Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
346 research outputs found
Sort by
Alternatif Penanggulangan Bencana Banjir dengan Penerapan Teknologi Biopori di Desa Molingkapoto
Indonesia is one og the countries with a high precipitation. The high precipitation and lack of water catchment areas resulted in flooding. This community service aims to improve the quality of the environment by applying biopore technology as an alternative to flood control in the Malingkapoto Village area, Kwandang District, North Gorontalo Regency. Biopore technology is not only for flood prevention, but can be used as a composting technology. The result of this service activity is that 30 biopore have been installed at several points prone to the largest puddles of water due to high precipitation. This activity is in accordance with what has been planned, such as: increasing community knowledge and skills in flood management, provide business opportunities for biopore pipes and compost fertilizers, and support the local government of Gorontalo Regency in dealing with environmental problems.Indonesia merupakan salah satu negara dengan curah hujan tinggi. Tingginya curah hujan dan kurangnya daerah resapan air mengakibatkan terjadinya banjir. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dengan menerapkan teknologi biopori sebagai alternatif penanggulangan banjir di wilayah Desa Malingkapoto Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. Teknologi biopori tidak hanya untuk penanggulangan banjir, tetapi dapat digunakan sebagai teknologi pengomposan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu telah terpasang 30 biopori di beberapa titik rawan yang terdapat genangan air paling besar akibat curah hujan tinggi. Kegiatan ini sesuai dengan yang telah direncanakan seperti: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanganan banjir, memberikan peluang usaha untuk pipa biopori dan pupuk kompos, serta mendukung pemerintah daerah kabupaten Gorontalo dalam menangani permasalahan lingkungan
Family Health Promotion: Perawatan Luka Pascakhitan, Metode Konvensional yang Optimal di Wilayah Pontianak Selatan
Circumcision has proven health benefits. Circumcision is a type of acute wound that requires wound care that is free from infection and moist wounds. Parents assume that the circumcision wound will heal by itself and no disease or abnormality will occur. The impact of post-circumcision wounds leading to further health problems can be prevented through parental behavior in caring for post-circumcision wounds. Problems arising from post-circumcision such as phimosis (a condition where the foreskin cannot be pulled back from around the tip of the penis), preventing urinary tract infections, making the penis clean, and reducing the risk of developing penile carcinoma. The purpose of this health promotion is to increase parents' knowledge about post-circumcision wound care in order to provide mental readiness for children who will undergo circumcision. The target of this health promotion is the community in Jalan Wonobaru Gang Madyosari, South Pontianak. The method of implementation this health promotion includes discussion and simulation with the stages of preparation, implementation, and evaluation. The results of this health promotion obtained 77% of participants were able to answer the questions correctly and two participants were able to practice the conventional method of post-circumcision wound care. Health promotion participants revealed that knowing post-circumcision wound care is important to minimize complications.Khitan terbukti memberikan manfaat bagi kesehatan. Khitan adalah jenis luka akut yang memerlukan perawatan luka yang bebas dari infeksi dan luka yang lembab. Orang tua beranggapan luka khitan akan sembuh dengan sendirinya dan tidak akan terjadi penyakit atau kelainan apapun. Dampak dari luka pascakhitan yang mengarah ke masalah kesehatan lebih lanjut dapat dicegah melalui perilaku orang tua dalam merawat luka pascakhitan. Masalah yang timbul akibat pascatindakan khitan seperti phimosis (kondisi dimana kulup tidak bisa ditarik kembali dari sekitar ujung penis), mencegah infeksi saluran kemih, membuat penis menjadi bersih, dan mengurangi resiko terkena karsinoma penis. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan pengetahuan orang tua tentang perawatan luka pascakhitan agar mampu memberikan kesiapan mental bagi anak yang akan menjalani khitan. Sasaran PkM ini adalah masyarakat di Jalan Wonobaru Gang Madyosari, Pontianak Selatan. Metode pelaksanaan PkM ini meliputi diskusi dan simulasi dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil PkM ini diperoleh 77% peserta mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan benar, serta dua orang peserta mampu mempraktikkan kembali cara perawatan luka pascakhitan dengan metode konvensional. Peserta PkM mengungkapkan bahwa mengetahui perawatan luka pascakhitan penting guna meminimalkan komplikasinya
Penyuluhan Risiko Bahan Kimia Laundry serta Penerapan Keselamatandan Kesehatan Kerja (K3) di Industri Laundry
The laundry industry is one of the industries that is growing rapidly at this time. The development of this industry cannot be separated from the growing need for human clothing. While carrying out their work, laundry workers have a risk of exposure to laundry chemicals. However, most laundry workers do not understand these risks and how to prevent and handle them. This service activity aims to provide counseling to laundry workers regarding the risks of laundry chemicals and the application of occupational safety and health in the laundry industry. Counseling was carried out directly to one of the laundry industries in Tangerang City, involving 14 laundry workers. The material provided includes various types of laundry chemicals, potential hazards, how to prevent them and the need for OSH applications such as the use of PPE in work. The results of the activity evaluation show that this counseling activity has an impact on increasing the knowledge of laundry workers regarding the risks of laundry chemicals and how to prevent and handle them. Evaluation of the usefulness of the activity and the activity presenter gave the result that the presenter conveyed the material clearly so that all laundry workers agreed that this extension activity was very useful.Industri laundry merupakan salah satu industri yang berkembang pesat saat ini. Perkembangan industri ini tak lepas dari semakin berkembangnya kebutuhan sandang manusia. Selama menjalankan pekerjaannya, pekerja laundry memiliki risiko paparan bahan-bahan kimia laundry. Akan tetapi sebagian besar pekerja laundry belum memahami risiko tersebut dan cara pencegahan serta penanganannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada pekerja laundry terkait risiko bahan kimia laundry serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam industri laundry. Penyuluhan dilakukan secara langsung pada salah satu industri laundry di Kota Tangerang, dengan melibatkan 14 pekerja laundry. Materi yang diberikan antara lain macam-macam bahan kimia laundry, potensi bahaya, cara pencegahannya serta perlunya penerapan K3 seperti penggunaan APD dalam bekerja. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini berdampak pada peningkatan pengetahuan pekerja laundry mengenai risiko bahan kimia laundry dan cara pencegahan serta penanganannya. Evaluasi terhadap kebermanfaatan kegiatan dan pemateri kegiatan memberikan hasil bahwa pemateri menyampaikan materi dengan jelas sehingga seluruh pekerja laundry setuju bahwa kegiatan penyuluhan ini sangat bermanfaat
Literasi Membaca dan Menulis Untuk Anak Usia Dini di Rumah Ajare Desa Saunulu
This article describes literacy for early childhood which is carried out to prepare them to enter elementary school. The aim of the activity is focused on disadvantaged, poor areas, and aspects of education that have not been touched upon by services. Most of the parents and children in Mangga Dua hamlet are still illiterate. It is hoped that through this activity, awareness of reading and writing can be increased so that children can continue their education at primary school level and can build high awareness, concern and responsiveness from the local community. The service uses the assistance method of reading and writing practice for approximately 3 days and training for the managers of Rumah Ajare. Outreach was provided to the local community regarding the importance of reading and writing literacy education for children. This activity is a motivation for the government to pay attention to transportation facilities and educational infrastructure for local communities. It is hoped that the provision of assistance in the form of reading books and stationery equipment by the community service team can also increase the activities of school children at Rumah Ajare.Artikel ini mendiskripsikan literasi bagi anak usia dini yang dilakukan untuk mempersiapkan mereka memasuki Sekolah Dasar. Tujuan kegiatan difokuskan pada daerah tertinggal, miskin, serta aspek pendidikan belum disentuh pelayanannya. Sebagian besar orang tua dan anak-anak di dusun Mangga Dua masih buta huruf (aksara). Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran membaca dan menulis dapat ditingkatkan sehingga anak dapat melanjutkan pendidikan pada jenjang sekolah dasar serta dapat membangun kesadaran, kepedulian dan responsivitas yang tinggi dari masyarakat setempat. Pengabdian menggunakan metode pendampingan latihan membaca dan menulis selama kurang lebih 3 hari dan pelatihan bagi pengelola Rumah Ajare. Sosialisasi diberikan bagi masyarakat setempat mengenai pentingnya pendidikan literasi membaca dan menulis bagi anak. Kegiatan ini menjadi motivasi pemerintah agar dapat memperhatikan sarana transportasi dan prasarana pendidikan bagi masyarakat setempat. Pemberian bantuan berupa buku bacaan dan perlengkapan alat tulis oleh tim pengabdian masyarakat diharapkan juga dapat meningkatkan kegiatan anak sekolah di Rumah Ajare
Pertunjukan Wayang Beber Fabel Sebagai Media Pendidikan Karakter Anak Sekolah Dasar
Community service (abdimas) aims to offer alternative options for character education media for elementary school students. The students at SDN 1 Ciheuleut still need alternative character education media. Lecturers from the Faculty of Social and Culture, Pakuan University Bogor, carry out Abdimas activity. The abdimas team provides an alternative: a Wayang Beber Fabel performance. This performance is presented directly in front of students and teachers. Wayang Beber Fabel has a moral message that it wants to convey to every viewer. It can be an example that elementary school students can imitate. The interviews and observations conducted by the Abdimas team show that the Wayang Beber Fabel performance can be a choice for simple and attractive character education. This indicates that alternative education using Wayang Beber Fabel can help teachers improve character education quality. The abdimas activity at SDN 1 Ciheuleut can positively impact the creation of more effective and interesting character education alternatives and improve the quality of character education for elementary school students. Teachers can use or play Wayang Beber Fabel independently for character education after the abdimas activity is completed.Pengabdian masyarakat (abdimas) ini bertujuan untuk menawarkan alternatif pilihan berupa media pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Siswa di SDN 1 Ciheuleut masih memiliki kekurangan media alternatif pendidikan karakter. Kegiatan abdimas terdiri dari dosen-dosen FISIP Universitas Pakuan Bogor. Tim abdimas memberikan alternatif berupa pertunjukan Wayang Beber Fabel. Pertunjukan ini dipentaskan langsung di hadapan para siswa dan guru-guru. Pertunjukan Wayang Beber Fabel memiliki pesan moral yang ingin disampaikan kepada setiap penontonya. Harapanya bisa dijadikan contoh yang dapat ditiru oleh siswa sekolah dasar. Hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh tim abdimas menunjukan bahwa pertunjukan Wayang Beber Fabel bisa dijadikan sebagai alternatif pilihan pendidikan karakter yang sederhana dan atraktif. Hal ini menjadikan pertanda bahwa alternatif pendidikan memakai Wayang Beber Fabel bisa membantu guru-guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter. Kegiatan abdimas yang dilakukan di SDN 1 Ciheuleut dapat memberikan dampak yang positif berupa terciptanya alternatif pendidikan karakter yang lebih efektif dan menarik serta dapat meningkatkan kualitas pendidikan karakter siswa sekolah dasar. Ibu atau Bapak Guru dapat memakai atau memainkan Wayang Beber Fabel secara mandiri untuk pendidikan karakter setelah kegiatan abdimas selesai
Peningkatan Pengetahuan Remaja dalam Mereduksi Stigma Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Melalui Edukasi
ODGJ becomes difficult in the healing process caused by the high community stigma including the adolescents group. Even so, youth is one of the golden periods where information becomes important and easy to apply if education is provided, especially regarding the stigma of ODGJ. Based on this, there is a need for promotive efforts to increase youth knowledge about ODGJ and Stigma, so that it can reduce stigma, discrimination, violation of human rights in ODGJ. The purpose of carrying out this activity is to increase youth's knowledge regarding ODGJ and Stigma. This activity was held on March 2023 at SMPN 5 Pontianak City. The method used is in the form of counseling followed by educational videos and distribution of ODGJ stigma pocket books. The form of evaluation used is using knowledge instruments before and after education. Community service activities report an increase in youth's knowledge of ODGJ and stigma. The results of the analysis found that there was a significant impact on ODGJ education and stigma on increasing knowledge p-value = 0.011. It is hoped that with this increased knowledge, youth can provide information again and change wrong perceptions about ODGJ.ODGJ menjadi sulit dalam proses penyembuhannya yang disebabkan oleh tingginya stigma masyarakat termasuk kelompok remaja. Meskipun demikian, remaja merupakan salah satu periode emas dimana informasi menjadi penting dan mudah diterapkan apabila dilakukan pemberian edukasi khususnya mengenai stigma ODGJ. Bedasarkan hal tersebut perlu adanya upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai ODGJ dan Stigma, sehingga dapat mereduksi stigma, diskriminasi, serta pelanggaran hak asasi pada ODGJ. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan remaja berkaitan dengan ODGJ dan Stigma. Kegiatan ini dilaksanakan pada Maret 2023 di SMPN 5 Kota Pontianak. Adapun metode yang digunakan berupa penyuluhan diikuti dengan video edukasi serta pembagian buku saku stigma ODGJ. Bentuk evaluasi yang digunakan dengan menggunakan instrumen pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Aktivitas pengabdian masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja terhadap ODGJ dan stigma. Hasil analisis didapatkan terdapat dampak yang signifikan edukasi ODGJ dan stigma terhadap peningkatan pengetahuan p-value = 0,011. Diharapkan dengan peningkatan pengetahuan ini, remaja dapat memberikan informasi kembali dan merubah persepsi yang salah mengenai ODGJ
Manajemen Stres Akademik pada Remaja dengan Progressive Muscle Relaxation (PMR)
One of the causes of stress in adolescents occurs at school. Academic stress on students due to learning activities such as skipping school, leaving class hours prematurely, arriving late to school, collecting late assignments collected, and quitting school because they are unable to follow the learning in the chosen Department. Academic stress can lead to depression if not treated properly. Progressive Muscle Relaxation (PMR) can effectively reduce academic stress, control anxiety, and tension. The purpose of this Community Service (PkM) is to improve students’ knowledge about stress and how to manage stress with Progressive Muscle relaxation (PMR). The target of this PkM is students of Class XII Department of modeling design and Building Information (DPIB) SMKN 01 Sungai Raya, Kubu Raya, West Kalimantan. This PkM implementation method includes stress discussion and simulation of PMR techniques. The evaluation results after students perform PMR simulation obtained 41.2% feel relaxed, 26.5% feel comfortable, 20.6% feel calm, and 11.8% do not feel any change.Penyebab terjadinya stres pada remaja salah satunya terjadi di sekolah. Stres akademik pada siswa akibat aktivitas belajar seperti bolos sekolah, meninggalkan jam pelajaran sebelum waktunya, terlambat datang ke sekolah, tugas terlambat dikumpulkan, dan berhenti dari sekolah dikarenakan tidak mampu mengikuti pembelajaran di jurusan yang dipilihnya. Stres akademik dapat mengakibatkan depresi jika tidak diatasi dengan baik. Progressive Muscle Relaxation (PMR) dapat mengurangi stres akademik secara efektif, mengendalikan kecemasan, dan ketegangan. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang stres dan cara manajemen stres dengan Progressive Muscle relaxation (PMR). Sasaran PkM ini adalah siswa kelas XII jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMKN 01 Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Metode pelaksanaan PkM ini meliputi diskusi stres dan simulasi tentang teknik PMR. Hasil evaluasi setelah siswa melakukan simulasi PMR diperoleh 41,2% merasakan rileks, 26,5% merasa nyaman, 20,6% merasa tenang, dan 11,8% tidak merasa ada perubahan
Peningkatan Potensi Wisata Umbulan Desa Jajar Melalui Pendampingan Pengelolaan Ekowisata Berbasis Industri Kreatif Desa Wisata Kabupaten Trenggalek
Empowerment of tourism potential Umbulan Jajar Village through ecotourism Management Assistance based on Creative Industries towards 100 tourism villages Trenggalek Regency is a capacity building program organized by the Ministry of education and culture through the Student Executive Board STKIP Pgri Trenggalek with Field Assistant Lecturers to optimize the tourism potential of Umbulan Karang. Umbulan Karang is a gift of natural beauty located in Jajar Village, Gandusari District, Trenggalek Regency. Umbulan tourism has been used as Jamcab / raimuna Scout activities throughout Trenggalek Regency, so it has the potential to be developed as a camping ground and outbound area while maintaining the existing local wisdom. However, this Umbulan tour began to recede in operation with restrictions in everything during Covid-19, making this tour not operational until now. The establishment of the social media management team of Desa Wisata (Community Based Tourism) is one of the main attractions in desa Jajar. A combination of smart digital strategies and active participation of local communities, Umbulan Tourism Village managed to effectively promote itself, increase tourist awareness, and form the basis of sustainable growth in local tourism to succeed the Trenggalek Regency 100 tourism villages program.Pemberdayaan Potensi Wisata Umbulan Desa Jajar melalui Pendampingan Pengelolaan Ekowisata Berbasis Industri Kreatif Menuju 100 Desa Wisata Kabupaten Trenggalek merupakan program penguatan kapasitas ormawa yang diselenggarakan oleh Kemdikbud melalui Badan Eksekutif Mahasiswa STKIP PGRI Trenggalek bersama dosen Pendamping Lapangan mengoptimalkan potensi wisata Umbulan Karang. Umbulan Karang merupakan anugerah keindahan alam yang terletak di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Wisata Umbulan ini pernah dijadikan sebagai Jamcab/Raimuna kegiatan pramuka se-Kabupaten Trenggalek, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai area camping ground dan outbond dengan tetap mempertahankan kearifal lokal yang ada. Namun, wisata Umbulan ini mulai surut pengoperasianya dengan adanya pembatasan dalam segala hal pada saat Covid-19 sehingga menjadikan wisata ini menjadi tidak beroperasi sampai saat ini. Dibentuknya tim pengelola media sosial Desa Wisata (Community Based Tourism) menjadi salah satu daya tarik utama di desa Jajar. Kombinasi strategi digital yang cerdas dan partisipasi aktif masyarakat lokal, Desa Wisata Umbulan berhasil mempromosikan dirinya secara efektif, meningkatkan kesadaran wisatawan, dan membentuk dasar pertumbuhan berkelanjutan dalam pariwisata lokal untuk mensukseskan program 100 Desa Wisata Kabupaten Trenggalek
Pendidikan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Kader Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Gondangrejo Karanganyar
The elderly population in Indonesia is currently experiencing a significant increase, this shows that public awareness of health in general is getting better. However, with the increase in the elderly population, various problems will arise that affect aspects of the life of the elderly. One of the efforts made by the government in overcoming various problems in the elderly is to hold the Elderly Posyandu program. Dental and oral health in the elderly is one that needs special attention because it will affect general health. Good knowledge of oral hygiene is very important, so that it can prevent dental and oral diseases. To improve the quality of services primarily in the field of dental and oral health, this activity is specifically for the elderly. This service aims to improve the health of the elderly through posyandu cadres so that it will improve the quality of life and welfare for the elderly. The elderly Posyandu which is the target of dedication in this study is the elderly Posyandu which is located in the working area of the Gondangrejo District Health Center. There are 93 posyandu with 245 cadres spread throughout the sub-district. The method of dedication used is lectures and questions and answers, demonstrations, and simulations. The results of this service are expected to be useful for increasing Posyandu cadre resources which have an impact on improving the quality of elderly Posyandu services in the working area of the Gondangrejo Health Center, so that it will improve the health status of the elderly.Penduduk lansia di Indonesia saat ini mengalami peningkatan yang cukup bermakna, hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan kesehatan secara umum semakin baik. Namun dengan meningkatnya penduduk berusia lanjut, maka akan muncul berbagai permasalahan yang memengaruhi aspek kehidupan lansia. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan pada lansia adalah dengan mengadakan program Posyandu Lansia. Kesehatan gigi dan rongga mulut pada lansia adalah salah satu yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena akan mempengaruhi kesehatan umum. Pengetahuan yang baik mengenai kebersihan mulut sangat penting, sehingga dapat mencegah penyakit gigi dan rongga mulut. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan utamanya di bidang kesehatan gigi dan rongga mulut, kegiatan ini dikhususkan untuk para lansia. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan para lansia melalui kader posyandu sehingga akan meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan bagi para lansia. Posyandu lansia yang menjadi sasaran pengabdian dalam studi ini adalah posyandu lansia yang terletak di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Gondangrejo. Terdapat 93 buah posyandu dengan 245 kader yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Metode pengabdian yang dilakukan adalah ceramah dan tanya jawab, demonstrasi, dan simulasi. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat berguna bagi peningkatan sumber daya kader posyandu yang berdampak pada peningkatan kualitas layanan posyandu lansia di wilayah kerja puskesmas Gondangrejo, sehingga akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat lansia
Implementasi Aplikasi Toy App dan Modul Ajar Berbasis Proyek di SD Negeri 1 Padenganploso Kabupaten Lamongan
Digital literacy is one of the most needed 21st century skills. The effectiveness of integrating the use of technology in project-based learning has proven to be effective in increasing digital literacy skills. Toy App is an Android-based application designed as a medium for learning basic literacy and numeracy. The purpose of this community service activity is to implement the Toy App application and project-based teaching modules to increase digital literacy in students. This activity was carried out for students at SD Negeri 1 Padenganploso, Pucuk District, Lamongan Regency. The results of this activity show that the implementation of the Toy App and project-based teaching modules has a positive impact on increasing digital literacy in students. In addition, the learning process is also more fun. Based on these results, the application of the Toy App application and project-based teaching modules can be used as an alternative in supporting digital literacy in elementary school students.Literasi digital menjadi salah satu keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan. Efektifivas pengintegrasian penggunaan teknologi dalam pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi digital. Toy App merupakan aplikasi berbasis android yang dirancang sebagai media belajar literasi dan numerasi tingkat dasar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengimplementasikan aplikasi Toy App dan modul ajar berbasis proyek guna meningkatkan literasi digital pada siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada siswa di SD Negeri 1 Padenganploso Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa implementasi Toy App dan modul ajar berbasis proyek memberikan dampak positif dalam meningkatkan literasi digital pada siswa. Selain itu, proses pembelajaran yang dilakukan juga lebih menyenangkan. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan aplikasi Toy App dan modul ajar berbasis proyek dapat digunakan sebagai alternatif dalam mendukung literasi digital pada siwa sekolah dasar.