Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Pemberdayaan Masyarakat Desa Semangat Karya Kabupeten Barito Kuala Melalui Kegiatan Akuaponik dan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber)

    Get PDF
    One of the ways to utilize the yard of the house is by using the aquaponics method and cultivating fish in buckets (budikdamber). The activity of keeping or raising fish using limited land is something that is quite difficult to do in the Semangat Karya Village, Barito Kuala Regency, which is dominated by swamps. There is no assistance in empowering village communities in fish farming activities, which is the main factor in the lack of community interest. Therefore, this service activity aims to provide knowledge and training to support skills in cultivating fish in buckets (budikdamber) and aquaponics. The method for implementing this service activity begins with filling out a pre-test questionnaire, presentation of material by the supervisor, then continues with a post-test and activities to assist participants in cultivating fish in buckets (budikdamber) and aquaponics. The result is an increase in knowledge, understanding and skills in bucket fish cultivation (budikdamber) and aquaponics in the village of Semangat Karya, Alalak District, Barito Kuala Regency.Salah satu cara memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan cara menggunakan metode akuaponik dan budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Kegiatan memelihara atau beternak ikan dengan memanfaatkan lahan yang sempit di perumahan merupakan sesuatu yang cukup sulit untuk dilakukan di Desa Semangat Karya Kabupaten Barito Kuala yang didominasi oleh rawa, belum ada pendampingan pemberdayaan masyarakat desa dalam kegiatan beternak ikan menjadi faktor utama dalam kurangnya minat masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan  pengetahuan  dan  pelatihan guna menunjang  keterampilan  dalam  kegiatan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dan akuaponik. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan mengisi kuesioner pretest, presentasi materi kemudian dilanjutkan dengan posttest dan kegiatan pendampingan peserta dalam budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dan akuaponik. Hasil dari adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta keterampilan dalam kegiatan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dan akuaponik di desa Semangat Karya Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala

    Fortifikasi Zat Besi dari Hati Ayam pada Makanan Pendamping ASI

    Get PDF
    One of the cases of micronutrient deficiency in Indonesia is iron anemia. Iron fortification can be done on baby porridge as Complementary Food for Breast Milk (MP-ASI) given to children aged 6 months to 24 months. production of free-range chicken, promoting the sale of free-range chicken online. In addition, knowledge transfer will be carried out to partners about processing chicken liver as fortification of iron in baby porridge in MPASI. The method used is pretest and posttest given to 20 participants to determine the extent of absorption given material. Evaluation of this activity will be carried out in a weekly period to monitor the indicators that have been set. The service was attended by 20 mothers of toddlers and cooperation partners, namely the owner of the "Mr. Desi Chicken Coop” which was carried out for approximately 5 weeks. The results of this service increase the knowledge of mothers of toddlers skills in making complementary foods (90%). This is carried out to provide provisions for partners and mothers of toddlers regarding the use of chicken liver as iron fortification in infant porridge in complementary foods, correct processing of chicken liver, sales promotion online to increase partners' earnings.Salah satu kasus kekurangan gizi mikro di Indonesia adalah anemia besi. Fortifikasi zat besi dapat dilakukan pada bubur bayi sebagai Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang diberikan pada anak berumur 6 bulan sampai 24 bulan.Tujuan pengabdian ini yaitu, mengadakan promosi tentang manfaat ayam kampung terutama hatinya yang baik utnuk MPASI sehingga dapat meningkatkan penjualan produksi ayam kampung serta mempromosikan penjualan ayam kampung secara online. Selain itu, akan dilakukan transfer pengetahuan pada mitra tentang pengolahan hati ayam sebagai fortifikasi zat besi dalam bubur bayi pada MPASI. Metode yang digunakan yaitu pretest dan posttest yang diberikan kepada 20 peserta untuk mengetahui sejauh mana serapan materi yang diberikan. Evaluasi kegitan ini akan dilaksanakan dalam periode mingguan untuk memantau indikator yang telah ditetapkan. Pengabdian diikuti oleh 20 ibu yang memiliki balita dan mitra kerja sama yaitu pemilik “Kandang Ayam Bapak Desi” yang dilaksanakan selama kurang lebih 5 minggu. Hasil pengabdian ini meningkatakatan pengetahuan ibu balita, khususnya keterampilan dalam membuat MPASI (90%). Hal ini dilaksanakan untuk memberikan bekal kepada mitra dan ibu balita terkait materi pemanfaatan hati ayam sebagai fortifikasi zat besi dalam bubur bayi pada MPASI, pengolahan hati ayam yang benar, serta promosi penjualan online untuk meningkatkan penghasilan mitra

    Upaya Pencegahan Penyakit dengan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada Anak Melalui Bercerita menggunakan Boneka Tangan

    Get PDF
    Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is said to be one of the main determinants of the health status of the community, including children in households and schools. Worms, diarrhea, skin disease, toothache, and malnutrition are the impacts of low PHBS. Hand washing is a simple habit but has a big impact on reducing morbidity. The purpose of the activity is to teach children about PHBS Washing Hands with Soap (CTPS). Counseling methods by telling stories using hand puppets and demonstrations. The activity targets are children aged 3 to 12 years and their accompanying parents. The number of child participants was 19 people with 10 accompanying parents. The observation results showed that all children participated in the activity from start to finish and most (57.9%) of the children were able to practice CTPS correctly. The educational method using storytelling with hand puppets and demonstrations is considered effective for conveying health education. This CTPS health education must be followed up by habituating children's behavior both at home, at school, or anywhere with parental assistance.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) disebut sebagai salah satu penentu yang utama terhadap derajat kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak di tatanan rumah tangga maupun sekolah. Penyakit kecacingan, diare, sakit kulit, sakit gigi, dan gizi buruk adalah dampak PHBS yang rendah. Cuci tangan adalah kebiasaan sederhana namun berdampak besar pada penurunan angka kesakitan. Tujuan kegiatan adalah mengajarkan anak tentang PHBS Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Metode penyuluhan dengan bercerita menggunakan boneka tangan dan demonstrasi. Sasaran kegiatan adalah anak usia 3 sampai 12 tahun beserta orang tua yang mendampingi. Jumlah peserta sebanyak 19 anak dengan 10 orang tua pendamping. Hasil observasi menunjukkan bahwa seluruh anak mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dan sebagian besar (57,9%) anak dapat mempraktikkan CTPS dengan benar. Edukasi metode bercerita dengan boneka tangan dan demonstrasi dinilai efektif untuk menyampaikan penyuluhan kesehatan. Penyuluhan kesehatan CTPS ini harus ditindaklanjuti dengan pembiasaan perilaku anak baik di rumah, di sekolah, atau di mana saja dengan pendampingan orang tua

    Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Berbasis Aplikasi Media Sosial dalam Mendukung Penerapan Bidang Ilmu Jurnalistik di Era Digital

    Get PDF
    The use of Social Media (Medsos) applications and the integration of Information and Communication Technology (ICT) has developed and is influential in various fields of human life. The use of computers in the digital era is part of the life of Catholic Youth. The correct use of computers in various OMK activities can increase effectiveness, efficiency and measurability. The existence of the journalistic field can influence the ability and increase the creative power and sensitivity of OMK in filling public spaces. However, various journalistic activities such as reporting and publication carried out by OMK through various means such as social media are often still constrained by aspects of knowledge, attitudes and skills. This causes various OMK activities to not be able to make a positive and real contribution so that journalistic training is needed. The aim of training for OMK is to enrich knowledge, shape attitudes and improve skills for various ICT-based journalistic activities. Journalistic training methods include the first stage: pre-training (questionnaire), the second stage: training implementation (lectures, writing practice, presentations), and the third stage: training evaluation (interviews and questionnaires). The results of journalism training showed good and very good values ​​in the cognitive aspects of 35 people or 71.42%, affective 42 people or 85.71%, and psychomotor 36 people or 73.46% so it is hoped that OMK can improve various journalistic activities by utilizing ICT in the digital era so that it becomes professional.The use of Social Media (Medsos) applications and the integration of Information and Communication Technology (ICT) has developed and is influential in various fields of human life. The use of computers in the digital era is part of the life of Catholic Youth. The correct use of computers in various OMK activities can increase effectiveness, efficiency and measurability. The existence of the journalistic field can influence the ability and increase the creative power and sensitivity of OMK in filling public spaces. However, various journalistic activities such as reporting and publication carried out by OMK through various means such as social media are often still constrained by aspects of knowledge, attitudes and skills. This causes various OMK activities to not be able to make a positive and real contribution so that journalistic training is needed. The aim of training for OMK is to enrich knowledge, shape attitudes and improve skills for various ICT-based journalistic activities. Journalistic training methods include the first stage: pre-training (questionnaire), the second stage: training implementation (lectures, writing practice, presentations), and the third stage: training evaluation (interviews and questionnaires). The results of journalism training showed good and very good values ​​in the cognitive aspects of 35 people or 71.42%, affective 42 people or 85.71%, and psychomotor 36 people or 73.46% so it is hoped that OMK can improve various journalistic activities by utilizing ICT in the digital era so that it becomes professional

    Penerapan Teknologi Smart Greenhouse Berbasis Photovoltaic dan IoT pada Budidaya Sayuran Hidroponik di Desa Pekalongan Jepara

    Get PDF
    Hydrofarm farming has problems when the electricity goes out causing the flow of nutrients to the plants to not be able to flow because the pump is off because it only uses electricity from PLN. If this continues, it can cause the plant to die because it is not supplied with nutrients. Apart from that, there are still other disadvantages if you provide nutrition using the manual method. The solution to this partner's problem was provided by the UNISSULA community service team by implementing photo voltaic technology in the Solar Power Plant (PLTS) system as a source of electricity to replace PLN electricity voltage. The use of internet technology is also applied to marketing partners for hydrofarm agricultural products. The results of using PLTS in hydrofarm agricultural operations can replace PLN electricity for 4 hours per day so that it can increase hydrofarm operational efficiency. Online marketing can also expand the marketing of hydrofarm agricultural products from partners so that the marketing area is wider.Pertanian hidrofarm mempunyai kendala saat pemadaman listrik akan menyebabkan aliran nutrisi ke tanaman tidak dapat mengalir karena pompanya mati karena hanya menggunakan sumber listrik dari PLN. Hal ini jika berlangsung lama dapat menyebabkan tanaman mati karena tidak teraliri nutrisi. Selain itu, ada kekurangan lain saat pemberian nutrisi masih menggunakan  cara manual. Solusi dari permasalan mitra ini diberikan oleh tim pengabdian masyarakat UNISSULA dengan menerapkan teknologi photo voltaik dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai salah satu sumber listrik pengganti tegangan listrik PLN. Pemanfaatan teknologi Internet juga diterapkan kepada mitra dalam pemasaran hasil pertanian hidrofarm. Hasil dari pemanfaatan PLTS dalam operasional pertanian hidrofarm dapat menggantikan energi listrik PLN selama 4 jam per harinya sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional hidrofarm. Pemasaran online juga dapat memperluas pemasaran hasil pertanian hidrofarm dari mitra sehingga lebih luas area pemasaranya

    Pengelolaan Peralatan Praktik Menggunakan Asset Inventory System Berbasis Ubiquitous dan Cloud Computing pada Program Keahlian Geologi Pertambangan dan Geospasial SMKN 1 Balikpapan

    Get PDF
    In the Mining Geology and Geospatial expertise program, practical learning is mostly conducted outdoors or in the field. This means that there is a high flow of equipment in and out of use, and students' negligence can cause damage to the equipment. Additionally, manual management of practice tools can be inefficient and result in losses, which can hinder the learning process. To address these issues, an online tool management system based on ubiquitous computing is proposed. This system can be accessed on various devices such as computers, androids, and smart TVs. The research begins with a preparatory phase that involves surveying user requirements. The implementation phase involves data analysis, application design, testing, and software implementation, followed by maintenance and further development. By using this system, practical tools can be tracked, and the advantages of the application can be accessed anywhere and anytime. This facilitates the administration of borrowing and returning practice tools at the workshop for Mining Geology and Geospatial SMKN 1 Balikpapan.Pembelajaran praktik pada program keahlian Geologi Pertambangan dan Geospasial sebagian besar dilakukan di luar ruangan atau di lapangan, sehingga frekuensi keluar masuk peralatan praktikpun cukup tinggi. Kelalaian siswa selaku pengguna alat menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi, dimana terdapat peralatan praktik menjadi rusak bahkan beberapa alat yang hilang. Pengelolaan alat praktik secara manual tidak mampu melakukan perekaman sirkulasi alat praktik dengan baik, mengakibatkan kerugian serta mengganggu proses pembelajaran praktik untuk rombongan belajar lainnya. Sehingga solusi yang akan diberikan adalah pengelolaan alat secara online menggunakan aplikasi asset inventory yang berbasis pada ubiquitous computing. Aplikasi ini dapat dijalankan pada perangkat komputer, android, dan smart TV. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan PkM ini dimulai dengan tahap persiapan berupa survey user requirement, tahap pelaksanaan terdiri atas analisis data, desain aplikasi, pengujian, dan implementasi software. Selanjutnya tahap akhir adalah maintenance dan pengembangan aplikasi. Kehadiran aplikasi ini memberikan kemudahan bagi pengelola alat praktik dalam melakukan tracking alat-alat yang sedang digunakan, keunggulannya aplikasi ini dapat dibuka dimanapun dan kapan saja, sehingga akan memudahkan seluruh civitas akademika dan karyawan dalam administrasi peminjaman dan pengembalian alat praktek pada workshop/bengkel Geologi Pertambangan dan Geospasial SMKN 1 Balikpapan

    Pelatihan dan Praktik Penyelenggaraan Fardhu Kifayah Dosen, Karyawan, dan Mahasiswa di Masjid Amirulhaq Balikpapan

    Get PDF
    This service is about training and practice in carrying out fardhu kifayah carried out at the Amirulhaq Campus Mosque, Balikpapan University. The service was carried out to answer the anxiety faced by the community, namely that attention to the care of corpses was becoming increasingly low, so it seemed as if the responsibility for caring for corpses was handed over only to the fardhu kifayah community. The focus of the problem in this service is to guide and train participants in the process of administering and managing people who have died. The training aims to provide participants with knowledge and insight into how to handle corpses. Furthermore, it motivates so that after this training participants become involved if someone dies in their environment, especially their own family. This activity begins with the delivery of the activity stages from the beginning to the end of the training. The activity stages begin with participant registration and are then divided into groups of both male and female participants. Next, the implementation method provides material about handling people who have died and matters related to death. Then it continues with the practice of cutting the shroud, washing, shrouding, and praying the body. The results of this activity show that the participants gained experience in the form of knowledge so that they could know and understand both the concept and practice of implementing fardhu kifayah.Pengabdian ini tentang pelatihan dan praktik penyelenggaraan fardhu kifayah yang dilaksanakan di Masjid Kampus Amirulhaq Universitas Balikpapan. Pengabdian dilaksanakan untuk menjawab kegelisahan yang dihadapi masyarakat yaitu perhatian terhadap penyelenggaraan jenazah semakin rendah sehingga seolah tanggung jawab perawatan jenazah diserahkan hanya ke komunitas fardhu kifayah. Fokus masalah dalam pengabdian ini adalah untuk membimbing dan melatih peserta mengenai proses penyelenggaraan dan pengurusan orang yang meninggal dunia. Pelatihan dimaksudkan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta tentang cara penyelenggaraan jenazah. Selanjutnya memberikan motivasi agar setelah pelatihan ini peserta ikut terlibat apabila ada orang meninggal di lingkungannya khususnya keluarga sendiri. Kegiatan ini diawali dengan penyampaian tahap-tahap kegiatan mulai dari awal sampai selesai pelatihan. Adapun tahapan kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, kemudian dibagi kelompok baik peserta laki-laki maupun perempuan. Selanjutnya, metode pelaksanaan yaitu pemberian materi tentang penanganan orang meninggal dunia dan hal-hal terkait dengan kematian. Kemudian dilanjutkan dengan praktik yaitu memotong kain kafan, memandikan, mengkafani, dan mensalatkan jenazah. Hasil dari kegiatan ini menujukkan bahwa para peserta mendapatkan pengalaman berupa pengetahuan sehingga dapat mengetahui dan mengerti baik konsep maupun praktik penyelenggaran fardhu kifayah

    Penerapan Sistem Solar Cell untuk Penerangan Lampu Jalan dan Peningkatan Potensi Usaha Mikro Kecil Menengah untuk Mendukung Ketahanan Energi dan Ekonomi Masyarakat Kelurahan Manggar Balikpapan

    Get PDF
    The lack of access to lighting in the RT 39 area, Manggar Village, Balikpapan City, results in frequent traffic accidents for motorists crossing the road and without crimes at night or in dark conditions. It was also found that the majority of MSME actors use conventional promotions to market their business or products. Based on this, the Bina Desa Community Service team is trying to provide a solution by implementing a solar cell system as street light lighting in RT 39 and training activities on the use of digital marketing for MSMEs as a business promotion medium. The results of the implementation of Community Service activities have been the installation and functioning well of 2 units of solar panel-based street lighting in RT.39 and outreach activities regarding solar panels and how to maintain them have been carried out. There have also been training activities on the use of digital marketing for MSMEs in the Manggar area which received a positive response from the participants. In this community service activity, Bina Desa also handed over 2 units of solar panel-based village street lighting to the sub-district which were immediately received by the Head of Manggar Balikpapan Village. The results of the pre-test and post-test analysis showed a 20% increase in participants' knowledge regarding solar panels and their use, a 70% increase in knowledge about digital marketing, a 30% increase in participants' use of social media as an alternative to promoting their business or trade.Kurangnya akses penerangan di wilayah RT 39 Kelurahan Manggar Kota Balikpapan berakibat sering terjadinya kecelakaan lalu lintas bagi pengendara yang melintasi jalan dan tindak kriminal pada malam hari atau kondisi gelap. Ditemukan juga kondisi, pelaku-pelaku UMKM, sebagian besar menggunakan promosi konvensional untuk pemasaran usaha atau produknya. Berdasarkan hal tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat Bina Desa berupaya memberikan solusi dengan penerapan sistem solar sel sebagai penerangan lampu jalan pada RT 39 dan kegiatan Pelatihan Penggunaan Digital Marketing bagi pelaku UMKM sebagai media promosi usaha. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian telah terpasang dan berfungsi dengan baik 2 unit lampu penerangan jalan berbasis panel surya di RT 39 dan telah terlaksana kegiatan sosialisasi terkait panel surya dan cara pemeliharaannya. Telah dilaksanakan juga kegiatan pelatihan pemanfaatan digital marketing kepada pelaku UMKM di wilayah Manggar yang mendapat respon positif dari peserta. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat bina desa ini juga dilakukan serah terima 2 Unit Lampu penerangan jalan desa berbasis panel surya kepada pihak kelurahan yang langsung diterima oleh Lurah Manggar Balikpapan. Hasil analisa pretest dan posttest menunjukkan peningkatan sebesar 20% pengetahuan peserta terkait panel surya dan penggunaannya, peningkatan 70% terkait pengetahuan tentang digital marketing, peningkatan 30% terkait peserta akan menggunakan media sosial untuk altenatife promosi usaha atau dagangnya

    Penerapan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK 35) dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai Upaya Peningkatan Akuntabilitas Dana Masjid Nidaaul Khoirot Semarang

    Get PDF
    Based on the results of the condition situation analysis, to make financial reports according to standards, not only guidelines such as financial accounting standards are needed, but it is also necessary to have resources that have adequate abilities and understanding. The main problem faced by the current Nidaaul Khoirot Mosque manager is that the Mosque only records cash in and cash out, does not record the invetarization of assets owned so that the economic value of the Mosque cannot be known. So, to overcome these problems, the purpose of this novice community empowerment is to assist the mosque management of the Mosque in the application of ISAK 35 and the development of Mosque resources as an effort to increase the accountability of Mosque funds and management.Berdasarkan hasil analis situasi kondisi, untuk membuat laporan keuangan yang sesuai standar, tidak hanya diperlukan pedoman seperti standar akuntansi keuangan, tetapi juga diperlukan adanya sumber daya yang memiliki kemampuan dan pemahaman yang memadai. Masalah utama yang dihadapi pengelola Masjid Nidaaul Khoirot saat ini adalah Masjid hanya melakukan pencatatan atas kas masuk dan kas keluar saja, tidak melakukan pencatatan invetarisasi terhadap harta yang dimiliki sehingga nilai ekonomis dari Masjid tidak dapat diketahui. Sehingga, untuk mengatasi permasalahan tersebut tujuan pemberdayaan masyarakat pemula ini adalah mendampingi pengurus masjid Masjid didalam penerapan ISAK 35 dan pengembangan sumber daya Masjid sebagai upaya peningkatan akuntabilitas dana dan manajemen Masjid. Hasil pengabdian ini berupa Sistem Akuntansi Laporan Masjid yang mendukung laporan keuangan masjid semakin akuntabel

    Pendampingan Transformasi Digital Marketing Era Pandemi Covid-19 pada Peserta UMKM Jabar Juara di Kabupaten Karawang

    Get PDF
    The economic slowdown caused by the COVID-19 epidemic was felt in a number of critical sectors, particularly Micro, Small, and Medium bBusinesses (MSMEs), which are the backbone of the Indonesian people's economy. Characteristics of MSMEs that are still conducting business traditionally encountering difficulties and issues in coping with pandemic circumstances, and changes in customer behavior who have shifted to digital or the so-called four mega shifts in consumer behavior in covid-19. These shifts in customer behavior have an impact on the fall in turnover and even the collapse of traditional MSME enterprises. In this Abdimas, for the JABAR JUARA MSME program, carried out a way of aiding MSMEs in the pandemic period. By implementing the notion of digital transformation, we seek to increase creativity, ideas, and innovation by offering education, training, and help to MSMEs. MSMEs have undergone a transition in this service, beginning with obtaining an Business Permit Number (NIB) using the OSS application, to establishing social media profiles and market locations, to growing brand image and turnover, Understand how to utilize social media to grow your business, increase your market network, and build relationships with customers. This service activity concluded with a demonstration of MSME items at the Karawang Regency Department of Cooperatives and MSMEs.Keterpurukan ekonomi karena kondisi pandemi covid-19 dirasakan pada beberapa sektor vital, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar perekonomian rakyat Indonesia. Karakteristik UMKM yang masih melakukan usaha secara konvensional mengalami hambatan dan permasalahan dalam menghadapi kondisi pandemi dan perubahan perilaku konsumen yang telah beralih pada digital atau yang disebut empat mega shifts consumer behavior in covid-19. Perubahan perilaku konsumen tersebut mempengaruhi penurunan omzet bahkan bangkrutnya usaha UMKM yang masih dilakukan secara konvensional. Dalam kegiatan Abdimas pada program UMKM JABAR JUARA ini dilakukan metode pendampingan terhadap permasalahan yang dihadapi UMKM di era pandemi. Dengan melakukan konsep transformasi digital, memberikan edukasi, pelatihan dan pendampingan terhadap UMKM, diharapkan dapat meningkatkan kreativitas, ide, dan inovasi. Pada pengabdian ini, UMKM telah melakukan transformasi dimulai dari pembuatan Nomor Ijin Berusaha (NIB) melalui aplikasi OSS, memiliki akun media sosial dan market place, meningkatkan brand image dan omzet, memahami pemanfaat media sosial dalam mengembangkan bisnis, memperluas jaringan pasar dan menjalin hubungan dengan konsumen. Kegiatan pengabdian ini diakhiri dengan pagelaran produk UMKM di Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten Karawang

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇