Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
346 research outputs found
Sort by
Pengembangan YouTube Desa sebagai Media Promosi Potensi Desa Klatakan
The use of YouTube as a video sharing platform has become a global phenomenon, and its potential is not only limited to the surrounding environment, but can also be applied at the village level, of course, in Klatakan Villages, Situbondo. The YouTube application already exists on local people’s smartphones. This is characterized by people frequently accessing YouTube in their daily lives, depending on the amount of data quota, or using free wifi networks in various places. This article discusses the innovative concept of developing YouTube as a promotional media to increase the visibility and potential of the local economy in the village by focusing on the benefits for village tourism, developing local products, and empowering the community in Klatakan Village. This approach can be a strategic tool in connecting Klatakan Village with the digital world. In this discussion, we detail 15 references that support this idea, including literature on online interactions, social media marketing, and guerilla marketing strategies. YouTube village development is not just about showcasing the village visually, but also about creating community involvement and sustainable economic opportunities. Through this concept, it is hoped that Klatakan Village can take advantage of the advantages of digital technology to elevate their local potential and increase connectivity with the global community.Penggunaan YouTube sebagai platform berbagi video telah menjadi fenomena global dan potensinya tidak hanya terbatas pada lingkungan sekitar, tetapi juga dapat diaplikasikan di tingkat desa tentunya di Desa Klatakan, Kabupaten Situbondo. Aplikasi YouTube tersebut sudah ada pada smartphone masyarakat setempat. Hal ini ditandai dengan seringnya masyarakat mengakses YouTube dalam kesehariannya, tergantung dari banyaknya kuota data atau memanfaatkan jaringan wifi gratis di berbagai tempat. Artikel ini membahas konsep inovatif pengambangan YouTube sebagai media promosi untuk meningkatkan visibilitas dan potensi ekonomi lokal yang ada di desa Klatakan yang berfokus pada promosi pariwisata desa, pengembangan produk lokal, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini dapat menjadi alat strategis dalam menghubungkan desa Klatakan dengan dunia digital. Dalam pembahasan kali ini dirinci 15 referensi yang mendukung gagasan tersebut, antara lain literatur tentang interaksi online, pemasaran media sosial, dan strategi guerrilla marketing. Pengembangan YouTube desa bukan hanya tentang memajang desa secara visual, tetapi juga tentang menciptakan keterlibatan masyarakat dan kesempatan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan konsep ini, diharapkan desa Klatakan dapat memanfaatkan keunggulan teknologi digital untuk mengangkat potensi lokal mereka dan meningkatkan konektivitas dengan masyarakat global
Produksi Video Edukasi Antigratifikasi: Sebuah Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat Antara Universitas dengan Lembaga Negara
Universitas Multimedia Nusantara’s Film and Digital Journalism programs and Corruption Eradication Commission (KPK) collaborated to produce five documentary movies on anti-corruption as part of a community service program. The production of the documentary movies was funded by the KPK, which aims to use the documentary in their anti-corruption campaigns. We chose the documentary format to emphasize data and facts. The documentaries feature civil servants in different cities across Indonesia, who have received awards or acknowledgment for their anti-corruption commitment and efforts in their respective organizations. They are Rifqi Abdilah (Probolinggo, East Java), Budi Ali Hidayat (Cimahi, West Java), Achmad Nasution (Boyolali, Central Java), Badrul (Sumenep, East Java) and Musdalipa (Pangkajene Islands, South Sulawesi). This documentary uses a strong film approach, with elements of narrative and film style in audio and visual elements. The production of this documentary film uses the stages of documentary film production, namely research, pre-production, production, post-production, exhibition, and film distribution. The KPK will screen the documentary movies in their anti-corruption campaign events across the country.Program studi Film dan program studi Jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara dan Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja sama memproduksi lima film dokumenter tentang antikorupsi sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat. Produksi film dokumenter tersebut didanai oleh KPK, yang bertujuan untuk menggunakan film dokumenter tersebut dalam kampanye antikorupsi mereka. Tim memilih format dokumenter untuk menekankan data dan fakta. Film dokumenter ini menampilkan PNS di berbagai kota di Indonesia, yang telah menerima penghargaan atau pengakuan atas komitmen dan upaya anti korupsi mereka di organisasi masing-masing. Mereka adalah Rifqi Abdilah (Probolinggo, Jawa Timur), Budi Ali Hidayat (Cimahi, Jawa Barat), Achmad Nasution (Boyolali, Jawa Tengah), Badrul (Sumenep, Jawa Timur) dan Musdalipa (Kepulauan Pangkajene, Sulawesi Selatan). Film dokumenter ini menggunakan pendekatan film yang kuat, dengan unsur naratif dan gaya film dalam unsur audio dan visual. Produksi film dokumenter ini menggunakan tahapan produksi film dokumenter yaitu penelitian, praproduksi, produksi, pascaproduksi, pameran, dan distribusi film. KPK akan memutar film dokumenter dalam acara kampanye antikorupsi mereka di berbagai kota di Indonesia
Pelatihan Eco-Enzyme untuk Pencegahan Blooming Eceng Gondok di Sungai Bengawan Solo
The Bengawan Solo River has a large and important role in the lives of the people in its flow from Central Java to East Java. However, it turns out that community activities often have an impact on Bengawan Solo, especially regarding pollution and environmental damage. One of the worrying phenomena is the blooming of Water Hyacinth, which occurred due to a long dry season, causing high concentrations of organic waste in river waters at the end of 2023. Increased human activities, including household activities, have resulted in higher amounts of waste being produced from time to time. The large amount of waste entering the river certainly causes an increase in river nutrients, thereby fertilizing Water Hyacinth along Bengawan Solo, including in the Kuncen village area, Padangan sub-district. So that household waste does not cause problems for the environment and health, it is necessary to carry out further processing of the waste. One type of household waste, namely vegetable waste, can be a source of alternative raw materials to be used as eco-enzyme products. LPPM Bojonegoro University in collaboration with Jasa Tirta I carries out community assistance activities by providing education and campaigning for awareness of the importance of maintaining the environmental condition of the Bengawan Solo river. This education and campaign is also aimed at minimizing waste from households, especially organic waste, so that there is no accumulation of nutrients that cause water hyacinth blooms. By implementing this community service, it was found that housewives' insight into managing household waste, especially vegetable scraps, increased, so that the waste could be managed into eco enzymes which are beneficial for the environment.Sungai Bengawan Solo memiliki peran besar dan penting dalam kehidupan masyarakat di alirannya mulai dari Jawa Tengah sampai Jawa Timur. Namun ternyata kegiatan masyarakat seringkali menimbulkan dampak terhadap Bengawan Solo terutama terkait polusi dan kerusakan lingkungan. Salah satu fenomena yang mengkhawatirkan adalah blooming Eceng Gondok, yang terjadi akibat kemarau panjang sehingga menyebabkan tingginya konsentrasi limbah organik di perairan sungai pada akhir tahun 2023. Meningkatnya kegiatan manusia termasuk salah satunya kegiatan rumah tangga menyebabkan semakin tingginya jumlah limbah yang dihasilkan dari waktu ke waktu. Banyaknya limbah yang masuk ke sungai ini tentu menimbulkan peningkatan unsur hara sungai sehingga menyuburkan Eceng Gondok sepanjang Bengawan Solo termasuk di area desa Kuncen, kecamatan Padangan. Agar limbah rumah tangga tidak menimbulkan permasalahan untuk lingkungan dan kesehatan, maka perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut terkait limbah tersebut. Jenis limbah rumah tangga salah satunya yaitu sisa sayuran dapat menjadi sumber bahan baku alternatif untuk dijadikan produk eco-enzyme. LPPM Universitas Bojonegoro bekerja sama dengan Jasa Tirta I melakukan kegiatan pendampingan masyarakat dengan memberikan edukasi serta mengampanyekan kesadaran akan pentingnya menjaga kondisi lingkungan sungai Bengawan Solo. Edukasi dan kampanye tersebut juga ditujukan untuk meminimalisir limbah dari rumah tangga terutama sampah organik sehingga tidak terjadi penumpukan unsur hara penyebab blooming enceng gondok. Dengan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, maka didapatkan bahwa wawasan ibu rumah tangga untuk pengelolaan limbah rumah tangga terutama sisa sayuran menjadi bertambah, sehingga limbah tersebut dapat dikelola menjadi eco enzyme yang bermanfaat untuk lingkungan
Penerapan Sikap Kerja 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) di Balai Desa Suko Mulyo, Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU)
Real Work Lectures (KKN) is a community service by going directly into the field carried out by lecturers and students. In providing service to the Suko Mulyo Village community, the Balikpapan University P2-B group implemented 5S at the village hall. 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke) is a series of workplace activities in the form of selecting, arranging, cleaning, stabilizing and habituating activities which are all needed to carry out good work. The aim of this community service is to be able to implement the application of 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu and Shitsuke) at the Village Hall, to know how to reduce waste by implementing 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu and Shitsuke ) at the Village Hall, and to find out the differences in the 5S work attitude before and after it was implemented and increased productivity, safety, occupational health and consumer satisfaction at the village hall. This community service uses the 5S method approach. It is hoped that the results of the community seervice will show that the implementation of 5S can bring positive perceptions, which means a shift in work culture towards a better direction. So the implementation of 5S needs continuity so that it can survive and provide even better results.Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah pengabdian kepada masyarakat dengan cara turun langsung ke lapangan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa. Dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Suko Mulyo kelompok P2-B Universitas Balikpapan, maka dilakukannya sebuah penerapan 5S pada balai desa tersebut. 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke ) adalah serangkaian aktivitas d itempat kerja yang berupa aktivitas pemilihan, penataan, pembersihan, pemantapan, dan pembiasaan yang semuanya diperlukan untu melaksanakan pekerjaan yang baik. Tujuan pengabdian ini adalah dapat mengetahui penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) di Balai Desa, mengetahui mengurangi pemborosan dengan melakukan penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) di Balai Desa, serta untuk mengetahui perbedaan sikap kerja 5S sebelum dan sesudah dilakukan serta meningkatkan produktivitas, keselamatan, kesehatan kerja, serta kepuasan konsumen pada balai desa. Pengabdian ini menggunakan pendekatan metode 5S. Hasil pengabdian diharapkan bahwa implementasi 5S dapat membawa persepsi positif yang berarti terjadi pergeseran budaya kerja ke arah yang lebih baik. Sehingga implementasi 5S ini perlu adanya kesinambungan agar dapat bertahan dan memberikan hasil yang lebih baik lagi
Pembuatan Biobriket dari Limbah Kayu UMKM Sebagai Energi Alternatif Rumah Tangga di Desa Bancer
Teak wood is one of the main commodities in various regions of Indonesia. Many areas cultivate this wood due to the high demand, especially in the furniture industry. Teak wood is favored because it has high aesthetic and economic value. In Bancer Village, there are more than 10 furniture MSMEs, which can produce a total of 70 sacks of sawdust waste daily. The local community has not yet fully realized the potential of this sawdust waste. This community service aims to utilize sawdust waste into bio-briquettes, as an alternative fuel that can improve the local economy. Bio-briquettes are renewable, environmentally friendly alternative fuels. The implementation is carried out through several stages, including surveys, observations, bio-briquette making practices, and product evaluation. Surveys are conducted to determine the potential and needs of SMEs in Bancer Village. Observations are made to study the furniture production process and sawdust waste management. The making of bio-briquettes begins with burning sawdust into charcoal, mixing it with starch as a binder, molding the mixture, and drying it. The results of the community service show that the produced bio-briquettes have the potential as an environmentally friendly and economical alternative fuel. Socialization and training on bio-briquette making to SME owners and the Youth Organization of Bancer Village showed high enthusiasm.Kayu jati adalah salah satu komoditas utama di berbagai wilayah Indonesia. Banyak daerah yang membudidayakan kayu ini karena kebutuhan akan kayu ini sangatlah banyak terutama dalam industri mebel. kayu jati disukai sebab memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi. Di Desa Bancer terdapat 10 lebih UMKM mebel, yang setiap harinya dapat menghasilkan total 70 karung limbah serbuk gergaji. Masyarakat setempat belum sepenuhnya menyadari potensi dari limbah serbuk kayu tersebut. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah serbuk kayu menjadi biobriket, sebagai bahan bakar alternatif yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Biobriket merupakan bahan bakar alternatif yang dapat diperbarui yang ramah lingkungan. Pada pelaksanaannya dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi survei, observasi, praktik pembuatan biobriket serta evaluasi produk yang dihasilkan. Survei dilakukan untuk mengetahui potensi dan kebutuhan UMKM di Desa Bancer. Observasi dilakukan untuk mempelajari proses produksi mebel dan pengelolaan limbah serbuk kayu. Pembuatan biobriket diawali dengan membakar serbuk kayu menjadi arang, mencampurnya dengan tepung kanji sebagai perekat, mencetak adonan, dan mengeringkannya. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa biobriket yang dihasilkan memiliki potensi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan biobriket kepada pemilik UMKM dan Karang Taruna Desa Bancer menunjukkan antusiasme yang tinggi
Pemanfaatan Aplikasi Canva sebagai Media Pembelajaran Membaca dan Berhitung Bernuansa Banjar untuk Siswa Sekolah Dasar
Instructional media encompasses all resources that can be utilized to systematically convey content from educators to students, thereby facilitating effective and efficient learning. The objective of this community service initiative is to provide educational media for reading and arithmetic, including cards, posters, and videos, by leveraging the Canva application. The method employed in the execution of this initiative involves mentoring during the learning process and training in the use of the Canva application. Data collection techniques include a pre-test to assess students' initial reading and arithmetic abilities, followed by a post-test to evaluate any subsequent improvements in these skills. The results indicate a significant enhancement in students' reading abilities, with an increase of 28 points, and a 23-point improvement in arithmetic skills. Additionally, this activity has enabled teachers to become more acquainted with the Canva application, which has proven to be beneficial in the creation and development of instructional media.Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan materi dari guru secara terencana sehingga siswa dapat belajar efektif dan efisien. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyediakan media pembelajaran membaca dan berhitung seperti kartu, poster, dan video dengan memanfaatkan aplikasi Canva. Metode yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian ini berupa pendampingan pada saat proses pembelajaran dan pelatihan penggunaan aplikasi Canva. Teknik pengumpulan data terdiri dari pretest untuk mengetahui kemampuan membaca dan berhitung siswa, serta posttest untuk mengetahui apakah ada peningkatan dari kemampuan berhitung dan membaca siswa. Adapun hasil dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan terhadap kemampuan membaca siswa yaitu sebanyak 28 poin dan untuk kemampuan berhitung meningkat 23 poin. Kegiatan ini juga menjadikan para guru lebih mengenal aplikasi Canva dan memberikan manfaat untuk membuat atau menciptakan media pembelajaran
Pendidikan Kesehatan Gigi dan Mulut dalam Upaya Meningkatkan Oral Hygiene Pasien dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE)
Systemic Lupus Erythematosus (SLE) is a chronic autoimmune inflammatory disease with a wide spectrum of manifestations. Meanwhile, manifestations in the oral mucous varies between 9 - 45% in patients with SLE in such as gingival inflammation, mucosal lesions, and increased risk of teeth caries. Lack of knowledge about how to maintain oral health, resulting in poor oral hygiene that can exacerbate which can worsen existing problems in the oral cavity of patients with SLE. This community service aims to improve oral hygiene of patients with SLE at Tittari Foundation Surakarta. The service method includes pre-post intervention and intervention. The pre-post intervention method uses oral hygiene examination utilizing the Oral Hygiene Index Simplified Indicator (OHI-S). While the intervention method includes lectures, demonstrations and toothbrush practice coaching. The population was SLE patients who are members of in the community at the Tittari Foundation, Surakarta, totaling 300 people, and a purposive sampling of 100 people was taken. A purposive sampling of 100 people was taken. Based on the results of the community service program, the oral hygiene status of patients is in poor condition. The Debris Index (DI) status of patients with good categories is 24%, moderate 32%, and bad 44%, while for Calculus Index (CI) status are good 31%, moderate 51%, and bad 18%, then for OHI-S Index are good 23%, moderate 42%, and bad 35%. After the intervention conducted through education and counseling, the patient's oral hygiene status has improved significantly. Based on the results of the community service program that has been carried out, the oral hygiene status of SLE patients is still very poor. Interventions such as Oral Health Education can significantly improve the oral hygiene status of SLE patients at the Tittari Foundation in Surakarta. Therefore, it is necessary to follow up the monitoring of oral hygiene maintenance. In the future, Tittari Foundation Surakarta should provide health education to SLE patients continuously related to oral hygiene, such as the importance of brushing teeth and good and correct tooth brushing practices.Systemic Lupus Erythematosus (SLE) merupakan penyakit inflamasi autoimun kronis dengan spektrum manifestasi yang luas. Sementara itu, manifestasi di mukosa mulut bervariasi antara 9 – 45% pasien dengan SLE berupa inflamasi gusi, lesi mukosa, dan peningkatan risiko karies. Kurangnya pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, mengakibatkan oral hygiene yang buruk sehingga dapat memperparah masalah yang ada di rongga mulut pasien dengan SLE. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan oral hygiene pasien dengan SLE di Yayasan Tittari Surakarta. Metode pengabdian meliputi pre-post intervensi dan intervensi. Metode pre-post intervensi menggunakan pemeriksaan oral hygiene menggunakan indikator Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S). Sementara metode intervensi meliputi ceramah, demonstrasi, dan pendampingan praktik sikat gigi. Populasi adalah penderita SLE yang tergabung dalam komunitas di Yayasan Tittari, Surakarta sejumlah 300 orang. Sampel diambil secara purposif sejumlah 100 orang. Berdasarkan hasil pengabdian, status oral hygiene pasien berada pada kondisi yang kurang baik. Status Debris Index (DI) pasien dengan kategori baik 24%, sedang 32%, dan buruk 44%, sementara untuk status Calculus Index adalah baik 31%, sedang 51%, dan buruk 18%, lalu untuk OHI-S Index adalah baik 23%, sedang 42%, dan buruk 35%. Setelah dilakukan intervensi berupa edukasi dan penyuluhan, status oral hygiene pasien mengalami peningkatan secara signifikan. Berdasarkan hasil data pengabdian yang telah dilaksanakan, status oral hygiene pada pasien SLE masih sangat kurang. Intervensi berupa Pendidikan Kesehatan Gigi dan Mulut secara signifikan dapat meningkatkan status oral hygiene pada pasien SLE di Yayasan Tittari Surakarta. Maka dari itu, perlu dilakukan tindak lanjut berupa pemantauan pemeliharaan oral hygiene. Untuk kedepannya, Yayasan Tittari Surakarta dapat memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien SLE secara berkelanjutan terkait oral hygiene, seperti pentingnya kebiasaan menggosok gigi serta praktik menggosok gigi yang baik dan benar
Penerapan Teknologi Kompor Oli Bekas dan Minyak Jelantah pada UMKM Tanaya di Kelurahan Sepinggan
Used oil stove is one of the appropriate technologies that utilizes waste oil and cooking oil. In order to help MSMEs in Sepinggan Village, the B1A KKN XVI group of Balikpapan University designed a used oil stove work program. The purpose of the application of used oil and cooking oil stove technology is to help MSMEs to save expenses and utilize existing waste so as to obtain maximum profit with minimal production costs. In the application of used oil and cooking oil stove technology, there are two stages, namely: the preparation stage and the implementation stage. This work program produces appropriate technology that can increase the production of Tanaya MSMEs in Sepinggan Village so that it can increase income turnover and reduce fuel expenses because the potential of Tanaya MSMEs is very good to increase the value of the community's economic income.Kompor oli bekas merupakan salah satu teknologi tepat guna yang memanfaatkan limbah oli bekas dan minyak jelantah. Guna membantu UMKM di Kelurahan Sepinggan, kelompok B1A KKN XVI Universitas Balikpapan merancang program kerja kompor oli bekas. Tujuan dari penerapan teknologi kompor oli bekas dan minyak jelantah yaitu membantu UMKM untuk menghemat pengeluaran dan memanfaatkan limbah yang ada sehingga didapat laba yang maksimal dengan biaya produksi yang minimal. Dalam penerapan teknologi kompor oli bekas dan minyak jelantah ini ada dua tahapan, yaitu: tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Program kerja ini menghasilkan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan produksi dari UMKM Tanaya yang ada di Kelurahan Sepinggan sehingga dapat menambah omzet pendapatan dan menekan pengeluaran bahan bakar dikarenakan potensi dari UMKM Tanaya sangat bagus untuk meningkatkan nilai pendapatan ekonomi masyarakat
Penerapan Teknologi Steam Bending Untuk Efisensi Bahan Baku Kayu IDesign Furniture di Desa Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara
Jepara Regency is a famous city of carving and furniture industries. One player of this industries is MSMEs IDesign Furniture located in Bawu village, Batealit subdistrict as our partner in this community service activity which Nova Elisyana as the owner since 2017 and curved chairs also tables as their products. The large market demand for curved chair products can cause problems in aspects of the production process such as: 1) increasingly scarce raw materials and rising prices, 2) Wrong techniques in curving wood resulting in production failures, 3) lack of communication between buyers and furniture owner, in marketing aspect makeshift promotional media with product displays in the showroom. Therefore, the aim of this community service is training in wood bending technical skills using steam bending technology so more efficiently in using raw material while producing curved chairs, for marketing aspect providing digital marketing training as a more effective promotional medium. The results are 1) increasing technical skills wood bending with steam bending technology on produce curved chairs for IDesign Furniture in particular and training participants in general, 2) increasing skills in selecting types of wood as the raw material for curved chairs, 3) Draft design drawing Redesigning the Layout of Production Facilities on the factory floor and machines, 4) for marketing aspect the results are one website and Instagram optimization, 5) improving the maintenance of the IDesign Furniture website.Kabupaten Jepara terkenal sebagai industri ukir dan furnitur. Salah satunya di desa Bawu Kecamatan Batealit kabupaten Jepara mitra dalam kegiatan pengabdian ini yaitu IDesign Furniture yang didirikan Nova Elisyana pada tahun 2017, produk yang dihasilkan adalah kursi lengkung dan meja. Banyaknya permintaan pasar untuk produk kursi lengkung dapat menimbulkan permasalahan pada aspek proses produksi seperti: 1) bahan baku yang semakin langka dan kenaikan harga, 2) Salah teknik dalam melengkungkan kayu mengakibatkan gagal produksi, 3) kurangya komunikasi antara pembeli dengan pemilik mebel. Kemudian pada aspek pemasaran, media promosi yang seadanya dengan display poduk di showroom. Oleh karena, itu tujuan pengabdian ini adalah pelatihan keterampilan teknik wood bending dengan teknologi steam bending agar produksi kursi lengkung lebih efisien penggunaan bahan bakunya. Adapun untuk aspek pemasaran memberikan pelatihan digital marketing sebagai media promosi yang lebih efektif. Hasil pengabdian ini adalah 1) meningkatnya ketrampilan teknik wood bending dengan teknologi steam bending proses produksi kayu lengkung UMKM IDesign Furniture khususnya dan UMKM peserta pelatihan umumnya, 2) peningkatan keterampilan pemilihan jenis kayu bahan baku kursi lengkung, 3) Draft usulan Redesain Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi pada lantai pabrik, mesin-mesin dalam bentuk gambar desain, 4) pada aspek pemasaran hasil yang didapatkan yaitu 1 website dan pengoptimalan media sosial instargram, 5) peningkatan pengelolaan website media promosi IDesign Furniture
Gerakan Aksi Nyata Program “Ayo, Tanam Seledri Sebagai Bentuk Pencegahan Hipertensi!” di Desa Kluncing, Licin, Banyuwangi
Hypertension is a significant health issue in Indonesia, with a growing prevalence. Some individuals still lack attention and support for hypertension prevention. The “Let's Plant Celery for Hypertension Prevention” movement in Kluncing Village aims to address this problem. The purpose of this program is to empower the community to plant celery as one of the plants that can prevent hypertension. The community service approach was employed, beginning with problem identification and priority determination, and concluding with program implementation. Socialization efforts were undertaken to educate the community about the benefits of celery and the process of planting it. Over 100 celery seedlings were distributed to the community and regularly monitored. Observations showed that celery growth reached its peak in the fifth week, with an average height of 4.39cm. During the sixth and seventh weeks, the celery continued to grow well, reaching an average height of 3.56cm and 3.39cm, respectively. By the end of the seventh week, the celery had reached maturity, with an average height of 27.20cm, indicating that the plant had fully matured. This program is a concrete step towards preventing hypertension and improving public health, with the active participation of the community. Sustainable practices in celery planting and consumption are expected to continue in Kluncing Village to obtain optimal health benefits in the prevention of hypertension.Hipertensi adalah permasalahan kesehatan yang serius di Indonesia, dengan prevalensi yang semakin meningkat. Masih terdapat masyarakat yang kurang perhatian dan dukungan untuk pencegahan penyakit hipertensi. Gerakan aksi “Ayo Tanam Seledri untuk Pencegahan Hipertensi” di Desa Kluncing diinisiasi untuk mengatasi masalah ini. Tujuan program ini yaitu pemberdayaan masyarakat untuk menanam seledri sebagai salah satu tanaman yang dapat mencegah hipertensi. Metode pengabdian masyarakat digunakan, dimulai dari identifikasi masalah, penentuan prioritas, hingga implementasi program. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pengetahuan mengenai manfaat seledri dan praktik menanamnya. Lebih dari 100 bibit seledri dibagikan kepada masyarakat, dengan monitoring yang dilakukan secara rutin. Hasil observasi pertumbuhan seledri mencapai puncak pada minggu kelima dengan tinggi rata-rata 4,39cm. Pada minggu keenam dan ketujuh, pertumbuhan tetap baik dengan tinggi rata-rata 3,56cm dan 3,39cm. Pada minggu ketujuh, seledri mencapai kedewasaan dengan tinggi rata-rata 27,20cm, menunjukkan kematangan tanaman. Dengan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, program ini menjadi langkah konkret dalam pencegahan hipertensi dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Diharapkan praktik berkelanjutan dalam penanaman dan konsumsi seledri akan terus dilakukan untuk memperoleh manfaat kesehatan yang optimal dalam pencegahan hipertensi di Desa Kluncing