peserta didik  yang hasil belajarnya dalam kategori baik sebanyak 14 orang atau 56%. Pada siklus II, nilai rata-rata hasil belajar IPA peserta didik adalah 73 termasuk dalam kategori Baik. Peserta didik yang hasil belajarnya dalam kategori baik sebanyak 22 orang atau sebesar 88%. Hal ini  menandakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilakukan oleh peneliti (pendidik yang bersangkutan) berhasil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan metode simulasi menggunakan alat peraga buatan peserta didik di Kelas VIII-4 SMP Negeri 17 Batang Hari dapat meningkatkan hasil belajar IPA secara signifikan

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE INKUIRI MATA PELAJARAN IPA KELAS VII.3 SMP NEGERI 3 BATANGHARI T.P. 2018/2019

    No full text
    Keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah sangat dipengaruhi oleh keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas. Berhasil tidaknya proses belajar di kelas ditentukan oleh kemampuan guru dalam menyampaikan pelajaran. Untuk itu proses belajar mengajar guru perlu menciptakan kondisi belajar yang memungkinkan siswa menjadi aktif, kreatif dan inovatif dalam belajar. Salah satu alternatif yang paling efektif dan efisien adalah dengan melakukan penelitian tindakan kelas metode inkuiri. Peneliti memilih metode inkuiri, karena metode ini mengajak siswa untuk lebih aktif dan membangun kemampuan berpikir siswa secara individu mau pun kelompok, untuk membangun pengembangan pengetahuan siswa dan hasil belajar siswa dapat meningkat. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Ketuntasan proses pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I 43 %, sedangkan pada siklus ke II mengalami peningkatan 70 %, dan pada siklus III meningkat menjadi 83%. Hal ini sudah mencapai kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang ditetapkan di SMPN 3 Batanghari. Keterampilan guru yang berlangsung pada siklus I diperoleh skor 27 dengan rata-rata 3 tergolong dalam kategori baik, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan skor 31 dan rata-rata 3,44 tergolong dalam kategori sangat baik, dan pada siklus III meningkat dengan skor 33 dan rata-rata 3,67 dalam kategori sangat baik. Aktivitas siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung pada siklus I memperoleh skor 797 dengan rata-rata 2,6 persentase 65 % dan ketegori termasuk dalam kategori baik, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan skor 896 dan rata-rata 2,9 persentase 73 % dan kategori tergolong dalam katagori baik, dan pada siklus III meningkat lagi dengan skor 997 dan rata-rata 3,3 dan persentase 82 % tergolong dalam kategori baik

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI ZAT DAN WUJUDNYA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NOVICK PADA SISWA KELAS VII.C SMPN 8 BATANGHARI T.P. 2019/2020

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA dengan menerapkan model pembelajaran Novick pada materi Zat dan Wujudnya. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Pendekatan pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivis dengan model pembelajaran Novick meliputi 3 fase yaitu 1) exposing alternative framework (mengungkap konsepsi awal siswa) 2) creating conceptual conflict (menciptakan konflik konseptual) 3) Encouraging cognitive accomodation (mendorong terjadinya akomodasi kognitif). Adapun data dalam penelitian ini diperoleh dengan nilai tes, observasi dan angket. Kriteria keberhasilan penelitian tindakan ini adalah siswa dinyatakan berhasil dalam pembelajaran jika nilai hasil test mencapai ≥ 70 dengan kategori nilai Baik dan Sangat Baik dan hasil tes mengalami peningkatan (jumlahnya semakin banyak). Dari hasil penelitian diperoleh gambaran, siswa memperoleh nilai ≥ 70 pada data awal hanya 65,63 %, lalu mengalami peningkatan pada Siklus I menjadi 75,00 %. Selanjutnya pada siklus II persentase siswa memperoleh ≥ 70 menjadi 84,38 %. Hal ini berbanding terbalik dengan persentase siswa yang memperoleh Nilai ≤ 70. Data awal 34,38 %, turun menjadi 25,00 % dan kemudian menjadi 15,62 %. Dari hasil penelitian ini membuktikan hipotesis bahwa model pembelajaran Novick bisa meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada materi IPA, Zat dan Wujudnya.&nbsp

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENELAAH UNSUR-UNSUR BUKU FIKSI DAN NONFIKSI MELALUI METODE INQUIRY DI KELAS 7.2 SMPN 2 BATANGHARI SEMESTER II T.P. 2018/2019

    No full text
    Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa komunikasi utama rakyat Indonesia. Pada dasarnya bahasa sudah menyatu dalam kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi. Ide,keinginan, gagasan dll disampaikan lewat bahasa. Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Salah satu model pembelajaran yang tepat pada pembelajaran bahasa Indonesia yaitu Metode Pembelajaran Inquiry. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah Apakah melalui penggunaan Metode Pembelajaran Inquiry  dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia Siswa kelas 7.2 SMP Negeri 2 Batanghari? Tujuan dari penelitian tindakan ini untuk meningkatkan hasil belajar menelaah unsur-unsur buku fiksi dan nonfiksi melalui penggunaan Metode Pembelajaran Inquiry pada Siswa 7.2 SMP Negeri 2 Batanghari. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu  perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas 7.2 SMP Negeri 2 Batanghari. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil analisis Metode Pembelajaran Inquiry  memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar Siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar Siswa dalam setiap siklus, yaitu pra siklus (46,67 %), siklus I (73,33 %), siklus II (86,67%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Metode Pembelajaran Inquiry  mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukan dengan rata-rata jawaban siswa yang menyatakan bahwa Siswa tertarik dan berminat dengan Metode Pembelajaran Inquiry  sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR PERSAMAAN GARIS LURUS DENGAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS PADA SISWA KELAS VIII.A SMPN 8 BATANGHARI T.P. 2019/2020

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam bidang studi matematika dengan pendekatan konstruktivis pada materi persamaan garis lurus.Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus. Pendekatan pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan pendekatan konstruktivis melalui LKS yang peneliti buat secara berstruktur sehingga siswa bisa membangun pengetahuannya sendiri dengan jalan menyelesaikan LKS secara berkelompok. Adapun data dalam penelitian ini diperoleh dengan nilai tes, observasi dan angket.Kriteria keberhasilan penelitian tindakan ini adalah siswa dinyatakan berhasil dalam pembelajaran jika: (1) Nilai hasil test mencapai ≥ 73, (2) Nilai afektif dari hasil observasi terhadap proses pembelajaran mencapai ≥ 13, (3) Nilai angket untuk mengetahui respons siswa dalam pembelajaran mencapai ≥ 26.Penelitian ini dinyatakan berhasil jika terjadi siswa yang dinyatakan berhasil dalam pembelajaran dari siklus I s.d. siklus III pada tiga penilaian yang penulis tetapkan terhadap penelitian tindakan ini mengalami peningkatan (jumlahnya semakin banyak).Dari hasil penelitian diperoleh gambaran, siswa memperoleh ≥ 73 pada siklus I sebesar 12 siswa (46,15 %), siklus II sebesar 16 siswa (61,54 %) dan siklus III sebesar 20 siswa (76,92 %). Dari hasil observasi diperoleh gambaran adanya peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran yaitu pada siklus I sebesar 13 siswa (50,0 %), siklus II sebesar 21 siswa (80,77 %) dan siklus III sebesar 23 siswa (88,46 %). Adapun hasil dari angket tentang respon siswa terhadap pembelajaran diperoleh gambaran pada siklus I  sebesar 12 siswa (46,15 %), siklus II sebesar 19 siswa (73,08 %) dan siklus III sebesar 21 siswa (80,77 %).Pembelajaran persamaan garis lurus dengan pendekatan kostruktivis dapat meningkatkan hasil belajar siswa terbukti dengan meningkatnya hasil belajar dari siklus I s.d. siklus III.  Dari hasil observasi diperoleh peningkatan aktivitas, siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Adapun dari angket diperoleh hasil bahwa pembelajaran dengan pendekatan kostruktivis meningkatkan respons siswa dalam pembelajaran, dan memacu siswa untuk belajar mengkonstruksi sendiri materi pelajaran yang sedang dipelajari dan bila mengalami kesulitan siswa dibantu teman sekelompoknya yang terlebih dahulu memahamimateri yang dipelajari dan bila dalam suatu kelompopk tidak ada yang bisa menyelesaikan kesulitan yang dihadapi langsung bertanya pada guru

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 17 BATANGHARI DALAM POKOK BAHASAN OPERASI PADA BILANGAN PECAHAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISKUSI KELOMPOK

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh berhitung pada operasi pecahan terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas VII A semester I SMP Negeri 17 Batanghari tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini mengambil lokasi di SMP Negeri 17 Batanghari. Siswa yang menjadi subyek penelitian ini adalah kelas VII A yang berjumlah 32 siswa yang terdiri dari 17 perempuan, 15  laki-laki  dengan pembagian kelompok-kelompok kecil yang terdiri 5 atau 6  siswa dalam setiap kelompok. Penentuan hasil penelitian dengan menggunakan berbagai metode yang diterapkan dari tingkatan Siklus I, Siklus II dan Siklus III dimana tiap siklus harus diketahui kekurangannya dan kelebihannya yang pada gilirannya semua kekurangan yang ada untuk diperbaiki sehingga pada siklus ke III dapat mencapai hasil rata-rata minimal 65 % dari jumlah siswa yang ada dengan total nilai kwantitatif 100. Setiap siklus pada akhir pembelajaran diukur dengan tes formatif dan pos tes untuk mengetahui hasil yang diharapkan. Sedangkan pada siklus terakhir yaitu siklus ke III dengan menggunakan ukuran ulangan blok untuk mengetahui keberhasilannya sehingga semua pokok bahasan yang ada kaitannya dapat dirangkum pada soal ulangan blok tersebut. Dari hasil penelitian tindakan kelas ini dapat digunakan untuk pertimbangan agar guru lebih sering menekankan materi tentang kemampuan berhitung yaitu pada operasi penjumlahan pecahan, pengurangan pecahan, perkalian pecahan, dan pembagian pecahan agar siswa lebih terlatih dengan masalah hitung-menghitung. Selain itu dapat juga digunakan sebagai pedoman bahwa guru lebih sering memberikan latihan-latihan soal pada siswa sesuai dengan pendekatan konstekstual untuk dapat menemukan cara dan hasil yang cocok setelah dievaluasi hasilnya

    29

    full texts

    119

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HR-Institut: Journal of Econimics and Scienties
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇