Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
Not a member yet
    277 research outputs found

    Cover

    No full text

    PERBANDINGAN PENGUBURAN KERANDA KAYU DI TANA TORAJA DENGAN KERANDA KAYU DI SABAH (BORNEO)-KALIMANTAN

    No full text
    Asal-usul tentang budaya keranda kayu di kawasan Tana Toraja belum diketahui dengan pasti. Namun berdasarkan studi perbandingan dengan kawasan lainnya di Asia Tenggara seperti kawasan Sabah di Borneo-Kalimantan, dapat memberikan gambaran tentang adanya persamaan bentuk dan bahkan asal-usul dari keranda kayu Toraja. Dengan menggunakan metode deskripsi dan perbandingan tipologi, dapat diketahui adanya persamaan bentuk maupun tata letak, sehingga dapat diasumsikan bahwa keranda kayu di kedua kawasan tersebut, berasal dari satu asal-usul budaya yang sama, atau kemungkinan besar keranda kayu Toraja berasal dari kawasan Sabah (Borneo)-Kalimantan pada masa lampau. The origins of culture in the wood coffins in Tana Toraja region is not known with certainty. However, based on comparative studies with other regions in Southeast Asia as the region of Sabah on Borneo-Kalimantan, can provide a snapshot of the similarities of form and even the origin of the wooden coffin Toraja. By using the method of description and comparison of typology, typology can be known the equation as well as the layout, so it can be assumed that the wooden coffin in both regions, derived from a single origin of the same culture, or is likely to Toraja wood coffin comes from the region Sabah (Borneo)-Kalimantan in the past

    Panduan Penulisan

    Full text link

    EXPLORING EARLY POLITICAL AND ECONOMIC TIES BETWEEN WEST SOPPENG AND SUPPAQ FROM ABOUT THE LATE THIRTEENTH CENTURY UNTIL THE MID FIFTEENTH CENTURY: MYTH, MARRIAGE AND TRADE

    No full text
    Silsilah Bugis bukan hanya bermanfaat untuk mengetahui hubungan kekerabatan, tetapi dapat juga menjadi sumber sangat penting dalam menulis sejarah politik dan ekonomi negeri-negeri di Sulawesi Selatan sebelum abad XVlI. Dalam artikel ini diungkap hubungan ekonomi dan politik antara Soppeng Barat dengan Kerajaan Suppaq sekurang-kurangnya antara abad XIII sampai pertengahan abad XV berdasarkan teks Lontaraq (naskah Bugis). Untuk mengatasi kesulitan kronologi digunakan bantuan bukti-bukti arkeologi. Telaah naskah Lontaraq (RGS) dan survei arkeologis memperlihatkan adanya hubungan perdagangan keramik antara Soppeng Barat dan Suppaq sekitar abad XIII sampai akhir abad XlV. Pada periode itu, keramik merupakan simbol status sosial otoritas politik golongan bangsawan. Keramik kemungkinan didatangkan ke Soppeng melalui pelabuhan Suppaq di tepi Barat Sulawesi Selatan

    ANALISIS LABORATORIUM TEKNOLOGI PEMBUATAN GERABAH SITUS GEDUNGKARYA, MUARA JAMBI, PROVINSI JAMBI

    No full text
    Pottery is one of human attempts to meet their basic needs and make used the lands surrounds them. Despite the clay as pottery compositions, a mixture material was added which strongly affected substance that it contained. Therefore, despite the physical analysis to understand the pottery nature, a substance analysis must take place in order to identify the clay composition or its contents used. These analyses were applied at Gedungkarya site showed that kaolinit clay used by the potters was using different chemical composition. It was also recognized that pottery materials came from the same area, even within different times

    Cover

    No full text

    SIDAYU: KAJIAN ARKEOLOGI PERKOTAAN MASA ISLAM DAN KOLONIAL

    No full text
    Manusia memerlukan ruang untuk bermukim dan melakukan aktivitas kehidupan. Permukiman perkotaan kuna yang tumbuh sejak abad 15 M terdapat di pesisir utara pulau Jawa, termasuk Sidayu. Kota-kota pada masa tersebut berperan sebagai pelabuhan maupun pemerintahan. Berkenaan dengan hal tersebut, pembahan kali ini bertujuan untuk memaparkan masa lalu kota Sidayu dari data tertulis yang kemudian dibuktikan melalui data arkeologi. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data pustaka yang dicocokkan dengan data survei lapangan kemudian diolah untuk menghasilkan interpretasi data. Hasil yang diperoleh bahwa kota Sidayu merupakan pemukiman baru yang menggantikan Sedayulawas, sekaligus sebagai pusat pemerintahan. Kota Sidayu juga memiliki dua lapisan budaya yaitu Islam dan Kolonial

    INTEGRITAS SOSIAL DAN KULTURAL DALAM TRADISI MEGALITIK DI POSSI TANA, KAJANG

    No full text
    Kepercayaan mengenai kekuatan arwah sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan. Masyarakat selalu berusaha menjaga hubungannya, sebagai wujud pengabdiannya mereka melakukan pemujaan dengan menggunakan berbagai bentuk benda sebagai medianya. Konsep pemujaan ini masih terlihat pada beberapa daerah termasuk di situs Possi Tana Kajang. Tulisan ini dicoba untuk mengkaji kebudayaan megalitik yang berwujud benda dan adat istiadat yang masih berlangsung, dan bertujuan untuk mengetahui kebudayaan materi yang ada di Possi Tana Kajang. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data pustaka dan lapangan dengan menggunakan pendekatan etnoarkeologi. Hasil yang diperoleh bahwa manusia sebagai anggota masyarakat memiliki sejumlah nilai budaya yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu system. Wujud budaya materi yang dihasilkan mengandung makna dan tujuan guna memenuhi berbagai aspek dalam kehidupan manusia

    CETAKAN TANAH LIAT DI DESA LAMANGGA, KOTA BAU-BAU, BUTON

    No full text
    Tradisi pengecoran logam di desa Lamangga sangat menarik perhatian yaitu dari hasil limbah industri. Limbah yang dimaksud disini bukanlah sisa-sisa lelehan logam tetapi limbah cetakan pengecoran dari tanah liat. Cetakan tanah liat dalam beberapa hal sering lepas dari pengamatan, maka perlu dilakukan pengamatan yang bertujuan untuk melihat proses perbengkelan logam. Metode yang dilakukan berupa pengumpulan data melalui pengamatan dan analisis terhadap fragmen cetakan tanah liat serta melakukan pengkajian secara etnoarkeologi. Hasil yang diperoleh bahwa pertukangan logam menunjukkan sebuah proses yang selalu menghasilkan limbah, salah satunya pecahan cetakan tanah liat. Pecahan tanah liat atau fragmen gerabah yang ditemukan di sebuah situs tidak semua adalah wadah, kemungkinan lain merupakan cetakan tanah liat apabila temuan fragmen tersebut memiliki konteks atau berasosiasi dengan situs perbengkelan logam

    PENGUBURAN TEMPAYAN DI SITUS TAKBUNCINI, KABUPATEN TAKALAR, SULAWESI SELATAN

    No full text
    Sistem penguburan pada masa prasejarah di Indonesia dikenal adanya penguburan pertama (primer) dan penguburan kedua (sekunder). Sistem penguburan ini biasanya menggunakan wadah atau tanpa wadah. Penguburan dengan menggunakan tempayan sebagai wadah kubur untuk menyimpan mayat atau kerangka manusia banyak ditemukan di Indonesia, termasuk situs Takbuncini daerah Takalar, Sulawesi Selatan. Situs Takbuncini dianggap memiliki data lengkap karena situs ini sudah pernah diteliti dengan menggunakan teknik survei dan ekskavasi meskipun belum tuntas. Penelitian yang dilakukan sebelumnya belum menghasilkan pertanggalan absolute untuk mengetahui periodesasinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui kronologi dari situs Takbuncini. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data yang kemudian diolah serta menganalisis hasil temuan yang diperoleh dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya temuan berupa tempayan yang difungsikan sebagai wadah penguburan dengan temuan rangka manusia didalamnya yang berasosiasi dengan bekal kubur berupa manik-manik, lempengan logam dan temuan gerabah. Berdasarkan temuan tersebut maka situs Takbuncini dapat dinyatakan bahwa situs kubur prasejarah masa perundagian

    36

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇