Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat dalam Inovasi Produk Berbasis Pisang dan Singkong Serta Edukasi Gizi Sehat Keluarga di Dasawisma Kenanga - Samarinda

    No full text
    The Community Service Program at Dasawisma Kenanga-Samarinda aims to empower the community through innovations in healthy food products and nutrition education. Conducted from June 25 to August 25, 2024, this program involves students and lecturers from the Faculty of Agriculture, Mulawarman University. The methods used include socialization, discussions, observations, and interviews. The results of this program indicate an increase in community knowledge and skills in food processing, with a focus on banana and cassava-based products such as chips. Business Identification Number (NIB) registration was also carried out to enhance business legality and market access. Through a participatory approach, this program is expected to improve community welfare and quality of life by developing value-added local food products.Program Pengabdian kepada Masyarakat di Dasawisma Kenanga-Samarinda bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui inovasi produk pangan sehat dan penyuluhan gizi. Dilaksanakan mulai 25 Juni hingga 25 Agustus 2024, kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi, observasi, dan wawancara. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah makanan, dengan fokus pada produk olahan dari pisang dan singkong, seperti keripik. Pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) juga dilakukan untuk meningkatkan legalitas usaha dan akses pasar. Dengan pendekatan partisipatif, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan produk pangan lokal yang bernilai tambah

    Pelatihan Game Edukatif untuk Meningkatan Minat Matematika Siswa

    Full text link
    Mathematics is a subject that plays a crucial role in developing students' logical and analytical thinking skills. However, at SD Muhammadiyah 1 Jember, it was found that second-grade students had low interest in mathematics. Students tended to be less enthusiastic about learning due to conventional teaching methods and the lack of interactive media. Therefore, this community service program aims to increase students' interest in learning mathematics through the implementation of engaging and interactive educational games. The method used in this program includes training teachers and students on the use of educational games based on traditional games, such as engklek and jejak kaki tangan. These activities were conducted in a competitive yet enjoyable atmosphere, where students actively participated in the games while solving math problems. The evaluation was carried out by observing student engagement and gathering feedback from teachers. The results showed that students became more enthusiastic and active in learning mathematics after using educational games. They not only understood concepts better but also enjoyed the learning process. In conclusion, educational games have proven to be effective in increasing students' interest in mathematics and can serve as an innovative learning method in elementary schools.Matematika merupakan mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan berpikir logis dan analitis siswa. Namun, di SD Muhammadiyah 1 Jember, ditemukan bahwa minat siswa kelas 2 terhadap matematika masih rendah. Siswa cenderung kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran karena metode pengajaran yang masih konvensional dan minimnya penggunaan media interaktif. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa melalui penerapan game edukatif yang menyenangkan dan interaktif. Metode yang digunakan dalam program ini mencakup pelatihan kepada guru dan siswa tentang penggunaan game edukatif berbasis permainan tradisional, seperti engklek dan jejak kaki tangan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana yang kompetitif namun tetap menyenangkan, dimana siswa secara aktif mengikuti permainan sambil menyelesaikan soal-soal matematika. Evaluasi dilakukan dengan mengamati keterlibatan siswa serta mendapatkan umpan balik dari guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa lebih antusias dan aktif dalam pembelajaran matematika setelah menggunakan game edukatif. Mereka tidak hanya memahami konsep dengan lebih baik, tetapi juga menikmati proses belajar. Kesimpulannya, game edukatif terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar matematika siswa dan dapat menjadi alternatif metode pembelajaran yang inovatif di sekolah dasar

    Pelatihan Pembuatan Sabun Ramah Lingkungan Berbasis Eco-Enzyme di Yayasan Amal Ikhlas Mandiri Tasikmalaya

    Full text link
    Organic waste can decompose naturally, but organic waste also has the potential to damage the environment. Piles of organic waste that do not receive oxygen can produce dangerous methane gas. Piles of organic waste are a habitat for animals such as mice, flies, cockroaches, and mosquitoes. These animals carry infectious diseases through various bacteria and viruses. One way to reduce waste reaching final disposal sites is to process organic waste at the household level so that it has economic benefits and added value. The solution offered in this Community Service (PKM) is to process fresh organic waste, namely fresh vegetable waste and fresh fruit peels, and utilize the enzyme content of these organic materials through anaerobic fermentation, which produces coenzymes. The eco-enzyme produced is processed into a solid eco-enzyme soap derivative product. Apart from being used for household purposes, it can also be sold, increasing family income. Community service is carried out in collaboration with the Ikhlas Mandiri Charitable Foundation. The PKM was carried out in Pagerageung village, Tasikmalaya Regency. The results of the PkM showed that the participants felt capable of making eco-enzyme soap and were interested in making it in the future. Factors that support the sustainability of PKM activities are the availability of organic waste (fresh fruit and vegetable peels), coconut oil as a raw material for soap, and the support of the Yayasan Amal Ikhlas Mandiri.Sampah organik memang mampu terurai secara alami, tapi sampah organik juga memiliki potensi untuk merusak lingkungan. Tumpukan sampah organik yang tidak mendapatkan oksigen bisa menghasilkan gas metana yang berbahaya. Tumpukan sampah organik merupakan habitat hewan-hewan seperti tikus, lalat, kecoa, dan nyamuk. Hewan-hewan tersebut membawa penyakit menular melalui aneka bakteri dan virus. Salah satu cara mengurangi sampah untuk sampai di Tempat Pembuangan Akhir adalah dengan mengolah sampah organik di level rumah tangga sehingga memiliki manfaat dan nilai tambah secara ekonomi. Solusi yang ditawarkan pada Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah mengolah sampah organik segar, yaitu sisa sayur segar dan kulit buah segar untuk dimanfaatkan kandungan enzim dari bahan-bahan organik tersebut dengan cara fermentasi anaerop yang menghasilkan eco-enzyme. Eco-enzyme yang dihasilkan diolah menjadi produk turunannya yaitu sabun padat eco-enzyme selain digunakan untuk keperluan rumah tangga, juga bisa dijual sehingga menambah pendapatan keluarga. Pengabdian kepada masyarakat terlaksana atas kerja sama dengan Yayasan Amal Ikhlas Mandiri. PKM dilaksanakan di desa Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya. Hasil PkM menunjukkan bahwa peserta merasakan mampu membuat sabun eco-enzyme dan tertarik membuatnya di masa mendatang. Faktor yang mendukung keberlanjutan kegiatan PKM adalah tersedianya limbah organik (kulit buah dan sayur segar), minyak kelapa sebagai bahan baku sabun, dan dukungan Yayasan Amal Ikhlas Mandiri

    Program Latihan dan Komunikasi Pemenuhan Activity Daily Living Pasien Pasca Stroke dengan Gangguan Kognitif

    Full text link
    Cognitive impairment is one of the side effects that often occurs in stroke patients which will reduce the patient's ability to fulfill the daily needs of Activity Daily Living (ADL) that can cause a decrease in the quality of life so that it causes healing to be long, the length of hospitalization extends, becomes an economic and social burden on the families. The physical and cognitive disabilities experienced also cause various nursing problems. It is very important for nurses to recognize the occurrence of cognitive impairment in post-stroke patients starting from assessment and if there is cognitive impairment, so that nurses can intervene with exercise therapy and communication in cognitive impairment of stroke patients. The method used is training with evaluation in the form of pre and post tests. The material provided is an assessment of cognitive impairment and a communication training program for ADL fulfillment in post-stroke patients with cognitive impairment consisting of 2 two sessions and followed by a question and answer discussion session and role play using digital media. The results showed an increase in knowledge and skills of nurses in assessing cognitive impairment and training and communication of ADL fulfillment in post-stroke patients with cognitive impairment.Gangguan kognitif merupakan salah satu efek samping yang sering terjadi pada pasien stroke yang akan menurunkan kemampuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari atau yang disebut Activity Daily Living (ADL). Hal ini dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup sehingga menyebabkan penyembuhan menjadi lama, lama hari rawat memanjang, dan menjadi beban ekonomi dan sosial keluarga pasien stroke. Ketidakmampuan fisik dan kognitif yang dialami pasien stroke juga menyebabkan berbagai masalah keperawatan. Perawat sangat penting mengenal terjadinya gangguan kognitif pada pasien pasca stroke mulai dari pengkajian dan jika terdapat gangguan kognitif, agar perawat dapat melakukan intervensi terapi latihan dan komunikasi pada gangguan kognitif pasien stroke. Metode yang digunakan yaitu pelatihan dengan evaluasi berupa uji awal dan akhir. Materi yang diberikan yaitu pengkajian gangguan kognitif dan program latihan komunikasi pemenuhan ADL pada pasien pasca stroke dengan gangguan kognitif yang terdiri atas 2 sesi dan diikuti sesi diskusi tanya jawab dan role play. Hasil menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam melakukan pengkajian gangguan kognitif serta latihan dan komunikasi pemenuhan ADL pada pasien paska stroke dengan gangguan kognitif

    Dikusi Publik Kritik Terhadap Sarana dan Prasarana Pembangunan Kota Balikpapan

    No full text
    City development is a continuous effort made by the Balikpapan City government to improve the quality of life of the community. Balikpapan City, as one of the cities experiencing rapid growth, is inseparable from the dynamics of the development of facilities and infrastructure. However, this development is often the object of criticism from the public. This Public Discussion activity aims to provide criticism of the facilities and infrastructure of Balikpapan city development, identify the main issues that arise, and explore solutions proposed by students and provide important input and insights for the Balikpapan city government and related stakeholders about the importance of listening to and responding to public criticism in the development process. This activity is expected to be one of the considerations and evaluation materials for the city government to improve the quality of development of facilities and infrastructure in Balikpapan City which is more responsive to the needs and aspirations of the community while still adhering to the principles and principles of regional government administration.Pembangunan kota merupakan upaya yang terus menerus dilakukan oleh pemerintah Kota Balikpapan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kota Balikpapan, sebagai salah satu kota yang mengalami pertumbuhan pesat, tidak terlepas dari dinamika pembangunan sarana dan prasarana. Namun, pembangunan ini seringkali menjadi objek kritik dari publik. Kegiatan Diskusi Publik ini bertujuan untuk memberikan kritik terhadap sarana dan prasarana pembangunan kota Balikpapan, mengidentifikasi isu-isu utama yang muncul, serta mengeksplorasi solusi yang diusulkan oleh mahasiswa dan memberikan masukan serta  wawasan penting bagi pemerintah kota Balikpapan dan stakeholder terkait tentang pentingnya mendengarkan dan merespons kritik publik dalam proses pembangunan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan serta bahan evaluasi bagi pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas pembangunan sarana dan prasarana di Kota Balikpapan yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat yang tetap berpegang pada prinsip dan asas-asas penyelenggaraan pemerintahan daerah

    Pengelolaan Sampah untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDG’s) dan Sircular Economy di Desa Kademangan

    No full text
    Environmental problems in Indonesia are still a hot issue because Indonesia is currently ranked fifth as the world's largest producer of plastic waste. Even though Indonesia is one of the countries committed to achieving sustainable development goals (SDGs) by 2030. The basic concept of commitment in SDGs is responsible sustainable development. This means that every development carried out must consider environmental aspects. Meanwhile, the unmanaged waste problem in Indonesia reaches 35%. Garbage is waste that cannot be reused from any community activity. In the circular economy concept, waste management starts by selecting environmentally friendly items that have long-term use before they become waste. Waste sorting activities can also support adding the use value of an item because waste that has been sorted can be reprocessed into goods of economic value. Kademangan Village is one of the villages that has a waste problem because it does not have a final Waste Disposal Site (TPA) or waste bank. Understanding of the importance of waste management in Kademangan Village is still minimal, so it is necessary to provide counseling and assistance regarding waste management. The result of this activity is the emergence of citizen enthusiasm for waste management activities.Permasalahan lingkungan di Indonesia menjadi isu hangat karena saat ini Indonesia menduduki peringkat kelima sebagai penghasil sampah plastik terbesar di dunia. Permasalahan sampah yang belum terkelola di Indonesia mencapai 35%. Dalam konsep sirkular ekonomi, Pengelolaan sampah dimulai dari kebiasaan pemilihan barang sebelum menjadi sampah. Kegiatan pemilahan sampah dapat mendukung penambahan nilai guna suatu barang karena sampah yang telah terpilah dapat diolah kembali menjadi barang yang bernilai ekonomi. Desa Kademangan merupakan salah satu desa yang memiliki masalah sampah karena belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dan bank sampah. Pemahaman mengenai nilai penting pengelolaan sampah di Desa Kademangan masih minim sehingga perlu ditingkatkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan PkM dialakukan dalam empat tahapan, yakni survei awal, penyuluhan, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Desa Kademangan yang terdiri dari 11 kelompok berdasarkan wilayah RT. Hasil dari kegiatan ini adalah munculnya antusiasme warga untuk kegiatan pengelolaan sampah. Seluruh anggota PKK berpartisipasi dalam kegiatan ini, hingga berhasil mengumpulkan sampah terbanyak bernilai ekonomi sebesar Rp182.000,00 satu kelompok dalam satu bulan. Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya partisipasi warga dalam pengelolaan sampah, terbentuknya budaya pemilahan sampah rumah tangga, serta adanya potensi peningkatan ekonomi melalui hasil penjualan sampah terpilah

    “Sedekah Sampah” Sebagai Upaya Pengolahan Sampah di Padukuhan Sengon Karang, Argomulyo, Sedayu, Bantul

    No full text
    Ineffective waste management can cause various environmental and health problems. Sengon Karang hamlet, Argomulyo, Sedayu, Bantul, once implemented a Waste Bank system, but this program was not sustainable due to various obstacles, such as unclear management structures, minimal active community participation, and limited access to transportation, funding, and cooperation with third parties. As a solution, the “Sedekah Sampah” program was introduced by Alma Ata University's KKNT students in 2025 which focuses on community-based waste management. This program involves Karang Taruna in the collection, sorting, and recording of waste sales to support the sustainability of the program. This research uses the dialogue-participatory method in implementing the community service program. The results showed that the success of the program was supported by community awareness, active involvement of Karang Taruna, as well as facility support from the village government. However, challenges such as limited transportation equipment and low public understanding of waste sorting are still an obstacle. Therefore, continuous education and improved facilities are needed to increase the effectiveness of the program.Pengelolaan sampah yang tidak efektif dapat menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan dan kesehatan. Padukuhan Sengon Karang, Argomulyo, Sedayu, Bantul, pernah menerapkan sistem Bank Sampah, namun program ini tidak berkelanjutan akibat berbagai kendala, seperti struktur kepengurusan yang kurang jelas, minimnya partisipasi aktif masyarakat, serta keterbatasan akses terhadap transportasi, pendanaan, dan juga kerja sama dengan pihak ketiga. Sebagai solusi, dikenalkanlah program “Sedekah Sampah” oleh mahasiswa KKNT Universitas Alma Ata tahun 2025 yang berfokus pada pengelolaan sampah berbasis komunitas. Program ini melibatkan Karang Taruna dalam pengumpulan, pemilahan, dan pencatatan hasil penjualan sampah untuk mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini menggunakan metode dialog-partisipatif dalam mengimplementasikan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Hasil PKM menunjukkan bahwa keberhasilan program ditunjang oleh kesadaran masyarakat, keterlibatan aktif Karang Taruna, serta dukungan fasilitas dari pemerintah desa. Namun, tantangan seperti keterbatasan alat transportasi dan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah masih menjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berkelanjutan dan peningkatan fasilitas untuk meningkatkan efektivitas program

    Pemanfatan Limbah Tongkol Jagung Sebagai Bahan Pembuatan Bangke, Kudapan Kaya Serat dan Protein

    Full text link
    The potential of corn cob waste, which has low-calorie characteristics and is rich in fiber, can be processed into an alternative fiber- and protein-rich snack. The purpose of this community service activity is to utilize corn cob waste as an effort to diversify food and improve the skills of partners in processing corn cob waste into "bangke" snacks for the Anggrek Women's Farmer Group (WFG) in Rompegading Village, Cenrana District, Maros Regency. The method used to collect data is the survey method, while the data analysis applied includes both qualitative and quantitative approaches. Quantitative analysis is conducted to determine the extent of skill improvement among partners regarding the implementation of the program by distributing questionnaires, then quantifying the results into percentages and describing them. The results of the community service indicate that corn cobs can be processed into fiber- and protein-rich bangke snacks. The proximate analysis results show that bangke made from corn cobs contains 7.96% crude protein, 9.96% crude fat, and 1.77% fiber. Organoleptic testing of bangke from corn cobs shows that over 86% of the community prefers it in terms of color, texture, taste, and aroma. This activity has also enhanced the skills of the community, especially the Anggrek Women's Farmer Group (KWT), in making bangke from corn cobs. The pre-test score of 62% and post-test score of 86% indicate that participants have generally become proficient in making bangke snacks.Potensi limbah tongkol jagung berkarakteristik kalori rendah dan kaya serat dapat diolah menghasilkan alternatif kudapan/camilan kaya serat dan protein. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah pemanfaatan limbah tongkol jagung sekaligus sebagai upaya diversifikasi pangan, dan meningkatkan keterampilan mitra dalam pengolahan limbah tongkol jagung menjadi kudapan bangke pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data yaitu metode survei, analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui besar peningkataan keterampilan mitra terkait dengan pelaksanaan pengabdian yang dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada mereka kemudian hasilnya dikuantitatifkan dalam bentuk persentase kemudian dideskripsikan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tongkol jagung dapat diolah menjadi bangke yang kaya serat dan protein, hasil uji proksimat terhadap bangke tongkol jagung pun memiliki kandungan gizi diantaranya protein kasar 7,96%, lemak kasar 9,96%, dan serat 1,77%. Uji organolitik terhadap bangke tongkol jagung menunjukkan yakni lebih dari 86% masyarakat menyukai dari segi warna, tekstur, rasa, dan aroma. Kegiatan ini juga memberikan peningkatan keterampilan pembuatan bangke tongkol jagung kepada masyarakat khususnya KWT Anggrek, pretest 62% dan posttest 86% menunjukkan bahwa peserta pada umumnya sudah terampil terkait pembuatan kue bangke

    Pemberdayaan dan Digitalisasi untuk Meningkatkan Penjualan Online di Kelurahan Graha Indah

    Full text link
    Digital transformation has opened up significant opportunities for business operators to enhance their competitiveness and broaden their market reach through the utilization of online sales platforms; however, in Graha Indah Village, Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) still face various challenges, such as limited understanding of digital technology, restricted access to digital platforms, and insufficient capacity to implement effective digital marketing strategies, which is why this community empowerment initiative aims to empower MSMEs in Graha Indah Village through education and digital mentoring to enhance their online sales capabilities. The method employed in this activity involves several stages, including identifying the issues faced by MSMEs, conducting intensive training sessions that cover the use of market places, social media and other supporting applications, providing direct mentoring in the application of digital marketing strategies, and evaluating the success of the program based on specific indicators. The results indicate that 85% of the participants have successfully utilized digital platforms to market their products with 60% reporting an increase in sales after applying the strategies taught during the training, and the activity has also succeeded in forming a digital community among MSMEs that facilitates information sharing, collaboration, and future business development. These outcomes demonstrate that a digital empowerment approach can have a significant positive impact on enhancing the capacity of MSMEs at the local level while simultaneously creating a more autonomous and sustainable economic ecosystem, thereby suggesting that this empowerment program could serve as a viable model for supporting digital-based economic transformation in other communities.Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar melalui pemanfaatan platform penjualan online. Namun, di Kelurahan Graha Indah, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman terhadap teknologi digital, keterbatasan akses ke platform digital, serta minimnya kemampuan dalam menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM di Kelurahan Graha Indah melalui edukasi dan pendampingan berbasis digitalisasi guna meningkatkan kapasitas mereka dalam penjualan online. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan, yaitu identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM, pelaksanaan pelatihan intensif yang mencakup penggunaan market place, media sosial dan aplikasi pendukung lainnya, pendampingan langsung dalam implementasi strategi pemasaran digital, serta evaluasi untuk mengukur keberhasilan program berdasarkan indikator tertentu. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 85% peserta mampu memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk mereka dan 60% di antaranya melaporkan adanya peningkatan penjualan setelah menerapkan strategi yang diajarkan dalam pelatihan. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil membentuk komunitas digital UMKM sebagai sarana berbagi informasi, kolaborasi, dan pengembangan usaha di masa depan. Dengan hasil tersebut, kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan berbasis digital dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas UMKM di tingkat lokal sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, program pemberdayaan ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah lain untuk mendukung transformasi ekonomi berbasis digital di tingkat komunitas

    Implementasi Sistem Informasi Tangkapan Nelayan dan Pemasaran (SITANPAS) di Desa Ambesia Selatan

    Full text link
    The fishing community in South Ambesia Village faces major obstacles, including limited market access and a long catch distribution chain. To address these issues, an innovative information technology application, the SITANPAS (Fisherman's Catch Information and Marketing System), has been implemented, integrated with ICT devices on fishing nets and catch monitoring posts at the docks. This initiative began with outreach, training, and assistance in using the application, followed by the installation of catch monitoring devices and the strengthening of the fishermen's cooperative as a platform for business management and product distribution. The implementation results demonstrate increased marketing efficiency, with fishermen able to report their catches in real time, and buyers gaining direct access to seafood at more competitive prices. Sales lead times are reduced, distribution is faster, and market reach is expanded. Furthermore, the cooperative strengthens financial and marketing governance, giving fishermen a better bargaining position. Scientific findings from this initiative confirm that the digitalization of coastal community-based information systems can drive the transformation of fishing villages toward sustainable economic independence.Masyarakat nelayan di Desa Ambesia Selatan menghadapi kendala utama berupa keterbatasan akses pasar dan lamanya rantai distribusi hasil tangkapan. Untuk mengatasi masalah tersebut, telah diterapkan inovasi teknologi informasi berupa aplikasi SITANPAS (Sistem Informasi Tangkapan Nelayan dan Pemasaran) yang terintegrasi dengan perangkat TIK pada bagan nelayan serta pos pemantauan hasil tangkapan di dermaga. Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan penggunaan aplikasi, dilanjutkan dengan pemasangan perangkat pemantauan hasil tangkapan serta penguatan kelembagaan koperasi nelayan sebagai wadah manajemen usaha dan distribusi produk. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi pemasaran, di mana nelayan dapat melaporkan hasil tangkapan secara real time dan pembeli memperoleh akses langsung terhadap produk laut dengan harga lebih kompetitif. Waktu tunggu penjualan berkurang, distribusi lebih cepat, dan jangkauan pasar semakin luas. Selain itu, keberadaan koperasi memperkuat tata kelola keuangan dan pemasaran, sehingga nelayan memiliki posisi tawar yang lebih baik. Temuan saintifik dari kegiatan ini menegaskan bahwa digitalisasi sistem informasi berbasis komunitas pesisir mampu mendorong transformasi desa nelayan menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇