Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Pelatihan Mitigasi Bencana Alam Berbantuan AR Sebagai Sekolah Tanggap Bencana di SD Sungai Pedada

    No full text
    PGRI University Palembang, has carried out Community Service activities supported by DRPTM Dikti in 2024.  The purpose of this service activity is to provide knowledge and skills in the field of natural disaster mitigation in learning inside and outside the classroom as an effort to improve learning in an effort to improve the quality of school education through integrated education in natural disaster mitigation to support natural disaster response schools. Disaster mitigation training and education at SD 1 Sungai Pedada utilizes Augmented Reality (AR) technology as an innovative method to improve disaster preparedness. This education and training program uses the INSPIRE approach (Introduction, Nurture, Support, Practice, Insights, Reflection, Education) which includes teacher training, implementation of mitigation activities, and evaluation and reflection. As a result, 80% of teachers were able to integrate disaster mitigation in AR-based teaching materials, while 80% of students showed increased understanding and mitigation skills. Here, it was found that as many as 60% of students felt able to become agents of change in their communities, with newly acquired skills to talk about disaster preparedness in the home environment. The use of AR proved effective in overcoming infrastructure limitations, such as internet signals, and making learning more interactive. This program is expected to be sustainable to create disaster-responsive schools.  Universitas PGRI Palembang, telah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didukung oleh DRPTM Kemenristekdikti pada tahun 2024.  Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan di bidang mitigasi bencana alam dalam pembelajaran di dalam dan di luar kelas sebagai upaya meningkatkan pembelajaran dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan sekolah melalui pendidikan terpadu dalam mitigasi bencana alam untuk mendukung sekolah tanggap bencana alam. Pelatihan dan edukasi mitigasi bencana di SDN 1 Sungai Pedada memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai metode inovatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Program pendidikan dan pelatihan ini menggunakan pendekatan INSPIRE (Introduction, Nurture, Support, Practice, Insights, Reflection, Education) yang meliputi pelatihan guru, pelaksanaan kegiatan mitigasi, serta evaluasi dan refleksi. Hasilnya, 80% guru mampu mengintegrasikan mitigasi bencana dalam bahan ajar berbasis AR, sementara 80% siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitigasi. Di sini, ditemukan bahwa sebanyak 60% siswa merasa mampu menjadi agen perubahan di komunitas mereka, dengan keterampilan yang baru diperoleh untuk berbicara tentang kesiapsiagaan bencana di lingkungan rumah. Penggunaan AR terbukti efektif dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur, seperti sinyal internet, dan membuat pembelajaran lebih interaktif. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan untuk menciptakan sekolah yang responsif terhadap bencana

    Pemetaan Potensi Usaha BUMDes di Desa Kayuambon, Lembang

    Full text link
    Kayuambon Village possesses substantial potential for local economic growth through its Village-Owned Enterprise (BUMDes), although operations had stalled due to the COVID-19 pandemic and limited competitiveness. To address this issue, a service-learning team from Universitas Pendidikan Indonesia facilitated strategic mentoring by applying the Participatory Rural Appraisal (PRA) method and a community empowerment framework. The program involved field assessments, in-depth interviews, participatory group discussions, and SWOT analysis of business opportunities, including potato seed sales, hall rentals, stationery services, and LPG distribution. Findings revealed that agribusiness ventures aligned with food security programs—particularly the sale of seeds and hydroponic vegetables—offered the greatest initial potential. The program successfully delivered an actionable roadmap and practical business recommendations for the newly appointed BUMDes management. The participatory model significantly enhanced the board’s strategic decision-making capacity, positioning BUMDes to once again act as a key driver of rural economic revitalization.BUMDes Kayuambon memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi lokal desa, namun sempat mengalami stagnasi akibat dampak pandemi COVID-19 dan rendahnya daya saing. Menanggapi hal tersebut, tim pendamping dari Universitas Pendidikan Indonesia melakukan pendampingan strategis dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Proses pendampingan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, diskusi partisipatif, serta analisis SWOT terhadap sejumlah ide usaha seperti penjualan bibit kentang, penyewaan aula, bisnis alat tulis, dan distribusi gas elpiji. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa jenis usaha yang mendukung program ketahanan pangan, seperti penjualan bibit dan budidaya sayur hidroponik, menjadi pilihan paling potensial untuk dikembangkan. Program ini menghasilkan roadmap (peta jalan) dan rekomendasi usaha yang aplikatif serta mudah diterapkan oleh pengurus BUMDes baru. Pendekatan partisipatif terbukti meningkatkan kemampuan pengurus dalam merumuskan keputusan strategis, sehingga BUMDes diharapkan dapat kembali menjadi penggerak utama perekonomian desa

    Pelatihan Metode Pengolahan Abon Cabai Kering Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Tande Timur Kecamatan Banggae Kabupaten Majene

    No full text
    The problem faced by chili farmers in Majene is that when chili production is abundant, the price of chili in the local market drops. In this condition, chili farmers get less profit from the farms developed because the cost of chili production is higher than the income earned. Therefore, there is a need for assistance in developing processed chili products, to increase product value and sustain the productivity of chili farmers in Majene. The chili shredded training program for farm women groups in Radang Balisang District, Majene Regency is to train a chili shredded processing model as a new ready-to-eat product, a shredded chili product that has good quality without preservatives. This concept maintains the sustainability of the chili commodity as a superior commodity for farmers in Majene, increases the price value of chili from processing into ready-to-eat products, and most importantly increases the income of chili farmers in Majene because the processing industry is carried out by the farmers themselves. Farmer women partners are vegetable farmers who are members of the Radang Balisang farmer group, actively developing technology in the cultivation sector of horticultural crops such as chili plants, tomatoes, and tomatoes.  Service activities will be carried out in the farmer women's group in Salabulo, East Tande Village, Banggae District, Majene Regency, West Sulawesi in 2024.Permasalahan yang dihadapi petani cabai di Majene ketika produksi cabai melimpah, maka harga cabai di pasar lokal turun. Dalam kondisi seperti ini, petani cabai kurang mendapatkan keuntungan dari usaha tani yang dikembangkan sebab biaya produksi cabai lebih tinggi daripada pendapatan yang didapatkan. Maka, untuk itu perlu ada pendampingan pengembangan produk olahan cabai, untuk meningkatkan nilai produk dan keberlanjutan produktivitas petani cabai di Majene. Program pelatihan abon cabai untuk kelompok wanita tani di Kecamatan Radang Balisang Kabupaten Majene adalah melatih model pengolahan abon cabai sebagai produk baru yang siap saji, produk abon cabai yang memiliki kualitas baik tanpa zat pengawet. Konsep ini menjaga keberlanjutan komoditas cabai menjadi komoditas unggulan bagi petani di Majene, meningkatkan nilai harga cabai dari proses pengolahan menjadi produk siap saji, serta yang paling penting adalah meningkatkan pendapatan petani cabai di Majene karena industri pengolahan dilakukan oleh petani sendiri. Mitra wanita tani adalah petani sayur-sayuran yang tergabung dalam kelompok tani Radang Balisang, aktif melakukan pengembangan teknologi di sektor budidaya tanaman hortikultura seperti tanaman cabai dan tomat. Kegiatan pengabdian akan dilaksanakan di Kelompok wanita tani di Salabulo, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada tahun 2024

    Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Melalui Edukasi Kolaboratif Antarprofesi Kesehatan dengan Poster "CINTA SEGAR"

    Full text link
    Hypertension is a chronic disease with a high prevalence worldwide, including in Indonesia. If not managed properly, it can significantly reduce the quality of life of those affected. Innovations in public education are being carried out through a collaborative approach among health professions. The community service program implemented by the collaborative team aims to evaluate the effectiveness of collaborative education in improving the quality of life of hypertension patients. This activity was carried out in Dusun Ngemplak, Desa Sambon, involving doctors and midwives. The methods used included family health assessments, education through posters, and the implementation of Interprofessional Collaboration (IPE). The results from the collaborative community service show that the education provided had a positive impact on hypertension patients, leading to an increase in knowledge and adherence to hypertension treatment. The quality of life of hypertension patients also improved as a result of the successful education provided by the interprofessional collaboration team. Interprofessional collaborative education is effective in improving the quality of life of hypertension patients. This approach can serve as a valuable model for hypertension management efforts for the hypertension patients.Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak penderitanya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dimana jika tidak ditangani dengan baik akan menurunkan kualitas hidup penderita. Inovasi dalam mengedukasi masyarakat dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antar profesi kesehatan. Pengabdian masyarakat yang dilaksnakan oleh tim kolaborasi bertujuan dalam evaluasi keefektivitasan edukasi kolaboratif dalam meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi. Kegiatan ini dilakukan di Dusun Ngemplak, Desa Sambon, dengan melibatkan dokter dan bidan. Metode yang digunakan yaitu penilaian kesehatan keluarga mitra, edukasi menggunakan poster, dan penerapan Interprofessional Collaboration (IPE). Hasil dari pengabdian kolaborasi menunjukkan bahwa edukasi yang dilaksanakan memberikan dampak yang positif bagi pasien hipertensi berupa peningkatan pengetahuan dan kepatuhan penderita terhadap pengobatan hipertensi. Kualitas hidup penderita hipertensi juga meningkat akibat keberhasilan edukasi dari tim kolaborasi antar profesi. Edukasi kolaboratif antarprofesi kesehatan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi. Pendekatan ini dapat menjadi model yang bernilai dalam upaya pengelolaan hipertensi bagi penderita

    Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Usaha Budidaya Itik Petelur dengan Pemberian Pakan Prebiotik di Desa Pallangga Kabupaten Gowa

    Full text link
    Community empowerment is related to efforts to overcome development problems such as unemployment, poverty, and inequality. Pallangga Village allows for community-based development (empowerment) because it has extensive natural resources in the field of animal husbandry. Increasing income through laying duck cultivation needs to continue even though the results are still inadequate and do not meet expectations.  This activity aims to provide knowledge and skills for partners in an effort to increase income through laying duck cultivation. The target of this activity is the BUMDES group in Pallangga Village. This activity was held on July 11 2024 and August 29 2024 at the Pallangga village meeting hall. The training method implemented consisted of delivering material, discussions and questions and answers, as well as demonstrations on making prebiotic feed for cultivating laying ducks. The results of the activity showed that the people (BUMDES) of Pallangga Village were very enthusiastic about taking part in the training activities, seen from the number of participants attending and active, from previously less enthusiastic residents to more enthusiastic and enthusiastic participants, numbering 25 people. The results of this activity can increase the production of laying ducks as measured by the number of ducks that lay eggs every day and an increase in the number of ducks that lay eggs.Pemberdayaan masyarakat berkaitan dengan upaya penanggulangan masalah pembangunan seperti pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan. Desa Pallangga memungkinkan dilakukan pembangunan yang berbasis masyarakat (pemberdayaan) karena memiliki sumber daya alam sangat luas dalam bidang peternakan. Peningkatan pendapatan melalui usaha budidaya itik petelur perlu terus dilakukan walaupun hasilnya masih belum memadai dan belum sesuai harapan.  Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan dan keterampilan bagi mitra dalam upaya peningkatan pendapatan melalui usaha budidaya itik petelur. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelompok BUMDES yang ada di Desa Pallangga. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2024 dan 29 Agustus 2024 di Balai pertemuan desa Pallangga. Metode pelatihan yang dilaksanakan terdiri dari penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, serta demonstrasi pembuatan pakan yang berprebiotik untuk budidaya itik petelur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat  (BUMDES) Desa Pallangga sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan pelatihan dilihat dari jumlah kehadiran dan keaktifan peserta dari yang sebelumnya warga kurang semangat menjadi lebih antusias dan semangat yang diikuti oleh anggota berjumlah 25 orang. Hasil kegiatan ini dapat meningkatkan produksi itik petelur yang diukur dari jumlah itik yang bertelur setiap hari dan terjadi peningkatan atau jumlah itik yang bertelur.

    Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Web Bagi Guru di Sekolah Dasar

    Full text link
    This community service activity aims to enhance the competence of teachers at SD Islam Plus Al-Mudhofar in utilizing digital technology, particularly in the development of web-based teaching materials. Despite having adequate technological infrastructure, such as Chrome Books, computer laboratories, and Wi-Fi networks, the integration of technology into the learning process has not been maximized. The training focuses on using Wizer.me, an interactive web-based platform, to assist teachers in creating engaging and accessible teaching materials. The method used in this training consists of four stages: investigation, preparation, implementation, and reflection. The results show that teachers demonstrate increased skills in designing web-based teaching materials, improved creativity in lesson planning, and greater flexibility in utilizing digital resources for effective teaching. This training has proven to be an effective solution in supporting teachers to optimize the available technology, ensuring a more interactive and engaging learning experience for students.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di SD Islam Plus Al-Mudhofar dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam pengembangan bahan ajar berbasis web. Meskipun sekolah telah memiliki infrastruktur teknologi yang memadai seperti Chrome Book, laboratorium komputer, dan jaringan Wi-Fi, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran masih belum optimal. Pelatihan ini difokuskan pada penggunaan Wizer.me, sebuah platform berbasis web yang interaktif, untuk membantu guru dalam menyusun bahan ajar yang menarik dan mudah diakses. Metode pelatihan terdiri dari empat tahap, yaitu investigasi, persiapan, pelaksanaan, dan refleksi. Hasil menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan keterampilan dalam merancang bahan ajar berbasis web, kreativitas dalam perencanaan pembelajaran, serta fleksibilitas dalam memanfaatkan sumber belajar digital secara efektif. Pelatihan ini terbukti menjadi solusi yang efektif dalam mendukung guru untuk mengoptimalkan teknologi yang tersedia sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menarik bagi siswa

    Inovasi Pendampingan Kesehatan Ibu Nifas Melalui IPKIN Community: Edukasi Digital WhatssApp Group dan Akupresur Homecare

    Full text link
    Postpartum maternal health issues are an important focus because they impact the long-term reproductive health of mothers and babies. This challenging period for primiparous postpartum mothers experiencing their first birth, physically, psychologically, mentally, and spiritually, is often characterized by unpreparedness to face the challenges that accompany the postpartum period, such as managing rest patterns, caring for newborns, postpartum mobilization, maintaining personal hygiene, and preparing for the breastfeeding process from the moment the milk comes out until the baby learns to suck and swallow, and maintaining the quality and flow of breast milk. One way to stimulate breast milk production is through acupressure massage therapy. This IPKIN Community mentoring activity also included a live demonstration of homecare acupressure massage techniques and continued with a simulation of using the WhatsApp Group (WAG) application. The result of this community service activity, the use of a digital-based WAG application using smartphones for IPKIN Community mentoring, is the latest innovation that serves as a continuous communication channel for IPKIN Community participants. Various studies and government programs have shown that this digital-based mentoring can increase individual awareness of the importance of postpartum maternal health to help reduce morbidity and mortality in mothers and babies.Masalah kesehatan ibu nifas menjadi fokus penting karena berdampak pada kesehatan reproduksi ibu dan bayi jangka panjang. Periode yang berat bagi ibu nifas primipara yang baru pengalaman pertama kelahiran, secara fisik, psikologis, mental maupun spiritual adanya ketidaksiapan dalam menghadapi masalah yang menyertai dalam masa nifas seperti mengatur pola istirahat, merawat bayi baru lahir, melakukan mobilisasi pasca salin, menjaga kebersihan personal hygiene dan kesiapan proses menyusui sejak keluarnya ASI sampai proses bayi belajar menghisap, menelan ASI, mempertahankan kualitas dan kelancaran ASI. Upaya untuk melancarkan produksi ASI salah satunya yaitu dengan terapi pemijatan akupresur. Kegiatan pendampingan IPKIN Community ini juga disertai demontrasi langsung teknik pemijatan akupresur homecare dan dilanjutkan dengan simulasi penggunaaan aplikasi WhatsApp Group (WAG). Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa pemanfaatan aplikasi berbasis digital WAG menggunakan smartphone untuk pendampingan IPKIN Community merupakan inovasi terkini yang menjadi jalur komunikasi berkelanjutan bagi peserta IPKIN Community. Berbagai penelitian dan program pemerintah telah menunjukkan bahwa pendampingan berbasis digital ini dapat meningkatkan kesadaran individu tentang pentingnya kesehatan ibu nifas untuk membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian pada ibu dan bayi

    Pengembangan dan Pelatihan Sistem Informasi Digital Sekolah Menengah Kejuruan di Daerah Perbatasan RI - RDTL

    Full text link
    The implementation of ICT has entered the world of Indonesian vocational education, especially in Vocational High Schools. SMK Suarna Wisata Tes, until this training, did not have a centralized and official digital-based information system. The presentation and dissemination of information are still done through several social media platforms, requiring special attention in the management process. Addressing this issue, the Community Service Team of the Information Technology Study Program at the University of Timor developed and conducted training on a digital information system (website) for SMK Suarna Wisata. The main objective of this activity is to assist the school in managing data and information digitally and centrally. The general public can easily access information about the school, teachers, and school activities. The public and the school can communicate through the Suggestions page available on this website. As a result of this Community Service activity, SMK Suarna Tes has a centralized information system management center that the wider community can access. All information about the school is available to the public without needing to visit the SMK Suarna location directly.Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi sudah masuk ke dalam dunia pendidikan vokasi Indonesia, terkhususnya di Sekolah Menengah Kejuruan. SMK Suarna Wisata Tes sampai saat pelatihan ini belum memiliki sistem informasi terpusat dan resmi berbasis digital. Penyajian serta penyebaran informasi masih dilakukan menggunakan beberapa media sosial, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam proses pengelolaannya. Menyikapi masalah tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi di Teknologi Informasi Universitas Timor mengembangkan dan melakukan pelatihan sistem informasi digital (website) SMK Suarna Wisata. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membantu pihak sekolah dalam pengelolaan data dan informasi secara digital dan terpusat. Informasi mengenai sekolah, guru, kegiatan sekolah, bisa dengan mudah diketahui oleh masyarakat umum. Khalayak umum dan pihak sekolah dapat melakukan komunikasi lewat laman Saran yang tersedia dalam website ini. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, SMK Suarna Tes memiliki pusat pengelolaan sistem informasi yang terpusat yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Semua informasi mengenai sekolah dapat diketahui oleh masyarakat tanpa harus langsung ke lokasi SMK Suarna

    Sosialisasi dan Workshop Robotika Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Skala Pelajar di SMA IT Fadhilah Pekanbaru

    No full text
    The problem of waste management in the school environment is becoming an increasingly pressing issue along with the increasing activities of students that produce daily domestic waste. Lack of awareness and involvement of students in responsible waste management is often the main obstacle to creating a clean and healthy school environment. This community service activity aims to provide education and skills to students of SMA IT Fadhilah Pekanbaru through an innovative technology-based approach, especially in the field of simple robotics that can be applied to environmental solutions. The activity was carried out in two main stages, namely socialization regarding the importance of waste management and the role of technology, and a workshop on assembling a prototype of an automatic trash can based on ultrasonic sensors using an Arduino microcontroller. Participants in the activity consisted of 45 students who were divided into small groups to encourage collaborative work. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests, direct observation, and reflective questionnaires. The results of the activity showed an increase in students' understanding of robotics from 30% to 85%, and an increase in environmental awareness reaching 90%. All groups succeeded in assembling a prototype of an automatic trash can, which was then used as a permanent educational tool at the school. In addition to improving technical skills, this activity also arouses students' interest in technological innovations that are applicable and beneficial to society. This activity proves that the integration of project-based learning of technology and environmental issues can shape students' characters to be more caring, creative, and solution-oriented. It is hoped that similar activities can be replicated in other schools as part of a contextual learning strategy based on STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).Permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah menjadi isu yang semakin mendesak seiring dengan meningkatnya aktivitas pelajar yang menghasilkan limbah domestik harian. Kurangnya kesadaran dan keterlibatan pelajar dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sering kali menjadi hambatan utama terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan keterampilan kepada siswa/i SMA IT Fadhilah Pekanbaru melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi, khususnya dalam bidang robotika sederhana yang dapat diterapkan untuk solusi lingkungan. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap utama, yaitu sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan peran teknologi, serta workshop perakitan prototipe tempat sampah otomatis berbasis sensor ultrasonik menggunakan mikrokontroler Arduino. Peserta kegiatan terdiri dari 45 siswa yang dibagi dalam kelompok kecil untuk mendorong kerja kolaboratif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta kuesioner reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap robotika dari 30% menjadi 85%, dan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan mencapai 90%. Seluruh kelompok berhasil merakit prototipe tempat sampah otomatis, yang kemudian dijadikan sebagai alat edukasi permanen di sekolah. Selain peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga membangkitkan minat siswa terhadap inovasi teknologi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pembelajaran berbasis proyek teknologi dan isu lingkungan mampu membentuk karakter siswa yang lebih peduli, kreatif, dan solutif. Diharapkan kegiatan serupa dapat direplikasi di sekolah lain sebagai bagian dari strategi pembelajaran kontekstual berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics)

    Peran Dosen Dalam Pelatihan Pembukuan UMKM di Kecamatan Balikpapan Tengah

    Full text link
    The bookkeeping training for MSMEs in Balikpapan Tengah District aims to improve the understanding and skills of MSMEs groups in calculating, recording, bookkeeping, and managing business finances. This training is expected to help the development of MSMEs, ultimately enhancing competitiveness and community welfare. The activities were carried out through training and mentoring using the siApik application, starting with a survey of participants who own or mentor MSMEs in the district. The results of the training are expected to improve participants' skills in structured financial bookkeeping and to enhance their understanding of using the siApik application to boost MSMEs performance.Pelatihan pembukuan UMKM di Kecamatan Balikpapan Tengah bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kelompok UMKM dalam penghitungan, pencatatan, pembukuan, serta pengelolaan keuangan usaha. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu pengembangan UMKM, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan menggunakan aplikasi siApik, yang diawali dengan survei peserta yang memiliki atau membina UMKM di kecamatan tersebut. Hasil pelatihan diharapkan meningkatkan keterampilan peserta dalam pembukuan keuangan secara lebih baik dan terstruktur, serta memahami penggunaan aplikasi siApik untuk meningkatkan kinerja UMKM

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇