Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
346 research outputs found
Sort by
Implementasi IoT sebagai Solusi Inovatif Peningkatan Produktivitas dan Manajemen UMKM Ukir Furnicraft Jepara
Jepara’s woodcarving industry is one of the leading SME sectors that faces significant challenges in the era of Industry 4.0, particularly regarding limited production capacity, manual financial management, and insufficient human resource skills. The partner, Ajining Furniture, still relies on traditional tools, often leading to delays in production and unstructured administrative records. This study aims to enhance productivity and competitiveness through the adoption of Internet of Things (IoT) technology in the CNC Mach 6090 machine and the development of web- and mobile-based digital applications for financial reporting and invoicing. A participatory approach was employed through stages of socialization, training, mentoring, technology implementation, and evaluation. The results indicate an increase in production capacity from 100 pcs/day to 180 pcs/day, improved carving quality with higher precision, and a significant transformation in financial and administrative management toward more structured and professional practices. Furthermore, the partner gained new knowledge of IoT technology, supporting adaptation to modern industrial demands. Thus, IoT adoption has proven effective in strengthening production capacity, managerial efficiency, and the competitiveness of Jepara’s woodcarving industry.Industri ukir Jepara merupakan salah satu sektor unggulan UMKM yang menghadapi tantangan serius dalam era revolusi industri 4.0, khususnya terkait keterbatasan kapasitas produksi, manajemen keuangan manual, serta keterampilan sumber daya manusia. Mitra pengabdian, Ajining Furniture, masih mengandalkan peralatan tradisional sehingga sering mengalami keterlambatan produksi dan pencatatan administrasi yang belum terstruktur. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing mitra melalui penerapan teknologi Internet of Things (IoT) pada mesin CNC Mach 6090 serta pengembangan aplikasi digital berbasis web dan mobile untuk laporan keuangan serta invoice. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, penerapan teknologi, serta evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi dari 100 pcs/hari menjadi 180 pcs/hari, peningkatan kualitas ukiran yang lebih presisi, serta perubahan signifikan pada sistem manajemen keuangan dan administrasi yang lebih rapi dan profesional. Selain itu, mitra memperoleh pengetahuan baru mengenai teknologi IoT yang mendukung adaptasi terhadap tuntutan industri modern. Dengan demikian, penerapan IoT terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas produksi, efisiensi manajemen, serta daya saing industri ukir Jepara
Branding Wisata Tanjung Gading Melalui Merchandise
Tanjung Gading Tourism is located in Karang Joang Km 12, North Balikpapan, East Kalimantan. This tourist attraction offers the appeal of beautiful, cool natural surroundings and is equipped with facilities such as boat tours, camping, interesting photo spots, a playground, gazebos, and local cuisine. Despite its great potential for development, this destination does not yet have merchandise that represents Tanjung Gading Tourism as souvenirs for visitors. Merchandise can be an alternative medium for branding and promoting tourism. The solutions provided through this community service program are (1) creating various merchandise designs, including mugs, tumblers, key chains, aromatherapy candles, T-shirts, and tote bags with identities that represent Tanjung Gading Tourism; (2) providing merchandise production training; and (3) basic digital marketing training. In addition, intensive assistance was provided for production, promotion, and sales. The questionnaire results showed that during the program, the partners/participants, consisting of around 23-36 members of Pokdarwis and the managers of Tanjung Gading Tourism, were very enthusiastic, with more than 90% participating, the participants' skills improving by 100%, and the questionnaire results also showed a positive response rate of 99%. After receiving training and guidance, the participants/partners were also very satisfied and felt greatly assisted by this program. The partners have also successfully produced Tanjung Gading Tourism merchandise and marketed it to visitors. This not only has a positive impact on the branding and promotion of Tanjung Gading Tourism but also increases economic potential and income opportunities for the local community, particularly the Pokdarwis of Tanjung Gading Tourism.Wisata Tanjung Gading terletak di Karang Joang Km 12, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. Tempat wisata ini memiliki daya tarik berupa keindahan alam yang asri, sejuk serta dilengkapi fasilitas, seperti wisata perahu, perkemahan, spot foto menarik, playground, gazebo, dan kuliner lokal. Meskipun memiliki potensi besar untuk berkembang, destinasi ini belum memiliki merchandise yang merepresentasikan wisata Tanjung Gading sebagai oleh-oleh pengunjung. Padahal merchandise dapat menjadi alternatif media branding dan promosi wisata. Solusi yang diberikan melalui program pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan (1) membuat aneka desain produk merchandise antara lain mug, tumbler, gantungan kunci, lilin aroma terapi, kaos, dan tote bag dengan identitas yang merepresentasikan Wisata Tanjung Gading; (2) memberikan pelatihan produksi merchandise; dan (3) pelatihan digital marketing dasar. Selain itu juga diberikan pendampingan intensif untuk produksi, promosi dan penjualan. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa selama program, mitra/peserta yaitu sekitar 23-36 anggota Pokdarwis dan pengelola Wisata Tanjung Gading antusiasmenya sangat tinggi yaitu lebih dari 90%, keterampilan peserta meningkat sebesar 100%, dan hasil kuesioner juga menunjukkan jawaban respon positif sebesar 99%. Setelah diberikan pelatihan dan pendampingan, peserta/mitra juga sangat puas dan merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Mitra juga sudah berhasil memproduksi merchandise Wisata Tanjung Gading serta memasarkannya kepada pengunjung. Hal ini tidak hanya memberikan dampak positif untuk branding dan promosi wisata Tanjung Gading, tetapi juga dapat menambah peluang potensi ekonomi dan pendapatan masyarakat setempat khususnya Pokdarwis Wisata Tanjung Gading
Pendidikan Pancasila Sebagai Pemersatu Perbedaan Melalui Pembelajaran Interaktif di SDN Cijantung 03 Pagi
This community service activity addresses the value of the third principle of Pancasila through Pancasila Education, a unifying principle, utilizing interactive learning. The main issues raised are students' lack of understanding of the meaning of unity and the suboptimal use of learning strategies that directly foster tolerance, cooperation, and respect for diversity. This community service activity provides a solution to these problems: the use of an interactive learning model focused on student-centered activities, such as educational games, group discussions, and project-based learning. The results of this community service activity demonstrate that interactive learning can increase student participation, empathy, and awareness of the importance of unity in social life. Furthermore, this learning approach can foster a collaborative and inclusive learning environment, proven to strengthen positive interactions between students. Overall, this community service activity concludes that the integration of interactive learning into Pancasila Education has proven effective in internalizing Pancasila values, particularly the value of unity, and can enhance social cohesion within the school environment.Kegiatan pengabdian ini membahas nilai Sila ke-3 Pancasila melalui Pendidikan Pancasila sebagai pemersatu perbedaan dengan memanfaatkan pembelajaran interaktif. Dalam hal ini permasalahan utama yang diangkat yaitu rendahnya pemahaman siswa terhadap makna dari persatuan itu sendiri dan juga belum optimalnya strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan langsung sikap toleransi, kerja sama, dan sikap menghargai terhadap keberagaman yang ada. Dari kegiatan pengabdian ini, kita memperoleh solusi dari permasalahan yang ada yaitu berupa penggunaan model pembelajaran interaktif yang berfokus pada aktivitas student-centered, seperti games edukatif, diskusi kelompok dan project-based learning. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pembelajaran interaktif mampu meningkatkan partisipasi, empati, sekaligus kesadaran siswa mengenai pentingnya nilai persatuan dalam kehidupan sosial. Selain itu, penerapan pembelajaran ini juga dapat mendorong terbentuknya lingkungan belajar yang kolaboratif dan inklusif, terbukti dapat memperkuat interaksi positif antarsiswa. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini menyimpulkan bahwa integrasi pembelajaran interaktif dalam Pendidikan Pancasila terbukti efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam nilai persatuan, serta dapat meningkatkan kekompakan sosial dalam lingkungan sekolah
Peningkatan Status Kesehatan dan Gizi Anak Melalui Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan di Desa Tanggobu
Nutritional problems remain a major public health concern in Indonesia, particularly in developing regions such as Southeast Sulawesi Province. According to the 2025 Health Profile, the prevalence of stunting in this province is still around 27 to 30 percent. This situation indicates that public awareness regarding proper nutrition from pregnancy until the first two years of a child’s life still needs to be strengthened. This community service program was implemented in Tanggobu Village, Morosi Subdistrict, Konawe Regency an active mining area with socioeconomic challenges that can affect child care and nutritional fulfillment. The main goal of this activity was to improve the health and nutritional status of children through education on the importance of the First 1000 Days of Life (1000 HPK) as a preventive effort against stunting. The activity involved 35 mothers of toddlers and was carried out through interactive lectures and group discussions. Participants’ knowledge was measured before and after the educational intervention to assess its effectiveness.The results showed an increase in the average knowledge score from 4.91 to 7.69 with a p < 0.05, indicating a significant difference after the educational session. This improvement demonstrates that educational interventions effectively enhanced mothers’ understanding of balanced nutrition and proper childcare practices. It is recommended that similar programs be conducted regularly and integrated with community health services to encourage sustainable behavioral changes toward healthier and more nutritious families.Permasalahan gizi masih menjadi isu penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia, terutama di daerah berkembang seperti provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data Profil Kesehatan tahun 2025, prevalensi stunting di provinsi ini masih berkisar antara 27 hingga 30 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanggobu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, yang merupakan wilayah pertambangan dengan tantangan sosial ekonomi yang dapat memengaruhi pola pengasuhan dan kesehatan anak. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan status kesehatan dan gizi anak melalui edukasi tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) sebagai langkah pencegahan stunting. Edukasi dilakukan kepada 35 ibu balita melalui ceramah interaktif dan diskusi kelompok. Tingkat pengetahuan diukur sebelum dan sesudah kegiatan untuk melihat efektivitas intervensi edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 4.91 menjadi 7.69 dengan nilai p < 0.05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan setelah pelaksanaan edukasi. Peningkatan ini mencerminkan bahwa kegiatan edukatif mampu memperluas pemahaman ibu mengenai pentingnya gizi seimbang dan praktik pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dengan program posyandu untuk memperkuat perilaku keluarga menuju kehidupan yang lebih sehat dan bergizi
Pengawetan dan Pengolahan Telur pada Kelompok Wanita Tani Kusuma Dewi Dusun Segah Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana
This community service activity aims to improve the knowledge and skills of members of the Kusuma Dewi Women's Farmers Group in preserving and processing eggs to extend their shelf life, increase added value, and open new business opportunities. The activity was carried out through theoretical and practical training covering egg preservation techniques using traditional and modern methods, as well as processing eggs into processed products such as salted eggs and smoked eggs. During the training, group members were trained on everything from selecting quality eggs, hygienic preservation processes, to producing processed products that have market appeal. The community service team also provided assistance in packaging and marketing strategies so that processed egg products would be well received by local consumers and the wider market. The results of the activity showed an increase in the group members' skills in processing and preserving eggs effectively. Group members successfully produced various types of processed eggs that were marketable and had a higher economic value than ordinary fresh eggs. In addition, this activity helped increase the motivation and economic independence of the women's farming group, while also opening up new sustainable business opportunities in Asahduren Village.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani Kusuma Dewi dalam pengawetan dan pengolahan telur agar dapat memperpanjang masa simpan, meningkatkan nilai tambah, serta membuka peluang usaha baru. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan teori dan praktik yang meliputi teknik pengawetan telur menggunakan metode tradisional dan modern, serta pengolahan telur menjadi produk olahan seperti telur asin dan telur asap. Selama pelatihan, anggota kelompok dilatih mulai dari pemilihan telur yang berkualitas, proses pengawetan yang higienis, hingga pembuatan produk olahan yang memiliki daya tarik pasar. Tim pengabdian juga memberikan pendampingan dalam hal pengemasan dan strategi pemasaran agar produk olahan telur dapat diterima dengan baik oleh konsumen lokal maupun pasar yang lebih luas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan anggota kelompok dalam mengolah dan mengawetkan telur secara efektif. Anggota kelompok berhasil memproduksi berbagai jenis telur olahan yang layak jual dan memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan telur segar biasa. Selain itu, kegiatan ini turut meningkatkan motivasi dan kemandirian ekonomi kelompok wanita tani, sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan di Desa Asahduren
Pelatihan Aplikasi Mendeley untuk Peningkatan Kualitas Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa
Scientific writing is a fundamental competency that must be mastered by students as part of the learning process and the development of knowledge. One of the major challenges in academic writing is the management of references, including the preparation of citations and bibliographies in accordance with academic standards. At the University of Al-Qolam Malang, many students still encounter difficulties in effectively utilizing reference management software, particularly Mendeley. To address this issue, a community service program was conducted in the form of Mendeley training for students, using a hands-on practice approach supported by active facilitation. The results of the activity indicate an improvement in students' digital literacy related to reference management, the ability to generate citations and bibliographies automatically, and an increased awareness of academic ethics. Furthermore, the program encouraged the emergence of an initiative to form a Mendeley user community as a sustainability effort. Recommendations include integrating Mendeley training into the curriculum, providing digital modules, offering advanced training, and strengthening institutional support through collaboration with strategic campus units. Therefore, this training contributes to enhancing the quality of students’ academic writing and fostering a technology-based academic culture within the University of Al-Qolam Malang.Penulisan karya ilmiah merupakan kompetensi fundamental yang harus dikuasai oleh mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satu tantangan utama dalam penulisan ilmiah adalah pengelolaan referensi, termasuk penyusunan kutipan dan daftar pustaka yang sesuai dengan standar akademik. Di Universitas Al-Qolam Malang, banyak mahasiswa masih menghadapi kesulitan dalam memanfaatkan perangkat lunak manajemen referensi, khususnya Mendeley, secara efektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan penggunaan Mendeley bagi mahasiswa, dengan pendekatan praktik langsung dan pendampingan aktif oleh fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi digital mahasiswa dalam pengelolaan referensi, kemampuan penyusunan kutipan dan daftar pustaka secara otomatis, serta kesadaran akan pentingnya etika akademik. Selain itu, kegiatan ini mendorong munculnya inisiatif pembentukan komunitas pengguna Mendeley sebagai upaya keberlanjutan. Saran yang diajukan mencakup integrasi pelatihan Mendeley ke dalam kurikulum, penyediaan modul digital, pelatihan lanjutan, serta penguatan dukungan kelembagaan melalui kolaborasi dengan unit-unit strategis di kampus. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas penulisan karya ilmiah mahasiswa dan pengembangan budaya akademik berbasis teknologi di lingkungan Universitas Al-Qolam Malang
Edukasi melalui Permainan Snakes and Ladders untuk Mengembangkan Academic Motivation towards a Green Perspective
Academic motivation towards a green perspective is academic motivation related to environmental behavior. Low academic motivation towards a green perspective is characterized by behavior that does not understand the need to protect the environment. Problems in the field show that students at SD Negeri Sumbersari 1 Malang lack awareness of environmental love. SD Negeri Sumbersari also does not have education related to environmental awareness. Therefore, the purpose of this community service implementation is to develop academic motivation towards a green perspective in SD Negeri Sumbersari 1 Malang students through a snakes and ladders game with an environmental theme. The method of implementing this community service is the exploration of the theory of academic motivation towards a green perspective; development of green snakes and ladders education; and implementation of green snakes and ladders. The result of this community service is the green snakes and ladders game is able to increase academic motivation towards a green perspective. This is seen from students' understanding of the importance of protecting the environment and carrying out simple environmental actions.Academic motivation towards a green perspective merupakan motivasi akademik terkait perilaku cinta lingkungan. Academic motivation towards a green perspective yang rendah ditandai dengan perilaku yang tidak memahami perlunya menjaga lingkungan. Permasalahan di lapangan menunjukkan bahwa siswa di SD Negeri Sumbersari 1 Malang tidak memiliki kesadaran untuk mencintai lingkungan. SD Negeri Sumbersari juga belum memiliki edukasi terkait kesadaran cinta akan lingkungan. Oleh karena itu, tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah mengembangkan academic motivation towards a green perspective pada siswa SD Negeri Sumbersari 1 Malang melalui permainan ular tangga dengan tema lingkungan. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah eksplorasi teori academic motivation towards a green perspective; pengembangan edukasi green snakes and ladders; dan implementasi green snakes dan ladders. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah permainan green snakes and ladders mampu meningkatkan academic motivation towards a green perspective berdasarkan refleksi interaktif sesudah edukasi. Hal ini dilihat dari pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan melaksanakan aksi cinta lingkungan sederhana
Pemanfaatan Trichoderma sp. sebagai Agens Hayati untuk Pengendalian Penyakit Layu Fusarium dan Pembuatan Trichokompos di Desa Cenrana Baru
Red chili peppers hold substantial economic potential but face various challenges that affect production outcomes. One of the main issues encountered by the Sejati farmer group in Cenrana Baru Village is Fusarium wilt disease, which poses a serious threat to chili cultivation and can significantly reduce yields if left unmanaged. Trichoderma sp. is known to be effective in suppressing soil-borne pathogens while also enhancing plant growth through antagonistic mechanisms and improvement of soil fertility. This community service program aims to enhance the farmers’ knowledge and skills regarding the benefits and techniques of propagating Trichoderma sp. as a biological control agent and to facilitate the production of trichocompost. The implementation stages include preparation, socialization, training, and mentoring in the propagation of Trichoderma sp. and the production of trichocompost. The training activities were carried out directly with the Sejati farmer group and the community of Cenrana Baru Village. Improvements in farmers’ knowledge and skills were analyzed both qualitatively and quantitatively. The qualitative analysis involved observing changes in participants’ behavior and understanding, while the quantitative analysis was obtained from pretest and posttest questionnaires, which were converted into percentage values and subsequently described. The results indicate strong enthusiasm from the Sejati farmer group, who actively practiced Trichoderma sp. propagation and trichocompost production. There was a noticeable increase in knowledge and skills based on the comparison of pretest and posttest scores. This PKM activity is expected to strengthen the independence of the Sejati farmer group in controlling Fusarium disease and implementing sustainable chili cultivation practices.Cabai merah memiliki potensi ekonomi yang besar, namun menghadapi tantangan yang memengaruhi hasil produksi. Salah satu yang dihadapi kelompok tani Sejati di desa Cenrana Baru adalah penyakit layu fusarium menjadi ancaman bagi tanaman cabai merah, jika tidak dikendalikan, mengurangi signifikan hasil panen. Cendawan Trichoderma sp. efektif menekan patogen tular tanah, sekaligus meningkatkan pertumbuhan tanaman melalui mekanisme antagonis dan perbaikan kesuburan tanah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani mengenai manfaat serta teknik perbanyakan Trichoderma sp. sebagai agens hayati, dan memfasilitasi pembuatan trichokompos. Metode pelaksanaan yaitu: persiapan, sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan perbanyakan Trichoderma sp. serta pembuatan Trichokompos. Pelaksanaan pelatihan perbanyakan Trichoderma sp., dan pembuatan Trichokompos langsung kepada kelompok tani Sejati dan masyarakat di desa Cenrana Baru. Analisis peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dengan mengamati perubahan perilaku dan pemahaman peserta melalui kuesioner pretest dan postest pelatihan, hasilnya dikonversi kuantitatif dalam bentuk persentase, lalu dideskripsikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani Sejati antusias dan mempraktikkan perbanyakan Trichoderma sp., dan pembuatan Trichokompos, terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok tani dari hasil pretest ke postest. Diharapkan kegiatan PKM meningkatkan kemandirian kelompok tani Sejati dalam mengendalikan penyakit Fusarium dan menerapkan budi daya cabai yang berkelanjutan
Peningkatan Kemandirian Ekonomi PPDI Balikpapan Melalui Penguatan Branding Google Sites dan Pemberdayaan Legalitas Produk
The Indonesian Persons with Disabilities Association (PPDI) often faces social, economic and technological barriers, especially in developing Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). In the digital era, low digital literacy, visual quality of products, and understanding of business legality are obstacles in marketing. PPDI Balikpapan as an organization of people with disabilities has great potential in economic empowerment, but needs strategic support in digital promotion. This service activity is carried out to improve the competitiveness of MSMEs with disabilities through product photo documentation, website creation with Google Sites, and training on business licensing / Business Identification Number (NIB) through OSS, honey halal certification assistance training. The methods used are direct assistance, technical practice, and adaptive training. The results showed an increase in product visual quality, the presence of an easily accessible online catalog, and participants' understanding of the importance of business legality (NIB and halal certification). This activity is proven to be able to strengthen branding and expand the market reach of MSMEs with disabilities in an inclusive and sustainable manner.Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) kerap menghadapi hambatan sosial, ekonomi, dan teknologi, terutama dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di era digital, rendahnya literasi digital, kualitas visual produk, dan pemahaman terhadap legalitas usaha menjadi kendala dalam pemasaran. PPDI Balikpapan sebagai organisasi penyandang disabilitas memiliki potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi, namun membutuhkan dukungan strategis dalam promosi digital. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing UMKM disabilitas melalui dokumentasi foto produk, pembuatan website dengan Google Sites, dan pelatihan perizinan usaha/Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS, pelatihan pendampingan sertifikasi halal madu. Metode yang digunakan berupa pendampingan langsung, praktik teknis, dan pelatihan adaptif. Hasil menunjukkan meningkatnya kualitas visual produk, kehadiran katalog online yang mudah diakses, serta pemahaman peserta terhadap pentingnya legalitas usaha (NIB dan sertifikasi halal). Kegiatan ini terbukti mampu memperkuat branding dan memperluas jangkauan pasar UMKM penyandang disabilitas secara inklusif dan berkelanjutan
Edukasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui Pembuatan Kompos dan Produk Daur Ulang di RT 36
Household waste management has become a serious issue in coastal areas, particularly in stilt-house settlements that lack a structured waste management system. RT 36 Gang Rakyat, located in Klandasan Ilir Subdistrict, Balikpapan Kota District, was chosen as the activity site because the community still tends to burn or dispose of waste indiscriminately and has a low level of awareness regarding waste separation. This community service activity aimed to increase residents’ awareness and skills in waste management. The implementation methods included field surveys, community clean-up and awareness campaigns, demonstrations of compost-making from organic waste, creative recycling training for inorganic waste, and evaluation of the results. The outcomes showed that residents became interested in sorting and processing waste. They successfully produced compost used for medicinal and vegetable plants around their homes and created simple products from inorganic waste, such as tissue holders. This community service activity transformed residents’ perceptions of waste from useless material into a valuable resource. The model has the potential to serve as a sustainable waste management approach that can be replicated in other coastal communities.Pengelolaan sampah rumah tangga menjadi persoalan serius di wilayah pesisir, terutama permukiman atas air yang belum memiliki sistem pengelolaan terstruktur. RT 36 Gang Rakyat yang berlokasi di Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masyarakatnya masih memiliki kebiasaan membakar atau membuang sampah sembarangan, serta tingkat kesadaran dalam memilah sampah yang masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga dalam pengelolaan sampah. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, kerja bakti dan sosialisasi, demonstrasi pembuatan kompos dari limbah organik, pelatihan daur ulang kreatif sampah anorganik, serta evaluasi hasil kegiatan. Hasil menunjukkan warga tertarik dalam memilah dan mengolah sampah. Mereka berhasil memproduksi kompos yang dimanfaatkan untuk tanaman toga dan sayuran di sekitar rumah, serta membuat produk sederhana dari limbah anorganik berupa tempat tisu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat mengubah pandangan warga terhadap sampah dari limbah menjadi sumber daya bernilai. Model ini berpotensi menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat direplikasi di komunitas pesisir lainnya