Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
Not a member yet
    277 research outputs found

    PERSPEKTIF GEOLOGI RUANG-RUANG DI KOMPLEKS SITUS GUA MAROS

    No full text
    Cave was the medium for prehistorically human to sheltered and to avoided from the difficulties, which were caused by the nature. The establishment of the caves in Maros limestone area was started since the carbonate was sedimentatedin submarine. Based on the geological structure, Maros limestone cave is di­vided into two, i.e. tightpole (kekar tiang) cave and tightpage (kekar lembaran) cave with its own room characteristics. The geological structure of the cave room is very influence the conservation of the archaeo­logical inheritance and the amount of the cave that-present can be shown

    AWAL MULA WAJO DAN ASPEK RUANG SITUS INTI WAJO ABAD XV-XIX MASEHI

    No full text
    Confederation is general Bugis governmental model. In macro, Wajo state area was divided into three limpo and 31 wanua, included Wanua under Wajo authority. At Wajo center, artifacts, features and eco-facts were found at Tosora site which describing socio-economic and politic and religion areas.Konfederasi adalah model umum pemerintahan Bugis. Secara makro, wilayah negara bagian Wajo dibagi menjadi tiga limpo dan 31 wanua, termasuk Wanua di bawah otoritas Wajo. Di pusat Wajo, artefak, fitur, dan ekofak ditemukan di situs Tosora yang menggambarkan wilayah sosial-ekonomi dan politik serta agama

    BEBERAPA KONSEP KEBUDAYAAN DAN APLIKASINYA DALAM ARKEOLOGI

    No full text
    Tulisan ini merupakan penjelasan singkat dari karya J. Ned Woodall berjudul An Introduction to Moderen Archaeology. Dalam karyanya tersebut Woodall menguraikan beberapa konsep kebudayaan dan aplikasinya dalam penelitian arkeologi seperti konsep historical particularism, structural fungsional system, cultural materialism dan cultural ekologi. Adanya keragaman konsep kebudayaan yang bisa dipergunakan dalam penelitian arkeologi disebabkan oleh sifat data arkeologi itu sendiri, yaitu sangat terbatas dalam hal jumlalah maupun kualitas dari data tersebut. Maka dari itu diperlukan sebuah konsep kebudayaan yang harus sesuai dengan data-data yang di peroleh dalam sebeuah penelitian arkeologi

    Cover

    No full text

    PEMANFAATAN SITUS GUA SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI MANUSIA PRASEJARAN DI MAROS, SULAWESI SELATAN

    No full text
    Wilayah Maros memiliki bukti peninggalan kehidupan masa lalu. Peninggalan tersebut menjasi suatu indikasi bahwa gua-gua daerah Maros umumnya pernah dihuni oleh manusia pendukung khususnya masa berburu tingkat lanjut. Melihat situasi ini, mereka memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi adaptasi manusia prasejarah di Maros. Metode digunakan berupa pengumpulan data pustaka yang mencoba menerapkan konsep antropologi dalam menginterpretasi data arkeologi. Hasil yang diperoleh bahwa gua sebagai hunian memberikan tempat yang nyaman dan perlindungan diri terhadap perubahan iklim. Manusia prasejarah juga mengembangkan kearifan tersendiri dalam menghadapi alam. Tindakan manusia yang memilih tempat hunian, disadari atau tidak telah mengubah ekosistem gua menjadi  ekosistem buatan, perubahan ini disebabkan oleh kegiatan manusia itu sendiri

    Preface

    No full text

    BUDAYA PALEOLITIK DI INDONESIA TIMUR

    No full text
    Kepulauan Indonesia terletak antara benua Asia dan Australia yang memiliki posisi strategis. Pada masa prasejarah Indonesia memegang peranan penting yang berkaitan dengan proses persebaran budaya dan migrasi manusia serta fauna dari daratan Asia ke Oceania atau sebaliknya. Penelitian ini memusatkan perhatian pada tinggalan budaya khususnya kala Plestosesn yang menyangkut alat-alat paleolitik yang memiliki kaitan dengan aspek-aspek migrasi. Tujuannya untuk menggambarkan berbagai jenis tinggalan budaya prasejarah khususnya temuan alat paleolitik yang berada di wilayah Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan berupa pengumpulan data baik data pustaka dan data lapangan yang diolah serta dianalisis. Hasil yang diperoleh terlihat bahwa bukti-bukti tinggalan budaya paleolitik di wilayah NTT kemungkinan mempunyai sebaran yang lebih luas dan tidak terbatas hanya pada daerah pulau Sumba, Sabu, Timor dan Flores. Karakter menonjol dari budaya paleolitik di NTT umumnya menghasilkan industri litik berbentuk sederhana dan berukuran besar serta kasar yang dihasilkan lewat pengerjaan yang masih sederhana

    36

    full texts

    277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walennae: Journal Arkeologi Sulawesi Selatan dan Tenggara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇