Indonesian Center for Animal Research and Development : Scientific Journal of ICARD
Not a member yet
    1514 research outputs found

    Efektivitas Enzim BS4 sebagai Pengganti Antibiotik Imbuhan Pakan untuk Meningkatkan Efisiensi Pakan pada Ayam KUB Petelur

    Get PDF
    Penggunaan imbuhan pakan dalam ransum unggas adalah untuk meningkatkan performan ayam. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas enzim BS4 sebagai imbuhan pakan untuk mengganti AGP dalam ransum ayam KUB periode bertelur. Penelitian menggunakan ayam KUB pullet dengan jumlah 100 ekor selama 6 bulan produksi. Rancangan acak lengkap digunakan dengan 5 perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan, masing-masing 4 ekor. Perlakuan terdiri dari ransum kontrol tanpa penambahan imbuhan enzim maupun antibiotik/AGP (K), K + antibiotik imbuhan pakan/AGP (zinc bacitracin 50 ppb), K + enzim BS4 bentuk cair 30 U/kg pakan, K + enzim BS4 bentuk tepung 30 U/kg pakan, dan K + enzim komersil. Pengamatan dilakukan terhadap performan produksi ayam mulai umur 22 hingga 44 minggu. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa penambahan imbuhan tidak menyebabkan perbedaan nyata terhadap performan ayam (produksi telur, konsumsi ransum, berat telur dan FCR). Produksi telur ayam kontrol adalah 62,65%, ayam diberi AGP 60,72%, ayam yang diberi enzim BS4 tepung 61,83 %, ayam yang diberi enzim BS4 cair (58,48%) dan ayam yang diberi enzim komersil 62,38%. Pemberian enzim maupun antibiotik growth promotor (AGP) dalam penelitian ini juga tidak nyata (P>0,05) menyebabkan perbedaan dalam hal kualitas telur. Dapat disimpulkan bahwa pemberian imbuhan pakan berupa enzim maupun antibiotic growth promoter (AGP) tidak menyebabkan perbedaan dalam hal performan produksi ayam KUB periode bertelur dan kualitas telur yang dihasilkan

    Influence of Indigoferazollingeriana Based Concentrate on Sperm Quality of Boerka Goats

    No full text
    Indigofera zollingeriana is a source of feed with good nutrition composition, especially protein content. The purpose of this research was to investigate the effect of pellet concentrate with different I. zollingeriana content of 90, 60, and 45% on sperm quality both from ejaculate and cauda epididymis of Boerka goat. The sperm evaluation was performed by measuring volume, mass motility, pH, abnormality, concentration, motility, integrity of spermatozoa membrane, and viability of sperm. The data obtained were analyzed statistically using ANOVA and if there was any difference among treatments, then further tested by Duncan multiple range of test. The results showed that the volume of ejaculate of goats fed with 60% I. zollingeriana was higher (P0.05) (0.3 ml) compared with other groups. The result showed that  there was no difference (P0.05) of sperm concentration, the percentage of motility and membrane integrity in all treatment groups of ejaculate sperm. The quality of cauda epididymis sperm showed that both mass movement and individual movement of sperm of goats received 60% I. zollingeriana showed the best result. While pH, abnormality, membrane integrity and viability of spermatozoa showed no difference in all treatment groups. The results of this study indicated that the feeding of pellet concentrate based on 60% I. zollingeriana gave the best influence on the quality of spermatozoa either collected from ejaculate or cauda epididymi

    Morfometrik Kambing Perah G1 Sapera Betina Berdasarkan Analisa Citra Digital

    Get PDF
    Estimasi ukuran-ukuran tubuh ternak melalui teknik analisa citra digital mampu menyajikan data morfometrik secara akurat dan memberi rasa nyaman kepada ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi estimasi sejumlah ukuran tubuh melalui teknik citra digital dibandingkan metode pengukuran manual. Sampel adalah kambing perah silangan generasi pertama (G1) ‘Sapera’ (50% Saanen, 50% PE) betina meliputi kambing dara (1-1.5 tahun) (13 ekor) dan betina dewasa (> 1.5-3 tahun) (17 ekor). Dilakukan pengukuran secara manual dan perekaman secara citra digital terhadap tujuh variabel ukuran tubuh. Data dianalisis secara deskriptif dan uji-T. Hasil ukuran tubuh kambing G1 Sapera secara manual dan citra digital berurutan untuk dalam dada (28,26±2,54 cm, 35,32±2,042 cm), panjang badan (59,93±5,12 cm, 64,20±4,28 cm), tinggi pundak 64,87±5,31 cm, 64,09±5,31 cm), tinggi panggul (65,33±5,0 cm, 66,89±4,073 cm), panjang kaki depan (51,75±3,29 cm, 50,17±2,58 cm) dan panjang kaki belakang (26,86±1,82 cm, 27,55±1,22 cm), serta lebar panggul (15,37±2,23 cm, 14,75±1,57 cm). Kambing dara memiliki ukuran-ukuran tubuh lebih seragam dibandingkan kambing dewasa, dengan Kk = 4,04-9,29 % vs 5,94-11.81 %. Data sejumlah ukuran tubuh kambing Sapera memungkinkan diperoleh dengan teknik citra digital karena menghasilkan perbedaan terhadap data ukuran manual yang rendah

    Pemanfaatan Jamur Pelapuk untuk Meningkatkan Nilai Nutrisi Tongkol Jagung

    Get PDF
    Tongkol jagung merupakan hasil samping tanaman jagung yang jumlahnya cukup banyak, tetapi mengandung serat kasar, kadar lignin dan silika yang tinggi mengakibatkan kecernaan tongkol jagung menjadi rendah dan konsumsinya oleh ternak terbatas, sehingga perlu dilakukan fermentasi untuk dapat meningkatkan nilai nutrisi dari tongkol jagung tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan BETN tongkol jagung yang difermentasi menggunakan jamur pelapuk. Penelitian ini menggunakan jamur pelapuk Tametes versicolor dan Ganoderma applanatum. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu A (Tongkol jagung tanpa fermentasi), B (tongkol jagung yang difermentasi jamur Trametes versicolor) dan C (tongkol jagung yang difermentasi jamur Ganoderma applanatum), setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A, B dan C berpengaruh sangat nyata (

    Efek Suplementasi Tepung Biji Pinang (Arecha catechu L.) terhadap Konsumsi dan Kandungan Nutrien Daging Kambing Boerka

    Get PDF
    Biji pinang merupakan bahan alam yang dapat dijadikan sumber antioksidan sebagai penangkal aktivitas radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung biji pinang dalam pakan terhadap konsumsi, kecernaan dan kandungan nutrisi daging kambing Boerka. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 ekor kambing Boerka jantan umur 1 tahun dengan rataan bobot badan 22,04±2,18 kg. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan pakan dan 6 kali ulangan: Rumput Stenotaphrum secundatum + konsentrat tanpa suplementasi (R1), Rumput Stenothaprum secundatum + konsentrat suplementasi tepung pinang (2000 mg/Kg BK Pakan) (R2), Rumput Stenothaprum secundatum + konsentrat + catechin (1000 mg/Kg BK Pakan) + tepung pinang (1000 mg/Kg BK Pakan) (R3). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) satu arah dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kisaran konsumsi bahan kering766,88-793,09 g, konsumsi bahan organik 613,56-624,08 g, kadar air daging 75,85-77,03%, kadar abu daging 1,14-1,17%, kadar lemak daging 0,43-0,80% dan kadar protein daging 18,02-19,52%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa suplementasi tepung pinang dengan dosis 2000 mg/Kg BK pakan memberikan pengaruh nyata (p0,05) terhadap parameter lainnya. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi tepung biji pinang dalam pakan meningkatkan kadar air daging kambing Boerka

    Deteksi Anaplasmosis pada Sapi dan Kerbau di Banyuwangi dengan Ulas Darah Tipis dan Polymerase Chain Reaction

    Get PDF
    Anaplasmosis merupakan penyakit riketsia yang menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan di daerah tropis dan sub tropis. Penyakit ini ditularkan secara biologis oleh kutu ixodid dan secara mekanis oleh lalat penggigit. Sapi akan menjadi pembawa penyakit (karier) dalam jangka waktu yang lama setelah infeksi pertama. Gejala klinis dari penyakit ini tidak spesifik sehingga diagnosis is tergantung pada konfirmasi hasil uji laboratorium. Tes diagnosis molekuler seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) telah dikembangkan dan merupakan metode yang sensitif dan spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi Anaplasma marginale pada sapi dan kerbau di kabupaten Banyuwangi dengan menggunakan metode parasitologis dan molekuler. Sebanyak 152 sampel darah sapi dan kerbau dikoleksi dari lapang. Infeksi riketsia dalam darah diperiksa dengan metode ulas darah tipis dan PCR. Uji PCR dilakukan dengan menggunakan primer dari gen msp5 sepanjang 457 bp spesifik untuk A. marginale. Hasil penelitian dengan ulas darah menunjukkan bahwa 43 sampel (28%) positif A. marginale, sedangkan hasil PCR menunjukkan bahwa 63 sampel (41%) positif A. marginale. Hasil positif ulas darah yang lebih rendah karena rendahnya tingkat riketsemia pada tubuh ternak, sehingga perlu dikonfirmasi dengan uji PCR. Infeksi riketsia ini terjadi pada sapi dan kerbau anak dan dewasa (6 bulan- lebih dari 2 tahun) dimana pada semua hewan yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala klinis. Deteksi anaplasmosis dengan PCR memiliki sensitifitas yang lebih tinggi dari metode ulas darah tipis sehingga dapat meminimalisir hasil negatif palsu. Surveilans anaplasmosis di lapang dengan PCR perlu dilakukan mengingat hewan sehat dapat bertindak sebagai reservoir dan menularkan ke hewan sehat yang lain

    Karakteristik Mikrostruktur dan Nilai Gizi Bakso Ayam yang Difortifikasi Kalsium Oksida dan Nanokalsium Laktat Kerabang Telur Ayam

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi dengan kalsium oksida dan nanokalsium laktat kerabang telur ayam terhadap karakteristik mikrostuktur dan angka kecukupan gizi bakso ayam. Materi penelitian terdiri atas daging ayam, filler, bumbu-bumbu, garam, kalsium oksida dan nanopartikel kalsium laktat kerabang telur ayam. Fortifikasi kalsium dan nanopartikel kalsium laktat kerabang telur ayam pada pembuatan bakso ayam yaitu 0,3% dari total adonan. Terdapat tiga perlakuan yaitu kontrol, kalsium oksida (CaO) kerabang telur (0,3%), dan nanokalsium laktat (NCaL) kerabang telur (0,3%) dari total adonan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Data hasil uji mikrostruktur bakso ayam dianalisis secara deskriptif dan data hasil perhitungan nilai gizi bakso ayam dianalisis dengan analisis variansi rancangan acak lengkap pola searah dan apabila terdapat perbedaan rerata diuji dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test. Bakso ayam yang difortifikasi kalsium oksida kerabang telur memiliki mikrostruktur dengan tekstur yang lebih halus dan lebih kompak dibandingkan dengan bakso yang difortifikasi nanokalsium laktat kerabang telur. Bakso ayam difortifikasi kalsium kerabang telur memiliki asupan kalsium yang lebih tinggi dan protein yang lebih rendah daripada bakso yang difortifikasi nanokalsium laktat kerabang telur. Nilai gizi bakso yang difortifikasi kalsium oksida kerabang telur lebih baik dengan asupan kalsium yang lebih tinggi

    Penambahan Enzim dalam Pakan dengan Kepadatan Gizi yang Berbeda terhadap Performa ayam KUB Masa Starter

    Get PDF
    Pemberian pakan dengan kandungan gizi dan cara yang tepat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Suatu penelitian dilakukan untuk menentukan kebutuhan gizi ayam KUB masa starter dengan membuat pakan dengan kepadatan gizi yang berbeda yang ditambahkan enzim. Empat jenis ransum yang terdiri dari faktorial 2 jenis ransum (kepadatan gizi Tinggi dan Rendah) dengan 2 level enzim BS4 (0 dan 30 Unit/kg) disusun sebagai perlakuan. Setiap jenis ransum diberikan ke 100 ekor ayam (10 ulangan @ 10 ekor) mulai umur 1 h hingga 28 h. Performa (bobot badan, konsumsi ransum, FCR dan daya hidup) ayam diamati untuk mengetahui respon yang optimum. Hasil menunjukkan bahwa bobot badan 4 minggu, FCR dan daya hidup ayam KUB tidak dipengaruhi oleh perlakuan. Namun, konsumsi ransum nyata (

    Evaluasi Pemanfaatan Nano Hormon dan Dampak Program SIWAB Mandiri di Lokasi Demfarm Sumatera Utara

    Get PDF
    Salah satu upaya pemerintah dalam mendukung swasembada daging adalah program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang salah satunya dilaksanakan di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan Nano Hormon dan dampak program Siwab Mandiri di Lokasi Demfarm Sumatera Utara. Pengamatan pemanfaatan Nano Hormon dilakukan terhadap 30 sapi sedangkan dampak program Siwab Mandiri dilakukan terhadap 143 sapi yang ada di lokasi Demfarm di Desa Pesiran Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Parameter yang diamati adalah evaluasi pemanfaatan Nano Hormon dibandingkan dengan Capriglandin dan dampak program Siwab Mandiri terhadap performans reproduksi ternak. Data yang digunakan adalah data primer kemudian diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Nano Hormon pada sinkronisasi estrus lebih baik daripada Capriglandin dilihat dari persentase estrus, awal estrus dan nilai service per conception. Dampak program Upsus SIWAB meningkatkan performans ternak dilihat dari peningkatan bobot badan, penurunan mortalitas ternak, perbaikan calving interval dan perbaikan genetik. Dapat disimpulkan bahwa program Upsus SIWAB di Lokasi Demfarm Sumatera Utara telah berhasil dalam meningkatkan performans reproduksi ternak

    Fertilitas dan Daya Tetas Ayam KUB Non Kaki Kuning dan Kaki Kuning di Balai Penelitian Ternak Ciawi

    Get PDF
    Fertilitas dan daya tetas menjadi salah satu keberhasilan dalam program pembibitan. Penelitian yang dilakukan di Balai Penelitian Ternak pada unggas salah satunya adalah ayam KUB (Kampung Unggul Badan Litbang Pertanian). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fertilitas dan daya tetas ayam KUB Non Kaki Kuning (NK) dan Kaki Kuning (KK). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder sebanyak 50 ekor ayam KUB NK dan KK. Telur yang digunakan berasal dari perkawinan Ayam KUB secara inseminasi buatan dengan melakukan penampungan sperma seekor pejantan secara segar kemudian diencerkan untuk digunakan 4 ekor betina. Variabel yang diamati adalah fertilitas dan daya tetas. Hasil penelitian pada ayam KUB KK memiliki rataan fertilitas 81,40±0,24% dan daya tetas 69,54±0,34%, sedangkan ayam KUB NK memiliki rataan fertilitas 83,52±0,21% dan daya tetas 74,29±0,29%. Fertilitas dan daya tetas ayam KUB NK dan KK tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kedua jenis ayam tersebut menunjukkan fertilitas dan daya tetas yang baik, rendahnya daya tetas dapat disebabkan oleh faktor lingkungan lain seperti mesin tetas dan lain-lain

    1,369

    full texts

    1,514

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Center for Animal Research and Development : Scientific Journal of ICARD
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇