Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Pengabdian kepada Masyarakat Melalui Pelatihan Resilience Skills untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja GKJTU Bethesda Ngrawan (BKSAG) Kabupaten Semarang

    No full text
    Mental health problems experienced by adolescents have damaged their self-image and the essence of life holistically. Difficulty going through times due to the many pressures and demands of the environment that cannot be fully balanced by adolescents of GKJTU Bethesda Ngrawan (BKSAG) Semarang Regency, resulting in poor mental health. For this reason, a resilience skills program is needed to facilitate adolescents through a complex life. The purpose of this community service is to improve adolescent mental health through a resilience skills training program. Community service activities involved 20 adolescents of GKJTU Bethesda Ngrawan (BKSAG) Semarang Regency, carried out during September-December 2024. The activities are resilience skills training and initial and final measurements using a mental health scale. The results of community service show that adolescents of GKJTU Bethesda Ngrawan (BKSAG) Semarang Regency can practice self-resilience skills through emotion regulation, optimism, problem-solving, social support, and self-care to achieve improved mental health in living their daily lives. Thus, resilience skills become one of the alternative coping from the psychological side that can be trained by adolescents when they are experiencing life problems that lead to mental problems.Problematika kesehatan mental yang dialami remaja telah merusak citra diri dan hakikat hidup secara holistik. Kesulitan melewati masa-masa terpuruk karena banyaknya tekanan dan tuntutan lingkungan yang tidak bisa diimbangi secara penuh oleh remaja GKJTU Bethesda Ngrawan (BKSAG) Kabupaten Semarang, sehingga munculnya kesehatan mental yang buruk. Untuk itu, diperlukan program resilience skills yang dapat memfasilitasi remaja melewati kehidupan yang kompleks. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan kesehatan mental remaja melalui program pelatihan resilience skills. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 20 remaja GKJTU Bethesda Ngrawan (BKSAG) Kabupaten Semarang, yang dilakukan selama bulan September-Desember 2024. Bentuk kegiatan berupa pelatihan resilience skills dan pengukuran awal dan akhir menggunakan skala kesehatan mental. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa remaja GKJTU Bethesda Ngrawan (BKSAG) Kabupaten Semarang mampu melatih keterampilan resiliensi diri melalui regulasi emosi, optimisme, pemecahan masalah, dukungan sosial, dan self-care guna mencapai peningkatan kesehatan mental dalam menjalani kehidupan sehari-seharinya. Dengan demikian, resilience skills menjadi salah satu alternatif coping dari sisi psikologi yang dapat dilatih oleh remaja ketika sedang mengalami problematika hidup yang mengarah pada persoalan mental

    English

    No full text
    Health checks on qurban animals as a crucial preventive measure can ensure the safety of animal-derived food and prevent the transmission of zoonotic diseases. This community service activity is aimed at carrying out antemortem and postmortem examinations on qurban animals and educating the public about the urgency of health aspects in the slaughtering process. This activity focused on the Al-Adlin Mosque in Binawidya District, Pekanbaru City, coinciding with the Eid al-Adha celebrations. The methods used were clinical observation during the antemortem stage and macroscopic pathological evaluation of internal organs during the postmortem stage. Examination results showed that most animals were clinically normal, although hypersalivation was observed in some buffalo. Parasitic infestations, including Fasciola sp. in the liver and Paramphistomum sp. larvae in the stomach, were found. The examination team recommended that infected organs be removed according to proper procedures, although the meat was generally safe for consumption. Through a preventive approach as a direct contribution to public health and increasing awareness of food safety practices, the role of competent personnel is highlighted

    Aplikasi Fissure Sealant Untuk Pencegahan Karies Gigi Pada Murid TK Aisyiyah Joyosuran, Pasar Kliwon, Surakarta

    No full text
    Globally, dental and oral health issues in developing countries, particularly dental caries, remain a serious problem, particularly among preschool-aged children. The incidence of caries in preschool-aged children is 60-90% (Efrianty, 2020). The 2023 Indonesian Health Survey (SKI) found that 56.9% of the population aged 3 years and older experienced dental and oral health problems, and only 11.2% sought medical treatment. Dental caries can be addressed through preventive, curative, and rehabilitative approaches. One effective way to prevent dental caries is through the application of Fissure Sealants. The preventive aspect with the application of Fissure Sealant is seen as one of the safest, most comfortable and has minimal risk methods for children (Manginar Sidabutar et al., 2023). The purpose of this community service is to implement the Community Service component of the Tri Dharma of Higher Education and aims to prevent caries early in children by applying Fissure Sealant material to deciduous molars and permanent M1 teeth in Aisyiyah Joyosuran Kindergarten students, Surakarta, and providing education about caries prevention to parents of Aisyiyah Joyosuran Kindergarten students, Surakarta. The service method is education and consultation about dental and oral health to parents of Aisyiyah Joyosuran Kindergarten students, Surakarta and the application of Fissure Sealant applied to the pits and fissures of the occlusal surface of the teeth, functioning to create a physical barrier that protects the tooth surface from caries. The results of the community service show that the activity went smoothly and the participants were enthusiastic about participating in the activity. Parents are expected to be able to maintain their children's dental and oral health and prevent dental caries from an early age.enthusiastic about participating in the activity. Parents are expected to maintain their children's dental and oral health and prevent dental caries from an early age.Secara global, permasalahan kesehatan gigi dan mulut di negara berkembang terutama karies gigi masih menjadi masalah serius terutama pada anak usia prasekolah, dimana besarnya angka kejadian karies pada anak usia prasekolah sebesar 60-90% (Efrianty, 2020). Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, masalah kesehatan gigi dan mulut pada penduduk berumur ≥ 3 tahun adalah 56,9% dan hanya 11,2% yang berobat ke tenaga medis untuk mengatasi masalah tersebut. Permasalahan karies gigi dapat diatasi baik secara preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.  Salah satu cara pencegahan yang efektif terhadap terjadinya karies gigi adalah melalui aplikasi Fissure Sealant. Aspek preventif dengan aplikasi Fissure Sealant dipandang sebagai salah satu cara yang paling aman, nyaman, dan memiliki risiko yang minimal pada anak (Manginar Sidabutar et al., 2023).Tujuan pengabdian ini untuk melaksanakan komponen Pengabdian Kepada Masyarakat dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dan bertujuan untuk pencegahan karies sejak dini pada anak dengan mengaplikasikan bahan Fissure Sealant pada gigi molar decidui maupun M1 permanen pada murid TK Aisyiyah Joyosuran, Surakarta, serta memberikan edukasi tentang pencegahan karies kepada orang tua murid TK Aisyiyah Joyosuran, Surakarta. Metode pengabdian adalah edukasi dan konsultasi tentang kesehatan gigi dan mulut kepada orang tua murid TK Aisyiyah Joyosuran, Surakarta serta aplikasi Fissure Sealant yang diaplikasikan pada pit dan fissure permukaan oklusal gigi, berfungsi untuk menciptakan penghalang fisik yang melindungi permukaan gigi dari karies. Hasil pengabdian menunjukkan kegiatan berjalan lancar dan peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut. Orang tua murid diharapkan dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut anak-anaknya serta pencegahan karies gigi sejak dini

    Optimalisasi Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber dan Media Pembelajaran di SDN 05 Madiun Lor

    No full text
    The environment, both natural and artificial, can be used as an effective learning medium, especially at the Elementary School (SD) level, where learning is still based on concrete experiences. The purpose of the community service activities held at SD Negeri 05 Madiun Lor, Madiun City is to provide real experience in applying knowledge in the field, helping teachers improve creativity in utilizing the surrounding environment and contextual learning media through a fun environmental approach. There are 2 activities carried out, namely a workshop with the theme of utilizing the environment as a source and learning media. The material presented is the preparation of environmental-based teaching modules and the manufacture of eco-enzymes as a learning medium that utilizes organic waste in the form of dry leaf waste as a plant fertilizer. The second activity is in the form of mentoring and guidance for social studies teachers in developing environmental-based learning modules. The method used in the implementation of this community service is mentoring teachers in preparing teaching modules and learning media based on the environment. The results achieved are teachers' understanding in compiling integrated environmental teaching modules, increasing teachers' understanding of environmental-based learning, and the implementation of direct practice in utilizing the environment as a learning medium.Lingkungan, baik yang bersifat alami maupun buatan, dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang efektif, terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD), di mana pembelajaran masih berbasis pengalaman konkret.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di SD Negeri 05 Madiun Lor Kota Madiun ini adalah memberikan pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu di lapangan, membantu guru meningkatkan kreativitas dalam pemanfaatan lingkungan sekitar dan media pembelajaran yang kontekstual melalui pendekatan lingkungan yang menyenangkan. Ada 2 kegiatan yang dilaksanakan, yaitu workshop dengan tema pemanfaatan lingkungan sebagai sumber dan media pembelajaran. Materi yang disampaikan adalah penyusunan modul ajar berbasis lingkungan dan pembuatan eco-enzym sebagai media pembelajaran yang memanfaatkan limbah organik berupa sampah daun kering sebagai obat penyubur tanaman. Kegiatan kedua berupa pendampingan dan pembimbingan pada guru-guru SD Binaan Adiwiyata dari SDN 05 Madiun Lor dalam mengembangkan modul pembelajaran dan Media Pembelajaran berbasis lingkungan. Metode yang digunakan pada pelaksanaan pengabdian ini adalah pembimbingan dan pendampingan kepada guru dalam penyusunan modul ajar dan media pembelajaran yang berbasis lingkungan. Hasil yang dicapai adalah pemahaman guru dalam penyusun modul ajar terintegrasi lingkungan, meningkatnya pemahaman guru tentang pembelajaran berbasis lingkungan, dan terlaksananya praktik langsung pemanfaatan lingkungan sebagai media belajar

    Pendampingan Pemasaran Ikan Discus untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Keluarga Melalui Pemasaran Digital

    No full text
    One of the most popular ornamental fish commodities is discus fish (Symphysodon discus). Discus fish are popular amongst others because of their wide varieties, unique colors, and income opportunities. The development of information and technology, especially the internet, has become a new opportunity in increasing the fish discus business. The partner in this community's dedication is the community of fish discus, who is trying to seize the chance of a discus fish farming business to earn extra income.  The marketing activities on the discus fish business are still minimal and conventional. Digital marketing training becomes a relevant strategy in increasing market reach and creating effective and efficient marketing. Digital marketing training is conducted using lecture methods and account creation practices on the marketplace (Tokopedia, TikTok Shop, and Google Bisnisku). The result of this digital marketing training is to add insight into marketing and increase the market reach of fish discus products. In addition, it is recommended that digital marketing strategies be regularly guided so that they are more effective and efficient in creating independence in product marketing and sustainable revenue increases in the long term. Pertumbuhan permintaan ikan hias terus mengalami peningkatan yang signifikan. Salah satu komoditas ikan hias yang banyak diminati adalah ikan discus (Symphysodon discus). Ikan discus banyak digemari masyarakat luas antara lain karena banyak jenis varietas, warna yang unik, dan peluang pendapatan. Perkembangan informasi dan teknologi khususnya internet menjadi sebuah peluang baru dalam peningkatan usaha ikan discus. Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah Komunitas Ikan Discus Pondok Cabe Ilir yang menangkap peluang usaha budidaya ikan discus sebagai  penghasilan tambahan.  Kegiatan pemasaran yang dilakukan pada usaha ikan discus masih sangat minim dan bersifat konvensional. Pelatihan pemasaran digital menjadi sebuah strategi yang relevan dalam meningkatkan jangkauan pasar serta menciptakan pemasaran yang efektif dan efisien. Pelatihan pemasaran digital dilakukan dengan metode ceramah dan praktik pembuatan akun pada marketplace (Tokopedia, Tiktok Shop, dan Google Bisnisku). Hasil dari pelatihan pemasaran digital ini adalah menambah wawasan tentang pemasaran dan peningkatan jangkauan pasar dari produk ikan discus. Selain itu, disarankan sebaiknya penggunaan strategi pemasaran digital perlu dilakukan pembimbingan secara berkala sehingga lebih efektif dan efisien dalam menciptakan kemandirian dalam pemasaran produk serta peningkatan pendapatan secara berkelanjutan dalam jangka panjang

    Sosialisasi Penyusunan Laporan Keuangan Nirlaba Berdasarkan ISAK 335 pada Rumah Sakit PKU Muhammmadiyah Makassar

    Full text link
    The preparation of financial statements is an obligation for every organization or enterprise, whether profit-oriented or non-profit. However, more specifically for non-profit organizations, this obligation arises as a form of transparency and accountability for the use of the funds received. Therefore, as an effort to improve the quality of financial reporting, a good understanding of the Financial Accounting Standards Interpretation (ISAK) 335, which regulates the preparation of financial statements for non-profit entities, is required by fund managers. Therefore, this socialisation activity was conducted at the Rumah Sakit Pembinaan Kesejahteraan Umat (RS PKU) Muhammadiyah Makassar, which is one of the not-for-profit oriented entities. The activity aims to enhance the hospital management's understanding of ISAK 335, provide practical guidance in preparing non-profit financial statements by accounting standards, improve transparency and accountability in hospital financial management, and prevent potential errors in financial statement presentation that could impact audits and decision-making. The results of the conducted socialisation activities are expected to contribute to the hospital's implementation of ISAK 335, which can then enhance transparency, allowing donors and stakeholders to understand how funds are used, and facilitate the audit process, as the reports become more systematic and in accordance with general accounting standards.Penyusunan laporan keuangan menjadi kewajiban setiap organisasi ataupun entitas, baik yang berorientasi profit maupun nirlaba. Namun lebih spesifik bagi organisasi nirlaba, kewajiban ini muncul sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan dana yang diterima. Sehingga, sebagai upaya peningkatan kualitas pelaporan keuangan, diperlukan pemahaman yang baik oleh para pengelola dana mengenai Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 335, yang mengatur mengenai penyusunan laporan keuangan entitas nirlaba. Maka, kegiatan dalam bentuk sosialisasi ini dilakukan pada Rumah Sakit Pembinaan Kesejahteraan Umat (RS PKU) Muhammadiyah Makassar yang merupakan salah satu entitas nirlaba. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manajemen rumah sakit tentang ISAK 335, memberikan panduan praktis dalam menyusun laporan keuangan nirlaba yang sesuai dengan standar akuntansi, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan rumah sakit, serta mencegah potensi kesalahan dalam penyajian laporan keuangan yang dapat berdampak pada audit dan pengambilan keputusan. Hasil dari kegiatan sosialiasi yang dilakukan, diharapkan dapat berkontribusi bagi pihak rumah sakit dalam penerapan ISAK 335 yang kemudian dapat meningkatkan transparansi, sehingga donatur dan pemangku kepentingan dapat memahami bagaimana dana digunakan, dan mempermudah proses audit, karena laporan lebih sistematis dan sesuai standar akuntansi umum

    Bimbingan Teknis Pemasangan Alat Penghemat Energi Listrik Pada AC Split di Balai Latihan Kerja Kabupaten Karawang

    Full text link
    Split air conditioner (A/C) is the most widely used type of air conditioner in Indonesia. The number of split AC sales in Indonesia is more than 4 million units per year. The electricity consumption of residential split air conditioners is more than 50% of the total power. The percentage of A/C electricity consumption can be reduced by improving the performance of the A/C. One method to improve AC performance is to use the condensate water produced by the evaporator as a discharge line cooler. The results of the study reported that this method was able to improve the performance of split A/Cs by more than 20%. Therefore, this activity intends to socialize the installation of this device on split A/Cs. As an institution responsible for reducing unemployment, the Vocational Training Centre (BLK) not only conducts training in job fields required by industry but also in new fields that have the potential to be developed. With the total population of around 2.5 million people in 2024, and the number of unemployed people around 118 thousand, BLK has a strategic role in reducing unemployment. The test results during the training proved that the installed device could reduce electricity consumption by about 22.4%. It is expected that after attending this training the participants are able to produce and install the device. The production and installation of split A/C electricity-saving devices in addition to saving electricity consumption, also potentially creates new jobs..Pengkondisi udara (AC) jenis split adalah tipe AC yang paling banyak digunakan di Indonesia. Tingkat penjualan AC split di Indonesia lebih dari 4 juta unit per tahun. Sedangkan konsumsi listrik AC split pada perumahan lebih dari 50% dari daya total. Persentase konsumsi listrik AC dapat dikurangi dengan meningkatkan kinerja AC tersebut. Salah satu metode untuk meningkatkan kinerja AC adalah menggunakan air kondensat yang dihasilkan oleh evaporator sebagai pendingin saluran discharge. Hasil penelitian melaporkan bahwa metode ini dapat meningkatkan kinerja AC split lebih dari 20%. Oleh karena itu, kegiatan ini bermaksud melakukan sosialisasi pemasangan alat tersebut pada AC split. Sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam mengurangi pengangguran, Balai Latihan Kerja (BLK) selain melakukan pelatihan pada bidang-bidang pekerjaan yang dibutuhan industri juga pada bidang-bidang baru yang berpotensi untuk dikembangkan. Dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa pada tahun 2024, dan jumlah pengangguran sekitar 118 ribu jiwa maka BLK memiliki peran yang strategis dalam mengurangi pengangguran. Hasil pengujian pada kegiatan ini membuktikan bahwa alat yang dipasang dapat menurunkan konsumsi listrik sekitar 22.4%. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat memproduksi dan memasang alat tersebut. Produksi dan pemasangan alat penghemat listrik AC split ini selain dapat menghemat konsumsi listrik, juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru

    Strategi Optimalisasi Media Sosial Berbasis Teknologi Digital di Pantai Cemara

    No full text
    Pantai Cemara, located in East Balikpapan, holds significant tourism potential but remains relatively unknown to outside visitors. In the digital era, the utilization of social media and digital marketing has become key to enhancing the visibility and appeal of tourist destinations. This activity is a form of community service conducted through the Kuliah Kerja Nyata (KKN) program, aimed at analyzing the weaknesses in the use of social media by the Pantai Cemara management and identifying necessary improvement measures. The methods used included field observations, in-depth interviews with Pantai Cemara managers as community partners, and focus group discussions (FGDs). Based on findings from the field, the team designed and built a simple promotional website and optimized the use of Instagram by creating engaging and informative visual content. The results of the program indicated that previously, social media was managed sporadically without a clear content plan. Following the intervention, there was a noticeable increase in Instagram engagement and website visits, which correlated with an increase in visitors to Pantai Cemara. Additionally, the managers received basic training in digital marketing strategies, enabling them to maintain promotional efforts independently. Through regular evaluations and ongoing mentoring, the program is expected to elevate Pantai Cemara into a more well-known and sustainably developed tourist destination.Pantai Cemara, terletak di Balikpapan Timur, memiliki potensi wisata yang signifikan namun masih kurang dikenal oleh wisatawan luar. Di era digital, pemanfaatan media sosial dan pemasaran digital menjadi kunci untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik destinasi wisata. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dilaksanakan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tujuan untuk menganalisis kelemahan dalam penggunaan media sosial oleh pengurus Pantai Cemara dan mengidentifikasi langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengurus Pantai Cemara sebagai mitra kegiatan, serta diskusi kelompok terfokus (FGD). Berdasarkan temuan di lapangan, tim merancang dan membangun sebuah website sederhana untuk promosi, serta mengoptimalkan penggunaan platform Instagram dengan pembuatan konten visual yang menarik dan informatif. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa sebelumnya media sosial dikelola secara sporadis tanpa perencanaan konten yang jelas. Setelah intervensi, terjadi peningkatan engagement di Instagram dan jumlah kunjungan ke website, yang berimplikasi pada peningkatan jumlah pengunjung ke Pantai Cemara. Selain itu, pengurus memperoleh pelatihan dasar tentang strategi digital marketing sehingga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan promosi secara mandiri. Melalui evaluasi rutin dan pendampingan lanjutan, program ini diharapkan dapat mengangkat Pantai Cemara sebagai destinasi wisata yang lebih dikenal dan berkembang secara berkelanjutan

    Pengembangan Potensi Ekonomi Unggulan UMKM Melalui Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM)

    No full text
    This community service aims to develop the leading economic potential of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) by applying the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) method. This method is used as a strategic analysis tool to determine the most effective strategic priorities based on internal and external factors derived from a SWOT analysis. The activity was carried out on fried shallot MSMEs in Klino Village, Sekar District, Bojonegoro Regency, which have strong local potential but face challenges in management and marketing. Through QSPM analysis, the most relevant strategies identified were improving product quality, utilizing digital media, and strengthening partnerships with supporting institutions. These findings show that the QSPM approach helps MSME actors objectively choose strategies that match their business conditions. The conclusion of this activity is that the QSPM method can be applied as a practical, measurable, and relevant mentoring model to enhance local village-based economic competitiveness.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi unggulan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan menerapkan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Metode ini digunakan sebagai alat analisis strategis untuk menentukan prioritas strategi yang paling efektif berdasarkan faktor internal dan eksternal dari analisis SWOT. Kegiatan ini dilaksanakan pada UMKM bawang goreng di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, yang memiliki potensi lokal namun menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan pemasaran. Melalui analisis QSPM, ditemukan bahwa strategi yang paling relevan adalah peningkatan kualitas produk, pemanfaatan media digital, dan penguatan kemitraan dengan lembaga pendukung. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan QSPM membantu pelaku UMKM secara objektif dalam memilih strategi yang sesuai dengan kondisi usaha mereka. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa metode QSPM dapat diterapkan sebagai model pendampingan yang aplikatif, terukur, dan relevan dalam mendorong daya saing ekonomi berbasis potensi lokal desa

    Penerapan Teknologi IoT pada Hidroponik di Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Kesadaran Lingkungan

    No full text
    Hydroponic-based learning in elementary schools is an innovative approach to integrating technology, science, and the environment into teaching and learning activities. By utilizing hydroponic systems supported by Internet of Things (IoT) technology, students can learn the basic concepts of modern agriculture, ecosystems, and sustainable resource management. IoT devices such as temperature, humidity, pH, and nutrient t sensors allow students to monitor and analyze plant conditions in real-time through applications or digital dashboards. Additionally, automatic actuators help students understand the efficient management of water and lighting systems. This approach provides practical and engaging learning experiences while fostering students' awareness of the importance of environmental sustainability. Through hydroponic projects, students are encouraged to think critically and creatively to solve problems, such as optimizing plant growth and managing resources. Moreover, this learning method teaches collaboration and responsibility as students maintain the hydroponic systems they manage. The outcomes of hydroponic-based learning demonstrate significant potential in enhancing students' understanding of science and technology while fostering awareness of sustainable agricultural practices from an early age. Thus, the development of hydroponics in elementary schools serves not only as an educational medium but also as an effort to create a generation that cares about environmental sustainability and technological innovation.Pembelajaran berbasis pengembangan hidroponik di Sekolah Dasar (SD) merupakan pendekatan inovatif untuk mengintegrasikan teknologi, sains, dan lingkungan dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan menggunakan sistem hidroponik yang didukung oleh teknologi Internet of Things (IoT), siswa dapat mempelajari konsep dasar pertanian modern, ekosistem, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Perangkat IoT seperti sensor suhu, kelembapan, pH, dan nutrisi memungkinkan siswa memantau dan menganalisis kondisi tanaman secara real-time melalui aplikasi atau dasbor digital. Selain itu, aktuator otomatis dapat membantu siswa memahami proses pengelolaan air dan pencahayaan secara efisien. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang praktis dan menyenangkan, sekaligus membangun kesadaran siswa tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan. Melalui proyek hidroponik, siswa juga diajak untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah, seperti pengoptimalan pertumbuhan tanaman dan pengelolaan sumber daya. Selain itu, pembelajaran ini mengajarkan kolaborasi dan tanggung jawab dalam menjaga sistem hidroponik yang mereka kelola. Hasil dari pembelajaran berbasis hidroponik ini menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang sains dan teknologi, serta menumbuhkan kesadaran terhadap praktik pertanian berkelanjutan sejak dini. Dengan demikian, pengembangan hidroponik di Sekolah Dasar tidak hanya berfungsi sebagai media pendidikan, tetapi juga sebagai upaya menciptakan generasi yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan inovasi teknologi

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇