Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Pembinaan Penambangan Emas Skala Kecil dan Masyarakat Lingkar Tambang Emas di Desa Cisarua, Bogor

    Full text link
    The Trisakti University Community Service Program (PKM) was carried out in Cisarua Village, Nanggung District, Bogor Regency, West Java, in collaboration with the local Regional Government. Stakeholder partners served as facilitators for this project, which aimed to socialize and establish sustainable mining practices for miners and communities around gold mines. Cisarua Village, located in Nanggung Regency, is known for having potential mineral resources, particularly gold deposits, which are often collected by mining communities both individually and collectively. However, this mining activity has major negative effects, leading the government to stop it, one of which being its damaging environmental impact. Environmental issues and land conditions following gold mining provide significant risks and concerns, including mercury and cyanide contamination, which are harmful to human life and the surrounding environment. One of the most significant issues has been the lack of reclamation of mine holes caused by human mining activity. Based on these issues, the team demonstrated the public on good and correct mining practices (GMP). The team is collaborating with local communities and governments to develop ways to predict future implications of gold mining activities. PKM activities are carried out by offering materials and discussions that have proven effective in developing community knowledge. The survey of 25 respondents showed that a greater understanding of good mining practices. Survey results show that previously 61% of respondents did not understand about GMP. After implementing education and training through PKM, there was an increase of 11% in understanding of GMP. This shows the effectiveness of the program in increasing awareness and knowledge about good and correct mining practices among participants.Pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Trisakti dilaksanakan di Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan bermitra bersama Pemerintah Daerah setempat. Mitra pemangku kepentingan turut berpartisipasi sebagai fasilitator dalam kegiatan ini yang bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan pengembangan praktik penambangan yang berkelanjutan bagi para penambang dan masyarakat sekitar tambang emas. Desa Cisarua, berada di Kabupaten Nanggung, dikenal memiliki potensi sumber daya mineral, terutama endapan emas, yang sering dieksploitasi oleh masyarakat penambang baik secara individu maupun kelompok. Namun, aktivitas penambangan ini menyebabkan dampak negatif yang signifikan sehingga Pemerintah terpaksa menghentikan kegiatan pertambangan rakyat ini, salah satunya karena dampak lingkungan yang merugikan. Masalah lingkungan dan kondisi lahan pascapenambangan emas menimbulkan risiko dan masalah yang besar, termasuk kontaminasi merkuri dan sianida yang berbahaya bagi kehidupan manusia dan ekosistem sekitar. Salah satu tantangan utama adalah belum adanya reklamasi pada lubang-lubang bukaan tambang akibat aktivitas penambangan rakyat. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim melakukan edukasi masyarakat tentang prinsip-prinsip penambangan yang baik dan benar (Good Mining Practices, GMP). Tim bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah setempat dalam mencari solusi untuk mengantisipasi dampak masa depan dari aktivitas pertambangan emas. Kegiatan PKM dilakukan melalui pemberian materi dan diskusi, yang terbukti berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat. Hasil survei terhadap 25 responden menunjukkan peningkatan pemahaman tentang praktik pertambangan yang baik setelah pelaksanaan PKM. Hasil survei menunjukkan bahwa sebelumnya 61% responden tidak memahami tentang GMP. Setelah dilaksanakan edukasi dan pelatihan melalui PKM, terjadi peningkatan sebesar 11% dalam pemahaman tentang GMP. Hal ini menunjukkan efektivitas program dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang praktik penambangan yang baik dan benar di kalangan peserta

    Pemasangan Tempat Sampah dan Plang Sampah di Wilayah Kelurahan Sepinggan

    Full text link
    Raising public awareness to live a cleaner and waste-free life is our common hope. Lack of knowledge and awareness among the people of Sepinggan RT 18 regarding the importance of protecting the environment from waste. To raise public awareness about caring for the environment, it is necessary to provide education and provide an example to the public, one of which is making organic and inorganic waste bins in order to change people's mindset habits. Sepinggan Subdistrict RT 18 is a beautiful village but unfortunately there is still a lot of rubbish scattered and scattered everywhere. Therefore. The author made organic and inorganic rubbish bins to be useful in the RT 18 community, Sepinggan sub-district, to dispose of rubbish in its place.Menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup lebih bersih dan bebas dari sampah merupakan harapan kita bersama. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat kelurahan Sepinggan RT 18 akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah. Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang peduli lingkungan, perlu adanya edukasi dan memberi contoh kepada masyarakat salah satunya yaitu pembuatan tempat sampah organik dan anorganik agar dapat merubah kebiasaan pola pikir masyarakat. Kelurahan Sepinggan RT 18 merupakan desa yang asri namun sayangnya masih banyak sampah yang berceceran dan berserakan di mana-mana. Oleh karena itu. penulis membuat tempat sampah organik dan anorganik agar berguna di masyarakat RT 18 kelurahan Sepinggan untuk membuang sampat di tempatnya

    PKM Penyuluhan Kekerasan Seksual kepada Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Nusa Cendana

    Full text link
    Sexual violence is an act that deprives someone of their sense of security and undermines human security. Unequal power relationships between lecturers and students often lead to sexual assault in universities. Students who were victims of sexual violence were hesitant to disclose incidences of violence on campus because they were terrified, humiliated, or unsure how to do so. The team found that students lack understanding of the concept and forms of sexual violence, are unsure of how to report violence or sexual harassment, and are not aware of the formation of a Prevention Task Force to address sexual violence in the Nusa Cendana university setting. The goal of this service project is for students to learn about the various types of sexual violence and how to report it if it occurs on campus. The service activity employs a participatory method. This activity results in the election of Anti-Sexual Violence Ambassadors who serve as champions or spokespersons for preventing and overcoming sexual violence among students, and students are becoming more conscious of all sorts of sexual violence on campus.Kekerasan seksual merupakan sebuah tindakan yang merenggut human security manusia, dengan mengambil rasa aman dari seseorang. Relasi kekuasaan yang timpang antara dosen dan mahasiswa/i menjadi penyebab terjadinya kekerasan seksual di lingkungan universitas. Mahasiswa/i sebagai korban kekerasan seksual enggan untuk melaporkan kejadian kekerasan kepada pihak kampus karena takut, malu, ataupun tidak tahu alur untuk melapor kekerasan yang dialami. Permasalahan yang ditemukan melalui pengamatan tim adalah mahasiswa belum memahami konsep dan bentuk-bentuk kekerasan seksual, belum mengetahui alur pelaporan jika terjadi kekerasan maupun pelecehan seksual, serta belum mengetahui telah dibentuknya Satgas Pencegahan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) yang berada di lingkungan Universitas Nusa Cendana. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mahasiswa mampu memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual dan mengetahui alur pelaporan jika terjadi kekerasan seksual di kampus. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode partisipatif. Hasil kegiatan ini adalah terpilihnya Duta Anti Kekerasan Seksual yang berperan sebagai advokat atau juru bicara dalam upaya mencegah dan mengatasi kekerasan seksual dalam mahasiswa, serta adanya peningkatan pengetahuan dari mahasiswa terkait kekerasan seksual di kampus dan menjadi lebih waspada terhadap segala bentuk kekerasan seksual di kampus

    Pemetaan Kebersihan dan Perilaku Aman Pangan (PEKA-PANGAN) Sebagai Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Tanjung Beringin

    Full text link
    Food safety is a global issue that directly affects a person's health. Foods that are unsafe to consume will cause various diseases from diarrhea to cancer. Around 420,000 people die every year from food poisoning. Various measures to prevent food poisoning must be taken from an early age, such as washing hands before and during food processing, preventing cross contamination, cooking food thoroughly and so on. Various measures to prevent food poisoning must be taken from an early age, such as washing hands before and during food processing, preventing cross contamination, cooking food thoroughly and so on. This community service was carried out in Pekan Tanjung Beringin Village with the aim of knowing food safety in the area. Service activities are carried out through five stages, namely socialization, data collection, data analysis and mapping, counseling and focus group discussions, and cross-sectoral outreach. From the results of data collection and analysis, policies are created that aim to improve the level of public health, especially in terms of food safety. A total of 15 hamlets with 398 participants were included in this service activity. In general, hamlets 1-15 are considered good in terms of food processing. There are certain points that must be improved together by the community, the Community Health Center, and the local government in assisting proper and safe food processing in the Tanjung Beringin area.Keamanan pangan merupakan isu permasalahan global yang secara langsung memengaruhi kesehatan seseorang. Makanan yang tidak aman dikonsumsi, akan menyebabkan berbagai macam penyakit mulai dari diare hingga kanker. Sekitar 420.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat keracunan makanan. Berbagai tindakan pencegahan keracunan makanan harus dilakukan sejak dini, antara lain mencuci tangan sebelum dan selama pengolahan makanan, pencegahan kontaminasi silang, memasak makanan hingga matang, dan lain sebagainya. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pekan Tanjung Beringin dengan tujuan untuk mengetahui keamanan pangan di wilayah tersebut. Kegiatan pengabdian terdiri dari lima tahapan yaitu sosialisasi, pengumpulan data, analisis data dan pemetaan, penyuluhan dan focus group discussion, serta sosialisasi lintas-sektoral. Dari hasil pengumpulan dan analisa data dibuat kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam hal keamanan pangan. Sebanyak 15 dusun dengan 398 partisipan diikutsertakan dalam kegiatan pengabdian ini. Secara umum dapat disimpulkan bahwa masyarakat pada 15 dusun tersebut sudah tergolong baik dalam hal pengolahan makanan. Ada beberapa poin tertentu yang harus diperbaiki bersama baik oleh masyarakat, pihak puskesmas, dan pemerintah setempat dalam membantu pengolahan pangan yang tepat dan aman di wilayah Tanjung Beringin

    Sosialisasi Pelaksanaan Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2)

    Full text link
    Kaongke-ongkea Village is one of the sub-districts in Pasarwajo sub-district, Buton Regency. The people of Kaongke-ongkea Village are known to be very strong in working together to develop the region. However, in this process, there are still shortcomings in Kaongke-ongkea Village, so support from other parties is needed to realize the vision and mission of Buton Regency in terms of teaching. For this reason, Baubau Polytechnic, through the Economics and Business Department, Tax Accounting Study Program, is trying to become a medium to contribute to Kaongke-ongkea Village in overcoming the problem of increasing awareness of Land and Building Tax in Rural and Urban Communities. Kaongke-ongkea village generally earns its living as a farmer and coffee producer. The method of this activity is carried out using the lecture, discussion, and question and answer method. The lecture method is used to present the material, followed by discussion and questions and answers. Through this socialization activity, it is hoped that it can foster a spirit of compliance with tax obligations for the people in Kaongke-ongkea Village through educational material about sanctions and rates for Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) in the form of audio visuals, empowering the potential of the people of Kaongke-ongkea Village, District. Pasarwajo Buton Regency in increasing Taxpayer Awareness to pay their taxes.Desa Kaongke-ongkea merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton. Masyarakat Desa Kaongke-ongkea dikenal sangat kokoh dalam kebersamaan untuk membangun daerah. Namun dalam proses tersebut, masih terdapat kekurangan yang dimiliki Desa Kaongke-ongkea sehingga perlu kiranya dukungan dari pihak lain untuk mewujudkan visi misi Kabupaten Buton dari segi pengajaran. Untuk itu, Politeknik Baubau melalui Jurusan Ekonomi dan Bisnis Prodi Akuntansi Perpajakan berusaha menjadi media untuk memberikan kontribusi kepada Desa Kaongke-ongkea dalam mengatasi masalah peningkatan kesadaran pada Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Masyarakat. Desa Kaongke-ongkea bermata pencaharian pada umumnya sebagai petani dan penghasil kopi. Metode kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk pemaparan materi, selanjutnya dilakukan diskusi dan tanya jawab. Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat patuh akan kewajiban perpajakan bagi masyarakat di Desa Kaongke-ongkea melalui edukasi materi tentang sanksi dan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berupa audio visual, memberdayakan potensi masyarakat Desa Kaongke-ongkea Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton dalam meningkatkan Kesadaran Wajib Pajak untuk membayar pajaknya

    Workshop “Short Story Writing on Family and Friend Theme” untuk Mengurangi Kecemasan Menulis Berbahasa Asing

    Full text link
    EFL learners’ anxiety occurs due to lack of experience and confidence in using the language. Writing short stories can be a medium for conveying moral message, or life values ​​to readers. Steps for writing a short story based on the creative writing process in the Jabrohim Workshop/service training related to knowledge and skills regarding writing short stories in English for students at Madiun Recency attended by 23 students. The workshop "Short Story Writing on Family and Friend Theme for Students throughout the Madiun Regency was held at Graha Saraswati STKIP PGRI Ponorogo in three sessions: material presentation, demonstration, and a clinical session on short story creation. Based on the results of the Post-Questionnaire given at the end of the workshop, most participants (84%) stated that this training helped increase their confidence in using English to write about family and friends. This workshop was also considered quite helpful (51%) in reducing anxiety on writing short stories in English. In terms of student performance, 76% of participants rated the performance of the presenters as good, 24% rated it as good, and only 2% said it was not good. 82% of participants also agreed to further training regarding writing short stories in English with different themes.Kecemasan berbahasa Inggris pada pembelajar EFL bisa terjadi karena kurangnya pengalaman dan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa. Menulis cerpen juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan moral atau nilai-nilai kehidupan kepada pembaca. Workshop/Pelatihan pengabdian yang berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan tentang pembuatan cerita pendek berbahasa Inggris bagi mahasiswa di Karisidenan Madiun diikuti oleh 23 mahasiswa. Workshop “Short Story Writing on Family and Friend Theme untuk Mahasiswa se-Karisidenan Madiun” dilaksanakan di STKIP PGRI Ponorogo dalam tiga sesi: pemaparan materi, demonstrasi, dan sesi klinis pembuatan cerita pendek. Berdasarkan hasil pascakuesioner yang diberikan di akhir workshop, sebagian besar peserta (84%) menyatakan pelatihan ini membantu peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris untuk menulis tentang keluarga dan teman. Workshop ini juga dianggap cukup membantu (51%) mengurangi kecemasan menulis cerita pendek dalam bahasa Inggris. Dari segi kinerja siswa, 76% peserta menilai performance para pemateri ini baik, 24% menilai baik, dan hanya 2% yang menyatakan kurang baik. 82% peserta juga menyetujui pelatihan lanjutan mengenai penulisan cerita pendek berbahasa Inggris dengan tema yang berbeda

    Sosialisasi Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Buku Digital Flipbook pada Guru SMA Negeri 4 Balikpapan untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Peserta Didik

    Full text link
    The students' reading skills at SMA Negeri 4 Balikpapan need to be improved because there are still students who get low scores. The purpose of this activity is to introduce to teachers about Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by flipbook media to improve students' novel text reading skill at SMA Negeri 4 Balikpapan. The socialization was attended by Indonesian language teachers. After the training ended, the implementation of problem-based learning model assisted by flipbook media was conducted in one of the classes. Learning activities with PBL model assisted by flipbook media were conducted in several meetings with the method used, namely cycle I and II consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection techniques using tests, distributing questionnaires, and documentation. The result of implementation shows that the application of problem based learning model effectively improves the reading skill of students of class XII IPS 2 SMA Negeri 4 Balikpapan in Indonesian language subject of novel material by 10.98%. It can be concluded that the implementation of problem based learning model assisted by flipbook can improve the reading skill of students of class XII IPS 2 at SMA Negeri 4 Balikpapan.Keterampilan membaca peserta didik di SMA Negeri 4 Balikpapan perlu ditingkatkan dikarenakan masih ada siswa yang memeperoleh nilai rendah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan kepada guru mengenai model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media flipbook guna meningkatkan keterampilan membaca teks novel peserta didik di SMA Negeri 4 Balikpapan. Sosialisasi diikuti oleh guru Bahasa Indonesia. Setelah pelatihan berakhir, dilakukan implementasi model problem based learning berbantuan media flipbook kepada salah satu kelas. Kegiatan pembelajaran dengan model PBL berbantuan media flipbook dilakukan pada beberapa pertemuan dengan metode yang digunakan yaitu siklus I dan II yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengambilan data dengan menggunakan tes, membagikan kuesioner, dan dokumentasi. Hasil pengimplementasian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning efektif meningkatkan keterampilan membaca peserta didik kelas XII IPS 2 SMA Negeri 4 Balikpapan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi novel sebesar 10,98%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning berbantuan flipbook dapat meningkatkan keterampilan membaca peserta didik kelas XII IPS 2 di SMA Negeri 4 Balikpapan

    Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Pengembangan Batik Semoi Nusantara dengan Digital Marketing di Desa Argo Mulyo

    Full text link
    Community service through Real Work Lecture (KKN) activities is one form of the author's contribution to the community in overcoming existing problems by applying his theory into a service activity. This dedication was carried out by the author with the aim of providing an understanding of the importance of implementing Digital Marketing in a business activity through mentoring and socialization methods for Batik Semoi Nusantara business activities in Argo Mulyo Village, Sepaku District, North Penajam Paser Regency. In this service activity, the author did it in several stages, starting with discussions with the actors of Batik Semoi Nusantara business activities followed by execution and revision of activities and ending with the results of the author's service activities. What the author does in this devotion is, among others; logo creation, Maps point creation, Instagram account creation, and web contact person. The application of digital marketing does have a significant influence on business actors, even so there are still many who do not understand the true concept of digitalization, therefore, it is necessary to provide assistance to these business actors as well as what the author did on Batik Semoi Nusantara. There was a positive impact and response given after Batik Semoi Nusantara was given assistance regarding digitalization, one of which was increasing sales value and complete information for potential customers.Pengabdian masyarakat melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ialah salah satu bentuk kontribusi penulis kepada masyarakat di dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada dengan menerapkan teorinya ke dalam sebuah kegiatan pengabdian. Pengabdian ini dilakukan penulis dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya penerapan Digital Marketing dalam sebuah kegiatan usaha melalui metode pendampingan dan sosialisasi terhadap kegiatan usaha Batik Semoi Nusantara di Desa Argo Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Dalam kegiatan pengabdian ini, penulis melakukannya dengan beberapa tahap, dimulai dengan diskusi dengan para pelaku kegiatan usaha Batik Semoi Nusantara dilanjutkan dengan eksekusi dan revisi kegiatan dan diakhiri dengan hasil dari kegiatan pengabdian penulis. Kegiatan yang dilakukan oleh penulis dalam pengabdian ini antara lain pembuatan logo, pembuatan titik Maps, pembuatan akun Instagram, dan web contact person. Penerapan digital marketing memang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap para pelaku usaha, meski begitu masih banyak yang belum mengerti konsep sebenarnya dari digitalisasi. Oleh karena itu, perlu sebuah pendampingan terhadap para pelaku usaha tersebut seperti halnya yang dilakukan oleh penulis terhadap Batik Semoi Nusantara. Terdapat dampak dan respon positif yang diberikan setelah Batik Semoi Nusantara diberikan pendampingan mengenai digitalisasi, salah satunya meningkatnya nilai penjualan dan lengkapnya informasi bagi para calon konsumen

    Sosialisasi dan Kegiatan Penerapan Sikap Kerja 5S di Kantor Kelurahan Waru

    Full text link
    This study evaluates the working environment conditions at the Waru Sub-District Office, focusing on the implementation of the 5S concept: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke. Through direct observation by students participating in Community Service Learning, it was found that the office faces significant challenges regarding organization, cleanliness, and safety. The observation results revealed a lack of collective awareness regarding the importance of 5S, leading to increased accident risks and decreased productivity. Based on these findings, recommendations are provided to comprehensively implement the 5S program, provide employee training and awareness, ensure adequate resource provision, and conduct regular monitoring and evaluation. It is hoped that the implementation of these recommendations will help improve the working environment conditions at the Waru Sub-District Office, with a positive impact on employee productivity and safety.Studi ini mengevaluasi kondisi lingkungan kerja di Kantor Kelurahan Waru dengan fokus pada implementasi konsep 5S: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke. Melalui observasi langsung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata, ditemukan bahwa kantor tersebut menghadapi tantangan signifikan terkait keteraturan, kebersihan, dan keselamatan. Hasil observasi mengungkapkan kurangnya kesadaran kolektif akan pentingnya 5S, yang mengakibatkan risiko kecelakaan dan menurunkan produktivitas. Berdasarkan temuan ini, rekomendasi diberikan untuk mengimplementasikan program 5S secara menyeluruh, menyediakan pelatihan dan kesadaran karyawan, memastikan penyediaan sumber daya yang memadai, serta melakukan pemantauan dan evaluasi berkala. Diharapkan implementasi rekomendasi ini akan membantu meningkatkan kondisi lingkungan kerja di Kantor Kelurahan Waru, dengan dampak positif pada produktivitas dan keselamatan karyawan

    Nilai Tambah Ekonomi Pemanfaatan Sampah

    Full text link
    The waste problem is still a big problem in Indonesia. One of them can be seen at the Cipayung Final Disposal Site (TPA), West Java, which is currently overloaded. The amount of household waste produced is not commensurate with the capacity of the landfill. Therefore, community participation is very necessary in overcoming the waste problem. Seeing this condition, the residents of the Barazaki Housing Depok plan to start sorting and utilizing waste. However, unfortunately, based on the results of interviews with RT heads, there are still many residents of Barazaki Housing who have not sorted and utilized their waste. This is due to a lack of knowledge regarding how to sort and utilize waste both technically and economically. Many residents do not know the fact that waste can generate additional economic income so they are not motivated to sort or utilize waste. This PkM aims to realize a program for sorting and processing household waste with the economic value of the results of processing household waste. The method used is education regarding waste sorting and utilization, both technically and economically. The result of this PkM activity is that the majority of Barazaki housing residents understand that waste can provide added economic value and they are willing to sort and process inorganic and organic waste. PkM participants were very enthusiastic because the content of the PkM counseling was very interesting and useful, the material was delivered well, and the objectives of the PkM activities were clearly conveyed.Masalah sampah masih menjadi permasalahan besar di Indonesia. Salah satunya terlihat pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung Jawa Barat yang saat ini kondisinya sudah overload. Banyaknya produksi sampah rumah tangga tidak sebanding dengan kapasitas TPA. Oleh karena itu partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam hal menanggulangi permasalahan sampah. Melihat kondisi ini, warga Perumahan Barazaki Depok berencana memulai dalam pemilahan dan pemanfaatan sampah. Namun sayangnya berdasarkan hasil wawancara dengan ketua RT masih banyak warga Perumahan Barazaki yang belum melakukan pemilahan dan pemanfaatan sampah. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan terkait cara pemilahan dan pemanfaatan sampah baik secara teknis maupun ekonomis. Banyak warga belum mengetahui fakta bahwa sampah dapat menghasilkan tambahan ekonomi sehingga belum tergerak untuk melakukan pemilahan maupun pemanfaatan sampah. PkM ini bertujuan untuk merealisasikan program pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga dengan adanya nilai ekonomi terhadap hasil pengolahan sampah rumah tangga. Metode yang digunakan adalah penyuluhan terkait pemilahan dan pemanfaatan sampah baik secara teknis maupun ekonomis. Hasil kegiatan PkM ini adalah sebagian besar warga perumahan Barazaki paham bahwa sampah dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi dan mereka bersedia untuk melakukan pemilahan dan pengolahan sampah anorganik maupun organik. Peserta PkM sangat antusias karena isi penyuluhan PkM sangat menarik dan bermanfaat, penyampaian materi dilakukan dengan baik, dan tujuan kegiatan PkM tersampaikan dengan jelas

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇