Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Not a member yet
    346 research outputs found

    Pengembangan Calligraphy on Leaf Skeleton Sebagai UMKM Pendukung Wisata Religi Kudus Berbasis Gusjigang

    Full text link
    Calligraphy is a work of art that is in demand by many people as a means of increasing faith and piety. In Kudus there is a community of calligraphy activists from the Asy Syauq community. The media commonly used is paper, and sometimes canvas. One of the innovative media that can be used as a means to convey calligraphic works of art is the leaf frame. This work of calligraphy art on leaf skeleton media has the potential to be developed into a product for MSMEs in the Kudus. This is because Kudus is a religious tourist city with many visitors from various regions. This service is carried out by providing assistance to the Asy Syauq calligrapher community to develop Calligraphy on Leaf Skeleton and providing assistance to developing MSMEs that support religious tourism in the District. Kudus by applying Gusjigang business ethics. The Asy Syauq calligrapher community carried out the marketing results as MSMEs are starting to attract interest from various groups. Thus, there is a need for further dedication to developing MSMEs to further support religious tourism in the Kudus.Kaligrafi merupakan karya seni diminati banyak kalangan masyarakat sebagai sarana meningkatkan iman dan taqwa. Di Kudus terdapat komunitas penggiat kaligrafi komunitas Asy Syauq. Media yang biasa digunakan adalah kertas, dan kadang kanvas. Salah satu inovasi media yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menuangkan karya seni kaligrafi yaitu leaf skeleton. Karya seni kaligrafi pada media leaf skeleton ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi suatu produk UMKM di Kudus. Hal ini dikarenakan Kudus merupakan kota wisata religi yang banyak pengunjungnya dari berbagai daerah. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pendampingan kepada komunitas Kaligrafer Asy Syauq untuk mengembangkan Calligraphy on Leaf Skeleton dan memberikan pendampingan untuk mengembangkan UMKM yang mendukung wisata religi di Kudus dengan menerapkan etika bisnis gusjigang. Hasil pemasaran yang dilakukan oleh komunitas Kaligrafer Asy Syauq sebagai pelaku UMKM pemula diminati oleh berbagai kalangan. Dengan demikian perlu pengabdian selanjutnya untuk mengembangkan UMKM lebih lanjut agar semakin mendukung wisata religi di Kudus

    Pemasangan Safety Sign di RT 21 Kelurahan Baru Tengah

    Full text link
    In order to increase the safety and comfort of visitors in the RT 21 Baru Tengah Subdistrict area, the Community Service Program (KKN) has installed a Safety Sign at the RT 21 location. This safety sign was designed with aesthetic considerations so that it is in harmony with the local natural beauty but still ensures its main function as a safety guide and warning. This service aims to show how installing safety signs can provide information and increase awareness of local residents regarding potential dangers. The methods used include observation, questionnaires and interviews with visitors and area managers. The results of the service show that the majority of visitors feel safer and receive sufficient information from the safety signs that are installed. However, some locations still need improvement in terms of visibility and more detailed explanations. As a recommendation, regular maintenance and re-evaluation of the placement and design of safety signs is needed so that they remain relevant to the conditions and developments in the area.Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengunjung di kawasan RT 21 Kelurahan Baru Tengah, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah melakukan pemasangan Safety Sign atau Tanda Keselamatan di lokasi RT 21. Safety sign ini dirancang dengan pertimbangan estetika sehingga selaras dengan keindahan alam setempat namun tetap memastikan fungsi utamanya sebagai petunjuk dan peringatan keselamatan. Pengabdian ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana pemasangan safety sign dalam memberikan informasi dan meningkatkan kesadaran warga setempat terhadap potensi bahaya. Metode yang digunakan meliputi observasi, kuesioner, dan wawancara dengan pengunjung serta pihak pengelola kawasan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung merasa lebih aman dan mendapat informasi yang cukup dari safety sign yang dipasang. Namun, beberapa lokasi masih membutuhkan peningkatan dalam hal visibilitas dan penjelasan yang lebih detail. Sebagai rekomendasi, diperlukan pemeliharaan berkala dan evaluasi ulang terhadap penempatan dan desain safety sign agar tetap relevan dengan kondisi dan perkembangan kawasan

    Pengarahan Tentang Membangun Branding Merk Melalui Digital Marketing Menggunakan Media Sosial “Batik Semoi Nusantara”

    Full text link
    The briefing on building Branding through Digital Marketing is the first step to creating modern MSMEs. This work program is used in the Real Work Lecture (KKN) program by students from the Faculty of Economics and Business, Balikpapan University in Argo Mulyo Village. This briefing aims to introduce products to potential consumers and increase product sales with a wider scope through Digital Marketing promotions. Batik Semoi Nusantara in Argo Mulyo Village is a Village-Owned Enterprise which produces handicrafts in the form of batik. The batik craftsmen are members of the Family Welfare Empowerment (PKK) in Argo Mulyo Village. The method implemented is guidance on how to promote Batik Semoi Nusantara products through digital marketing using social media such as Instagram as well as contributing to the creation of catalogues, business cards and feed templates for Instagram. The results of this briefing show increased awareness and understanding of Batik Semoi Nusantara in managing and using Digital Marketing through social media as a means of introducing and promoting batik products.Pengarahan tentang membangun Branding Merk melalui Digital Marketing merupakan sebagai langkah awal untuk menciptakan UMKM yang modern. Program kerja ini digunakan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan di Desa Argo Mulyo. Pengarahan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen dan meningkatkan penjualan produk dengan lingkup yang lebih luas melalui promosi Digital Marketing. Batik Semoi Nusantara yang berada di Desa Argo Mulyo merupakan Badan Usaha Milik Desa yang memproduksi kerajinan tangan berupa batik. Para pengrajin batik terebut adalah anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Argo Mulyo. Metode yang dilaksanakan adalah pengarahan tentang bagaimana cara mempromosikan produk Batik Semoi Nusantara melalui digital marketing dengan penggunaan media sosial seperti Instagram serta berkontribusi dalam pembuatan katalog, kartu nama, dan template feed untuk Instagram. Hasil pengarahan ini menunjukan peningkatan kesadaran, dan pemahaman pihak Batik Semoi Nusantara dalam mengelola serta menggunakan Digital Marketing melalui media sosial sebagai sarana mengenalkan dan mempromosikan produk batik

    Pemadaman Api dengan Teknik Tradisional dan Modern di SMPN 2 Penajam Paser Utara (PPU) Desa Tengin Baru

    Full text link
    Fire is an event that no one ever expected, but can happen at any time and can happen to anyone. Many causes of fires that often occur around us are caused by several factors. For example, human, environmental, and technical factors. Human error is the most common cause of fires. This can occur due to negligence or carelessness, errors in the use of flammable tools or materials. Not only human negligence, but also factors that cause fires such as stoves, matches, leaking gas, burning garbage and so on. The socialization was carried out at SMPN 2 Penajam Paser Utara (PPU) which was attended by 56 students. It aims not only to increase participants' knowledge, but also to encourage them to spread the knowledge to friends at school and in the community. It is hoped that the younger generation can understand the causes of fires and how to overcome them with this knowledge, they are able to handle extinguishing independently when facing fires with light fire capacity, and can minimize the risk of fires around them.Kebakaran merupakan sebuah peristiwa yang tidak pernah diharapkan oleh siapapun, namun dapat terjadi kapanpun dan dapat menimpa siapapun. Banyak penyebab kebakaran yang sering terjadi di sekitar kita dikarenakan oleh beberapa faktor. Misalnya saja, faktor manusia, lingkungan, dan teknis. Kesalahan manusia merupakan penyebab kebakaran yang paling umum. Hal ini dapat terjadi akibat kelalaian atau ketidakhati-hatian, kesalahan dalam penggunaan alat atau bahan yang mudah terbakar. Bukan hanya kelalaian manusia, adapun faktor yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran seperti kompor, korek api, gas bocor, pembakaran sampah, dan lain sebagainya. Sosialisasi dilakukan di SMPN 2 Penajam Paser Utara (PPU) yang dihadiri 56 siswa. Hal ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong mereka untuk menyebarkan pengetahuan tersebut ke teman-teman di sekolah dan lingkungan masyarakatnya. Diharapkan agar generasi muda dapat memahami penyebab terjadinya kebakaran dan cara penanggulangan dengan pengetahuan ini, mereka mampu melakukan penanganan pemadaman secara mandiri saat menghadapi kebakaran dengan kapasitas api ringan, serta dapat meminimalkan risiko kebakaran di sekitar mereka

    Modifikasi dan Inovasi Ikan Bandeng Menjadi Produk Olahan Basreng

    Full text link
    Community service in the form of making processed basreng products from milkfish was carried out by the RT 01 women's group and the cadre women's group in Gersik Village, Penajam District, North Penajam Paser Regency, East Kalimantan Province. In this activity, the producer's aim is to provide new business ideas for MSMEs or some communities by utilizing the results of local milkfish cultivation into a processed product in the form of basreng, which is a new innovation for local business actors and can become a new business idea. The making of processed basreng was carried out in PAUD which is not used in RT 01. This activity was carried out for 1 day on Monday, 19 February 2024. In this activity, the service team explained how to make this basreng product using milkfish as ingredients and also shared together. with mothers about this product. This is done so that the product created can become a new business innovation that does not yet exist in the Gersik sub-district area. The result of making this product is to provide a new idea and be able to taste the basreng product itself so that it can be resold and can advance the economy of the surrounding environment.Pengabdian masyarakat dalam bentuk pembuatan produk olahan basreng dari ikan bandeng ini dilakukan pada kelompok ibu-ibu RT 01 dan kelompok ibu-ibu kader di Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Dalam kegiatan ini, produsen mempunyai tujuan yaitu memberikan ide bisnis baru bagi UMKM atau sebagian masyarakat dengan memanfaatkan hasil budidaya ikan bandeng sekitar menjadi sebuah produk olahan berupa basreng, yang menjadi sebuah inovasi baru bagi pelaku usaha sekitar dan bisa menjadi ide bisnis yang baru. Pembuatan olahan basreng ini dilaksanakan di PAUD yang tidak gunakan di RT 01. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari pada hari Senin, 19 Febuari 2024. Dalam kegiatan ini, tim pengabdi menyampaikan bagaimana cara membuat produk basreng ini dengan menggunakan bahan ikan bandeng dan juga sharing bersama dengan ibu-ibu mengenai produk ini. Hal ini dilakukan agar produk yang dibuat dapat menjadi sebuah inovasi bisnis baru yang belum ada di wilayah kelurahan Gersik. Hasil dari pembuatan produk ini adalah memberikan sebuah ide baru dan dapat merasakan produk dari basreng itu sendiri agar bisa dijual kembali dan dapat memajukan perekonomian lingkungan sekitar

    Peningkatan Kompetensi dan Pembuatan Teknologi Terbaru Beton Porous di Jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan SMKN 1 Balikpapan

    Full text link
    The city of Balikpapan has many flood points every year,.Flood events are a priority issue for the Balikpapan City Government, in 2017 there was an increase in flood events by 89 incidents. To solve this problem is to apply the construction with the latest environmentally friendly technology, namely porous concrete so that surface water can seep into the ground and can become a groundwater reserve. Porous concrete is the latest type of concrete technology with high porosity which is applied as a concrete plate which allows rainwater and water from other sources to pass through. Limited facilities and infrastructure, lack of teaching staff relevant to the Construction and Housing Study Program at SMKN 1 Balikpapan School so that they cannot carry out concrete manufacturing and testing because this is a basic competency that every student must have. The activity began by formulating a program that was relevant to the knowledge and research of the PkM team of the Civil Engineering Department of the Balikpapan State Polytechnic and the problems that exist around Balikpanan City. SMKN 1 Balikpapan to carry out follow-up activities or programs to be implemented, activity planning, activity schedules and activity output. The activities were carried out for 2 days which included socialization and practice of making porous concret.Kota Balikpapan banyak memiliki titik banjir setiap tahunnya. Kejadian banjir menjadi Isu Prioritas Pemerintah Kota Balikpapan, pada tahun 2017 ada peningkatan kejadian banjir sebanyak 89 kejadian. Untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan mengaplikasikan konstruksi tersebut dengan teknologi terbaru yang ramah lingkungan, yaitu beton porous (beton berpori) sehingga air permukaan bisa meresap ke dalam tanah dan dapat menjadi cadangan air tanah. Beton porous adalah jenis teknologi terbaru beton dengan porositas tinggi yang diaplikasikan sebagai plat beton yang memungkinkan air hujan dan air dari sumber-sumber lain untuk dapat melewatinya. Keterbatasan sarana dan prasaran, kurangnya tenaga pengajar yang relevan dengan Program Studi Konstruksi dan Perumahan di SMKN 1 Balikpapan sehingga belum bisa melakukan pembuatan dan pengujian beton karena ini adalah kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap siswa. Kegiatan dimulai dengan melakukan rumusan program yang relevan dengan rumpun ilmu dan penelitian tim PkM Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Balikpapan dan permasalahan yang ada di sekitar Kota balikpanan. Pihak SMKN 1 Balikpapan untuk melakukan tindak lajut kegiatan atau program yang akan dilaksanakan, perencanaan kegiatan, jadwal kegiatan dan output kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 2 hari yang dilakuan dengan sosialisasi dan praktik pembuatan beton porous

    Aktif dan Higienis: Program Pengabdian Masyarakat dalam Mendorong Perilaku Sehat di Desa Ramea Kabupaten Pandeglang

    Full text link
    Healthy and hygienic behaviors are crucial for improving public health, particularly in rural areas. This community service program aims to promote healthy behaviors in Ramea Village, Pandeglang Regency, through regular exercise and handwashing activities. Exercise sessions are held at the Ramea Village field near the student post, involving community members of all ages, both young and old. Meanwhile, handwashing activities are conducted at MI Darul Huda Elementary School. The method involves direct socialization with the community and school children, facilitated by KKM students. The results of this program indicate that the Ramea Village community responded positively and enthusiastically participated in the exercise sessions held every Sunday and the handwashing practices among elementary school children, leading to an increased awareness and adoption of healthy living behaviors within the community.Perilaku hidup sehat dan higienis sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di desa-desa. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mempromosikan perilaku sehat di Desa Ramea, Kabupaten Pandeglang, melalui kegiatan senam rutin dan cuci tangan. Senam dilakukan di Lapangan Desa Ramea yang terletak dekat posko mahasiswa, melibatkan masyarakat dari berbagai usia, baik tua maupun muda. Sedangkan, kegiatan cuci tangan dilaksanakan di Sekolah Dasar MI Darul Huda. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi langsung kepada masyarakat dan anak-anak sekolah, dengan keterlibatan mahasiswa KKM sebagai fasilitator. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Ramea menyambut positif dan bersemangat mengikuti kegiatan senam yang dilakukan setiap hari Minggu dan cuci tangan untuk anak-anak SD, yang berdampak pada peningkatan kesadaran dan penerapan perilaku hidup sehat di komunitas tersebut

    Strategi Pemasaran UMKM di Desa Lubuk Enau Melalui Media Banner dan Google Maps

    Full text link
    This Thematic Real Work Lecture (KKN) aims to help Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Lubuk Enau Village in improving marketing strategies through the use of Banner Media and Google Maps. MSMEs in this village face challenges in reaching a wider market due to limited accessibility and lack of knowledge about digital marketing technology. Therefore, the KKN team took the initiative to introduce and implement two promotional media that could significantly increase business visibility. Through this activity, the KKN team provides training and assistance to MSMEs on how to design and install effective banners, as well as how to register and optimize their business locations on Google Maps. The KKN team successfully provided training and mentoring to 31 MSMEs, which resulted in increased business visibility through the installation of attractive banners and location registration on Google Maps. The enthusiasm of MSME actors for digital marketing increased, which is expected to strengthen relationshio with consumers and support local economic growth. This activity is an example of the implementation of a marketing strategy that can be adopted by other villages with similar characteristics.Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ini bertujuan untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Lubuk Enau dalam meningkatkan strategi pemasaran melalui pemanfaatan media Banner dan Google Maps. UMKM di desa ini menghadapi tantangan dalam menjangkau pasar yang lebih luas karena keterbatasan aksesibilitas dan kurangnya pengetahuan mengenai teknologi pemasaran digital. Oleh karena itu, tim KKN berinisiatif untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan dua media promosi yang dapat meningkatkan visibilitas usaha secara signifikan. Melalui kegiatan ini, tim KKN memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM mengenai cara merancang dan memasang banner yang efektif, serta cara mendaftarkan dan mengoptimalkan titik lokasi usaha mereka di Google Maps. Tim KKN sukses memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 31 UMKM, yang berujung pada peningkatan visibilitas usaha melalui pemasangan banner yang menarik serta pendaftaran lokasi di Google Maps. Antusiasme para pelaku UMKM terhadap pemasaran digital meningkat, yang diharapkan mampu memperkuat hubungan dengan konsumen serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Kegiatan ini menjadi contoh penerapan startegi pemasaran yang dapat diadopsi oleh desa lain dengan karakteristik serupa

    PKM Edukasi Pemilahan Sampah untuk Anak TK Unyil Makassar dalam Mewujudkan Lingkungan Bersih Sejak Dini

    Full text link
    The waste problem in Indonesia has become unavoidable due to the increase in population and daily community activities. In facing this challenge, early education plays an important role in forming positive mindsets and habits regarding waste management. This article presents a community engagement project aimed at educating young children about waste management. Implemented at Unyil Kindergarten, the program consists of interactive sessions and a scrapbook workshop. Results showed enthusiastic participation and understanding among children, highlighting the effectiveness of the interactive approach. Scrapbooking activities serve as a practical evaluation tool, demonstrating children's ability to apply knowledge. This initiative also creates opportunities for parents and teachers to get involved in the learning process, reinforcing concepts taught in the classroom, and extending its positive impact to the home environment and surrounding communities. With a fun and hands-on approach, children not only understand the importance of waste management but also feel motivated to take concrete action in their daily lives. Through collaboration between educational institutions and the community, this project provides a real example of how early education can be the key to forming future generations who care about the environment and have a high awareness of their responsibilities towards this earth.Di Indonesia, masalah sampah telah menjadi tidak terhindarkan akibat peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat sehari-hari. Dalam menghadapi tantangan ini, pendidikan dini memainkan peran penting dalam membentuk pola pikir dan kebiasaan positif terkait pengelolaan sampah. Artikel ini mempresentasikan sebuah proyek keterlibatan masyarakat yang bertujuan untuk mendidik anak-anak tentang pengelolaan sampah. Diimplementasikan di Taman Kanak-Kanak Unyil, program ini terdiri dari sesi interaktif dan lokakarya scrapbook. Hasilnya menunjukkan partisipasi antusias dan pemahaman di kalangan anak-anak, yang menyoroti efektivitas pendekatan interaktif. Aktivitas scrapbook berfungsi sebagai alat evaluasi praktis, yang menunjukkan kemampuan anak-anak untuk menerapkan pengetahuan. Inisiatif ini juga menciptakan kesempatan bagi orang tua dan guru untuk terlibat dalam proses pembelajaran, memperkuat konsep-konsep yang diajarkan di kelas, dan memperluas dampak positifnya ke lingkungan rumah dan komunitas sekitarnya. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan langsung, anak-anak tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga termotivasi untuk mengambil tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari mereka. Melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat, proyek ini memberikan contoh nyata tentang bagaimana pendidikan dini dapat menjadi kunci dalam membentuk generasi masa depan yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki kesadaran yang tinggi akan tanggung jawab mereka terhadap bumi ini

    Penyuluhan dan Pendampingan Pembuatan Peraturan Desa tentang Penerbitan Hewan Ternak di Desa Adolang Dhua Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene

    Full text link
    This Community Service activity is a continuation of the socialization activities of LKBH Abdi Keadilan in Adolang Dhua Village. During the activity, questions arose from various communities and confessions from the Village Head who asked how law enforcement against livestock that entered the yard and damaged residents' agricultural land. Because there are no clear rules at the village level regarding efforts to reduce the wildness of livestock that enter the community's cultivation and agriculture, the village head cannot provide solutions to the problem of livestock entering residents' land. Therefore, disputes between land-owning farmers and livestock owners are frequent. The Community Service methodology used is action research, one type of action research that is often known is Participation Action Research (PAR). That based on the results of community service activities on mentoring and drafting Adolang Dhua village regulations on Livestock Control using the Participation Action Research (PAR) method has run smoothly. The service team together with elements of the Adolang Dhua Village government, namely members of the Village Consultative Body and the Head of Adolang Dhua Village have succeeded in drafting Village Regulations that are in accordance with the proposals and expectations of the village community Adolang Dhua.Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sosialisasi LKBH Abdi Keadilan di Desa Adolang Dhua. Dalam kegiatan tersebut, muncul pertanyaan dari berbagai masyarakat dan pengakuan dari Kepala Desa yang menanyakan bagaimana penegakan hukum terhadap ternak yang masuk ke pekarangan dan merusak lahan pertanian warga. Karena tidak ada aturan yang jelas di tingkat desa mengenai upaya atas liarnya hewan ternak tersebut yang masuk ke pekaranagn dan pertanian warga, maka kepala desa tidak bisa memberikan solusi atas masalah hewan ternak yang masuk ke lahan warga. Oleh karena itu, perselisihan antara petani pemilik lahan dan pemilik ternak sering terjadi. Metodologi pengabdian yang dipakai adalah riset aksi, salah satu jenis riset aksi yang sering dikenal adalah Participation Action Research (PAR). Bahwa berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pendampingan dan pembuatan rancangan peraturan desa Adolang Dhua tentang Penertiban Hewan Ternak ini dengan menggunakan metode Participation Action Research (PAR) telah berjalan dengan lancar. Tim pengabdi bersama dengan unsur pemerintahan Desa Adolang Dhua yaitu  anggota Badan Permusyawaratan Desa dan Kepala Desa Adolang Dhua telah berhasil membuat rancangan Peraturan Desa yang sesuai dengan usulan dan harapan Masyarakat desa Adolang Dhua

    307

    full texts

    346

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Abdimas Universal (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇