Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Optimalisasi Pojok Literasi TK Bhakti Husada Magelang, Tumbuhkan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

    Full text link
    To enhance the quality of early childhood education, teachers play a vital role in fostering reading interest and shaping positive habits through engaging literacy activities. However, many teachers still face challenges in optimizing literacy facilities in schools. Based on this condition, this community service program was implemented at TK Bakti Husada Magelang with the aim of assisting early childhood educators in utilizing the literacy corner as a medium to enhance children’s literacy skills and develop the 7 Habits of Great Indonesian Children. The program was implemented through four stages observation, socialization, mentoring, and evaluation using various methods such as teacher training, shared reading sessions, creative workshops, educational games, and regular monitoring of children’s progress. The results showed an improvement in teachers’ skills in managing engaging literacy activities, an increase in reading interest among children, and the gradual formation of seven positive habits that reflect the character of great Indonesian children. Therefore, this mentoring activity contributes significantly to optimizing the role of the literacy corner as a medium for developing literacy and character among early childhood students at TK Bakti Husada Magelang.Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini, guru memegang peran penting dalam menumbuhkan minat baca serta membentuk kebiasaan positif melalui kegiatan literasi yang menyenangkan. Namun, masih banyak guru yang menghadapi kendala dalam mengoptimalkan fasilitas literasi di sekolah. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di TK Bakti Husada Magelang dengan tujuan mendampingi guru PAUD dalam memanfaatkan pojok literasi sebagai sarana peningkatan literasi anak sekaligus pembentukan 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu observasi, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi, dengan berbagai metode seperti pelatihan pendidik, kegiatan membaca bersama, workshop kreatif, permainan edukatif, serta monitoring perkembangan anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam mengelola kegiatan literasi yang menarik, meningkatnya minat baca anak-anak, serta mulai terbentuknya tujuh kebiasaan positif yang mencerminkan karakter anak Indonesia hebat. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini memberikan kontribusi nyata dalam mengoptimalkan peran pojok literasi sebagai media pengembangan literasi dan karakter anak usia dini di TK Bakti Husada Magelang

    Peningkatan Kapasitas Kolaborasi Tenaga Kesehatan Dalam Penanganan Kasus Kegawatdaruratan di Puskesmas

    Full text link
    Emergency care services at primary health care centers demand effective interprofessional collaboration to ensure patient safety and quality of care. However, the practice of interprofessional collaboration (IPC) in primary care still faces challenges due to limited role understanding and lack of team communication skills. This community engagement program aimed to improve the collaborative competencies of health workers at primary health care centers through case-based emergency simulation training. The clinical simulation was designed as a form of interprofessional education to build cross-professional coordination in responding to critical situations, while providing a safe and structured training environment. Evaluation was carried out through field observation and the Interprofessional Collaborative Competency Attainment Survey (ICCAS), which consists of 20 statements rated on a 7-point scale, where 1 indicates strong disagreement and 7 indicates strong agreement. The survey measured aspects of communication, shared decision-making, feedback, and role understanding among professions. The results showed that the simulation effectively enhanced health workers' preparedness to handle critical situations collaboratively. Most participants demonstrated increased scores in various aspects of collaborative competencies after the training. Case-based emergency simulation has the potential to become a relevant learning approach to strengthen team collaboration skills in primary care, while supporting the emergency response system at the community level.Pelayanan kegawatdaruratan di Puskesmas menuntut kolaborasi lintas profesi yang efektif untuk menjamin keselamatan dan kualitas layanan pasien. Namun, praktik kolaborasi interprofesional (IPC) di lini primer masih menghadapi tantangan akibat keterbatasan pemahaman peran dan kurangnya keterampilan komunikasi tim. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi kolaboratif tenaga kesehatan Puskesmas melalui pelatihan simulasi berbasis kasus kegawatdaruratan. Simulasi klinis dirancang sebagai bentuk interprofessional education untuk membangun koordinasi lintas profesi dalam merespons situasi kritis, sekaligus menciptakan ruang latihan yang aman dan terstruktur. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan dan pengisian Interprofessional Collaborative Competency Attainment Survey (ICCAS), yang terdiri dari 20 pernyataan dengan skala 1 menyatakan sangat tidak setuju hingga 7 menyatakan sangat setuju. Survei ini mengukur aspek komunikasi, pengambilan keputusan bersama, pemberian umpan balik, dan pemahaman peran antarprofesi. Hasil ini menunjukkan bahwa simulasi efektif dalam mengasah kesiapsiagaan tenaga kesehatan menghadapi situasi kritis secara kolaboratif. Mayoritas peserta menunjukkan peningkatan skor pada berbagai aspek kompetensi kolaboratif setelah pelatihan. Simulasi berbasis kasus kegawatdaruratan berpotensi menjadi pendekatan pembelajaran yang relevan untuk memperkuat keterampilan kolaborasi tim di tingkat layanan primer, sekaligus mendukung penguatan sistem respons kegawatdaruratan di komunitas

    Implementasi Strategi Digital Branding Berbasis Hyperlocal SEO untuk Perluasan Jangkauan Konsumen UKM Kopi Jepara

    Full text link
    Small and Medium Enterprises (SMEs) in the coffee sector in Jepara Regency have great potential to support local economic growth and the development of the region's tourism sector. However, most coffee SMEs still face challenges in digital marketing, particularly with location-based searches, which are increasingly used by consumers. The low visibility of coffee SMEs on Google Maps makes it difficult for both local consumers and tourists to find business locations online. This community service activity aims to implement a hyperlocal SEO-based digital branding strategy through the utilization of Google Maps with the Google Business Profile feature. The service method is carried out through mentoring for coffee SMEs, including creating and verifying business profiles, optimizing business information using local keywords, managing customer reviews, and integrating Google Maps profiles with social media and SME websites. The results of the activity show an increase in the visibility of coffee SMEs in local search results, an increase in consumer interactions in the form of route searches and phone calls, and an increase in direct visits to business locations. The implementation of this strategy has proven effective as a low-cost, easy-to-implement, and sustainable digital branding solution for expanding local consumer reach.Usaha Kecil dan Menengah (UKM) kopi di Kabupaten Jepara memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan perekonomian lokal serta pengembangan sektor pariwisata daerah. Namun, sebagian besar UKM kopi masih menghadapi kendala dalam pemasaran digital, khususnya pada pencarian berbasis lokasi yang semakin sering digunakan oleh konsumen. Rendahnya visibilitas UKM kopi pada Google Maps menyebabkan konsumen lokal maupun wisatawan kesulitan menemukan lokasi usaha secara daring. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi digital branding berbasis Hyperlocal SEO melalui pemanfaatan Google Maps dengan fitur Google Business Profile. Metode pengabdian dilakukan melalui pendampingan kepada pelaku UKM kopi yang meliputi pembuatan dan verifikasi profil bisnis, optimasi informasi usaha menggunakan kata kunci lokal, pengelolaan ulasan pelanggan, serta integrasi profil Google Maps dengan media sosial dan situs web UKM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan visibilitas UKM kopi pada hasil pencarian lokal, meningkatnya interaksi konsumen berupa pencarian rute dan panggilan telepon, serta bertambahnya kunjungan langsung ke lokasi usaha. Penerapan strategi ini terbukti efektif sebagai solusi digital branding yang berbiaya rendah, mudah diterapkan, dan berkelanjutan untuk memperluas jangkauan konsumen lokal

    Edukasi dan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Domestik di Desa Ciambar Sukabumi

    Full text link
    Rubbish has become a national problem in Indonesia, including in Ciambar Village, Sukabumi. Public awareness and participation in Ciambar Village is still lacking. This is due to the lack of public knowledge regarding the basic principles of waste management through 3R (reduce, reuse, and recycle) and the lack of public knowledge about the potential of a circular economy. Therefore, it is necessary to conduct education and socialization of domestic waste management in Ciambar. This PkM aims to improve awareness and ability of the Cianjur village community to manage waste in the form of implementation of waste processing activities to reduce the amount of waste and increase the utility of waste through waste banks. This PkM is a multidisciplinary PKM that aims to Downstream the results of multidisciplinary research that provides acceleration of quality and quantity to realize Village SDGs. In this PKM there are two materials, namely materials on education and socialization regarding the urgency of implementing good waste management and regarding the right ways and methods of waste management. Based on the results of the evaluation of understanding the material, it was found that almost all participants had understood the material provided. Feedback from beneficiaries indicates that this activity provides great benefits and a desire to continue the program.Sampah telah menjadi permasalahan nasional di Indonesia, termasuk di Desa Ciambar Sukabumi. Kesadaran dan partisipasi masyarakat di Desa Ciambar ini masih kurang. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan warga mengenai prinsip dasar pengelolaan sampah melalui 3R (reduce, reuse, dan recycle) serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang potensi ekonomi sirkular. Oleh karena itu perlu dilakukan edukasi dan sosialiasasi pengelolaan sampah domestik di Desa Ciambar Sukabumi. PkM ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat Desa Ciambar untuk melakukan pengelolaan sampah berupa penerapan kegiatan pengolahan sampah sehingga dapat mengurangi jumlah sampah dan meningkatkan daya guna sampah melalui bank sampah. PkM ini merupakan PkM multi disiplin yang bertujuan hilirisasi hasil riset multidisiplin yang memberikan akselerasi kualitas dan kuantitas untuk mewujudkan SDGs Desa. Dalam PkM ini terdapat dua materi, yaitu materi tentang edukasi dan sosialisasi mengenai urgensi penerapan pegelolaan sampah yang baik serta materi mengenai cara dan metode pengelolaan sampah yang tepat. Berdasarkan hasil evaluasi tentang pemahaman materi, didapatkan hasil bahwa hampir seluruh peserta sudah memahami materi yang diberikan. Umpan balik dari penerima manfaat menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar dan keinginan untuk melanjutkan program

    Peningkatan Efisiensi Pengelolaan Sampah Melalui Sistem Informasi Berbasis Web: Studi Kasus Bank Sampah Sekar

    Full text link
    The purpose of this community service is to improve the efficiency and transparency of waste management through the development of a web-based information system called SekarCycle at the Sekar Waste Bank in RT 18 Balikpapan. The background of this activity is the process of recording waste transactions that have been done manually, which tends to be inefficient, prone to errors, and difficult to track. Starting with field observations and determining partner needs, the activity continued with the creation of a digital system, user instructions, and the development of social media accounts as a means of education. The results of the activity showed the ability of the SekarCycle system to accelerate recording, improve data accuracy, and make transaction reports easier. Educational activities and ecoenzyme workshops also encouraged residents to use household waste management methods. This program shows that sustainable waste management at the community level can be achieved through the integration of appropriate technology and participatory methods.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan sampah melalui pengembangan sistem informasi berbasis web yang disebut SekarCycle di Bank Sampah Sekar di RT 18 Balikpapan. Proses pencatatan transaksi sampah yang selama ini dilakukan secara manual, yang cenderung tidak efisien, rentan terhadap kesalahan, dan sulit dilacak. Dimulai dengan observasi lapangan dan menentukan kebutuhan mitra, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan sistem digital, instruksi pengguna, dan pengembangan akun media sosial sebagai sarana pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan kemampuan sistem SekarCycle untuk mempercepat pencatatan, meningkatkan akurasi data, dan membuat laporan transaksi menjadi lebih mudah. Kegiatan pendidikan dan workshop ecoenzim juga mendorong warga untuk menggunakan metode pengelolaan sampah rumah tangga. Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat komunitas dapat dicapai melalui integrasi teknologi tepat guna dan metode partisipatif

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Biogas dari Limbah Organik Sebagai Bahan Bakar Alternatif di Dusun Toisapu Kota Ambon

    No full text
    Biogas is one form of renewable energy that can be developed and applied to the community as an alternative energy. The potential utilization of biogas by residents of Toisapu Hamlet, Ambon City is very possible to do. This is supported by the availability of raw materials available in large enough volumes, and easy to obtain. Some of the methods used in this PkM activity are socialization, training, mentoring, evaluation of making portable biogas installation tools in the form of fermentators, biogas reservoirs, biogas filters and making biogas. The results of this PkM activity show that biogas as an alternative fuel by utilizing organic waste is not commonly used by residents of Toisapu Hamlet. Some practical benefits obtained through the use of biogas by local hamlet residents are saving the costs required to buy fuel oil for the daily activities of local hamlet residents, especially cooking, the remaining fermentation products in the form of slurry can be used by hamlet residents as liquid organic fertilizer so as to save costs for purchasing fertilizers, and by utilizing organic waste in the form of agricultural waste, fishery waste, and kitchen waste local residents can reduce the volume of organic waste that must be disposed of every day, so that it can provide economic, environmental and health benefits.Biogas merupakan salah satu bentuk energi terbarukan yang dapat dikembangkan dan diterapkan kepada masyarakat sebagai energi alternatif. Potensi pemanfaatan biogas oleh warga Dusun Toisapu, Kota Ambon sangat mungkin untuk dilakukan. Hal ini didukung oleh ketersediaan bahan baku yang tersedia dalam volume yang cukup besar, dan mudah untuk diperoleh. Beberapa metode yang dilakukan dalam kegiatan PkM ini adalah sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi pembuatan alat instalasi biogas portable berupa fermentator, tempat penampungan biogas, filter biogas dan pembuatan biogas. Hasil dari kegiatan PkM ini menunjukan bahwa biogas sebagai alternatif bahan bakar dengan memanfaatkan limbah organik belum umum digunakan oleh warga Dusun Toisapu. Beberapa manfaat praktis yang diperoleh melalui penggunaan biogas oleh warga dusun setempat adalah menghemat biaya yang diperlukan untuk membeli bahan bakar minyak untuk aktivitas keseharian warga dusun setempat terutama memasak, sisa hasil fermentasi berupa residu dapat dimanfaatkan oleh warga dusun sebagai pupuk organik cair sehingga dapat menghemat biaya untuk pembelian pupuk, dan dengan memanfaatkan limbah organik berupa limbah pertanian, limbah perikanan, maupun limbah dapur warga setempat dapat mengurangi volume limbah organik yang harus dibuang setiap hari, sehingga dapat memberikan manfaat secara ekonomi, lingkungan dan kesehatan

    Literasi Keuangan untuk Pengelolaan Utang Rumah Tangga di Pedesaan: Studi Kasus Desa Srigonco, Kabupaten Malang

    No full text
    This study explores the role of financial literacy in managing household debt and strengthening economic resilience in rural Indonesia, with a focus on Srigonco Village in Malang Regency. Despite agriculture being the primary source of livelihood, Srigonco faces structural challenges such as limited economic opportunities, inadequate infrastructure, and low levels of education. Drawing on household surveys and focus group discussions, the study highlights how financial literacy can enhance individuals’ ability to make informed financial decisions, manage income and expenses effectively, and reduce vulnerability to debt traps. The findings suggest that financial literacy programs can empower rural households to participate in productive activities, build assets, and improve their long-term well-being.Studi ini mengeksplorasi peran literasi keuangan dalam mengelola utang rumah tangga dan mendorong ketahanan ekonomi di wilayah pedesaan Indonesia, dengan fokus pada Desa Srigonco, Kabupaten Malang. Meskipun sektor pertanian merupakan mata pencaharian utama, Srigonco menghadapi tantangan struktural seperti terbatasnya peluang ekonomi, kurangnya infrastruktur, dan rendahnya tingkat pendidikan. Berdasarkan survei rumah tangga dan diskusi kelompok, studi ini menyoroti bagaimana literasi keuangan dapat meningkatkan kemampuan individu dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat, mengelola pendapatan dan pengeluaran, serta mengurangi kerentanan terhadap jeratan utang. Temuan menunjukkan bahwa program literasi keuangan dapat memberdayakan rumah tangga pedesaan untuk terlibat dalam aktivitas produktif, membangun aset, dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang

    Intervensi Teknologi Untuk Mendorong Pengembangan Inovasi Akar Rumput: Kompor Berbahan Bakar Wax

    No full text
    Grassroots innovations often emerge as responses to urgent local problems but frequently face limitations in technical capacity and resources. This paper examines the role of technological intervention in enhancing the quality of a wax-fueled stove innovation developed by grassroots communities, using a case study from the Grassroots Innovation Assistance Program (PIAR) by the National Research and Innovation Agency (BRIN) of Indonesia. The methods employed include online and offline mentoring, laboratory testing, and design modifications based on technical evaluations. The results demonstrate that technological intervention facilitated a significant transition from the use of liquid waste fuels (such as used oil) to cleaner and more efficient wax derived from plastic pyrolysis. Improvements in stove design led to more stable combustion performance, higher energy efficiency, and reduced operational costs. Furthermore, the technical capacity of the grassroots innovator was significantly strengthened through collaborative processes, which also encouraged steps toward product standardization and intellectual property protection. The study concludes that technological intervention plays a critical role in sustaining grassroots innovation and highlights the need for an integrated pyrolysis technology ecosystem.Inovasi akar rumput kerap muncul sebagai respons terhadap persoalan lokal yang mendesak, namun sering kali menghadapi keterbatasan teknis dan sumber daya. Tulisan ini membahas peran intervensi teknologi dalam meningkatkan kualitas inovasi kompor berbahan bakar wax hasil pengembangan masyarakat akar rumput, dengan studi kasus Program Pendampingan Inovasi Akar Rumput (PIAR) oleh BRIN. Metode yang digunakan mencakup pendampingan daring dan luring, pengujian laboratorium, serta modifikasi desain berdasarkan hasil evaluasi teknis. Hasilnya menunjukkan bahwa intervensi teknologi berhasil mendorong transformasi inovasi dari penggunaan bahan bakar limbah cair (oli bekas) menuju wax hasil pirolisis sampah plastik yang lebih bersih dan efisien. Perbaikan desain kompor menghasilkan performa pembakaran yang stabil, efisiensi energi lebih tinggi, dan pengurangan biaya operasional. Selain itu, kapasitas teknis inovator meningkat secara signifikan melalui proses kolaboratif, yang juga mendorong arah menuju standardisasi dan perlindungan HKI. Simpulan dari kajian ini menegaskan pentingnya intervensi teknologi sebagai pengungkit keberlanjutan inovasi akar rumput dan perlunya dukungan ekosistem teknologi pirolisis yang terintegrasi

    Edukasi Kolaboratif Antar Profesi Kesehatan untuk Pencegahan Sindrom Metabolik Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat

    Full text link
    Metabolic syndrome is one of the diseases that have emerged in modern times. This disease is greatly influenced by lifestyle and dietary patterns. The high incidence of metabolic syndrome requires preventive measures to prevent it from increasing further. In addition, there is a need for understanding and managing metabolic syndrome so that the complications that may arise from this disease can be minimized. The purpose of community service is to educate the public about the issues of metabolic syndrome in the working area of Puskesmas Banyudono 2. Community service began with conducting family health assessments in the Puskesmas Banyudono 2 area. An evaluation of existing health issues was carried out and then analyzed to determine health education topics that could greatly benefit the community in that area. After the counseling topic was determined, counseling media in the form of leaflets were created, and the coordination of the counseling activities was carried out. Counseling was provided to 18 people in the designated patient waiting room. The educational activities were divided into small groups and conducted alternately for each group. The activities ran smoothly and received positive feedback from the community.Tingginya prevalensi sindrom metabolik di masyarakat menuntut upaya edukasi preventif yang terintegrasi lintas profesi kesehatan. Sindrom metabolik adalah salah satu penyakit yang banyak bermunculan di zaman modern ini. Penyakit ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup serta pola makan. Tingginya angka kejadian sindrom metabolik memerlukan tindakan pencegahan agar tidak semakin bertambah banyak. Di samping itu, perlu adanya pemahaman dan penanganan sindrom metabolik agar komplikasi yang kemungkinan akan muncul akibat penyakit ini dapat diminimalisir. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ialah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai masalah sindrom metabolik di daerah wilayah kerja Puskesmas Banyudono 2. Pengabdian masyarakat dimulai dengan melakukan penilaian kesehatan keluarga di wilayah Puskesmas Banyudono 2. Dilakukan penilaian masalah kesehatan yang ada kemudian dianalisis untuk menentukan topik edukasi kesehatan yang bisa bermanfaat besar bagi masyarakat di wilayah tersebut. Setelah topik penyuluhan ditetapkan, maka dibuatlah media penyuluhan berupa leaflet dan koordinasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Penyuluhan diberikan kepada 18 orang yang dilakukan di ruang tunggu pasien yang telah ditentukan. Kegiatan edukasi dibagi secara kelompok kecil dan dilakukan secara bergantian setiap kelompok. Kegiatan berjalan dengan lancar mendapatkan kesan yang baik dari masyarakat. Kegiatan edukasi kesehatan dengan topik sindrom metabolik sudah tepat dilakukan sesuai dengan hasil penilaian kesehatan keluarga di wilayah Puskesmas Banyudono 2. Program ini dapat direplikasi di puskesmas lain sebagai langkah pencegahan penyakit tidak menular

    Financial Literacy Workshop to Intervene Consumption Patterns of Rural Areas in Malang

    Full text link
    This study explores the economic, educational, and infrastructural challenges in Srigonco Village, Bantur District, Malang Regency, Indonesia. The village's dependence on agriculture makes it economically vulnerable, while limited educational opportunities and inadequate infrastructure further hinder development. The study emphasises the critical role of financial literacy in empowering residents to make informed financial decisions and better utilise financial services. By implementing Training of Trainers (ToT) programs, the village can enhance financial management skills and promote economic resilience. Improved financial literacy is expected to lead to increased asset ownership, participation in productive activities, and long-term economic stability, ultimately improving the quality of life for the community

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇