Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Penerapan Siklus Akuntansi pada UMKM Bulir Padi Balikpapan

    Full text link
    Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in economic and social development. However, MSMEs face various challenges, including a lack of understanding of accounting and financial management. This community service initiative aims to empower MSMEs with the necessary knowledge and skills in accounting and financial management. Through this training, MSMEs can enhance their understanding of the importance of accounting in effectively managing their businesses. The activities are conducted in several stages, including needs analysis, material preparation, information dissemination, participant selection, pre-test implementation, training execution, and post-test implementation. The target of this community service program is the Bulir Padi MSMEs in South Balikpapan District. The results indicate that the training program has successfully increased participants' understanding significantly, which is expected to have a positive impact on the application of the accounting cycle in the daily operations of Bulir Padi MSMEs.UMKM memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Meskipun demikian, UMKM menghadapi berbagai tantangan, yaitu kurangnya pemahaman tentang akuntansi dan manajemen keuangan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam akuntansi dan manajemen keuangan. Melalui pelatihan ini, UMKM dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya akuntansi dalam mengelola bisnis mereka secara efektif. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahapan meliputi analisis kebutuhan, persiapan materi, penyebaran informasi, seleksi peserta, pelaksanaan pretest, pelaksanaan pelatihan, dan pelaksanaan posttest. Sasaran program pengabdian masyarakat ini adalah UMKM Bulir Padi di Kecamatan Balikpapan Selatan. Adapun hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa program pelatihan yang diberikan telah berhasil meningkatkan pemahaman peserta secara signifikan, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam penerapan siklus akuntansi dalam operasional sehari-hari UMKM Bulir Padi

    Pendampingan Perancangan Gudang Material dan Cutting pada Perusahaan Tas TIJ

    Full text link
    Top Intera Jaya (TIJ) is a company that focuses on designing and producing high-quality leather bags, wallets, and accessories. TIJ has a monthly production capacity of 50,000 pcs and plans to increase it to 100,000. The company needs better storage capacity and production floor to support this increase. This Community Service Program (CSP) aims to assist TIJ in redesigning the production floor into a raw material and cutting storage warehouse using the shared storage method. The shared storage method organizes warehouse space using the FIFO (First In First Out) principle, where the fastest delivered items are placed in the storage area closest to the exit. This CSP began by conducting interviews with resource persons, namely warehouse staff, to understand the needs of TIJ. After getting an initial overview, the team designed the training materials that TIJ needed. CSP was conducted on February 2, 2024, with the pre-test and post-test results showing an increase in participants' understanding of warehouse design from 33% to 67% and from the results of the training and mentoring, the team and management of TIJ agreed that the shared storage method with the FIFO principle is the best solution that will be implemented for warehouse layout efficiency at TIJ.PT Top Intera Jaya (TIJ) adalah perusahaan yang berfokus pada perancangan dan produksi tas, dompet, serta aksesoris kulit berkualitas tinggi. Saat ini, PT TIJ memiliki kapasitas produksi 50.000 pcs per bulan, dan berencana meningkatkannya menjadi 100.000 pcs per bulan. Untuk mendukung peningkatan ini, perusahaan membutuhkan kapasitas penyimpanan dan lantai produksi yang lebih baik. Tujuan dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada PT TIJ dalam proses merancang kembali lantai produksi menjadi gudang penyimpanan bahan baku dan cutting dengan menggunakan metode shared storage. Metode shared storage merupakan metode pengaturan ruang gudang dengan menggunakan prinsip FIFO (First In First Out) dimana barang yang paling cepat dikirim diletakkan pada area penyimpanan yang terdekat dengan pintu keluar. PkM ini diawali dengan melakukan wawancara kepada narasumber yaitu para staf gudang untuk memahami kebutuhan PT TIJ. Setelah mendapatkan gambaran awal, maka tim merancang materi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan PT TIJ. PkM dilakukan pada 2 Februari 2024, dengan hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang perancangan gudang dari 33% menjadi 67%. Dari hasil pelatihan dan pendampingan yang dilakukan, tim dan manajemen PT TIJ sepakat bahwa metode shared storage dengan prinsip FIFO adalah solusi terbaik yang akan diimplementasikan untuk efisiensi tata letak gudang pada PT TIJ

    Providing Authentic Assessments for SMPN 03 Lebong and MAN Rejang Lebong Teachers in Support of the Merdeka Curriculum Implementation

    Full text link
    All schools, both middle and high school levels, are preparing to implement the Merdeka Curriculum in the following year. Learning innovations in the Merdeka Curriculum must be accompanied by the ability to assess learning outcomes and processes appropriately. Assessments are no longer based on paper and pencil tests but must authentically assess student skills. Through authentic assessment as an alternative assessment, students are accustomed to carrying out work according to job demands, where tasks are designed to follow real-world replication. Authentic assessment has the potential to improve learning for students ready to work in the real world. The ability to design authentic assessments is provided in this activity through the I-CARE design at SMPN 03 Lebong and MAN Rejang Lebong. This activity was attended by 30 teachers from both schools. The results show that the majority of teachers can distinguish between diagnostic, formative, and summative assessment functions, besides being able to understand the types of authentic assessment and being able to design authentic assessments to support student-centered learning by the character of the Merdeka Curriculum

    Inovasi Media Pembelajaran: Pelatihan Pengembangan Virtual Reality untuk Meningkatkan Immersive Learning

    Full text link
    This community service activity aims to provide training in the development and use of Virtual Reality (VR) technology for social studies teachers at SMA Negeri 4 Madiun. The training includes the presentation of VR concepts, guidance on 360-degree image capture, and VR content development. The training method consists of four stages: assessment to analyze the needs of the partners, preparation to design the program according to the needs, implementation of the program as the core activity, and evaluation to gather feedback from the partners. The results of the community service show that the training activities align with the objectives of the community service and have a positive impact based on the difference in pre-test and post-test scores for each indicator: basic understanding of VR (2.19), understanding how to obtain 360-degree images (2.07), understanding how to develop VR (1.94), ability to develop VR-based learning media (2.26), experience using VR-based media (2.07), and confidence in using VR-based learning media (1.88). The integration of theoretical and practical sessions provided teachers with both knowledge and hands-on experience. This training activity is expected to continue sustainably, with the school providing adequate infrastructure and receiving evaluations from teachers and students on the effectiveness, efficiency, and relevance of VR in the learning process.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pengembangan dan penggunaan teknologi VR bagi guru bidang Sosial di SMA Negeri 4 Madiun. Pelatihan ini meliputi penyampaian materi tentang VR, pendampingan pengambilan gambar 360, dan pendampingan pengembangan VR. Metode pelatihan terdiri dari tahap asesmen untuk menganalisis kebutuhan mitra, tahap persiapan untuk mendesain program sesuai dengan kebutuhan mitra, tahap implementasi program sebagai kegiatan inti pengabdian kepada masyarakat, dan tahap evaluasi program untuk mengetahui umpan balik dari mitra. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan kegiatan pelatihan yang sesuai dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat, serta memberikan dampak positif berdasarkan selisih pretest dan posttest setiap indikator, yaitu pemahaman dasar tentang VR (2,19), pemahaman cara memperoleh gambar 360 (2,07), pemahaman cara mengembangkan VR (1,94), kemampuan mengembangkan media pembelajaran berbasis VR (2,26), pengalaman tentang menggunakan media berbasis VR (2,07), dan kepercayaan diri dalam menggunakan media pembelajaran berbasis VR (1,88). Integrasi antara sesi teori dan sesi praktik memberikan pengetahuan serta pengalaman secara langsung kepada guru. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat terlaksana secara berkelanjutan, penyediaan infrastruktur yang memadai dari pihak sekolah, serta evaluasi dari guru dan siswa tentang efektivitas, efisiensi, dan relevansi VR dalam proses pembelajaran

    Pelatihan Pendampingan Pastoral Usia Lanjut Bagi Asisten Imam di Paroki Santo Yohanes Pemandi Keuskupan Malang

    Full text link
    Elderly Catholics in Santo Yohanes Pemandi Parish of Malang Diocese are no longer able to celebrate Weekly Mass in church due to their physical limitations. As lay people, the elderly have the right to receive pastoral guidance to confirm their faith in their old age. The number of priest is only one person and serves more than 1500 parishioners, it is not possible for priest to provide pastoral guidance to one elderly person by one. Assistant priest is appointed by the Bishop of Malang Diocese to assist priestly duties in the Parish. Assistant priests have limited knowledge and skills to provide pastoral care to the elderly. A model of pastoral assistance and training is needed for them to be able to assist the priest's duties in pastoral guidance for the elderly. The pastoral guidance model is developed and assessed by competent validators. The training was conducted five times, each lasting 90 minutes on the Sunday after mass. The training model pattern includes material delivery, question and answer, discussion, conclusions, and role playing. Testimonials from assistant priests stated that the training they participated in enabled them to carry out pastoral guidance for elderly Catholics in their work areas.Umat Katolik di Paroki Santo Yohanes Pemandi Keuskupan Malang yang telah berusia lanjut tidak lagi dapat merayakan Misa Mingguan di gereja karena keterbatasan fisik mereka. Sebagai umat, lansia memiliki hak untuk mendapatkan pendampingan pastoral untuk meneguhkan iman mereka di usia senjanya. Jumlah imam yang hanya satu orang dan melayani lebih dari 1500 umat di paroki, tidak memungkinkan bagi imam untuk melakukan pendampingan pastoral kepada satu per satu umat lansia. Asisten imam diangkat oleh Uskup Keuskupan Malang untuk membantu tugas imam di Paroki. Asisten imam memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan pendampingan pastoral kepada lanjut usia. Diperlukan model pendampingan pastoral beserta pelatihan bagi mereka agar dapat membantu tugas imam dalam pendampingan pastoral bagi umat yang berusia lanjut. Model pendampingan pastoral disusun dan dinilai oleh validator yang berkompeten. Pelatihan dilaksanakan dengan sebanyak lima kali, masing-masing berdurasi 90 menit pada hari minggu setelah misa. Pola model pelatihan meliputi penyampaian materi, tanya jawab dan diskusi, penarikan kesimpulan, dan role playing. Testimoni dari para asisten imam menyatakan bahwa pelatihan yang diikuti telah memampukan mereka untuk melaksanakan pendampingan pastoral bagi warga katolik lanjut usia di wilayah kerjanya.

    an Pendampingan Pembuatan Produk Inovasi Olahan Ikan Asin pada Kelompok Nelayan RT 48 Kelurahan Manggar

    No full text
    Innovation Development (PI) is an activity dedicated by STIE Madani Balikpapan students to Micro Small and Medium Enterprise (MSME) actors in one of the villages in Balikpapan city. The target of Micro Small and Medium Enterprises targeted by the group of 7 PI students of STIE Madani Balikpapan is the Fishermen Group in RT 48 Manggar Village, East Balikpapan District. The program was carried out with the cooperation of POKJA II Manggar Village, Family Welfare Empowerment Group and PT Pamapersada Nusantara Balikpapan. The objectives of Innovation Development activities are: 1) Helping with the processing of innovation products from salted fish; 2) Helping in the product packaging sticker design; 3) Helping in providing entrepreneurship knowledge through entrepreneurship seminar activities; and 4) Helping in the formation and inauguration of small micro enterprises groups and a new medium for the people of the RT 48 Fishery Group, Manggar Village. The result of Innovation Development in the RT 48 Manggar Village fishermen group is to form an MSME and produce an innovative product in the form of salted basreng fish, where salted fish is the catch of fishermen in RT 48 Manggar Village.Pengembangan Inovasi (PI) merupakan kegiatan pengabdian mahasiswa STIE Madani Balikpapan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di salah satu kelurahan yang ada di kota Balikpapan. Target sasaran UMKM yang dituju oleh kelompok 7 PI mahasiswa STIE Madani Balikpapan yaitu Kelompok Nelayan di RT 48 Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur. Program dilaksanakan dengan kerja sama POKJA II Kelurahan Manggar, Kelompok PKK dan PT Pamapersada Nusantara Balikpapan. Tujuan kegiatan Pengembangan Inovasi yaitu: 1) Membantu dalam pendampingan pengolahan produk inovasi dari ikan asin; 2) Membantu dalam pembuatan desain stiker kemasan produk; 3) Membantu dalam memberikan pengetahuan kewirausahaan melalui kegiatan seminar kewirausahaan; serta 4) Membantu dalam proses pembentukan dan peresmian kelompok UMKM baru bagi masyarakat Kelompok Nelayan RT 48 Kelurahan Manggar. Hasil dari Pengembangan Inovasi pada kelompok nelayan RT 48 Kelurahan Manggar adalah membentuk UMKM dan menghasilkan produk inovasi berupa basreng ikan asin, dimana ikan asin merupakan hasil tangkapan para nelayan di RT 48 Kelurahan Manggar

    Penguatan Praktik Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak (PMBA) Melalui Simulasi dan Demonstrasi Pemberian MP-ASI

    Full text link
    West Sulawesi Province is the highest province with stunting above the WHO cut-off (20%), where the incidence of stunting in West Sulawesi is 39.7%. One of the causes of growth and development disorders for babies and children aged 6 to 23 months in Indonesia is the low level of knowledge and practice of providing exclusive breastfeeding, the low quality of complementary feeding. This activity aimed to train and strengthen the practice of giving complementary foods to toddlers by simulating and demonstrating giving complementary foods in accordance with WHO standards. The methods used are counseling, simulation and demonstration of complementary feeding patterns. The target was 30 mothers of toddlers and 5 posyandu cadres. There was an increase in participants' knowledge from 60% to 97% and participants were able to demonstrate the practice of providing MP-ASI based on local food well. It is important to frequently refresh the pattern of giving complementary foods to mothers in groups so that mothers can share knowledge and support each other in practicing the right pattern of giving complementary foods.Provinsi Sulawesi Barat merupakan provinsi paling tinggi dari 34 provinsi dengan stunting di atas batasan WHO (20%), dimana kejadian stunting Sulawesi Barat sebesar 39,7%. Salah satu penyebab terjadinya gangguan tumbuh kembang bayi dan anak usia 6 sampai 23 bulan di Indonesia adalah rendahnya pengetahuan dan praktik pemberian ASI eksklusif, rendahnya mutu MP-ASI. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan menguatkan praktik pemberian MP-ASI kepada balita dengan cara simulasi dan demonstrasi pemberian MP-ASI yang sesuai standar WHO. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan, simulasi, dan demonstrasi pola pemberian MP-ASI. Sasaran kegiatan ini adalah 30 orang ibu balita dan 5 kader posyandu. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari 60% menjadi 97% dan peserta mampu mendemonstrasikan praktik pemberian MP-ASI berbasis pangan lokal dengan baik. Penting untuk sering memberikan penyegaran pola pemberian MP-ASI kepada ibu secara berkelompok sehingga para ibu dapat saling berbagi pengetahuan dan saling mendukung dalam mempraktikkan pola pemberian MP-ASI yang tepat

    Sosialisasi Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila di SD Negeri 004 Babulu

    Full text link
    Pancasila is the philosophy of the Indonesian nation which is a guideline for behavior designed in accordance with the culture of the Indonesian nation which has eastern customs. So it is important for Indonesian people to practice the values of Pancasila. Elementary school students' lack of knowledge about Pancasila and students' low awareness of implementing Pancasila values is the urgency of Pancasila as a state ideology. For this reason, the service team carries out socialization of Pancasila-based character education to elementary school students. The service method used is field observation and studying phenomena directly. This socialization is intended for students at SD Negeri 004 Babulu. In this activity the methods used are presentation of material, short discussion and documentation. This Pancasila-based character education socialization activity aims to develop students who have noble character, character and integrity in accordance with the values contained in Pancasila. The results obtained from this service are increasing students' knowledge about Pancasila, forming students' character based on Pancasila, instilling Pancasila values and making students aware of how to apply Pancasila in everyday life.Pancasila adalah falsafah bangsa Indonesia yang merupakan pedoman dalam berperilaku yang dirancang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia yang memiliki adat ketimuran. Sehingga penting bagi masyarakat Indonesia untuk mengamalkan nilai-nilai dari Pancasila. Minimnya pengetahuan siswa/i Sekolah Dasar terkait Pancasila serta rendahnya kesadaran mereka untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila merupakan urgensi Pancasila sebagai ideologi negara. Karena itu, tim pengabdian melaksanakan sosialisasi pendidikan karakter berbasis Pancasila kepada siswa/i Sekolah Dasar. Metode pengabdian yang dilakukan yaitu observasi lapangan dan mengkaji fenomena secara langsung. Pelaksanaan sosialisasi ini diperuntukkan kepada siswa/i di SD Negeri 004 Babulu. Pada kegiatan ini, metode yang digunakan yaitu pemaparan materi, diskusi singkat, serta dokumentasi. Kegiatan sosialisasi pendidikan karakter berbasis Pancasila ini bertujuan untuk membangun siswa/i yang berakhlak mulia, bermoral, berintegritas yang sesuai dengan nilai-nilai yang tertuang di dalam Pancasila. Hasil yang didapatkan dari pengabdian ini yaitu menambah pengetahuan siswa/i tentang Pancasila, membentuk karakter siswa/i yang berlandaskan Pancasila, menanamkan nilai-nilai Pancasila serta menyadarkan siswa/i untuk mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

    Penyuluhan Pencegahan Demam Dengue dan Pelatihan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di Desa Seri Kembang III Ogan Ilir

    Full text link
    Cases of Dengue Fever (DF) increased in Seri Kembang III Village, and a child died with three childreen hospitalized at the Regional Hospital in Ogan Ilir Regency. The government increase awareness by increasing public knowledge and skills by collaborating with academia. Students of the Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Community Service Program (KKN) collaborated with Faculty of Medicine UMP to performed counseling activities and training for larva monitoring (Jumantik). Activities include counseling and evaluating the level of community knowledge through pretest and posttest. The training includes skills to identify mosquito larvae, which was followed by checking the homes of people affected. by DD to educate and find out the breeding habitat for Aedes aegypti mosquito larvae in the environment around residential areas. The participants' knowledge showed an increase regarding the symptoms, causes, prevention and role of jumantik as seen from the development of the pretest posttest results which increased significantly and the enthusiasm shown by the participants in the question and answer session with the resource person. It is hoped that activities like this can be carried out again by KKN students to provide education to local village residents and help residents increase awareness of the transmission of dengue fever (DHF).Kasus Demam Dengue (DD) meningkat di Desa Seri Kembang III dengan satu orang anak meninggal dunia dan tiga orang dirawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Ogan Ilir. Pemerintah meningkatkan kewaspadaan dengan cara mengadakan kegiatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dengan berkolaborasi kepada akademia. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UMP mengadakan kegiatan penyuluhan DD dan pelatihan Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kegiatan berupa penyuluhan serta evaluasi tingkat pengetahuan masyarakat melalui pretest dan posttest. Kegiatan selanjutnya berupa pelatihan keterampilan mengetahui jentik nyamuk, yang dilanjutkan dengan pengecekan ke rumah masyarakat terkena DD untuk mengedukasi dan mengetahui habitat perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungan sekitar pemukiman. Selesai kegiatan, diketahui pengetahuan masyarakat meningkat terkait gejala, penyebab, pencegahan dan peranan jumantik. Keterampilan peserta terkait habitat jentik nyamuk telah bertambah. Kegiatan seperti ini bermanfaat terkait pencegahan terhadap penularan DD

    Penyuluhan dan Sosialisasi Hukum: Gratifikasi Dalam Perspektif Hukum di SMA Swasta APIPSU Medan

    Full text link
    Legal counseling and socialization activities for APIPSU Medan High School students are gratification from a legal perspective. This exercise aims to educate pupils about the law and inspire them to take part in forming moral character and abstaining from immoral behaviour. To achieve this goal, in addition, it called on the Indonesian government to take firmer measures to reduce the level of corruption. To accomplish this task, the resulting material on corruption crimes is presented. Next, students talk and ask questions to the speaker. In general, the purpose of this extension is to identify two things intended to determine the level of understanding and sensitivity of students to law enforcement in handling gratuities that occur in their surrounding environment and point out other options that researchers use to increase students' awareness and understanding of law enforcement in handling gratuities around them. This activity goes well, anti-corruption learning can help students develop good and honest character. Although the country's economy is not directly affected by anti-corruption education, a sustainable one can lower the level of corruption in the Indonesian government and society.Kegiatan penyuluhan dan sosialisasi hukum untuk siswa SMA APIPSU Medan adalah gratifikasi dari perspektif hukum. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi tahu siswa tentang hukum dan memotivasi mereka untuk berpartisipasi dalam membangun kepribadian yang baik dan menghindari perbuatan korupsi. Untuk mencapai tujuan tersebut, selain itu, meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah yang lebih tegas untuk mengurangi tingkat korupsi. Untuk menyelesaikan tugas ini, materi yang dihasilkan tentang tindak pidana korupsi dipaparkan. Selanjutnya, siswa berbicara dan bertanya kepada pemateri. Secara umum, tujuan penyuluhan ini adalah untuk mengidentifikasi dua hal dimaksudkan untuk menentukan tingkat pemahaman dan sensitivitas siswa terhadap penegakan hukum dalam menangani gratifikasi yang terjadi di lingkungan sekitar mereka dan menunjukkan pilihan lain yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang penegakan hukum dalam menangani gratifikasi di sekitar mereka. Kegiatan ini berjalan dengan baik, pembelajaran antikorupsi dapat membantu siswa mengembangkan karakter yang baik dan jujur. Meskipun ekonomi negara tidak secara langsung dipengaruhi oleh pendidikan antikorupsi, yang berkelanjutan dapat menurunkan tingkat korupsi di pemerintah dan masyarakat Indonesia

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇