Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
346 research outputs found
Sort by
Sosialisasi Pengaruh Tindakan Bullying dan Penanganannya di SD Negeri 10 Manggar Baru Kota Balikpapan
This service aims to implement the socialisation programme on the influence of bullying and how to deal with it on students of Grade VI at SD Negeri 010 Manggar Baru. The socialisation is conducted in order to anticipate the occurrence of bullying against adolescents, especially the students of SDN 10 who are actually the future generations. This community service was conducted at SD Negeri 10 Manggar Baru, Balikpapan City with the subject of Grade VI students. The service educates the students about what bullying is and its effects. The impact of bullying is very influential on students' mental health, academic performance and social relationships. Efforts to anticipate bullying in schools are education about bullying , involvement of parents and community and consistent implementation of school rules. The stages of socialisation implementation are reporting and coordinating with the school, preparing materials, hearing the principal and class teacher, preparing the venue and media needed. Furthermore, the results of this activity provide the students with knowledge about the meaning, influence, impact and how to deal with it. In this way, the anticipation of the spread of bullying behaviour among school children can be dealt with at an early stage.Pengabdian ini bertujuan untuk melaksanaan program sosialisasi pengaruh bullying dan penanganannya pada siswa kelas VI di SD Negeri 10 Manggar Baru. Sosialisasi dilakukan guna melakukan antisipasi sejak dini terjadinya bullying terhadap remaja khususnya siswa SD Negeri 10 Manggar Baru yang sejatinya adalah calon generasi masa depan. Pengabdian ini dilakukan di SD Negeri 10 Manggar Baru kota Balikpapan dengan subjek siswa kelas VI. Dalam pengabdian tersebut, tim mengedukasi para siswa tentang apa yang dimaksud bullying dan dampak yang ditimbulkannya. Dampak dari perbuatan bullying sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental siswa, prestasi akademik, dan hubungan sosial. Upaya yang dilakukan untuk antisipasi bullying di sekolah adalah melalui edukasi tentang bullying, pelibatan orang tua siswa dan komunitas, serta penerapan peraturan di sekolah dengan konsisten. Adapun tahapan pelaksanaan sosialisasi yaitu melakukan laporan dan koordinasi pihak sekolah, menyiapkan materi, audiensi kepada kepala sekolah dan guru kelas, serta menyiapkan tempat dan media yang diperlukan. Selanjutnya, hasil dari kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada siswa sekolah tentang arti, pengaruh, dampak, dan bagaimana cara penanganan bullying terhadap siswa. Dengan begitu, antisipasi menyebarnya perilaku bullying di kalangan anak sekolah dapat tertangani sejak dini dengan baik
Edukasi Remaja Sadar Gizi melalui Aplikasi Nuby (Nutrition for Bright Youth)
Nutritional issues among adolescents are a serious concern due to their long-term impact on health and productivity. Based on the Global School Health Survey (2015), adolescent behaviors such as infrequent breakfast consumption (65.2%), low intake of fruits and vegetables (93.6%), frequent consumption of flavored foods (75.7%), and sedentary lifestyles (42.5%) increase the risk of overweight, obesity, and non-communicable diseases. Additionally, adolescents experiencing chronic energy deficiency (CED) are at higher risk of health disorders, including giving birth to low birth weight infants. This activity aims to enhance adolescents' nutritional knowledge through the use of the Nuby (Nutrition for Bright Youth) application. The methods employed included counseling, simulations, and demonstrations conducted with 32 students and 5 teachers at SMAN 2 Mamuju. The results showed a significant improvement in participants' understanding, with an average pre-test score of 75.6 increasing to 93.1 on the post-test, reflecting a 17.5-point gain. These findings indicate that the Nuby application and the implemented educational methods were effective in improving adolescents' nutritional knowledge. The implementation of Nuby holds potential as an innovative solution to support adolescent health and well-being.Masalah gizi pada remaja menjadi perhatian serius karena berdampak pada kesehatan jangka panjang dan produktivitas. Berdasarkan Global School Health Survey (2015), perilaku remaja seperti jarang sarapan (65,2%), kurang mengonsumsi serat sayur dan buah (93,6%), sering mengonsumsi makanan berpenyedap (75,7%), dan pola hidup sedentari (42,5%) meningkatkan risiko overweight, obesitas, serta penyakit tidak menular. Selain itu, remaja dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) berisiko mengalami gangguan kesehatan, termasuk berat badan lahir rendah pada keturunannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi remaja melalui penggunaan aplikasi Nuby (Nutrition for Bright Youth). Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, simulasi, dan demonstrasi kepada 32 siswa dan 5 guru SMAN 2 Mamuju. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan skor pre-test rata-rata 75,6 menjadi 93,1 pada post-test, menunjukkan peningkatan sebesar 17,5 poin. Temuan ini mengindikasikan bahwa aplikasi Nuby dan metode edukasi yang diterapkan efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi remaja. Implementasi aplikasi Nuby berpotensi menjadi solusi inovatif untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan remaja
Pendidikan Berbasis Budaya Lokal: Pemetaan Kurikulum di Sekolah Dasar Melalui Kolaborasi Guru dan Komunitas Adat
This service activity aims to develop local culture-based teaching material supplement through active involvement of indigenous community in Yoboi Village, Papua. The background of the activity is based on the importance of preserving local culture through basic education that is contextual and relevant to the lives of students. By using participatory qualitative approach, this activity involves teachers, traditional leaders, sago processing women, and local youth in the process of identifying traditional knowledge, cultural and environmental mapping, and preparation of teaching materials. Activity stages included participatory observation, community workshops, visual and narrative documentation, and teacher training. Key results included: (1) the identification of cultural practices such as sago harvesting and Khombouw bark painting as cross-literacy learning resources (ecology, science, culture, and citizenship); (2) the development of contextual learning modules, student pocket books, and cultural maps as teaching media; and (3) increased capacity of teachers and youth in documentation and integration of local culture into learning. This activity proves that community involvement in basic education not only increases the meaningfulness of learning, but also becomes a strategy for decolonizing knowledge and preserving culture. The implications of the activity point to the importance of policy support to replicate this model in other indigenous communities.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan suplemen bahan ajar berbasis budaya lokal melalui keterlibatan aktif komunitas adat di Kampung Yoboi, Papua. Latar belakang kegiatan didasari oleh pentingnya pelestarian budaya lokal melalui pendidikan dasar yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif, kegiatan ini melibatkan guru, tokoh adat, perempuan pengolah sagu, serta pemuda lokal dalam proses identifikasi pengetahuan tradisional, pemetaan budaya dan lingkungan, serta penyusunan bahan ajar. Tahapan kegiatan meliputi observasi partisipatif, lokakarya komunitas, dokumentasi visual dan naratif, serta pelatihan guru. Hasil utama mencakup: (1) teridentifikasinya praktik budaya seperti panen sagu dan seni lukis kulit kayu Khombouw sebagai sumber pembelajaran lintas literasi (ekologi, sains, budaya, dan kewarganegaraan); (2) tersusunnya modul pembelajaran kontekstual, buku saku siswa, dan peta budaya sebagai media ajar; serta (3) meningkatnya kapasitas guru dan pemuda dalam dokumentasi serta integrasi budaya lokal ke dalam pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelibatan masyarakat dalam pendidikan dasar tidak hanya meningkatkan kebermaknaan pembelajaran, tetapi juga menjadi strategi dekolonisasi pengetahuan dan pelestarian budaya. Implikasi kegiatan menunjukkan pentingnya dukungan kebijakan untuk mereplikasi model ini di komunitas adat lainnya
Photovoltaic untuk Mesin Pengasap Ikan Berbasis Kearifan Pakan Lokal dalam Pencegahan Stunting di Desa Karangrejo Bonang Demak
Posyandu Klitih Karangrejo Bonang Demak is a partner in community partnership empowerment that has health problems, namely stunted children in Karangrejo village, so that the health conditions of mothers and children need special attention. Maternal and child health that needs attention from many parties, especially in Karangrejo village because there are still children with stunting conditions. Bonang District has potential for marine products, because its area has sea and is a producer of tuna fish in Demak district. The purpose of this program is to improve maternal and child health by training the community in the skills of making smoked fish based on solar power or photovoltaic and the community's ability in marketing by optimizing internet marketing. Increasing community business opportunities, increasing community skills and abilities to start smoked fish production, besides that of course the expected results together are increased public health and no new stunting rates.Posyandu Klitih Karangrejo Bonang Demak merupakan mitra pengabdian pada pemberdayaan kemitraan masyarakat yang memiliki masalah pada bidang kesehatan yaitu terdapatnya anak stunting di desa Karangrejo, sehingga kondisi kesehatan ibu dan anak perlu mendapat perhatian khusus. Kesehatan ibu dan anak yang perlu mendapat perhatian banyak pihak khususnya pada desa Karangrejo karena masih terdapat anak dengan kondisi stunting. Kecamatan Bonang memiliki potensi hasil laut, karena wilayahnya terdapat laut dan menjadi penghasil ikan tongkol yang banyak di kabupaten Demak. Tujuan program ini untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dengan melatih keterampilan masyarakat membuat ikan asap berbasis listrik tenaga surya atau photovoltaic dan kemampuan masyarakat dalam pemasaran dengan mengoptimalkan internet marketing. Hasil yang diperoleh diantaranya peningkatan kesempatan usaha masyarakat, peningkatan ketrampilan, dan kemampuan masyarakat memulai produksi ikan asap, selain itu tentunya hasil yang diharapkan bersama adalah meningkatnya kesehatan masyarakat dan tidak adanya angka stunting baru
Pendampingan KWT Melalui Inovasi Olahan Buah Naga Menjadi Dragon Chips Sebagai Produk Unggulan Dusun Babakan
Babakan Hamlet, Jalatrang Village, has great potential in dragon fruit cultivation, but its use is still limited to the consumption of fresh fruit, so it does not provide added value economically. This service provides knowledge through training and assistance to the Mutiara Women's Farmers Group (KWT) as an effort to empower women through the innovation of processing dragon fruit into a leading product, Dragon Chips, which has unique appeal and high market value. The methods carried out in this service include survey and problem analysis, preparation, planning, implementation and evaluation. The results of the training and mentoring activities showed an increase in the knowledge and skills of members of the Women Farmers Group (KWT) as well as confidence in making dragon fruit chips (Dragon Chips). Dragon Chips products not only have the potential to become the flagship product of Babakan Hamlet, but also open up new entrepreneurial opportunities and strengthen family economic resilience by creating economic opportunities based on local potential. With a participatory and sustainable approach, this innovation is a step to transform local potential into products of high economic value and strengthen the role of women in village development.Dusun Babakan Desa Jalatrang memiliki potensi besar dalam budidaya buah naga, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi buah segar, sehingga kurang memberikan nilai tambah secara ekonomi. Pengabdian ini memberikan pengetahuan melalui pelatihan dan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mutiara sebagai upaya pemberdayaan perempuan melalui inovasi olahan buah naga menjadi produk unggulan Dragon Chips atau keripik buah naga yang memiliki daya tarik unik dan nilai jual tinggi. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini meliputi survei dan analisis permasalahan, persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pelatihan dan pendampingan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) serta kepercayaan diri dalam membuat keripik buah naga (Dragon Chips). Produk Dragon Chips tidak hanya berpotensi menjadi produk unggulan Dusun Babakan, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan baru dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dengan menciptakan peluang ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, inovasi ini menjadi langkah transformasi potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi Serta Diabetes Melitus di Kelurahan Ganti, Kabupaten Donggala
Hypertension and diabetes mellitus remain major public health problems, particularly in Ganti Village, Banawa Subdistrict, Donggala Regency. Low awareness of routine health check-ups and the suboptimal use of local food exacerbate these conditions. This Community Service Program (KKN) aimed to improve community knowledge, awareness, and behavior in preventing and controlling non-communicable diseases through community-based promotive and preventive programs. The program was conducted in August 2025 using a participatory approach through several activities, including free health check-ups, hypertension and elderly exercise sessions, and health education on hypertension and diabetes. These activities increased community participation in health examinations and regular physical activity. Health education also improved community knowledge regarding risk factors, prevention, and management of hypertension and diabetes mellitus. The KKN program made a tangible contribution to community empowerment and the promotion of healthy lifestyles through collaboration among students, village authorities, community leaders, and local residents.Hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi permasalahan kesehatan utama di masyarakat, khususnya di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala. Rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan rutin serta pemanfaatan pangan lokal yang belum optimal memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular melalui program promotif dan preventif berbasis komunitas. Program dilaksanakan selama Agustus 2025 dengan pendekatan partisipatif melalui beberapa kegiatan, yaitu pemeriksaan kesehatan gratis, senam hipertensi dan lansia, serta penyuluhan terkait hipertensi dan diabetes. Kegiatan ini meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan serta aktivitas fisik teratur. Penyuluhan kesehatan juga meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, pencegahan, dan pengendalian hipertensi serta diabetes melitus. Program KKN memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan perilaku hidup sehat melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat
Transformasi Zero Waste Lifestyle: Pemberdayaan Bank Sampah Berkah di Desa Karanganyar Melalui Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme
The empowerment of the Berkah Waste Bank Community in Karanganyar Village aims to transform a zero-waste lifestyle through eco-enzyme training. This community service project was motivated by the vital role of waste banks in reducing waste volume through the collection, sorting, and recycling of economically valuable waste. However, managing organic waste has been a challenge due to limited awareness and knowledge of sustainable organic waste management and inadequate infrastructure. The primary goal of this program is to enhance the capacity and independence of the Berkah Waste Bank Community in effectively managing organic waste. The methods implemented included socialization, training, technology application, mentoring, and program evaluation. The intended outcomes were increased productivity and independence of the community, improved quality of organic waste processing, and enhanced welfare of members through eco-enzyme technology adoption. Initial results showed that training and mentoring significantly increased participants' knowledge, skills, and productivity in waste processing, promoting the adoption of sustainable organic waste practices.Pemberdayaan Komunitas Bank Sampah Berkah di Desa Karanganyar bertujuan untuk mentransformasikan gaya hidup zero waste melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh peran penting bank sampah dalam mengurangi volume sampah melalui pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang sampah yang memiliki nilai ekonomis. Namun, pengelolaan sampah organik menjadi tantangan karena keterbatasan kesadaran dan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan serta infrastruktur yang kurang memadai. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian Komunitas Bank Sampah Berkah dalam mengelola sampah organik secara efektif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi program. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan produktivitas dan kemandirian komunitas, kualitas hasil pengolahan sampah organik yang lebih baik, serta peningkatan kesejahteraan anggota melalui adopsi teknologi eco-enzyme. Hasil awal menunjukkan bahwa melalui pelatihan dan pendampingan, terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan produktivitas peserta dalam pengolahan sampah, sehingga mendorong adopsi praktik pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan
Pengembangan Marketing Capability Wisata Bahari Puger Berbasis Sustainability
Puger Kulon is one of the areas on the coast of Jember City with qualified tourism potential and proven human resource commitment. However, it still needs more capabilities to develop and realize Puger as a Minapolitan Marine Tourism Destination in Jember and East Java. Puger Kulon managers and communities must avoid facing dynamic changes comprehensively and utilize modern digital marketing media to capture marketing opportunities as an attractive tourist destination. Branding efforts to increase tourist attractiveness can be observed from a comprehensive approach. This service activity aims to improve the ability of the Puger Maritime Tourism manager as a tourist destination with a focus on strengthening branding through a participatory rural appraisal approach to the community to be able to compile tour packages, profile videos, and training related to tourism development such as Hospitality and Tour Package Preparation so that Puger becomes a more marketable and attractive destination for tourists.Puger Kulon adalah salah satu daerah di pesisir pantai kota Jember yang memiliki potensi wisata yang mumpuni dengan komitmen SDM yang teruji, namun masih memiliki kapabilitas yang terbatas untuk dapat mengembangkan dan mewujudkan Puger sebagai Destinasi Wisata Bahari Minapolitan di kawasan Jember dan Jawa Timur. Pengelola dan masyarakat Puger Kulon masih belum dapat menghadapi perubahan yang dinamis secara kompeherensif dan belum memanfaatkan media teknologi pemasaran digital dalam menangkap peluang pemasaran sebagai destinasi wisata yang menarik. Upaya branding guna peningkatan daya tarik wisata dapat diamati dari pendekatan secara kompeherensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola Wisata Bahari Puger sebagai destinasi wisata dengan fokus pada penguatan branding melalui pendekatan participatory rural appraisal kepada masyarakat untuk dapat menyusun paket wisata, video profil, dan pelatihan-pelatihan terkait pengembangan wisata seperti Hospitality dan Penyusunan Paket Wisata sehingga Puger menjadi destinasi yang lebih marketable dan menarik bagi wisatawan
Peningkatan Kewaspadaan Risiko Malnutrisi Siswa SDN 133888 Kelurahan Pasar Baru Kota Tanjungbalai Melalui Pemantauan Status Gizi dan Sosialisasi Isi Piringku
Child health is a crucial issue for the future of the nation, where nutrition is a major concern. Nutritional disorders in children can lead to obesity, learning disabilities, developmental disorders, chronic diseases, and cancer, influenced by genetic factors, socio-economics, parental education, history of infection, and intake patterns. Anthropometric measurements are used to detect these disorders. This community service activity aims to provide socialization about balanced nutrition through the concept of “Isi Piringku” and prevention of helminthiasis, as well as measuring the nutritional status of 316 students of SD Negeri 133888. The results showed that 87% of students had good nutritional status, while 13% had nutritional disorders, consisting of 5.4% undernutrition, 3.8% overnutrition, and 3.8% obesity. Further research is needed to identify factors that contribute to these nutritional disorders, so that appropriate interventions in community service activities can be designed to reduce the prevalence of malnutrition in the future.Kesehatan anak merupakan isu krusial bagi masa depan bangsa, dimana masalah nutrisi menjadi perhatian utama. Gangguan nutrisi pada anak dapat memicu obesitas, hambatan belajar, gangguan perkembangan, penyakit kronis, hingga kanker, dipengaruhi oleh faktor genetik, sosio-ekonomi, pendidikan orang tua, riwayat infeksi, dan pola asupan. Pengukuran antropometri digunakan untuk mendeteksi gangguan ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku” dan pencegahan kecacingan, serta melakukan pengukuran status gizi pada 316 siswa SD Negeri 133888. Hasilnya menunjukkan 87% siswa memiliki status gizi baik, sementara 13% mengalami gangguan gizi, terdiri dari 5,4% gizi kurang, 3,8% gizi lebih, dan 3,8% obesitas. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap gangguan gizi ini, sehingga intervensi yang tepat dalam kegiatan pengabdian masyarakat dapat dirancang untuk menurunkan prevalensi malnutrisi di masa mendatang
Penerapan Internet of Things (IoT) pada Industri Jasa Finishing Mebel
Along with the development of technology and the increasing number of internet users, Internet of Things technology is becoming a trend that makes work easier. By using Internet of Things it can be more efficient and can be controlled remotely. Finishing Service Craftsmen in Jepara Regency experienced problems in the finishing process. In the finishing process, the production area is one between the grinding area and the finishing area so that finishing paint pollution interferes with workers and can interfere with work safety such as respiratory tract infections, and finishing defects because the direction of the paint spray is carried by air from outside, causing partners to have to repaint the product. Through Internet of Things technology with a blower control system using a handphone. The results of this activity can reduce the amount of smoke in the finishing area.Seiring perkembangan teknologi dan peningkatan jumlah pengguna internet, teknologi Internet of Things menjadi tren untuk mempermudah pekerjaan. Dengan menggunakan IoT, pekerjaan dapat lebih efisien dan dapat dikontrol jarak jauh. Pengrajin Jasa Finishing di Kabupaten Jepara mengalami permasalahan pada proses finishing. Pada proses finishing, area produksi menjadi satu antara area gerinda dengan area finishing sehingga polusi cat finishing mengganggu para pekerja dan dapat mengganggu keselamatan kerja seperti infeksi saluran pernapasan, dan cacat finishing karena arah tembak semprot cat terbawa udara dari luar mengakibatkan mitra harus cat ulang produk tersebut. Melalui teknologi Internet of Things dengan sistem kontrol penggunaan blower menggunakan handphone. Hasil dari kegiatan ini dapat mengurangi jumlah asap yang ada di arae finishing