Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Penyuluhan Tentang Bahaya Limbah Pestisida Untuk Petani

    Get PDF
    Pesticides are all chemicals and other substances, as well as microorganisms and viruses, which are used to eliminate or prevent pests and diseases that damage plants, plant parts or agricultural products. The use of pesticides in the agricultural sector is still widely used even though pesticide prices are increasing every year. Indramayu is one of the largest agricultural lands in West Java, so the majority of Indramayu residents earn their living as farmers. The problem that farmers often encounter in using pesticides is a lack of knowledge and low awareness, which results in a lack of behavior to prevent the consequences of using pesticides, such as a lack of use of personal protective equipment by farmers when spraying with pesticides. The aim of the Community Partnership Program (PKM) is to help increase knowledge and understanding of how to prevent the impact of pesticide use on the farming community in Pawidean Village. This PKM takes the form of assistance, counseling or outreach, showing videos and making posters for farmers. Farmers hope that the results of this PKM will increase farmers' understanding of practices to prevent health impacts caused by the use of pesticides.Pestisida adalah semua bahan kimia dan bahan lainnya, serta mikroorganisme dan virus, yang digunakan untuk menghilangkan atau mencegah hama dan penyakit yang merusak tanaman, bagian tanaman atau hasil pertanian. Penggunaan pestisida dalam sektor pertanian masih banyak digunakan walaupun harga pestisida makin tahun makin naik. Indramayu merupakan salah satu lahan pertanian terbesar di Jawa Barat sehingga sebagian besar mata pencaharian warga Indramayu sebagai petani. Permasalahan yang sering dijumpai petani dalam menggunakan pestisida yaitu masih kurangnya pengetahuan dan kesadaran yang rendah sehingga berdampak pada kurangnya perilaku untuk mencegah akibat penggunaan pestisida seperti kurangnya penggunaan alat pelindung diri oleh petani ketika melakukan penyemprotan dengan pestisida. Tujuan dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM)  membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang cara mencegah dampak penggunaan pestisida bagi komunitas petani di Desa Pawidean. PKM ini berupa pendampingan, penyuluhan atau sosialisasi, pemutaran video, dan pembuatan poster bagi petani. Harapan hasil dari PKM ini adalah untuk meningkatkan pemahaman petani tentang praktik pencegahan dampak kesehatan yang disebabkan oleh penggunaan pestisidakolom

    Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa/i Tingkat Sekolah Dasar

    Get PDF
    Awareness of the importance of cleanliness and health must be instilled from an early age. We can start getting used to living a clean and healthy life from small things such as getting used to washing hands before doing activities, especially before eating, brushing teeth after eating, and getting used to always maintaining cleanliness in the home and school environment such as throwing trash in its place. From these small things we can start to create a clean and healthy environment, and a good level of health to avoid various diseases. The purpose of this activity is to increase knowledge and awareness of the importance of a clean and healthy lifestyle for elementary school students at SDN Negeri 003 Teritip. The methods used in this activity are counseling and interactive actions involving students. The results of this work program activity increase students' understanding of living a clean and healthy life through the role of parents and teachers who guide them at home and at school. Students can also develop this clean and healthy lifestyle in various situations and wherever they are which will later have a major impact on the environment around us.Kesadaran akan pentingnya kebersihan dan kesehatan harus kita tanamkan sejak dini. Membiasakan hidup bersih dan sehat dapat kita mulai dari hal-hal kecil seperti membiasakan untuk cuci tangan sebelum melakukan kegiatan terutama sebelum makan, menggosok gigi setelah makan, dan membiasakan untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan rumah maupun sekolah seperti membuang sampah pada tempatnya. Dari hal-hal kecil tersebut kita dapat memulai untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, serta derajat kesehatan yang baik agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya budaya hidup bersih dan sehat bagi siswa/i di SDN Negeri 003 Teritip. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan tindakan interaktif yang melibatkan siswa/i. Hasil dari kegiatan program kerja ini menambah peningkatan pemahaman siswa/i untuk berperilaku hidup bersih dan sehat melalui peran orang tua dan guru yang membimbing di rumah maupun di sekolah. Siswa juga dapat mengembangkan budaya hidup bersih dan sehat ini dalam berbagai situasi dan dimana pun berada yang nantinya akan menimbulkan pengaruh besar terhadap lingkungan sekitar kita

    Peningkatan Pengetahuan Keselamatan dan Keamanan Konstruksi Rumah Tinggal di Kelurahan Karang Joang, Kota Balikpapan

    Get PDF
    In the context of residential development, safety and security in construction are essential components of the lifestyle of individuals. The geographical condition of Balikpapan, which is susceptible to natural disasters such as landslides, floods, and fires, presents additional obstacles to the provision of safe and secure housing infrastructure. An example of this is the landslide disaster that happened in Karang Joang Village in 2021, which was caused by a lack of awareness regarding the safety and security of residential construction. The resulting damage to numerous houses in the village was significant. This paper tries to examine the practical implementation of construction safety standards in residential homes, including the use of safe building techniques and appropriate materials, through community service activities. This program provided the community with a more comprehensive understanding of disaster risk management and enhanced their ability to take proactive and reactive measures in the event of an emergency. The results of the questionnaire distribution shows that there was a significant difference in the level of community knowledge. In terms of construction design knowledge, more than 50% (from 3 people to 13 people) of residents answered that they already knew the safe construction design after listening to the community service presentation. The same result also occurred in the knowledge of methods, more than 50% (from 3 people to 11 people) of respondents have known the right construction method for their area after attending this community service presentation.Keselamatan dan keamanan dalam konstruksi merupakan aspek vital dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam konteks pembangunan tempat tinggal. Ditambah lagi dengan kondisi geografis Balikpapan yang rentan terhadap bencana alam seperti tanah longsor, banjir, dan kebakaran menimbulkan tantangan tambahan dalam memastikan keamanan dan keselamatan infrastruktur perumahan. Sebagai contohnya adalah bencana longsor yang terjadi di Kelurahan Karang Joang pada tahun 2021 serta minimnya pengetahuan tentang keselamatan dan keamanan kontruksi rumah tinggal, mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah penduduk di kelurahan tersebut. Metode pengabdian yang digunakan adalah metode waterfall dengan prinsip-prinsip user-centered design. Makalah ini bertujuan untuk membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemahaman praktis penerapan standar keamanan konstruksi pada rumah tinggal, termasuk penggunaan material yang tepat dan teknik bangunan yang aman. Melalui program ini, masyarakat mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang bagaimana menghadapi risiko bencana, serta menjadi lebih mampu mengambil tindakan preventif dan responsif saat terjadi keadaan darurat. Hasil dari persebaran kuesioner didapatkan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan terhadap level pengetahuan masyarakat. Dalam hal pengetahuan desain konstruksi, lebih dari 50% (dari 3 orang menjadi 13 orang) warga menjawab bahwa mereka telah mengetahui desain konstruksi yang aman setelah mendengarkan materi pengabdian masyarakat. Hasil yang sama juga terjadi pada pengetahuan metode, lebih dari 50% (dari 3 orang menjadi 11 orang) responden telah mengetahui metode konstruksi yang tepat untuk wilayahnya setelah mengikuti pemaparan pengabdian masyarakat ini

    Penerapan Repacking pada Produk Rengginang Masagena di Kecamatan Konda

    Get PDF
    Rengginang is a food that tends to be enjoyed by people in various regions, both urban and rural, because the price is cheap and accessible to all groups. Rengginang Masagena is one of the commercial products in Masagena Village, Konda District, which is produced by a community business group. However, the obstacle faced by this group is the lack of understanding of partners to improve the quality of packaging so that product sales slow down. This can be done especially to increase community income. The implementation of this service aims to help partners improve their knowledge and quality of packaging through training and direct materials. The results of the community service show that the knowledge and understanding of partners has increased significantly regarding the benefits of using standing pouches as new packaging to replace previously used plastic bags, and the knowledge of partners regarding their use. Likewise with the use of vacuum equipment and packaging presses used in rengginang packaging where partners improve in terms of understanding and direct practice, then partners also understand how to design and create brands/brands in packaging so that partners have products that have brands that ultimately the team hopes that partners can improve the quality and sales of rengginang products.Rengginang merupakan makanan yang cenderung dinikmati oleh masyarakat di berbagai daerah, baik perkotaan maupun pedesaan, karena harganya yang murah dan dapat diakses oleh semua kalangan. Rengginang Masagena merupakan salah satu produk komersial di Desa Masagena Kecamatan Konda yang diproduksi oleh kelompok usaha masyarakat. Namun kendala yang dihadapi kelompok ini adalah kurangnya pemahaman mitra untuk meningkatkan kualitas kemasan sehingga penjualan produknya melambat. Hal ini dapat dilakukan terutama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Penyelenggaraan layanan ini bertujuan untuk membantu mitra meningkatkan pengetahuan dan kualitas kemasan melalui pelatihan dan materi langsung. Hasil dari pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan dan pemahaman mitra meningkat secara signifikan mengenai manfaat penggunaan standing pouch sebagai kemasan baru pengganti kantong plastik yang digunakan sebelumnya, dan pengetahuan mitra terhadap penggunaannya. Begitu juga dengan penggunaan alat vacuum dan press kemasan yang digunakan dalam pengemasan rengginang dimana mitra meningkatkan dari segi pemahaman dan praktik langsung, kemudian mitra juga memahami bagaimana merancang dan membuat brand/merek dalam kemasan sehingga mitra memiliki produk yang memiliki merek yang pada akhirnya tim berharap mitra dapat meningkatkan kualitas dan penjualan produk rengginang

    Peningkatan Ketrampilan Pengrajin Mebel Melalui Pelatihan Perancangan Produk dari Limbah Hasil Produksi

    Get PDF
    Jepara Regency's leading products are carvings and furniture. These superior products are concentrated in Ngabul Village and Sukodono Village, Tahunan District, Jepara Regency. The partners in this service are Srijaya Indofurniture and I-Design Furniture which operates in the furniture sector and is already on an export scale. Even though partners have exported, they also experience several problems, one of which is the management aspect, namely: a) there are still difficulties in analyzing production planning so that a lot of raw materials are wasted and b) lack of partner knowledge in processing wood waste into products of marketable value. The methods used to overcome this problem are socialization of activities, training on processing furniture waste, mentoring, monitoring and evaluation of activities. The results of this activity are for partner employees to increase their knowledge in processing furniture waste into products with sales value and aesthetics.Produk unggulan Kabupaten Jepara adalah ukir dan mebel. Produk unggulan tersebut bersentra di Desa Ngabul dan Desa Sukodono Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Mitra pada pengabdian ini adalah Mitra 1 (Srijaya Indofurniture) dan Mitra 2 (I-Design Furniture) bergerak di bidang mebel dan sudah berskala ekspor. Meskipun sudah ekspor, mitra juga mengalami beberapa pemasalahan salah satunya pada aspek manajemen yaitu: a) masih kesulitan dalam analisis production planning sehingga banyak bahan baku yang terbuang dan b) kurangnya pengetahuan mitra dalam pengolahan limbah kayu menjadi produk bernilai jual. Metode yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah sosialisasi kegiatan, pelatihan pengolahan limbah mebel, pendampingan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan ini pada karyawan mitra terjadi peningkatan pengetahuan dalam pengolahan limbah mebel menjadi produk yang bernilai jual dan estetik

    Penerapan Teknologi Atap Skylight pada Bentuk Atap Pelana Bangunan di Depok, Indonesia

    Get PDF
    The purpose of this community service is to implement a skylight roof on the main Biman Foundation building and increase the natural lighting entering the room from the initial 100 lux to 300 lux. The activity began by conducting a survey of the building to discuss permits and manufacturing location. Next, design preparation and RAB calculations for the skylight roof are carried out, followed by making a 3-dimensional DED (Detail Engineering Design) drawing. Then, cost calculations and material surveys are carried out in accordance with the budget and design specifications. Then, coordination was carried out with the Biman Foundation in determining the implementation time, all preparations, such as purchasing and placing materials at the location, as well as registering local residents who were willing to participate in the implementation of the skylight roof renovation. The results obtained can be installed with a skylight roof. The benefit to the foundation is that the natural lighting entering the room increases from the initial 100 lux to 300 lux. So, you can save electricity usage during the day.Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan atap ber-skylight pada Gedung Utama Biman Foundation dan menambah adanya pencahayaan alami yang masuk ruangan dari yang awalnya 100 lux menjadi 300 lux. Kegiatan dimulai dengan melakukan survei ke bangunan untuk membahas perizinan dan lokasi pembuatan. Selanjutnya, dilakukan persiapan desain dan perhitungan RAB atap skylight yang dilanjutkan dengan pembuatan gambar DED (Detail Engineering Design) secara 3 dimensi. Kemudian, dilakukan perhitungan biaya dan survei bahan material yang sesuai dengan anggaran dan spesifikasi desain. Lalu, dilakukan koordinasi dengan pihak Biman Foundation dalam menentukan waktu pelaksanaan, segala persiapan seperti pembelian dan penempatan material di lokasi, serta mendata warga setempat yang bersedia berpartisipasi dalam pelaksanaan renovasi atap ber-skylight. Hasil yang diperoleh atap ber-skylight dapat terpasang. Manfaat kepada yayasan yaitu pencahayaan alami yang masuk ruangan meningkat dari awalnya 100 lux menjadi 300 lux. Sehingga dapat menghemat penggunaan energi listrik listrik pada siang hari

    Pelatihan Pengenalan First Aid dan Bantuan Hidup Dasar untuk Para Kader di Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu

    Get PDF
    First Aid in Accidents was a temporary relief and treatment effort for accident victims before receiving more complete assistance from health workers. This cannot be done if the community as the front guard does not have the understanding and skills in initial treatment. First aid was important for accident victims to avoid death or disability. Knowledge of Basic Life Support (BLS) was very necessary to handle these cases. This activity aims to increased knowledge and skills in providing Basic Life Support (BLS) for Health Cadres in Karangmulya village. The method used is training for cadres. The results of the t-test showed that the average pre-test knowledge of the training participants was 4.91 with a median of 4.5 for the pre-test, a standard deviation of 1.130 and an average post-test knowledge score of 6.67 with a standard deviation of 0.89 and a median of 7.00. It can be concluded that there was an increase in knowledge after training with an average difference of 2 scores. This data also shows that cadres are an asset as ordinary people are quick to receive information and learning for emergencies. It is hoped that this activity will be carried out periodically.First Aid atau Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah upaya pertolongan dan perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari tenaga kesehatan (dokter atau paramedik). Hal ini tidak dapat dilakukan bila masyarakat sebagai garda terdepan tidak mempunyai pemahaman dan keterampilan dalam penanganan awal.  Pertolongan pertama penting untuk dilakukan pada korban kecelakaan agar terhindar dari kematian atau kecacatan. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat diperlukan untuk menangani kasus-kasus tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Kader Kesehatan di desa Karangmulya kecamatan Bojongmangu. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan kepada kader. Hasil uji-t diketahui rata-rata pengetahuan pretest peserta pelatihan adalah 4,91 dengan median 4,5, standar deviasi 1,130 dan pada nilai posttest rata-rata pengetahuan 6,67 dengan standar deviasi 0,89 dan median 7,00.  Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan dengan selisih perbedaan rata-rata adalah 2 skor.  Data ini juga menunjukan bahwa para kader merupakan aset sebagai masyarakat awam cepat dalam menerima informasi dan pembelajaran untuk kegawatdaruratan. Diharapkan kegiatan ini dilakukan secara berkala.

    Sosialisasi Good Manufacturing Practice Kepada UMKM Kuliner Kelurahan Karang Rejo

    Get PDF
    Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in the Indonesian economy, both in terms of the number of businesses and job creation. However, due to the lack of awareness of MSME actors of state standardization in the form of procedures established in a food management. The socialization of Good Manufacturing Practice (GMP) aims to increase the awareness of MSME actors of state standardization in the form of procedures applied in culinary management, with the hope of producing food and beverage products that are of much higher quality and can increase business profits. Good manufacturing practice (GMP) is a way of management and work methods that are in accordance with standards for producing food and beverages that are safe, quality and suitable for consumption. This socialization activity is divided into several stages, namely; location survey, literature study, making activity materials, preparation and implementation, evaluation. The targets of this activity are culinary MSME players in Karang Rejo Village, by first analyzing the problems faced by MSME players. Based on the results of this activity, MSME business owners will understand the importance of processing quality food products and be able to apply Good Manufacturing Practice (GMP) in processing and producing quality and safe products for consumers so that in terms of packaging and sanitary hygiene so as to increase sales profits.Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia, baik dari segi jumlah usaha maupun penciptaan lapangan kerja. Akan tetapi, karena kurangnya kesadaran pelaku UMKM akan standarisasi negara dalam bentuk prosedur-prosedur yang ditetapkan dalam suatu manajemen pangan. Sosialisasi Good Manufacturing Practice (GMP) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pelaku UMKM akan standarisasi negara dalam bentuk prosedur yang diterapkan di dalam manajemen kuliner, dengan harapan menghasilkan produk makanan maupun minuman yang jauh lebih berkualitas serta dapat meningkatkan profit usaha. Good Manufacturing Practice (GMP) merupakan cara manajemen dan cara kerja yang sesuai dengan standar untuk memproduksi makanan dan minuman dengan aman, bermutu dan layak dikonsumsi. Kegiatan sosialisasi ini terbagi menjadi beberapa tahapan yaitu; survei lokasi, studi pustaka, membuat materi kegiatan, persiapan dan pelaksanaan, evaluasi. Sasaran kegiatan ini merupakan para pelaku UMKM kuliner yang berada di Kelurahan Karang Rejo, dengan terlebih dahulu menganalisis permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM. Berdasarkan hasil dari kegiatan ini adalah pemilik UMKM akan memahami pentingnya pengolahan produk pangan yang berkualitas dan mampu menerapkan Good Manufacturing Practice (GMP) dalam mengolah dan menghasilkan produk yang berkualitas dan aman bagi konsumen sehingga dari segi kemasan dan hiegiene sanitasi sehingga dapat meningkatkan profit penjualan

    Pemasangan Lampu Sistem Otomatis Berbasis Photocell dan Sensor Gerak di Jembatan Dermaga Nelayan RT 26 Kelurahan Manggar Baru

    Get PDF
    Lighting lamps are usually operated manually by humans. With current technological advances, human intervention in operations is being reduced. An automatic switch will make operations easier, effective and efficient to avoid lights burning in vain without any activity. The aim is none other than to avoid wasting electrical energy. This dedication takes the topic of designing a bridge lighting installation for a group of fishermen. This automatic switch uses input in the form of a Passive Infrared (PIR) human presence sensor and a light dependent resistor (LDR/Photocell) type light intensity sensor. PIR is a pyroelectric sensor which has a momentary response to the movement of objects and heat energy in living things. The heat source is radiated with infrared. The human body produces heat energy which is radiated by infrared. The human body's heat radiation will be received by the sensor for the circuit input response. The complete circuit consists of a passive infrared sensor, fresnel lens, main circuit, power supply, LDR and lighting load. In essence, the PIR and LDR will be transistor drivers. The transistor functions as an electronic switch that will disconnect and connect the lighting load. Light installation is carried out in the RT area. 26 Manggar Baru Subdistrict. Installing these lights is very beneficial for local residents, especially for fishermen when they want to dock their boats after fishing.Beban lampu penerangan lazimnya dioperasikan secara manual oleh manusia. Dengan kemajuan teknologi saat ini, campur tangan manusia dalam operasional berusaha dikurangi. Saklar otomatis akan dapat memudahkan operasional, efektif dan efisien untuk menghindari lampu yang menyala sia-sia tanpa ada aktivitas. Tujuannya tak lain untuk menghindari pemborosan energi listrik. Pengabdian ini mengambil topik tentang perancangan Instalasi Penerangan Jembatan untuk salah satu kelompok nelayan. Saklar otomatis ini menggunakan masukan berupa sensor kehadiran orang jenis Passive Infrared (PIR) dan sensor intensitas cahaya jenis Light Dependent Resistor (LDR/Photocell). PIR termasuk sensor pyroelectric yang mempunyai respon sesaat pada pergerakan benda dan energi panas pada makhluk hidup. Sumber panas diradiasikan dengan inframerah. Tubuh manusia menghasilkan energi panas yang diradiasikan dengan inframerah. Radiasi panas tubuh manusia akan diterima sensor untuk respon masukan rangkaian. Rangkaian lengkap terdiri dari passive infrared sensor, lensa fresnel, rangkaian utama, power supply, LDR, dan beban lampu penerangan. Pada intinya PIR dan LDR ini akan menjadi driver transistor. Transistor yang berfungsi sebagai saklar elektronik yang akan memutus dan menghubungkan beban lampu penerangan. Pemasangan lampu dilakukan di kawasan RT 26 Kelurahan Manggar Baru. Pemasangan lampu tersebut sangat bermanfaat untuk warga sekitar, terutama untuk para nelayan saat akan menyandarkan perahunya setelah dari menangkap ikan

    Pemanfaatan Potensi Lokal Buah Pisang Dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo

    Get PDF
    Indonesia is an agricultural country with a variety of natural products that are very abundant, one of which is banana fruit. One of the areas with banana producers in East Java province such as Tambakrejo village, Tambakrejo sub-district, Bojonegoro Regency. The KKNTK-14 team of Bojonegoro University held product innovation training in the form of chocolate banana chips to increase the value of bananas. This activity is based on the fact that many bananas are sold only in the form of fruit directly in the market so that unsold fruit will rot and lose. This women's empowerment activity through training aims to increase the selling value of bananas which will encourage increased sales and can help increase the income of sellers or business actors. This activity was carried out on August 05, 2024 with the location of the activity at Tambakrejo Village Hall. The targets of this women's empowerment program are PKK mothers and MSME players in Tambakrejo Village. The implementation of women's empowerment activities goes through several stages such as the preparation stage, the material preparation stage and the activity implementation stage. Based on the implementation of these activities, it can be said that the participants were very enthusiastic in practicing what had been conveyed by the implementer regarding the processing of melted chocolate banana chips at each stage. This activity provides benefits for women in Tambakrejo Village to maximize the existing local potential and improve skills that will later be able to help them improve their livelihood.Indonesia merupakan negara agraris dengan berbagai hasil alam yang sangat melimpah salah satunya yaitu buah pisang. Salah satu daerah dengan penghasil pisang di provinsi Jawa Timur seperti desa Tambakrejo Kecamatan Tambakrejo Kabupten Bojonegoro. Tim KKNTK-14 Universitas Bojonegoro mengadakan pelatihan inovasi produk berupa keripik pisang coklat untuk meningkatkan nilai pisang. Kegiatan ini didasari karena banyak buah pisang yang penjulannya hanya dalam bentuk buah langsung di pasar sehingga buah yang tidak laku akan busuk dan rugi. Kegiatan pemberdayaan perempuan melalui pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual buah pisang yang akan mendorong peningkatan penjualan dan dapat membantu meningkatkan pendapatan para penjual atau pelaku usaha. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 05 Agustus 2024 dengan lokasi kegiatan yakni Balai Desa Tambakrejo. Sasaran program pemberdayaan perempuan ini adalah ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Tambakrejo. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan perempuan tersebut melalui beberapa tahap seperti tahap persiapan, tahap penyusunan materi dan tahap pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan pelaksanan kegiatan tersebut dapat dikatakan bahwa para peserta sangat antusias dalam mempraktikkan apa yang sudah disampaikan oleh pelaksana terkait pengolahan keripik pisang coklat lumer setiap tahapnya. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi perempuan di Desa Tambakrejo untuk memaksimalkan potensi lokal yang ada dan meningkatkan keterampilan yang nantinya dapat membantu pengentasan kemiskinan

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇