Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Pendampingan Identifikasi Kecacatan Kualitas Produk Melalui Review Pelanggan di E-commerce

    Full text link
    E-commerce has been proven to be able to increase product sales. PT TIJ utilized e-commerce well and increased women's bag product sales. During 2023, PT TIJ will be able to triple bag production and online sales through several e-commerce sites. Various problems are also encountered as production capacity increases, especially regarding returned customer products. Customers receive products with product defects in bags purchased via e-commerce. This defect can occur due to the shipping or production processes. Customer review data contains many product defect data that PT TIJ has not analyzed. This data is widely accessible to competitors. This community service assists in identifying product defects through customer review data in e-commerce. Apart from that, how should communication between departments be carried out? The mentoring participants comprised 14 employees and represented each of the Production, Quality Control, and Marketing departments. The findings of PT TIJ's customer review analysis can identify product defects in ratings 1-3 with the most reviews. Apart from that, Shopee e-commerce is the main priority for defect identification data because it has the highest number of product assessments compared to other platforms. After the mentoring was carried out, there was an increase in participants' understanding of product quality management. However, in the future, the program needs to be carried out more intensively and adapted to the participant's job description.E-commerce terbukti mampu meningkatkan penjualan produk. PT TIJ memanfaatkan e-commerce dengan sangat baik dan mampu menaikkan penjualan produk tas wanita. Selama tahun 2023, PT TIJ mampu meningkatkan sampai tiga kali lipat produksi tas dan penjualan online melalui beberapa e-commerce. Seiring dengan meningkatnya kapasitas produksi, berbagai masalah juga ditemui terutama terkait produk retur dari pelanggan. Pelanggan menerima produk dengan kecacatan produk pada tas yang dibeli melalui e-commerce. Kecacatan ini dapat terjadi akibat proses pengiriman atau saat proses produksi. Data review pelanggan banyak mengandung data kecacatan produk yang belum dianalisis oleh PT TIJ. Data ini dapat diakses secara luas oleh pesaing. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memberikan pendampingan identifikasi kecacatan produk melalui data review pelanggan di e-commerce. Selain itu, bagaimana seharusnya komunikasi antardepartemen dilakukan. Peserta pendampingan terdiri dari 14 karyawan dan mewakili masing-maisng departemen Produksi, Quality Control, dan Pemasaran. Temuan analisis ulasan pelanggan PT TIJ dapat melakukan identifikasi kecacatan produk pada penilaian rating 1-3 yang paling banyak memiliki ulasan. Selain itu, e-commerce Shopee menjadi prioritas utama data identifikasi kecacatan karena memiliki jumlah penilaian produk terbanyak dibanding platform yang lain. Setelah pendampingan dilakukan, terdapat peningkatan pemahaman peserta terhadap manajemen kualitas produk. Namun ke depannya program perlu dilakukan lebih intensif dan disesuaikan dengan jobdesk peserta

    Ecobricks Sebagai Edukasi Pengolahan dan Pemanfaatan Sampah Plastik untuk Siswa/i Sekolah Dasar

    Full text link
    Plastic waste is a significant global environmental issue with negative impacts on soil, water, air, and human health. Difficult to decompose, plastic accounts for about 15% of total domestic waste, and this issue is particularly acute in Bancer Village, Ngraho District, Bojonegoro Regency, which faces environmental pollution from plastic waste associated with schoolchildren's snacks. This community services aims to address the issue of plastic waste management in the village through an educational and practical ecobrick-making program involving students of SDN 1 Bancer. The program was conducted in two stages: first, a socialization effort on the classification of organic and inorganic waste to enhance students' awareness of the impact of plastic waste and the importance of waste segregation; second, a training session on creating ecobricks from plastic waste to demonstrate practical recycling applications. Results showed a significant improvement in students' understanding of waste classification, with 90% of students able to classify waste correctly after the socialization. The ecobrick-making training also provided practical skills for converting plastic waste into useful materials. This program positively contributes to waste management in Desa Bancer and has the potential to serve as a model for other communities. The awareness and skills developed are expected to bring significant improvements to environmental quality and promote sustainable waste management practices in the future.Sampah plastik merupakan salah satu masalah lingkungan global yang signifikan yang membawa dampak negatif terhadap tanah, air, udara, dan kesehatan manusia. Plastik yang sulit terurai menyumbang sekitar 15% dari total sampah domestik, dan masalah ini semakin terasa di Desa Bancer, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, yang menghadapi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dari jajanan anak-anak sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi isu pengelolaan sampah plastik di desa tersebut melalui program edukasi dan praktik pembuatan ecobricks yang melibatkan siswa/i SDN 1 Bancer. Program ini dilaksanakan dalam dua tahap: pertama, sosialisasi mengenai penggolongan sampah organik dan anorganik untuk meningkatkan kesadaran siswa/i tentang dampak sampah plastik dan pentingnya pemisahan sampah; kedua, pelatihan pembuatan ecobricks dari sampah plastik untuk menunjukkan aplikasi praktis daur ulang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa/i mengenai klasifikasi sampah, dengan 90% siswa/i mampu mengklasifikasikan sampah dengan benar setelah sosialisasi. Pelatihan pembuatan ecobricks juga memberikan keterampilan praktis dalam mengolah sampah plastik menjadi bahan yang bermanfaat. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan sampah di Desa Bancer dan berpotensi menjadi model bagi komunitas lain. Kesadaran dan keterampilan yang dikembangkan diharapkan dapat membawa perubahan signifikan terhadap kualitas lingkungan dan mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan di masa depan

    Strategi Percepatan Penurunan Angka Stunting Melalui Pendampingan Terpadu di Kelurahan Kademangan Kota Probolinggo

    Full text link
    Kademangan District, Probolinggo City, East Java has a fairly high stunting rate, reaching 33.4% in 2020. This condition is caused by various factors, such as poverty, less than optimal parenting practices, and limited access to health services. To accelerate the reduction in stunting rates in this area, the Probolinggo City government has implemented various interventions, including programs providing additional food,nutrition education, and increasing access to health services. However, more comprehensive and sustainable efforts are still needed to address the problem of stunting effectively.  This community service aims to increase the knowledge and skills of the community in Kademangan District in implementing good parenting and nutritional practices to prevent stunting in children. The methods used include counseling, providing additional food, as well as ongoing assistance and monitoring. The results of the activity show an increase in mothers' knowledge and practice in feeding, health care and stimulating children's growth and development. Apart from that, there has been a decrease in the prevalence of stunting in the target areas. It is hoped that this effort can become a model for comprehensive and sustainable stunting interventions in the future.Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur memiliki angka stunting yang cukup tinggi, mencapai 33,4% pada tahun 2020. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kemiskinan, praktik pengasuhan yang kurang optimal, serta akses terhadap pelayanan kesehatan yang terbatas. Untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayah ini, pemerintah Kota Probolinggo telah menerapkan berbagai intervensi, termasuk program pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan peningkatan akses pelayanan kesehatan. Namun, masih diperlukan upaya yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan stunting secara efektif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Kecamatan Kademangan dalam menerapkan pola asuh dan praktik gizi yang baik untuk mencegah stunting pada anak-anak. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemberian makanan tambahan, serta pendampingan dan monitoring berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan praktik ibu dalam pemberian makan, perawatan kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang anak. Selain itu, terjadi penurunan prevalensi stunting di wilayah sasaran. Upaya ini diharapkan dapat menjadi model bagi intervensi stunting yang komprehensif dan berkelanjutan di masa depan

    Perbaikan Instalasi Air Bersih Gedung Sekretariat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Telaga Sari

    Full text link
    The community service activity in this article discusses efforts to improve clean water installation in the secretariat building of a community empowerment institution to enhance efficiency and service quality. Adequate clean water installation is crucial to support community empowerment activities but is often overlooked. Through infrastructure improvement and enhancement, this community services provides concrete solutions to address clean water supply issues in the secretariat building of the institution. The improvement method involves a comprehensive evaluation of the water pipe installation system, selection of HDPE pipe types, and appropriate implementation methods to minimize the potential for leaks. The application of this solution is expected to increase the availability and continuity of clean water, reduce maintenance burdens, and enhance water usage efficiency. The community service activity indicate that improving clean water installation in institutional buildings significantly enhances service quality and positively impacts the sustainability of community empowerment activities. These efforts align with sustainable development principles and can serve as a model for similar institutions to enhance basic infrastructure supporting community empowerment missions.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa perbaikan instalasi air bersih di gedung sekretariat lembaga pemberdayaan masyarakat bertujuan meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Instalasi air bersih yang baik sangat krusial untuk mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat, namun seringkali diabaikan. Melalui perbaikan dan peningkatan infrastruktur, pengabdian ini memberikan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan suplai air bersih di gedung sekretariat lembaga tersebut. Metode perbaikan melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem instalasi pipa air, pemilihan tipe pipa air jenis HDPE, serta metode pelaksanaan yang tepat sehingga potensi kebocoran dapat diminimalisir. Penerapan solusi ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan dan kontinuitas air bersih, mengurangi beban pemeliharaan, dan meningkatkan efisiensi penggunaan air. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa perbaikan instalasi air bersih gedung secara signifikan meningkatkan kualitas layanan dan memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan kegiatan lembaga pemberdayaan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan dapat dijadikan sebagai model bagi lembaga sejenis untuk meningkatkan infrastruktur dasar yang mendukung misi pemberdayaan masyarakat

    Peningkatan Minat Bakat Robot pada Siswa SMP/MTs di Kelurahan Tanjung Harapan, Samboja Timur, Kutai Kartanegara

    Full text link
    Technology is always developing every year. In the technological development of Industrial Revolution 4.0, human work is almost dominated by automation systems, artificial intelligence, and the Internet of Things (IoT). The basis for the application of these three types of technology is robot technology that can move in simple or complex ways. The results Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) meeting showed a decrease in interest in new engineering students in 2020 by 2.3%. This has an impact on human resources who do not understand technology which is constantly changing so that it can affect the use of domestic technologyThe method of delivering material, discussion and direct testing of tools is used to increase demand related to electricity and robots in the form of training activities. This training is targeted at SMP/MTs students because at this level students develop their knowledge and curiosity. After the training was carried out, there was an increase in students' understanding and interest by 45%.Teknologi untuk mempermudah pekerjaan manusia selalu berkembang setiap tahunnya. Pada perkembangan teknologi Revolusi Indistri 4.0, pekerjaan manusia hampir didominasi dengan sistem automasi, kecerdasan buatan, dan Internet of Thing (IoT). Dasar dari penerapan ketiga jenis teknologi tersebut terdapat pada teknologi robot yang dapat bergerak secara sederhana maupun kompleks. Hasil rapat Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) menunjukkan penurunan peminatan mahasiswa baru teknik pada tahun 2020 sebesar 2,3%. Hal ini berdampak pada sumber daya manusia yang kurang memahami teknologi yang terus berubah sehingga dapat mempengaruhi penggunaan teknologi dalam negeri. Metode pemberian materi, diskusi, dan pengujian langsung alat digunakan untuk peningkatan minat terkait elektro dan robot dalam bentuk kegiatan pelatihan. Pelatihan ini ditargetkan ke siswa dan siswi SMP/MTs karena pada jenjang ini siswa mengembangkan pengetahuan dan rasa ingin tahunya. Setelah pelatihan dilakukan, terdapat kenaikan pemahan dan peminatan siswa dan siswi sebesar 45%

    Penyuluhan CTPS Kepada Siswa/i SDN 013 di Makroman Kelurahan Sindang Sari

    Full text link
    Hansd washing with Soap (CTPS) is considered the most fundamental method in preventing the spread of communicable diseases, with an effectiveness rate of 80% in addressing common infections and 45% in preventing more serious diseases. Proper hand washing can prevent various illnesses such as diarrhea, acute respiratory infections, hepatitis, typhoid, and bird flu, which often lead to fatalities in the community, especially among children. This community service aims to enhance the knowledge of fourth-grade students at SDN 013 Makroman Sindang Sari Subdistrict, Samarinda City, through the promotion of Hand washing with Soap (CTPS). The community service method employed includes demonstration-based education and measurement using the One Group Pre-test and Post-test design. The activities are conducted directly, delivered informally to the students of fourth-grade classes at SDN 013 Makroman. The results show an improvement in knowledge among students in classes IV-A and IV-B regarding CTPS behavior. The mean pre-test scores of 41.82 and 44.00 increased to 73.64 and 81.60, respectively. The (2-tailed) significance level < 0.05 indicates a significant difference between knowledge before and after the education. It is expected that the school authorities can periodically promote awareness, and families can monitor the continuity of students in adopting proper handwashing as a daily habit in accordance with the steps of CTPS.Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dianggap sebagai metode mendasar yang paling penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular dengan tingkat efektivitas sebesar 80% dalam mengatasi infeksi umum dan 45% untuk mencegah penyakit yang lebih serius. Mencuci tangan dengan benar dapat menghindari berbagai penyakit seperti Diare dan ISPA, Hepatitis, Thypus, dan Flu Burung dimana penyakit tersebut sering menyebabkan kematian pada masyarakat terutama anak-anak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi kelas IV SDN 013 di Makroman Kelurahan Sindang Sari Kota Samarinda melalui penyuluhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Metode pengabdian yang digunakan adalah penyuluhan secara demonstrasi dan pengukuran menggunakan rancangan One group Pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan secara langsung yang disampaikan secara informal kepada siswa/i kelas IV SDN 013 Makroman. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan pada siswa/i kelas IV-A & IV-B tentang perilaku CTPS yang dapat diliat dari nilai mean pretest 41.82 & 44.00 meningkat menjadi 73.64 & 81.60 dengan melihat (2-tailed) < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum penyuluhan dengan pengetahuan sesudah penyuluhan. Diharapkan pihak sekolah mampu menyosialisasikan secara berkala dan keluarga dapat memantau keberlanjutan siswa/i dalam membiasakan diri untuk cuci tangan dengan baik dan benar sesuai langkah-langkah CTPS dengan tujuan menjadi kebiasaan sehari-hari

    Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Sebagai Perencanaan KB Pascasalin dalam Kelas Ibu Hamil

    Full text link
    Knowledge and implementation of the use of contraceptive methods, especially Long-Term Contraceptive Methods (LTCM), is currently still low. In fact, LTCM has several advantages such as a high level of effectiveness, low failure rate, fewer complications or side effects experienced by clients when compared to other contraceptive methods. Pregnant women's classes can be a forum for good socialization of LTCM for planning the use of postpartum contraception. This community service aims to increase public knowledge about LTCM so that it can increase the use of LTCM in the community. The method used in implementing this community service is counseling about LTCM using leaflets and educational videos. The conclusion obtained was that there was an increase in knowledge about LTCM from 75% to 91% and of the 15 participants there were 5 participants who planned to use IUDs and implants as contraception options after postpartum. The hope is that midwives will actively play a role in every counseling exercise for the community so that the community's desire and interest in using long-term contraceptives increasesPengetahuan dan implementasi penggunaan metode kontrasepsi khususnya Metode  Kontrasepsi Jangka  Panjang  (MKJP) saat ini masih rendah. Padahal MKJP mmpunyai beberapa kelebihan seperti tingkat keefektifan yang tinggi, tingkat kegagalan yang rendah, komplikasi ataupun efek samping yang dialami klien yang lebih sedikit apabila dibandingkan dengan metode kontrasepsi yang lain. Kelas ibu hamil dapat menjadi wadah tersosialisasinya MKJP dengan baik untuk perencanaan penggunaan kontrasepsi pascasalin. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang MKJP sehingga dapat  meningkatkan penggunaan MKJP  pada masyarakat. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan tentang MKJP menggunakan media leaflet dan video edukasi. Adapun kesimpulan yang diperoleh adalah terjadinya peningkatan pengetahuan tentang MKJP dari 75% menjadi 91% dan dari 15 peserta terdapat 5 peserta rencana mengunakan IUD dan Implan sebagai pilihan alat kontasepsi setelah pascasalin. Harapannya adalah bidan aktif berperan dalam setiap pelaksanaan konseling kepada masyarakat agar meningkatnya keinginan dan minat masyarakat dalam penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang

    Program Skrining Keliling Tekanan Darah Sebagai Langkah Awal Deteksi Dini Hipertensi di Dusun Badengan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi

    Full text link
    Hypertension is one of the most prevalent NCDs. The importance of controlling NCDs is due to the high incidence and mortality rates. NCD control is better with early prevention, especially in Kluncing Village, Licin District, Banyuwangi.. One of the early prevention is the existence of the Blood Pressure Mobile Screening Program as an Early Step for Early Detection of Hypertension in Badengan Hamlet, Kluncing Village, Licin District, Banyuwangi. The goal of this program is to focus on early detection of hypertension and enable earlier identification of cases. Early detection is crucial to prevent serious complications that can arise from hypertension, such as heart disease and stroke. In addition, by bringing screening services closer to the community, this program can improve the accessibility of health services. The method of implementation begins with program planning, problem identification, priority determination, causes of problems, alternative solutions, preparation of a proposed plan to plan implementation. This program is implemented through door to door screening using blood pressure and education about hypertension, as well as involving the Licin Health Center in handling people with hypertension. Based on the results of blood pressure measurements, 91 people (28%) had normal blood pressure, 153 people (46.5%) had prehypertension, 60 people (18%) had grade 1 hypertension, and 25 people (7.5%) had grade 2 hypertension. In its implementation, the performance indicator has reached the target of 52.55% or 329 community members who were screened for hypertension by measuring blood pressure. This shows that the hypertension screening program is running effectively and achieving its goal of detecting hypertension in the community.Hipertensi adalah salah satu PTM yang paling banyak terjadi. Pentingnya pengendalian PTM karena tingkat kejadian dan kematian yang tinggi. Pengendalian PTM menjadi lebih baik dengan pencegahan dini, terutama di Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Salah satu pencegahan secara dini yaitu dengan adanya Program Skrining Keliling Tekanan Darah Sebagai Langkah Awal Deteksi Dini Hipertensi di Dusun Badengan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi. Tujuan program ini adalah memfokuskan pada deteksi dini hipertensi dan memungkinkan identifikasi kasus-kasus secara lebih awal. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius yang dapat timbul akibat hipertensi, seperti penyakit jantung dan stroke. Selain itu, dengan mendekatkan layanan skrining ke masyarakat, program ini dapat meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Metode pelaksanaannya dimulai dengan perencanaan program, identifikasi masalah, penentuan prioritas, penyebab masalah, alternatif solusi, penyusunan rencana usulan hingga implementasi rencana. Program ini dilaksanakan melalui skrining door to door dengan menggunakan tensi dan edukasi tentang hipertensi, serta melibatkan pihak Puskesmas Licin dalam penanganan penderita hipertensi. Berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah didapatkan masyarakat dengan tekanan darah normal sebanyak 91 orang (28%), sebagian besar masyarakat mengalami prehipertensi sebanyak 153 orang (46,5%), hipertensi grade 1 sebanyak 60 orang (18%), dan sebagian kecil masyarakat mengalami hipertensi grade 2 yaitu sebanyak 25 orang (7,5%). Dalam pelaksanaannya, indikator kinerja telah mencapai target yaitu sebanyak 52,55% atau 329 jiwa masyarakat yang dilakukan skrining hipertensi dengan pengukuran tekanan darah. Hal ini menunjukkan bahwa program skrining hipertensi berjalan dengan efektif dan mencapai tujuannya untuk mendeteksi hipertensi pada masyarakat

    Pemasangan Sistem Otomatis pada Lampu Berbasis Sensor Cahaya (Photocell) di Wilayah RT 17 Kelurahan Sepinggan

    Full text link
    As public facilities develop, technological advances in the electrical system are also inevitable. These developments need to be followed up to increase work efficiency in society and optimize devices in public spaces. Especially in the RT 17 area, Sepinggan Village, the lighting facilities at the Tahfidz Adz Dzikru school are still working or operated manually. The automatic lighting is made to avoid excessive energy waste when local authorities forget to operate the lights on time. Failure to turn off the lights is a form of energy waste. Therefore, it is necessary to create a system that can operate the lights automatically. Installing lights with automatic Photocell switches is a solution to make it easier for the Tahfidz Adz Dzikru school to operate lights that can turn on or off without having to operate them manually and of course can reduce excessive energy waste. Based on the results of consolidation with partners, this service activity is focused on modifying the terrace lights at Adz Dzikru Elementary School by adding photocell technology so that the operation of the lights can take place automatically. Apart from that, knowledge and skills in photocell installation were also transferred to several residents in order to anticipate future obstacles and developments. The results of the activities carried out were the installation of photocell technology at 2 light points on the terrace of the Tahfidz Adz Dzikru School and an increase in partners' knowledge and skills related to photocell technology.Seiring berkembangnya fasilitas umum, kemajuan teknologi pada sistem kelistrikan juga tidak bisa dihindari. Perkembangan tersebut perlu ditindaklanjuti untuk meningkatkan efisiensi kerja di masyarakat dan mengoptimalkan perangkat di ruang publik. Khususnya di wilayah RT 17, Kelurahan Sepinggan, fasilitas penerangan pada sekolah Tahfidz Adz Dzikru  masih berkerja atau dioperasikan secara manual. Pembuatan lampu otomatis bertujan untuk menghindari adanya pemborosan energi yang berlebihan ketika pihak setempat lupa mengoperasikan lampu sesuai waktunya. Kelalaian mematikan lampu merupakan salah satu bentuk pemborosan energi. Oleh karena itu perlu dibuat sistem yang dapat mengoperasikan lampu secara otomatis. Instalasi lampu dengan saklar otomatis Photocell ini ialah solusi untuk bisa memudahkan pihak sekolah Tahfidz Adz Dzikru dalam pengoperasian lampu yang dapat menyala atau mati tanpa harus ada yang mengoperasikan secara manual dan juga tentunya dapat mengurangi pemborosan energi secara berlebihan. Berdasarkan hasil konsolidasi dengan mitra, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada modifikasi lampu teras di Sekolah Dasar Adz Dzikru dengan menambahkan teknologi photocell sehingga pengoperasian lampu tersebut dapat berlangsung secara otomatis. Di samping itu, dilakukan juga transfer pengetahuan dan keterampilan instalasi photocell pada beberapa warga guna mengantisipasi adanya kendala dan pengembangan di masa akan datang. Hasil kegiatan yang dilakukan yaitu terpasangnya teknologi photocell di 2 titik lampu pada teras Sekolah Tahfidz Adz Dzikru dan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra terkait dengan teknologi photocell

    Membangun Komunitas Desa Bersih Melalui Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk Mengurangi Penyebaran Penyakit di Desa Berembang

    Full text link
    Berembang Village, Muara Jambi District, exhibits vulnerability to disease spread due to substandard sanitation. The prevalent use of latrines, constructed and utilized extensively by the local community, particularly by residents near the Batanghari River, highlights this issue. Based on situational analysis, this community service aims to enhance awareness and availability of sanitation, specifically adequate latrines or toilets, and to develop a policy for Community-Based Total Sanitation (CBTS). To achieve these objectives, several strategies are employed: awareness campaigns about proper sanitation, provision of squat toilets to the less fortunate, and support in policy-making for sanitation program implementation. The outcomes of this community service include: (1) improved understanding of clean living practices through awareness campaigns, (2) distribution of seated toilets to the needy who lack such facilities, and; (3) drafting policies for the implementation of sanitation programs. Through this community service, it is hoped that the residents of Berembang Village will experience improvements in, and maintenance of, sanitation, and serve as a role model for other villages in addressing sanitation and public health challenges.Desa Berembang, Kabupaten Muara Jambi, menunjukkan kerentanan terhadap penyebaran penyakit akibat sanitasi yang kurang baik. Penggunaan jamban yang masih banyak dibangun dan digunakan oleh masyarakat setempat, terutama oleh penduduk yang tinggal di sekitar Sungai Batanghari, menjadi sorotan utama dalam masalah ini. Berdasarkan analisis situasi, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan ketersediaan sanitasi, khususnya jamban yang layak, serta mengembangkan kebijakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa strategi yang dilakukan adalah kampanye kesadaran tentang sanitasi yang layak, penyediaan jamban jongkok untuk masyarakat kurang mampu, dan dukungan dalam pembuatan kebijakan untuk pelaksanaan program sanitasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini meliputi: (1) peningkatan pemahaman tentang praktik hidup bersih melalui kampanye penyadaran, (2) distribusi toilet jongkok kepada masyarakat yang kurang mampu dan tidak memiliki fasilitas tersebut, dan (3) penyusunan kebijakan untuk pelaksanaan program sanitasi. Melalui pengabdian masyarakat ini, diharapkan masyarakat Desa Berembang dapat mengalami peningkatan dan pemeliharaan sanitasi, serta menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengatasi tantangan sanitasi dan kesehatan masyarakat

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇