Indonesian Center for Animal Research and Development : Scientific Journal of ICARD
Not a member yet
    1514 research outputs found

    Peningkatan Produksi Daging Sapi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Hewani

    Get PDF
    Peningkatan Produksi Daging Sapi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Hewan

    Processing Technology of Feed Wafer to Increase Feed Production and Efficiency

    Get PDF
    Feed is one of the important factor that affect livestock productivity, so the availability of good quality feed is a requirement for livestock development in an area. In the tropical area, providing forage as a crucial feed for ruminants was hampered by fluctuating seasons. Likewise, the availability of agricultural waste as an alternative source of feed material experiences the same constraints, easily damaged, and bulky (voluminous). Therefore, feed processing technology is needed so that it is become durable, easily stored, and easily provided for livestock. One way to overcome this is to utilize technology for making wafers. Information regarding technology for making animal feed wafers in Indonesia is still limited. This paper reviews a number of studies that discuss the development of wafer processing technology, types of wafers, the main components of wafer compilers, wafer manufacturing processes, reactions that occur during wafer manufacturing, nutrient quality of various wafers, and the results of research on the use of wafers for feed livestock. Wafers are feeds that are processed using heat and pressure, so that a solid, compact, and high density product is formed. Feed wafer technology is a modification of cube and block feed. Wafers are divided into feed wafers, feed supplement wafers, and complete feed wafers. Feed wafers can be used instead of concentrates. Feed supplement wafers are high in energy and protein. Complete feed wafers contain energy, protein, fiber, and complete minerals that have been adapted to the daily nutritional needs of livestock. Feed wafer processing technology can be one of the strategies to provide feed with a constant composition of nutrients throughout the season and increase production and feed efficiency

    Genetic Variants of Milk Protein Genes and Their Association with Milk Components in Holstein Friesian Cattle

    Get PDF
    Protein content in milk is an important indicator of milk. Accordingly, genetic improvement to produce Holstein Friesian (HF) dairy cattle is important. The objective of this study was to evaluate the genetic variant of milk protein genes and its effect on milk component traits of Holstein Friesian (HF). A total of 100 HF were used in this study. The HF cattle used have physiological status in the lactation period 1 up to 3 and lactation change of 1 up to 12 months. Genotype variants of milk protein genes were identified using Real Time-Polymerase Chain Reaction method.  Analysis of milk component was carried out covering the component of protein, fat, lactose, and solid non-fat (SNF) by using a milk quality measuring device (Lactoscan). Genotyping of cattle blood samples consisted of DNA extraction, genes amplification using the RT-PCR method. The result showed that protein milk was significantly affected (p0.05) by the genetic variants of CSN1S1-192 and CSN2-67 genes. Fat milk was significantly affected (p0.05) by the genetic variants of CSN1S1-192 and CSN3 genes.  Meanwhile, solid non-fat milk was significantly affected (p0.05) by the genetic variants of CSN-BMC9215, CSN-BMC6334, CSN1S1-14618, CSN2_67, and CSN3 genes. Lactose milk was significantly affected (p0.05) by the genetic variants of CSN-BMC9215 and CSN2-67 genes. It was concluded that genetic variants of the milk protein genes have an association with the component of cow's milk (protein, fat, solid non-fat, and lactose)

    Effect ofDifferent Type of Sugars on Post-Thawed Quality of Ram Spermatozoa

    No full text
    Sugars play a role in the protection of post-thaw sperm quality by providing an energy source, decrease intracellular ice crystal formation, and maintaining the osmotic pressure of extender. However, the impact of sugars supplementation is variable during the cryopreservation. Therefore, the objective of this study was to evaluate the effect of different sugar supplementation into tris-extender on the post-thawed quality of ram sperm. The ejaculates were divided into three aliquots. Each semen sample was then diluted with trisextender containing fructose, glucose or lactose, loaded into 0.25 ml straw and cryopreserved. The motility of sperm cryopreserved in extender containing fructose was significantly higher than those glucose and lactose groups (P0.05). However, the viability, acrosome, and plasma membrane integrities were not different among the sugar groups (P0.05). In conclusion, the quality of ram sperm was not different among the sugar groups except for the motility

    Penambahan Eznim BS4 untuk Meningkatkan Degradasi Bungkil Inti Sawit dalam Rumen dan Pascarumen

    Get PDF
    Penambahan Eznim BS4 untuk Meningkatkan Degradasi Bungkil Inti Sawit dalam Rumen dan Pascarume

    Pengaruh Suplementasi Leguminosa dalam Pakan terhadap Kualitas Semen Dua Rumpun Kambing Perah

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki kualitas sperma kambing perah Anglo Nubian (AN) dan Peranakan Etawah (PE) yang diberi pakan tambahan konsentrat dan leguminosa pada ransum basal rumput gajah (RG) segar yang dicacah. Jumlah ternak yang digunakan sebanyak 16 ekor kambing jantan dewasa yang terdiri dari 8 ekor kambing AN dan 8 ekor kambing PE. Penelitian ini dilakukan dalam Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan faktor 1 (rumpun: AN dan PE), faktor 2 ( pakan: 1. R : 5 kg rumput + 500 gram konsentrat dan 2. RL : 4 kg rumput + 1kg campuran daun Glirisidia dan Kaliandra (1:1) + 500 gram konsentrat) Ternak diberi pakan selama 6 minggu . Koleksi semen dilakukan sebanyak 2 kali ejakulasi di awal sebelum percobaan dimulai dan setiap minggu selama 6 minggu. Peubah yang diamati volume per ejakulat, warna, pH, gerakan massa, gerakan individu (motilitas), spermatozoa yang hidup dan konsentrasi sperma. Hasil menunjukkan volume semen dari kedua rumpun kambing bervariasi dari 0,2 sampai 1,7 ml/ejakulat dengan warna krem. Pemberian pakan tambahan konsentrat dan leguminosa dapat memperbaiki/berpengaruh (

    Kestabilan Enzim BS4 imobil dalam Penyimpanan pada Suhu dan Kemasan Berbeda

    Get PDF
    Enzim mananase diproduksi oleh Eupenicillium javanicum BS4 dapat meningkatkan kecernaan pakan ayam yang mengandung 20% bungkil inti sawit. Dalam penerapan mannanase sebagai suplemen pakan, aktivitas dan stabilitas enzim menjadi penting untuk dipertahankan melalui berbagai teknik pengawetan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kestabilan enzim BS4 imobil pada matrik pollard dalam penyimpanan dengan suhu dan kemasan yang berbeda. Enzim BS4 imobil kering dikemas pada botol plastik, botol kaca dan kantong aluminium, kemudian disimpan pada suhu ruang dan kulkas. dievaluasi kadar air, aktivitas mananase serta aktivitas sakarifikasinya setelah penyimpanan 1,2,3,4,5,6,11,12,13 dan 14 bulan. Kadar air pada semua kemasan sampai penyimpanan 6 bulan masih lebih kecil dari 10%. Aktivitas relatif sakarifikasi berfluktuasi tetapi masih stabil sampai pada penyimpanan 6 bulan. Aktifitas mananase juga masih stabil sampai penyimpanan 6 bulan. Dapat disimpulkan suhu dan kemasan tidak mempengaruhi stabilitas enzim imobil selama 6 bulan penyimpanan, untuk itu penyimpanan dapat dilakukan pada temperatur ruangan, akan tetapi penyimpanan dalam jangka waktu lebih lama disarankan pada suhu dingin

    Indeks Ukuran Tubuh, Lingkar Skrotum dan Panjang Tanduk Kambing Boerka dengan Pakan Imbangan Energi- Protein Berbeda

    Get PDF
    Performans ternak tidak hanya dapat ditentukan dengan bobot badan tetapi juga dengan melihat ukuran-ukuran tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kisaran nilai Indeks Ukuran Tubuh (IUT), lingkar skrotum dan panjang tanduk kambing Boerka yang diberi pakan dengan imbangan energi protein berbeda. Ternak yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah kambing boerka jantan umur 5 bulan sebanyak 36 ekor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan pakan imbangan energi-protein berbeda yaitu: P1 (63,10% TDN; 13,00%PK), P2 (62,69% TDN; 15,00% PK), P3 (65,00%TDN; 13,00% PK), P4 (65,00% TDN; 15,00% PK), P5 (70,00% TDN; 13,00%PK) dan P6 (70,00%TDN; 15,00% PK). Data dianalisis dengan analysis of Variance (ANOVA) satu arah dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan jika terdapat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan memberikan pengaruh yang nyata (P0,05) terhadap lingkar dada, lingkar skrotum, panjang tanduk dan IUT. Ukuran nilai IUT terbaik diperoleh pada pemberian pakan dengan imbangan TDN 62,69% dan protein 15,00%. IUT berkorelasi dengan lingkar skrotum tetapi tidak mempunyai korelasi dengan panjang tanduk

    Nilai Nutrisi dan Produk Fermentasi Rumen in vitro Limbah Ekstraksi Gambir Difermentasi oleh MOL dengan perlakuan berbeda

    Get PDF
    Menurut BPS 2018 produksi gambir di Sumatera Barat adalah 1.280 ton / bulan. Berdasarkan produksi gambir maka diperkirakan produksi Limbah Ekstraksi Gambir (LEG) setiap bulannya adalah 76,800 ton basah. Kandungan Protein kasar yang terbuang per bulan adalah 11,84% x 76,800 = 900.312 ton. Potensi LEG bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak ruminansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi LEG menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap nutrisi produk ini yang diuji secaradrgradasi PK, Produksi VFA dan NH3. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 2 ulangan setiap perlakuan, terdiri dari: Faktor A: (A1 = 0% Dedak + 100% LEG, A2 = 10% Dedak + 90% LEG, A3 = 20% Dedak + 80% LEG. Faktor B: Lama fermentasi (B1 = 5 Hari, B2 = 10 Hari, B3 = 15 Hari, B4 = 20 Hari. Faktor waktu dan jumlah dedak yang ditambahkan pada LEG difermentasi dengan MOL menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap degradasi protein, sedangkan produksi VFA dan NH3 berbeda sangat nyata (

    Pengaruh Fortifikasi Kalsium dan Nanopartikel Kalsium Laktat Kerabang Telur Terhadap Sifat Sensoris Bakso Ayam

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi kalsium dan nanopartikel kalsium laktat kerabang telur terhadap sifat sensoris bakso ayam. Materi penelitian terdiri atas daging ayam, filler, bumbu-bumbu, garam, kalsium dan nanopartikel kalsium laktat kerabang telur. Fortifikasi kalsium dan nanopartikel kalsium laktat kerabang telur pada pembuatan bakso ayam yaitu 0,3% dari total adonan. Sifat sensoris bakso diuji menggunakan metode skoring oleh 15 orang panelis yang tidak terlatih. Data hasil uji sifat sensoris bakso ayam dianalisis dengan analisis non parametrik melalui uji Hedonic Kruskal-Wallis. Perbedaan rerata diuji dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test. Bakso ayam yang difortifikasi nanopartikel kalsium laktat kerabang telur memiliki skor warna, rasa, aroma, kekenyalan, dan daya terima paling rendah dibandingkan dengan bakso kontrol dan bakso yang difortifikasi kalsium kerabang telur secara berturut-turut yaitu 1,73; 2,40; 2,80; 2,27; dan 2,40. Bakso ayam yang difortifikasi kalsium kerabang telur memiliki sifat sensoris terbaik dengan nilai daya terima yang tertinggi yaitu 4,13

    1,369

    full texts

    1,514

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Center for Animal Research and Development : Scientific Journal of ICARD
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇