Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
346 research outputs found
Sort by
Easy-Apply Laporan Keuangan Berbasis Android For Free: UMKM Melek Digital
This community service activity aims to work up MSME in record and prepare financial reports using an Android-based application. This activity is based on the fact that MSME have made a large economic contribution to the development and economic resilience of society, but they still face many stugles. There are still many MSMEs that have not prepared adequate financial reports, which has an impact on limited access to capital, thereby hampering the development of MSME business capacity. In fact, currently there are many free Android-based applications available to help MSMEs prepare financial reports. MSME players can use this application to record finances and then the application will prepare financial reports automatically. Apart from functioning as a performance measurement tool, financial reports will also increase MSMEs' access to capital. This community service activity was carried out in Sungkap Village, Central Bangka Regency with participants being business actors who are members of the Dharma Wanita Business Group of Sungkap Village. The result of this activity is that business actors in Sungkap Village understand the importance of recording their business finances to measure business performance and increase access to capital from financial institutions.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali pelaku UMKM dalam melakukan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan menggunakan aplikasi berbasis android yang easy apply. Kegiatan ini didasari fakta bahwa UMKM telah memberikan kontribusi ekonomi yang besar terhadap pembangunan dan ketahanan ekonomi masyarakat, namun masih banyak kendala yang dihadapi. Masih banyak UMKM yang belum menyusun laporan keuangan dengan memadai sehingga berdampak pada terbatasnya akses permodalan, sehingga menghambat perkembangan kapasitas usaha UMKM. Sejatinya saat ini sudah banyak tersedia aplikasi gratis berbasis android untuk membantu pelaku UMKM dalam menyusun laporan keuangan. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk mencatat keuangan yang selanjutnya aplikasi akan menyusun laporan keuangan secara otomatis. Laporan keuangan selain berfungsi sebagai alat pengukuran kinerja juga akan meningkatkan akses permodalan UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sungkap, Kabupaten Bangka Tengah dengan peserta adalah pelaku usaha yang tergabung dalam Kelompok Usaha Dharma Wanita Desa Sungkap. Hasil dari kegiatan ini adalah pelaku usaha di Desa Sungkap memiliki pemahaman tentang pentingnya pencatatan keuangan usahanya sehingga mereka dapat mengukur kinerja usaha serta meningkatkan akses terhadap permodalan oleh lembaga keuangan
Penguatan Konsep Bernalar pada Pembelajaran Matematika Melalui Workshop Matematika Bagi Guru Segugus II Leuwiliang Bogor
Mathematics requires unique teaching strategies so that abstract things that are never seen in real life can be rationally accepted by students, especially at the elementary school level. So students must be given the opportunity to learn through meaningful experiences so that they are able to understand concepts correctly. Reasoning mathematics learning means that the thinking process occurs when learning mathematics. Active involvement of students in the learning process is an absolute requirement for the ability to interpret basic concepts in mathematics. The basic concepts understood will be internalized as long-term mathematical knowledge. How to explain the concept of area of flat shapes to students is a challenge for elementary school teachers. This service activity aims to reinforce to teachers the importance of the concept of reasoning in mathematics learning. The partners for this community service activity are Public Elementary Schools in Cluster II, Leuwiliang District, Bogor Regency, which consists of 6 Public Elementary Schools. Through this activity, it is hoped that teachers will continue to develop their competencies and increase their capacity so that they become professional teachers. The service activities went well, the activity participants gave positive responses and stated that the training was very useful for improving teachers' professional competence and the quality of mathematics learning.Matematika yang bersifat abstrak membutuhkan strategi pengajaran unik agar hal abstrak yang tidak pernah tampak pada kehidupan nyata mampu secara nalar diterima oleh peserta didik terutama di tingkat SD. Maka, peserta didik harus diberi kesempatan belajar melalui pengalaman bermakna sehingga mampu memahami konsep secara tepat. Pembelajaran matematika bernalar memiliki makna terjadinya proses berpikir pada saat belajar matematika. Keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar menjadi syarat mutlak kemampuan menginterpretasi konsep dasar pada matematika. Konsep dasar yang dipahami akan terinternalisasi sebagai pengetahuan matematika jangka panjang. Bagaimana memahamkan konsep Luas Bangun Datar kepada peserta didik menjadi tantangan tersendiri bagi guru sekolah dasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberi penguatan kepada guru mengenai pentingnya konsep bernalar pada pembelajaran matematika. Mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Sekolah Dasar Negeri Segugus II Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang terdiri dari 6 Sekolah Dasar Negeri. Melalui kegiatan ini diharapkan para guru akan senantiasa mengembangkan kompetensinya, meningkatkan kapasitasnya, sehingga menjadi guru yang profesional. Kegiatan pengabdian berjalan dengan baik, peserta kegiatan memberikan tanggapan positif dan menyatakan bahwa pelatihan sangat bermanfaat bagi peningkatan kompetensi profesional guru serta kualitas pembelajaran matematika
Strategi Pemanfaatan Nanas Lokal Melalui Diversifikasi Sirup dalam Pemberdayaan UMKM di Desa Tanjung Baru
Most farmers in Tanjung Baru Village sell pineapples directly without processing, leading to suboptimal economic value. To address this issue, training is essential to enhance the added value of processed pineapple products. This community service initiative aims to improve the utilization of local pineapples in Tanjung Baru Village, Lembak Subdistrict, Muara Enim Regency, while also empowering farmers and MSME actors through product diversification. It consists of four stages: first, conducting surveys in pineapple farms and problem analysis to identify the potential and challenges faced by farmers and MSME actors; second, interviewing farm owners and MSME actors to gather information on farm management, production processes, and challenges; third, focusing on socialization regarding the processing of pineapples into value-added products such as pineapple syrup, along with entrepreneurial education on packaging techniques and basic financial calculations; and finally, emphasizing product packaging education by providing training on selecting appropriate packaging types, designs, and materials to ensure product quality, safety, and market appeal. The expected outcomes of this community service are to enhance the knowledge of farmers and MSME actors, improve product processing and packaging, and boost the local economy through the production of value-added pineapple syrup.Sebagian besar petani di Desa Tanjung Baru menjual nanas secara langsung tanpa pengolahan, yang mengakibatkan nilai ekonominya kurang optimal. Untuk mengatasi masalah ini, pelatihan sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah dari produk nanas olahan. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan nanas lokal di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, sekaligus memberdayakan petani dan pelaku UMKM melalui diversifikasi produk. Kegiatan ini terdiri dari empat tahapan: pertama, melakukan survei di perkebunan nanas dan analisis masalah untuk mengidentifikasi potensi dan tantangan yang dihadapi oleh petani dan pelaku UMKM; kedua, wawancara dengan pemilik perkebunan dan pelaku UMKM untuk mengumpulkan informasi mengenai manajemen perkebunan, proses produksi, dan tantangan yang dihadapi; ketiga, fokus pada sosialisasi terkait pengolahan nanas menjadi produk bernilai tambah seperti sirup nanas, serta pendidikan kewirausahaan mengenai teknik pengemasan dan perhitungan keuangan dasar; dan terakhir, penekanan pada edukasi pengemasan produk dengan memberikan pelatihan tentang pemilihan jenis, desain, dan bahan kemasan yang tepat untuk menjamin kualitas, keamanan, dan daya tarik pasar produk. Hasil yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan petani dan pelaku UMKM, peningkatan proses pengolahan dan pengemasan produk, serta peningkatan perekonomian lokal melalui produksi sirup nanas bernilai tambah
Pelatihan Digitalisasi Perencanaan dan Pengendalian Produksi Batik di Sanggar Batik Kembang Mayang
The recognition of Batik as one of Indonesia's Oral and Intangible Heritage of Humanity by UNESCO has increased interest in batik products both locally and internationally. The batik industry has also developed into one of the development priorities because it has leverage for national economic growth. Sanggar Batik Kembang Mayang is one of the MSMEs that not only produces batik cloth but also provides educational tourism facilities for the batik-making process. Sanggar Batik Kembang Mayang faces problems related to less-than-optimal raw material management. This manual recording system is prone to errors and affects the production process. Therefore, the Faculty of Industrial Technology, Trisakti University, conducted a Community Service (PkM) program with the theme of Digitalization Training for Batik Production Planning and Control. The form of PkM activities is training on the process of planning and controlling batik production as well as the application of the process of managing raw materials and orders with the MS. Excel application. The training results showed that 67% of participants strongly agreed that the training was interesting and useful. In terms of understanding the material, 56% of participants also stated that they understood enough, and 33% answered that they understood production planning and control very well.Pengakuan Batik menjadi salah satu warisan Kemanusiaan dan Budaya Lisan dan Non-Bendawi Indonesia oleh UNESCO meningkatkan minat terhadap produk batik secara lokal maupun internasional. Industri batik pun berkembang menjadi salah satu prioritas pembangunan karena memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sanggar Batik Kembang Mayang merupakan salah satu UMKM yang tidak hanya memproduksi kain batik, akan tetapi juga menyediakan fasilitas wisata edukasi proses pembuatan batik. Sanggar Batik Kembang Mayang menghadapi permasalahan terkait pengelolaan bahan baku yang kurang optimal. Sistem pencatatan secara manual ini memungkinkan rentan terjadinya kesalahan dan berpengaruh terhadap proses produksi. Oleh karena itu, Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti melakukan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema Pelatihan Digitalisasi Perencanaan dan Pengendalian Produksi Batik. Bentuk kegiatan PkM adalah pelatihan mengenai proses perencanan dan pengendalian produksi batik serta penerapan proses pengelolaan bahan baku dan order dengan aplikasi MS. Excel. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 67% peserta sangat setuju bahwa pelatihan menarik dan bermanfaat. Dari sisi pemahaman materi, 56% peserta juga menyatakan cukup mengerti dan 33% menjawab sangat mengerti tentang perencanaan dan pengendalian produksi
Pelatihan Pembuatan Mineral Tawas Berbahan Dasar Limbah Kaleng Bekas Bagi Masyarakat Sukmajaya, Depok
All human activities inevitably produce waste. The amount of waste increases as the city grows. Sukmajaya District, Depok City is one of the districts that has the potential for very high waste accumulation. This area is a place for immigrants who work in Jakarta. This has a negative impact, namely the increase in the number of Final Disposal Sites (TPA) from year to year. The recycling process is a solution that can save energy and reduce landfill waste. The use of can waste as raw material in making alum or potassium aluminate sulfate K[Al(SO4)2.12H2O] is very relevant. The basic material used in making alum cans has the advantage of being more economical and can help reduce packaging can waste which has the potential to pollute the environment. The team held training in making alum minerals from used can waste in Sukmajaya District, Depok City. This activity aims to educate the public in utilizing used can waste into alum mineral products. People can use it to purify water in an environmentally friendly and economical way. The results of the training activities showed an increase in participants' awareness and skills in managing canned waste into value-added products. The number of training participants increased from 40% before training to 90% after training. Apart from that, participants' skills in making alum from used can waste also increased from 25% before the training to 85% after the training. It is hoped that this training can make a positive contribution in efforts to manage waste sustainably and protect the environment.Semua aktivitas manusia pasti menghasilkan sampah. Seiring pertumbuhan kota, jumlah sampah yang dihasilkan juga meningkat. Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensi penumpukan sampah sangat tinggi, karena daerah ini merupakan tempat para pendatang yang bekerja di Jakarta. Pertumbuhan yang sangat dinamis ini menimbulkan dampak negatif, yaitu bertambahnya jumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dari tahun ke tahun. Proses daur ulang dianggap sebagai solusi yang dapat menghemat energi dan mengurangi timbunan sampah di TPA. Penggunaan limbah kaleng sebagai bahan baku dalam pembuatan tawas atau kalium aluminat sulfat K[Al(SO4)2.12H2O] menjadi sangat relevan. Bahan dasar kaleng bekas dalam pembuatan tawas memiliki keunggulan lebih ekonomis dan dapat membantu mengurangi sampah kaleng kemasan yang berpotensi mencemari lingkungan.Tim mengadakan Pelatihan Pembuatan Mineral Tawas Berbahan Dasar Limbah Kaleng Bekas di Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam pemanfaatan limbah kaleng bekas menjadi produk mineral tawas. Masyarakat dapat memanfaatkannya dalam penjernihan air secara ramah lingkungan dan ekonomis. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan keterampilan peserta dalam mengelola limbah kaleng menjadi produk bernilai tambah. Jumlah peserta pelatihan meningkat dari 40% sebelum pelatihan menjadi 90% setelah pelatihan. Selain itu, keterampilan peserta dalam membuat tawas dari limbah kaleng bekas juga mengalami peningkatan dari 25% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya mengelola sampah secara berkelanjutan dan menjaga lingkungan hidup
Edukasi Pemilu 2024 Kepada Pemilih Pemula: "Sosialisasi Pemuda Paham Pemilu"
A General Elections or what we know as Elections. General Elections are held every 5 (five) years. Elections can be said to be the initial stage of a series of life arrangements in democratic constitutionality. Elections are a form of democracy and the freedom of the people to participate in politics as well as a form of evidence that sovereignty is in the hands of the people. The problem that is often encountered in elections is the lack of understanding and self-awareness of novice voters in the right to vote. The Socialisation of Youth Understanding and Smart Elections carried out by students of the law faculty of Balikpapan University which was held at SMK Negeri 2 Balikpapan, East Kalimantan. This activity is intended to increase understanding, especially young people as novice voters for the upcoming 2024 election so that general elections are held directly, publicly, freely, confidentially, honestly, and fairly. This activity was attended by approximately 50 Students with the presentation of two materials by Lecturers of the Faculty of Law, Balikpapan University and the Koordiv SDMO and the Balikpapan City Bawaslu Training. Not only the presentation of this activity material was held a question and answer session by law faculty students in order to increase understanding of the election.Pemilihan Umum atau biasa yang kita ketahui sebagai Pemilu. Pemilihan Umum diadakan setiap 5 (lima) tahun sekali. Pemilu dapat dikatakan sebagai tahap awal dari rangkaian susunan kehidupan di ketatanegaraan yang demokratis. Pemilu adalah salah satu bentuk wujud demokrasi dan kebebasan rakyat untuk berpartisipasi dalam politik serta bentuk bukti bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Masalah yang sering ditemui dalam Pemilu adalah kurangnya pemahaman dan kesadaran diri para pemilih pemula dalam hak untuk memilih. Kegiatan Sosialiasi Pemuda Paham Pemilu dilaksanakan oleh Fakultas Hukum Universitas Balikpapan yang diadakan di SMK Negeri 2 Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan ini ditujukan guna memberikan pemahaman khususnya anak muda sebagai pemilih pemula untuk pemilu 2024 mendatang agar terlaksananya pemilihan umum yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 50 (lima puluh) siswa/i dengan pemaparan dua materi oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Balikpapan dan Koordiv SDMO dan Diklat Bawaslu Kota Balikpapan. Para peserta antusias mengikuti dan berinteraksi pada sesi tanya jawab, hal ini menunjukan bahwa paparan materi mulai dipahami oleh para peserta dibandingkan sebelum mengikuti kegiatan
Psikoedukasi: Upaya Mengoptimalkan Screen Time Gadget pada Anak Melalui Pola Asuh Positif
Psychoeducation is provided to the community as a form of community service through interactive socialization to increase people's understanding of certain themes. In this activity, the theme raised and discussed was how to optimize gadget screen time through positive parenting patterns. The targets for providing this psychoeducation are all levels of society in a village in Central Java, especially parents. The methods used in psychoeducation include: 1) lecture, 2) presenting videos, 3) discussion (question and answer), and 4) pretest dan posttest. Based on the results of the Wilcoxon test analysis of the first and second psychoeducational presentations, it showed that there was a significant change in the participants' understanding of the psychoeducational material that had been provided by the presenters.Psikoedukasi yang diberikan pada masyarakat sebagai bentuk salah satu pengabdian dalam masyarakat melalui sosialisasi interaktif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tema tertentu. Pada kegiatan ini, tema yang diangkat dan dibahas mengenai cara mengoptimalkan screen time gadget melalui pola asuh positif. Adapun target atau sasaran pemberian psikoedukasi ini adalah seluruh lapisan masyarakat di salah satu Desa di Jawa Tengah terutama orang tua. Metode yang digunakan dalam psikoedukasi meliputi: 1) ceramah, 2) penayangan video, 3) diskusi (tanya jawab), dan 4) pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis uji wilcoxon pada pemberian psikoedukasi pertama dan kedua menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan pemahaman para peserta mengenai materi psikoedukasi yang telah diberikan pemateri
Optimalisasi Pelaporan Pajak Tahunan dengan DJP Online di Desa Bukit Raya Melalui Sosialisasi dan Pelatihan
This community service aims to investigate the effectiveness of tax training and socialization using DJP Online in Bukit Raya Village, Penajam Paser Utara Regency. Through direct observation methods, students from Balikpapan University conducted training and socialization activities to improve the community's understanding and compliance with tax regulations. The subjects of the service were the residents of Bukit Raya Village who participated in the training and socialization. Data was collected through surveys, interviews, and observations before and after the activities. The results showed a significant increase in the community's understanding of basic tax obligations, annual tax reporting procedures, and the use of DJP Online. However, challenges remain in navigating and filling out forms on the DJP Online platform. This activity also highlighted the importance of more formal access to tax information at the village level. Based on these findings, it is recommended to continue enhancing targeted tax socialization programs, provide better training and technical support, and improve the accessibility of DJP Online to increase tax compliance at the village level. Collaboration between the government, educational institutions, and tax authorities can also strengthen tax socialization programs at the village level. Thus, it is hoped to create a conducive environment for increasing tax understanding and compliance, as well as the utilization of tax technology in rural communities.Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas pelatihan dan sosialisasi perpajakan menggunakan DJP Online di Desa Bukit Raya, Kabupaten Penajam Paser Utara. Melalui metode observasi langsung, mahasiswa Universitas Balikpapan melaksanakan kegiatan pelatihan dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perpajakan masyarakat. Subjek pengabdian adalah masyarakat Desa Bukit Raya yang terlibat dalam pelatihan dan sosialisasi. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, dan observasi sebelum dan setelah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat tentang kewajiban perpajakan dasar, prosedur pelaporan pajak tahunan, dan penggunaan DJP Online. Namun, masih terdapat tantangan dalam navigasi dan pengisian formulir melalui platform DJP Online. Kegiatan ini juga menyoroti pentingnya akses informasi perpajakan yang lebih resmi di tingkat desa. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk terus meningkatkan program sosialisasi perpajakan yang terarah, menyediakan pelatihan dan dukungan teknis yang lebih baik, serta meningkatkan aksesibilitas DJP Online untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan di tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan instansi perpajakan juga dapat memperkuat program sosialisasi perpajakan di tingkat desa. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang kondusif bagi peningkatan pemahaman dan kepatuhan perpajakan serta pemanfaatan teknologi perpajakan di masyarakat desa
Sosialisasi Strategi Branding E-Commerce pada Pelaku UMKM di Kelurahan Manggar
University of Balikpapan continues to innovate in providing benefits to the community through the Real Work Lecture (KKN) program. Manggar Village KKN students carried out E-Commerce Branding Socialization activities as a better marketing and financial monitoring medium. This activity was attended by MSME actors in the local Manggar Village area which was held on August 25, 2024. This socialization activity aims to introduce and increase understanding of the use of digital technology, especially the E-Commerce system as a marketing tool for MSME actors. This activity method is carried out in 2 stages, namely the preparation stage and the implementation stage of the activity. Through digital marketing, MSMEs have wider opportunities to market products and a larger market reach. With this knowledge and skills, it is hoped that MSME actors can optimize market potential through digital marketing and are expected to be able to empower MSME actors to be able to compete in a better digital era. The results of this activity were that 85 MSME actors attended this activity and the enthusiasm of the participants to ask questions in this activity.Universitas Balikpapan terus berinovasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa KKN Kelurahan Manggar melaksanakan kegiatan Sosialisasi Branding E-Commerce sebagai media pemasaran dan pemantauan keuangan yang lebih baik. Kegiatan ini dihadiri oleh pelaku UMKM di wilayah Kelurahan Manggar setempat yang dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2024. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan dan meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan teknologi digital khususnya sistem E-Commerce sebagai sarana pemasaran bagi para pelaku UMKM. Metode kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 tahapan yakni tahap persiapan dan tahap pelaksanaan kegiatan. Melalui digital marketing, UMKM memiliki kesempatan lebih luas untuk memasarkan produk dan jangkauan pasar yang lebih besar. Dengan adanya pengetahuan dan keterampilan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat mengoptimalkan potensi pasar melalui digital marketing dan diharapkan mampu memberdayakan pelaku UMKM agar dapat bersaing di era digital yang lebih baik. Hasil dari kegiatan ini adalah sebanyak 85 pelaku UMKM menghadiri kegiatan ini dan antuasisme peserta untuk bertanya dalam kegiatan ini
Pendidikan Kesehatan Berkelanjutan tentang Diabetes pada Media Sosial Online
Health education about diabetes plays an important role in preventing and controlling diabetes. The aim of this community service activity is to provide ongoing health education about diabetes using online social media. This activity will start from February to November 2023 and includes creating social media accounts, publishing diabetes-related material on social media, socializing the existence of social media to the public, and monitoring and evaluating health education that has been carried out. This activity resulted in four social media accounts about diabetes with a total of 221 posters, 78 videos, 585 followers/subscribers, 10.906 viewers, and 948 likes. Access to health education about diabetes is mostly accessed by people of the female gender and in the age range of 25-34 years. Continuous health education is needed to increase public awareness about diabetes because it does not require a lot of time, energy, and costs and can reach a wider community. The quality of media and health education materials needs to be considered to continue to increase public interest in increasing their knowledge about diabetes.Pendidikan kesehatan tentang diabetes memainkan peranan penting dalam mencegah dan mengendalikan penyakit diabetes. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pendidikan kesehatan tentang diabetes secara berkelanjutan dengan menggunakan media-media sosial. Kegiatan ini dimulai sejak bulan Februari hingga November 2023 yang mencakup pembuatan akun-akun media sosial, publikasi materi-materi terkait diabetes pada media-media sosial, sosialisasi keberadaan media-media sosial kepada masyarakat, dan monitoring dan evaluasi pendidikan kesehatan yang telah dilakukan. Kegiatan ini menghasilkan empat akun media sosial tentang diabetes dengan total 221 poster, 78 video, 585 followers/subscribers, 10.906 viewers, dan 948 likes. Akses pendidikan kesehatan tentang diabetes ini sebagian besar diakses oleh masyarakat dengan jenis kelamin perempuan dan dalam rentang usia 25-34 tahun. Pendidikan kesehatan secara berkesinambungan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang diabetes karena tidak memerlukan waktu, energi, dan biaya yang besar serta dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Kualitas media dan materi pendidikan kesehatan perlu diperhatikan untuk terus meningkatkan minat masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan mereka tentang penyakit diabetes