Jurnal Psikologi Sosial (JPS)
Not a member yet
    165 research outputs found

    Pomah as a housing well being model in region of Yogyakarta Rent Flats

    Full text link
    Rapid urban growth often causes housing problems resulting from diminishing settlement areas. Rent flats is therefore considered to be the solution for utilizing small spaces. This research investigates how dynamic psychological prosperities affect residents of average-rent flats. Specifically, this research aims to achieve housing well-being by identifying the primary needs of housing well-being to encounter prosperous psychological problems. The present research is conducted in Region of Yogyakarta rent flats, Rusunawa Dabag and employed an action research approach to resolve the main questions answered by six steps. They are the entrance, taking diagnosis, action planning, action taking, evaluation, and reflection. The result of the data analysis finds that the problems of social control and a sense of community in interacting dynamically between individuals and their residences implicate cognitive, affective, and attitude processes. Based on the process and the result of the research, prompts are needed to achieve a harmonic situation to live in a vertical residence for aspirant residents, representative residents as a community, and administrators. The prompts are in the form of training aimed at developing preparation in understanding changes in living habits from landed houses to vertical flats for new residents. Furthermore, this research also revealed that the tenants of Dabag Rusunawa apply guyub (alliance), rukun (cordiality), and, tertib (orderly) as the main indicators in providing a sense of Pomah (a sense of comfort and prosperity at home)

    Catatan Managing Editor: Menemukenali kembali cinta dan seksualitas dalam riset relasi diadik (romantis) di Psikologi Indonesia

    Full text link
    Perilaku mencari pasangan adalah sesuatu yang lazim dilakukan oleh mahluk hidup, termasuk manusia. Perilaku ini menjadi menarik untuk dicermati sekaligus ditelaah, mengingat terjadi dalam kondisi yang cenderung kompetitif dikarenakan perbedaan rasio jenis kelamin, dan jumlah individu yang tergolong produktif secara seksual (Albert dkk., 2024). Artinya, perilaku mencari pasangan ini memang secara sengaja dilakukan individu tidak secara acak, namun berdasarkan standar kesukaan tertentu terhadap calon pasangan (Apostolou dkk., 2023), di mana baik pria dan wanita memiliki karakteristik unik yang berbeda dalam mencari pasangan lawan jenisnya (Zink, Weir, & Fisher, 2022). Dewasa ini perilaku mencari pasangan menjadi kian mudah dilakukan dan terbantu dengan banyaknya aplikasi kencan tertentu yang dilakukan secara daring (Ranzini, Rosenbaum, & Tybur, 2022; Vranken, Sumter, & Vandenbosch, 2024). Di dalam konteks ini, individu dapat berposisi sebagai pencari, atau justru yang dicari oleh orang lain untuk dijadikan pasangan (Schmitt & Buss, 2001)

    Catatan Managing Editor: Melayangkan pertanyaan yang tajam pada perilaku seksual dan hubungan romantis

    Full text link
    Sejak dulu saya merasa nasihat tentang cinta yang beredar di kalangan teman sebaya atau wejangan dari generasi sebelumnya selalu mengganjal dan tidak menjawab persoalan yang ada. Ketika teman saya mengatakan, “Kamu ini tipe idaman mertua,” saya skeptis apakah anaknya juga mengidamkan sebagaimana mertuanya mengidamkan. Ketika generasi tua memberi nasihat, “Jangan memikirkan cinta-cintaan, belajar yang rajin, kerja keras, kalau kamu sukses nanti banyak yang terpincut dengan sendirinya,” saya langsung dilanda pandangan distopia bahwa saya nanti hanya mampu memikat pasangan yang materialistis saja karena nilai jual saya hanya pada sukses dan harta

    Adaptasi 5-item subskala kekerasan seksual pada instrumen Multidimensional Scale Dating Violence (MSDV)

    Full text link
    Research studies using the short version of the MSDV still need to be widely carried out by psychology researchers. To prove the validity of the MSDV in its use in Indonesia, this study aims to conduct a more in-depth investigation of the quality of psychometric properties, especially in the five items of the sexual violence subscale on the MSDV instrument. The research method used is a survey research design. The participants in this study were 171 female students with the criteria of having experienced dating violence, studying at universities, and being domiciled in Jakarta, which were obtained by convenience sampling. This study found that the five items of the sexual violence subscale on the MSDV had the appropriate factor structure, had good reliability values, met the convergence-discriminant validity requirements with the DASS-21 and PMH-Scale instruments, and detectable one item is not invariance. This study implies that the four of five items of the sexual violence subscale are appropriate to use as an instrument for screening dating violence in Indonesia

    Legacy Prof. James H. Liu Untuk Psikologi Sosial Indonesia: Sebuah Obituari

    Full text link
    James H. Liu, Professor Psikologi Sosial dari Massey University, New Zealand,  wafat di Labuan Bajo pada tanggal 11 Agustus 2024 dan meninggalkan catatan penting dalam sejarah perkembangan psikologi sosial di Indonesia. Obituari ini – ditulis dari sudut pandang penulis sebagai kolaborator dan murid doktoralnya.– berusaha memotret motif dan visi akademik yang ingin dicapai oleh James Liu selama perjalanan karir akademiknya, berbagai aktivitas yang telah ia rintis dan lakukan bersama para sarjana psikologi Indonesia, serta berbagai program yang telah ia rencanakan ke depan. James Liu sangat percaya dan menaruh harapan besar pada potensi generasi muda peneliti psikologi sosial di Indonesia untuk berkontribusi di dalam diskursus psikologi global di satu sisi, dan di sisi lain berdampak dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik. Tulisan ini akan menggarisbawahi legacy James Liu dalam perkembangan psikologi sosial Indonesia di masa lalu dan yang akan datang

    Peran kepribadian dan lokus-kendali terhadap perilaku inovatif individual: Studi pada pegawai Ombudsman Republik Indonesia

    Full text link
    Sebagai lembaga yang menampung pengaduan masyarakat akan administrasi dan pelayanan publik, Ombudsman Republik Indonesia (RI) menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan inovasi. Penelitian ini mengaji peran kepribadian (Big Five personality) dan lokus-kendali (locus of control) terhadap perilaku inovatif (individual innovative behavior) pada pegawai Ombudsman RI. Studi korelasional ini menunjukkan bahwa lokus-kendali internal (internal locus of control), dimensi kepribadian menyetujui (agreeableness) dan intelek (intellect) secara unik memprediksi perilaku inovatif individu. Pegawai yang memiliki tingkat lokus-internal, kecenderungan menyetujui dan intelek yang tinggi cenderung menunjukkan perilaku inovatif yang tinggi pula. Kesadaran-nurani (conscientiousness), stabilitas emosional (emotional stability), ekstraversi (extraversion), lokus kendali kuasa orang lain (power of others) dan lokus-kendali kebetulan (chance) tidak memprediksi perilaku inovatif. Kami membahas di bagian Diskusi bagaimana organisasi di Indonesia, dan Ombudsman RI secara khusus dapat meningkatkan perilaku inovatif karyawannya

    There’s no battle, coz we’ve already won! Peranan kebermaknaan aktivis pada aksi kolektif melalui identitas kelompok sebagai mediator dalam konteks aksi lingkungan

    Full text link
    Aksi kolektif seperti demonstrasi dan protes adalah bagian dari proses demokrasi untuk menyampaikan aspirasi untuk mengubah keadaan yang lebih berkeadilan. Terdapat berbagai kerangka teoretis yang menjelaskan demonstrasi dan protes yang merupakan bagian dari aksi kolektif. Namun demikian, masih jarang yang membahas bagaimana aktivis yang terlibat dalam aksi tersebut memiliki motivasi berupa kebermaknaan dan keberhargaan. Teori quest for significance dapat menjelaskan proses kebermaknaan yang dialami aktivis melalui proses identifikasinya dengan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan proses kebermaknaan membuat seseorang memiliki keinginan untuk melibatkan dirinya dalam suatu aksi kolektif peduli lingkungan (normatif maupun non normatif), via identifikasi kelompok.  Penelitian dilakukan secara survey pada WNI berusia 18 tahun keatas, didapatkan sebanyak 308 partisipan, 71.75% perempuan dan 28.25% laki-lak). Peneliti melakukan analisis pengaruh kebermaknaan pada identifikasi kelompok menunjukkan hasil yang signifikan yaitu b= 0.278, p<0.05. Namun pengaruh langsung kebermaknaan pada aksi kolektif tidak signifikan (b= 0.074, p= 0.315; b2=0.093, p= 0.121.),.  Lalu analisis mediasi membuktikan bahwa kebermaknaan via identifikasi kelompok pada aksi kolektif baik aksi damai maupun aksi radikal menunjukkan hasil  yang signifikan (m1 = 0.112, p < 0,05 ; m2 = 0,073, p < 0,05) sehingga hasil analisis menunjukkan model full mediation. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat proses kebermaknaan dalam identifikasi kelompok dan juga perluasan teori quest for significance yang bisa digunakan dalam konteks aksi damai

    Keyakinan yang mendukung tindak kekerasan perundungan berdasarkan perspektif perbedaan jenis kelamin

    Full text link
    Previous studies on bullying revealed the high frequency of bullying incidents in West Java Province. Bandung is among the highest bullying incidents rate in West Java. This study aimed to explore the contribution of beliefs supporting violence to bullying in boys and girls. Beliefs supporting violence is one of the bullying predictors, but there is still limited study exploring beliefs supporting violence in Indonesia from the perspective of gender differences. This study used a cross-sectional design. A representative sample of elementary and junior high school students in Kota Bandung (N = 1,539) was obtained from a stratified cluster random sampling technique. There were 53.2% girls and 46.8% boys. Belief supporting violence instrument and bullying perpetration instrument that have been adapted into Indonesian were used in this study. Data were analyzed using linear regression. Beliefs supporting violence contributed significantly to physical bullying in girls (β = 0.182; p = 0.000) and boys (β = 0.141; p = 0.000), verbal bullying in girls (β = 0.248; p = 0.000) and boys (β = 0.247; p = 0.000), and psychological bullying in girls (β = 0.110; p = 0.002) and boys (β = 0.085; p = 0.023). The socio-ecological theory from Bronfenbrenner was used to explain the results. Beliefs supporting violence contributed significantly to bullying perpetration in boys and girls. Boys have higher mean scores on beliefs supporting violence compared to girls. However, gender did not moderate beliefs supporting violence to bullying perpetration. Parents and teachers shall consider any violent incidents caused by beliefs supporting violence that predict school bullying incidents. This cautious hopefully will help to decrease the number of bullying perpetration cases

    Catatan Managing Editor: Pulau Buru, Kesetaraan, dan Kedaulatan dalam Sains

    Full text link
    Dalam nuansa peringatan hari kemerdekaan saya teringat penggalan kalimat “Uh, Hindia, negeri yang hanya dapat menunggu-nunggu hasil kerja Eropa!” yang ditulis Pramoedya Ananta Toer dalam Bumi Manusia, salah satu novel dari Tetralogi Pulau Buru. Dalam konteks sains seperti Psikologi (Sosial), lebih-lebih bahan ajar yang diberikan di kelas Psikologi Sosial di program studi Psikologi di tanah air, riset-riset yang dilakukan di “Barat” adalah rujukan utama. Riset yang dilakukan peneliti tanah air dengan partisipan orang Indonesia selalu berada dalam posisi minor dalam kuantitas ketika membahas suatu topik pembelajaran. Hal ini juga berlanjut dalam penulis tugas akhir, seolah-olah mensitasi publikasi peneliti Indonesia, akan menurunkan kredibilitas argumen yang dibangun, terutama jika jurnal yang dirujuk berbahasa Indonesi

    Peran kepribadian, persepsi risiko, dan bias optimisme terhadap perilaku pencegahan penularan COVID-19

    Full text link
    The Coronavirus Disease (Covid-19) pandemic affects various aspects of people's lives around the world, including in Indonesia. The Covid-19 vaccines are still in development, so the way to prevent the spread of Covid-19 is done by changing people's behavior. This study aims to determine the effect of risk perception, optimism bias, and personality on the Covid-19 transmission preventive behaviors in the form of washing hands, maintaining physical distance, and wearing masks. The study used a survey method that asked participants to fill out an online questionnaire. A total of 271 people participated as respondents in this study. The results of multiple linear regression analysis indicate that risk perceptions have a positive effect on the behavior of washing hands, maintaining physical distance, and using masks. Conscientiousness personality has positive effects on the habits of washing hands and physical distancing but does not affect the habit of wearing masks. Contrary to the hypothesis, the optimism bias has positive effects on handwashing and physical distancing habits but does not affect the habit of wearing masks

    160

    full texts

    165

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Psikologi Sosial (JPS)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇